Top PDF Penyiapan Alat dan Bahan

Penyiapan Alat dan Bahan

Penyiapan Alat dan Bahan

Shigella dysenteriae. Buah jambu biji merah diperoleh dari Kp. Sukalaksana, Desa Cikahuripan, Lembang, Bandung, kemudian dilakukan determinasi. Tujuan dari determinasi adalah untuk memastikan kebenaran identitas bahan uji yang akan digunakan dalam penelitian. Hasil determinasi menunjukan bahwa bahan uji yang digunakan dalam penelitian adalah Psidium guajava L. dari suku Myrtaceae. Bahan yang digunakan berupa buah jambu biji merah yang telah matang yang telah mengeluarkan aroma yang khas. Pemilihan bahan uji pada kondisi yang telah matang tersebut karena proses produksi metabolitnya diharapkan sudah maksimal. Kemudian bahan uji dilakukan penapisan fitokimia, penapisan fitokimia bertujuan untuk mengetahui beberapa metabolit sekunder yang terkandung dalam buah jambu biji merah tersebut. Hasil dari penapisan fitokimia pada buah jambu biji merah menunjukkan kandungan kimianya antara lain flavonoid, tanin dan polifenol yang dapat bersifat sebagai antimikroba. Hasil penapisan fitokimia pada buah jambu biji merah dapat dilihat hasilnya pada tabel berikut:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Efek Repelan Nabati Ekstrak Air Biji Jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar

Uji Efek Repelan Nabati Ekstrak Air Biji Jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar

Metode: Penelitian ini meliputi penyiapan alat dan bahan, pengumpulan dan pengolahan sampel (biji jengkol) menjadi ekstrak air biji jengkol, penyiapan hewan uji, pengujian konsentrasi repelan nabati ekstrak air biji jengkol yang terdiri dari pengamatan terhadap jumlah pakan yang dikomsumsi oleh hewan uji, kematian hewan uji dan penentuan konsentrasi efektif ekstrak air biji jengkol sebagai repelan nabati. Pengujian menggunakan tikus putih sebanyak 30 ekor dibagi menjadi 6 kelompok. kelompok I, kontrol negatif (diberi akuades tanpa ekstrak air biji jengkol) 1 liter. Kelompok II, III, IV, V dan VI diberikan masing- masing ekstrak air biji jengkol dengan konsentrasi 100 g/L, 200 g/L, 400 g/L, 800 g/L dan 1600 g/L pada tikus. Pengamatan dilakukan terhadap masing-masing kelompok selama 7 hari dengan pengulangan sebanyak 3 kali.Data dianalisis dengan metode ANOVA (analisis variansi) dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey.Analisis statistik ini menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 20.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

FORMULASI GEL STERIL SONOHISTEROSALPINGOGRAFI BERBASIS HIDROKSIPROPIL SELULOSA.

FORMULASI GEL STERIL SONOHISTEROSALPINGOGRAFI BERBASIS HIDROKSIPROPIL SELULOSA.

Pemeriksaan patensi tuba dengan teknik sonohisterosalpingografi membutuhkan gel sebagai media distensi karena bersifat tahan lama dan tidak cepat menghilang di dalam tuba. Salah Satu basis gel yang dapat digunakan adalah hidroksipropil selulosa. Tujuan penelitian untuk mengetahui teknik sterilisasi yang sesuai dalam pembuatan gel steril sonohisterosalpingografi berbasis hidroksipropil selulosa dan mengetahui formulasi gel steril sonohisterosalpingografi berbasis hidroksipropil selulosa yang sesuai persyaratan farmasetika dan dibandingkan dengan produk innovator. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorik dengan tahapan penyiapan alat dan bahan, perancangan formula, formulasi sediaan gel steril yang terdiri dari formulasi secara aseptik dan sterilisasi menggunakan radiasi sinar gamma, pengujian sterilitas sediaan gel steril, evaluasi sifat fisik sediaan gel steril dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik sterilisasi yang sesuai untuk formulasi sediaan gel steril sonohisterosalpingografi adalah formulasi secara aseptik. Formulasi gel steril berbasis hidroksipropil selulosa yang dapat digunakan dengan metode sonohisterosalpingografi adalah F1 (hidroksipropil selulosa 3,5 % dan gliserin 3 %), F2 (hidroksipropil selulosa 3,5 % dan gliserin 5 %), F3 (hidroksipropil selulosa 4 % dan gliserin 3 %), dan F4 (hidroksipropil selulosa 4 % dan gliserin 5 %). Formula F4 merupakan formula yang terbaik dengan pH rata-rata 6,64 dan viskositas rata-rata 598,36.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Nauvaldy Achmad Fachreza1 , Tsabitah Shofiyana1 , Jihan Suraya1, Anggita Nurul Annisa2 , Alfiyyah Hasanah3

Nauvaldy Achmad Fachreza1 , Tsabitah Shofiyana1 , Jihan Suraya1, Anggita Nurul Annisa2 , Alfiyyah Hasanah3

sosial tersebut adalah LINE, Instagram, Wordpress, dan Facebook. Kiriman selalu diunggah di web dan akun media sosial ketika pengenalan produk, membuka sistem preorder , hari-hari perayaan, dan informasi mengenai ketersediaan produk. Selain itu, kegiatan praproduksi lain yang dilakukan adalah penyiapan alat dan bahan yang meliputi jirigen sebagai tempat untuk menyimpan larutan perendam tisu, gelas ukur yang berfungsi untuk menakar larutan yang akan digunakan, wadah kotak besar untuk menyimpan tisu, panci kecil dan besar untuk merendam tisu, pemotong kertas yang digunakan untuk memotong kemasan luar, lem tembak yang digunakan dalam proses pembuatan kemasan luar, dan sealer untuk merapatkan kemasan. Beberapa alat lain yang digunakan adalah homogenizer yang digunakan dalam proses homogenisasi larutan, gelas piala ukuran satu liter, alat pemanas, neraca analitik, gelas arloji, dan sudip yang dipinjam saat pembuatan larutan di laboratorium Surfactant and Bioenergy Resource Center (SBRC), Baranangsiang, Bogor. Selanjutnya, penyiapan tempat produksi merupakan salah satu kegiatan pada tahap praproduksi. Tempat produksi terletak di komplek Taman Dramaga Permai III, Blok D6, No. 19, Cibanteng, Bogor.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Buni (Antidesma bunius (L) Spreng.)

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Buni (Antidesma bunius (L) Spreng.)

Terdapat sejumlah metode ekstraksi, yang paling sederhana adalah ekstraksi dingin (dalam labu besar berisi biomassa), dengan cara ini bahan kering hasil gilingan diekstraksi pada suhu kamar secara berturut-turut dengan pelarut yang kepolarannya makin tinggi. Keuntungan utama cara ini adalah merupakan metode ekstraksi yang mudah karena ekstrak tidak dipanaskan sehingga kemungkinan kecil bahan alam terurai. Penggunaan pelarut dengan peningkatan kepolaran secara berurutan memungkinkan pemisahan bahan alam berdasarkan kelarutannya (dan polaritasnya) dalam ektraksi. Hal ini sangat mempermudah proses isolasi. Ekstraksi dingin memungkinkan banyak senyawa terekstraksi, meskipun beberapa senyawa memiliki kelarutan terbatas dalam pelarut ekstraksi pada suhu kamar (Heinrich et al, 2009).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Uji Karakteristik Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Serat Acak Cieba Pentandra (Kapuk Randu) Dengan Fraksi Berat Serat 10%, 20% dan 30%.

PENDAHULUAN Uji Karakteristik Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Serat Acak Cieba Pentandra (Kapuk Randu) Dengan Fraksi Berat Serat 10%, 20% dan 30%.

Perkembangan ilmu dan teknologi dari berbagai bidang ilmu semakin maju. Salah satunya ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan material teknik. Seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut mulai dari yang sederhana, seperti alat-alat rumah tangga, sampai peralatan industri, baik industri skala kecil maupun industri skala besar. Hal ini dikarenakan komposit mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan bahan teknik alternatif lain.

6 Baca lebih lajut

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Pirdot (Saurauia vulcani Korth.)

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Pirdot (Saurauia vulcani Korth.)

Bab 3 Metode Penelitian 3.1 Alat-alat 3.2 Bahan-bahan 3.3 Prosedur Penelitian 3.3.1 Penyiapan Sampel 3.3.2 Uji Pendahuluan Terhadap Ekstrak Daun Tumbuhan Pirdot 3.3.3 Ekstraski Daun T[r]

12 Baca lebih lajut

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Bunga Kupu-Kupu Rambat (Bauhinia kockiana Lour.)

Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Daun Tumbuhan Bunga Kupu-Kupu Rambat (Bauhinia kockiana Lour.)

3. Kepala laboratorium Bapak Lamek Marpaung, M.Phil, Ph.D atas bantuan kepercayaan dan kerja sama selama saya menjadi asisten dan kepada seluruh asisten Laboratorium Kimia Bahan Alam Hayati (Bang Andre, Bang Rickson, Bang Handes, Kak Debi, Kak Rut, Geofrey, Haposan, Jessy, Debby, Defrista, Ronal, Ferdinan, Yuni dan Parawita).

12 Baca lebih lajut

LAPORAN PELAKSANAAN DAN HASIL UAMBN

LAPORAN PELAKSANAAN DAN HASIL UAMBN

Penyiapan Bahan Untuk mensukseskan Pelaksanaan UAMBN Tahun Pelajaran 2013 ini, panitia melaksanakan kegiatan penyiapan bahan-bahan yang terkait berupa :  Data peserta UAMBN  Penataa[r]

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Manajemen Pekerjaan Terhadap Tingkat Efektivitas Kerja Karyawan pada Bagian Pengendalian dan Pengawasan IKM di Dinas Perindustrian Pemerintah Kota Medan

Pengaruh Manajemen Pekerjaan Terhadap Tingkat Efektivitas Kerja Karyawan pada Bagian Pengendalian dan Pengawasan IKM di Dinas Perindustrian Pemerintah Kota Medan

- Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di Bidang Industri Kimia, Bahan Bangunan dan Keramik; - Pelaksanaan penilaian atas permohonan dan mempersiapkan izin usaha Industri Dasar dan Aneka dan menetapkan bidang-bidang Industri Dasar dan Aneka;

27 Baca lebih lajut

BIDANG PERIKANAN SEKSI TEKNIS TANGKAP

BIDANG PERIKANAN SEKSI TEKNIS TANGKAP

penyiapan bahan kebijakan pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perikanan, kapal perikanan, alat penangkapan ikan dan standarisasi kelaikan kapal perikanan; h.. pembinaan dan pengendali[r]

2 Baca lebih lajut

ProdukHukum Pendidikan

ProdukHukum Pendidikan

f. melakukan pendokumentasian peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan tinggi; g. melakukan penyiapan bahan telaahan dan pertimbangan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; h. melakukan penyebarluasan peraturan perundang-undangan di lingkungan Direktorat Jenderal; i. melakukan penyiapan bahan kerja sama dan informasi di bidang pendidikan tinggi ;

23 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Pegawai Administrasi Pada Kopertis Wilayah I Sumatera Utara

Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Pegawai Administrasi Pada Kopertis Wilayah I Sumatera Utara

4 Melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi Wasdalbin PTS bidang Kelembagaan dan Kerja Sama; 5 Melakukan penyiapan bahan fasilitasi, pemantauan, dan evalua[r]

53 Baca lebih lajut

permen tahun2006 nomor21

permen tahun2006 nomor21

f. melakukan pendokumentasian peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan tinggi; g. melakukan penyiapan bahan telaahan dan pertimbangan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; h. melakukan penyebarluasan peraturan perundang-undangan di lingkungan Direktorat Jenderal; i. melakukan penyiapan bahan kerja sama dan informasi di bidang pendidikan tinggi ;

23 Baca lebih lajut

Penelitian Kekuatan Sambungan Las pada Plat untuk Dek Kapal Berbahan Plat Baja terhadap Sifat Fisis dan Mekanis dengan Metode Pengelasan MIG.

Penelitian Kekuatan Sambungan Las pada Plat untuk Dek Kapal Berbahan Plat Baja terhadap Sifat Fisis dan Mekanis dengan Metode Pengelasan MIG.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Mengupas tentang : bahan yang digunakan, alat-alat penelitian, diagram alir penelitian, penyiapan material uji, pengujian komposisi kimia, pengujian stru[r]

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Terhadap Aspek Reproduksi Mencit (Mus Musculus) Swiss Webster Jantan.

Pengaruh Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Terhadap Aspek Reproduksi Mencit (Mus Musculus) Swiss Webster Jantan.

Di Indonesia, pemanfaatan tumbuhan sebagai obat sudah dikenal sejak jaman dahulu. Penggunaan jamu sebagai alat kontrasepsi telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kontrasepsi tradisional banyak ditemukan di pedalaman yang masyarakatnya masih memegang teguh kebiasaan nenek moyangnya (Purwaningsih, 2003). Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman temu-temuan selain kunyit dan jahe yang biasa digunakan sebagai jamu. Masyarakat Sunda biasa menyebut temulawak dengan Koneng Gede, sementara masyarakat Madura biasa menyebutnya Temulawak. Pemanfaatan rimpang temulawak cukup banyak, antara lain dipergunakan oleh masyarakat dalam pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan atau pengobatan penyakit serta digunakan sebagai bahan dasar obat tradisional dan kosmetika (Nurjannah et al., 1994; Hernani 2001). Selain itu, rimpang temulawak juga digunakan sebagai bahan baku obat (hepatoprotector) untuk mengobati penyakit liver dan memperbaiki fungsi hati (Hadipoentyanti dan Syahid, 2001). Selain penggunaannya sebagai bahan baku industri, seperti minuman dan pewarna alami, manfaat lain rimpang temulawak adalah dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, berkhasiat anti bakteri, anti diabetik, anti hepatotoksik, anti inflamasi, anti oksidan, anti tumor, diuretika, depresan dan hipolipodemik (Purnomowati dan Yoganingrum, 1997; Raharjo dan Rostiana, 2003).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN STRUKTUR PENULISANNYA

PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN STRUKTUR PENULISANNYA

Oleh karena itu berbagai tindakan lain yang mengarah pada terlaksananya pemecahan masalah tersebut seperti pembuatan bahan ajar, penyiapan evaluasi, pengadaan alat-alat pembelajaran perl[r]

7 Baca lebih lajut

320820054.doc 116.25KB 2015-10-12 00:17:42

320820054.doc 116.25KB 2015-10-12 00:17:42

Selain Amerika Serikat dan Kanada, negara yang terkenal dengan proses pengolahan limbah elektronik adalah negara Jepang dan China. Di Kota Guizu China terdapat 5500 industri rumahan yang mengolah komponen-komponen yang berasal dari limbah elektronik Mereka mengolah limbah elektronik dengan memisah-misahkan tiap bagian dan mengelompokkannya, kemudian mengambil logam timah, emas, tembaga, perak dan jenis logam lainnya dari sirkuit kabel, chip, dan bahan plastik. Tujuan pengolahan limbah elektronik ini antara lain untuk pengambilan logam-logam bernilai ekonomi tinggi atau logam berharga. Mereka mengutamakan untuk pengambilan logam emas, perak dan tembaga. Barang- barang elektronik bekas tersebut khususnya terdapat pada komputer, handpone, bahkan kartu sim adalah barang-barang yang didalamnya terkandung sebuah emas.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENYIAPAN BAHAN AJAR

PENYIAPAN BAHAN AJAR

• Segala bentuk bahan yang digunakan untuk Segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam mela ‐ ksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas ksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis

9 Baca lebih lajut

Penyiapan Bahan dan Determinasi Tanaman

Penyiapan Bahan dan Determinasi Tanaman

Untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah dapat dilakukan dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi (Anwar, 2004). Obat pilihan utama untuk terapi hipertrigliseridemia yang banyak digunakan adalah golongan fibrat (gemifibrozil, fenofibrat, benzafibrat). Namun, terapi farmakologi ini harus disertai dengan terapi non farmakologi seperti penurunan berat badan, perubahan pola makan, dan olah raga (Yuan G, Al-Shali K, Hegele R., 2007). Akan tetapi, masih banyak pasien yang menggunakan obat golongan fibrat tidak memberikan respon penurunan kadar trigliserida, sehingga memerlukan kombinasi terapi obat antihipertrigliserida (Wierzbicki A, 2003). Namun, obat-obat ini memiliki banyak efek samping. Hal ini menjadi peluang untuk mencari alternatif terapi hipertrigliseridemia dari bahan-bahan alam yang efektif dan relatif aman. Indonesia dengan kaya akan tanamannya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antihipertrigliseridemia. Beberapa diantaranya adalah kunyit (Curcuma longa L.) dan bangle (Zingiber montanum (Koenig) Dietrich) telah diketahui mempunyai aktivitas antihiperlipidemia. Zat aktif yang berperan pada kunyit yaitu kurkuminoid (Patonah dkk, 2010), sedangkan dalam rimpang bangle yaitu flavonoid dan tanin (Pradono, 2005) serta saponin (Xu dkk., 2005; Han dkk., 2005 dan 2006).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...