Top PDF PENUTUP PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

PENUTUP  PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

PENUTUP PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

2. Hambatan yang dihadapi kepolisian dalam melindungi hak istri sebagai korban penelantaran keluarga adalah kurangnya kesadaran dari pihak korban untuk melapor meskipun adanya peraturan Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang mengatur.

7 Baca lebih lajut

PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas peran Kepolisian dalam melindungi hak istri sebagai korban penelantaran keluarga. Hal ini dilatarbelakangi adanya kenyataan makin maraknya kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : peran kepolisian dalam melindungi hak istri sebagai korban penelantaran keluarga, dan hambatan yang dialami kepolisian dalam melindungi hak istri sebagai korban penelantaran keluarga. Metode pendekatan dalam penulisan ini adalah jenis penelitian hukum normatif, penelitian ini dilakukan secara langsung kepada narasumber sebagai data utamanya yang didukung dengan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer maupun sekunder. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara studi lapangan dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dalam penelitian kepustakaan maupun penelitian dilapangan diolah menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan penulis maka dapat disimpulkan sebagai berikut: peran kepolisian dalam melindungi hak istri sebagai korban penelantaran keluarga adalah memberi perlindungan hukum, menegakkan keadilan, melindungi haknya, melakukan proses, dan mendampingi korban kekerasan dalam rumah tangga. Hambatan yang dilalui kepolisian dalam melindungi hak istri sebagai korban penelantaran keluarga adalah kurangnya kesadaran dari pihak korban untuk melapor meskipun adanya peraturan yang mengatur.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI  PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

SKRIPSI PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

Puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah S.W.T, atas rahmat dan anugerah serta segala karunia-Nya yang telah dilimpahkan sehingga Skripsi dengan judul “ PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA” dapat terselesaikan.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

PENDAHULUAN PERAN KEPOLISIAN DALAM MELINDUNGI HAK ISTRI SEBAGAI KORBAN PENELANTARAN KELUARGA.

Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup keluarga. Hal tersebut tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur mengenai penganiayaan dan lain-lain. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana telah diatur mengenai penganiayaan dan kejahatan kesusilaan serta penelantaran orang yang perlu diberi nafkah dan kehidupan Jo Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga yang dimaksud oleh Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT diatur dalam Pasal 6, 7, 8, dan Pasal 9. Menurut Pasal 9 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT yang dimaksud dengan penelantaran keluarga yaitu setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERAN ADVOKAT DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ISTRI YANG MENJADI KORBAN KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA PADA TINGKAT PENYIDIKAN DI KEPOLISIAN POLTABES YOGYAKARTA.

PENUTUP PERAN ADVOKAT DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ISTRI YANG MENJADI KORBAN KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA PADA TINGKAT PENYIDIKAN DI KEPOLISIAN POLTABES YOGYAKARTA.

1. Peranan dari advokat dalam memberikan perlindungan hukum selama proses penyidikan di Kepolisian sampai di tingkat pengadilan terhadap istri yang menjadi korban kekerasan fisik dalam rumah tangga memiliki peranan penting, dengan memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan kepada pihak korban kekerasan dalam rumah khususnya kekerasan fisik, serta mengupayakan pelayanan hukum dan data medik guna keperluan hukum, membantu pihak korban selama proses berlangsung dan memberikan rasa aman kepada korban, bahwa dengan korban didampingi oleh Advokat, korban jauh lebih baik dibandingkan tidak adanya pendampingan dari Advokat secara langsung. Kekerasan terhadap istri yang dilakukan oleh suami dalam rumah tangga merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Oleh karena itu, diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan terhadap korban.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENUTUP SOLIDARITAS GEREJA KATOLIK DAN PERAN NEGARA DALAM MELINDUNGI KORBAN PERDAGANGAN ORANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007.

PENUTUP SOLIDARITAS GEREJA KATOLIK DAN PERAN NEGARA DALAM MELINDUNGI KORBAN PERDAGANGAN ORANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007.

Dalam ketentuan ini, mekanisme pengajuan restitusi dilaksanakan sejak korban melaporkan kasus yang dialaminya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia setempat dan ditangani oleh penyidik bersamaan dengan penanganan tindak pidana yang dilakukan. Penuntut umum memberitahukan kepada korban tentang haknya untuk mengajukan restitusi, selanjutnya penuntut umum menyampaikan jumlah kerugian yang diderita korban akibat tindak pidana perdagangan orang bersamaan dengan tuntutan. Mekanisme ini tidak menghilangkan hak korban untuk mengajukan sendiri gugatan atas kerugiannya.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

The economic and non economic value of wife housework

The economic and non economic value of wife housework

Karakteristik keluarga menggambarkan ciri setiap individu di dalamnya dengan mutu modal berbeda. Menurut Bronfenbrenner (Berns 1997), setiap individu dalam keluarga terikat dalam jaringan sosial seperti keluarga, kerabat, teman atau sahabat, tetangga, masyarakat yang lebih luas, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait; yang juga sekaligus merupakan sumber dukungan sosial. Dukungan sosial adalah bentuk tingkah laku yang menumbuhkan perasaan nyaman dan membuat individu percaya bahwa individu dihormati, dihargai, dicintai, dan bahwa orang lain bersedia memberikan perhatian dan keamanan (Oxford 1992 dalam Octavia dan Basri 2002). Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa terdapat perbedaan dukungan sosial, istri di perkotaan memperoleh dukungan sosial yang lebih baik dibandingkan istri di perdesaan. Hal ini diduga dari seberapa besar peran keterlibatan keluarga dan teman atau sahabat di lingkungannya.
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM MASA PACARAN   Perlndungan Hukum Terhadap Perempuan Korban Kekerasaan Dalam Masa Pacaran (Studi Kasus Di SPEK-HAM).

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM MASA PACARAN Perlndungan Hukum Terhadap Perempuan Korban Kekerasaan Dalam Masa Pacaran (Studi Kasus Di SPEK-HAM).

Selanjutnya, dalam aturan hukum di Indonesia, belum ada aturan yang secara spesifik mengatur tentang kekerasan dalam masa pacaran, sehingga seringkali korban yang biasanya perempuan tidak terlindungi. Hal lain yang menyebabkan kekerasan ini tidak tercover adalah karena tidak adanya keberanian korban untuk melakukan pengaduan. Kekurangan bukti-bukti formal yang disyaratkan hukum dan pandangan aparat penegak hukum yang hanya mengedepankan hal-hal yang bersifat legal formal sempit. Kekerasan dalam hukum lebih dipahami secara fisik dengan penegertian yang sangat terbatas. Untuk itu, perlindungan terhadap korban dapat digunakan ketentuan hukum yang berlaku secara umum baik dalam KUH Pidana maupun KUH Perdata.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PEMAKNAAN PENGALAMAN LAKI-LAKI JAWA TENTANG ISTRI YANG BEKERJA

PEMAKNAAN PENGALAMAN LAKI-LAKI JAWA TENTANG ISTRI YANG BEKERJA

Nah di antaranya itu kadang dia sepulang dari kerja misalnya katakanlah rumah belum terurusi. Sehingga ya kondisi-kondisi seperti itu lah, ya kadang, minta maaf ya, makanan kadang istri belum sempet siapin makanan. Karena ya itu tadi dituntut untuk, apa ya, porsi-porsi yang seperti itu katakanlah porsi tanggung jawabnya di instansinya atahu lembaga tempat ia bekerja itu. Sehingga ya akhirnya kan menjadi begini, ini harusnya tugas siapa kemudian juga salah siapa, gitu lo. Keinginannya ya semua suami ketika, apa namanya, istri itu punya waktu yang cukup begitu ya, untuk memberiikan pelayanan kepada suami. Ya diantaranya mungkin urusan-urusan rumah tangga, rumah itu misalnya. Kemudian juga makanan, kemudian juga hal-hal yang lain. Ya mungkin sampai pada kebutuhan apa namanya batin gitu ya. Kadangkan alasannya kan kalau seorang istri yang sibuk itu begitu, wah capek-capek macem-macem kan gak sempat ngurus ini itu. Kalau alasannya itu capek alasannya itu bekerja sebetulnya itukan tidak tepat. Karena posisi istri kan sebenarnya tidak di tuntut untuk bekerja. Sehingga, kalau suami, meskipun istri punya gaji yang gede nah itu tidak sesuai dengan keinginannya. Karena akhirnya banyak hal yang dikorbankan itu. Karena dalam keluarga saya sendiri begitu ya. Dan kasus nya banyak terjadi di mana-mana. Banyak terjadi perceraian, banyak terjadi konflik dan betul itu usianya antara 30-40 tahun itu yang sangat rawan. Kalau itu tidak bisa memanage itu akan berbahaya. Apalagi kalau dua-duannya berkarir. Satu dengan yang lain tidak ada yang mengalah lah begitu. Maka menurut saya ya itu tadi, kebijakannya ya harus betul-betul yang adil dari pemerintah itu ya wanita diberi hak-hak jangan sampai seperti laki-laki. Kerja ya tidak full, tuntutannya, tanggung jawabnya dan lain sebagainya ya itu harus diatur. Ya saya kira demikian.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PENUTUP PERAN KEPOLISIAN TERHADAP MALPRAKTEK ADVOKAT DI YOGYAKARTA.

PENUTUP PERAN KEPOLISIAN TERHADAP MALPRAKTEK ADVOKAT DI YOGYAKARTA.

yaitu apabila advokat melakukan malpraktek yang terkait dengan hukum pidana hanya saja, polisi tidak akan berjalan tanpa ada kerjasama masyarakat khususnya klien didalamnya.. Polisi dala[r]

4 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERAN LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK PADA PERKARA ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM KELUARGA.

PENUTUP PERAN LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK PADA PERKARA ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM KELUARGA.

Dalam melaksanakan apa yang ada dalam Undang-Undang, sebaiknya pemerintah memberikan sarana dan prasarana yang menunjang, memberikan sosialisasi terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak dimasyarakat, lebih memberikan perhatian dalam kasus kekerasan terhadap anak dalam keluarga serta pemerintah lebih cekatan dalam menangani krisis ekonomi yang diharapkan akan menekan angka kekerasan pada anak.

6 Baca lebih lajut

PERAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) SURAKARTA DALAM MELINDUNGI HAK-HAK KONSUMEN

PERAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) SURAKARTA DALAM MELINDUNGI HAK-HAK KONSUMEN

konsumen yang lebih lemah dibandingkan dengan pelaku usaha seperti yang dinyatakan oleh Susanti Adi Nugroho (2011: 2) sebagaimana tercermin dalam Resolusi Majelis Umum PBB, No. A/RES/39/258 tahun 1985 tentang Guidelines for Consumer Protection, yang menyatakan bahwa Dengan mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan konsumen di semua negara, khususnya di negara- negara berkembang, diakui bahwa konsumen sering menghadapi ketidakseimbangan dalam hal ekonomi, tingkat pendidikan, dan daya tawar, dan mengingat bahwa konsumen harus memiliki hak akses ke produk yang tidak berbahaya, serta hak atas akses untuk mempromosikan adil, pembangunan ekonomi dan sosial yang adil dan berkelanjutan Faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran terhadap hak konsumen bisa disebabkan karena sistem hukum yang berlaku belum efektif. Menurut Lawrence Meir Friedman berhasil
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Pemaknaan pengalaman laki-laki Jawa tentang istri yang bekerja.

Pemaknaan pengalaman laki-laki Jawa tentang istri yang bekerja.

Tak pikir itu jelas sekali ya, karena menurut.. opo yo namane.. menurut tradisi, suami itu harus lebih tinggi dari pada istri apalagi di Jawa ya. Di Jawa itu nek bisa yo Raja nya itu yang laki, nek putri ya ratu ne. itu yang membuat saya itu minder itu karena saya sendiri menyadari bahwa saya belum bisa memberiikan lebih, misalkan istri mau apa, mau apa, saya kan belum bisa mencukupi itu makanya saya minder, sedangkan istri sendiri bisa mencukupi kebutuhan hidup sendiri tanpa bantuan saya. Nah waktu itu memang sebelum kita nikah itu, saya memang sudah mencoba untuk mensharingkan ke temen. Entah itu temen-temen kantor, entah itu temen-temen maen. Ya waktu itu tanggapan temen-temen itu yo ya gak ada masalah, jaman sekarang itu gak masalah, mbuh itu istri luwih dhuwur itu gak ada masalah. Sing jelas dua-duanya itu saling menerima. Ketika dua-duanya itu saling menerima ya uwis ra ono masalah. Nah makane dari awal saya mencoba untuk terbuka „iki lo gajiku semene, kowe piye?‟ „ho ya ra po- po mas‟ ketika dia ra po-po yo uwis, jadi dari awal dia memang sudah tahu gaji saya itu lebih rendah dari pada dia. Itu pertama. Dan juga kalau temen-temen yang lain mengatakan juga bahwa dari pengalaman dia sendiri „saya tu mbalah gak bekerja mas, yang bekerja mbalah istri saya. Tapi istri saya juga gak ada masalah‟ nah karena apa? Temen saya tu kan gini, dia itu bekerja di LSM, kadang dia dapet job kadang enggak. Kalau ada job baru dia dapet uang, kalau gak ada dia juga gak bekerja. Jadi ketika dia gak bekerja, istri juga gak ada masalah. Nah suatu saat suatu ketika itu, istrinya itu kena PHK, nah berartikan istrinya gak bekerja. Ketika itu temen saya itu dapat job dapat pekerjaan. Nah sehingga bisa menopang kehidupan keluarga saat istri di PHK. Dan suami juga gak menyalahkan istri kenapa istri di PHK, endak. Tapi yo tetep saling mendukung. Nah itu mungkin suatu gambaran dari temen saya itu. Jadi dua-dua saling mendukung.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Penerapan Diversi Pada Tahap Penyidikan Untuk Mewujudkan Perlindungan Hukum Terhadap Hak Anak Pelaku Tindak Pidana.

Penerapan Diversi Pada Tahap Penyidikan Untuk Mewujudkan Perlindungan Hukum Terhadap Hak Anak Pelaku Tindak Pidana.

Penerapan diversi pada tahap penyidikan dapat dilakukan secara garis besar yaitu diversi peringatan secara lisan, diversi informal, dan diversi formal. Diversi bertujuan agar anak pelaku tindak pidana terhindar dari stigmatisasi proses peradilan formal. Proses diversi dengan cara musyawarah melibatkan keluarga korban; pelaku; petugas pembimbing pemasyarakatan; pekerja sosial; masyarakat dan pihak-pihak lainnya sangat menentukan atau mempengaruhi tindakan apa yang seharus diberikan kepada anak sebagai pelaku. Dengan demikian lebih memberikan keadilan bagi korban dan pelaku tindak pidana demi kepentingan terbaik dimasa akan datang. Kewenangan diskresi yang melekat pada penyidik dapat menghentikan ataupun melakukan diversi. Mekanisme ini hanya terbatas pada tindak pidana yang diancam dibawah 7 (tujuh) tahun, dalam hal ini belum maksimalnya perlindungan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Berdasarkan hasil penelitian diversi yang digadangkan sebagai perubahan dalam penangan anak masih minim dibandingkan jumlah anak dilaporkan atau diadukan ke Polisian. Dalam tataran praktek masih banyak kendala yang dihadapi penyidik dalam pelaksanaan diversi, dari aspek yuridis menyangkut ekstimasi waktu belum mampu bertindak secara maksimal; Aspek budaya masyarakat, masih sulit merubah meandset keluarga korban dan masyarakat yang masih banyak menyandarkan proses peradilan formal sehingga belum dapat menerima pendekatan musyawarah; Aspek struktur perlu pembenahan sarana penunjang agar berhasil pelaksanaan diversi terhadap anak tersebut. Untuk itu perlunya pelatihan dan sosialisasi secara menyeluruh sehingga dapat dilaksanakan dengan efektif pada tahap penyidikan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERAN DAN PERLINDUNGAN KORBAN KEJAHATAN DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PENCURIAN PADA TINGKAT PENYIDIKAN  Peran Dan Perlindungan Korban Kejahatan Dalam Mengungkap Tindak Pidana Pencurian Pada Tingkat Penyidikan.

PERAN DAN PERLINDUNGAN KORBAN KEJAHATAN DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PENCURIAN PADA TINGKAT PENYIDIKAN Peran Dan Perlindungan Korban Kejahatan Dalam Mengungkap Tindak Pidana Pencurian Pada Tingkat Penyidikan.

Melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa peran korban dalam mengungkap tindak pidana pencurian merupakan sebagai pelapor yang sekaligus menjadi saksi. Perlindungan yang diberikan kepolisian kepada korban kejahatan dalam mengungkap tindak pidana pencurian berupa jaminan atas rasa aman dari berbagai macam bentuk ancaman yang diberikan oleh tersangka. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada korban tindak pidana pencurian berasal dari pasal yang membahas tentang fungsi kepolisian dan permintaan korban, dan yang menjadi penghambat kepolisian dalam memberikan perlindungan adalah korban sendiri yang tidak meminta perlindungan kepada kepolisian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENUTUP  PEMENUHAN HAK KORBAN DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS DI YOGYAKARTA.

PENUTUP PEMENUHAN HAK KORBAN DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS DI YOGYAKARTA.

Karjadi, 1975, Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Kecelakaan Lalu lintas Kewajiban dan Wewenang Polisinil, Politeria, Bogor, hlm 78 Muladi, 2005, HAM dan Perspektif Siste[r]

4 Baca lebih lajut

PENUTUP  UPAYA KEPOLISIAN DALAM PEMBERDAYAAN KORBAN GUNA PENYELESAIAN PERKARA PIDANA.

PENUTUP UPAYA KEPOLISIAN DALAM PEMBERDAYAAN KORBAN GUNA PENYELESAIAN PERKARA PIDANA.

Polda DIY. Penanganan yang diberikan kepada korban berupa pemulihan dari rasa takut atau shock atas apa yang telah dia alami. Proses penanganan melalui trauma healing dilaksanakan agar korban menjadi tenang dan nyaman dalam memberikan keterangan terhadap kepolisian, guna pengungkapan suatu kejahatan dalam proses penyelesaian perkara pidana.

5 Baca lebih lajut

PENUTUP  TINJAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN.

PENUTUP TINJAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN.

Arif Gosita, Masalah Korban Kejahatan, Akademika Pressindo, Jakarta, 1993. Aroma Elmina Martha, Perempuan Kekerasan dan Hukum, UII Press, Yogyakarta. B Simanjutak, Pengantar Kriminologi dan Patologi Sosial, Tarsito, Bandung, 1990. Bambang Poernomo, Pertumbuhan Hukum Pidana penyimpangan di Luar Kodifikasi

7 Baca lebih lajut

Advokasi Hak Hak Istri Dalam Rumah Tangg (1)

Advokasi Hak Hak Istri Dalam Rumah Tangg (1)

Terlepas dari perbedaan pemaknaan nusyûz tersebut, namun posisi suami sebagai pelindung itu memiliki konsekuensi logis dalam merespon sikap istrinya yang membangkang (nusyûz) secara bijak dan dilakukan secara bertahap sebagaimana diisyaratkan dalam ayat 34 surat al-Nisa di atas. Jelasnya, suami dapat menyadarkan istrinya yang dianggap membangkang itu secara ber- tahap, yakni langkah pertama dinasehati dengan kata-kata yang baik, nasehat-nasehat yang mengesankan dan bimbingan yang bijaksana. Kalau cara ini tidak berhasil, maka pindah ke cara kedua, suami menjauhinya dari tempat tidur, sebagai usaha untuk membangkitkan naluri kewanitaannya. Mudah-mudahan istri sadar dan kejernihan pikiran akan kembali. Jika langkah ini gagal, maka terpaksa menempuh langkah ketiga, diberi penyadaran dengan pukulan yang mendidik, tanpa menyakiti apalagi menyebabkan cedera. 49
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

T1  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hak Korban Tabrak Lari Kasus Kecelakaan Lalu Lintas: Studi Kasus di Satlantas Polres Salatiga

T1 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hak Korban Tabrak Lari Kasus Kecelakaan Lalu Lintas: Studi Kasus di Satlantas Polres Salatiga

b. Struktur Organisasi Unit Laka Lantas Polres Salatiga................. c. Definisi Tabrak Lari dan Hak Korban, Tabrak Lari..................... d. Proses Santunan Jasa Raharja....................................................... 40 41 42 3. Tindakan Penanganan dan Penyeleseian Kepolisian dalam Kasus Laka Lantas di Kota Salatiga………………………………. ......... 43 a. Gambaran Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Tabrak Lari di Kota Salatiga… ..................................................................................... 43

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...