Top PDF Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Supervisi Kelompok Di Sekolah Dasar

Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Supervisi Kelompok Di Sekolah Dasar

Peningkatan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Supervisi Kelompok Di Sekolah Dasar

Salah satu tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial . Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang meliputi: 1) Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA; dan 2) Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SDN Kubangwungu 01 Brebes Jawa Tengah sriendangmulyatiyahoo.co.id ABSTRACT - PERANAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

SDN Kubangwungu 01 Brebes Jawa Tengah sriendangmulyatiyahoo.co.id ABSTRACT - PERANAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan representasi matematis siswa setelah diberikan model pembelajaran Collaborative Problem Solving.Sebelum diberikan perlakuan, kedua kelompok diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada aspek kemampuan representasi matematis. Setelah perlakuan, kedua kelompok diberikan posttest untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis. Hasil uji normalitas dan uji homogenitas terhadap data skor kemampuan representasi matematis siswa sebelum diberi perlakuan diperoleh hasil bahwa populasi berdistribusi normal dan homogen. Selanjutmya, dari hasil uji t pada taraf signifikansi α = 0,05 terhadap skor kemampuan representasi matematis siswa sebelum diberi perlakuan diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan awal representasi matematis siswa, atau dengan kata lain, sebelum diberi perlakuan, kedua kelompok memiliki kemampuan representasi matematis yang setara.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH.

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH.

kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: (a) konsep, struktur, dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar; (b) materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; (c) hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; (d) penerapan konsep- konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari; dan (e) kompetisi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. (4) Kompetensi sosial, yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk : (a) berkomunikasi lisan dan tulisan; (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; (c) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik; dan (d) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Kepala Sekolah 24   Supervisi Akademik dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Kepala Sekolah 24 Supervisi Akademik dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, tepatnya Bab III Pasal 7, diamanatkan bahwa profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: (a) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; (b) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia (c) memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; (d) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; (e) memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; (f) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; (g) memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; (h) memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan (i) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Lebih lanjut di dalam bab dan pasal yang sama juga diamanatkan bahwa pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI AKADEMIK  KEPALA SEKOLAH  DASAR NEGERI 4  GROBOGAN  Pengelolaan Supervisi Akademik Kepala sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan.

PENGELOLAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 4 GROBOGAN Pengelolaan Supervisi Akademik Kepala sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan.

Hasil penelitian ini adalah 1) Perencanaan supervisi akademik di Sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan dilakukan oleh kepala sekolah disusun berdasarkan satuan waktu semester, setiap semester minimal satu kali supervisi akademik. Perencanaan supervisi akademik memberikan layanan dan bantuan kepada guru- guru untuk dapat mengembangkan situasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas. Perencanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah akan menghasilkan pengajaran yang dilakukan oleh guru menjadi efektif; 2) Pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan dilakukan dengan menyupervisi administrasi pembelajaran guru secara kolektif atau kelompok. Kemudian disesuaikan dengan materi pembelajaran yang sedang berjalan yang diampu oleh masing-masing guru berlangsung setiap semester satu kali. Kepala sekolah menggunakan pendekatan yang akrab dalam penyampaiannya kepada guru-guru sehingga terjadi dialog atau komunikasi dua arah; 3) Umpan balik supervisi akademik Sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan dilakukan berdasarkan hasil pelaksanaan supervisi kunjungan kelas oleh kepala sekolah. Umpan balik supervisi akademik mengkomunikasikan hasil supervisi kepada guru sebagai balikan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh guru. Dengan adanya umpan balik maka kesalahan yang muncul lama kelamaan akan hilang dan pada akhirnya guru dapat menjadi profesional dalam melaksanakan tugasnya
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI AKADEMIK  KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 4 GROBOGAN   Pengelolaan Supervisi Akademik Kepala sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan.

PENGELOLAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 4 GROBOGAN Pengelolaan Supervisi Akademik Kepala sekolah Dasar Negeri 4 Grobogan.

Supervisi akademik dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan kepala sekolah untuk mengawas proses pembelajaran, dan dalam proses tersebut terdapat tahapan yang saling berkaitan. Kegiatan pemantauan dimulai dengan mengumpulkan data atau informasi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tahap selanjutnya melakukan supervisi di mana kepala sekolah menyusun rencana perbaikan terkait dengan proses pembelajaran. Kepala sekolah menyusun hasil supervisi, dan dilakukan evaluasi dengan berpedoman pada standar proses dan standar kompetensi pendidik. Pelaksanaan pengawasan secara menyeluruh merupakan serangkaian kegiatan yang saling berkaitan hingga dilakukan tahap tindak lanjut dari hasil evaluasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH (1)

PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH (1)

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 menyatakan bahwa seorang Kepala Sekolah harus menguasai Standar Kompetensi Kepala Sekolah yang terdiri atas : kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi supervisi, kompetensi kewirausahaan dan kompetensi sosial. Penjabaran kompetensi supervisi pada intinya adalah supervisi akademis dimana langkah-langkah yang dilakukan adalah merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat serta menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalismenya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Produktivitas Sekolah

Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Produktivitas Sekolah

Berdasarkan temuan penelitian tersebut diajukan saran-saran sebagai berikut: (1) Supervisi akademik kepala sekolah yang sudah baik selama ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan dalam perencanaan supervisi, pelaksanaan supervisi, dan tindak lanjut hasil supervisi. Kepala sekolah hendaknya menyusun program supervisi akademik secara realistis dan melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dalam penyusunan rencana, pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Sebaiknya kegiatan supervisi akademik dilakukan bukan hanya karena bersifat administratif tetapi harus mengacu pada kebutuhan akan peningkatan mutu pembelajaran. (2) Guru hendaknya selalu mengembangkan diri dengan terus belajar; menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara rutin dan memanfaatkan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini dilakukan untuk menjamin guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan lebih baik demi meningkatkan produktivitas sekolah. (3) Penelitian ini hanya meneliti pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap produktivitas sekolah di SMP Negeri se-kota Singkawang. Oleh karena itu masih sangat perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan memilih variabel lain yang masih dalam lingkup produktivitas sekolah untuk menjelaskan variabel lain yang berpengaruh besar terhadap produktivitas sekolah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM PR

SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM PR

Supervisi klinis merupakan satu strategi yang sangat berguna dalam supervisi pembelajaran, sebagai peningkatan kemampuan profesional guru. Ada dua asumsi yang mendasari praktek supervisi klinis, yaitu : 1) pengajaran merupakan aktivitas yang sangat komplek yang memerlukan pengamatan dan analisis secara hati-hati. Melalui pengamatan dan analisis ini supervisor pengajaran akan mudah mengembangkan kemajuan guru mengelola proses belajar mengajar, dan 2) guru-guru merupakan profesi dan profesionalnya ingin dikembangkan lebih menghendaki cara yang kelompok dari pada yang autorium. Supervisi klinis pada dasarnya merupakan pembinaan performansi guru mengelola proses belajar mengajar, pelaksanaannya didesain dengan praktis dan rasional, baik desainnya mapun pelaksanaannya dilakukan atas dasar analisis data mengenai keiatan-kegiatan di kelas. Data dan hubungan antara guru dan supervisor merupakan dasar program prosedur, dan strategi pembinaan perilaku mengajar guru dalam mengembangkan belajar murid (Bafadal, 1992:90).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Menurut Permendiknas RI Nomor 12 Tahun 2007, supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah antara lain: (a) Memahami konsep, prinsip, teori dasar karakteristik dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan; (b) Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah atau mata pelajaran disekolah berlandaskan isi, standar kompetensi, dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengem- bangan kurikulum; (c) Pembimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/ teknik pembelajaran/ bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik; (d) Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau dilapangan) untuk mengembangkan potensi peserta didik; (e) Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran; (f) Memotifasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Supervisi Kepala Sekolah dalam Penyusunan RPP dan Pelaksanaan Model Saintific di Sekolah Dasar

Analisis Supervisi Kepala Sekolah dalam Penyusunan RPP dan Pelaksanaan Model Saintific di Sekolah Dasar

Kurikulum merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum disusun secara nasional di Indonesia, dengan tujuan agar setiap warga negara, dimanapun ia bersekolah, mempunyai kesempatan memperoleh kompetensi yang sama (Asmendri, Marsidin, Rusdinal, & Mukhaiyar, 2018). Sistem Pendidikan Nasional (SPN) di Indonesia telah mengalami sepuluh kali perubahan kurikulum, dalam rangka menghadapi berbagai tantangan yang timbul seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kecerdasan peserta didik, kultur, sistem nilai, dan kebutuhan masyarakat (Mislinawati. & Nurmasyitah., 2018). Menghadapi berbagai tantangan yang timbul, baik yang bersifat internal maupun eksternal, pemerintah menilai perlumelakukan pengembangan terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan menjadi kurikulum baru yang berbasis karakter dan berbasis kompetensi yang dapat membekali peserta didik dengan sikap dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan teknologi (E. Mulyasa, 2013).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peranan supervisi kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

Peranan supervisi kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

Supervisi itu memang sangat penting karena kita ingin melihat langsung seberapa tingkat kesiapan guru-guru dalam mengajar, bagaimana silabusnya, RPPnya, media pembelajarannya yang digunakan, strategi pembelajarannya, administrasi kelas dan seterusnya. Memang pengawasan atau supervisi itu penting karena bisa meningkatkan keseriusan guru-guru disini, bayangkan kita bekerja tidak diawasi oleh orang tidak ada pengawasan dan tidak ada evaluasi, maka kita akan bekerja apa adanya. Adanya supervisi melalui teknik observasi ke kelas-kelas itu meningkatkan kinerja para guru. Supaya tetap berada dalam jalur, jadi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas harus dengan sebaik-baiknya. Nah Alhamdulillah supervisi menjadi motivasi bagi guru karena kita juga melakukan penilaian, dalam hal ini tidak selamanya guru yang kita tunjuk sebagai wali kelas itu akan menjabat sebagai wali kelas selamanya. Kita punya penilaian tertentu, misalkan dari beberapa aspek supervisi yang kita nilai ditemukan banyak sekali kekurangan maka kami tidak rekomendasikan menjadi wali kelas kembali. Karena di sekolah ini wali kelas juga ada tunjangannya, itu juga menarik juga bagi para guru yang ingin berkarir disini.” (S.W.KS.Keg/14-05-2019) 6
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

Bedasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan dalam Risnawati (2014 : 162- 163) ada tujuh kemampuan dasar yang harus dimiliki pengawas sekolah dalam membina kepala sekolah, yaitu: 1) Membantu penyusunan rencana pengembangan sekolah (termasuk menetapkan visi, misi, tujuan, sasaran, indicator keberhasilan, arah dan strategi, kebijakan internal, dan program kerjanya); 2) Memantau pengelolaan sistem kode etik dan tata laku semua subjek pendidikan meliputi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa/peserta didik; 3) Memfasilitasi pengambilan keputusan demokratik, partisipatif, dan kolektif; 4) Membimbing pengembangan kurikulum dan silabus secara dinamik dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan pencapaian peningkatan mutu pendidikan; 5) Memantau
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Supervisi   SEKOLAH DASAR NEGERI KURIPAN Program Supervisi

Supervisi SEKOLAH DASAR NEGERI KURIPAN Program Supervisi

Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan-kemampuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat. Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah/madrasah antara lain adalah sebagai berikut

7 Baca lebih lajut

Kontribusi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Supervisi Pengawas Sekolah terhadap Profesionalitas Guru

Kontribusi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Supervisi Pengawas Sekolah terhadap Profesionalitas Guru

Tahapan tindak lanjut supervisi akademik merupakan pembinaan dan perbaikan yang didasarkan atas hasil temuan pada saat pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah. Seharusnya menjadi hak bagi guru dan sekaligus menjadi kewajiban manajerial bagi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme kinerja gurunya. Diharapkan seluruh dimensi kegiatan supervisi kepala sekolah tersebut benar-benar menjadi operasionalisasi dari penjaminan mutu pendidikan di sekolahnya, yang mampu mengontrol secara konsisten sebelum dan ketika proses pendidikan berlangsung, sehingga akan tercapainya output yang sesuai dengan standar. Kurang baiknya pelaksanaan tahapan tindak lanjut hasil supervisi akademik juga akan berpengaruh pada kontinuitas kegiatan supervisi akademik selanjutnya. Sebab tahapan yang merupakan tindakan kuratif ini, menjadi dasar tindakan preventif dalam perencanaan dan pelaksanaan supervisi akademik berikutnya. Kurangnya memberikan rewards dan punishment dengan tepat, misalnya tidak memberikan penghargaan material atau non-material kepada guru yang mengalami kemajuan. Tidak mengikutsertakan guru yang tidak mengalami kemajuan melalui pelatihan, workshop, seminar, studi lebih lanjut dan lain- lainnya akan mematahkan fungsi dari supervisi akademik itu sendiri. Menurut Pidata ( 2009:4) supervisi akademik idealnya mempunyai fungsi sebagai (1) penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas dan obyektif tentang situasi pendidikan ( khususnya sasaran supervisi akademik) dengan menempuh prosedur ilmiah yang diperlukan untuk perbaikan dan peningkatan, (2) penilaian, yaitu mengevaluasi hasil penelitian, sehingga bisa mengetahui apakah situasi pendidikan yang diteliti itu mengalami kemuduran atau kemajuan, (3) perbaikan, yaitu melakukan perbaikan-perbaikan menurut prioritas, dengan mengacu pada hasil penilaian, dan (4) peningkatan, yaitu berupaya mempertahankan kondisi- kondisi yang telah memuaskan dan bahkan terus meningkatkannya melalui proses perbaikan secara berkesenambungan dan terus menerus.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN MELALUI KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (KKKS) BERBASIS PENDAMPINGAN DI SEKOLAH BINAAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN MELALUI KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (KKKS) BERBASIS PENDAMPINGAN DI SEKOLAH BINAAN

melaksanakan tugas profesionalnya, agarguru mampu membantu para siswa dalam belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bantuan dari kepala sekolah ini dapat berupa petunjuk, pengarahan, pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar. Dengan petunjuk pengarahan diharapkan pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar yang dilaksanakan guru dapat tercapai sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Kemudian Depdikbud (1994/1995:4) menguraikan tujuan supervisi adalah mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesional guru di dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesional guru di dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, supervisi perlu dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan profesional guru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru

Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan pro- ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Hasil supervisi kepala sekolah ini tentu akan menjadi tolak ukur bagi sekolah apakah proses pembelajaran setiap tahunnya mengalami peningkatan atau justru sebaliknya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Langkah pembinaan yang dilakukan supervisor dipercaya mampu dilaksanakan oleh guru yang disupervisi dengan tidak merasa terpaksa menerima saran supervisor dalam hal ini adalah kepala sekolah. Hubungan yang di bina secara demokratis dan kekeluargaan selama ini diharapkan menumbuhkan kreatifitas para guru, sehingga dapat berkomunikasi dengan baik oleh kedua belah pihak, yaitu antara guru yang disupervisi dengan kepala sekolah sebagai supervisor.Terhadap permasalahan ini perlu adanya peningkatan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini yang selalu terjadi perubahan-perubahan dengan cepat dalam mengelola pendidikan dewasa ini. Di eraglobalisasi sekarang ini pendidikan mengalami perubahan, sehingga membuat penyelenggara pendidikan harus mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak ketinggalan dengan kemajuan jaman. Kepala sekolah sebagai salah seorang penentu maju mundurnya sekolah harus membuka diri seiring dengan perubahan jaman. Dengan demikian jalan yang dapat ditempuh dengan menambah wawasan berpikir dan ilmu pengetahuan serta menguasai teknologi yang diperlukan melalui kegiatan pelatihan, diskusi, seminar dan kursus-kursus.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIK MELALUI SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH METODE MONITORING DAN EVALUASI DI KOTA BINJAI.

PENINGKATAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIK MELALUI SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH METODE MONITORING DAN EVALUASI DI KOTA BINJAI.

Pada kenyataannya saat ini, tidak semua kepala sekolah/madrasah menguasai seluruh dimensi kompetensi dengan baik. al ini berdasarkan hasil survei tahun 2007 oleh Direktorat Tenaga Kependidikan, diperkirakan 70 persen dari 250 ribu kepala sekolah di ndonesia tidak kompeten. Kesimpulan ini diperoleh setelah Direktorat enderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, melakukan uji kompetensi kepala sekolah berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007. Uji kompetensi dilakukan terhadap 400 kepala sekolah dari 5 provinsi. Untuk memastikan temuan tersebut, uji kompetensi kembali dilakukan terhadap 50 kepala sekolah dari berbagai yayasan pendidikan dan hasilnya hampir sama. ampir semua kepala sekolah lemah di bidang kompetensi manajerial dan supervisi. Padahal dua kompetensi itu merupakan kekuatan kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik. (Tempo, 12 uni 2008). Dari data hasil uji kompetensi menunjukkan bahwa penguasaan kepala sekolah terhadap kompetensi kepribadian 67,3%, kompetensi manajerial 47,1%, kompetensi supervisi 40,4%, kompetensi sosial 64,2% dan kompetensi kewirausahaan 55,3% (Kemdiknas, 2011:1).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

MODEL SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH

MODEL SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH

yaitu: (1) Bagaimana kinerja guru di SD Islam Ar-Robitho Full Day School Gurah Kediri? dan (2) Bagaimana manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD Islam Ar-Robitho Full Day School Gurah Kediri? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) kinerja guru terlihat dari adanya kompetensi yang dimiliki yaitu kompetensi pedagogik yang memenuhi aspek penguasaan aplikasi pengajaran, dan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, aspek ketersediaan bahan ajar dan aspek pemanfaatan sumber belajar, kegiatan ekstra kulikurel. Kompetensi proesional yaitu memiliki prestasi kerja, kompetensi sosial yaitu kerja sama, serta kompetensi kepribadian yang terdiri dari kedisisplinan, etos kerja, tanggung jawab, kejujuran, kualitas pribadi guru dan tindakan inisiatif. (2) Manajemen dalam peningkatan kinerja guru tesebut yaitu terdiri dari perencanaan kinerja guru yang selalu memperhatikan kebutuhan, memperhatikan visi, misi dan tujuan pendidikan sekolah, serta analisis jabatan pekerjaan, untuk kemudian menyusun desain struktur yang tepat, sebagai landasan utama dalam menempatkan orang/guru dalam posisi yang tepat.
Baca lebih lanjut

191 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects