Top PDF Pengusulan Pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden Sebagai Peserta Pemilu Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008

Pengusulan Pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden Sebagai Peserta Pemilu Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008

Pengusulan Pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden Sebagai Peserta Pemilu Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008

Berdasarkan beberapa hal yang telah dijelaskan di atas, maka dapat difahami bahwa prinsip demokrasi dalam pelaksanaannya mesti diletakan diatas prinsip-prinsip moral yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai kodrat yang diberikan Tuhan. Penghargaan dan penerapan kebebasan, persamaan, dan partisipasi politik melalui pemilu dan melalui perwakilan rakyat yang representatif diwujudkan dalam mekanisme partai politik sebagai salah satu wadah penyelenggara pemilu rakyat yang tentunya tidak akan lepas dari peran dan dukungan rakyat sebagai warga negara. 63
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Pengusulan Pasangan Calon Presiden Dan W

Pengusulan Pasangan Calon Presiden Dan W

Abstrak : Pengusulan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Sebagai Peserta Pemilu Menurut Undang-Undang Pilpres. Mengetahui kedudukan hukum calon Presiden dan Wakil Presiden dan Partai Politik Peserta Pemilu, yakni Mengetahui pengaturan Partai Politik Peserta Pemilu dalam pengusulan Calon Presiden dan Wakil Presiden dan pengaturan waktu pengusulan Calon Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan analisa hukum. Hal tersebut dilatar belakangi oleh adanya aturan mengenai pengusulan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, yakni di dalam norma Pasal 9 dan Pasal 14 ayat (2) yang tidak sesuai dengan norma Pasal 22E ayat (3) dan norma Pasal 6A ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

76. Per KPU 50 th 2009 Pelaporan Dana Kampanye Pemilu Presiden

76. Per KPU 50 th 2009 Pelaporan Dana Kampanye Pemilu Presiden

c. bahwa ketentuan Pasal 98 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tersebut, menyatakan bahwa dalam rangka kampanye pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pasangan calon di tingkat pusat wajib memiliki rekening khusus dana kampanye pada Bank sebagaimana dimaksud pada huruf b serta didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum paling lama 7 (tujuh) hari setelah pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden ditetapkan sebagai peserta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum;
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Makna Demokrasi and Pelaksanaan Pemilu S

Makna Demokrasi and Pelaksanaan Pemilu S

Indonesia adalah negara demokrasi yang telah mengalami beberapa kali perubahan sistem demokrasi yang terbagi menjadi beberapa periode. Dalam negara demokrasi itu sendiri, terdapat suatu hal yang ditempuh untuk mewujudkan prinsip demokrasi yaitu Pemilu. Yang dimaksud sebagai Pemilu menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 adalah untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu dilaksanakan untuk memenuhi tujuan bangsa dan negara, dengan sistem tertentu, serta diatur dan dilaksanakan oleh lembaga negara yang berwenang. Namun dalam praktik penyelenggaraan Pemilu sering terjadi permasalahan yang dapat menghambat pelaksanaan Pemilu secara LUBER JURDIL. Beberapa solusi telah ditawarkan untuk menyelesaikan berbagai permasalah tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MENGUKUR DERAJAT DEMOKRASI UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MEASURING THE DEMOCRATIZATION DEGREE ACCORDING TO LAW NUMBER 42 OF 2008 CONCERNING GENERAL ELECTION OF THE PRESIDENT AND VICE PRESIDENT

MENGUKUR DERAJAT DEMOKRASI UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MEASURING THE DEMOCRATIZATION DEGREE ACCORDING TO LAW NUMBER 42 OF 2008 CONCERNING GENERAL ELECTION OF THE PRESIDENT AND VICE PRESIDENT

Kebijakan hukum ambang batas presi- dential threshold merupakan salah satu ja- lan untuk mewujudkan politik hukum menuju sistem multipartai yang lebih sederhana. Penerapan ambang batas untuk kursi presiden menurut penilaian MK me- lalui putusan Nomor 3/PUU-VII/2009 merupakan kebijakan yang lebih demokra- tis karena tidak mengancam eksistensi par- tai politik dalam mengajukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu. Presidential threshold dianggap ti- dak bertentangan dengan UUD NRI Ta- hun 1945 karena tidak menegasikan prin- sip kedaulatan rakyat, serta tidak bersifat diskriminatif karena berlaku untuk semua partai politik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS IJIN CUTI KEPALA DAERAH PROVINSI UNTUK MENGIKUTI PEMILIHAN PRESIDEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

ANALISIS YURIDIS IJIN CUTI KEPALA DAERAH PROVINSI UNTUK MENGIKUTI PEMILIHAN PRESIDEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Salah satu ciri negara demokrasi adalah melaksanakan pemilihan umum (pemilu) untuk membentuk pemerintahan atau mengisi jabatan-jabatan kenegaraan atau pemerintahan (pangreh). 1 Kedaulatan atau souvereiniteit (sovereignty) merupakan konsep kekuasaan tertinggi negara. 2 Rakyat dikatakan memiliki kedaulatan tertinggi dalam menentukan pemerintahan, dan dari pemilihan umum rakyat diberi kesempatan untuk berperan aktif berpartisipasi dalam mencapai pemerintahan yang hendak diwujudkan sebagaimana yang telah tertuang dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang - Undang Dasar” .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Dalam Rangka Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat Di Indonesia (Analisis Yuridis Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden)

Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Dalam Rangka Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat Di Indonesia (Analisis Yuridis Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden)

[3 .1 1 ] Menimbang bahwa pasal-pasal yang dimohonkan pengujian oleh Pemohon pada dasarnya merupakan pasal-pasal yang mengatur mengenai mekanisme pengusulan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, terutama yang hanya memungkinkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat mencapai perolehan 20% kursi di DPR atau memperoleh 25 % dari suara sah secara nasional dalam Pemilu anggota DPR, sehingga pasal-pasal a quo tidak memungkinkan adanya calon independen atau perseorangan. Dengan menerapkan 5 (lima) syarat kerugian hak konstitusional yang ditentukan oleh Mahkamah, maka secara prima facie menurut Mahkamah terdapat kerugian hak konstitusional Pemohon dan ada hubungan sebab akibat (causal verband) antara kerugian hak konstitusional Pemohon dengan berlakunya Undang-Undang yang dimohonkan pengujian; oleh karenanya Pemohon memenuhi syarat kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan pengujian a quo;
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14PUU-XI2013 TENTANG PEMILIHAN UMUM SERENTAK TERHADAP PRESIDENTIAL THRESHOLD

JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14PUU-XI2013 TENTANG PEMILIHAN UMUM SERENTAK TERHADAP PRESIDENTIAL THRESHOLD

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004 diselenggarakan oleh KPU dibawah pengaturan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dimana melalui ketentuan presidential threshold Pasal 5 ayat (4) bahwa pasangan calon Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD yang memperoleh minimum 15% kursi DPR atau 20% dari perolehan suara sah nasional dalam pemilu anggota DPR. Putaran pertama berdasarkan Keputusan KPU No.36 Tahun 2004 tanggal 22 Mei 2004 sebagai berikut : 1. Wiranto dan Salahuddin Wahid yang diusung oleh Partai Golkar; 2. Megawati Soekarnoputri dan A. Hasyim Muzadi yang diusung oleh PDIP; 3. Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo yang diusung oleh PAN; 4. Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla diusung oleh Partai Demokrat, PKP, PBB, dan PKS; dan 5. Hamzah Haz dan Agum Gumelar yang diusung oleh PPP.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KUALIFIKASI PELANGGARAN PIDANA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

KUALIFIKASI PELANGGARAN PIDANA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnyasebagai imbalan kepada peserta Kampanye secara langsung ataupun tidak langsung agar tidak menggunakanhaknya untuk memilih, atau memilih Pasangan Calon tertentu, atau menggunakan haknya untuk memilihdengan cara tertentu sehingga surat suaranya tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1) huruf j.

10 Baca lebih lajut

BAB II PEMILU DI INDONESIA - Modul Sosialisasi Pemilu_1c

BAB II PEMILU DI INDONESIA - Modul Sosialisasi Pemilu_1c

1. Peserta pemilu presiden dan wakil presiden adalah pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang telah memenuhi persyaratan yang memperoleh jumlah kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi di DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah nasional dalam pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan ketentuan perundang-undangan (UU No.42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden). 2. Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan setelah pelaksa-
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

SoalJawab Siap US SD Mapel PPKn Tahun 2017 2018 USBN SD PPKn 2018

SoalJawab Siap US SD Mapel PPKn Tahun 2017 2018 USBN SD PPKn 2018

Dalam pernyataan diatas rangkaian peristiwa pemilu secara berurutan ditunjukkan oleh nomor…. A. (1), (3), (5), (2), (4) dan (6) C. (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) B. (1), (2), (5), (3), (4) dan (6) D. (2), (1), (3), (4), (6) dan (5) 37. Perhatikan tabel berikut!

6 Baca lebih lajut

SOAL LATIHAN US   USBN PPKN (PKn) SD MI TAHUN 2018 (2017 2018) | PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PPKN 2018

SOAL LATIHAN US USBN PPKN (PKn) SD MI TAHUN 2018 (2017 2018) | PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PPKN 2018

A. Pemerintah pusat adalah presiden sedangkan pemerintahan daerah Provinsi adalah bupati B. Pemerintah pusat adalah presiden sedangkan pemerintahan daerah Provinsi adalah walikota C. Pemerintah pusat adalah presiden sedangkan pemerintahan daerah Provinsi adalah gubernur D. Pemerintah pusat adalah gubernur dan pemerintahan daerah adalah presiden

6 Baca lebih lajut

Status UU 42 Tahun 2008

Status UU 42 Tahun 2008

- Pasal 28 dan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden adalah konstitusional sepanjang diartikan mencakup warga negara yang tidak terdaftar dalam DPT dengan syarat dan cara sebagai berikut:

1 Baca lebih lajut

peran media dalam kampanye di tinjau dari undang-undang no.42 tahun 2008 tentang pemilihan umum presiden dan wakil presiden berdasarkan hukum penyiaran di indonesia.

peran media dalam kampanye di tinjau dari undang-undang no.42 tahun 2008 tentang pemilihan umum presiden dan wakil presiden berdasarkan hukum penyiaran di indonesia.

Tugas akhir ini mengangkat permasalahan tentang peran media dalam kampanye ditinjau dari Undang Undang yaitu Jojo Widodo melakukan kampanye pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2015, yang dimana kamanye tersebut di luar jadwal yang ditetapkan oleh KPU, dan kamanye tersebut ditayangkan secara live oleh SCTV. Tujuan dari penelitian ini untuk membahas bagaimana akibat hukum dari kampenye melalui penyiaran televisi menurut peraturan perundang-undangan, dan tindakan hukum apa yang sebaiknya dilakukan oleh KPU terhadap lembaga penyiaran terkait kampanye di luar jadwal melalui penyiaran televisi berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BAB V HASIL PEMILU - Modul Sosialisasi Pemilu_1d

BAB V HASIL PEMILU - Modul Sosialisasi Pemilu_1d

Pengenalan proses pemilu sangat penting untuk dilakukan kepada pemilih pemula terutama mereka yang baru berusia 17 tahun. KPU dibantu dengan pihak terkait lainnya harus mampu memberikan kesan awal yang baik tentang pentingnya suara mereka dalam pemilu, bahwa suara mereka dapat menentukan pemerintahan selanjutnya dan mening- katkan kesejahteraan hidup bangsa. Pemahaman yang baik itu diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus menjadi pemilih yang cerdas.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14/PUU-XI/2013 TENTANG PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PREDIEN

ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 14/PUU-XI/2013 TENTANG PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PREDIEN

Pasal 50 UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK mengatur pembatasan terhadap Undang-Undang yang dapat diuji oleh MK, yaitu Undang-Undang yang diundangkan sebelum perubahan UUD 1945, namun menurut Jimly Asshiddiqie, selain UU, Mahkamah Konstitusi juga berwenang menguji Perpu, sebab Perpu merupakan Undang-Undang dalam arti materiel (wet in materiele zin). Pendapat yang menyatakan membagi wet in formele zin dan wet in materiele zin sebagai sebuah sudut pandang/perspektif berpendapat bahwa tidak perlu dibedakan secara kaku karena setiap Undang-Undang di satu sisi dapat dilihat dari segi formilnya dan di sisi lain dapat pula dari segi materialnya secara sekaligus., juga bahwa daya ikat norma yang terkandung dalam setiap Undang-Undang dapat dibedakanantara daya ikat yang bersifat umum dan daya ikat yang bersifat spesifik. 41
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

MEKANISME PEMAKZULAN (IMPEACHMENT) PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN OLEH MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

MEKANISME PEMAKZULAN (IMPEACHMENT) PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN OLEH MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Pasal 7B Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) mengatur tentang mekanisme pemakzulan presiden dan/atau wakil presiden yang diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan pendapat DPR, tentang dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Presiden seperti melakukan

1 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PROSEDUR PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN  ATAU WAKIL PRESIDEN DALAM MASA JABATAN MENURUT UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

ANALISIS YURIDIS PROSEDUR PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN ATAU WAKIL PRESIDEN DALAM MASA JABATAN MENURUT UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Selain itu proses pemberhentian tersebut hanya dapat dilakukan setelah didahului adanya proses konstitusional melalui Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan memeriksa, mengadili dan memutus pendapat DPR bahwa Presiden dan/ atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lain, perbuatan tercela, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/ atau Wakil Presiden. Adanya prosedur pemberhentian Presiden dan/ atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya inilah yang secara teknis ketatanegaraan biasa disebut dengan istilah impeachment. Namun dalam penulisan hukum ini penulis tidak menggunakan istilah impeachment karena istilah tersebut memang tidak dikenal dalam konstitusi Indonesia. Walaupun memang secara substantif apa yang dimaksud dengan istilah impeachment yang juga dikenal dan diterapkan di banyak negara lain didunia tersebut memang secara makna juga diatur dalam konstitusi kita namun memang istilah impeachment itu sendiri tidak disebutkan secara eksplisit dalam Undang-Undang Dasar 1945. Penulis lebih memilih untuk menggunakan istilah “pemberhentian dalam masa jabatan” karena memang istilah inilah yang dipakai dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945 hasil perubahan. Selain tidak menggunakan istilah impeachment, penulis juga tidak menggunakan istilah “amandemen” UUD 1945 tetapi
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Sistem Noken dalam Pelaksanaan Pilkada di Distrik Bomela Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Tahun 2015 T1  Daftar Pustaka

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Sistem Noken dalam Pelaksanaan Pilkada di Distrik Bomela Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Tahun 2015 T1 Daftar Pustaka

Malang:In-Trans Publishing Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Ot[r]

2 Baca lebih lajut

Majalah Konstitusi | Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

Majalah Konstitusi | Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

“Di sinilah masalahnya. Nampak sekali konstit usi kita dengan melihat pada konstruksi pasal ini bahwa pasangan calon diharapkan adalah lebih dari 2, s ehingga dia mbil 2 ya ng ter ba nya k, kemudian maju pada putaran kedua,” kata Andi Muhammad Asrun dalam sidang pendahuluan di MK, Senin, (16/6/2014). Dem ikia n pula ketent ua n Pa sal 159 ayat (1) UU Pilpres juga t ida k diketahui berapa jumlah pasangan calon karena pengertian pasangan calon terpilih dilekatkan pada syarat yang limitatif, yaitu memperoleh suara lebih dari 50% dan sebaran suara 20%. Dalam ketentuan berikutnya yaitu pada Pasal 159 ayat (2) UU Pilpres diberikan jalan dalam prosedur tertentu untuk mengantisipasi jika pada Pasal 159 ayat (1) UU Pilpres tidak terpenuhi yaitu; “Dalam hal tidak ada Pasangan Calon terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), 2 (dua) Pasangan Calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali oleh
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...