Top PDF STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warohmatullahiwabarokatuh Alhamdulilah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam karena berkat rahmat dan ridho-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada program studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ALBUMIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Di RumahSakitUmum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ALBUMIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Di RumahSakitUmum Dr. Saiful Anwar Malang)

Tujuan pengobatan asites meskipun tidak memberikan nilai yang berarti dalam perbaikan angka survival pasien, namun demikian sangat penting artinya bukan saja dalam memperbaiki kualitas hidup pasien tetapi juga mencegah terjadinya komplikasi yang berat seperti peritonitis bakteri spontan yang tidak terjadi pada pasien sirosis hati tanpa asites dan sindroma hepatorenal (Akil, 2007).

21 Baca lebih lajut

SKRIPSI ABDI RAHMAN IMANSYAH. STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

SKRIPSI ABDI RAHMAN IMANSYAH. STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada program studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada:

16 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi profil penggunaan spironolakton pada pasien sirosis hati dengan asites di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. serta mengkaji hubungan terapi spironolakton terkait dosis yang diberikan, rute pemberian, frekuensi pemberian, interval pemberian, dan lama pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Cara pengolahan data pada penelitian ini yaitu dengan melakukan rekapitulasi pasien sirosis dengan asites pada Rekam Medik Kesehatan (RMK).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Karakteristik dari 28 subjek yang ikut dalam penelitian ini terdiri dari 13 orang pria dan 15 orang wanita. Data ini berbeda dengan data dari beberapa prevalensi sirosis hati yang dikemukan oleh Ramon tahun 2008 yang menyebutkan bahwa 60 % kasus sirosis hati adalah pria. Demikian juga dengan data dari RS Dr.Sardjito tahun 2004 dimana penderita pria lebih banyak dari wanita dengan perbandingan 1,5 – 2 : 1, dan data dari RS Cipto Mangunkusumo yaitu dari 162 penderita, 94 orang adalah pria dan 68 wanita. Hal ini disebabkan oleh karena pasien sirosis hati yang menjadi subjek pada penelitian ini dan mendapat tindakan parasentesis terbanyak adalah wanita. Tetapi tidak menggambarkan persentasi keseluruhan penderita sirosis hati di RSUP H.Adam Malik Medan. Berdasarkan umur, jumlah penderita sirosis hati terbanyak pada penelitian ini adalah pada kelompok umur 42 – 50 tahun sebanyak 39.3%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Latar belakang : Peritonitis bakterial spontan adalah komplikasi yang sering terjadi pada pasien sirosis hati oleh karena keterlambatan diagnosis. Tes carik celup Leukosit esterase yang awalnya dikembangkan untuk mendeteksi adanya sel polimorfonuklear dalam urine ternyata juga sensitive dan akurat untuk mendeteksi adanya sel polimorfonuklear didalam cairan asites sehingga dapat dipakai untuk deteksi dini Peritonitis bakterial spontan.

18 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Latar belakang : Peritonitis bakterial spontan adalah komplikasi yang sering terjadi pada pasien sirosis hati oleh karena keterlambatan diagnosis. Tes carik celup Leukosit esterase yang awalnya dikembangkan untuk mendeteksi adanya sel polimorfonuklear dalam urine ternyata juga sensitive dan akurat untuk mendeteksi adanya sel polimorfonuklear didalam cairan asites sehingga dapat dipakai untuk deteksi dini Peritonitis bakterial spontan.

2 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Di RS Dr.Sardjito Yogyakarta jumlah pasien sirosis hati berkisar 4.1% dari pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam dalam kurun waktu 1 tahun ( data tahun 2004). Di RSUP H. Adam Malik Medan dalam kurun waktu 4 tahun dijumpai pasien sirosis hati sebanyak 819 (4%) pasien dari seluruh pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam (Rekam medis, 2015). Umumnya penderita laki-laki lebih banyak dibandingkan wanita dengan perbandingan antara 1.5 – 2 : 1. (Sudoyo AW, 2006)

8 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati

”Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada pasien Sirosis Hati”. Penelitian ini dilakukan mengetahui sensitivitas dan spesifisitas tes carik celup Leukosit Esterase dalam mendeteksi secara dini Peritonitis Bakterial Spontan pada pasien Sirosis Hati dengan ascites

12 Baca lebih lajut

Pencegahan Perdarahan Berulang pada Pasien Sirosis Hati

Pencegahan Perdarahan Berulang pada Pasien Sirosis Hati

perdarahan berulang enam minggu setelah terjadinya pecah VGE pada pasien dengan sirosis hati. Faktor risiko yang ditemukan berkaitan dengan pecah VGE adalah insidens infeksi bakteri yang tinggi, terutama pneumonia dan jumlah ligasi akibat kerusakan mukosa pada permukaan yang lebih luas dan ulkus setelah ligasi. Parameter seperti usia, jenis kelamin, etiologi dan beratnya sirosis hati, asites, diameter lien yang panjang, kadar hemoglobin, sel darah putih, albu- min yang rendah, karsinoma hepatoseluler ataupun trombosis vena porta dikatakan tidak menjadi risiko perdarahan berulang. Hidayat et al. 14 melakukan studi retrospektif untuk
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati Chapter III VI

Pemeriksaan Leukosit Esterase pada Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati Chapter III VI

Penelitian ini merupakan uji diagnostik tes leukosit esterase untuk deteksi dini terjadinya Peritonitis bakterial spontan pada pasien Sirosis hati dengan asites dengan kultur cairan asites sebagai gold standard. Pada penelitian ini dikumpulkan 28 sampel cairan asites dari pasien yang terdiagnosa Sirosis hati stadium dekompensata berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Haji Adam Malik dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel cairan asites diambil dengan tidakan parasentesis.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Studi penggunaan furosemid pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Studi penggunaan furosemid pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Gagal jantung merupakan kumpulan gejala yang kompleks akibat kelainan fungsional ataupun struktural jantung. Kelainan tersebut menyebabkan suatu kondisi patologis yang mengakibatkan terjadinya retensi air dan natrium yang ditandai dengan edema perifer, asites dan efusi pleura. Salah satu terapi farmakologi untuk pasien gagal jantung adalah furosemid yang merupakan agen diuresis berfungsi untuk menurunkan preload jantung sehingga diharapkan dapat mengatasi gejala sesak napas, edema perifer, dan gejala kongesti lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola penggunaan furosemid pada pasien gagal jantung yang dirawat di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan menginterpretasi data secara deskriptif dengan menggunakan data Rekam Medik Kesehatan (RMK) pasien pada periode Agustus 2018–Agustus 2019. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah pasien gagal jantung yang menggunakan furosemid sebanyak 126 pasien. Pengunaan furosemid paling banyak diberikan secara pump dengan dosis 5mg/jam kemudian diganti menjadi intravena bolus dengan frekuensi pemberian 3x40mg. Secara keseluruhan dari gambaran data klinik dan data laboratorium dapat dilihat bahwa pasien mengalami perbaikan pada saat keluar rumah sakit.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMERIKSAAN LEUKOSIT ESTERASE PADA CAIRAN ASITES UNTUK DETEKSI DINI PERITONITIS BAKTERIAL SPONTAN PADA SIROSIS HATI TESIS MAWAR AFRIDA /PK

PEMERIKSAAN LEUKOSIT ESTERASE PADA CAIRAN ASITES UNTUK DETEKSI DINI PERITONITIS BAKTERIAL SPONTAN PADA SIROSIS HATI TESIS MAWAR AFRIDA /PK

Latar belakang : Peritonitis bakterial spontan adalah komplikasi yang sering terjadi pada pasien sirosis hati oleh karena keterlambatan diagnosis. Tes carik celup Leukosit esterase yang awalnya dikembangkan untuk mendeteksi adanya sel polimorfonuklear dalam urine ternyata juga sensitive dan akurat untuk mendeteksi adanya sel polimorfonuklear didalam cairan asites sehingga dapat dipakai untuk deteksi dini

18 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFOTAXIME PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN MANIFESTASI SPONTANEOUS BACTERIAL PERITONITIS (SBP) RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFOTAXIME PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN MANIFESTASI SPONTANEOUS BACTERIAL PERITONITIS (SBP) RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Sirosis hati merupakan penyakit stadium akhir dari penyakit hati kronis. Sirosis hati dengan asites dapat menyebabkan SBP. Infeksi SBP umumnya disebabkan karena flora normal tubuh gram negatif, sehingga terapi cephalosporin generasi ketiga dapat akurat. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pola penggunaan antibiotik cefotaxime pada pasien Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP). Metode penelitian yaitu observasional retrospektif dengan pengumpulan data Rekam Medik Kesehatan pada pasien sirosis hati rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo periode 1 Januari sampai 31 Desember 2014. Hasil dan kesimpulan yaitu penggunaan cefotaxime tunggal sebanyak 23 pasien dengan persentase 82,1% dan kombinasi sebanyak 5 pasien dengan persentase 17,8%. Penggunaan cefotaxime dosis 3 x 1 gram (iv) sebanyak 25 pasien dengan persentase 89,3%, dosis 2 x 1 gram (iv) sebanyak 2 pasien dengan persentase 7,1%, dan dosis 3 x 2 gram (iv) sebanyak 1 pasien dengan persentase 3,6%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SPONTANEUS BACTERIAL PERITONITIS (SBP) (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SPONTANEUS BACTERIAL PERITONITIS (SBP) (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

yang berjudul STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SPONTANEUS BACTERIAL PERITONITIS (SBP) (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada program studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFOTAXIME PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFOTAXIME PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Sejak tahun 1985 hingga sekarang cefotaxime merupakan drug of choice dan antibiotika empiris sebagai terapi SBP. Beberapa keuntungannya adalah relatif aman, dapat ditoleransi dengan baik, aktivitas spektrum yang luas, efektivitas lebih besar gram negatif dibandingkan gram positif dengan berbagai penelitian yang menyatakan peningkatan kesembuhan SBP. Bakteri yang sering ditemukan diantaranya bakteri gram negatif enteric-bacilli (E. Coli dan Klepsiella spp) dan bakteri gram positif cocci (Streptococci). Beberapa faktor resiko yang lain antara lain Alkoholik, merokok, konsumsi jamu-jamuan. Diagnosis SBP ditunjang dengan adanya pemeriksaan sitologi cairan asites, USG abdomen, data klinik dan data laboratorium. Pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk mempermudah pemberian terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Studi dari Jefferson Spontaneous Bacterial Peritonitis A Review of Treatment Options mengatakan bahwa pada tahun 2000, The International Ascites Club menerbitkan dokumen untuk diagnosis, manajemen dan profilaksis dari SBP. Salah satu literatur menyarankan antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan empiris adalah Sefalospotin generasi III seperti Ceftriaxone. Dalam beberapa penelitian, antibiotik Ceftriaxone menunjukkan keberhasilan pada tingkat yang sama, mulai dari 77% sampai 93%. Franca et al meneliti khasiat terapi ceftriaxone untuk terapi SBP, tiga puluh tiga pasien mendapat terapi Ceftriaxone 1 g setiap 12 jam minimal selama lima hari. Infeksi dianggap sembuh ketika semua tanda-tanda infeksi menurun dan cairan asites mengandung PMN di bawah 250 sel/mL. 94% pasien mencapai keberhasilan setelah terapi. Seorang peneliti berkomentar tidak hanya pada keberhasilan yang luar biasa dari Ceftriaxone tetapi juga pada jumlah penurunan PMN cairan asites untuk membantu dalam menetapkan durasi terapi antibiotik (Alaniz and Regal, 2009).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Sirosis hati adalah suatu keadaan disorganisasi dari struktur hati akibat adanya perubahan nodul secara regeneratif dikelilingi jaringan yang mengalami fibrosis. Asites merupakan komplikasi dari sirosis hepatis yang sering terjadi, sebagian besar disebabkan oleh hipertensi portal, terjadinya vasodilatasi pada splanchnic dan perifer. Terapi diuretik yang digunakan untuk mengurangi retensi cairan pada asites. Berdasarkan penelitian, diuretik yang sering digunakan ialah spironolakton, furosemid, thiazid dan metolazon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan diuretik pada pasien sirosis dengan asites di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Sidoarjo yang ditandai dengan menurunnya kadar albumin dan meningkatnya bilirubin dari nilai normal dalam darah. Metode penelitian yang digunakan merupakan studi retrospektif pada RMK pasien sirosis dengan asites. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode 1 Januari 2015 sampai 30 Juni 2015. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah Penggunaan diuretik tunggal terkait jenis, dosis, frekuensi dan rute penggunaan. Paling banyak terapi diuretik yang digunakan kombinasi furosemid 2x20mg (IV) dan spironolakton 1x100mg (PO) sebanyak 16 pasien, terapi tunggal furosemide 2x20mg 7 pasien serta spironolakton 1x100mg 6 pasien dari total sampel yang didapat. Penggunaan diuretik yang diberikan pada pasien sirosis dengan asites di Instalansi Rawat Inap RSUD Kabupaten Sidoarjo, terkait dosis, rute, frekuensi, interval, dan lama pemberian terapi sudah sesuai dengan penatalaksanaan terapi RSUD kabupaten sidoarjo.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Sirosis hati adalah suatu keadaan disorganisasi dari struktur hati akibat adanya perubahan nodul secara regeneratif dikelilingi jaringan yang mengalami fibrosis. Asites merupakan komplikasi dari sirosis hepatis yang sering terjadi, sebagian besar disebabkan oleh hipertensi portal, terjadinya vasodilatasi pada splanchnic dan perifer. Terapi diuretik yang digunakan untuk mengurangi retensi cairan pada asites. Berdasarkan penelitian, diuretik yang sering digunakan ialah spironolakton, furosemid, thiazid dan metolazon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan diuretik pada pasien sirosis dengan asites di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Sidoarjo yang ditandai dengan menurunnya kadar albumin dan meningkatnya bilirubin dari nilai normal dalam darah. Metode penelitian yang digunakan merupakan studi retrospektif pada RMK pasien sirosis dengan asites. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode 1 Januari 2015 sampai 30 Juni 2015. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah Penggunaan diuretik tunggal terkait jenis, dosis, frekuensi dan rute penggunaan. Paling banyak terapi diuretik yang digunakan kombinasi furosemid 2x20mg (IV) dan spironolakton 1x100mg (PO) sebanyak 16 pasien, terapi tunggal furosemide 2x20mg 7 pasien serta spironolakton 1x100mg 6 pasien dari total sampel yang didapat. Penggunaan diuretik yang diberikan pada pasien sirosis dengan asites di Instalansi Rawat Inap RSUD Kabupaten Sidoarjo, terkait dosis, rute, frekuensi, interval, dan lama pemberian terapi sudah sesuai dengan penatalaksanaan terapi RSUD kabupaten sidoarjo.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ASUHAN GIZI PADA PASIEN HEMATEMESIS MELENA, SIROSIS HEPAR DAN ASITES

ASUHAN GIZI PADA PASIEN HEMATEMESIS MELENA, SIROSIS HEPAR DAN ASITES

Berdasarkan hasil skrining gizi menggunakan form SNST maka Tn. T tergolong ke dalam pasien yang mempunyai resiko untuk terjadi malnutrisi karena skor yang diperoleh dari skrining sebesar 6. Pasien bernama Tn. T berusia 56 tahun, tinggal di Sanggreman RT 03/14 Rawalo dan beragama islam. Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan muntah darah sejak 2 hari SMRS dengan frekuensi >3x/hari, pucat, lemas, BAB berwarna hitam, nyeri dada, nyeri perut, nafas sesak dan BAK seperti teh. Pasien didiagnosis menderita sirosis hati,hematemesis melena disertai asites.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects