Top PDF Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Poedjiadi (2009: 187), mengatakan tentang hakikat pendidikan ilmu pengetahuan alam atau sains yaitu pendidikan IPA atau sains merupakan pendidikan bidang studi dengan alam semesta serta segala proses yang terjadi di dalamnya sebagai objeknya. Oleh karena perkembangan ilmu pengatahuan alam erat kaitannya dengan perkembangan teknologi, maka pendidikan ilmu pengetahuan alam berkaitan pula dengan perkembangan teknologi serta manfaatnya bagi masyarakat. Melalui pendidikan ilmu pengetahaun alam diharapkan peserta didik memahami proses dan produk sains, nilai sains, memiliki sikap ilmiah, dan dapat menjadi warga negara yang bermoral serta tanggap terhadap masalah lingkungannya. BSNP (2006: 484), menyebutkan bahwa ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut: Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN MEDIA LINGKUNGAN DI SDN 1 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN MEDIA LINGKUNGAN DI SDN 1 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah dilakukan terhadap siswa kelas IV SDN 1 Pringsewu Barat pada pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dan media lingkungan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dan media lingkungan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran pada setiap siklusnya. Pada siklus I aktivitas belajar siswa mencapai 63,25 dengan kategori “ cukup aktif” mengalami peningkatan sebesar 16,75% pada siklus II menjadi 80 dengan kategori “ sangat a ktif”. Dari hasil berikut maka dapat di ambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dan media lingkungan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN BABULANG KALIANDA TAHUN AJARAN 2012-2013

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN BABULANG KALIANDA TAHUN AJARAN 2012-2013

IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan Teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN

baik fenomena yang bersifat alamiah maupun rekayasa manusia”. Berdasarkan pendapat tersebut penggunaan metode deskriptif yaitu untuk memaparkan atau menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa yang terjadi berdasarkan kejadian sebenarnya saat melakukan penelitian. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Kunandar (2009:25) menyatakan bahwa dalam melaksanakan PTK, dibutuhkan tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) Refleksi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL  BELAJAR MELALUI PENDEKATAN EKSPERIMEN TENTANG PERPINDAHAN  Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Eksperimen Tentang Perpindahan Energi Listrik Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas VI SDN 2 K

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENDEKATAN EKSPERIMEN TENTANG PERPINDAHAN Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Eksperimen Tentang Perpindahan Energi Listrik Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas VI SDN 2 K

Tujuan Penelitian ini adalah (1) Dengan pendekatan Eksperimen diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Perpindahan Energi Listrik pada siswa kelas IV SDN 2 Kragilan Gantiwarno Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013.(2) Dengan strategi pembelajaran Eksperimen dapat meningkatkan aktivitas belajar pada siswa kelas IV pada SDN 2 Kragilan Gantiwarno Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013. (3) Dengan pendekatan Eksperimen dapat mengatasi kesulitan belajar siswa tentang Perpindahan Energi Listrik mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN 2 Kragilan, Gantiwarno, Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013.Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki, 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meggunakan observasi, tes lisan, wawancara, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis komparatif.Hasil penelitian adalah: (1) Metode eksperimen terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN 2 Kragilan, Gantiwarno, Klaten pada Tahun Pelajaran 2012/2013. Dari hasil pengamatan, hasil belajar sebelum perlakuan tindakan rata-rata hasil belajar 62,07, rata-rata pada siklus I 71,2 sedang rata-rata pada siklus II 79,4. Ketuntasan belajar mengalami kenaikan yang signifikan. Ketuntasan belajar pada kondisi awal 27,27%, pada siklus I 73,3% sedangkan pada siklus II 80%. Kenaikan ketuntasan belajar pada kondisi awal ke siklus I mengalami kenaikan 40,03%, sedangkan kenaikan ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II 6,7%. (2)Dengan metode eksperimen dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas VI SDN 2 Kragilan, Gantiwarno, Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013 dalam memperhatikan penjelasan guru pada kondisi awal 53%, siklus I 85%, siklus II 86,7%. Aktif bertanya pada kondisi awal 6%, siklus I 20%, siklus II 33,3%. Aktif mengemukakan pendapat pada kondisi awal 6%, siklus I 33,3%, siklus II 75,3%. Aktif menjawab pertanyaan pada kondisi awal 20%, siklus I 40%, siklus II 73,3%. Aktif bekerja sama dalam kelompok pada kondisi awal 0%, siklus I 80%, siklus II 93,3%.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN

makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap kontek kehidupan mereka sehari- hari (konteks pribadi, sosial dan kultural) sehingga peserta didik memiliki pengetahuan/ketrampilan yang di namis dan fleksibel untuk mengkontruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Keseluruhan tujuan dan karakteristik berkenaan dengan pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar, sebagaimana tertuang dalam kurikulum pada kegiatan pembelajaran secara umum telah direduksi menjadi sekedar pemindahan konsep-konsep yang kemudian menjadi bahan hapalan bagi peserta didik. Tidak jarang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bahkan dilaksanakan dalam bentuk latihan-latihan penyelesaian soal-soal tes, semata-mata dalam rangka mencapai target nilai tes tertulis evaluasi hasil belajar sebagai “ukuran utama” prestasi peserta didik dan kesuksesan guru dalam mengelola pembelajaran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas V Sdn 11 Sungai Putat Tayan Hilir

Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas V Sdn 11 Sungai Putat Tayan Hilir

benar mengevaluasi tujuan yang telah ditetapkan, bahan yang diajarkan dan prose yang dilakukan. Bahan ajar dalam kurikulum harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan biasanya menjadi rujukan pembuatan item-item soal evaluasi. Guru membuat perencanaan evaluasi secara sistematis dengan menggunakan alat evaluasi yang tepat. Alat evaluasi yang digunakan antara lain benar-salah, pilihan ganda, menjodohkan, esai dan bentuk evaluasi bisa tertulis maupun lisan. Evaluasi yang valid bukan saja memberikan informasi prestasi dalam mencapai tujuan tetapi memberi umpan balik terhadap proses pembelajaran secara keseluruhan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA

Mata pelajaran IPA adalah salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains, yang mengembangkan kemampuan berpikir analitis induktif dan deduktif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar. IPA merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala alam dan interaksi di dalamnya. Mata pelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar guru mampu mengembangkan suatu strategi dalam mengajar yang dapat meningkatkan motivasi siswa, sehingga keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran meningkat. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dan bervariasi diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, sehingga hasil belajar dapat meningkat.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran IPA di SD

Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran IPA di SD

Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakkan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA kelas IV SDN 05 Mareseng Kecamatan Suti Semarang Kabupaten Bengkayang, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan metode demontrasi dengan langkah-langkah pembelajaran yang tepat disertai dengan media pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam baik pada Instrumen Penilaian Kinerja Guru (IPKG) dalam merencanakan pembelajaran terjadi peningkatan pada siklus terakhir dalam penelitian ini sebesar 3,48. Sementara untuk langkah melaksanakan pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 3,39. Penggunaan metode demontrasi berbantuan media torso dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa hal ini terlihat dari persentase aktivitas siswa sebesar 65,93%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS VI SDN 47 RAMBIN SANGGAU

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS VI SDN 47 RAMBIN SANGGAU

Sekumpulan data yang diperoleh dari informasi hasil reduksi dapat memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan suatu tindakan. Informasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah uraian proses kegiatan pembelajaran, kesulitan-kasulitan yang dihadapi siswa dalam setiap siklus tindakan serta hasil yang diperoleh sebagai akibat dari pemberian tindakan. Data yang disajikan dibuat penafsiran secara deskriptif dan evaluasi untuk merencanakan tindakan selanjutnya. Adapun cara pengukuran dari data penelitian disajikan dalam bentuk tabel nilai pelaksanaan pembelajaran, aktifitas belajar siswa, serta nilai hasil belajar siswa dapat dirincikan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA melalui Metode Demonstrasi

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA melalui Metode Demonstrasi

Akan tetapi pada kenyataan yang ditemui, tingkat aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA masih rendah. Peserta didik malu bertanya, jarang mengerjakan tugas dan hasil belajar KKM yang ditentukan 75 pada materi pembelajaran IPA tapi rata-rata hanya mendapat 74. Hal ini dikarenakan adanya faktor yang kurang mendukung yakni peneliti dalam proses pembelajaran kurang tepat dalam memilih metode dan pendekatan, serta kurangnya pengunaan alat peraga sehinga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang tidak menarik dan malas untuk berpikir aktif. Berdasarkan permasalahan di atas peneliti memperbaiki dengan menggunakan metode demonstrasi yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka peneliti merumuskan masalah umum dalam penelitian ini adalah “Apakah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ash-shalihin Ketapang?” Masalah khusus/Sub Masalah (a) Bagaimana peningkatan aktivitas belajar peserta didik pada materi hubungan makanan dengan kesehatan dikelas V Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ash-ShalihinKetapang?(b) Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi hubungan makanan dengan kesehatan dikelas V Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ash-Shalihin Ketapang?.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen Kelas V Sekolah Dasar

