Top PDF Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Bahan pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, industri pangan pun makin meningkat. Tidak heran jika industri pangan, terutama industri berskala kecil makin bermunculan untuk memenuhi permintaan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan industri pangan, kita harus mengetahui tentang bahan pangan tersebut. Umumnya, bahan pangan berasal dari dua sumber, yaitu bahan pangan nabati dan bahan pangan hewani. Bahan pangan nabati adalah bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti: sayur- sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia. Bahan pangan hewani adalah bahan makanan yang berasal dari hewan, seperti: telur ,ayam, daging, ikan, dan susu.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah   Database www.dadangjsn.com

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah Database www.dadangjsn.com

Dalam melakukan usaha, ada dua kemungkinan, yaitu kegagalan dan keberhasilan. Setiap orang pada umumnya tidak mau menerima kegagalan. Hanya sedikit orang yang mau memahami bahwa sesungguhnya kegagalan itu hanya sementara saja karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Jika seseorang mempunyai mental dan pribadi wirausaha, dia tidak akan putus asa jika mengalami kegagalan. Ia akan berusaha bangkit lagi sampai ia berhasil memperoleh apa yang menjadi harapannya. Biasanya setelah mengalami kegagalan sekali, ia gunakan pengalaman dan tidak akan mengulangi kegagalan serupa. Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Buku Guru Kelas 11 Prakarya dan Kewirausahaan

Buku Guru Kelas 11 Prakarya dan Kewirausahaan

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

426 Baca lebih lajut

Kelas XI PRAKARYA BG

Kelas XI PRAKARYA BG

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

424 Baca lebih lajut

prawira kurtilas xi bukuguru rev2017 terampilmatematika blogspot com

prawira kurtilas xi bukuguru rev2017 terampilmatematika blogspot com

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

426 Baca lebih lajut

Buku Guru • Prakarya dan Kewirausahaan • Kelas XI SMAMASMKMAK

Buku Guru • Prakarya dan Kewirausahaan • Kelas XI SMAMASMKMAK

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

425 Baca lebih lajut

Bab 4 Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan nabati dan Hewani

Bab 4 Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan nabati dan Hewani

Hewan seperti serangga, parasit dan tikus juga dapat menyebabkan keru- sakan pada bahan makanan. Serangga terutama dapat merusak buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan umbi-umbian. Yang menjadi masalah bukan hanya jumlah bahan pangan yang dimakan oleh serangga tersebut, tetapi serangga tersebut akan melukai permukaan bahan pangan sehingga dapat menyebabkan kontaminasi oleh bakteri, khamir, dan kapang. Parasit yang banyak ditemukan misalnya di dalam daging babi adalah cacing pita (Trichinella spiralis). Cacing pita tersebut masuk ke dalam tubuh babi melalui sisa-sisa makanan yang mereka makan. Daging babi yang tidak dimasak dapat menjadi sumber kontaminasi bagi manusia. Cacing-cacing dalam bahan pangan mungkin dapat dimatikan dengan pembekuan. Tikus merupakan persoalan yang pent- ing di Indonesia, khususnya merupakan ancaman yang berbahaya baik terha- dap hasil biji-bijian sebelum dipanen maupun terhadap bahan yang disimpan di dalam gudang. Tikus bukan hanya merugikan karena makan bahan, tetapi juga karena kotorannya, rambutnya atau air kencingnya dapat merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan dapat menimbulkan bau yang tidak enak.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani   Database www.dadangjsn.com

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan dan Wirausaha Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani Database www.dadangjsn.com

Kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia yang hidup tersebar di seluruh negeri. Setiap daerah memiliki sumber pangan yang khas, yang dapat dimanfaatkan selain untuk kebutuhan sehari-hari juga dapat diolah menjadi produk pangan olahan yang dapat dinikmati oleh orang lain. Bahan pangan nabati dan hewani yang belum diolah memiliki daya tahan yang terbatas. Setelah diawetkan, bahan pangan akan memiliki memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga memung- kinkan untuk didistribusikan ke luar daerah bahkan hingga ke luar negeri. Selama manusia masih membutuhkan makan dan minum, kebutuhan akan bahan pangan tidak pernah akan berhenti. Artinya peluang untuk wirausaha di bidang pengawetan pangan pun selalu terbuka. Kreativitas dan inovasi untuk wirausaha di bidang pangan sangat terbuka lebar, banyak hal bisa dilakukan, sejalan dengan keinginan manusia yang tanpa batas dan selalu mengharapkan pembaruan. Wirausaha juga tidak mengenal usia, jika ada yang bertanya kapan seseorang sebaiknya memulai wirausaha, maka jawabnya adalah: sekarang.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabat

Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabat

digunakan. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan nabati atau hewani. Kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada setiap bahan, bergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, citarasa, dan warna.

11 Baca lebih lajut

9d. SILABUS PKWU Pengolahan SMA

9d. SILABUS PKWU Pengolahan SMA

 Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari kajian literatur/media tentang pengetahuan jenis bahan dasar, alat, teknik, dan prosedur pembuatan produk pengolahan dari bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah yang dimodifikasi agar terbangun rasa ingin tahu dan menunjukkan motivasi internal.

119 Baca lebih lajut

Bab 8 Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Produk Kosmetik

Bab 8 Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Produk Kosmetik

Ada banyak cerita seputar sejarah kosmetik dan wanita. Konon, manusia mulai mengenal manfaat warna- warni pada hewan dan tumbuhan bisa memberikan efek positif bagi kecantikan berawal dari coba-coba dan karena ketidaksengajaan. Misalnya perona pipi (pemerah pipi) pertama kali ditemukan karena kebetulan. Ceritanya, seorang wanita tanpa sengaja menumpahkan minuman anggurnya hingga mengenai daerah pipi. Tumpahan anggur yang mengenai pipi tersebut menyebabkan pipinya berwarna kemerah-merahan. Ternyata efek semu merah tersebut justru membuat kedua pipi kanan dan kiri tersapu warna lembut dari bahan-bahan alam yang mereka ketahui.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

BAHAN NABATI DAN HEWANI MENJADI MAKANAN

BAHAN NABATI DAN HEWANI MENJADI MAKANAN

Kandungan dan Manfaat Makanan Khas Daerah Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digu[r]

9 Baca lebih lajut

49. KI KD K13 Prakarya dan Kewirausahaan SMA MA SMK MAK Kls 10 11 12

49. KI KD K13 Prakarya dan Kewirausahaan SMA MA SMK MAK Kls 10 11 12

3.3 mengevaluasi kegiatan usaha pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani 4.3 menyusun rencana pengembangan usaha pengolahan makanan khas daer[r]

24 Baca lebih lajut

BAB I PENGAWETAN BAHAN NABATI DAN HEWANI

BAB I PENGAWETAN BAHAN NABATI DAN HEWANI

Proses pembuatan jelly hampir sama dengan selai, yang membedakan hanya bahan bakunya. Bahan baku pembuatan jelly berasal dari sari buah, yang dapat diperoleh dengan cara memisahkan cairan buah dengan ampasnya. Buah segar dipotong kecil-kecil kemudian direbus selama 5-10 menit untuk melunakkan jaringan buah dan menginaktifkan enzim. Selanjutnya dilakukan penghancuran hingga didapatkan bubur buah yang kemudian disaring menggunakan kain kasa/ kain blacu. Filtrat (hasil saringan) diambil, sedangkan ampas yang berupa daging buah dan serat tidak digunakan. Cairan buah didiamkan selama 1 jam untuk mengendapkan kotoran. Bagian yang jernih selanjutnya dimasak bersama gula untuk menghasilkan jelly. Untuk memperpanjang umur simpan, produk selai dan jelly dapat ditambah dengan bahan pengawet berupa asam sorbat atau natrium benzoat sebanyak 0,01% yang ditambahkan sebelum pemasakan.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Bab 8 Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan Khas Daerah

Bab 8 Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan Khas Daerah

Wirausaha produk kesehatan dapat meliputi penyediaan bahan baku industri farmasi dan produksi produk kesehatan yang siap pakai. Produk kesehatan siap pakai contohnya minuman jahe dan jamu-jamuan, sedangkan bahan baku industri farmasi contohnya adalah minyak atsiri. Produk jadi maupun produk setengah jadi untuk bahan baku industri, keduanya memiliki potensi yang besar mengingat kekayaan hayati Indonesia. Produk siap jadi maupun produk bahan baku industri memiliki peluang pasar yang luas, tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Peluang wirausaha produk kesehatan harus dimanfaatkan karena bahan produk kesehatan tersebut pada umumnya merupakan kekayaan hayati yang terdapat di alam tropis Indonesia. Di Indonesia tersebar sekitar 40.000 jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan berbagai jenis bahan kimia. Bahan kimia yang dihasilkan sangat potensial diolah menjadi bahan pangan, kosmetika, dan obat-obatan untuk diusahakan secara ekonomi.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DM - Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Minum Obat dengan Kejadian Hiperglikemik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RSU Herna dan RSU Pusat H. Adam Malik Medan Tahun 2013

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DM - Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Minum Obat dengan Kejadian Hiperglikemik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RSU Herna dan RSU Pusat H. Adam Malik Medan Tahun 2013

Prevalensi DM pada orang dewasa bervariasi nyata antara populasi, misalnya 2,6% di Nigeria, 18% di Mauritius, dan lebih dari 50% di Pima Indian di AS. Perbedaan-perbedaan ini telah dihubungkan dengan tren dalam faktor-faktor seperti kelebihan berat badan dan interaksi antara lingkungan dan faktor genetik ketika individu menjadi terpapar lingkungan obesogenic ini termasuk: karakteristik metabolik kurang aktivitas fisik, kebiasaan asupan energi dalam kaitannya makronutrien dan komposisi diet.

40 Baca lebih lajut

Makanan Khas Bandung Nabati Bahan

Makanan Khas Bandung Nabati Bahan

www.tokopedia.com Nah, jajanan atau makana khas Bandung yang satu ini pasti semua sudah pernah coba. Keripik ini merupakan singkong yang diolah dan dibumbui dengan bumbu cabai yang sangat pedas. Keripik ini ada berbagai merek, akan tetapi dijaman sekarang dan paling hits adalah “Keripik Maichi” yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

28 Baca lebih lajut

Informasi  Materi Prakerin | SMK TKM Pertambangan Kebumen

Informasi Materi Prakerin | SMK TKM Pertambangan Kebumen

PENGOLAHAN BAHAN NABATI DAN HEW ANI UNTUK M AKANAN KHAS DAERAH KEBUM EN SESUAI DAERAH ASAL NO NAM A PRODUK BAHAN CARA M EM BUAT CIRI KHAS ASAL DAERAH NABATI HEW ANI Sat e Am [r]

4 Baca lebih lajut

Bab 8 Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia dan Umbi Menjadi Makanan Khas Wilayah Setempat

Bab 8 Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia dan Umbi Menjadi Makanan Khas Wilayah Setempat

Teknik mengukus (Steaming)  adalah memasak bahan makBOBO EFOHBO VBQ BJS NFOEJEJI 5FLOJL JOJ CJTB EJLFOBM EFOHBO NFOHVLVT4FCFMVNNFOHVLVTCBIBONBLBOBOBMBUQFOHVLVT ZBOHTVEBICFSJTJBJSIBSVTEJQBOBTLBOUFSMFCJIEBIVMVIJOHHB NFOEJEJI EBO NFOHFMVBSLBO VBQ CBSV NBTVLLBO CBIBO NBLBOBO QBEB TUFBNFS BUBV QFOHVLVT 6BQ BJS QBOBT BLBO NFOHBMJSLFTFLFMJMJOHCBIBONBLBOBOZBOHTFEBOHEJLVLVT &GFLEBSJUFLOJLJOJZBJUVNFOKBEJLBONBLBOBOMFCJIMVOBLEBO MFNCVU.  /JMBJ HJ[J CBIBO NBLBOBO UJEBL CBOZBL ZBOH IJMBOH LBSFOBUJEBLCFSTFOUVIBOMBOHTVOHEFOHBOBJS.BLBOBOZBOH EJPMBIEFOHBODBSBJOJZBJUVQVEEJOHCPMVTBZVSBOJLBOBUBV BZBN

30 Baca lebih lajut

Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia dan Umbi Menjadi Makanan Khas Wilayah Setempat

Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi dari Serealia dan Umbi Menjadi Makanan Khas Wilayah Setempat

Teknik mengukus (Steaming)  adalah memasak bahan makBOBO EFOHBO VBQ BJS NFOEJEJI 5FLOJL JOJ CJTB EJLFOBM EFOHBO NFOHVLVT4FCFMVNNFOHVLVTCBIBONBLBOBOBMBUQFOHVLVT ZBOHTVEBICFSJTJBJSIBSVTEJQBOBTLBOUFSMFCJIEBIVMVIJOHHB NFOEJEJI EBO NFOHFMVBSLBO VBQ CBSV NBTVLLBO CBIBO NBLBOBO QBEB TUFBNFS BUBV QFOHVLVT 6BQ BJS QBOBT BLBO NFOHBMJSLFTFLFMJMJOHCBIBONBLBOBOZBOHTFEBOHEJLVLVT &GFLEBSJUFLOJLJOJZBJUVNFOKBEJLBONBLBOBOMFCJIMVOBLEBO MFNCVU.  /JMBJ HJ[J CBIBO NBLBOBO UJEBL CBOZBL ZBOH IJMBOH LBSFOBUJEBLCFSTFOUVIBOMBOHTVOHEFOHBOBJS.BLBOBOZBOH EJPMBIEFOHBODBSBJOJZBJUVQVEEJOHCPMVTBZVSBOJLBOBUBV BZBN

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...