Top PDF Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

This research entitled, The Role of the National Narcotics Agency (BNN) in Combating Drug Crimes in Medan. This study aims to determine the role of knowing National Narcotics Agency (BNN) in the fight against narcotics in the North and to investigate Sumateran Obstacles National Narcotics Agency (BNN) in the fight against drug abuse in North Sumatra. The theory is relevant in this study; Role. The method used in this research is a case study method using descriptive qualitative method. Informants in this study were selected using data analysis techniques. Interviews were conducted with 4 (four) the informant that two key informants from the authorities BNN North Sumatra Province and two regular informant (a former drug users). The results showed that the role of the National Narcotics Agency (BNN) has been running well it is seen from the programs implemented by BNN to reduce the number of drug-related crimes in the city of Medan. BNN role is also very important for their educational programs conducted by BNN to the general public so that each element of the public to know about the dangers of drugs and the effects if it is involved in the drug problem. However, public awareness of the dangers of narkobapun is needed because if not of yourself every society, the suppression of drug crimes will have problems.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Penelitian ini berjudul, Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika di Sumateran Utara serta untuk mengetahui Faktor Penghambat Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan Penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Teori yang relevan dalam penelitian ini adalah; Peran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik analisis data. Wawancara dilakukan terhadap 4 (empat) orang informan yaitu 2 orang informan kunci dari pejabat berwenang BNN Provinsi Sumatera Utara dan 2 informan biasa (mantan pengguna narkotika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah berjalan dengan baik hal ini terlihat dari program-program yang dilaksanakan oleh BNN dalam menekan angka kejahatan narkoba di kota Medan. Peran BNN juga sangat penting karena adanya program penyuluhan yang dilakukan oleh BNN kepada masyarakat luas agar setiap elemen masyarakat mengetahui tentang bahayanya narkoba serta dampak yang timbul jika terlibat dalam masalah narkoba. Namun kesadaran masyarakat akan bahaya narkobapun sangatlah dibutuhkan karena jika tidak dari diri sendiri setiap masyarakat maka penekanan kejahatan narkoba akan mengalami kendala.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Di dalam penelitian ini, penulis merumuskan definisi konsepsional yaitu sebagai berikut: Secara umum bahwa peran BNN adalah lembaga yang dapat memberikan perubahan serta harapan agar bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010, tentang Pembentukan Badan Narkotika yang ada di daerah Kabupaten/Kota salah satunya Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kota Medan yang ditujukan dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba d isetiap kecamatan di Kota Medan terutama di Kecamatan Medan Petisah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Meluasnya korban penggunaan Narkotika ini bukan menjadi rahasia umum. Jika melihat dari berbagai masalah penggunaan Narkotika, Kota Medan salah satu kota menarik yang dapat dijadikan penelitian sebagai salah satu kota yang menjadi persebaran Narkotika tertinggi di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba POLRI mencatat jumlah pecandu narkoba tersebut sekitar 3,3 juta orang pada 2008 dan naik menjadi 3,8 juta orang pada 2011. Sedangkan pada 2013 jumlahnya telah mencapai 4,58 juta orang dan diperkirakan akan bertambah hingga akhir tahun 2014. Dan hal ini sungguh sangat ironis, mengingat Kota Medan sebagai salah satu kota mengapolitan, menempati urutan kelima pada sebaran pengguna narkotika dengan presentase 2,8 persen.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Hamzah, Andi, 2008, Hukum Acara Pidana Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta Badan Narkotika Nasional, Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Apa Yang Bisa Anda Lakukan, Badan Narkotika Nas[r]

3 Baca lebih lajut

PERAN BNN DALAM MENCEGAH PEREDARAN NARKOTIKA PADA ANAK JALANAN (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Malang)

PERAN BNN DALAM MENCEGAH PEREDARAN NARKOTIKA PADA ANAK JALANAN (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Malang)

Bila diperhatikan lebih seksama penanganan persoalan penyalahgunaan Narkoba bukan saja dominasi pemerintah melalui BNN dan aparat penegak hokum, tetapi lebih kepada dukungan masyarakat luas. Keterbukaan antara BNN dengan semua masyarakat untuk membuka informasi seputar Narkoba, sehingga menghilangkan kesenjangan kepentingan. Pendapat Lawrence M. friedman menyatakan bahwa, “semua produk hokum baik dalam bentuk Undang-undang maupun peraturan perundang-undangan pasti akan memberikan dampak terhadap kinerja aparat penegak hokum. 3 Guna mendukung penelitian ini, penulis menggali informasi di Kantor BNK (Badan Narkotika Kabupaten/Kota) Malang guna menjadi acuan untuk mengetahui bagaimana upaya-upaya dari BNN mencegah peredaran Narkoba pada Anak Jalanan dan masalah-masalah yang timbul dari upaya-upaya tersebut. Dengan adanya permasalahan tersebut peneliti disini ingin melakukan penelitian mengenai “ Peran BNN dalam Mencegah Peredaran Narkotika pada Anak
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Berkembangnya kasus kejahatan narkoba akan menjadi hambatan serius terhadap pembangunan peradaban bangsa. Menghadapi bahaya narkoba maka mutlak membutuhkan strategi yang efektif. BNN telah memerankan sebagai subyek, melalui metode P4GN dengan sasaran pemberdayaan masyarakat. Memerlukan langkah strategis dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan serta aktif. Melakukan kaderisasi sukarelawan masyarakat guna dijadikan sasarn sebagai people power againt drugs dalam pemberantasan narkoba. Dibutuhkan komponen bangsa yang berkomitmen kuat dan konsisten. Sejalan dengan visi Indonesia yakni tahun 2015 bebas dari narkoba, visi yang menjadi pijakan bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa ASEAN untuk memberantas narkoba (Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang kelembagaan BNN).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI KASUS DI WILAYAH BNN PROVINSI SUMATERA UTARA.

PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI KASUS DI WILAYAH BNN PROVINSI SUMATERA UTARA.

Dua kewenangan tersebut dirasa perlu untuk mengantisipasi kejahatan narkoba dengan modus operandi yang semakin kompleks dan didukung oleh jaringan organisasi. Tidak hanya penambahan kewenangan, status kelembagaan Badan Narkotika Nasional pun ditingkatkan. Efektifitas berlakunya undang- undang ini sangatlah tergantung pada seluruh jajaran penegak umum, dalam hal ini seluruh intansi yang terkait langsung, yakni Badan Narkotika Nasional serta para penegak hukum yang lainnya.

19 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

(Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 38 kepustakaan, 3 lampiran serta 45 tabel) Dampak negatif kejahatan narkoba terhadap kehidupan manusia sangat dahsyat baik terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang sangat pesat dan bahkan mengancam eksistensi generasi penerus bangsa. Sasaran utama penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Dengan populasi yang cukup besar, tentu mereka pasar yang amat potensial untuk digarap secara serius oleh para bandar/pengedar narkoba, apalagi kondisi perkembangan jiwa dari kelompok ini juga sangat mendukung. BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang kelembagaan BNN, kini terus berkiprah mengembangkan kinerjanya bersama seluruh elemen dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan dinamis untuk memerangi permasalahan penyalahgunaan narkoba. Sejalan dengan itu langkah strategis dan inovatif dilaksanakan melalui program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana efektivitas pelaksanaan program P4GN yang dilihat melalui alat ukur penelitian efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, kepuasaan terhadap program, keberhasilan pelaksanaan program, tujuan dan manfaat.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

(Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 38 kepustakaan, 3 lampiran serta 45 tabel) Dampak negatif kejahatan narkoba terhadap kehidupan manusia sangat dahsyat baik terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang sangat pesat dan bahkan mengancam eksistensi generasi penerus bangsa. Sasaran utama penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Dengan populasi yang cukup besar, tentu mereka pasar yang amat potensial untuk digarap secara serius oleh para bandar/pengedar narkoba, apalagi kondisi perkembangan jiwa dari kelompok ini juga sangat mendukung. BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang kelembagaan BNN, kini terus berkiprah mengembangkan kinerjanya bersama seluruh elemen dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan dinamis untuk memerangi permasalahan penyalahgunaan narkoba. Sejalan dengan itu langkah strategis dan inovatif dilaksanakan melalui program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana efektivitas pelaksanaan program P4GN yang dilihat melalui alat ukur penelitian efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, kepuasaan terhadap program, keberhasilan pelaksanaan program, tujuan dan manfaat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis semiotika pesan dakwah dalam poster narkotika badan narkotika nasional (BNN)

Analisis semiotika pesan dakwah dalam poster narkotika badan narkotika nasional (BNN)

Penelitian ini hanya fokus kepada pembuat dan pembaca poster, tidak meneliti efek dari media yang digunakan. Pembaca poster disini mempunyai latar belakang usia yang berbeda dari 15 hingga 20 tahun dan dipilih dari lingkungan Lenteng Agung, hal ini dikarenakan poster-poster yang dikeluarkan oleh BNN belum pernah sampai ke daerah ini, oleh karena itu penting kiranya diadakan penelitian agar mereka dapat lebih memahami cara membaca poster. Dan pada penelitian ini hanya dibatasi pada empat poster yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yakni poster langit, poster hukuman mati, poster undang-undang dan poster jam berdetik. Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

BADAN NARKOTIKA NASIONAL

BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Badan Narkotika Nasional (disingkat BNN) adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol. BNN dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden melalui koordinasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

5 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus di Badan Narkotika Nasional).

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus di Badan Narkotika Nasional).

Dilihat dari uraian singkat dari arti penyalahgunaan narkotika tersebut maka dapat digambarkan bahwa tindak pidana narkotika merupakan tindak pidana yang sangat kompleks, sehingga diperlukannya usaha pencegahan sejak dini baik dalam bentuk penal (hukum pidana) dan non penal (diluar hukum pidana). Hal ini dianggap perlu karena dampak dari tindak pidana narkotika tidak hanya berdampak buruk bagi para pengguna narkotika saja, tapi dapat berdampak buruk pada rusaknya generasi penerus bangsa dalam jangka panjang.

23 Baca lebih lajut

Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

1) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika Penggunaan obat-obatan terlarang jenis opium sudah lama dikenal di Indonesia, jauh sebelum pecahnya Perang Dunia ke-2 pada zaman penjajahan Belanda. Pada umumnya para pemakai candu (opium) tersebut adalah orang- orang Cina. Pemerintah Belanda memberikan izin pada tempat-tempat tertentu untuk menghisap candu dan pengadaan (supply) secara legal dibenarkan berdasarkan undang-undang. Orang-orang Cina pada waktu itu menggunakan candu dengan cara tradisional, yaitu dengan jalan menghisapnya melalui pipa panjang. Hal ini berlaku sampai tibanya Pemerintah Jepang di Indonesia. Pemerintah pendudukan Jepang menghapuskan Undang-Undang itu dan melarang pemakaian candu (Brisbane Ordinance).
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

KOORDINASI ANTARA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI) DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM MENCEGAH DAN MENINDAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA.

KOORDINASI ANTARA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI) DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM MENCEGAH DAN MENINDAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA.

Apabila Polri menangkap tersangka baik itu tertangkap ataupun tertangkap tangan, Polri tidak perlu koordinasi dengan pihak BNN karna Polri memiliki kewenangan tersendiri didalam penegakan hukum, yakni melalui Badan Direktorat Narkotika, begitu pula sebaliknya apabila BNN menangkap tersangka baik itu tertangkap ataupun tertangkap tangan, BNN tidak perlu koordinasi dengan pihak Polri karna BNN memiliki kewenangan sendiri didalam penegakan hukumnya. Kecuali jika ada keterkaitannya antara tersangka yang ditangkap oleh Polri dengan tersangka yang ditangkap oleh pihak BNN guna untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya di dalam mengungkap peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Index of /site/wp-content/uploads/2013/03

Index of /site/wp-content/uploads/2013/03

Dilihat dari strategi komunikasi BNN dalam mengurangi jumlah pengguna narkoba Kota Samarinda sudah berjalan cukup baik meskipun perkembangan kemajuan tidak terlalu tinggi karena dapat dilihat dari Rekapitulasi Tindak pidana Tahun 2009 – 2011. Rekapitulasi Tahun 2009 Jumlah Kasus yang di dapatkan dari bulan Januari 2009 sampai Desember 2009 ada kurang lebih 250 kasus dengan tersangka 355 orang yang didalamnya sudah termasuk dengan Mahasiswa, pelajar serta aparat Negara dan aparat pemerintah ada didalamnya dan juga Ibu Rumah tangga pun menggunakan narkoba pada data tahun 2009.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

02 format artikel ejournal mulai hlm genap (03 25 13 05 51 13)

02 format artikel ejournal mulai hlm genap (03 25 13 05 51 13)

Hal ini mengingat bahwa mengurangi masalah nakotika, tidak hanya bersifat fisik semata-mata, tapi lebih bersifat persuasif (mempengaruhi) dan preventif (mencegah). Cara ini baru dapat berjalan efektif apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh BNN menyangkut penanggulangan bahaya narkotika, dilakukan dengan frekuensi yang tinggi dan disebarluaskan di berbagai media masa serta Sumber daya manusia yang lebih baik dan lebih menyeluruh lagi dalam menanganginya, baik dengan menggunakan teknologi tinggi maupun dengan komunikasi tradisional, mengingat penetrasi penyalahgunaan narkotika sudah merambah sampai ke desa-desa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan  Berhenti Menggunakan Ganja dengan Xerostomia di Panti Sosial Pamardi Putra Insyaf Medan Tahun 2016

Hubungan Berhenti Menggunakan Ganja dengan Xerostomia di Panti Sosial Pamardi Putra Insyaf Medan Tahun 2016

5. Kalant H, Waller AJP. Clearing the smoke on cannabis—medical use of cannabis and cannabinoids. Ottawa: Canadian Centre on Substance Abuse 2014: 1-12. 6. National Intitute on Drug Abuse. Marijuana abuse. United State, 2012: 1-16. 7. Tim Visi Media. Mengenal jenis dan efek buruk narkoba. Edisi 1. Tangerang:

6 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di Kelurahaan Aekkanopan Timur Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di Kelurahaan Aekkanopan Timur Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara

Laporan Survei Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia: BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia.. Badan Narkotika Nasional Provinsi sumatera Utara.[r]

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Polri Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja.

PENDAHULUAN Upaya Polri Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja.

Sebenarnya pemerintah sudah membuat program-program untuk mengatasi masalah ini, misalnya membuat Undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba yaitu Undang-undang Republik Indonesia No.39 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-undang No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerja sama dengan Polsek Kartasura dalam menangani hal-hal yang menyangkut dengan narkoba, misalnya membuat gerakan-gerakan anti narkoba, penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kampus. Namun pada kenyataannya masalah narkoba tetap saja menjadi berita yang setiap hari kita temui pada berita kriminal di televisi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...