Top PDF Peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik melalui metode inkuiri model Alberta

Peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik melalui metode inkuiri model Alberta

Peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik melalui metode inkuiri model Alberta

Berkaitan dengan uraian tersebut, salah satu pembelajaran yang digunakan adalah melalui metode pembelajaran inkuiri. Menurut Sumarna (2009: 2) pembelajaran dengan metode inkuiri merupakan kegiatan penyelidikan yang melibatkan proses mental peserta didik dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan kemampuan pemahaman secara kritis dalam penyelidikan terhadap berbagai konsep yang disajikan kemudian menyimpulkannya. Peserta didik dalam perspektif metode inkuiri dipandang sebagai peserta didik yang aktif, sedangkan guru berperan sebagai pembimbing, atau dengan kata lain sosok guru bukanlah sebagai pusat pembelajaran. Tahap-tahap metode inkuiri yang diterapkan dalam penelitian ini diadopsi dari metode inkuiri yang dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Alberta Learning yang berkedudukan di Canada, sehingga disebut metode inkuiri model Alberta. Donham (Alberta Learning, 2004: 7) mengatakan bahwa menyelesaikan suatu masalah dalam Metode Inkuiri Model Alberta ada enam tahap, yaitu: 1) Merencanakan (Planning), 2) Mengingat (Retrieving), 3) Menyelesaikan (Processing), 4) Mencipta (Creating), 5) Berbagi (Sharing), dan 6) Menilai (Evaluating). Dengan alasan inilah penulis mengambil metode inkuiri untuk menunjang supaya peserta didik menjadi aktif dalam proses pembelajaran melalui model Alberta dengan berdasarkan langkah-langkah yang sangat relevan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI MODEL ALBERTA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI MODEL ALBERTA.

atau pengetahuan tertentu berdasarkan dukungan dan kenyataan. Menurut Kuhne (Alberta Learning, 2004:1) proses pembelajaran dengan metode inkuiri dapat meningkatkan kreativitas, sikap positif dan meningkatkan rasa percaya diri, sehingga berdampak pada sikap kemandirian dalam belajar. Banyak sekali model inkuiri yang dikembangkan dibelahan dunia saat ini, diantaranya model inkuiri yang dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Alberta, di Alberta, Kanada. Sehingga selanjutnya disebut pembelajaran inkuiri model Alberta. Tahapan pembelajaran inkuiri model alberta menurut Donham (Alberta Learning, 2004:10) ada enam tahapan, yaitu merencanakan (planning), pengambilan (retrieving), menyelesaikan (processing), mencipta (creating), berbagi (sharing) dan menilai (evaluating) serta refleksi (Reflecting) di setiap tahap yang dilalui.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN - PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DIRECT INSTRUCTION (DI) - repo unpas

BAB 1 PENDAHULUAN - PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DIRECT INSTRUCTION (DI) - repo unpas

Pendidikan merupakan salah satu sector penting dalam pembangunan di setiap Negara. Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kecerdasan, berahlak mulia serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang mulia ini disusunlah kurikulum yang merupakan seperangakat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan, dan metode pembelajaran. Kurikulum digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUMON TERHAD

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUMON TERHAD

Proses berpikir yang dimiliki peserta didik dilibatkan dalam penyelesaian masalah matematika dengan menggunakan pemahaman matematis yang mereka peroleh. Perbedaan dalam proses berpikir selalu dimiliki oleh setiap peserta didik. Perbedaan proses berpikir yang terjadi dalam menyelesaikan masalah matematika disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kemampuan mereka dalam menerima dan memproses informasi yang telah diberikan oleh pendidik ketika proses pembelajaran berlangsung. Kemampuan ini dikenal sebagai gaya kognitif. Gaya kognitif merupakan cara peserta didik yang khas dalam belajar, baik yang berkaitan dengan cara penerimaan dan pengolahan informasi, sikap terhadap informasi, maupun kebiasaan yang berhubungan dengan lingkungan belajar (Dinda Pratiwi, 2015). Metode pengajaran yang dilakukan pendidik akan sangat efektif jika disesuaikan dengan gaya kognitif yang dimiliki oleh para peserta didiknya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

t mtk 1008902 chapter3

t mtk 1008902 chapter3

Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis antara sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri model Alberta pada kelas eksperimen dan metode konvensional pada kelas kontrol, maka dilakukan perhitungan gain ternormalisasi.

23 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DAN TIME TOKEN ARENDS (TTA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 16 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2017/2018 - Raden Intan Repository

MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DAN TIME TOKEN ARENDS (TTA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 16 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2017/2018 - Raden Intan Repository

Menurut Suharsimi Arikunto Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan. 1 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan Jenis eksperimen semu digunakan (quasi eksperimental design) yaitu bentuk desain eksperimen yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. 2 Eksperimen Penelitian ini menggunakan dua subjek penelitian yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran Scramble dan Time Token Arends (TTA) dan kelompok kontrol yang diberikan model pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

Penerapan Model Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi serta Mengurangi Kecemasan Matematis Peserta Didik SMK - repo unpas

Penerapan Model Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi serta Mengurangi Kecemasan Matematis Peserta Didik SMK - repo unpas

Penelitian ini fokus pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis, serta kecemasan matematis. Rancangan penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen dengan metode penelitian Mix Methods. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dengan terpilih 30 orang peserta didik kelompok eksperimen dan 31 orang peserta didik kelas kontrol pada kelas X RPL SMKS Prakarya Internasional Kota Bandung. Kelompok Eksperimen diberi pembelajaran model Accelerated Learning Cycle, sedangkan kelompok kontrol diberi pembelajaran biasa. Tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan komunikasi matematis, serta angket skala kecemasan digunakan sebagai instrumen penelitian.Data yang digunakan menggunakan uji perbedaan rata- rata Anova Dua Jalur (Kuantitatif) dan MannWhitney untuk melihat perbedaan kemampuan kedua kelompok berdasarkan Kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM) dan deskripsi (kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran model Accelerated Learning Cycle lebih baik secara signifikan daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran biasa:(b) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik KAM tinggi dan sedang, tinggi dan rendah, yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning Cycle lebih baik secara signifikan daripada peserta KAM sedang dan rendah yang memperoleh pembelajaran biasa(c) peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik KAM tinggi dan sedang, tinggi dan rendah, yang memperoleh pembelajaran Accelerated Learning Cycle lebih baik secara signifikan daripada peserta KAM sedang dan rendah yang memperoleh pembelajaran biasa: (d)Terdapat hubungan antar kemampuan pemecahan masalah kelas control dengan kecemasan.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI METODE IMKUIRI ALBERTA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI METODE IMKUIRI ALBERTA.

Penyerapan materi dan informasi siswa sangat bergantung pada cara mereka mengusahakannya dan hal itu memiliki konsekuensi yang luas terhadap keberhasilan mereka dalam pembelajaran. Di antara semua unsur yang membentuk gaya belajar siswa secara keseluruhan indera melihat, mendengar, menyentuh dan merasa mempengaruhi penyerapan informasi, ingatan, dan proses belajar. Penelitian yang dilakukan Howard Gardner (dalam Mulas, 2010) menunjukkan, gaya belajar siswa tercermin dari kecenderungan jenis kecerdasan visual yang dimiliki oleh siswa tersebut. Siswa yang memiliki kecenderungan kecerdasan visual-spasial, gaya belajarnya akan ditunjukkan dengan banyak mengingat apa yang dilihat dari pada apa yang didengar, senang membaca daripada dibacakan, senang menggambar dan mendesain serta senang berdemontrasi daripada ceramah. Gaya belajar ini menjadi modal untuk menerapkan gaya mengajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa tersebut yaitu melakukan pembelajaran denganMetode Inkuiri Model Alberta.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

t mtk 1008902 chapter5

t mtk 1008902 chapter5

2. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kedua kelas keduanya berada dalam kualifikasi sedang dengan selisih yang jauh berbeda.

2 Baca lebih lajut

t mtk 0909974 chapter5

t mtk 0909974 chapter5

4. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Walaupun demikian, kedua peningkatan tersebut (baik di kelompok kelas inkuiri atau konvensional) berada dalam kategori sedang.

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya hasil belajar siswa Sekolah Menengah Pertama dalam pelajaran matematika. Hal ini disebabkan masih terdapat siswa- siswa yang memiliki kemampuan pemahaman dan penalaran matematis yang rendah. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessement, Satisfaction) sebagai salah satu alternatif pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 di Cisarua Bandung Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) apakah peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model ARIAS lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran biasa; 2) apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa berdasarkan klasifikasi kemampuan awal matematis (atas, tengah dan bawah); 3) bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran ARIAS. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomised Pretest Postest Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu: 1) tes tertulis dalam bentuk uraian untuk mengukur kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa; dan 2) non tes dalam bentuk angket skala sikap dan lembar observasi. Analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas,uji homogenitas, uji perbedaan dua rata-rata dan uni Anova dua jalur.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

T MAT 1201096 Chapter5

T MAT 1201096 Chapter5

a. Pada pembelajaran Inkuiri Model Silver sebaiknya guru lebih memperhatikan tahap pengajuan masalah dan pemecahan masalah. Kedua tahap ini menjadi sangat penting karena pada tahap pengajuan masalah, siswa belajar menemukan dasar dari konsep sementara pada tahap pemecahan masalah siswa dapat mempelajari cara menerapkan konsep. Pada kedua tahap ini akan lebih baik jika ditunjang dengan masalah yang memerlukan representasi lebih banyak sehingga dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa.

3 Baca lebih lajut

T MAT 1201565 chapter5

T MAT 1201565 chapter5

2. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri model Alberta lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional ditinjau dari kategori KAM hanya berlaku pada kategori KAM sedang. Siswa kelas inkuiri model Alberta memperoleh skor n-gain 0,41 sedangkan kelas konvensional 0,23.

3 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI MATEMATISPESERTA DIDIK DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI KELAS XI MIA 5 SMAN 1 KEBOMAS - UMG REPOSITORY

KOMUNIKASI MATEMATISPESERTA DIDIK DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI KELAS XI MIA 5 SMAN 1 KEBOMAS - UMG REPOSITORY

karena terdapat satu langkah yang perhitungannya salah, tidak terdapat satuan, dan kalimat dalam kesimpulan sudah tepat namun jawabannya yang salah. Pada subjek RA, komunikasi matematis tulis yang dimiliki adalah: 1) Subjek dapat menuliskan ide-idenya dengan menggunakan bahasa, simbol, atau istilah-istilah dalam matematika namun terdapat sedikit kekurangan penulisan simbol pada sumbu koordinat x, y dan pada model matematika tidak memberikan simbol “ dx ” , 2) Subjek dapat membuat gambar dengan tepat namun tidak menuliskan langkah-langkah dalam menggambar tetapi dengan mencoba-coba sampai 3 kali sehingga dihasilkan gambar yang benar, 3) Subjek dapat menuliskan apa yang diketahui, ditanya dan langkah- langkah dalam menemukan jawaban sudah runtut meskipun ada satu tahap yang terlewatkan dan jawabannya sudah hampir benar namun terdapat kesalahan dalam menyederhanakan pecahan, 4) Subjek dapat menuliskan model matematika, namun ada satu tahap yang terlewatkan, 5) Subjek dapat memberikan solusi akhir yang hampir benar, tidak terdapat satuan, dan kalimat dalam kesimpulan sudah tepat. Hasil Komunikasi Matematis Tulis oleh Peserta Didik dengan Kemampuan Penalaran Matematis Rendah
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

T IPS 1308076 abstract

T IPS 1308076 abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pembelajaran IPS yang masih berpusat pada guru sehingga menyebabkan pasifnya peserta didik dalam pembelajaran yang mengakibatkankan rendahnya pemahaman konsep IPS dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran metakognisis melalui metode inkuiri terhadap peningkatan pemahaman konsep IPS dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatakan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi dan desain Non Equivalent Control Group Design . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 2 Menes yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah seluruh peserta didik sebanyak 100 orang. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling yang menghasilkna dua kelas sampel. Kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran metakognisi melalui metode inkuiri sedangkan Kelas VII A dijadikan sebagai kelas kontrol yang menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen soal-soal tes pemahaman konsep IPS yang berupa soal pilihan ganda dan soal-soal tes keterampilan berpikir kritis berupa soal essay yang selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Data angket dan lembar observasi dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pembelajaran metakognisi melalui metode inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep IPS dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Namun berdasarkan perhitungan statistik dengan uji independent t-test menunjukan bahwa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan kedua metode sama-sama menerapkan paradigma kontruktivisme dalam kegiatan pembelajaran, peerta didik ditempatkan sebagai subyek belajar, peserta didik memanfaatkan berbagai sumber dan media dalam pembelajaran. Tanggapan peserta didik terhadap penerapan pembelajaran metakognisi melalui metode inkuiri menunjukan respon yang baik dengan ditunjukan oleh hasil angket bahwa sebagian besar peserta didik menyukai pembelajaran metakognisi melalui inkuiri, lebih antusias dan aktif dalam kegiatan belajar, merasa tertantang dalam mempelajari materi IPS . Sedangkan tanggapan guru terhadap pembelajaran menunjukan sikap yang baik dengan dicirikan oleh pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana dan mampu meningkatkan aktifitas peserta didik dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S GEO 1206546 Chapter1

S GEO 1206546 Chapter1

peserta didik miliki. Dengan demikian, maka dilakukanlah penelitian untuk menerapkan model inkuiri dan mengetahui kemampuan berpikir kreatif dalam bentuk studi kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunkaan model inkuiri terbimbing sebagai treatment untuk kelompok eksperimen. Oleh karena itu disusunlah sebuah penelitian dengan judul “Pengaruh Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta didik dalam Pembelajaran Geografi”.

7 Baca lebih lajut

Tidak Tuntas ( < 75) Jumlah Persentase Jumlah Persentase

Tidak Tuntas ( < 75) Jumlah Persentase Jumlah Persentase

Model pembelajaran merupakan suatu yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Suasana belajar dan keberhasilan belajar peserta didik dapat dipengaruhi dari pemilihan model pembelajaran yang tepat, sehingga tujuan pembelajaran yang ditetapkan akan tercapai. Terdapat berbagai macam model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif bagi pendidik untuk menjadikan kegiatan pembelajaran di kelas agar efektif dan optimal. Salah satunya yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Strategi Pembelajaran Heuristic Vee terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Farida

Pengaruh Strategi Pembelajaran Heuristic Vee terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Farida

114 pembentukan pengetahuan baru sehingga dapat digunakan dalam memecahkan masalah- masalah baru, setelah terbentuknya pemahaman dari sebuah kons ep, peserta didik dapat memberikan pendapat, menjelaskan suatu konsep. Hal ini memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada peserta didik bukan hanya sebagai hafalan. Matematika tidak ada artinya bila dihafalkan, namun lebih dari itu dengan pemahaman peserta didik dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri. Selain kemampuan pemahaman konsep matematis, kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika sangatlah penting. Hal ini karena melalui komunikasi matema tis siswa dapat mengorganisasikan berpikir matematisnya baik secara lisan maupun tulisan. Disamping itu, siswa juga bisa memberikan respon yang tepat antar siswa dan media dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

t mtk 0907550 chapter5

t mtk 0907550 chapter5

2. Karena pembelajaran kooperatif berbantuan Maple dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, maka perlu dukungan dari lembaga/instansi terkait untuk mensosialisasikan penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan Maple di sekolah melalui MGMP, seminar, lokakaya, atau melalui pelatihan guru, selain itu kelengkapan saranan dan prasarana juga harus diperhatikan karena pembelajaran ini menuntut penggunaan computer sebagai salah satu pelengkapnya.

3 Baca lebih lajut

BAB I - BAB I & II

BAB I - BAB I & II

Dalam NCTM (1989) dijelaskan bahwa saat peserta didik mempelajari matematika sebagai alat komunikasi (mathematics as communications) harus mampu (1) memodelkan situasi-situasi dengan menggunakan lisan, tulisan, gambar, grafik dan metode-metode aljabar, (2) memikirkan dan menjelaskan pemikiran mereka sendiri tentang ide-ide dan situasi –situasi matematis, (3) mengembangkan pemahaman umum terhadap ide-ide matematis, termasuk peran-peran definisi, (4) menggunakan keterampilan membaca, mendengarkan,dan melihat untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi ide-ide matematis, (5) mendiskusikan ide-ide matematis dan membuat dugaan-dugaan dan alasan-alasan yang meyakinkan dan (6) menghargai nilai notasi matematika dan perannya dalam perkembangan ide-ide matematika.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...