Top PDF Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik Melalui Peningkatan Motivasi Spiritual

Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik Melalui Peningkatan Motivasi Spiritual

Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik Melalui Peningkatan Motivasi Spiritual

Hasil pengujian terhadap variabel kemampuan menunjukkan bahwa variabel kemampuan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini terbukti dengan ditunjukkannya pengaruh negatif dan tidak signifikan, di mana nilai t= -0,908 dan P= 0,370 (P < 0,05). Anomali yang muncul yakni dengan munculnya arah negatif pada nilai t dapat diabaikan, hal ini mengacu pada nilai P atau signifikansinya yang lebih besar dari nilai patokan yakni 0,05. Akan tetapi, penyebab munculnya nilai negatif dapat disebabkan rendahnya nilai masing-masing dimensi dalam kemampuan yakni kesanggupan kerja, pendidikan, dan masa kerja. Selain itu pola penempatan pegawai yang tidak mempertimbangkan faktor ketrampilan pegawai juga dapat menyebabkan hal yang demikian dapat terjadi. Fakta ini sesuai dengan pendapat dari Keith Davis (Mangkunegara 2005:13) yang menyatakan bahwa Ability = Knowledge + Skill. Penyebab lain munculnya nilai negatif juga patut diduga karena sedikitnya jumlah populasi dan sampel penelitian. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan secara mandiri tidak mampu mempengaruhi kinerja pegawai. Dapat dikatakan juga bahwa pengetahuan (knowledge) yang baik dari seorang pegawai tidak akan membantu pegawai dalam menyelesaikan berbagai tugas yang menjadi tanggung jawabnya, apabila tidak disertai dengan ketrampilan (skill), dan dorongan (motivasi) yang baik pula dari pegawai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar).

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar).

sejauh mana pengaruh sistem informasi berbasis komputer terhadap kinerja seseorang masih perlu penyelidikan lebih lanjut. Hal ini disebabkan oleh kinerja seseorang yang menggunakan sistem informasi berbasis komputer dipengaruhi oleh banyak faktor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan sistem informasi berbasis komputer diharapkan bisa meningkatkan kinerja karyawan. Loudon (1991) dalam Haryanto (2002) menyatakan bahwa pelaksanaan sistem informasi yang baik memerlukan koordinasi dari tiga komponen utama, yaitu faktor manusia, teknologi, dan organisasional.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Pelayanan publik menurut Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No: 63/Kep/M.PAN/7/2003 adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara layanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima layanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang- undangan. Menteri Pendayagunaan Aparat Negara dalam Keputusan No. 6 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik, menyatakan bahwa “Hakikat layanan publik adalah pemberian layanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan dari kewajiban aparatur pemerintah
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Pelayanan publik merupakan segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam bentuk barang dan jasa. Pelayanan ini diselenggarakan baik dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun sebagai pelaksanaan ketentuan perundang – undangan. Pelaksanaan pelayanan publik merupakan bagian dari penyelenggaraan pemerintahan negara yang menjadi tanggungjawab Pemerintah (eksekutif) Pasal 4 UUD 1945. Pelayanan yang berkualitas merupakan bentuk dari sebuah janji pelayanan yang tercermin dari upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menghasilkan produk yang bermutu/berkualitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dari gambaran tersebut , bahwa pelayanan harus memenuhi kriteria sebagai berikut : Tangibles, Reliability, Responsivines, Assurance, Emphaty. Dari laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2012 dari target Rp. 23.187.392.532,- yang terealisasi adalah Rp. 23.622.308.246,- dan tahun 2013 target Rp. 42.180.400.000,- yang terealisasi adalah Rp. 35.018.175.219,- , maka kota Padangsidempuan dituntut agar berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan data serta pengamatan yang peneliti lakukan, peneliti menemukan ada beberapa permasalahan menyangkut pelayanan yang dilakukan Dinas Pendapatan Pengolahan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padangsidempuan sebagai pemberi layanan. dengan demikian peneliti mencari tahu bagaimana” Kinerja Pelayanan Publik Terhadap Pelayanan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) kota Padangsidimpuan dalam meningkatkan PAD”. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan didukung dengan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil kuisioner dan data sekunder diperoleh dari data pengolahan data, dalam penelitian ini menggunakan penghitungan komputerisasi program SPSS ( Statistical Product a nd Service Solution ) pada tahap akhir dengan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kinerja Pelayanan Publik Terhadap Pelayanan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) kota Padangsidimpuan dalam meningkatkan PAD masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Hal ini terlihat dari : Tangibles, Reliability, Responsivines, Assurance, Emphaty.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

6. Bapak Drs. H. Zulkarnaen Nasution.MM (Walikota Padangsidimpuan 2001-2012) dan Bapak H.Asli Rangkuti.SH (Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Padangsidimpuan 2004-2012) yang telah memberikan dorongan dan motivasi serta kesempatan tugas belajar kepada penulis. 7. Terima kasih khusus penulis ucapkan kepada kedua orang tua ku “Drg. Zul

16 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK (Survei pada Pegawai Pemerintah Kota Surakarta).

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK (Survei pada Pegawai Pemerintah Kota Surakarta).

Pada bab ini memuat teori–teori yang relevan dengan penelitian : memuat konsep Electronic Government (e- Government), Pelayanan Publik, Sistem, Informasi, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Kinerja Pelayanan Publik. METODA PENELITIAN

8 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

kepemilikan pelanggan. Sinambela (2010), pada dasarnya setiap manusia membutuhkan pelayanan, bahkan secara ekstrim dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Menurut Kotlern dalam Sampara Lukman, pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik. Selanjutnya Sampara berpendapat, pelayanan adalah sutu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antarseseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan. Sementara itu, istilah publik berasal dari Bahasa Inggris public yang berarti umum, masyarakat, negara. Kata publik sebenarnya sudah diterima menjadi Bahasa Indonesia Baku menjadi Publik yang berarti umum, orang banyak, ramai. Inu dan kawan-kawan mendefinisikan publik adalah sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berpikir, perasaan, harapan, sikap atau tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai norma yang merasa memiliki. Oleh karena itu pelayanan publik diartikan sebagai setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap sejumlah manusia yang memiliki setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik. Lebih lanjut dikatakan pelayanan publik dapat diartikan, pemberi layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Reformasi Birokrasi Pemerintahan Daerah dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Reformasi Birokrasi Pemerintahan Daerah dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Selanjutnya untuk mendorong percepatan Penerapan SPM pada pemerintah daerah Kemendagri tertuang menerbitkan Surat Edaran Mendagri Nomor 100/1023/SJ tanggal 26 Maret 2012 tentang Percepatan Pelaksanaan Penerap- an dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal di Daerah dengan pokok substansi sebgai berikut: 1) Percepatan penerapan SPM merupa- kan salah satu kebijakan prioritas nasional yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintahan Daerah. 2) Bupati/Walikota agar melaporkan perkembangan pelaksanaan dan pencapaian SPM pada tahapan sosialisasi, penghitungan pembiayaan, dan penerapan SPM dalam perencanaan dan anggaran daerah serta kinerja pencapaian SPM. Implementasi SPM yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat menjadi tolak ukur kinerja pemerintah daerah terhadap mutu dan jenis pelayanan yang di- berikan kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penyelesaian Permohonan Pendaftaran Paten dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik

Penyelesaian Permohonan Pendaftaran Paten dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik

Dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh Tim Pengkajian, maka dapat diuraikan beberapa butir kesimpulan sebagai berikut: bahwa implementasi proses permohonan pendaftaran paten yang dilakukan pasca berlakunya UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten di DJKI maupun Kanwil belum baik sehingga perlu ditingkatkan lagi, hal ini terjadi karena lemahnya fungsi koordinasi dan sinergitas antara DJKI dengan Kanwil serta instansi terkait yang ada di daerah. Sosialisasi yang selama ini dilakukan belum mampu meningkatkan pemahaman stakeholder terkait di daerah dalam hal prosedur pendaftaran hingga keluarnya sertifikatPaten sehingga diperlukan penguatan kinerja organisasi dan perluasan wewenang Kanwil di daerah terkait layanan KI. Pelayanan KI selama ini belum mengalami perubahan yang signifikan terhadap peningkatan layanan publik karena belum diimplementasikannya dengan baik prinsip-prinsip pelayanan publik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hubungan Reformasi Pelayanan Publik Terhadap Peningkatan Pajak Kendaraan Bermotor

