Top PDF Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan Di SDN 4 Sumberrejo Kab. Malang

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan Di SDN 4 Sumberrejo Kab. Malang

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan Di SDN 4 Sumberrejo Kab. Malang

30 Oktober 2010. Penelitian ini dilaksanakan sendiri oleh Tim Pengembang SDN 4 Sumberrejo yang terdiri dari Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Waka Kesiswaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan melaksanakan supervisi akademik yang meliputi supervisi tradisional dan supervisi klinis. Pengidentifikasian masalah dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan data penyerahan perangkat pembelajaran tahun pelajaran 2009/2010. Ini dilakukan pada bulan Agustus 2010. Penyusunan proposal dilaksanakan oleh peneliti pada tanggal 26 Agustus 2010 dengan judul “Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik Yang Berkelanjutan Di SD Negeri 4 Sumberrejo Kabupaten Malang ”. Mempersiapkan instrument, Pada tahap ini, peneliti menyiapkan seluruh instrument penelitian berupa lembar pengamatan supervisi yang terdiri dari data jumlah guru yang membuat silabus dan RPP dan data kualitas silabus dan RPP yang dibuat oleh guru. Pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dilaksanakan pada minggu ke-2 Oktober 2010.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan Rpp melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan di SMA Negeri 1 Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan Rpp melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan di SMA Negeri 1 Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peningkatan prosentase kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP setelah supervise akademik berkelanjutan kepada guru yang sudah menyusun silabus dan RPP di tahun sebelumnya dan pada guru yang belum menyusun silabus dan RPP. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 1 Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan. Waktu pelaksanaan dilaukan selama satu bulan mulai tanggal 1 s/d. 31 Oktober 2016. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan melaksanakan supervise akademik yang meliputi supervise tradisional dan supervise klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di SMA Negeri 1 Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah silabus guru yang baik dari 60% menjadi 80% setelah supervise akademik. Selain itu jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 44% menjadi 89%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik Berkelanjutan di SDN 2 Ngadisanan Sambit

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik Berkelanjutan di SDN 2 Ngadisanan Sambit

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendiskripsikan pelaksanaan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP melalui supervisi akademik berkelanjutan di SDN 2 Ngadisanan Sambit. 2) mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP melalui supervisi akademik berkelanjutan . Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Ngadisanan, Sambit, Ponorogo selama enam bulan tahun 2019. Subyek guru kelas satu sampai enam. Pengambilan data secara diskriptif kualitatif, jenis penelitian tindakan sekolah (PTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru menyusun Silabus dan RPP. Peningkatan ini dibuktikan pada tahap praobservasi menunjukan bahwa instrumen telaah RPP kemampuan guru dalam kategori kurang, nilai 65% dibandingkan dengan kompetensi lain. Pada siklus I ada peningkatan, nilai rata-rata kompetensi guru pada telaah RPP sudah mencapai 80% dengan kreteria cukup. Kompetensi guru dalam penyusunan RPP dan silabus pada siklus 2 setelah diadakan supervisi akademik dan tindak lanjut nilai rata- rata telah mencapai 85% pada telaah RPP dengan kreteria baik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kata Kunci: Kompetensi Guru, Supervisi Akademik, Silabus Dan RPP PENDAHULUAN - UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SDN 09 KOTO PULAI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR

Kata Kunci: Kompetensi Guru, Supervisi Akademik, Silabus Dan RPP PENDAHULUAN - UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SDN 09 KOTO PULAI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR

Sejalan dengan itu Finch & Crunkilton (1979:222), sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan.Sofo (1999:123) mengemukakan “ A competency is composed of skill, knowledge, and attitude, but in particular the consistent applications of those skill, knowledge, and attitude to the standard of performance required in employment ” . Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan, keterampilan dan sikap, namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Silabus dan Rpp melalui Supervisi Akademik di SD N Gambiran YOGYAKARTA Tahun 2016

Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Silabus dan Rpp melalui Supervisi Akademik di SD N Gambiran YOGYAKARTA Tahun 2016

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya mengenai Penelitian Tindakan Sekolah yang berjudul “Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan di SD Gambiran, maka dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar Gambiran UPT Pengelola TK/ SD Wilayah Timur. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil skor yang diperoleh baik pada siklus pertama dan siklus kedua. Prosentase ketuntasan guru dalam menyusun silabus dan RPP pada siklus I menunjukkan angka sebesar 55%, dan pada siklus II sebesar 85%. Dengan demikian terdapat peningkatan ketuntasan dari siklus pertama ke siklus kedua.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Supervisi Akademik Berkelanjutan Terhadap Kompetensi Guru SMK dalam Menyusun Sillabus dan RPP

Pengaruh Supervisi Akademik Berkelanjutan Terhadap Kompetensi Guru SMK dalam Menyusun Sillabus dan RPP

o Untuk mengecek originalitas silabus dan RPP yang disusun guru, kepala sekolah melakukan supervise kelas. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan rencana yang dimuat dalam silabus dan RPP dengan penerapannya di kelas. Jika sesuai maka dapat dipastikan, kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP tersebut benar (bukan jiplakan atau dibuatkan orang lain). Jika banyak ketidaksesuaian maka ada kemungkinan silabus dan RPP tersebut dibuatkan oleh orang lain.

6 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan Sdn 007 Panipahan Darat

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan Sdn 007 Panipahan Darat

This research is based on observation in SD Negeri 007 Panipahan Darat got problem as follows: (1) low of teacher competency in menyuun lesson plan especially syllabus and RPP; (2) the number of teachers preparing the syllabus and lesson prior to teaching is still not maximal, only 60%; (3) in terms of quality, syllabus and good RPP only reaches 30% of the syllabus and RPP made by the teacher; (4) difficulty of principals in evaluating teacher performance; (5) the difficulty of the principal evaluating the learning outcomes. This study aims to increase the competence of teachers in preparing learning tools. In cycle 1 the number of teachers who collect syllabus and RPP at the beginning of cycle 1, it can be seen that with the information of academic supervision on the teacher can increase the quantity of teachers who make syllabus and RPP previously only 62%, increased quantity to 74,25%. The results of the revised syllabus and RPP analysis show an increase in the quality of syllabus and RPP where the quality of A and B increased from 28 and 44 to 75 and 73%. From this it is also seen that the number of teachers who collect syllabus and RPP samples to 100%. Based on the result of this research, researcher can conclude that academic supervision continuously proven scientifically can improve teacher competence in arranging syllabus and RPP in SD Negeri 007 Panipahan Darat. This is evidenced by the increasing number of good syllabus teachers from 28% to 75% after academic supervision. In addition, the number of good quality RPP also increased from 44% to 73%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Mengembangkan Silabus melalui Supervisi Akademik Kolaboratif di MI se-Kecamatan Semanu

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Mengembangkan Silabus melalui Supervisi Akademik Kolaboratif di MI se-Kecamatan Semanu

Untuk memberikan penilaian tentang keberhasilan tindakan pada masing- masing siklus penelitian, peneliti memerlukan kriteria keberhasilan. Menurut Popham (1995), kriteria untuk mengambil keputusan dapat dikembangkan sendiri atau atas kesepakatan bersama sesuai dengan teori-teori yang mendukung. Berdasarkan hasil kesepakatan dengan peserta penelitian, kriteria keberhasilan ditetapkan sesuai dengan kriteria penilaian kinerja guru sesuai dengan Bab VII pasal 15 ayat 2 permenpan nomor 16 tentang jabatan fungsional guru dan angka kredit, sebagaimana berikut : nilai 91 sampai dengan 100 disebut amat baik; nilai 76 sampai dengan 90 disebut baik; nilai 61 sampai dengan 75 disebut cukup; nilai 51 sampai dengan 60 disebut sedang; dan nilai sampai dengan 50 disebut kurang.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD MELALUI SUPERVISI AKADEMIK

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD MELALUI SUPERVISI AKADEMIK

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa guru merupakan tenaga profesional yang harus memiliki dan menguasai pengetahuan, keterampilan dan perilaku untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam mengemban tugasnya guru perlu memiliki kompetensi meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dari empat kompetensi tersebut, dalam penelitian ini kompetensi pedagogik menjadi salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan karena sesuai dengan kebutuhan seperti telah dipaparkan pada bagian latar belakang masalah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SD Melalui Supervisi Akademik

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SD Melalui Supervisi Akademik

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas VI SD Negeri 2 Bengle melalui supervisi akademik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas. Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa: 1) instrument penilaian kemampuan guru dalam mengembangkan silabus, 2) instrument penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran, 3) instrument penilaian kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, peningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa supervisi akademik dapat: a) meningkakan kemampuan guru kelas VI dalam mengembangkan silabus di SD Negeri 2 Bengle, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 41%. b) meningkakan kemampuan guru kelas VI dalam menyususn rencana pembelajaran di SD Negeri 2 Bengle, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 39%. c) meningkakan kemampuan guru kelas VI dalam melaksanakan pembelajaran di SD Negeri 2 Bengle, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 34%
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH BINAAN PASAMAN BARAT

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH BINAAN PASAMAN BARAT

Guru adalah suatu profesi yang sangat mulia, di pundak para guru maju mundur pendidikan itu akan terbaca. Di dalam masyarakat guru dipandang orang yang serba bisa, mumpuni di bidang apa saja, oleh karena itu guru harus mampu menunjukan berfikir cerdas, berkepribadian mulia, budi perkerti luhur, prilaku jujur, dan rasa sosial nyata. Kurang mampunyai guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini disebabkan berbagai macam faktor. Lewat tanya jawab lisan, hal tersebut disebabkan karena terlalu banyak syarat administrasi sehingga untuk mencari jalan yang praktis, informasi yang diterima lewat pendidikan dan pelatihan belum tuntas secara mendalam sehingga pemahaman materi masih mengambang, kesibukan pribadi di luar kedinasan tidak bisa di tinggalkan sehingga tidak ada kesempatan untuk mempelajari sendiri di rumah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Permendiknas ini merupakan upaya yang sangat penting untuk meng- hasilkan kepala sekolah/madrasah yang kuat di dalam mewujudkan kualitas siswa yang diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

6 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kompetensi Guru Sdn 007 Kampung Baru Kecamatan Cerenti dalam Menyusun Perencanaan Pembelajaran Melalaui Supervisi Akademik

Meningkatkan Kompetensi Guru Sdn 007 Kampung Baru Kecamatan Cerenti dalam Menyusun Perencanaan Pembelajaran Melalaui Supervisi Akademik

Pada tahap perencanaan menyusun sap untuk program yang akan dilaksanakan, menyusun instrumen serta menetapkan waktu pelaksanaan kegiatan. pada tahap pelaksanaan dan pengamatan peneliti memberikan RPP yang telah disusun sesuai dengan standar yang telah ditetapkan kemudian guru diminta untuk mempelajari RPP tersebut serta meminta guru untuk menganalisanya serta memberikan tanggapan tertulis terhadap apa yang ada dalam RPP, kemudian peneliti mengumpulkan guru dan berdiskusi tentang apa yang telah mereka pelaari dari contoh yang di berikan. Pada tahap diskusi ini peneliti juga melakukan pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menganalisa RPP yang diberikan. Tindakan selanutnya setelah diskusi guru diminta untuk merancang RPP untuk 1 Kompetensi Dasar dengan materi diserahkan kepada masing-masing guru. Hasil kerja guru dikumpulkan untuk diberikan penilaian sesuai dengan lembar observasi RPP yang telah disediakan. Pada tahap refleksi melakukan refleksi terhadap hasil analisa guru serta hasil penilaian lembar observasi yang akan digunakan untuk menentukan rencana selanjutnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Sasaran dalam Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik di SMPN 4 Praya

Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Sasaran dalam Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik di SMPN 4 Praya

upaya meningkatkan kompetensi guru Sasaran dalam pembelajaran di kelas, yang manfaatnya bagi Kepala sekolah adalah untuk mengetahui peningkatan guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya ada empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil nilai rata-rata guru dalam proses pembelajaran mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 70,00 (kategori baik). Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,80), observasi guru rata-rata (3,00) dan hasil supervisi akademik di sasaran rata-rata nilai (66,12). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,40) dengan prosentase ketercapaian (100%), observasi guru rata-rata (4,25) dengan prosentase ketercapaian (100%) dan hasil supervisi akademik di sasaran rata-rata nilai (84,92) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; Hasil penelitian pada siklus ke 2 menunjukkan peningkatan kompetensi guru sasaran dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran sejenis agar melakukan proses pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah direncanakan dengan baik, tanggung jawab, bersunggung-sungguh demi peningkatan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan bidang studi/mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 2 Paokmotong

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 2 Paokmotong

Kompetensi wawasan pendidikan merupakan bagian yang harus dikuasai guru sebelum action di depan anak. Guru harus memahami landasan pendidikan, kebijakan pendidikan, perkembangan siswa, pendekatan pembelajaran, menerapkan bekerja sama dalam pekerjaan, dan memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan. Untuk memahami hal tersebut, guru wajib belajar perkembangan ilmu pendidikan dan pengetahuan karena ilmu pendididkan sekarang berkembang dengan pesat. Dahulu pembelajaran dengan sistem theacher center sangat tepat, tetapi pembelajaran itu sekarang ternyata kurang tepat karena siswa setelah pembelajaran tidak bisa memecahkan persoalan, bahkan siswa diberi soal yang berbeda walaupun sama temanya tetap tidak bisa. Oleh sebab itu, pembelajaran yang berbasis CTL, CL, PAKEM, Pembelajaran model quantum teaching perlu dibaca oleh guru agar wawasan pendidikan terus bertambah. Bahkan dalam buku-buku pendidikan modern, pembelajaran selalu dikaitkan dengan usia dan motivasi. Berdasarkan uraian di atas, guru perlu mengetahui dan menguasai indikator-indikator yang berkaitan dengan kompetensi wawasan Pendidikan
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI ON THE JOB TRAINING DI SMP NEGERI 2 RANAH BATAHAN

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI ON THE JOB TRAINING DI SMP NEGERI 2 RANAH BATAHAN

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah peneliti lakukan Kepada Guru di SMP N 2 Ranah Batahan, ditemukan bahwa Kemampuan Guru Dalam membuat Silabus dan RPP masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui On The Job Training Di SMP N 2 Ranah Batahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 24 orang guru di SMP Negeri 2 Ranah Batahan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembaran obeservasi. Data dianalisis dengan menggunakan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui On the Job Training dapat meningkatkan Kemampuan Guru Dalam membuat silabus dan RPP. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Kemampuan Guru Dalam membuat silabus dan RPP Pada siklus I ke siklus II. Rata-rata Kemampuan Guru Dalam mebuat RPP dan Silabus pada siklus I adalah 45 dengan kategori Kurang dan pada siklus II adalah 82 dengan kategori baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU KELAS DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN

komponen penting dalam pendidikan khususnya pada pembelajaran. Supervisi adalah memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun kelompok dalam usaha memperbaiki pembelajaran. Sedangkan tujuan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang dilakukan guru di kelas (Sahertian 2008: 19). Hambatan di lapangan bahwa mayoritas guru kurang terbuka dalam menyampaikan permasalahan dalam proses pembelajaran yang disebabkan oleh berbagai hal sehingga perlu adanya observasi di kelas.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penerapan Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Administrasi Penilaian di SD Laboratorium UKSW

Penerapan Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Administrasi Penilaian di SD Laboratorium UKSW

Tujuan penelitian tindakan kepala sekolah ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di SD Laboratorium Salatiga dalam menyusun administrasi penilaian melalui supervisi akademik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas.Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa Instrument penilaianadministrasi pembelajaran . Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam penilaian administrasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru-guru dalam menyusun administrasi penilaian dalam pembelajaran di SD Laboratorium Salatiga sebesar 26,2%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Membuat Perencanan Pembelajaran  Melalui Supervisi Akademik

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Membuat Perencanan Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik

Berdasarkan observasi peneliti, di SD Negeri 11 Payakumbuh pada umumnya guru masih jauh dari kesempurnaan membuat perangkat pembelajaran (program tahunan, program semester, pemetaan standar isi, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku nilai, program remedial dan pengayaan serta, kriteria ketuntasan minimal sehingga terlihat perangkat pembelajaran sebagai administrasi guru belum memadai. Baru 39,1% perangkat pembelajaran ada ditulis oleh guru dengan tulisan tangan, sehingga terkesan bahwa perangkat pembelajaran pada setiap guru kelas hanya sedikit yang terselesaikan. Ada juga perangkat pembelajaran oleh guru kelas dan guru mata pelajaran yang sudah dijilid, tetapi didapatkan dengan cara mengcopy dari guru atau daerah lain, hanya sekedar untuk melepaskan pertanyaan bahwa perangkat pembelajaran mulai dari Program Tahunan, Program Semester, Pemetaan Standar Isi, Silabus, RPP, Program Remedi, KKM dan Bimbingan Konseling sudah ada.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun RPP melalui Kegiatan Pelatihan pada MTs Muhammadiyah Wonosari

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun RPP melalui Kegiatan Pelatihan pada MTs Muhammadiyah Wonosari

Guru alam menyusun RPP harus memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan RPP sebagaimana tercantum dalam standar Proses (PP Nomor 47 tahun 2007). Prinsip penyusunan RPP tersebut antara lain: 1) memperhatikan perbedaan individu, 2) menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik, 3) berpusat pada peserta didik, 4) pengembangan budaya baca dan tulis, 5) pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP yang memuat penguatan, remidial, maupun pengayaan, 6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar, 7) mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya, dan 8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects