Top PDF Penyusunan laporan keuangan berdasarkan PSAK No.45 pada panti asuhan ‘Aisyiyah Nganjuk

Penyusunan laporan keuangan berdasarkan PSAK No.45 pada panti asuhan ‘Aisyiyah Nganjuk

Penyusunan laporan keuangan berdasarkan PSAK No.45 pada panti asuhan ‘Aisyiyah Nganjuk

Laporan keuangan nirlaba telah diatur dalam PSAK 45, Dalam PSAK 45 Pelaporan keuangan entitas nirlaba terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan laporan keuangan (IAI, 2011:45). Dengan adanya standar yang mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba maka diharapkan laporan keuangan entitas nirlaba bisa lebih mudah dipahami dan memiliki relevensi serta memiliki daya banding yang tinggi. Standar ini juga mengatur bagaimana model pencatatannya dan pelaporannya. Sedangkan dalam peraturannya yang lebih mendalam mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian, pencatatan, dan pengungkapan atas akun-akun yang terdapat pada PSAK No.45 bisa juga menggunakan pada PSAK lain atau Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Panti Asuhan merupakan organisasi nirlaba yang ada dikalangan masyarakat bergerak di pengentasan kemiskinan dan anak terlantar.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan PSAK No.45 Pada Panti Sosial Tresna Werdha Hana

Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan PSAK No.45 Pada Panti Sosial Tresna Werdha Hana

Panti Sosial Tresna Werdha Merupakan organisasi berbadan hukum yang bergerak dalam bidang pelayanan kesejahteraan sosial bagi para Lanjut Usia agar dapat terpenuhi kebutuhan hidup baik jasmani, rohani dan sosial. Sesuai dengan PSAK No.45 Panti Sosial yang merupakan organisasi nirlaba dalam pencatatan laporan keuangan harus menerapkannya. Laporan keuangan Panti Sosial hanya terdiri dari penerimaan, pengeluaran, anggaran, dan realisasi. Laporan keuangan semacam ini baik dalam Panti Sosial akan tetapi seringkali kali terjadi ketegangan yang di sebabkan oleh pelaporan keuangan ini. Selain itu apabila dilihat di dalam PSAK No.45 mengenai Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba ditunjukkan tentang bagaimana format bentuk dari laporan keuangan yang terdapat di dalam panti sosial meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode laporan, laporan aktivitas serta laporan arus kas untuk suatu periode laporan, dan catatan atas laporan keuangan. Disertakan pula tentang bagaimana model pencatatannya dan pelaporannya. Panti Sosial Tresna Werdha Hana ini akan dilakukan penelitian berkaitan dengan penerapan PSAK No.45 dalam penyusunan laporan keuangan yang menggambarkan aktivitas dan kondisi finansial Panti Sosial tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Evaluasi penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba yang didasarkan pada PSAK no.45 : studi kasus pada Panti Asuhan Kinderdorf Delisa - USD Repository

Evaluasi penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba yang didasarkan pada PSAK no.45 : studi kasus pada Panti Asuhan Kinderdorf Delisa - USD Repository

Pada awal pendirian para suster hanya membangun dua unit yang mana setiap unit dihuni oleh satu keluarga. Satu keluarga terdiri dari satu ibu pengasuh dan 10 anak yang terdiri dari pria dan wanita yang berumur antara 1-13 tahun. Beberapa tahun sesudah panti asuhan ini didirikan maka disadari dibutuhkan satu unit lagi yang khusus untuk laki-laki. Mempertimbangkan bahwa tidak jauh dari lokasi panti asuhan sudah didirikan panti asuhan khusus pria, jauh sebelum adanya panti asuhan Kinderdorf Delisa, maka berdasarkan kesepakatan maka panti asuhan pria diserahkan pengelolaannya kepada para suster Osf Sibolga. Pada tahun 1994 diadakan serah terima, dan sejak itu disepakati bahwa panti asuhan pria digabung dengan panti asuhan putri dengan satu nama Panti Asuhan Kinderdorf Delisa dibawah pengelolaan suster-suster Osf Sibolga.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no. 45 (studi kasus : Yayasan Bina Bhakti)

Penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no. 45 (studi kasus : Yayasan Bina Bhakti)

Berdirinya Yayasan Bina Bhakti seolah seperti tidak disengaja. Yayasan Bina Bhakti ini berawal dari adanya sebidang tanah seluas 6000 m persegi di daerah Babakan, Kota Tangerang Selatan yang oleh pemiliknya mau dijual. Pada tahun 1997 tanah tersebut dibeli oleh Bapak Supardi. Pada awalnya, tanah tersebut akan ditanami cengkeh dan kopi agar dapat memberikan penghasilan. Namun, karena adanya kebutuhan yang dirasakan lebih mendesak, Sr. Rina Ruigrok, BKK mengusulkan untuk membangun sebuah panti werda untuk melayani sesama yang sangat membutuhkan, yaitu mereka yang telah lanjut usia yang masih sangat membutuhkan pertolongan.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

Implementasi PSAK No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba: Studi kasus pada Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya

Implementasi PSAK No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba: Studi kasus pada Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya

Laporan keuangan atas sumber daya yang dikelola oleh panti asuhan memenuhi kriteria laporan keuangan yang baik dan benar apabila laporan keuangan tersebut dibuat dan disajikan sesuai dengan Standard Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku umum. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengatur tentang penyusunan dan penyajian laporan keuangan pada panti asuhan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45 yaitu tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba. PSAK No. 45 mengatur mengenai bagaimana bentuk format dari laporan keuangan yang terdapat pada yang berisi mengenai laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan. Standar ini juga mengatur bagaimana model pencatatannya dan pelaporannya. Sedangkan untuk peraturan yang lebih mendalam mengenai detail mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian, pencatatan, dan pengungkapan atas akun-akun yang terdapat di dalam PSAK No. 45 bisa mengacu pada PSAK lain atau Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Kemampuan Panti asuhan untuk terus memberikan jasa dikomunikasikan melalui laporan posisi keuangan yang menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, aset neto, dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut. Laporan ini menyajikan secara terpisah aset neto baik yang terikat maupun yang tidak terikat penggunaannya. Pertanggungjawaban pengurus atau
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

Implementasi PSAK no. 45 tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba pada Panti Asuhan Darussalam Singosari Malang

Implementasi PSAK no. 45 tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba pada Panti Asuhan Darussalam Singosari Malang

Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Moleong, 2012 : 280). Teknik analisis data kualitatif digunakan peneliti dalam mengolah dan menganalisis data sehingga dapat memberikan deskripsi atau uraian informasi mengenai proses penyusunan laporan keuangan lembaga nirlaba yayasan berdasarkan PSAK No. 45, mulai dari laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas sertas catatan atas laporan keuangan. Penelitian kualitatif tidak memiliki dasar bukti angka-angka yang diolah dengan metode statistik layaknya penelitian kuantitatif, akan tetapi penelitian kualitatif juga menyajikan angka yang di analisis berdasarkan sistem analisis angka yang sederhana seperti penjumlahan dan perbandingan untuk memperkaya makna.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

EVALUASI PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA BERDASARKAN PSAK NO.45 PADA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MALANG

EVALUASI PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA BERDASARKAN PSAK NO.45 PADA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MALANG

Dalam sebuah yayasan ini juga diperlukan laporan keuangan yang digunakan untuk mempertanggungjawabkan atas dana yang telah diberikan oleh donator maupun penyumbang kepada Yayasan Panti Asuhan. Yayasan Panti Asuhan menyajikan laporan keuangan tetapi, belum diketahui apakah laporan keuangan tersebut sudah sesuai dengan PSAK No. 45 (revisi 2011) tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba atau tidak. Laporan keuangan menurut PSAK N0. 45 (revisi 2011) ini terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktifitas, Laporan Arus kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Evaluasi penyusunan laporan keuangan entitas nirlaba berdasarkan PSAK 45 studi kasus pada Yayasan Karya Murni Medan.

Evaluasi penyusunan laporan keuangan entitas nirlaba berdasarkan PSAK 45 studi kasus pada Yayasan Karya Murni Medan.

Dalam penyebaran Spiritualitas Kesecitraan dan penghargaan terhadap penyandang cacat, maka pada tanggal 20 Mei 1985, Pimpinan Kongregasi Suster St. Yosef mengutus 4 orang suster ke Ruteng-Nusa Tenggara Timur, atas permohonan Romo Daem untuk membuka sekolah anak buta (SLB-A), sekolah anak bisu-tuli (SLB-B), Panti Asuhan untuk menampung anak-anak buta dan bisu tuli yang datang dari kampung yang jauh agar pemeliharaan dan pendampingan terhadap mereka terjamin. Lokasi Yayasan Pusat (Medan) jauh dari Ruteng-NTT, maka dibentuk Yayasan Karya Murni Cabang Ruteng. Pendidikan SLB-B Karya Murni Cabang Ruteng telah berkembang sedemikian rupa dan tingkat pendidikan yang dikelola mulai dari TK-SMA. Sedangkan SLB-A hanya sampai tingkat TKLBA-SDLBA saja.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Evaluasi atas perlakuan akuntansi menurut (PSAK) no. 45 tentang pelaporan keuangan pada organisasi nirlaba di Panti Asuhan Mar’atin Nganjuk

Evaluasi atas perlakuan akuntansi menurut (PSAK) no. 45 tentang pelaporan keuangan pada organisasi nirlaba di Panti Asuhan Mar’atin Nganjuk

Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data kualitatif deskriptif. Ada 3 cara untuk mengambil data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menggunakan 2 jenis data yaitu, data primer dan data sekunder. Hasil yang diperoleh kemudian diolah sehingga menjadi laporan keuangan menurut standar akuntansi yang berlaku umum.

124 Baca lebih lajut

Penerapan Sistem Informasi Administrasi Keuangan pada Panti Asuhan Aisyiyah Pariaman

Penerapan Sistem Informasi Administrasi Keuangan pada Panti Asuhan Aisyiyah Pariaman

Penulis menggunakan metode Field Research yaitu dengan mengadakan penelitian langsung ke lapangan, dalam hal ini penulis langsung terjun ke Panti AsuhanAisyiyah Pariaman. Dari hasil data yang dikumpulkan, selanjutnya penulis menggunakan metode laboratorium research yaitu mengolah hasil data penelitian di laboratorium komputer. Dari hasil penelitian ini di rancang suatu sistem pengolahan data administrasi keuangan, dimana dalam perancangan data tersebut dilakukan pengembangan terhadap informasi yang dihasilkan dari sistem lama dan terdapat cara kerja dari sistem itu sendiri dengan memanfaatkan sarana komputer sebagai alat bantu dan mengganti software yang digunakan dalam pengolahan data. Diharapkan sistem baru yang penulis rancang ini dapat menggantikan sistem lama, agar mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Sehingga rancangan tersebut dapat bermanfaat bagi Panti AsuhanAisyiyah Pariaman untuk mendapatkan informasi dalam proses Administrasi keuangan yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan Pimpinan .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

13. PSAK 45 Contoh Catatan atas Laporan Keuangan

13. PSAK 45 Contoh Catatan atas Laporan Keuangan

Organisasi menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aktiva lain sebagai sumbangan terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima dengan persyaratan yang membatasi penggunaan aktiva tersebut. Jika pembatasan dari penyumbang telah kadaluwarsa, yaitu pada saat masa pembatasan telah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi, aktiva bersih terikat temporer digolongkan kembali menjadi aktiva bersih tidak terikat dan disajikan dalam laporan aktivitas sebagai aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan.

5 Baca lebih lajut

Analisis Laporan Keuangan Masjid Berdasarkan PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (Studi Kasus di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar)

Analisis Laporan Keuangan Masjid Berdasarkan PSAK No. 45 Tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (Studi Kasus di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar)

Beberapa penelitan yang telah dilakukan yang berkaitan dengan penerapan PSAK No. 45 menunjukkan bahwa laporan keuangan organisasi nirlaba tersebut masih belum sesuai dengan PSAK No. 45. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Pontoh (2013) dengan judul “Penerapan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba berdasarkan PSAK No. 45 pada Gereja BZL”. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa laporan keuangan yang ada di Gereja Bukit Zaitun menyusun laporan keuangan sesuai dengan Tata Dasar dan Peraturan Gereja, hal ini berarti Gereja Bukit Zaitun belum menerapkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan format laporan keuangan nirlaba yang ada pada PSAK No. 45. Laporan keuangan yang diterbitkan pada setiap jemaat berupa laporan realisasi anggaran. Penelitian selanjutnya juga dilakukan oleh Rizky dan Padmono (2013) yang berjudul “Analisis Penerapan PSAK No. 45 Pada Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan PSAK No. 45, tetapi terdapat sebagian akun yang belum disajikan sesuai dengan PSAK No. 45 yaitu klasifikasi aset bersih.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SYARI’AH SESUAI PSAK No. 101

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SYARI’AH SESUAI PSAK No. 101

Mahasiswa akuntansi di Perguruan Tinggi Swasta Islam tidak setuju dengan adanya praktik manajemen laba karena substansi akuntansi syari’ah adalah pertanggungjawaban dan kebenaran (adil dan jujur). Sedangkan pada mahasiswa akuntansi di Perguruan Tinggi Umum, laba adalah merupakan sesuatu yang penting dan sangat dinilai tinggi hingga sangat dapat mempengaruhi pengguna laporan keuangan untuk menginvestasikan pada perusahaan. Berdasar uraian tersebut, maka hipotesis yang diperoleh adalah:

16 Baca lebih lajut

TA : Rancang Bangun Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba Menggunakan PSAK 45 Pada Panti Asuhan Muhammadiyah Pamekasan.

TA : Rancang Bangun Sistem Informasi Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba Menggunakan PSAK 45 Pada Panti Asuhan Muhammadiyah Pamekasan.

Laporan terakhir adalah Laporan PSAK 45 yang terdiri dari empat jenis laporan, yaitu Laporan Aktivitas, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Untuk membuat laporan PSAK 45, sistem akan membaca data dari tabel jurnal dan chart of account. Laporan yang tercetak pada proses pelaporan pertama adalah Laporan Aktivitas, Laporan Posisi Keuangan, dan Laporan Arus Kas. Selanjutnya, ketiga laporan tersebut dilakukan verifikasi oleh Pimpinan. Setelah laporan terverifikasi, pimpinan membuat Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan PSAK 45 nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat kondisi keuangan panti asuhan secara menyeluruh. Selain mencetak
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

UJI KEPATUHAN LAPORAN KEUANGAN BAITUL MAL WA TAMWIL BERDASARKAN PSAK NO. 27 DAN PSAK NO. 101

UJI KEPATUHAN LAPORAN KEUANGAN BAITUL MAL WA TAMWIL BERDASARKAN PSAK NO. 27 DAN PSAK NO. 101

pekerjaan akuntan yang selalu berusaha bekerja lebih profesional agar tepat waktu dalam menyajikan laporan keuangan. Laporan keuangan juga bisa menjadi sumber pemicu konflik perusahaan dengan para pemegang saham atau dengan pihak-pihak berkepentingan jika informasi yang disajikan kurang relevan. Konflik-konflik tersebut seringkali sulit didamaikan sehingga berujung pada kebangkrutan perusahaan atau menurunkan kinerja dan nilai perusahaan secara signifikan. Untuk meminimalisis konflik tersebut dalam hubungan keagenan maka diperlukan informasi akuntansi berupa laporan keuangan. Seharusnya perusahaan yang bidang usahanya sesuai dengan syariah akan lebih bertanggung jawab dan tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan, karena pertanggungjawaban selalu berkaitan dengan konsep amanah. Dalam hadis Qudsi, Allah SAW berfirman.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Penerapan PSAK No. 101 pada penyusunan laporan keuangan PT. Bank Syariah Mandiri

Penerapan PSAK No. 101 pada penyusunan laporan keuangan PT. Bank Syariah Mandiri

Standar akuntansi keuangan ini berfungsi sebagai pedoman bagi para entitas yang telah terdaftar maupun dalam proses pendaftaran di pasar modal atau entitas fidusia dalam menyusun laporan keuangan. Standar akuntansi yang efektif harus memenuhi tiga kriteria umum (Basel Committee on Banking Supervision 2000): Standar akuntansi harus memberikan kontribusi untuk – atau paling tidak konsisten dengan (dan tidak menghambat – manajemen risiko yang sehat dan praktik pengendalian di bank. Mereka juga harus menyediakan kerangka kerja kehati-hatian dan dapat diandalkan untuk menghasilkan informasi akuntansi berkualitas tinggi di bank. Standar akuntansi harus memfasilitasi disiplin pasar dengan mendorong pelaporan yang tranparan mengenai posisi dan kinerja keuangan bank, eksposur risiko dan kegiatan manajemen risiko. Standar akuntansi harus memfasilitasi dan tidak membatasi pengawasan bank yang efektif. 17
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Laporan Keuangan Masjid Berdasarkan Kombinasi PSAK Nomor 45 dan PSAK Nomor 109 (Studi Kasus Pada Masjid XYZ)

Laporan Keuangan Masjid Berdasarkan Kombinasi PSAK Nomor 45 dan PSAK Nomor 109 (Studi Kasus Pada Masjid XYZ)

Ayub dalam Halim (2013), menyebutkan bahwa dalam konteks organisasi masjid, keuangan masjid meliputi cara menggumpulkan dana, sumber pendanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban dana masjid. Sumber pendanaan masjid XYZ sebagian besar berasal dari sumbangan masyarakat berupa infak atau shodakoh baik melalui kotak amal yang telah disediakan oleh pengelola masjid ataupun penerimaan dana sumbangan secara langsung kepada pihak pengelola masjid. Sumbangan ini tidak hanya berupa uang tunai atau kas tetapi juga berupa barang yang ditujukan untuk kepentingan masjid dan umat beragama. Selain dana sumbangan dari masyarakat, masjid ini juga mendapatkan dana bantuan dari pemerintah kota dengan ketentuan mengajukan proposal terlebih dahulu. Dana yang telah terkumpul kemudian digunakan untuk membiayai kegiatan operasional masjid sehari-hari dan program-program kegiatan yang dilakukan baik yang bersifat rutin ataupun tidak.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA KOMUNITAS “ RUMAH PELANGI ” DENGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 45 Skripsi

ANALISIS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA KOMUNITAS “ RUMAH PELANGI ” DENGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 45 Skripsi

(atau kerugian) yang telah terealisasikan atau belum terealisasikan dapat dilihat dari laporan aktivitas. Organisasi mengivestasikan kelebihan kas di atas kebutuhan harian dalam investasi lancar. Pada tanggal 31 Desember 19X1, Rp 1.400 diinvestasikan pada investasi lancar dan menghasilkan Rp 850 per tahun. Sebagian besar investasi jangka panjang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok A adalah dana permanen dan tidak diwajibkan untuk menaikkan nilai bersihnya. Kelompok B adalah jumlah yang oleh badan perwalian ditujukan untuk investasi jangka panjang. Tabel berikut ini menunjukkan investasi jangka panjang organisasi.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

KONSEP DIRI ANAK PANTI DI PANTI ASUHAN AISYIYAH DI KEBUMEN

KONSEP DIRI ANAK PANTI DI PANTI ASUHAN AISYIYAH DI KEBUMEN

Penilitian ini dimaksud untuk mengetahui, menelaah, memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang Lebih khususnya dalam penelitian ini yaitu mengenai gambaran konsep diri anak panti asuhan Aisyiyah di Kebumen. Dengan menggunakan pendekatan naturalistik bertujuan untuk mencari dan menemukan pemahaman tentang fenomena dalam latar yang berkonteks khusus yang tidak dapat digeneralisasikan. Moleong (2012: 6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Penerapan PSAK No.45 pada Gmim Efrata Sentrum Sonder Kaitannya dengan Kualitas Informasi Laporan Keuangan

Penerapan PSAK No.45 pada Gmim Efrata Sentrum Sonder Kaitannya dengan Kualitas Informasi Laporan Keuangan

GMIM Efrata Sentrum tidak memiliki saldo liabilitas baik pada akhir tahun 2011 maupun 2012. Aset neto GMIM Efrata Sentrum Sonder terdiri dari Aset Neto Terikat dan Aset Neto Terikat Temporer. Nilai aset neto terikat temporer dalam laporan posisi keuangan 2011 maupun 2012 merupakan saldo akhir yang merupakan hasil dari perhitungan sumber daya terikat dikurangi penggunaan untuk biaya-biaya sesuai pembatasan dalam satu periode laporan, perhitungannya disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Sedangkan untuk nilai aset neto tidak terikat yang disajikan dalam laporan posisi keuangan 2011 dan 2012 merupakan hasil perhitungan jumlah pendapatan dan penghasilan tidak terikat dikurangi jumlah beban dan pengeluaran. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh, tahun 2011 sumber daya terikat dan tidak terikat tidak dapat memenuhi kebutuhan dana, baik untuk biaya-biaya maupun kewajiban yang termasuk dalam pembatasan. Dan nilai tersebut oleh GMIM Efrata Sentrum Sonder dipenuhi dengan sumber daya tidak terikat yang merupakan jumlah aset neto pada awal tahun. Sedangkan tahun 2012, sumber daya tidak terikat tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk biaya dan kewajiban yang tidak termasuk dalam pembatasan, dan nilai tersebut oleh GMIM Efrata Sentrum Sonder dipenuhi dengan sumber daya terikat temporer.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...