Hubungan Reformasi Pelayanan Publik Terhadap Peningkatan Pajak Kendaraan Bermotor

Reformasi administrasi negara merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan negara. Reformasi administrasi negara terjadi karena perubahan dan modernisasi administrasi negara tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntutan keadaan, karenanya diperlukan usaha yang sadar dan terencana untuk mengubah struktur dan prosedur birokrasi, meningkatkan efektifitas organisasi sehingga dapat diciptakan administrasi negara yang sehat dan terciptanya tujuan pembangunan nasional. Dalam masa transisi (seperti Indonesia) sebaiknya reformasi administrasi negara diawali dengan reformasi prosedur untuk memperbaiki sistem baru diikuti dengan peleturan struktur organisasi, teknik, dan metoda serta modifikasi-modifikasi sesuai dengan kondisi lingkungan, sedangkan reformasi kinerja biasanya harus direkayasa melalui program-program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan. “Terdapat tipe reformasi administrasi negara, terutama di negara-negara berkembang, antara lain : perubahan kelembagaan, perubahan sistem manajemen, peningkatan profesionalisme SDM, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan penerapan prinsip desentralisasi.” 3
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KINERJA SDM MELALUI MOTIVASI SPIRITUAL BERBASIS DISIPLIN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH - Unissula Repository

PENINGKATAN KINERJA SDM MELALUI MOTIVASI SPIRITUAL BERBASIS DISIPLIN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH - Unissula Repository

Hasil pengujian sobel test menunjukkan bahwa motivasi spiritual mampu menjadi variabel intervening antara disiplin kerja dengan kinerja SDM, artinya semakin tinggi disiplin kerja pegawai, maka akan semakin mendorong para pegawai untuk lebih berbuat atau beramal baik terhadap organisasi sehingga akan berdampak pada pencapaian kinerja yang dihasilkan secara maksimal. Motivasi spiritual mampu menjadi variabel intervening antara gaya kepemimpinan dengan kinerja SDM, artinya semakin meningkat gaya kepemimpinan, maka akan semakin meningkat keberadaan pemimpin dalam mengkoordinir seluruh aktivitas organisasi serta mengarahkan pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga akan mendorong para pegawai untuk lebih berbuat baik dalam upaya peningkatan pegawai secara maksimal.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

RINGKASAN EKSEKUTIF PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DITJEN SDPPI MELALUI SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DAN INDEKS INTEGRITAS PELAYANAN PUBLIK

RINGKASAN EKSEKUTIF PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DITJEN SDPPI MELALUI SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DAN INDEKS INTEGRITAS PELAYANAN PUBLIK

Kuadran ini memuat indikator-indikator kepuasan masyarakat/pengguna layanan yang dianggap penting (Harapan Tinggi), tetapi pada kenyataannya indikator- indikator tersebut belum sesuai dengan Harapan pengguna layanan (Kinerja Rendah). Indikator-indikator yang termasuk dalam kuadran I ini harus menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan (Improvement) pelayanan dimasa yang akan datang.

24 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA FRONT OFFICE YANG BERDAMPAK PADA KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

PENGARUH MOTIVASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA FRONT OFFICE YANG BERDAMPAK PADA KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

suatu pendorong untuk membuat seseorang termotivasi.Faktor pendorong ini dapat berupa pujian, penghargaan, jabatan, hadiah, uang, insentif, gaji besar dan sebagainya.Motivasi ekstrinsik memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang mengubah keinginannya.Motivasi ekstrinsik menjadikan seseorang bisa berubah pikiran karena adanya faktor pendorongan dari motivasi ini.Teori motivasi Herzberg memprediksikan bahwa motivator hanya terdapat pada kondisi intrinsik,tidak terdapat pada kondisi ekstrinsik pekerjaan. Dengan demikian,proposisi teori motivasi Herzberg yang berfokus pada faktor intrinsik tidak sepenuhnya dapat menjelaskan kualitas pelayanan perizinan karena adanya respek terhadap motivasi material (motivasi ekstrinsik) sebagaimana ditemukan juga pada konteks yang lain oleh Makki&Abid (2017)&Metetal,(2017).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto

Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto

10. Orang tua tercinta, ayahanda H. Syamsuddin dg Rumbu dan Ibunda Hj. Bungaraja dg Bollo ucapan terima kasih yang tak terhingga atas jerih payahnya yang telah membesarkan, mencurahkan kasih sayangnya serta mendoakan, memberikan dukungan moril, motivasinya dan membiayai pendidikan penulis dan juga tante penulis Hj. Nurhana dg Dingin yang turut membiayai pendidikan penulis, sehingga penulis dapat meneyelesaikan studi. Kakak peneliti Sudharmono, S.Pd., M.Hum. Susriantika Syam dan Suehartono Syam, S.Sos, M.Pd yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dan motivasi bagi penulis untuk menyelesaikan studi.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Output Program Love Jamsostek dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Output Program Love Jamsostek dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Kepuasan masyarakat merupakan jawaban terhadap tingkat kinerja PT. Jamsostek Persero Kacab Malang. Respon dari masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu masukan bagi bagi perbaikan kinerja. Dalam hal ini peneliti telah melakukan wawancara dengan 6 pemohon saat melakukan pengurusan JKK, 4 diantara mereka sudah cukup baik, transparan dan memberikan kepuasan pada masyarakat pengguna jasa. 2 lainnya memberikan kritik atas pelayanan yang diberikan oleh PT. Jamsostek Persero kacab Malang. Selain berkutat pada faktor internal, langkah-langkah strategis peningkatan kualitas pelayanan juga menjamah pada faktor eksternal (masyarakat). Keterlibatan masyarakat disini sangatlah penting karena posisi masyarakat dipandang tidak hanya sebagai pengguna layanan (customer), tetapi juga dipandang sebagai warga negara yang memiliki negara (owner)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peningkatan Kinerja Layanan Organisasi Publik Melalui Penerapan Manajemen Stratejik

Peningkatan Kinerja Layanan Organisasi Publik Melalui Penerapan Manajemen Stratejik

Organisasi publik mempunyai karakteristik yang berbeda dari organisasi privat. Berikut ini beberapa karakteristik menurut Anthony dan Young dalam Salusu (2003) penekanan organisasi sektor publik dapat diklasifikasikan ke dalam 7 hal yaitu: 1) Tidak bermotif mencari keuntungan, 2) Adanya pertimbangan khusus dalam pembebanan pajak, 3) Ada kecenderungan berorientasi semata mata pada pelayanan, 4) Banyak menghadapi kendala yang besar pada tujuan dan strateji, 5) Kurang banyak menggantungkan diri pada kliennya untuk mendapatkan bantuan keuangan, 6) Dominasi profesional, 7) Pengaruh politik biasanya memainkan peranan yang sangat penting.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Ketanggapan sikap yang ditunjukan petugas dalam menanggapi permintaan pelanggan tanpa diganggu kesibukan yang terlalu padat sudah sangat baik.. Kepercayaan yang diberikan pelanggan terha[r]

4 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kristiadi, J, 1998, Deregulasi dan Debirokratisasi dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan, Pengembangan Administrasi di Indonesia, LP3ES, Jakarta.. Lebouf, Michel, 1992, Memenangkan dan[r]

3 Baca lebih lajut

Kedisiplinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pelayanan Publik

Kedisiplinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pelayanan Publik

Pada satu sisi, motivasi dipandang sebagai bagian integral dari administrasi kepegawaian dalam rangka peningkatan kinerja, selain itu motivasi sendiri merupakan suatu usaha positif dalam menggerakkan, mengerahkan dan mengarahkan daya dan potensi tenaga kerja agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan sebagai kebutuhan sekaligus sebagai perangsang untuk dapat menggerakkan, mengerahkan dan mengarahkan potensi serta daya kerja manusia tersebut ke arah yang diinginkan. (Zainun, 2004) Pada umumnya disiplin yang baik apabila pegawai datang ke kantor ataupun perusahaan dengan teratur dan tepat waktu. Mereka berpakaian serba baik pada tempat bekerjanya. Mereka menggunakan bahan – bahan dan perlengkapan dengan hati – hati. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa pengaruh yang diberikan oleh motivasi kerja dan disiplin kerja sangatlah besar, dengan ditunjukkannya nilai determinasi berganda 85,7%. Sedangkan 14,3% lainnya diperoleh dari variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects