Top PDF STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Malang)

4 sefalosporin generasi pertama dan generasi kedua. Ceftriaxone dapat digunakan untuk terapi meningitis, infeksi gastrointestinal, infeksi pada bronkitis kronis, infeksi dan saluran napas. Mekanisme kerja ceftriaxone sebagai antimikroba adalah dengan menghambat sintesa dinding sel mikroba, yang dihambat ialah enzim transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Ceftriaxone diekskresikan terutama melalui ginjal 33-67% dan sisanya dimetabolisme di hati dan dikeluarkan bersama feses (McEvoy, 2008).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Hiperprolaktinemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

Hiperprolaktinemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

Pasien mengeluhkan kedua payudaranya mengalami pembesaran sejak 9 bulan yang lalu, dialami secara perlahan, awalnya terasa sakit jika puting susu tersentuh, kemerahan pada kulit payudara (-), tidak ada air susu yang keluar dari puting. Pasien sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Pasien mempunyai riwayat sakit ginjal, hipertensi dan sudah menjalani hemodialisis reguler selama 2 tahun. Riwayat sakit gula, penyakit hati, konsumsi obat-obatan dan tiroid (-). Riwayat keluhan sakit kepala (-), mata kabur (-). Riwayat penggunaan obat captopril dan amlodipin.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Gagal ginjal kronik atau CKD (Chronic Kidney Disease) merupakan penyakit gagal ginjal yang progresif dan lambat yang biasanya berlangsung beberapa tahun dan gagal ginjal kronik ini juga terjadi setelah berbagai macam penyakit yang merusak masa nefron ginjal. Asidosis metabolik merupakan salah satu komplikasi gagal ginjal kronik yang terjadi apabila kelebihan H + melebihi HCO3 - yang terjadi di dalam cairan tubulus secara primer yang disebabkan oleh penurunan cairan filtrasi HCO3 - . Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan konsentrasi HCO3 - cairan ekstrasel. Terapi yang diberikan untuk mengatasi asidosis metabolik adalah natrium bikarbonat. Penelitian ini mengungkapkan penggunaan natrium bikarbonat baik berupa sediaan IV maupun per oral paling sering mengalami manifestasi klinik sesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan natrium bikarbonat dengan asidosis pada pasien gagal ginjal kronis (CKD) rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien gagal ginjal kronik dengan asidosis
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Gagal ginjal kronik atau CKD (Chronic Kidney Disease) merupakan penyakit gagal ginjal yang progresif dan lambat yang biasanya berlangsung beberapa tahun dan gagal ginjal kronik ini juga terjadi setelah berbagai macam penyakit yang merusak masa nefron ginjal. Asidosis metabolik merupakan salah satu komplikasi gagal ginjal kronik yang terjadi apabila kelebihan H + melebihi HCO

17 Baca lebih lajut

SKRIPSI ANNA TRESIA BR.S.DEPARI STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI

SKRIPSI ANNA TRESIA BR.S.DEPARI STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI

Kerusakan ginjal merupakan penyebab heterogen, sehingga kerusakan ginjal diawali oleh suatu penyakit utama yang mempengaruhi ginjal. Penyakit tersebut adalah hipertensi dan diabetes melitus. Paparan salah satu dari faktor inisiasi dapat mengurangi massa nefron. Hipertofri nefron mengkompensasi hilangnya fungsi ginjal dan massa nefron. Hipertrofi dapat mengarah pada pengembangan hipertensi intraglomerular, yang dimediasi oleh angiotensin II. Angiotensin II adalah vasokonstriktor dari aferen dan arteriol eferen, namun lebih sering mempengaruhi arteriol eferen yang menyebabkan peningkatan tekanan kapiler glomerulus dan meningkatkan fraksi filtrasi. Pengembangan hipertensi intraglomerular biasanya dengan pengembangan hipertensi arteri sistemik. Angiotensin II juga dapat memediasi perkembangan penyakit ginjal.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

SKRIPSI INDRI RAMDANINGSIH STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ASIDOSIS METABOLIK

SKRIPSI INDRI RAMDANINGSIH STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ASIDOSIS METABOLIK

Gagal ginjal kronik saat ini telah menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat di dunia. Gagal ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal (Suwitra, 2009). Gagal Ginjal Kronik merupakan kerusakan ginjal selama ≥ 3 bulan, yaitu ditandai dengan kelainan struktur dan penurunan fungsi ginjal dengan atau tanpa penurunan GFR (Glomerular Filtration Rate) < 60ml/mnt/1,73m2 ≥ 3 bulan (Levin et al, 2008). Penyebab Gagal Ginjal Kronik di Indonesia antara lain glomerulonefritis, diabetes mellitus, obstruksi dan infeksi, dan hipertensi. Salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronik adalah gangguan keseimbangan asam basa yaitu asidosis metabolik. Asidosis metabolik terjadi akibat penurunan fungsi ginjal. Kerusakan pada ginjal diawali oleh suatu penyakit utama yang mempengaruhi ginjal seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Kerusakan kronis pada ginjal berakibat pada rusaknya nefron secara irreversible. Nefron yang masih normal akan mengalami hipertrofi untuk mengkompensasi penurunan fungsi ginjal yang diakibatkan oleh banyaknya nefron yang rusak (Joy
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA   Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2015.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2015.

Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2015. Data yang digunakan diperoleh dari penelusuran catatan pengobatan pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik serta menjalani hemodialisa yang terdapat dalam rekam medis di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2015. Data tersebut lalu dianalisis secara deskriptif non-eksperimental dengan mengevaluasi kerasionalan pengobatan hipertensi pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa. Sampel pasien diambil dengan metode purposive sampling. Evaluasi pengunaan obat antihipertensi berdasarkan tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM POLYSTYRENE SULFONATE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM POLYSTYRENE SULFONATE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan ireversibel yang ditandai dengan hilangnya sejumlah besar nefron fungsional. Pada gagal ginjal, akumulasi kalium disebabkan oleh berkurangnya jumlah nefron yang dapat mengekskresi kalium. Beberapa penelitian mengatakan bahwa pengobatan dengan Ca polystyrene sulfonate dapat menurunkan kadar kalium serum dan pemakaiannya menempati urutan teratas dalam terapi hiperkalemia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan Ca polystyrene sulfonate pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien gagal ginjal kronik. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode 1 Januari 2015 sampai 30 Juni 2015. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah penggunaan Ca polystyrene sulfonate tunggal sebanyak 9 pasien (32%) dan kombinasi sebanyak 19 pasien (68%). Penggunaan Ca polystyrene sulfonate tunggal paling banyak adalah (3x5 g) p.o sebanyak 8 pasien (89%) dan kombinasi paling banyak adalah Ca polystyrene sulfonate (3x5 g) p.o dan dekstrosa 10% + 10 unit insulin (inf) sebanyak 15 pasien (80%). Penggunaan Ca polystyrene sulfonate yang diberikan pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo, terkait dosis, rute, frekuensi, interval, dan lama pemberian sudah sesuai dengan guidelines yang ada dan tidak terdapat Drug Related Problems.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM POLYSTYRENE SULFONATE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM POLYSTYRENE SULFONATE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan ireversibel yang ditandai dengan hilangnya sejumlah besar nefron fungsional. Pada gagal ginjal, akumulasi kalium disebabkan oleh berkurangnya jumlah nefron yang dapat mengekskresi kalium. Beberapa penelitian mengatakan bahwa pengobatan dengan Ca polystyrene sulfonate dapat menurunkan kadar kalium serum dan pemakaiannya menempati urutan teratas dalam terapi hiperkalemia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan Ca polystyrene sulfonate pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien gagal ginjal kronik. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode 1 Januari 2015 sampai 30 Juni 2015. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah penggunaan Ca polystyrene sulfonate tunggal sebanyak 9 pasien (32%) dan kombinasi sebanyak 19 pasien (68%). Penggunaan Ca polystyrene sulfonate tunggal paling banyak adalah (3x5 g) p.o sebanyak 8 pasien (89%) dan kombinasi paling banyak adalah Ca polystyrene sulfonate (3x5 g) p.o dan dekstrosa 10% + 10 unit insulin (inf) sebanyak 15 pasien (80%). Penggunaan Ca polystyrene sulfonate yang diberikan pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo, terkait dosis, rute, frekuensi, interval, dan lama pemberian sudah sesuai dengan guidelines yang ada dan tidak terdapat Drug Related Problems.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI (Penelitian di RSU Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN HIPERTENSI (Penelitian di RSU Saiful Anwar Malang)

(Penelitian di RSU Saiful Anwar Malang) Anna Tresia Br.S.Depari Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama untuk penyakit gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kerusakan ginjal yang ditandai penurunan laju GFR <60 ml/menit/1,73 m 2 dalam waktu tiga bulan. Pada penyakit GGK dengan hipertensi, hipertensi dapat disebabkan oleh akibat dari GGK atau pasien sejak awal mengalami hipertensi dan bertambah buruk dengan adanya GGK. Oleh karena itu, pengendalian tekanan darah pada pasien GGK harus cukup agresif untuk mencegah terjadinya komplikasi, disamping untuk mencegah progesifitas penyakit ginjal itu sendiri.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN KASUS GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN KASUS GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

Berdasarkan analisis Departemen Kesehatan RI 2002 diketahui bahwa penyakit gagal ginjal menyebabkan kematian pada pasien rawat inap rumah sakit sebesar 3,7% dari seluruh kematian, menempati urutan kedua setelah stoke sebesar 4,8% (DepKes RI, 2002). Gagal ginjal merupakan suatu kondisi dimana fungsi ginjal telah menurun atau bahkan menghilang dalam beberapa tahap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien (usia, jenis kelamin dan stadium serta persentase tingkat kejadian penyakit), dan profil penggunaan obat yang diberikan pada pasien rawat inap dengan kasus gagal ginjal kronik di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember pada bulan Januari sampai Februari 2008. Penelitian dilakukan secara non-eksperimental dengan rancangan deskriptif, dan retrospektif dengan menggunakan data rekam medik selama 1 Januari 2009-30 Mei 2009. Sampel adalah data rekam medik pasien rawat inap dengan diagnosa gagal ginjal kronik. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yang berjumlah 63. Data-data kualitatif yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian atau narasi, sedangkan data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA  Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2015.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2015.

iv KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr wb Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah atas segala rahmat, hidayah, dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisa pada RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2015 ” sebagai salah satu syarat mencapai Derajat Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Ilmu Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP GATAL DI KULIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA

PENGARUH PENGGUNAAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP GATAL DI KULIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA

Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi VCO (Virgin coconut oil) terhadap pruritus setelah diberikan intervensi terapi VCO selama tujuh hari. Beberapa definisi menurut peneliti sebelumnya disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunan virgin coconut oil terhadap masalah kulit yang dialami oleh pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di RSUD umum Kota padangsidimpuan dengan jumlah responden sebanyak 15 orang juga mendapatkan hasil yang sama yaitu hasil uji statistik Wilcoxon dengan p-value 0,001 nilai tersebut <0,05 yang artinya bahwa ada pengaruh penggunaan virgin coconut oil mendapatkan hasil yang sama yaitu pendidikan minoritas adalah SMP yaitu sebanyak 1 responden atau (6,7%).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Etelcalcitide terhadap Hiperparatiroidisme Sekunder Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

Efektivitas Etelcalcitide terhadap Hiperparatiroidisme Sekunder Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

berdasarkan kadar PTH selama pengobatan bervariasi antara 30-180 mg sekali sehari sehingga perhitungan biaya keseluruhan cinacalcet dapat mencapai sekitar $5,808 untuk penggunaan selama sekitar 1 bulan. Sedangkan biaya keseluruhan penggunaan etelcalcetide yang diberikan secara intravena dengan dosis 5 mg tiga kali seminggu oleh petugas medis sesaat setelah hemodialysis adalah sekitar $ 589. Dosis pemeliharaan etelcalcitide pasien berdasarkan kadar PTH dan kalsium serum dapat lebih rendah 2.5 mg tiga kali seminggu (AWP selama seminggu $ 294) atau lebih tinggi hingga 15 mg tiga kali seminggu (AWP selama seminggu $1,765) (Patel et al., 2018). Biaya penggunaan etelcalcetide, cinacalcet, pengikat fosfat dan vitamin D sterol dihitung berdasarkan jumlah rerata dosis per hari yang digunakan. Biaya perawatan dihitung berdasarkan biaya rerata tindakan elektif atau non elektif selama proses hemodialisis. Berdasarkan sebuah patient access scheme (PAS) yang review menggunakan Patient Access Scheme Assessment Group (PASAG), case incremental cost-effectiveness ratio (ICER) dan analisis sensitivitas etelcalcitide menunjukkan biaya penggunaan etelcalcitide lebih rendah dari pada kalsimimetik pendahulunya yaitu cinacalcet (Rose et al., 2018, Scottish Medicines Consortium, 2017).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN INSULIN KOMBINASI DEXTROSE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK HIPERKALEMIA RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN INSULIN KOMBINASI DEXTROSE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK HIPERKALEMIA RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

dekstrose diperlukan untuk penurunan kadar kalium serum. Terapi insulin kombinasi dekstrose penting untuk mengembalikan kadar kalium serum pada rentang normal yaitu 3,5-5,0 mEq/L. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan insulin kombinasi dextrose pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo dan pola terapi yang meliputi, interval, frekuensi, serta lama pemberiannya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien PGK-Hiperkalemia periode Januari 2015 sampai dengan Juni 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi insulin kombinasi dextrose di berikan perintravena dan dikombinasi dengan koreksi hiperkalemia lain dengan jenis, dosis, frekuensi dan rute paling banyak adalah kombinasi D10 + insulin 10 UI (7 tpm) IV dengan Kalitake (3x1 sachet) PO dan Kalsium Glukonat (3x1) IV sebanyak 11 pasien (39%) dan pemberian insulin
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Studi penggunaan insulin kombinasi dextrose pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo

Studi penggunaan insulin kombinasi dextrose pada pasien gagal ginjal kronik hiperkalemia rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo

1. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Studi Penggunaan Insulin kombinasi Dextrose pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo periode Januari - Juni 2015 di peroleh kesimpulan sebagai berikut :

6 Baca lebih lajut

Gagal Ginjal Kronik Makalah

Gagal Ginjal Kronik Makalah

Strategi penatalaksanaan gagal ginjal kronik meliputi beberapa tahap yaitu, memastikan bahwa tekanan darah benar-benar mengalami kenaikan pada pengukuran berulang kali,memastikan kadar gula pasien, melakukan terapi non farmakologis meliputi pengamatan secara umum terhadap pola hidup pasien, kemudian terapi farmakologis meliputi pengoptimalan penggunaan obat yang berikan kombinasi dan melakukan monitoring secara rutin. Terapi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu terapi non farmakologis dan terapi farmakologis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN TERAPI HEMODIALISA   STRATEGI COPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN TERAPI HEMODIALISA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN.

STRATEGI COPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN TERAPI HEMODIALISA STRATEGI COPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN TERAPI HEMODIALISA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN.

Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang berlangsung secara perlahan-lahan, selama lebih dari 3 bulan. Pada pasien gagal ginjal kronik, terapi yang sering dilakukan adalah terapi hemodialisa (cucidarah). Penggunaan terapi ini bisa memunculkan permasalahan-permasalahan yang bisa menyebabkan pasien rentan terhadap stres. Bentuk pengelolaan yang dilakukan oleh pasien dari stres tersebut disebut dengan strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi coping antara pasien gagal ginjal kronik laki-laki dan perempuan yang melakukan terapi hemodialisa.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI INTRADILITIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI INTRADILITIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS

Peningkatan tekanan darah sistolik sebesar ≥ 10 mmHg pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisis dikenal dengan istilah hipertensi intradialitik. Usia, riwayat hemodialisis, durasi hemodialisis, jumlah obat antihipertensi serta adanya jenis obat antihipertensi yang hilang secara intesif dan tidak intensif merupakan hal yang diindikasi sebagai faktor risiko penyebab terjadinya hipertensi intradialitik. Penelitan ini bertujuan untuk menentukan gambaran penggunaan antihipertensi dan karakteristik pasien GGK yang menjalani hemodialisis dan mengalami hipertensi intradialitik. Penelitian dengan desain cross sectional ini dilakukan pada periode Juli-Agustus 2015. Subyek penelitian diperoleh sebanyak 10 pasien. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 pasien (50%) yang mengalami kejadian hipertensi intradialitik. Karakteristik pasien GGK yang menjalani hemodialisis dan mengalami kejadian hipertensi intradialitik berdasarkan usia < 60 tahun (60%), riwayat hemodialisis < 12 bulan (60%), durasi hemodialisis < 3,5 jam (80%), dan jumlah obat antihipertensi ≥ 2 (60%). Penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan kejadian hipertensi intradialitik adalah golongan ARB, beta bloker, diuretik dan vasodilator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi intradialitik didominasi oleh pasien dengan usia < 60 tahun, lama hemodialisis < 12 bulan, durasi hemodialisis < 3,5 jam dan jumlah obat antihipertensi ≥ 2. Jenis antihipertensi yang paling sering digunakan adalah kombinasi golongan ARB dan Diuretik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA

GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA

Di Indonesia terdapat 70 ribu penderita gagal ginjal yang perlu mendapatkan perawatan berupa hemodalisis darah (cuci darah) maupun melakukan cangkok ginjal. Namun karena terbatasnya fasilitas dan mahalnya proses, maka hanya 10 ribu penderita yang dapat ditolong, sisanya meninggal dunia (Tanjung, 2007). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin pada tanggal 8 april 2014 didapatkan data pada tahun 2012 pasien gagal ginjal yang berkunjung yaitu 332 orang dan pada tahun 2013 jumlah kunjungan yaitu 532 orang, jadi pasien yang berkunjung untuk melakukam terapi hemodialisa meningkat setiap tahun (Medical Record Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...