Top PDF PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOGRAPH.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING.

The aims of this study was to determine the differences of Critical Thinking mathematically attainment and enhancement between students who get Creative Problem Solving (PCPS)learning approachto those who get conventional learning in terms of the whole students and based The Ability of Early Mathematical (AEM). Type of this research is a quasi-experimental. The sample research is obtained by using purposive random sampling technique, it is applied two classes of the first grade of SMAN 1 Jakarta. The first class gets approach Creative Problem Solving (CPS) and the second class gets conventional (PK) learning model. All class are given a Pre-test and post-test of critical thinking mathematically. Each group consists of 36 students devided in to two different early ability, that is, student with high, middle, and low ability for each group. Furthermore, data of the research is collected by conducting relating test, observation, and interview.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS), PROBLEM SOLVING (PS), DAN DIRECT INSTRUCTION (DI), TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP.

PENGARUH PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS), PROBLEM SOLVING (PS), DAN DIRECT INSTRUCTION (DI), TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving, Problem Solving dan Direct Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode kuantitatif yang dilaksanakan disuatu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Sampel yang diteliti terdiri dari tiga kelas dengan masing-masing kelas 42 orang siswa, dengan desain kuasi eksperimen. Kelompok eksperimen pertama mendapat pembelajaran Creative Problem Solving, kelompok eksperimen kedua memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Problem Solving dan kelompok ketiga memperoleh pendekatan Direct Instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelit ian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket. Dalam pelaksanaannya, tes kemampuan berpikir kritis matematis diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Hipotesis penelitian di uji dengan menggunakan Uji perbedaan tiga rerata yaitu dengan uji Anova Satu Jalur dan Uji Kruskal-Walis. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa : a) terdapat perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang mendaparkan pembelajaran Creative Problem Solving, Problem Solving dan Direct Instruction; b) kemampuan berpikir kritis matematis yang memperoleh pembelajaran Creative Problem Solving tidak berbeda signifikan dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Problem Solving, kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Solving lebih baik pengaruhnya daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran Direct Instruction; c) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang mendaparkan pembelajaran Creative Problem Solving, Problem Solving dan pembelajaran Direct Instruction; d) kemampuan berpikir kritis matematis yang memperoleh pembelajaran Creative Problem Solving peningkatan kemampuan berpikir kritisnya tidak berbeda signifikan dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Problem Solving, kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Solving lebih baik peningkatannya daripada siswa yang belajar dengan pendekatan Direct Instruction; e) secara keseluruhan, sikap siswa terhadap pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Solving menunjukan sikap yang positif.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

T MTK 1303363 Chapter3

T MTK 1303363 Chapter3

Apakah “T erdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan pembelajaran Creative Problem Solving ( CPS) dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada masing-masing kemampuan awal matematis siswa (tinggi, sedang, rendah) ” . Data yang diperlukan untuk pengujian adalah skor gain kemampuan berpikir kritis matematis kelas CPS dan konvensional berdasarkan KAM. dilanjutkan dengan melakukan uji normalitas dan homogenitas varians maka jika kedua data normal dan homogen akan digunakan uji t independent sample , sementara jika tidak normal digunakan uji Mann-Whitney U .
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

T MTK 1303363 Abstract

T MTK 1303363 Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan Self-Efficacy dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Creative Problem Solving, pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive random sampling, yaitu dengan memilih siswa kelas X di salahsatuSMANegerikota Jakarta sebanyak dua kelas sebagai sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok pendekatan pembelajaran, yaitu pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving (CPS) dan pembelajaran konvensional (PK). kelas pertama mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan CPS dan kelas kedua mendapatkan pembelajaran konvensional. Setiap kelompok terdiri dari 36 siswa yang terbagi kedalam dua kemampuan awal yang berbeda, yaitu tiap kelompok terdiri dari siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, angket, observasi dan wawancara.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING : Studi Kuasi Eksperimen terhadap siswa salah satu SMP Negeri di Kota Bandung.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING : Studi Kuasi Eksperimen terhadap siswa salah satu SMP Negeri di Kota Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Creative Problem Solving (CPS) dan siswa yang memperoleh pendekatan ekspositori. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1)Apakah pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas CPS lebih baik daripada kelas ekspositori? (2)Apakah pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas CPS lebih baik daripada kelas ekspositori? (3)Apakah terdapat korelasi antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis? Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan desain berbentuk kelompok kontrol non-ekivalen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Bandung. Sampel penelitian yakni siswa kelas VIII-A dan VIII-B SMP Negeri 22 Bandung yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Creative Problem Solving (CPS) dan kelas kontrol memperoleh pendekatan ekspositori. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan bantuan software Minitab 16, SPSS 22 dan Microsoft Excel. Untuk membandingkan pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, dilakukan uji Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu: (1)Pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas CPS lebih baik daripada siswa kelas Ekspositori, (2)Pencapaian dan peningkatan kemampuan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas CPS lebih baik daripada siswa kelas Ekspositori, (3)Terdapat korelasi positif antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kemampuan berpikir kreatif matematis.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA.

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA.

Sampel penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Sehingga yang menjadi subjek sampelnya adalah dua kelas yang dipilih dari kelas yang telah ada di MTs Negeri 32 Jakarta Selatan. Tujuan dilakukan pengambilan sampel dengan teknik ini adalah agar penelitian yang akan dilakukan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien terutama dalam hal kondisi subyek penelitian dan waktu penelitian. Berdasarkan teknik pengampilan sampel tersebut akan diambil sampel dua kelas, satu kelas akan dijadikan kelas eksperimen yang menggunakan Creative Problem Solving dan satu kelas akan dijadikan kelas kontrol yaang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII melalui penerapan model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis kontekstual

Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII melalui penerapan model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis kontekstual

Teknik pengumpulan data menggunakan: (1) metode dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan daftar nama-nama siswa yang akan menjadi populasi penelitian dan daftar nama-nama siswa yang akan menjadi responden dalam uji coba instrumen; dan (2) metode observasi atau pengamatan digunakan untuk memperoleh data yang memperlihatkan pengelolaan pembelajaran matematika melalui pembelajaran creative problem solving berbasis kontekstual siswa dan partisipasi siswa pada kelompoknya, serta kerja kelompok secara keseluruhan. Pada lembar pengamatan ditentukan indikator-indikator yang menjelaskan bahwa siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tersebut atau tidak. Sehingga siswa dinilai, apabila tingkat persentase siswa sudah menunjukkan terlaksananya indikator-indikator tersebut.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOGRAPH.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOGRAPH.

“ Konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antar pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkonstruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat ” . Berkaitan dengan hal tersebut, melalui model kontekstual pembelajaran yang dilakukan akan lebih bermakna. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning). Nurhadi, dkk (2004:56) mendefinisikan Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah:
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Islam Durenan - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Islam Durenan - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

dengan cara menghafal tanpa dipikir, keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berpikir. Suatu soal yang dianggap sebagai “masalah” adalah soal yang memerlukan keaslian berpikir tanpa adanya contoh penyelesaian sebelumnya Pada masalah ini, siswa tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya, tetapi siswa tertarik dan tertantang untuk menyelesaikannya. Siswa menggunakan segenap pemikiran, memilih strategi pemecahannya, dan memproses hingga menemukan penyelesaian dari suatu masalah. 11

27 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING ( CPS ) BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII MATERI KUBUS DAN BALOK

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING ( CPS ) BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII MATERI KUBUS DAN BALOK

Selain penggunaan model pembelajaran, penggunaan media dalam pembelajaran juga dapat membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Media yang digunakan dalam pembelajaran matematika dapat berupa alat peraga ataupun multimedia. Di sisi lain adanya kemajuan teknologi di bidang komputer dan aplikasi yang ditawarkannya, maka sangat sesuai bila komputer digunakan sebagai salah satu komponen sumber pembelajaran. Dengan bantuan komputer dan berbagai program animasinya, konsep dan masalah materi pembelajaran yang sebelumnya hanya dituliskan dan digambarkan dalam buku maka selanjutnya dapat ditampilkan bentuk tayangan melalui media audio visual yang dikemas dalam CD Pembelajaran. CD (compact disk) Pembelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) yang di dalamnya telah diinstal program yang disiapkan untuk tujuan pembelajaran tertentu.
Baca lebih lanjut

221 Baca lebih lajut

Pembelajaran Kimia Metode Creative Problem Solving(CPS) Menggunaka Modul dan Media Interaktif Ditinjau dari Kemampuan Pemahaman Membaca dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.

Pembelajaran Kimia Metode Creative Problem Solving(CPS) Menggunaka Modul dan Media Interaktif Ditinjau dari Kemampuan Pemahaman Membaca dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.

Novi Hendrastuti. 2016. Chemistry Learning using Creative Problem Solving (CPS) Method with Module and Interactive Media Viewed from the Students’ Reading Comprehension and Critical Thinking Abilities (Chemistry Learning in Rate of Reaction in the first semester of the 11 th grade in SMA N 1 Karanganom in the school year of 2013/2014) Counselors: 1) Prof. Dr. H. Ashadi: II) Prof. Dr. Sentot Budi R, Ph.D, August 2016. Thesis: Science Education Magister Study Program of Teacher Training and Education Faculty, Surakarta Sebelas Maret University.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA - repository UPI T MTK 1201551 Title

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA - repository UPI T MTK 1201551 Title

DIAN NOVITSARI, 2014 Penerapan Pendekatan Pembelajaran Creative Problem SolvingCPS Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Disposisi Matematis Siswa Universitas Pendi[r]

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSSING BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSSING BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH

Dengan demikian, jelaslah mengapa matematika menjadi pelajaran wajib bagi setiap orang. Bahkan dapat pula dikatakan bahwa matematika merupakan induk segala ilmu pengetahuan, baik eksakta maupun non eksakta. Oleh karena besarnya peranan matematika dalam kehidupan manusia, maka tidak mengherankan bila matematika selalu menjadi perhatian dan mendapat sorotan dari berbagai pihak, bahkan rendahnya prestasi matematika siswa telah menjadi masalah nasional yang perlu mendapat pemecahan yang segera dan seoptimal mungkin.

10 Baca lebih lajut

Peningkatan kemampuan komunikasi matematik peserta didik yang menggunakan model creative problem solving (CPS)

Peningkatan kemampuan komunikasi matematik peserta didik yang menggunakan model creative problem solving (CPS)

Tujuan dari penelitian yang peneliti lakukan adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematik peserta didik yang menggunakan model Creative Problem Solving (CPS dan untuk mengetahui pada indikator manakah peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi matematik. Dengan menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) peserta didik dapat terlibat aktif, terampil dan kreatif dalam proses pembelajaran terutama dalam menyelesaikan soal- soal berbentuk pemecahan masalah dan komunikasi matematik. Hal ini sejalan dengan pendapat Pepkin (Muslich, Masnur, 2007: 224) “Model Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan, peserta didik dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berpikir”. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran dimana peserta didik lebih dipusatkan pada keterampilan untuk pemecahan masalah sedangkan pendidik hanya bertugas untuk mengarahkan upaya pemecahan masalah secara kreatif untuk memperluas proses berpikir peserta didik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDEKATAN OPEN-ENDED PROBLEM SOLVING BERVISI SETS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD TERHADAP BENCANA ALAM.

PENDEKATAN OPEN-ENDED PROBLEM SOLVING BERVISI SETS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD TERHADAP BENCANA ALAM.

Amanah, S. 2011. Pendekatan Open-Ended Problem Solving Bervisi SETS untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD terhadap Bencana Alam. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Dr. Ani Rusilowati, M.Pd. dan Pembimbing Pendamping Dr. Sutikno, M.T.

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOGRAPH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOGRAPH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah menggunakan software Autograph yang terjadi di kelas berlangsung antara lain melalui pembelajaran berpusat pada siswa, guru membentuk kelompok belajar siswa yang heterogen, mereka secara kelompok bertanggung jawab terhadap hasil belajar, terjadi saling ketergantungan secara positif antar siswa. Aktifitas tersebut mampu menciptakan proses pembelajaran yang kondusif.

40 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

Pembelajaran fisika diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami fisika secara ilmiah. Fisika adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang merupakan hasil pengalaman langsung dari suatu gejala alam, membahas fenomena yang terjadi pada masalah-masalah nyata yang ada di alam, sehingga pembelajaran fisika bukan hanya penguasaan berupa fakta, konsep, dan prinsip tetapi juga suatu proses penemuan sistematis yang harus ditempuh siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Siswa didorong untuk menggunakan kemampuan berfikir kritisnya dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

ARTIKEL ILMIAH ANALISIS KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ASAM BASA KELAS XI MIA SMAN 5 KOTA JAMBI

ARTIKEL ILMIAH ANALISIS KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ASAM BASA KELAS XI MIA SMAN 5 KOTA JAMBI

Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimental design dengan desain Mix Method (metode kombinasi) merupakan suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama- sama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan obyektif (Sugiyono,2014). Mix Method yang digunakan oleh peneliti adalah jenis Concurrent Embedded, dimana data kualitatif mendukung desain kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling dan didapat kelas XI MIA 7 sebagai kelas sampel yang terdiri dari 35 siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

T MTK 1204659 Chapter5

T MTK 1204659 Chapter5

2. Pembelajaran yang menggunakan bantuan software diusahakan pembelajarannya di dalam kelas sendiri atau tidak moving class. Hal itu dilaksanakan untuk mengefektifkan alokasi waktu pembelajaran. 3. Pembelajaran yang menggunakan bantuan software harus

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...