Top PDF Peningkatan Minat Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas V Menggunakan Metode Eksperimen di Sdn 02 Sanggau

Peningkatan Minat Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas V Menggunakan Metode Eksperimen di Sdn 02 Sanggau

Peningkatan Minat Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas V Menggunakan Metode Eksperimen di Sdn 02 Sanggau

pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain). Santrock (2008:18) menyatakan: ³5LVHW 'HVNULSWLI EHUWXMXDQ PHQJDPDWL GDQ PHQFDWDW SHULODNX misalnya seorang ahli psikologi pendidikan mengamati sejauh mana anak-anak bersikap agresif di dalam kelas, atau mewawancarai guru tentang sikap mereka WHUKDGDS MHQLV VWUDWHJL SHQJDMDUDQ WHUWHQWX´ Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian survei (survey studies) dengan jenisnya yaitu survei Kelembagaan (institutional survey). Darmadi (2011:35) mengatakan bahwa, bentuk penelitian survey sering pula disebut sebagai penelitian normatif atau penelitian status. Penelitian survey biasanya tidak membatasi dengan satu atau beberapa variable. Para peneliti pada umumnya dapat menggunakan variabel serta populasi yang luas sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Adapun yang menjadi subyek penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Guru dan siswa kelas V SDN 02 Sanggau yang berjumlah 29 orang, yang terdiri dari 24 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Dari hasil diskusi dengan teman sejawat yang pernah mengajar di kelas sebelumnya, bahwa hal tersebut disebabkan siswa tidak mengalami langsung proses pembelajaran tentang benda penghantar panas. Siswa kurang aktif mendengarkan penjelasan guru, Peneliti sebagai guru lebih dominan dalam pembelajaran sehingga peserta didik kurang aktif dalam belajar, siswa tidak diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta-fakta, data-data tentang benda penghantar panas, apalagi menyimpulkannya, siswa tidak dibimbing melakukan suatu percobaan untuk menemukan fakta, data, dan kesimpulan tentang benda penghantar panas. Sebagian besar materi pelajaran tentang benda penghantar panas diberikan oleh peneliti sebagai guru melalui penjelasan secara lisan, sementara peserta didik duduk manis mendengarkan dan kemudian menulis apa yang ditulis peneliti sebagai guru dipapan tulis.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Sdn 04 Pemahan Ketapang

Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa melalui metode demonstrasi pada Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 04 Pemahan Ketapang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi dan tes hasil belajar. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat peningkatan perencanaan pembelajaran benda penghantar panas menggunakan metode eksperimen sebesar 34,25%, pelaksanaan pembelajaran sebesar 26,75% dan aktivitas belajar siswa di kelas VI SDN 04 Pemahan sebesar 22,22%, serta peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa di Kelas VI SDN 04 Pemahan Kabupaten Ketapang, yaitu pada siklus 1 dengan siswa yang mencapai ketuntasan belajar dari 3 siswa menjadi 7 siswa atau mengalami kenaikan sebesar 55,55%. Nilai rata- rata pada siklus I sebesar 66,29 naik menjadi 79,44. Oleh karena itu peneliti dapat mengatakan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan metode ekperimen di kelas VI SDN 04 Pemahan Kabupaten Ketapang sebesar 13,15 %.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas V Sdn 21 Pontianak Utara

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas V Sdn 21 Pontianak Utara

Dari data yang telah berhasil dikumpulkan bersama kolaborator melalui lembar observasi diperoleh beberapa hasil refleksi pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan metode eksperimen sudah terlaksana dengan baik. hanya saja masih perlu dimaksimalkan lagi pelaksanaannya khususnya pada kegiatan inti pembelajaran supaya siswa menjadi semakin termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan waktu dalam melakukan eksperimen harus dikelola dengan baik. Respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode eksperimen sangat baik. Siswa lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, terlebih ketika melaksanakan eksperimen. Keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran membuat suasana proses belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Walaupun demikian, terdapat dua aspek keterampilan proses yang masih belum berjalan dengan baik prosesnya yaitu pada keterampilan proses mengkomunikasi dan keterampilan proses menginferensi. Hasil belajar siswa pada siklus I semakin baik dan mengalami peningkatan dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua sehingga diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 71,11. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa tersebut sudah mencapai batas ketuntasan nilai maksimal. Namun, masih terdapat 7 orang siswa yang nilainya masih di bawah batas ketuntasan dengan rentang nilai 55-65. Dari hasil refleksi tersebut di atas, maka guru sebagai peneliti bersama kolaborator membuat kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan metode eksperimen dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas V MIN 4 Aceh Besar

Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas V MIN 4 Aceh Besar

Berdasarkan hasil observasi pada siklus I dan siklus II, persentase pengamatan pada aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen diperoleh sebesar 82% (Baik sekali). Aktivitas siswa yang diamati telah berhasil yaitu mampu melakukan percobaan dan mengamatinya, sehingga dapat membuktikan hasil percobaan yang guru demonstrasikan, siswa dapat menjawab LKPD dan post tes, mendengarkan penguatan dari guru dan mendengar motivasi dan pesan moral dengan persentase 83% (Baik sekali). Hasil belajar siswa pada siklus II mencapai ketuntasan menjadi 87% termasuk baik sekali. Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk melaksanakan penelitian sampai siklus II.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Abstrak: Tujuan peneliatian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang bercirikan percobaan untuk meningkatan aktifitas pembelajaran siswa kelas IV SDN 20 Mempawah Hilir. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat akan memudahkan pencapaian tujuan yang diinginkan pada saat penelitian berlangsung. Peneliti ingin menggunakan metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bersifat kolaborasi, yaitu kolaborasi antara peneliti dengan guru kolaborator (PTK). Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 20 Mempawah Hilir yang beralamat di JL. Raya Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 20 Mempawah Hilir yang berjumlah sebanyak 15 orang siswa Hasil penelitian tindakan kelas setelah dilaksanakan pada siklus I dan II mampu meningkatan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tes akhir siklus I dengan nilai rata-rata kelas 70,60 dan meningkat siklus II menjadi 77,30. Keberhasilan meningkatkan aktifitas belajar siswa dengan metode eksperimen diharapkan dapat memberikan satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Meningkatkan Minat Belajar Ipa Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Pada Siswa Kelas V SDN Jimbaran 02 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.

PENDAHULUAN Meningkatkan Minat Belajar Ipa Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Pada Siswa Kelas V SDN Jimbaran 02 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.

Dari hasil wawancara dengan guru kelas V SDN Jimbaran 02 Kabupaten Pati diperoleh informasi rendahnya minat siswa dalam proses pembelajaran IPA. Selain itu, dari hasil observasi yang dilakukan di kelas V SDN Jimbaran 02, guru menjelaskan materi dengan didominasi oleh penggunaan metode ceramah, tanya jawab dan kegiatan lebih berpusat pada guru.

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MINAT BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS V  Peningkatan Minat Belajar Pkn Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN 02 Petung Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/

PENINGKATAN MINAT BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS V Peningkatan Minat Belajar Pkn Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN 02 Petung Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga skripsi dengan judul “ Peningkatan Minat Belajar PKn Melalui Penerapan Metode Jigsaw Pada siswa kelas V SDN 02 Petung Kec.Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013 ” ini dapat terselesaikan dengan baik.

13 Baca lebih lajut

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi-eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang.

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi-eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang.

Berdasarkan dari permasalahan diatas, maka penulis menentukan tujuan penelitian untuk mengetahui apakah metode demonstrasi-eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan. Prosedur pelaksanaan penelitian berdasarkan informasi tentang kondisi awal prestasi siswa dan banyaknya kendala-kendala yang dialami oleh guru dalam menyampaikan materi ajar. Informasi diperoleh dari hasil wawancara guru kelas V. Berdasarkan wawancara tersebut maka didapatkan data nilai kelas V tentang daur air dan peristiwa alam.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang

Pelaksanaan penelitian dalam mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungannya. Dengan menggunakan metode demonstrasi-eksperimen dan media nyata pada pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Congkrang 1 Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang tahun ajaran 2011/2012 ini dapat berhasil dengan baik. Hal ini dikarenakan kerjasama peneliti dengan teman sejawat, konsultasi dengan pembimbing dan mengkaji berbagai sumber yang memuat teori belajar mengajar dan berkaitan dengan tindakan yang peneliti ambil dalam proses perbaikan pembelajaran, tindakan perbaikan pembelajaran yang peneliti laksanakan pada setiap siklus yang terkait dengan teori belajar dari para ahli adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas 1v Sdn 8 Sungai Pinyuh

Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas 1v Sdn 8 Sungai Pinyuh

Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas, maka ada beberapa saran antara lain adalah sebagai berikut: (1) Sebaiknya guru memilki kemampuan untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sehingga siswa dapat belajar secara aktif dan meningkat hasil belajars siswa lebih baik, (2) Guru seharusnya membuat persiapan yang matang sebelum pembelajaran dilaksanakan diantaranya dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, (3) Siswa hendaknya memiliki motivasi yaitu memberikan dorongan ,minat dan gairah belajar yang tinggi agar memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE SIMULASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 03  Peningkatan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Simulasi Siswa Kelas V di SD Negeri 03 Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupate

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE SIMULASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 03 Peningkatan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Simulasi Siswa Kelas V di SD Negeri 03 Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupate

Untuk itu peneliti perlu memilih metode yang memungkinkan siswa lebih tertarik dan berminat untuk belajar. Salah satu diantara sekian banyak metode pembelajaran yang memungkinkan bisa membuat siswa lebih tertarik pada pelajaran adalah metode simulasi. Selama ini peneliti jarang menggunakan metode simulasi, karena memerlukan persiapan yang matang dengan berbagai aspek pendukung. Tetapi peneliti akan berusaha sebaik-baiknya dengan melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Simulasi Siswa Kelas V di SD Negeri 03 Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanga nyar Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Metode Eksperimen pada Siswa Kelas IV SDN 02 Kota Mukomuko

Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Metode Eksperimen pada Siswa Kelas IV SDN 02 Kota Mukomuko

Pembelajaran siklus II dilaksanakan pada Hari kamis tanggal 3 Mei 2018. Hasil tes siswa pada siklus II ditampilkan pada tabel 5 dalam lampiran. Hasil belajar siklus II, jumlah siswa yang tuntas telah mencapai 18 orang atau 90% sementara siswa yang belum tuntas hanya 2 orang 10%. Ini terjadi peningkatan siklus I. Rata-rata nilai siswa adalah 77,6 dan juga meningkat dari siklus I. Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan, terlihat adanya perubahan pada setiap siklus, prasiklus dengan perolehan nilai rata-rata 65,8 dan siklus I meningkat menjadi 71,8 dan meningakt lagi pada siklus II menjadi 77,6. Sementara itu jumlah siswa yang tuntas pada prasiklus adalah 9 orang atau 45%, selanjutnya terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 13 orang atau 65%. Terakhir pada siklus II jumlah siswa yang tuntas telah mencapai 90%.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Mahpudin mahpudin893gmail.com Universitas Majalengka ABSTRAK - PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Mahpudin mahpudin893gmail.com Universitas Majalengka ABSTRAK - PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang muncul pada siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah, sehingga menyebabkan proses pembelajaran terkesan monoton dan menimbulkan rasa jenuh dan bosan pada diri siswa serta tidak ada pengalaman belajar yang bermakna, sehingga hasil belajar siswa yang kurang baik. Maka perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen agar proses pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode eksperimen. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian Kemmis & Tagart. Hasil penelitian menunjukan metode eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil belajar mengalami peningkatan dan mengalami ketuntasan belajar sebesar 100%.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION (DI) DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS V SDN GUNUNGPATI 02 SEMARANG

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION (DI) DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS V SDN GUNUNGPATI 02 SEMARANG

Penelitian Amaliyah (2013:3) dengan judul “Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas 1 dalam Pembelajara IPA di Sekolah Dasar ”. Akar masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya nilai mata pelajaran IPA materi benda-benda langit. Kemudian peneliti menggunakan media Audiovisual dalam mengajar, karena peneliti tahu bahwa memberikan pengalaman langsung terutama materi benda-benda langit di waktu malam tidak mungkin dilakukan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru pada siklus I mencapai 69% dan siklus II mencapai 81,25% berarti ada peningkatan 12,25%. Demikian juga dengan aktivitas siswa pada siklus I mencapai 79,49% dan pada siklus II mencapai 84,62% yang berarti ada peningkatan sebesar 5,13%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dimana pada siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 71,92 sedangkan pada siklus II mencapai 75, ini berarti mengalami peningkatan sebesar 3,08, sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 74,36%, sedang pada siklus II mencapai 84,62%, yang berarti meningkat 10,26%. Begitu juga dengan respon positif siswa yang meningkat 12,57%. Dengan demikian, penggunaan media audio visual dalam pembelajaran IPA khususnya materi benda langit di kelas 1 SD menunjukkan peningkatan keterampilan guru, siswa, hasil belajar dan respon positif siswa.
Baca lebih lanjut

296 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS V SDN PASURUHAN I MERTOYUDAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011-2012

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS V SDN PASURUHAN I MERTOYUDAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011-2012

Banyak variasi yang dapat dikembangkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Salah satunya guru dapat mengembangkan proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen ini dipandang efektif dalam pembelajaran IPA, karena siswa dapat memperhatikan proses terjadinya suatu hal, dalam hal ini adalah pengaruh gaya gesekan dapat dapat menahan gerakan benda melalui percobaan. Penerapan metode eksperimen adalah cara melakukan percobaan- percobaan dengan peragaan. Yang bertujuan untuk memberikan dorongan yang kuat kepada siswa untuk mengalami sendiri , membuktikan, dan mempraktikan materi gaya gesekan.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS V SDN 03 KARANGSARI   Peningkatan Minat Belajar Pkn Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN 02 Petung Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS V SDN 03 KARANGSARI Peningkatan Minat Belajar Pkn Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN 02 Petung Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran

Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN 02 Petung Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.Penelitian berlangsung selama tiga bulan, yaitu pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2012. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 02 Petung Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar tahun pelajaran 2012/2013, yang berjumlah 24 orang siswa. Terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan dan guru yaitu peneliti sendiri, Larsito meminta dua orang guru sejawat sebagai mitra diskusi dan sebagai pengobservasi dalam penelitian, yaitu Sri Mulyani, S.Pd.SD. dan Fitri Lastini, S.Pd.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN BERBASIS LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SDN NGALIYAN 01 SEMARANG

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN BERBASIS LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SDN NGALIYAN 01 SEMARANG

Indikator guru memberikan pertanyaan dan membimbing kelompok menyimpulkan hasil percobaan (keterampilan bertanya), skor rata-rata yang diperoleh guru pada siklus I skor 2, siklus II skor 3, dan siklus III skor 4. Siklus I belum terlihat interaksi yang baik antara siswa dengan guru, dalam memberikan pertanyaan guru masih menggunakan kata-kata yang kaku. Siklus II guru membuat pertanyaan dengan kata-kata yang tidak kaku dengan menggunakan bahasa umum sehingga terlihat banyak siswa yang berani memberikan jawabannya. Suasana kelas juga terlihat lebih hidup. Hal ini selaras dengan pendapat Usman (2009: 74) bahwa bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenai. Respons yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan, stimulus untuk kemampuan berfikir, serta pertanyaan yang diajukan dengan penuh kehangatan dan rasa simpati akan mendapat respon yang berbeda dengan yang diajukan secara dingin dan sikap tak acuh.
Baca lebih lanjut

323 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar

(1)Hendaknya guru selalu berusaha melakukan cara baru dalam mengelola pembelajaran di kelas maupun di luar kelas agar peserta didik selalu berfikir ke depan dan berusaha untuk melakukan yang terbaik, terutama dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik pada peserta didik yang kurang mampu memahami pelajaran sehingga nilai atau hasil yang di dapatkan sangat lah kurang. Sehingga perlu model pembelajaran dengan metode-metode yang bervariasi untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. (2)Pemberian motivasi dan penguatan oleh guru kepada peserta didik sangatlah penting di lakukan melalui penerapan metode eksperimen, sangat di perlukan dalam proses pembelajaran guna merangsang minat belajar anak tentang pentingnya belajar dengan sungguh- sungguh, hendaknya agar ada penelitian lanjutan dari pihak lain dengan penerapan metode eksperimen dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada konsep yang sama atau berbeda serta pada kelas yang sama atau kelas yang berbeda. DAFTAR RUJUKAN
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV SDN 02 Kota Mukomuko

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV SDN 02 Kota Mukomuko

Pembelajaran yang terjadi sebelum penelitian ini dilakukan, terdapat penyampaian materi tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal pada siswa kelas IV di SD Negeri 02 Kota Mukomuko. Dari duapuluh siswa, hanya sembilan orang (45%) siswa yang telah tuntas, sementara sebelas orang (55%) lainnya masih di bawah kriteria ketuntasan mengajar (KKM). Oleh karena hal tersebut, maka perlu diterapkan pembelajaran untuk perbaikan melalui PTK. Penelitian ini menggunakan dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kemajuan yang signifikan. Pada akhir siklus terdapat 18 (90%) siswa yang telah memenuhi KKM.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects