Top PDF PENUTUP UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

PENUTUP  UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

PENUTUP UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

1. Di Indonesia upaya pencegahan dan penggulangan terorisme juga dinilai oleh banyak kalangan kurang efektif atau kurang cermat karena masih sering terjadi tindak teroris berupa pengeboman di beberapa daerah sehingga mengundang kecaman dan kritik terhadap aparat keamanan (Polri) dan aparat intelejen. Aparat keamanan dan intelejen dinilai lemah dalam mengantisipasi terjadinya aksi pengeboman. Mencegah aksi terorisme diperlukan adanya informasi /bahan keterangan (intelejen). Informasi intelejen dapat dilakukan dengan kegiatan intelejen seperti deteksi dini dan cegah dini aksi terorisme maupun dengan operasi intelejen terhadap terorisme. Dalam pelaksanaannya institusi yang berperan adalah intelejen, intelejen dibutuhkan sebagai upaya mencegah ancaman terorisme.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

PENDAHULUAN UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

semua yang di lakukan oleh Tim Detasemen 88 Mabes Polri ( memeriksa saksi dan pelaku), Tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri (merekomendasikan serpihan tubuh pelaku bom bunuh diri dan korban) dan Tim Pusat Laboratorium Polri bekerjasama dengan tim kepolisian negara asing (mengumpulkan bukti awal dan barng-barang lain), masih terbatas dalam rangka memenuhi pembuktian empiris. Peran mereka memamg tidak bisa di bilang kecil, namun pembuktian secara empiris itu lebih banyak mengungkap operator pelaku di lapangan. Disisi lain, jika aparat menggunakan laporan intelejen khusus untuk mengungkap aksi terorisme,masih kesulitan menjadikannya sebagai alat bukti. Polri sering kali menuai aksi protes keras saat melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang di curigai masuk dalam jaringan terorisme. Karena, data seperti ini belum tentu terbukti kebenarannya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI   UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI WILAYAH DIY.

vi KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih kepada Allah Bapa di surga beserta putraNya yang Kudus Yesus Kristus atas limpahan berkat dan karunia kasihNya sehingga penulis dapat me[r]

11 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DI WILAYAH HUKUM POLRES TULANG BAWANG

KEBIJAKAN POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DI WILAYAH HUKUM POLRES TULANG BAWANG

Polmas sebagai strategi berarti bahwa model perpolisian yang menekankan kemitraan sejajar antara polisi dengan masyarakat lokal dalam menyelesaikan dan mengatasi setiap permasalahan sosial yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat serta ketenteraman kehidupan masyarakat setempat diterapkan dengan tujuan mengurangi terjadinya kejahatan dan rasa ketakutan akan terjadi kejahatan serta meningkatkan kualitas hidup warga setempat. Dalam pengertian ini, masyarakat diberdaya kan sehingga tidak lagi semata-mata sebagai obyek dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian melainkan sebagai subyek yang menentukan dalam mengelola sendiri upaya penciptaan lingkungan yang amah dan tertib bagi ketenteraman dan keselamatan kehidupan bersama masyarakat yang difasilitasi oleh polisi yang berperan sebagai petugas Polmas dalam suatu kemitraan. Manifestasi konsep Polmas pada tataran lokal memungkinkan masyarakat setempat memelihara dan mengembangkan sendiri pengelolaan keamanan dan ketertiban yang didasarkan atas norma-norma sosial dan/atau kesepakatan- kesepakatan lokal dengan mengindahkan peraturan-peraturan hukum yang bersifat nasional dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip HAM (Hak Asasi Manusia) dan kebebasan individu dalam kehidupan masyarakat yang demokratis.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

PENUTUP  UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA ASUSILA DI DUNIA MAYA OLEH POLDA DIY.

PENUTUP UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA ASUSILA DI DUNIA MAYA OLEH POLDA DIY.

b. Secara represif yaitu dengan bekerja sama dengan Dinas Informasi dan Komunikasi DIY beserta akademisi Amikom dalam melakukan penganggulangan tindak pidana asusila di dunia maya serta melakukan kerja sama dengan pihak provider internet dalam menanggulangi tindak pidana asusila di dunia maya.

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO 15 TAHUN 2003 TENTANG TERORISME DALAM UPAYA MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA.

PENDAHULUAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO 15 TAHUN 2003 TENTANG TERORISME DALAM UPAYA MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pembukaan mengamanatkan bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dengan demikian negara berkewajiban untuk melindungi setiap warga negaranya dari setiap ancaman kejahatan. Perang melawan teroris merupakan kebutuhan mendesak untuk melindungi warga negara Indonesia sesuai tujuan nasional yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENADAHAN KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (Studi Wilayah Hukum Polresta Bandar Lampung)

UPAYA POLRI DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENADAHAN KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (Studi Wilayah Hukum Polresta Bandar Lampung)

Tersangka Yopi Eka Chandra sebagai pelaku tindak pidana penadahan ini ditangkap karena sesuai dengan Pasal 480 KUHP terbukti menarik keuntungan, menjual suatu benda yang diketahui atau sepatutnya merupakan hasil dari tindak pidana pencurian sehingga ia hanya dikenakan dengan perbuatan tindak penadahan biasa. Penadahan disebut sebagai tindak pidana pemudahan, yakni karena perbuatan menadah telah mendorong orang lain untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang mungkin saja tidak akan ia lakukan, seandainya tidak ada orang yang bersedia menerima hasil kejahatan. 3
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PEMBEGALAN DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA.

UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PEMBEGALAN DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA.

3. Memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada Masyarakat. Maka dari itu Tugas kepolisian belum tercapai sepenuhnya di tengah tengah masyarakat, dan belum mencerminkan bahwa Polisi merupakan pelindung masyarakat yang bertanggung jawab atas kasus yang di hadapi masyarakat saat ini, dan memperjuangkan hak- hak warga negara serta kondisi perasaan warga masyarakat yang disertai profesionalisme Kepolisian untuk melaksanakan segi-segi teknis kepolisian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan ilmiah untuk memantapkan landasan hukum, kewenangan kepolisian agar disatu sisi kepastian hukum dan keadilan dapat terjamin yang sesuai dengan rangkuman Etika Polri dalam pasal 34 dan 35 UU NO.2 Tahun 2002. Pasal-pasal tersebut mengamanatkan agar setiap anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya harus mencerminkan kepribadian bhayangkara Negara seutuhnya. Mengabdikan dirinya sebagai alat negara penegak hukum, yang tugas dan wewenangnya bersangkut paut dengan hak dan kewajiban warga negara secara langsung diperlukan kesadaran dan kecakapan teknis yang tinggi, oleh karena itu setiap anggota Polri harus menghayati etika profesi kepolisian dalam sikap dan perilakunya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENUTUP  TINDAKAN POLRI DI POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK KEKERASAN FISIK YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA TERHADAP ANAK KANDUNG.

PENUTUP TINDAKAN POLRI DI POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK KEKERASAN FISIK YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA TERHADAP ANAK KANDUNG.

2. Kendala yang dihadapi POLRI di wilayah POLDA DIY dalam menanggulangi kekerasan fisik oleh orang tua kandung terhadap anak terbagi dalam dua bagian yaitu kendala internal serta kendala eksternal. Kendala internal berupa kurangnya personil polisi yang bertugas sebagai penyidik anak baik jumlahnya maupun pengetahuan akan psikologis anak serta terbatasnya fasilitas ruangan yang dimiliki Unit PPA POLDA DIY. Kendala eksternal, berupa adanya keengganan korban untuk melapor ataupun memberikan keterangan terhadap kekerasan yang dialaminya. Pihak keluarga juga sering hanya menyelesaikan parkara tersebut secara kekeluargaan dan menyembunyikan kekerasan yang terjadi dari pihak kepolisian, serta adanya anggapan di masyarakat yang menganggap bahwa kekerasan fisik merupakan hal yang biasa dalam mendidik anak.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

                                                         PENUTUP  PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

PENUTUP PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

b. Dalam proses penyidikan mengenai identitas tersangka yang bertempat tinggal diluar kota akan memakan waktu yang sangat lama bila tersangkanya melakukan upaya jaminan karena di satu sisi pihak kepolisian di kejar oleh target waktu penyelidikan yang harus di selesaikan dalam tenggang waktu sebulan sampai dua bulan.

6 Baca lebih lajut

PENUTUP  PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO 15 TAHUN 2003 TENTANG TERORISME DALAM UPAYA MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA.

PENUTUP PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO 15 TAHUN 2003 TENTANG TERORISME DALAM UPAYA MENANGGULANGI TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA.

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, penulis mengambil kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahanya itu dilihat dari fakta penerapan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme terhadap kasus Bom Bali I tahun 2002, Bom JW Marriott 2003 dan Bom Kedubes Australia 2004 (Bom Kuningan) baik dari pasal yang dikenakan pelaku, maupun hukuman yang dijatuhkan oleh para pelaku menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tersebut. Contoh kasus Ali Gufron, Imam Samudra danAmrozi dijatuhi hukuman mati karena akibat yang ditimbulkan dari Bom Bali cukup dasyat, Rohmat Puji Prabowo dalam kasus Marriot dijatuhi pidana 7 tahun 6 bulan karena dengan sengaja memberikan bantuan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan pelaku tindak pidana terorisme dan Saipul Bahri dalam kasus Bom Kedubes Australia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena terbukti turut serta melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan pelaku utama pemboman.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENUTUP  UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PEMBEGALAN DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA.

PENUTUP UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PEMBEGALAN DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA.

diri, harus mampu mengambil keputusaan berdasarkan penilaiannya sendiri apabila terjadi gangguan terhadap ketertiban dan keamanan umum atau bila timbul bahaya bagi ketertiban dan keamanan umum. Dalam menerapkan diskresi, aparat kepolisian dituntut untuk mengambil keputusan secara tepat dan arif. Termonolgi diskresi di lembaga kepolisian disebut sebagai diskresi kepolisian, biasanya berupa memaafkan, menasihati, penghentian penyidikan dan lainnya. Kepala Polisi Kota Yogyakarta memerintahkan dan memberikan izin kepada jajarannya yang bertugas di lapangan untuk menembak di tempat pelaku kejahatan atau begal yang memang dianggap membahayakan warga dan petugas. Namun, tindakan tembak di tempat tersebut dilakukan oleh petugas di lapangan terutama anggota Buser jika memang benar-benar dalam situasi terdesak dan membahayakan jiwa petugas. Tembak di tempat ini harus terukur dimana pelaku dalam kondisi sangat membahayakan dan untuk menumbuhkan efek jera kepada para pelaku tindak pidana pembegalan dengan tindakan para pelaku yang sudah mengancam keselamatan korban,maka hendaknya, maka kepolisian harus konsisten dalam penegakkan hukum tanpa pandang bulu untuk menindak secara tegas yang melakukan tindak pidana pembegalan tersebut,yang dimana tindakan melawan hukum yang menimbulkan korban. Kepolisian juga harus menimbulkan rasa kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum. Kepolisian harus lebih sigap dalam mengatasi kasus ini, dan harus dengan cepat mengungkap siapa pelakunya, barang bukti serta mengantisipasi di setiap lokasi yang rawan pembegalan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENUTUP KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA TERORISME UNTUK MENUNJANG EFEKTIFITAS UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME.

PENUTUP KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA TERORISME UNTUK MENUNJANG EFEKTIFITAS UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME.

Berdasarkan analisis dan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menarik kesimpulan bahwa berbagai upaya telah dilakukan dalam penanggulangan aksi terorisme di Indonesia dengan kebijakan kriminal, yaitu dengan sarana penal (Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme) maupun dengan sarana non penal (deradikalisasi, dan upaya-upaya lain). Kedua upaya tersebut ternyata kurang efektif untuk dilakukan dalam menanggulangi aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.

6 Baca lebih lajut

PENUTUP POLRI DALAM MEMBERANTAS TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI PROVINSI DIY.

PENUTUP POLRI DALAM MEMBERANTAS TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI PROVINSI DIY.

Medi Suharyono, CH dan Paulinus Soge, 2011, Laporan Penelitian : Tinjauan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Terhadap Tindak Pidana “Menggunakan Narkotika Golongan I Bagi Diri Sendiri”; Suatu Studi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Sleman, Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta.

10 Baca lebih lajut

UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERJUDIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES BOYOLALI   Upaya Kepolisian Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perjudian Di Wilayah Hukum Polres Boyolali.

UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERJUDIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES BOYOLALI Upaya Kepolisian Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perjudian Di Wilayah Hukum Polres Boyolali.

dan pernikahan tapi tidak menutup kemungkinan bahwa permainan judi tersebut diadakan di tempat umum seperti di pangkalan ojek atau di pangkalan para penarik becak. Permainan kartu ini mulanya hanya sebagai alat penghibur atau alat penghilang ngantuk bagi para tamu undangan yang sedang begadang, namun supaya lebih menarik dan seru maka permaian tersebut disisipi unsur taruhan. 4) Judi Dadu. Judi dadu yang biasanya disebut dengan judi “Klothok” dilakukan dengan alat berupa sebuah dadu, nampan sebagai tempat dadu, penutup dadu yang berbentuk silinder yang biasanya berwarna hitam, dan beberan atau alas yang berisi angka-angka sesuai dengan angka yang ada pada dadu yang akan ditebak oleh para penombok. Cara bermainnya yaitu, bandar mengocok dadu tersebuut dengan menggunakan nampan dan penutup dadu kemudian para penombok memasang taruhannya berupa uang yang ditaruh pada angka-angka
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN OLEH POLDA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN OLEH POLDA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Upaya preventif yang dilakukan Polda DIY dalam menanggulangi tindak pidana aborsi yaitu bekerjasama dan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, Kedokteran kepolisian, Laboratorium Forensik Polri, Departemen Kesehatan RI, masyarakat pemerhati perempuan dan beberapa LSM, untuk memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap para remaja yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan agar tidak melakukan aborsi karena tindakan tersebut melanggar hukum dan membahayakan jiwa mereka.

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

PENDAHULUAN PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

Penelitian dengan judul “ Peran Polda DIY dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perdagangan Orang ” merupakan hasil karya asli penulis, bukan merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain. Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui peran dan upaya Polda DIY dalam menangani kejahatan perdagangan orang serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi Polda DIY dalam menangani kejahatan perdagangan orang. Berdasarkan penelusuran penulis diperpustakaan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta ada beberapa judul skripsi dengan tema yang sama tetapi ada perbedaan, yaitu:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Upaya Polri Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perjudian Toto Gelap (Togel) Di Kalangan Masyarakat

Upaya Polri Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perjudian Toto Gelap (Togel) Di Kalangan Masyarakat

Setelah dilakukan pengumpulan dan analisis data maka diketahui penegakan hukum dalam rangka menanggulangi perjudian togel di kalangan masyarakat adalah meliputi beberapa faktor seperti: faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum, faktor masyarakat serta faktor kebudayaan. Hambatan kepolisian dalam menanggulangi perjudian togel di kalangan masyarakat adalah: Dalam menerapkan sanksi pidana yang berat terhadap terdakwa selalu dihadapkan pada usia muda dan perekonomian yang rendah, Belum terdapatnya keseragaman tindakan dalam menanggulangi perjudian sehingga ada kalanya antara aparat penegak hukum tidak jarang berbeda pendapat dalam penerapan pasal dari Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan penertiban Perjudian, Selama ini dalam masyarakat kita memang ada semacam dua sikap dalam memandang perjudian adalah pelanggar hukum maka mereka dicurigai, jika perlu ditangkap, masyarakat yang terwakili oleh kalangan medis memandang pelaku perjudian yang sakit, perlu diobati. Upaya pencegahan dan penanggulangan perjudian togel meliputi usaha pencegahan (preventif) seperti Menekan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, meningkatkan usaha pendidikan dan keterampilan, memperluas lapangan kerja, serta peningkatan usaha penerangan dan pengawasan. Upaya penanggulangan (represif) seperti razia dan pemberian keterampilan kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PENUTUP  UPAYA POLISI DIY DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN DENGAN KORBAN ANAK.

PENUTUP UPAYA POLISI DIY DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN DENGAN KORBAN ANAK.

Upaya pre-emptif adalah upaya untuk mendeteksi keadaan awal, pencegahan yang dilakukan secara dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan sasaran mempengaruhi faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana kesusilaan terhadap anak. Upaya pre-emptif ini memerlukan adanya peran intelejen untuk memberikan informasi. 35

8 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI   PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

SKRIPSI PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

SKRIPSI PERAN POLDA DIY DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Disusun Oleh : SILVANUS CHRISTIAN NPM : 050509066 Program Studi : Ilmu Hukum Program Kekhususan : Per[r]

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...