Top PDF Penguatan Sistem Sertifikasi Produk Bertanda SNI

Penguatan Sistem Sertifikasi Produk Bertanda SNI

Penguatan Sistem Sertifikasi Produk Bertanda SNI

o implementasi sistem manajemen mutu terkait dengan proses produksi, termasuk pengendalian mutu, sumber daya produksi, dan kompetensi personel yang berpengaruh terhadap kesesuaian produk, o pengendalian dokumen dan rekaman yang terkait dengan proses produksi dan kesesuaian produk o laporan audit internal, audit eksternal, kaji uang manajemen, prosedur pengendalian produk yang

30 Baca lebih lajut

Prospek Beras Berlabel SNI

Prospek Beras Berlabel SNI

Strategi pelabelan beras harus memperhatikan, antara lain : (a) Perlu penerapan sistem mutu pada penggilingan padi. Penggilingan padi harus mempunyai komitmen untuk melaksanakan sistem manajemen mutu agar ada jaminan mutu produknya (produk yang dihasilkan konsisten produksi dan mutunya), sehingga memberi kepuasan pelanggan; (b) Perlu penggunaan label kemasan berlogo SNI; dan (c) Pembentukan infra struktur di pemerintahan antara lain Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium Pengujian Mutu Gabah dab Beras yang terakreditasi; (d) Perlu pengawasan dan ada sangsi bagi stakehoulder yang melakukan manipulasi mutu beras; dan (e) h a r u s m e n g e t a h u i m e k a n i s m e c a r a pelabelan/sertifikasi beras.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

The Knowledge of People Living in DKI Jakarta Againts Product Using SNI Mark Ari Wibowo

The Knowledge of People Living in DKI Jakarta Againts Product Using SNI Mark Ari Wibowo

Pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional hingga tahun 2017 telah menetapkan sebanyak 9.766 SNI mencakup standar barang, jasa, sistem, proses dan personil. Standardisasi merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu, efisiensi produksi, memperlancar transaksi perdagangan, mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan transparan. Penerapan tanda SNI pada suatu produk dapat membantu meyakinkan masyarakat bahwa produk tersebut aman, efisien dan baik untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat DKI Jakarta terhadap produk yang bertanda SNI baik yang diterapkan wajib maupun sukarela, menggunakan teknik convenience sampling dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup dalam wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa 97% masyarakat DKI Jakarta mengetahui tentang SNI, sedangkan 3% belum mengetahui. Informasi tentang SNI didapat melalui produk sebesar 97%, media elektronik sebesar 81,6%, media cetak sebesar 57,6%, Lain-lain 13,6%. Walaupun pengetahuan masyarakat DKI Jakarta terhadap SNI baik, yaitu sebesar 97%, namun dari 38 produk SNI yang diujikan, pengetahuan didominasi terhadap produk tertentu yaitu helm pengendara kendaraan bermotor roda dua (97%), mainan anak (62%), Air Minum Dalam Kemasan (28%), Minyak Goreng (18%), Lampu (16%), Biskuit (12%), Garam (11%), Lain-lain (9%), yang menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat DKI Jakarta terhadap penggunaan produk yang bertanda SNI masih rendah dan perlunya Pemerintah secara terus menerus dan berkesinambungan memberikan program pendidikan dan pemasyarakatan sejak dini kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PUSTAKA 2.1 Masyarakat sebagai konsumen

PUSTAKA 2.1 Masyarakat sebagai konsumen

Dalam memenuhi kebutuhannya, masyarakat sebagai konsumen akan berusaha untuk mendapatkan suatu barang ataupun jasa yang terjamin keamanan dan keselamatannya. Dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, produsen akan menerapkan SNI untuk produk yang dihasilkan dengan dibubuhkannya tanda SNI pada produk yang dihasilkan. Hal ini untuk memberikan kepercayaan bagi masyarakat bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar sehingga aman untuk dikonsumsi. Namun demikian, diperkirakan belum semua masyarakat Indonesia memiliki persepsi yang sama terhadap produk bertanda SNI. Oleh karena perlu diketahui persepsi masyarakat khususnya terhadap produk bertanda SNI dalam menjaga keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat dan kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman publik terhadap produk bertanda SNI. Penelitian ini dilakukan di empat kota besar di wilayah Indonesia bagian tengah yaitu Denpasar, Banjarmasin, Mataram dan Manado dengan teknik incidental sampling yaitu dengan melakukan wawancara kepada siapa saja masyarakat atau pengunjung yang sedang berbelanja di supermarket atau hypermarket di keempat kota tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap produk bertanda SNI di empat kota tersebut (Denpasar, Banjarmasin, Mataram dan Manado) khususnya dalam hal keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup sebagian besar telah baik (73.74%), namun hal tersebut masih perlu ditingkatkan karena masih terdapat 26 persen responden penelitian yang memiliki persepsi lain terhadap produk bertanda SNI. Untuk meningkatkan persepsi masyarakat terhadap produk bertanda SNI dapat dilakukan melalui pendidikan standardisasi sejak dini sehingga pemahaman masyarakat terhadap produk bertanda SNI akan lebih baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MANFAAT EKONOMI PENERAPAN STANDAR PADA USAHA KECIL MENENGAH MENGGUNAKAN ISO METHODOLOGY

MANFAAT EKONOMI PENERAPAN STANDAR PADA USAHA KECIL MENENGAH MENGGUNAKAN ISO METHODOLOGY

Penguatan kualitas hasil pengujian berbasis bioteknologi pada sektor agroindustri berhubungan dengan kualitas laboratorium pengujian. Namun, kondisi laboratorium pengujian berbasis bioteknologi yang tersebar di Indonesia diindikasikan beragam dari sisi penggunaan metode uji, bahan acuan, dan standar SDM. Padahal, adanya ketidakseragaman tersebut perlu diminimalisir untuk memberikan jaminan kepercayaan hasil pengujian dalam mendukung perdagangan global. Sampai saat ini data dan informasi kebutuhan metode uji, bahan acuan dan SDM pada laboratorium pengujian berbasis bioteknologi di Indonesia masih minim. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan metode uji, bahan acuan, dan standar SDM untuk mendukung pengembangan lingkup akreditasi laboratorium bioteknologi di Indonesia. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan mixed methode research. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, desk study, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68,18% responden menggunakan metode internal. Sebanyak 45,45% responden menyatakan bahwa ketiadaan standar bioteknologi menjadi pertimbangan pemilihan metode internal. Dari aspek bahan acuan bersertifikat, beberapa lembaga penelitian maupun perguruan tinggi memiliki potensi sebagai pengembang bahan acuan. Dari aspek kompetensi personil, sebagian besar responden memiliki kompetensi personil yang beragam. BSN perlu mengembangkan SNI pengujian berbasis bioteknologi antara lain, ISO 21569:2013, ISO 21570:2013, ISO 21571:2013, dan ISO 21572:2013. BSN perlu mendorong RM Bank pengujian bioteknologi di Indonesia sebagai penyedia bahan acuan bersertifikat di tingkat nasional. Untuk memperkuat kompetensi personil pengujian, perlu pengembangan standar SDM dengan memadukan Peraturan bersama Kemendiknas dan Kepala BKN Nomor 02/V/PB/2010 dan Nomor 13 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010 tentang jabatan fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan, SKKNI bidang Jasa Pengujian Laboratorium Biologi Molekuler, dan KAN Technical Notes For Microbiological Testing Laboratory (KAN-TN-LP 02).
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

r permen lspro 10 november 2017

r permen lspro 10 november 2017

(1) Penerima lisensi setuju untuk menjaga dan mengendalikan kesesuaian produk yang diproduksi dan dipasok olehnya dan telah disertifikasi oleh lembaga sertifikasi produk terhadap persyaratan yang ditetapkan dalam standar yang dituliskan dalam dokumen lisensi, sesuai dengan ketentuan umum sertifikasi produk serta aturan khusus yang dinyatakan dalam dokumen lisensi.

22 Baca lebih lajut

Yang bertanda tangan di bawah ini

Yang bertanda tangan di bawah ini

Kami akan memproduksi Peralatan Listrik sesuai butir 2 (Produk yang dimintakan Persetujuan Sertifikasi Produk) secara konsisten dengan mutu baik, sesuai dengan contoh yang dikirim untuk Pengujian Jenis ke PT PLN (PERSERO) JASER

9 Baca lebih lajut

SISTEM JAMINAN MUTU KEAMANAN PANGAN ASAL HEWAN

SISTEM JAMINAN MUTU KEAMANAN PANGAN ASAL HEWAN

RPMP Tata Cara Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha Produk Hewan perubahan prinsip NKV merupakan persyaratan dasar penerapan sistem jaminan keamanan produk hewan Produk hew[r]

60 Baca lebih lajut

Workshop Implementasi Peraturan Kepala BSN tentang Penggunaan Tanda Kesesuaian Berbasis SNI

Workshop Implementasi Peraturan Kepala BSN tentang Penggunaan Tanda Kesesuaian Berbasis SNI

3 LPK melakukan kegiatan PK akreditasi LPK ketertelusuran hasil PK perencanaan SNI perumusan SNI penetapan SNI pemeliharaan SNI hasil PK pembinaan sistem informasi ke[r]

3 Baca lebih lajut

Dengan ini saya bertanda tangan dibawah

Dengan ini saya bertanda tangan dibawah

Dengan ini saya bertanda tangan dibawah ini : Nama : Alamat: Jabatan : Menyatakan bahwa mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya dari kelompok 9 y[r]

1 Baca lebih lajut

Yang bertanda tangan dibawah ini

Yang bertanda tangan dibawah ini

KTP : ……… Tempat Tanggal Lahir : ……… Alamat : ……… Nama Ibu Kandung : ……… No.id Pegawai : ……… Jabatan Terakhir : ……… Periode Kerja : ……… Dengan ini perusahaan menyatakan bahwa KJP [r]

1 Baca lebih lajut

Yang bertanda tangan di bawah ini

Yang bertanda tangan di bawah ini

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : M.ALI HUSAIN Jabatan : Direktur Dengan ini menerangkan bahwa : Nim : «nim» Nama :«nama» Jenis kelamin :«jenis_kelamin» Tempat/tangal lahir[r]

1 Baca lebih lajut

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Jika saya membawa barang-barang berharga seperti yang di katakan di poin nomor 3, dan barang tersebut hilang, saya BERTANGGUNG JAWAB PENUH atas barang tersebut dan tidak akan menuntut ke[r]

2 Baca lebih lajut

Panduan Teknis No.09   Penyusunan Dokumen Masterplan Pengembangan PUI

Panduan Teknis No.09 Penyusunan Dokumen Masterplan Pengembangan PUI

Menguraikan konsepsi roadmap strategi penguatan kerangka diseminasi produk dan keberlanjutan diseminasi sesuai dengan target pengembangan fokus unggulan dalam kurun waktu jangka pendek (3 tahun), jangka menengah (5 tahun), dan jangka panjang (15 tahun) (e) Kebutuhan Anggaran Menjelaskan kebutuhan anggaran dalam masa

9 Baca lebih lajut

Arti LOGO CE Rohs SNI dari produk

Arti LOGO CE Rohs SNI dari produk

sederhana dapat dijelaskan bahwa RoHS merupakan suatu kebijakan yang mengatur tentang pengurangan kandungan zat-zat berbahaya yang masuk dalam produk elektronik dan listrik yang dilakukan “diawal siklus produk”. Maksud dari “diawal siklus produk” adalah bahwa

10 Baca lebih lajut

Daftar Ruang Lingkup BSI yang telah terakreditasi REV 23 JAN 2017

Daftar Ruang Lingkup BSI yang telah terakreditasi REV 23 JAN 2017

107. Batang kawat baja karbon rendah SNI 07-0053-2006 Batang kawat baja karbon rendah Tipe 5 108. Besi tuang kelabu SNI 07-0313-1989 Besi tuang kelabu, Mutu dan cara uji Tipe 5 109. Kawat baja karbon rendah SNI 07-0040-2006 Kawat baja karbon rendah Tipe 5 110. Mutu dan cara uji pipa baja lapis

72 Baca lebih lajut

standardisasi 10 (sertifikasi produk SNI)

standardisasi 10 (sertifikasi produk SNI)

PENGAJUAN PERMOHONAN Perusahaan Modul I Perusahaan Modul II, III, IV dan V Mengajukan Permohonan SPPT-SNI ke Sekjend Dep Perindustrian & Perdagangan via Kepala Pusat Standarisasi [r]

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...