Top PDF Pengukuran kadar kromium pada sampel air Preparasi sampel

Pengukuran kadar kromium pada sampel air Preparasi sampel

Pengukuran kadar kromium pada sampel air Preparasi sampel

Pada penelitian ini tes kit kromium dibuat berdasarkan pembentukan kompleks Cr(VI)- difenilkarbazida, karena difenilkarbazida mudah bereaksi dengan Cr(VI) pada suasan asam dan menghasilkan kompleks khelat yang memiliki warna khas yaitu merah keunguan [5]. Pembuatan tes kit ini berbasis pada kondisi penelitian sebelumnya [6] yang meliputi panjang gelombang 542 nm, pH 1, waktu kestabilan kompleks 20 menit, dan konsentrasi difenikarbazida 4x10 -4 M. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui konsentrasi kromium(VI) yang dapat digunakan sebagai komparator warna larutan serta aplikasi tes kit kromium pada sampel air limbah yang divalidasi dengan membandingkan hasilnya dengan metode spektrofotometri sinar tampak untuk mengetahui keakuratan tes kit yang dibuat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Penyimpanan Sampel Air Sungai Deli Terhadap Kadar Kromium Heksavalen (Cr6+)

Pengaruh Waktu Penyimpanan Sampel Air Sungai Deli Terhadap Kadar Kromium Heksavalen (Cr6+)

Saat ini masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan dan bahaya bagi semua mahluk hidup yang bergantung pada sumber daya air. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan perlindungan sumber daya air secara seksama. (Effendi, 2003)
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Penggunaan Serbuk Biji Kelor (Moringa oleifera Lam) Untuk Menurunkan Kadar Cupri (Cu) dan Kromium (Cr) Air Sumur Gali Secara Spektrofotometri Serapan Atom Chapter III V

Penggunaan Serbuk Biji Kelor (Moringa oleifera Lam) Untuk Menurunkan Kadar Cupri (Cu) dan Kromium (Cr) Air Sumur Gali Secara Spektrofotometri Serapan Atom Chapter III V

Berdasarkan data hasil pengukuran kadar mineral cupri dan kromium pada sampel sumur A,B,C, diperolehnilai Simpangan Baku Relatif (RSD) yaitu 0,60% untuk cupri dan 1,31% untuk kromium. Nilai simpangan baku relatif (RSD) untuk analit dengan kadar part per million (ppm) adalah tidak lebih dari 16%(Harmita, 2004). Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode yang dilakukan memiliki presisi yang baik.Perhitungan simpangan baku relatif (RSD) kadar mineral cupri dan kromium dapat dilihat pada Lampiran18, halaman 81-82.

18 Baca lebih lajut

Proses Pengeringan Teh Daun Gaharu (A. malaccensis Lamk.) Terhadap Kualitas,KandunganAntioksidan dan Tingkat Kesukaan Konsumen

Proses Pengeringan Teh Daun Gaharu (A. malaccensis Lamk.) Terhadap Kualitas,KandunganAntioksidan dan Tingkat Kesukaan Konsumen

Penelitian ini dilakukan mulai dari pengambilan sampel tanaman, pengeringan sampel dengan 3 metode yaitu pengeringan oven, sangrai dan matahari, pembuatan teh, pengukuran kadar air, pembuatan ekstrak etanol, pembuatan ekstrak air, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan uji hedonik. Kadar air teh daun gaharu paling rendah terdapat pada pengeringan sangrai dan matahari yaitu sebesar 4% dan kadar air paling tinggi pada pengeringan oven sebesar 6%. Teh daun gaharu dari ketiga metode pengeringan memiliki kualitas yang baik karna memiliki kadar air dibawah 10%. Ekstrak etanol daun gaharu pada metode pengeringan oven memiliki nilai IC 50 sebesar
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Proses Pengeringan Teh Daun Gaharu (A. malaccensis Lamk.) Terhadap Kualitas,KandunganAntioksidan dan Tingkat Kesukaan Konsumen

Proses Pengeringan Teh Daun Gaharu (A. malaccensis Lamk.) Terhadap Kualitas,KandunganAntioksidan dan Tingkat Kesukaan Konsumen

Penelitian ini dilakukan mulai dari pengambilan sampel tanaman, pengeringan sampel dengan 3 metode yaitu pengeringan oven, sangrai dan matahari, pembuatan teh, pengukuran kadar air, pembuatan ekstrak etanol, pembuatan ekstrak air, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan uji hedonik. Kadar air teh daun gaharu paling rendah terdapat pada pengeringan sangrai dan matahari yaitu sebesar 4% dan kadar air paling tinggi pada pengeringan oven sebesar 6%. Teh daun gaharu dari ketiga metode pengeringan memiliki kualitas yang baik karna memiliki kadar air dibawah 10%. Ekstrak etanol daun gaharu pada metode pengeringan oven memiliki nilai IC 50 sebesar
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENENTUAN KADAR BESI Fe DALAM SAMPEL AIR

PENENTUAN KADAR BESI Fe DALAM SAMPEL AIR

serapan pe-reaksinya. Kemudian dibuat pula pembuatan kurva baku standar untuk memudahkan perhitungan kadar Fe dalam sampel menggunakan perbandingan regresi linier. Larutan baku ini dengan pengenceran konsentrasi 0.1,0.2,0.5,1, dan 2.5 ppm . Pengukuran absorbansi untuk larutan standar besi(III) dan absorbansi sampel air keran (sampel) diukur pada λmax = 510 nm. Berikut merupakan hasil pengukuran absorbansi larutan besi (III) standar dengan berbagai konsentrasi pada λ 510 nm:
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengukuran Kadar Senyawa Fenolat Sampel

Pengukuran Kadar Senyawa Fenolat Sampel

Masing-masing sampel dari kelompok yang sama digabung filtratnya, lalu dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 40 0 C sampai didapat ekstrak kental. Kemudian dihitung kadar zat tersari. Untuk menghitung kadar zat tersari, larutan sampel dipipet 10 mL, dimasukkan ke dalam cawan penguap yang sudah ditara, panaskan hingga kering diatas waterbath, lalu dimasukkan ke dalam oven 105 0 C selama 1 jam (World Health Organization, 1998). Kadar zat tersari yang diperoleh adalah pada metanol:air (1:1) ; etanol:air (1:1) ; aseton:air (1:1) adalah 156,7 mg/gram ; 143 mg/gram ; 127 mg/gram. Untuk melihat pengaruh jenis pelarut ekstraksi terhadap perolehan kadar zat tersari sampel, maka dilakukan pengolahan data secara statistik dengan menggunakan metoda anova satu arah. Jenis pelarut memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap peningkatan kadar zat tersari. Kadar zat tersari tertinggi diperoleh dengan pelarut metanol (156,7 mg/mL), lalu dengan pelarut etanol didapat zat tersari (143 mg/mL) dan dengan pelarut aseton didapat zat tersari sebanyak (121,7 mg/mL). Hasil uji homogenitas variansi dengan Levene Statistics menunjukkan 0,328 (P > 0,05) yang berarti bahwa H o diterima maka uji F dilakukan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Metode Cepat Penentuan Brazilin dalam Produk Jamu dan Kayu Secang menggunakan Spektrofotometri Derivatif Ultraviolet

Metode Cepat Penentuan Brazilin dalam Produk Jamu dan Kayu Secang menggunakan Spektrofotometri Derivatif Ultraviolet

nm/menit, namun tidak dipilih karena dikhawatirkan akan menghasilkan pembacaan yang tidak stabil dan kurang akurat, hal ini disebabkan pembacaan yang dilakukan sangat cepat. Selain itu menurut Gore (2000), pemayaran yang terlalu cepat dapat menyebabkan perubahan yang serius terhadap puncak respons yang diamati dengan hilangnya intensitas puncak dan mengaburkan detil halus dalam sinyal sedangkan pemayaran yang terlalu lambat dapat memungkinkan terjadinya perubahan fisik maupun kimiawi pada sampel karena adanya jeda waktu. Spektrum yang diperoleh pada kecepatan 200 nm/menit ditunjukkan oleh Gambar 2b. Pada gambar tersebut tampak jelas bahwa spektrum yang dihasilkan jauh lebih baik dan lebih stabil dibandingkan spektrum deret standar pada 400 nm/menit, sehingga dipilihlah kecepatan pemayaran 200 nm/menit sebagai kecepatan pemayaran yang optimum untuk pengukuran kadar brazilin dalam sampel.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Ekstraksi dan identifikasi senyawa bioaktif lintah laut (Discodoris sp.) sebagai antioksidan

Ekstraksi dan identifikasi senyawa bioaktif lintah laut (Discodoris sp.) sebagai antioksidan

Prosedur analisis kadar lemak sebagai berikut: labu lemak yang akan digunakan dioven selama 30 menit pada suhu 100-105 0 C, kemudian didinginkan dalam desikator untuk menghilangkan uap air dan ditimbang (A). Sampel ditimbang sebanyak 2 gram (B) lalu dibungkus dengan kertas saring, ditutup dengan kapas bebas lemak dan dimasukkan ke dalam alat ekstraksi sokhlet yang telah dihubungkan dengan labu lemak yang telah dioven dan diketahui bobotnya. Pelarut heksan atau pelarut lemak lain dituangkan sampai sampel terendam dan dilakukan refluks atau ektraksi lemak selama 5-6 jam atau sampai palarut lemak yang turun ke labu lemak berwarna jernih. Pelarut lemak yang telah digunakan, disuling dan ditampung setelah itu ekstrak lemak yang ada dalam labu lemak dikeringkan dalam oven bersuhu 100-105 0 C selama 1 jam, lalu labu lemak didinginkan dalam desikator dan ditimbang (C). Tahap pengeringan labu lemak diulangi sampai diperoleh bobot yang konstan. Kadar lemak dihitung dengan rumus:
Baca lebih lanjut

211 Baca lebih lajut

ANALISIS SIFAT FISIS DALAM STUDI KUALITAS AIR DI MATA AIR SUMBER ASEM DUSUN KALIJERUK, DESA SIWURAN, KECAMATAN GARUNG, KABUPATEN WONOSOBO

ANALISIS SIFAT FISIS DALAM STUDI KUALITAS AIR DI MATA AIR SUMBER ASEM DUSUN KALIJERUK, DESA SIWURAN, KECAMATAN GARUNG, KABUPATEN WONOSOBO

Dari Gambar 4.7 terlihat bahwa hasil pengukuran selama 3 minggu, nilai pH air di bawah ambang batas maksimum yaitu antara 4,5-5. Nilai pH maksimum air minum adalah 8.5 dan nilai minimum pH air adalah 6.5. Sementara itu, nilai pH dapat mempengaruhi spesiasi senyawa kimia dan toksisitas dari unsur-unsur renik yang terdapat dalam di perairan. Hal ini tentu akan memepengaruhi kesehatan makhluk hidup yang mengkonsumsi air tersebut. Nilai pH yang rendah akan menyebabkan air bersifat asam, sehingga dalam kadar tertentu tidak ada makhluk yang dapat hidup dalam perairan tersebut. Nila pH yang rendah juga akan menyebakan korosi pada pipa saluran air berbahan logam, sehingga air yang melewati pipa tersebut akan mengandung logam terlarut. Selain itu, nilai pH rendah juga akan menyebabkan gangguan pencernaan bahkan kematian pada
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

3.1. Alat dan Bahan 3.1.1. Alat - EFEK SUPLEMENTASI SUSU FERMENTASI Lactobacillus pentosus LLA8 TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KOLESTEROL PADA TIKUS Sprague dawley YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN NICOTINAMIDE - Unika Repository

3.1. Alat dan Bahan 3.1.1. Alat - EFEK SUPLEMENTASI SUSU FERMENTASI Lactobacillus pentosus LLA8 TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KOLESTEROL PADA TIKUS Sprague dawley YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN NICOTINAMIDE - Unika Repository

Disiapkan 42 ekor tikus putih jantan galur Sprague dawley, usia 2 bulan, berat badan 150 gram, dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 7 ekor tikus, antara lain kelompok tanpa diinduksi STZ (kontrol normal), kontrol negatif (induksi STZ dan NA), SFKK (susu fermentasi kultur komersil), SFKA8 Dosis 1 (susu fermentasi Lactobacillus pentosus LLA8 dosis 1), SFKA8 Dosis 2 (susu fermentasi Lactobacillus pentosus LLA8 dosis 2), SFKA8 Dosis 3 (susu fermentasi Lactobacillus pentosus LLA8 dosis 3). Pengukuran kadar glukosa darah dan kolesterol total dilakukan pada hari ke 0, 3, 14 dan 29.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMERIKSAAN SAMPEL AIR

PEMERIKSAAN SAMPEL AIR

tersebut dapat menggunakan metode wireless sensor system dimana dapat dilakukan pemantauan pada titik-titik pengukuran tanpa harus berada pada lokasi tersebut yang terkoneksi juga jaringan WiFi dimana data dibaca oleh sensor kekeruhan kemudian data hasil pembacaan diubah oleh Analog To Digital Converter (ADC) yang kemudian diproses oleh mikrokontroler dan selanjutnya disimpan dalam basis data, kemudian data dikirim melalui jaringan WiFi dan diterima oleh stasiun pemantau dan data ditampilkan pada stasiun monitoring dengan realtime (Pramusinto, 2016).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Angka Permanganat Pada Air Minum Dan Air Bersih Di Balai Dinas Kesehatan Medan

Analisis Kadar Angka Permanganat Pada Air Minum Dan Air Bersih Di Balai Dinas Kesehatan Medan

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat Nya sehingga penulisan karya ilmiah yang berjudul “ANALISIS KADAR ANGKA PERMANGANAT PADA AIR MINUM DAN AIR BERSIH DI BEBERAPA DAERAH MEDAN” akhirnya dapat penulis selesaikan. Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis ingin mengucapkan terima kasih dari beberapa pihak yang telah banyak membantu baik moril maupun materil. Maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

48 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Jarak Nozzle Terhadap Kekerasan Material Baja Karbon Rendah Dengan Metode Thermal Spray Coating

Pengaruh Variasi Jarak Nozzle Terhadap Kekerasan Material Baja Karbon Rendah Dengan Metode Thermal Spray Coating

K maka akan membentuk suatu alloy. Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik, tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh untuk digunakan sebagai bahan kerja, bahan konstruksi, oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain, terutama zat arang atau karbon.Baja adalah bahan yang banyak dipakai sebagai bahan industri yang merupakan sumber yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena sifatnya yang sangat bervariasi, mulai dari sifat yang paling lunak, hingga sifat yang paling keras. Walaupun baja dapat di definisikan sebagai campuran karbon dan besi, tetapi perlu diketahui pula bahwa tidak ada satu jenis baja pun yang hanya terdiri dari dua elemen tersebut. Karena proses pembuatan dan sifat-sifat alamiah dari bahan-bahan mentah yang digunakan. Semua baja mengandung bahan-bahan lain yang tidak murni dalam jumlah kecil yang bervariasi, seperti phospor, belerang, mangan, dan silikon. Besi mentah hasil dapur tinggi masih mengandung unsur-unsur C, Si, Mn, P dan S dengan jumlah yang cukup besar. Kandungan-kandungan unsur tersebut perlu dikurangi agar diperoleh baja yang sesuai dengan keinginan. Proses pembuatan baja dapat diartikan sebagai proses yang bertujuan untuk mengurangi kadar C, Si, Mn, P, dan S dari besi mentah melalui proses oksidasi peleburan [1] .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KARBON AKTIF DARI BIJI ALPUKAT SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BESI (Fe) DALAM AIR LIMBAH - POLSRI REPOSITORY

KARBON AKTIF DARI BIJI ALPUKAT SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BESI (Fe) DALAM AIR LIMBAH - POLSRI REPOSITORY

Perhitungan Kadar Air Kadar air dari aktivator H3PO4 konsentrasi 1M Berat sampel = 1 gram Berat crusible + sampel sebelum dipanaskan A = 45,6785 gram Berat crusible + sampel setelah [r]

12 Baca lebih lajut

ANALISIS DAYA HANTAR LISTRIK KONDUKTIVIT

ANALISIS DAYA HANTAR LISTRIK KONDUKTIVIT

pencemaran organik pada suatu perairan. Perairan dengan nilai BOD5 tinggi mengindikasikan bahwa air tersebut tercemar oleh bahan organik. Bahan organik akan distabilkan secara biologik dengan melibatkan mikroba melalui sistem oksidasi aerobik dan anaerobik. Oksidasi aerobik dapat menyebabkan penurunan kandungan oksigen terlarut di perairan sampai pada tingkat terendah, sehingga kondisi perairan menjadi anaerobik yang dapat mengakibatkan kematian organisme akuatik. (Mahida, 1981)

8 Baca lebih lajut

Kandungan fenol, komponen fitokimia dan aktivitas antioksidan lamun Cymodocea rotundata

Kandungan fenol, komponen fitokimia dan aktivitas antioksidan lamun Cymodocea rotundata

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi proksimat (air, abu, protein, dan lemak), abu tidak larut asam dan kadar serat pangan, serta untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut terhadap rendemen ekstrak, nilai total fenol, senyawa fitokimia, dan aktivitas antioksidan dalam lamun C. rotundata. Lamun C. rotundata dalam penelitian ini berasal dari perairan Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Jakarta. Lamun yang masih segar digunakan dalam pengujian proksimat, abu tak larut asam dan serat pangan. Lamun yang telah dikeringkan diekstrak dengan metode maserasi dalam tiga pelarut berbeda, yaitu metanol (polar), etil asetat (semipolar) dan n-heksana (nonpolar). Pengujian dilakukan terhadap masing-masing ekstrak yang diperoleh meliputi uji total fenol menggunakan reagen Folin-Ciocalteau, uji kualitatif fitokimia, dan aktivitas antioksidan dengan metode diphenylpycrilhydrazil (DPPH).
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

EVALUASI KADAR LOGAM BERAT DAN PESTISIDA PADA SAMPEL AIR SUNGAI BRIBIN GUNUNG KIDUL FUNGSI WAKTU DAN LOKASI SAMPLING (BAGIAN I) Agus Taftazani, Tri Rusmanto

EVALUASI KADAR LOGAM BERAT DAN PESTISIDA PADA SAMPEL AIR SUNGAI BRIBIN GUNUNG KIDUL FUNGSI WAKTU DAN LOKASI SAMPLING (BAGIAN I) Agus Taftazani, Tri Rusmanto

Kandungan semua logam dalam penelitian ini yang tertinggi ditemukan dalam sedimen. Hal ini menunjukkan bahwa akumulasi tertinggi dari logam terjadi pada sedimen, dan memberikan petunjuk bahwa sebagian besar senyawa pada logam yang masuk ke perairan Sungai Bawah Tanah Bribin Yogyakarta berbentuk partikel atau endapan dan hanya sebagian kecil yang terlarut dalam air, bahkan didukung dengan pola arus sungai yang tenang (kecepatan arusnya kecil) menyebabkan zat pencemar mempunyai kesempatan yang kecil untuk didistribusikan secara meluas dan semakin lama semakin tertimbun di dasar sungai. Kondisi perairan yang tenang akan memberikan kemungkinan logam untuk diendapkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

laporan PREPARASI SAMPEL ANALISIS KETERS

laporan PREPARASI SAMPEL ANALISIS KETERS

Analisis ketersediaan Ca, Fe, dan Zn pada preparasi sampel secara in vitro dengan metode dialisis menggunakan 6 macam sampel yang berbeda jenis dan karakteristik satu sama lain. Keenam sampel tersebut diberi kode OD, MO, TH, BS, SM, dan KB. Karakteristik sampel dan komposisi mineral tersebut berdasarkan Nutrition Fact dan DKBM dari masing-masing sampel yang digunakan saat analisis. Sampel pertama yaitu OD, sampel ini diberikan untuk kelompok 2. Sampel OD merupakan salah satu makanan ringan jenis biskuit berdominan mengandung biji-bijian (oats) yang bertekstur padat dan memiliki takaran saji seberat 100 gram dan total kalori dari karbohidrat sebesar 14% untuk satu sajian. Kandungan Ca, Fe dan Zn dalam sampel sebesar 1%, 5%, dan 0%. Berat sampel OD yang digunakan untuk analisis adalah setara 2 gram protein yaitu sebesar 18.46 gram sampel.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...