Top PDF PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KALIMAT MAJEMUK DENGAN METODE INKUIRI PADA SISWA.

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KALIMAT MAJEMUK DENGAN METODE INKUIRI PADA SISWA.

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KALIMAT MAJEMUK DENGAN METODE INKUIRI PADA SISWA.

Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Metode materi Kalimat Majemuk pada Siswa Kelas VI SDN Tambakeja 02 masih rendah dari segi aktifitas siswa, aktifitas guru, maupun hasil belajar siswa. Masalah yang menjadi fokus perbaikan adalah (1) Apakah model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Kalimat Majemuk di kelas VI SDN Tabakreja 02?, (2) Apakah model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keaktifan siswa pada pokok bahasan Kalimat Majemuk di kelas VI SDN Tabakreja 02?, (3) Apakah dengan model pembelajaran inkuiri aktifitas guru dalam pembelajaran dapat meningkat? Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini (1) Untuk menganalisis dampak penggunaan model pembelajaran inkuiri pada pokok bahasan kata majemuk terhadap hasil belajar siswa, (2) Untuk menganalisis dampak penggunaan model pembelajaran inkuiri pada pokok bahasan kata majemuk terhadap keaktifan siswa , (3) Untuk menganalisis dampak penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap aktifitas guru dalam mengajar.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

t mtk 0909974 chapter5

t mtk 0909974 chapter5

4. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Walaupun demikian, kedua peningkatan tersebut (baik di kelompok kelas inkuiri atau konvensional) berada dalam kategori sedang.

3 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR

PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR

Dalam metode inkuiri proses pembelajaran, dimana siswa secara bebas memilih atau mengatur obyek belajarnya untuk mengungkapkan arti sesuatu yang dijumpai di lingkungannya. Pembelajaran berpusat pada siswa, siswa tidak hanya belajar konsep dan prinsip dari suatu materi pembelajaran, namun juga melatih rasa tanggung jawab, komunikasi sosial, rasa puas dalam belajar, dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal. Peran siswa adalah pertama , mengambil prakarsa dalam menemukan masalah dan merancang alternatif pemecahan. Kedua , aktif dalam mencari informasi dan sumber-sumber belajar. Ketiga , menyimpulkan dan analisa data. Keempat , melakukan eksplorasi dan guna memecahkan masalah. Sedangkan kelima , mencari alternatif masalah bila terjadi kebuntuan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kemandirian tinggi akan meningkat prestasinya.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

Struktur Kalimat Majemuk Dalam Karangan Deskripsi pada Siswa Kelas XI MAN 10 Jakarta Tahun Pelajaran 2011-2012

Struktur Kalimat Majemuk Dalam Karangan Deskripsi pada Siswa Kelas XI MAN 10 Jakarta Tahun Pelajaran 2011-2012

Objek atau populasi dalam penelitian ini adalah karangan deskripsi siswa kelas XI MA Negeri 10 Jakarta tahun pelajaran 2011-2012. Populasi menurut Suharsimi Arikunto adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. 2 Sedangkan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah struktur kalimat majemuk yang terdapat dalam karangan deskripsi siswa kelas XI. Sementara itu, yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 10 Jakarta.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang tidak setara dan juga memiliki hubungan-hubungan antar klausa-klausanya tidak sama. Artinya memiliki dua peristiwa yaitu awal dan akhir. Klausa awal atau atasan memunculkan peristiwa awal yang kemudian akan dihubungkan dengan klausa akhir atau bawahan dengan menaruh di antaranya konjungsi yang bersifat subordinatif. Klausa yang satu merupakan klausa atasan, dan klausa yang lain adalah klausa bawahan (Alwi, dkk 2003:404). Dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa yang disebut subordinatif yang terdiri dari konjungtor subordinatif artinya kata penghubung yang menggabungkan klausa pertama dengan klausa kedua. Konjungtor subordinasi yang menghubungkan klausa adalah sebagai berikut : ketika, sejak, sebelum, setelah, bilamana, meskipun dan lain-lain. Kalimat majemuk bertingkat dalam Bahasa Batak Toba memiliki konjungsi subordinatif yang meliputi nang, songon, manang, molo, na, agia pe, atik, sanga, asa, anggiat, laho alai, gabe tingki, andorang dan lain-lain (Sibarani, 1997 : 81).
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KALIMAT MAJEMUK DALAM GAMBAR TAMPILAN  Deskripsi Kalimat Majemuk dalam Gambar Tampilan Blackberry Messenger Sebagai Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.

DESKRIPSI KALIMAT MAJEMUK DALAM GAMBAR TAMPILAN Deskripsi Kalimat Majemuk dalam Gambar Tampilan Blackberry Messenger Sebagai Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.

Puji syukur alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah Swt. Yang senantiasa memberikan nikmat sehat, rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Deskripsi Kalimat Majemuk dalam Gambar Tampilan BlackBerry Messenger sebagai Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP” dengan lancar. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian prasyarat g una mencapai gelar sarjana (S-1) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Unviersitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Parjolo sahali mandok mauliate ma ahu tu amanta Debata disiala dilehon do hahipason, hagogoon, dohot pangurupion tu ahu, alani sude boi pinasae skripsi on di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.Molo judul ni skripsi on ima Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba.

11 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KALIMAT MAJEMUK DALAM GAMBAR TAMPILAN   Deskripsi Kalimat Majemuk dalam Gambar Tampilan Blackberry Messenger Sebagai Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.

DESKRIPSI KALIMAT MAJEMUK DALAM GAMBAR TAMPILAN Deskripsi Kalimat Majemuk dalam Gambar Tampilan Blackberry Messenger Sebagai Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.

Sintaksis sebagai salah satu bidang kebahasaan, mempunyai permasalahan yang menarik. Permasalahan yang terdapat dalam bidang sintaksis berhubungan dengan frase, klausa, dan kalimat. Sintaksis menyelidiki semua hubungan antar-kata dan antar-kelompok kata atau antar- frase dalam satuan dasar sintaksis Markhamah (2009:7). Terdapat berbagai ragam kalimat dalam bahasa Indonesia, salah satu jenisnya adalah kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah suatu kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih (Markhamah 2009:56). Klausa dianggap sebagai bagian yang penting dalam pembentukkan kalimat. Hubungan antarklausa dapat terjadi pada kalimat majemuk. Hubungan tersebut dihubungkan dengan konjungsi koordinator dan subordinator.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KATA MAJEMUK BERAFIKS DALAM BAHASA INDONESIA.

KATA MAJEMUK BERAFIKS DALAM BAHASA INDONESIA.

Adapun tujuan penelitian ini, yakni: (i) Mendeskripsikan jenis afiks kata majemuk dalam bahasa Indonesia, (ii) Mendeskripsikan proses kata majemuk dalam bahasa Indonesia setelah mengalami afiksasi ditinjau dari perspektif infleksi dan derivasi, (iii) Mendeskripsikan makna kata majemuk berafiks dalam bahasa Indonesia.

13 Baca lebih lajut

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia   NOSI Volume 4, Nomor 1, Pebruari 2016 5. M. Arif Junaedi

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 4, Nomor 1, Pebruari 2016 5. M. Arif Junaedi

Silabus dan rencana pembelajaran digunakan sebagai desain pembelajaran yang berpedoman pada kurikulum bahasa Indonesia SMP dan strategi pembelajaran menyimak. Lembar pengamatan awal digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami kondisi awal pembelajaran menyimak di kelas VII H. Lermbar observasi digunakan untuk mencatat keseluruhan aktivitas pembelajaran yang dilakukan siswa di dalam kelas.Lembar refleksi digunakan untuk mencatat kelebihan dan kekurangan selama proses belajar mengajar menyimak berlangsung di dalam kelas. Lembar angket digunakan untuk memperoleh masukan dari siswa tentang kegiatan menyimak yang diikuti.Teknik pengumpulan data yang yang digunakan dalam pengumpulan data melalui teknik observasi. Tepatnya melalui observasi Partisipatif. Peneliti dituntut berperan dalam kegiatan yang sesuai tema atau masalah . Kehadiran
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KESALAHAN KALIMAT BAHASA INDONESIA SISWA

KESALAHAN KALIMAT BAHASA INDONESIA SISWA

Menurut Akhadiah, dkk. (1996: 116), setiap gagasan pikiran atau konsep yang dimiliki seseorang pada praktiknya harus dituangkan ke dalam bentuk kalimat. Kalimat yang baik pertama kali haruslah memenuhi persyaratan gramatikal, inilah yang disebut sebagai kalimat efektif. Kalimat yang baik di atas berarti menunjukkan kalimat itu harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. Kaidah-kaidah tersebut meliputi: (1) unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat; (2) aturan-aturan tentang Ejaan Yang Disempurnakan; dan (3) cara memilih kata dalam kalimat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Rakhman, Meliana. 2010. Peningkatan Keterampilan Menyimpulkan Isi Cerita Anak Menggunakan Metode Kalimat melalui Media Buku Cerita Bergambar pada Peserta Didik Kelas V SD Muhammadiyah Danaraja Banjarnegara. Skripsi. Semarang : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.

3 Baca lebih lajut

Pengetahuan siswa terhadap kata penghubung dalam kalimat majemuk Bahasa Indonesia pada kelas V MI Arrahmaniyah Depok

Pengetahuan siswa terhadap kata penghubung dalam kalimat majemuk Bahasa Indonesia pada kelas V MI Arrahmaniyah Depok

Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pengetahuan bahasa dan sastra Indonesia di sekolah adalah pendidikan di bidang kelas kata. Ruang lingkup kajian kelas kata cukup luas dan kompleks, sebab itu, agar pembahasan di dalam skripsi ini tidak mengambang, penulis hanya mengkaji satu aspek kajian kelas kata, yaitu kata penghubung dalam kalimat majemuk. Penelitian tertarik pada aspek kajian ini, sebab umumnya di kalangan siswa MI Arrahmaniyah Depok masih banyak yang belum mampu menganalisis penggunaan kata penghubung dalam kalimat majemuk secara implisit dan konsisten.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Untuk keperluan berbahasa sehari-hari yang baik dan benar, baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis, dituntut kemampuan untuk membuat konstruksi kalimat yang baik dan benar pula. Maka pengetahuan tentang jenis-jenis klausa dan strukturnya menjadi sangat penting, karena sebuah kalimat merupakan satuan sintaksis yang terdiri dari satu atau lebih klausa. Penggabungan dua kata, atau lebih, dalam satu kalimat menuntut adanya keserasian di antara unsur-unsur tersebut baik dari segi makna maupun dari segi bentuk (Alwi, dkk 2003: 316).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Kalimat ditinjau dari segi sintaksis harus mematuhi konstruksi yang gramatikal dan tentu memiliki makna yang jelas, jikalau suatu kalimat hanya baik dan benar secara struktur tetapi rancu dalam makna akibatnya penyampaian maksud ujaran itu kepada orang lain akan terhambat. Pemakai bahasa atau pelaku bahasa sebaiknya memperhatikan ujaran kalimat dengan struktur dan semantisnya. Agar bahasa yang dihasilkan benar dan bermakna, sehingga komunikasi terjalin dengan baik.

7 Baca lebih lajut

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Hubungan Semantis Antarklausa Dalam Kalimat Majemuk Bahasa Toba

Penelitian ini merupakan kajian tentang HUBUNGAN SEMANTIS ANTARKLAUSA DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA TOBA. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan semantis dalam kalimat majemuk bahasa Toba. Penelitian ini menggunakan teori struktural dari Hasan Alwi. Hubungan semantis dalam kalimat majemuk terbagi dua bagian yaitu dalam kalimat majemuk setara dan bertingkat. Hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara terbagi menjadi tiga bagian yang meliputi : hubungan penjumlahan, perlawanan, dan pemilihan. Kalimat majemuk bertingkat memiliki hubungan semantis yang terbagi menjadi 13 bagian yaitu : hubungan waktu, syarat, pengandaian, tujuan, konsesif, perbandingan, sebab, hasil, cara, alat, komplementasi, atribut, perbandingan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat batak Toba pada umumnya belum mematuhi kaidah pemakaian konjungsi yang tepat dan belum mematuhi kaidah- kaidah bahasa yang harus memiliki keserasian bentuk dan makna baik secara teoritis dan praktis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MENGARANG MELALUI METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MEDIA AUDIO  Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Mengarang Melalui Metode Pembelajaran Interaktif dengan Media Audio Visual pada Siswa

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MENGARANG MELALUI METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MEDIA AUDIO Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Mengarang Melalui Metode Pembelajaran Interaktif dengan Media Audio Visual pada Siswa

Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif mempunyai empat buah komponen pokok yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi mengarang melalui penerapan metode pembelajaran interaktif dengan media audio visual pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 03 Suruh tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini terbukti dapat meningkat dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I 68% dan meningkat serta mencapai hasil optimal pada penelitian siklus II dengan persentase 84%.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KLAUSA PEMBANDINGAN DALAM KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT BAHASA INDONESIA

KLAUSA PEMBANDINGAN DALAM KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT BAHASA INDONESIA

Ketiga, posisi klausa pembandingan. Posisi klausa pembandingan dalam kalimat majemuk bertingkat bahasa Indonesia mempunyai kelonggaran letak, yaitu dapat menempati posisi awal kalimat, tengah kalimat, atau akhir kalimat. Keempat, klausa pembandingan dalam kalimat majemuk bertingkat bahasa Indonesia menduduki fungsi keterangan. Fungsi keterangan tersebut dengan struktur Konj Pb+(S)+P+(O)+(Pel)+(Ket). Struktur tersebut terdiri atas (a) Konj Pb+S+P, (b) Konj Pb+(S)+P, (c) Konj Pb+S+P+O, (d) Konj Pb+(S)+P+O, (e) Konj Pb+S+P+Pel, (f) Konj Pb+(S)+P+Pel, (g) Konj Pb+S+P+Ket, (h) Konj Pb+(S)+P+Ket, (i) Konj Pb+S+P+O+Ket, dan (j) Konj Pb+S+P+Pel+Ket. Kelima, pelesapan fungsi sintaksis pada klausa pembandingan berupa pelesapan subjek. Pelesapan subjek pada klausa pembandingan dapat dilakukan jika subjek klausa utama dan subjek klausa pembandingan koreferensial.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Kalimat Tanya Retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. Kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato, khotbah, atau orasi. Pertanyaan retoris dikemukakan dengan bermacam-macam maksud sesuai dengan pokok pembicaraan. Pertanyaan retoris bertujuan untuk memberi semangat, menggugah hati, memotivasi, memberi kesadaran, dan sebagainya terhadap audiens atau pendengar. Contoh kalimat retoris:

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...