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen Kelas V Sekolah Dasar

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) berdampak pada perubahan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas dengan penekanan pada pengembangan kompetensi siswa. Penekanan pada kompetensi siswa berarti perlu pembelajaran di kelas lebih ditingkatkan, oleh karena itu Pembelajaran di kelas dalam pelaksanaannya diperlukan suatu pendekatan agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Pendekatan pembelajaran yang diperlukan tentunya suatu pendekatan yang mampu meningkatkan hasil siswa dalam belajar sehingga siswa mampu melakukan percobaan sendiri atau bersama teman dalam mencerna materi selama proses kegiatan belajar.Berdasarkan pada kenyataan yang terjadi di SDN 21 Reo Behe kelas rangkap juga menjadi permasalahan yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa, Sering terjadi juga materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang ditemui masih bersifat ceramah dan guru sering memberikan catatan tanpa menjelaskan materi tersebut, sehingga berdampak kurangnya hasil belajar siswa di kelas. sehingga dapat membuat siswa merasa jenuh, bosan, serta minat belajarpun menjadi berkurang. Adapun persentase yang didapat melalui hasil observasi awal adalah rata-rata hasil belajar dibawah KKM.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V A SD NEGERI 10 METRO TIMUR

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V A SD NEGERI 10 METRO TIMUR

Sudjana dalam Kunandar (2010: 276) yang mengemukakan bahwa hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu tes yang tersusun secara terencana, bentuk tes tertulis, tes lisan, maupun tes perbuaatan. Kemudian Depdikbud dalam Sesiria (2005: 12) juga berpendapat bahwa hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dari nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom dalam Sudjana (2010: 23) hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah yaitu ranah kognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut: (1) ranah kognitif yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi; (2) ranah afektif, yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima (reciving/attending), menjawab atau mereaksi (responding), menilai (valuing,), organisasi, internalisasi nilai/pembentukan pola; dan (3) ranah psikomotor, meliputi gerakan refleks, keterampilan pada gerakan-gerakan terbimbing, kemampuan perseptual (termasuk di dalamnya membedakan visual, auditif, motoris), dan gerakan-gerakan skill.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Demonstrasi di Kelas VI Sdn 7 Sungai Pinyuh

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Demonstrasi di Kelas VI Sdn 7 Sungai Pinyuh

Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam peserta didik hanya menjadi pendengar pasif sementara guru menyampaikan pelajaran, mendikte ataupun menulis di papan tulis, peserta didik bersifat ´WHNW ERRN´ pengetahuan peserta didik hanya bersumber dari materi yang ada di dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam yang menjadi buku panduan, sama sekali tidak dikaitkan dengan pengalaman yang dimiliki para peserta didik itu sendiri. Peserta didik tidak terlatih untuk dapat menemukan, dan memecahkan masalah secara kritis dan kreatif tentang isu-isu sosial yang sedang terjadi dalam masyarakat, Hal ini terlihat dari jumlah peserta didik yang kurang memahami materi yang diberikan, tidak berani untuk bertanya, kurang aktif menjawab pertanyaan yang diberikan tidak berani mengemukakan pendapat dan hasil pembelajaran yang rendah.Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan kurang bermakna bagi peserta didik
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas 1v Sdn 8 Sungai Pinyuh

Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas 1v Sdn 8 Sungai Pinyuh

Dilain pihak, Rohani (2004:96) menyatakan bahwa belajar yang berhasil mesti melalui berbagai macam aktivitas, baik aktivitas fisik maupun psikis. Aktifitas fisik ialah peserta didik giat aktif dengan anggota badan, membuat suatu bermain atau bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Kegiatan fisik tersebut sebagai kegiatan yang tampak, yaitu saat peserta didik melakukan percobaan, membuat konstruksi model dan lain-lain. Sedangkan peserta didik yang memiliki aktivitas psikis (kejiwaan) terjadi jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau banyak berfungsi dalam pengajaran.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar

Rencana Penelitian Tindakan Kelas disusun berdasarkan hasil pengamatan awal refleksi terhadap situasi pembelajaran IPA di kelas IV SDN 23 Delta pawan. Tahap pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam bentuk proses pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat dengan materi Pengaruh gaya terhadap gerak benda. Setiap pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan yaitu : kegiatan awal , kegiatan inti dan kegiatan akhir. Penelitian tindakan semua siklus dilakukan oleh guru mata pelajaran sebagai peneliti dan diobservasi oleh teman sejawat dengan menggunakan instrumen observasi yang telah disepakati antara peneliti dan kolaborator. Guru sebagai peneliti langsung melakukan pembelajaran tindakan dan pemantauan terhadap kegiatan-kegiatan peserta didik dengan instrumen yang telah dipersiapkan pada akhir siklus. Peserta didik diberi tes formatif untuk mengukur tindakan yang dilakukan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar

learning outcomes using the experimental method in class V Private Elementary Schools Divine Delta Pawan Nur Ketapang. The method used is descriptive method with a form of action research. The study was conducted in class V, with 20 students that describe the data obtained from several cycles. This research is implemented in two cycles. Based on cycle 1 result that can not be consistent with the allocation of time planned every stage of learning because students in the group are still awkward to use experimental methods, the skills of teachers to use the media in the trials for less good and true, student learning outcomes in cycle 1 with a mean which is still below the average 63 KKM who completed only by 40%. In the second cycle to be improved according to the results obtained reflection Cycle 1 students' learning outcomes with an average of 79, an increase of student learning outcomes in cycle 2 were completed by 16 to 80%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sdn 22 Pontianak Barat

Peningkatan Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sdn 22 Pontianak Barat

Patta Bundu (2006: 21) PHQ\DWDNDQ EDKZD ³,3$ GDUL DVSHN proses pada hakekatnya adalah metode untuk memperoleh pengetahuan dengan cara tertentu. Sedangkan Indrawati dalam Trianto,(2008:72) menyatakan bahwa, pengertian keterampilan proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep, prinsip atau teori untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan kata terhadap suatu penemuan. Wahyana dalam Trianto (2008: 72) mengemukakan bahwa keterampilan proses adalah keterampilan yang diperoleh dari latihan kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan- kemampuan yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Inkuiri di Sekolah Dasar

Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Inkuiri di Sekolah Dasar

Berdasarkan penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa :1. Perencanaan metode inkuiri yang mampu meningkatkan aktivitas siswa adalah berupa persiapan yang baik dalam menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang lengkap dan jelas berkaitan dengan aktivitas siswa dalam melakukan kegiatan. selain itu, kesesuaian perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan dan pengorganisasian materi ajar, pemilihan sumber/media pembelajaran,metode pembelajaran dan persiapan instrument penilaian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan dari perencanaan yang telah dibuat. 2. Pelaksanaan metode inkuiri yang mampu meningkatkan aktivitas siswa adalah diawali dengan pengulasan pengalaman langsung yang pernah dialami siswa dan mengarahkan perhatian siswa,sehingga siswa menjadi tertarik dan berperan aktif penuh dalam pembelajaran.Dilanjutkan dengan selalu mengikutsertakan siswa secara aktif guna mengembangkan kemampuan-kemampuan siswa dalam bentuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan,meminta siswa melakukan pengelompokan,menumbuhkan keaktifan siswa untuk mencatat hasil pengamatan dan memberikan kesempatan kepada siswa membuat kesimpulan. Selama pembelajaran berlangsung selalu memberikan arahan,bimbingan dan pengawasan penuh terhadap siswa,agar siswa benar-benar terkontrol dalam melakukan krgiatan. Keahlian dalam memberikan arahan serta bagaimana mengunakan media dan sumber pembelajaran menjadi kemampuan yang harus dikuasai sepenuhnya agar jalannya kegiatan pembelajaran dengan metode inkuiri yang dilaksanakan mampu mencapai tujuan yang diinginkan secara optimal.3. Aktivitas siswa melalui penerapan metode inkuiri pada pembelajran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas V SDN 04 Batu Ampar untuk aspek mengamati mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 27,77%, yang pada siklus I 61,11% menjadi 88,88% pada siklus II. Mengklasifikasi mengalami peningkatan sebesar 33,32%, yang pada siklus I 55,56% menjadi 88,88% pada siklus II. Mengkomunikasikan mengalami peningkatan sebesar 25,00%, yang pada siklus I 61,11% menjadi 86,11% pada siklus II. Menyimpulkan mengalami peningkatan sebesar 24, 99%, yang pada siklus I 66, 67% menjadi 91, 66% pada siklus II.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Abstrak: Tujuan peneliatian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang bercirikan percobaan untuk meningkatan aktifitas pembelajaran siswa kelas IV SDN 20 Mempawah Hilir. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat akan memudahkan pencapaian tujuan yang diinginkan pada saat penelitian berlangsung. Peneliti ingin menggunakan metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bersifat kolaborasi, yaitu kolaborasi antara peneliti dengan guru kolaborator (PTK). Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 20 Mempawah Hilir yang beralamat di JL. Raya Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 20 Mempawah Hilir yang berjumlah sebanyak 15 orang siswa Hasil penelitian tindakan kelas setelah dilaksanakan pada siklus I dan II mampu meningkatan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tes akhir siklus I dengan nilai rata-rata kelas 70,60 dan meningkat siklus II menjadi 77,30. Keberhasilan meningkatkan aktifitas belajar siswa dengan metode eksperimen diharapkan dapat memberikan satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects