Top PDF STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Prevalensi epilepsi di seluruh dunia semakin meningkat, khususnya di negara-negara berkembang. Di dunia ada sekitar 1 % dari jumlah penduduk menderita epilepsi, gangguan neurologis nomor 2 terbesar setelah stroke (Porter & Meldrum, 2002), 50 juta orang di dunia mengalami penyakit ini dan 80 % dari kasus epilepsi ditemukan di negara berkembang. Dari penelitian yang telah dilakukan, prevalensi epilepsi yaitu antara 4 sampai 10 diantara 1000 orang.

19 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Sidoarjo)

STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Sidoarjo)

sebaik-baiknya untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan Program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam proses penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari berbagai pihak yang memberikan bimbingan, bantuan serta do’a sehingga penulis dapat menyelesaikannya dengan baik. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar besarnya kepada :

18 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Staf Tata Usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam hal administrasi. 11. Orang tua tercinta, Ayahanda Suddin dan Ibunda Salbiah, yang tiada henti memberikan motivasi dalam segala hal, serta selalu sabar dalam mendoakan kesuksesan dan keberhasilan putri keduanya. Terima kasih banyak atas didikan dan kerja keras ayah dan ibu dalam membahagiakan putrinya untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

18 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN STATIN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN STATIN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

21. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Keberhasilan ini tidak luput dari bantuan dan doa yang telah anda semua berikan. Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat memberikan manfaat.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

9. Ibu selaku pengurus Rekam Medik Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar Malang yang banyak membantu dan memberikan kelancaran dalam proses pengambilan data saat penelitian dilaksanakan. 10. Seluruh keluarga besar (kakakku, semua adek sepupuku, om, tante, yangti, dan alm.kakung) yang saya sayangi dan selalu mendo’akan serta memberikan semangat kepada penulis. Terutama kepada Papa dan Mama tercinta, H.Bonari dan Hj.Sri Farida, S.Pd terima kasih atas semua motivasi dan kasih sayang yang telah diberikan tanpa batas. Terima kasih untuk kesempatan yang telah diberikan sehingga ananda dapat merasakan suka duka dibangku perkuliahan. Terima kasih atas dukungan moral, moril, dan materi yang diberikan dan semoga Papa dan Mama selalu dalam lindungan Allah SWT.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL SEBAGAI ANTIPLATELET PADA PASIEN ISCHEMIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI INSTALASI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL SEBAGAI ANTIPLATELET PADA PASIEN ISCHEMIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI INSTALASI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Studi penggunaan asetosal oleh International Stroke Trial (IST) dan Chinese Asetosal Stroke Trial (CAST) menyatakan bahwa pemberian asetosal 180mg atau 300mg setiap hari dimulai sejak adanya gejala, dapat mengurangi angka kematian dan stroke non fatal per 1000 pasien beberapa minggu awal pada pasien stroke iskemik. Asetosal direkomendasikan pada pasien yang tidak menerima terapi antitrombolitik atau antikoagulan dan harus dimulai 48 jam sejak onset stroke. Secara luas asetosal digunakan untuk mencegah serangan stroke ulang pada pasien dengan transient iskemic attack atau stroke iskemik yang berasal dari arterial, hal ini dikarenakan asetosal merupakan obat yang efektif dan tidak mahal. Klopidogrel atau kombinasi asetosal dengan dipiridamol lebih efektif dibandingkan pemakaian tunggal asetosal, namun alternatif pengobatan tersebut lebih mahal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada 51.342 orang wanita dan 44.114 orang laki-laki disimpulkan bahwa, penggunaan asetosal dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita, mengurangi resiko stroke pada wanita dan infark miokardial pada pria. Asetosal memiliki beberapa efeksamping yang harus menjadi perhatian selama pemberian terapi. Efek samping yang terjadi terutama pada gastrointestinal berupa anoreksia, mual, dispepsia, nyeri perut dan diare. Gejala ini berkaitan dengan induksi tukak lambung dan usus dengan estimasi sekitar 15%-30% pada pengguna tetap.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

BPH merupakan penyakit progresif yang umumnya berhubungan dengan LUTS (Lower Urinary Track Symptoms) meliputi sering buang air kecil, urgensi, nocturia, kecilnya aliran kencing, tidak puas sehabis kencing. Penanganan penyakit BPH meliputi, watchfull waiting, terapi medikametosa, serta tindakan bedah. Pada tindakan pembedahan, resiko terjadinya infeksi sangat besar. Tanda-tanda infeksi meliputi demam tinggi, nyeri, luka operasi bernanah, luka operasi terbuka dan sepsis. TURP merupakan prosedur bedah bersih terkontaminasi untuk BPH. Komplikasi TURP meliputi hematuria, dysuria, demam, dan bacteriuria. UTIs dapat terjadi pada pasca operasi TURP dengan prosentase antara 6% - 60% yang desebabkan oleh infeksi bakteri uretra, dan pemasangan kateter. Untuk menghindari terjadinya infeksi pada pasien BPH, perlu adanya tindakan pencegahan dengan pemberian terapi antibiotik. Penggunaan antibiotika ditujukan untuk menurunkan jumlah bakteri tersebut sampai di bawah titik kritis, sehingga akan mencegah terjadinya infeksi.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL SEBAGAI ANTIPLATELET PADA PASIEN ISCHEMIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI INSTALASI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL SEBAGAI ANTIPLATELET PADA PASIEN ISCHEMIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI INSTALASI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Studi penggunaan asetosal oleh International Stroke Trial (IST) dan Chinese Asetosal Stroke Trial (CAST) menyatakan bahwa pemberian asetosal 180mg atau 300mg setiap hari dimulai sejak adanya gejala, dapat mengurangi angka kematian dan stroke non fatal per 1000 pasien beberapa minggu awal pada pasien stroke iskemik. Asetosal direkomendasikan pada pasien yang tidak menerima terapi antitrombolitik atau antikoagulan dan harus dimulai 48 jam sejak onset stroke. Secara luas asetosal digunakan untuk mencegah serangan stroke ulang pada pasien dengan transient iskemic attack atau stroke iskemik yang berasal dari arterial, hal ini dikarenakan asetosal merupakan obat yang efektif dan tidak mahal. Klopidogrel atau kombinasi asetosal dengan dipiridamol lebih efektif dibandingkan pemakaian tunggal asetosal, namun alternatif pengobatan tersebut lebih mahal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada 51.342 orang wanita dan 44.114 orang laki-laki disimpulkan bahwa, penggunaan asetosal dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita, mengurangi resiko stroke pada wanita dan infark miokardial pada pria. Asetosal memiliki beberapa efeksamping yang harus menjadi perhatian selama pemberian terapi. Efek samping yang terjadi terutama pada gastrointestinal berupa anoreksia, mual, dispepsia, nyeri perut dan diare. Gejala ini berkaitan dengan induksi tukak lambung dan usus dengan estimasi sekitar 15%-30% pada pengguna tetap.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN HEMORAGIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN HEMORAGIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

4 anoreksia, nilai fungsi hati abnormal pada pemeriksaan laboratorium dan perubahan tekanan darah sementara (Sweetman, 2009) Atas dasar latar belakang diatas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola penggunaan obat neuroprotektan pada pasien stroke pendarahan di instalasi rawat inap RSU Dr.Saiful Anwar Malang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan dapat terpantau dengan lebih tepat. Penelitian dilakukan di RSUD Dr.Saiful Anwar Malang dengan pertimbangan rumah sakit tersebut adalah rumah sakit umum daerah terbesar di kota Malang sehingga banyak menerima pasien dari berbagai kalangan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA AMPISILIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA AMPISILIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

3 dengan pola resistensi lokal, disamping juga memperhatikan riwayat antibiotika yang digunakan pasien (Saipudin et al, 2006). Kasus pielonefritis akut setiap tahunnya sekitar 250.000 kasus, menghasilkan lebih dari 100.000 rawat inap. Penyebab etiologi yang paling umum adalah infeksi Escherichia coli. Kultur urin positif pada 90% pasien dengan pielonefritis akut harus dilakukan sebelum terapi antibiotika dimulai. Terapi antibiotika oral dengan fluorokuinolon berhasil pada kebanyakan pasien rawat jalan dengan pielonefritis ringan tanpa komplikasi. Antibiotika alternatif yang efektif lainnya termasuk penisilin spektrum luas, amoksisilin-klavulanat, sefalosporin, dan trimetoprim-sulfametoksazol. Indikasi untuk pengobatan rawat inap termasuk infeksi berkomplikasi, sepsis, muntah terus menerus, kegagalan pengobatan rawat jalan, atau usia tua. Pada pasien yang dirawat di rumah sakit, pengobatan intravena direkomendasikan dengan fluorokuinolon, aminoglikosida dengan atau tanpa ampisilin, atau sefalosforin generasi ketiga (Ramakrishnan &
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Hipertensi dan stroke memiliki kaitan yang sangat erat. Hipertensi merupakan penyebab lazim dari stroke, 60% dari penderita hipertensi yang tidak terobati dapat menimbulkan stroke. Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Dari berbagai penelitian diperoleh bukti yang jelas bahwa pengendalian hipertensi, baik sistolik, diastolik, maupun keduanya dapat menurunkan angka kejadian stroke. Pengendalian hipertensi tidak cukup dengan minum obat secara teratur, faktor-faktor lain yang sekiranya berkaitan dengan hipertensi harus diperhatikan pula. Penurunan berat badan yang berlebihan, pencegahan minum obat-obat yang dapat menaikkan tekanan darah, diet rendah garam, dan olah raga secara teratur akan menambah tingkat keberhasilan pengendalian hipertensi (Gofir, 2009).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK KETOROLAC PADA PASIEN LUKA BAKAR (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK KETOROLAC PADA PASIEN LUKA BAKAR (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Staf Tata Usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam hal administrasi. 11. Orang tua tercinta, Ayahanda Prasetiyanto dan Ibunda Siti Mariyati, yang tiada henti memberikan motivasi dalam segala hal, serta selalu sabar dalam mendoakan kesuksesan dan keberhasilan putri tunggalnya. Terima kasih banyak atas didikan dan kerja keras ayah dan ibu dalam membahagiakan putrinya untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ASIDOSIS METABOLIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ASIDOSIS METABOLIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Anwar Malang) Gagal ginjal kronik saat ini telah menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat di dunia. Gagal ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal (Suwitra, 2009). Gagal Ginjal Kronik merupakan kerusakan ginjal selama ≥ 3 bulan, yaitu ditandai dengan kelainan struktur dan penurunan fungsi ginjal dengan atau tanpa penurunan GFR (Glomerular Filtration Rate ) < 60ml/mnt/1,73m2 ≥ 3 bulan (Levin et al, 2008). Penyebab Gagal Ginjal Kronik di Indonesia antara lain glomerulonefritis, diabetes mellitus, obstruksi dan infeksi, dan hipertensi. Salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronik adalah gangguan keseimbangan asam basa yaitu asidosis metabolik. Asidosis metabolik terjadi akibat penurunan fungsi ginjal. Kerusakan pada ginjal diawali oleh suatu penyakit utama yang mempengaruhi ginjal seperti hipertensi dan diabetes mellitus.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT TUKAK LAMBUNG H2-ANTAGONIS PADA PASIEN COMBUSTIO (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT TUKAK LAMBUNG H2-ANTAGONIS PADA PASIEN COMBUSTIO (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pola penggunaan H 2 -Antagonis pada pasien luka bakar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan H 2 -Antagonis pada pasien luka bakar terkait jenis, dosis, dan lama pemakaian H 2 -Antagonis. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat tukak lambung pada kasus luka bakar, sumber informasi untuk penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan luka bakar, bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang terkait dalam menentukan kebijakan tentang penggunaan obat tukak lambung pada kasus luka bakar, dan masukan dalam meningkatkan pelayanan kefarmasian dan mempermudah perencanaan obat kepada penderita luka bakar.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Studi rasionalitas penggunaan obat antiepilepsi pada pasien dewasa Epilepsi di rawat inap RSUD DR. Saiful Anwar Kota Malang periode 2017

Studi rasionalitas penggunaan obat antiepilepsi pada pasien dewasa Epilepsi di rawat inap RSUD DR. Saiful Anwar Kota Malang periode 2017

Berdasarkan tanda klinik dan data EEG (Electroencephalography), kejang dibagi menjadi 4 : 1. Kejang umum (generalized seizure) adalah kejang yang muncul bersumber dari daerah luas di korteks di kedua belahan otak, pada kejang ini selalu disertai dengan hilangnya kesadaran (Shorvon, 2010). Kejang umum dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain Absen (petit mal), mioclonik, klonik, tonik, tonik-klonik, atonik dan spasme infantil (Welss et al., 2015). a. Absen (petit mal) merupakan kejang yang ditandai dengan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba disertai dengan berhentinya aktivitas motorik. b. Mioklonik-mioklonik Adalah salah satu kejang idiopatik pada sindrom epilepsi. c. Klonik kejang adalah berupa gerakan ritmik tangan dan kaki biasanya terjadi pada kedua sisi tubuh, kejang jenis ini jarang terjadi (Brashers, 2007). d. Tonik ialah berupa ekstensi leher, kontraksi otot-otot wajah dengan mata membuka lebar dan kontraksi otot-otot pernafasan, biasanya berlangsung selama 60 detik (Shorvon, 2010). e. Tonik-klonik (Grand Mall) merupakan kejang yang menggambarkan epilepsi dalam persepsi umum masyarakat. f. Atonik kejang merupakan kategori kejang yang paling parah, kejang ini dapat terjadi pada semua usia dan selalu berkaitan dengan meluasnya kerusakan otak dan ketidakmampuan belajar (Shorvon, 2010). g. Spasme Infantil biasanya yang dikenal dengan west syndrome yang ditandai dengan adanya sentakan tiba-tiba dan penegangan, lutut tertarik ke atas dan tubuh membengkuk ke depan, biasanya terjadi pada penderita usia 3 sampai 12 bulan dan umumnya berhenti pada usia 2 sampai 4 tahun (Hantoro, 2013; Ikawati, 2011). 2. Kejang parsial adalah kejang yang terjadi jika aktivasi dimulai dari daerah tertentu di otak (Ikawati, 2011). Kejang parsial atau fokal dibagi dalam beberapa kategori antara lain kejang parsial sederhana, kejang parsial kompleks dan kejang parsial general sekunder. Kejang parsial sederhana dicirikan ketika tidak ada gangguan kesadaran, kejang ini sering timbul dari korteks sensorimotor. Kejang parsial sederhana sendiri diklasifikasikan lebih lanjut menurut manifestasi klinisnya menjadi motorik, sensorik, dan otonom atau psikis. Kejang parsial kompleks dicirikan bila disertai gangguan kesadaran, memiliki fokus di lobus temporal (Ropper, 2001). 3. Kejang unclassified dan 4. Status epileptikus merupakan keadaan dimana terjadi serangan epilepsi secara terus-menerus, sering dan berulang-ulang terjadi minimal 30 menit tanpa kembalinya kesadaran penuh (Neal, 2005).
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN INFEKSI SALURAH KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN INFEKSI SALURAH KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

xi sakit dan juga mempertimbangkan kejadian resistensi yang kemungkinan selanjutnya akan terjadi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah pola penggunaan antibiotika golongan Kuinolon untuk terapi pada pasien ISK di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika golongan Kuninolon pada pasien ISK di Instalasi rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Selain itu untuk mengkaji penggunaan antibiotika golongan Kuinolon yang meliputi dosis, rute pemberian, serta lama pemberiannya. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotika golongan Kuinolon sebagai terapi pada pasien ISK sehingga farmasis dapat memberikan asuhan kefarmasian dengan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi penyusunan pedoman penggunaan antibiotika dan formularium rumah sakit, serta dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Antibiotika yang dipilih untuk pengobatan ISK harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut: dapat diabsorpsi dengan baik, ditoleransi oleh pasien, dapat mencapai kadar yang tinggi dalam urin, serta memiliki spektrum terbatas untuk mikroba yang diketahui atau dicurigai. Antibiotik yang biasa digunakan pada pasien infeksi saluran kemih dan aktif membunuh mikroorganisme meliputi penisilin, trimetoprim-sulfametoksazol, sefalosporin, fluroquinolon, fosfomisin, nitrofurantoin, aminoglikosida dan carbapenem. Di dalam pemilihan antibiotika untuk pengobatan ISK juga sangat penting untuk mempertimbangkan peningkatan resistensi E.coli dan patogen lain terhadap beberapa antibiotika. Pemilihan antibiotika harus disesuaikan dengan pola resistensi lokal, disamping juga memperhatikan riwayat antibiotika yang digunakan pasien (Saipudin et al, 2006).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Manifestasi utama dari diabetes mellitus meliputi gangguan metabolisme glukosa yaitu peningkatan kadar glukosa darah akibat sekresi insulin yang tidak adekuat atau tidak ada, dengan atau tanpa gangguan kerja insulin. Diabetes melitus tipe 2 ditandai oleh resistensi jaringan terhadap kerja insulin disertai defisiensi dalam sekresi insulin. Individu yang diabetes mellitus tipe 2 mengalami resistensi insulin dan defisiensi sel β pankreas. Meskipun insulin diproduksi oleh sel β pankreas pada pasien diabetes mellitus, namun hal tersebut tidak cukup untuk mengatasi resistensi insulin dan kadar glukosa darah yang meningkat.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB) PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB) PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

24. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Keberhasilan ini tidak luput dari bantuan dan doa yang telah kalian berikan. Batuaan dari semua pihak dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal perbuatan semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Tidak ada satupun kebenaran dan kesempurnaan kecuali milik Allah SWT. Akhirnya, tugas akhir yang masih banyak kekurangan ini peneliti persembahkan kepada almamater Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang dengan harapan semoga bermanfaat bagi kita semua.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK NATRIUM METAMIZOLE PADA PASIEN LUKA BAKAR (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK NATRIUM METAMIZOLE PADA PASIEN LUKA BAKAR (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana profil penggunaan obat Natrium metamizole pada pasien luka bakar dan masalah terkait obat yang mungkin terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan Natrium metamizole pada pasien luka bakar terkait jenis, dosis, dan lama pemakaian Natrium metamizole RSUD Dr. Saiful Anwar. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian terapi Natrium metamizole yang diberikan pada pasien luka bakar, sebagai tambahan informasi mengenai pola penggunaan Natrium metamizole pada pasien luka bakar, serta mengurangi angka kejadian masalah terkait obat sehingga dapat meningkatkan pelayanan kefarmasian.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects