Top PDF Peran CSR dalam Mendukung Pembiayaan Pembangunan Masyarakat di Daerah

Peran CSR dalam Mendukung Pembiayaan Pembangunan Masyarakat di Daerah

Peran CSR dalam Mendukung Pembiayaan Pembangunan Masyarakat di Daerah

Menurut Kementerian BUMN, biaya program CSR disisih- kan dari Laba Bersih Perusahaan, adalah berdasarkan Kepmeneg BUMN nomor: Kep-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Sedangkan, Peraturan yang mengikat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagaimana Keputusan Menteri BUMN Per- 05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Selanjutnya, harus diperhatikan pula Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, yang dalam pasal 74 disebutkan: (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, (2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Untuk Pembiayaan Pembangunan Pertanian Di Provinsi Jambi

Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Untuk Pembiayaan Pembangunan Pertanian Di Provinsi Jambi

Bank Jambi adalah Bank milik pemerintah daerah Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jambi. Sebagai bank daerah yang modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah maka cabang-cabang Bank Jambi tersebar diberbagai daerah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jambi. Sebagai sebuah BUMD yang bergerak dibidang jasa keuangan maka Bank Jambi menjalankan semua usaha yang ada pada Bank umum, dan sebagai Bank daerah Bank Jambi juga berfungsi sebagai pemegang kas daerah yang berfungsi melaksanakan dan mengelola penyimpanan, penerimaan dan pengeluaran kas daerah serta mengutamakan pembiayaan bidang proyek pembangunan daerah. Sebagai sebuah bank daerah Bank Jambi diharapkan dapat mendorong perekonomian dan pembangunan daerah disegala bidang serta sebagai salah sumber dari pendapatan asli daerah (PAD). Adapun visi dari pada Bank Jambi adalah menjadi Bank yang ideal dan sehat dalam mengujudkan terpenuhinya kebtuhan masyarakat dibidang jasa bank yang memiliki nilai tambah bagi ekonomi daerah khususnya UKM dengan pengelolaan secara professional, kehatihatian dan berkembang secara wajar. Kemudian misi dari Bank Jambi adalah: 1) menjalankan usaha sebagai Bank Umum sebagai konvensional dan atau berdasrkan prinsip syariah, 2) penggerak, pendorong, laju perekonomian dan pembangunan daerah, 2) pemegang kas daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang daerah dan 3) sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Untuk Pembiayaan Pembangunan Pertanian di Provinsi Jambi

Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Untuk Pembiayaan Pembangunan Pertanian di Provinsi Jambi

Secara umum CSR dapat diartikan sebagai tanggung jawab perusahaan/ lembaga profit terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi kegiatannya (Iqbal dan Sudaryanto, 2008). Muncul program tidak terlepas dari pandangan bahwasanya pembangunan termasuk pembangunan daerah tidak saja merupakan tanggung jawab pemerintah saja tetapi tanggung jawab semua pihak termasuk didalamnya pihak perusahaan baik BUMN mapun perusahaan swasta. Disamping itu adanya progam CSR ini berangkat dari adanya kewajiban dari BUMN untuk menyisihkan sebahagian laba untuk pemberdayaan masyarakat lewat Program Kemitraan dan Bina lingkungan (PKBL) sesuai dengan keputusan menteri BUMN nomor 236 tahun 2003. Dalam perkembangannya keharusan untuk melaksanakan CSR ini bagi perusahaan diperluas tidak saja diwajibkan kepada BUMN tetapi juga kepada perusahaan milik swasta (BUMS) sesuai dengan undang- UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas seperti yang tercantum dalam pasal 74 adanya tanggung jawab sosial bagi pihak perusahaan. Diwajibkannya perusahaan untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya melalui penyaluran dana CSR mengingat adanya pemanfaatan sumberdaya alam oleh pihak perusahaan bahkan bagi perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab sosial tersebut dapat dikenakan sanksi. Bahkan bagi BUMN seperti yang diyatakan dalam peraturan menteri Negara BUMN nomor 5 tahun 2007 menjelaskan bahwa kewajiban menyalurkan dana CSR bagi BUMN dijadikan sebagai indikator dalam menilai tingkat kesehatan perusahaan dan secara tegas disebutkan besar dana CSR yang harus disalurkan kepada masyarakat adalah maksimum sebesar 2 persen untuk program kemitraan dan 2 persen untuk bina lingkungan dari laba bersih yang diterima oleh perusahaan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBIAYAAN UNTUK MENDUKUNG PROG

STRATEGI PEMBIAYAAN UNTUK MENDUKUNG PROG

Pendekatan Public Private Community Partnership (PPCP) atau kerjasama antar stakeholder yakni antara pemerintah, swasta, dan komunitas masyarakat setempat. Jenis pembangunan infrastruktur ini merupakan pembangunan berskala kecil dimana swasta hanya menyediakan dana dari Corporate Social Responbility (CSR) perusahaan atau dana eksternalitas dari dampak pengeloaan perusahaan tersebut. Strategi ini cocok untuk diterapkan pada pembangunan infrastruktur kawasan ekowisata mangrove atau pembangunan wisata lainya. Dimana keuntungan dari finansial lebih kecil dari keuntungan ekonomis yang didapatkan. Dari strategi tersebut masyarakat ikut berpatisasipasi dalam pengeluaran dana dan pengelolaan infrastruktur sehingga menimbulkan rasa memiliki dan terhindar dari kerusakan yang terjadi
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Peran Komunikasi Pemerintahan terhadap Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Bersumber Anggaran Pembiayaan Negara

Peran Komunikasi Pemerintahan terhadap Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Bersumber Anggaran Pembiayaan Negara

Di dalam suatu masyarakat yang sudah berkembang, maka tingkat partisipasi masyarakat tersebutpun boleh dikatakan cukup baik, tingkat ini tergantung dari kesadaran masyarakat adalah tanggung jawabnya terhadap pembangunan, rasa tanggung jawab dan kesadaran ini harus muncul apabila mereka dapat menyetujui suatu hal atau dapat menyerap suatu nilai. Untuk itulah diperlukan adanya perubahan sikap mental kearah yang lebih baik yang dapat mendukung pembangunan. Menurut Adisasmita (2006:38) partisipasi masyarakat dapat di definisikan sebagai keterlibatan dan pelibatan anggota masyarakat dalam pembangunan, meliputi kegiatan dalam perencanaan dan pelaksanaan (implementasi) program pembangunan. Peningkatan partisipasi masyarakat tersebut merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat (social empowerment) secara aktif yang berorientasi pada pencapaian hasil pembangunan yang dilakukan dalam masyarakat Suco Rurais(masyarakat daerah terpencil) Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya masyarakat pedesaan secara lebih aktif dan efisien, yaitu dalam hal sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LAMPIRAN 1 PRESEDEN NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (VERSI LENGKAP)

LAMPIRAN 1 PRESEDEN NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (VERSI LENGKAP)

a. Para Pihak akan berkonsultasi dengan otoritas Masyarakat terkait dan badan pemerintah secara berkala sebagaimana mungkin diperlukan untuk memperoleh data terkini mengenai kondisi sosial dan ekonomi suatu daerah dan untuk memahami dan menyertakan ke dalam pekerjaan perencanaan mereka seluruh rencana pemerintah yang terkait dan prioritas pembangunan untuk Masyarakat. Hal ini mencakup mencari informasi dan panduan dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (“TNP2K”) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (“TKPKD”) yang terkait untuk memastikan bahwa prakarsa pengembangan masyarakat yang diatur dalam Perjanjian ini akan tepat sasaran, untuk mencapai pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan di Masyarakat. Para Pihak setuju bahwa mereka akan menggunakan setiap informasi dan panduan yang tersedia untuk mereka dari Basis Data Terpadu TNP2K hanya untuk tujuan pengentasan kemiskinan dan bukan untuk keuntungan komersial atau tujuan politik
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

PERAN PECALANG DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERKAIT MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (Studi di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali)

PERAN PECALANG DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERKAIT MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (Studi di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali)

Dalam perspektif kabupaten Buleleng serta daerah lain di propinsi Bali pada umumnya terdapat suatu sistem budaya kemasyarakatan bahwa yang mengatur tentang struktur sosial dan keterkaitan antara kelompok komunitas yang ada yaitu tokoh-tokoh dalam masyarakat. Sebagai contoh, masyarakat Toraja memiliki lembaga dan organisasi sosial yang mengelola kehidupan di lingkungan perdesaan. Demikian di Kebupaten Buleleng memiliki lembaga social Pecalang yang memiliki peran penting dalam usaha-usaha membantu memberikan perumusan kebijakan pembangunan pemerintah Kabupaten Buleleng sehingga proses pembangunanpun di masyarakat berjalan dengan baik dan berimbang.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Peran Masyarakat Migran dan Stakeholder terhadap Pembangunan di Daerah Asal

Peran Masyarakat Migran dan Stakeholder terhadap Pembangunan di Daerah Asal

Yaitu analisis persepsi responden (Susilowati, 2002) dan hirarki proses sebagaimana penelitian Sudantoko (2010) dengan modifikasi seperlunya. Masing-masing aspek diperlukan komponen-komponen yang menjadi materi kajian. Komponen tersebut merupakan data yang diambil dari semua pihak (stakeholder terkait), dikaji, didiskusikan dalam forum, kemudian dianalisis. Sebelum disimpulkan hasil analisis perlu mendapat justifikasi dari beberapa pihak/institusi terkait. Analisis persepsi responden ini adalah suatu kajian fenomena berdasarkan dari pendapat atau persepsi responden sebagai pelakunya. Persepsi responden diperlukan dalam mendukung jawaban yang diberikan oleh responden dalam memberikan jawaban sesuai realita yang dialami atau fenomena yang berlaku. Untuk mengidentifikasi profil sosial-ekonomi responden dan untuk dapat menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh migrant dan keluarga migran di daerah asal akan dipergunakan alat analisis statistika deskriptif dan analisis mendalam (indepth analysis).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Peran Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Buleleng dicirikan oleh tipologi nelayan kecil, dan armada penangkapan ikan oleh mayoritas nelayan di Kecamatan Buleleng dan Grokgak adalah perahu bermotor tempel. Nelayan di Kecamatan Buleleng lebih banyak menggunakan pancing ulur dan tonda untuk menangkap ikan, sedangkan seser dan pancing ulur lebih banyak digunakan oleh nelayan di Kecamatan Grokgak. Jenis ikan hasil tangkapan umumnya berupa tongkol, teri, walang dan tuna. Sampai saat ini, masyarakat pesisir setempat masih belum terlepas dari persoalan klasik yang dihadapi nelayan kecil yakni keterbatasan aset, akses, dan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Upaya peningkatan kualitas hidup nelayan kecil sulit terwujud tanpa adanya perubahan sikap, pengetahuan dan keterampilan sumberdaya manusia. Menghadapi permasalahan tersebut, komunikasi pembangunan diperlukan peran utamanya sebagai sebuah proses
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. daerah, ketimpangan pembiayaan pembangunan antar daerah kian menonjol.

BAB I PENDAHULUAN. daerah, ketimpangan pembiayaan pembangunan antar daerah kian menonjol.

Keterbatasan dana yang dimiliki sangat berdampak terhadap kegiatan pembangunan di Kabupaten Merangin, dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir tidak terlihat pembangunan fisik berskala besar. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi, pertumbuhan pembangunan sarana maupun prasarana fisik di Kabupaten Merangin masih tergolong tertinggal. Padahal pembangunan di bidang infrastruktur selalu menjadi program prioritas dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Merangin terpilih, sudah banyak program dan kegiatan direncanakan pemerintah namun banyak juga yang batal dilaksanakan karena sangat terbatasnya kemampuan keuangan daerah. Sehingga dokumen perencanaan yang telah disusun oleh pemerintah Kabupaten Merangin terkesan tidak operasional dan hanya tertuang di atas kertas saja.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PROGRAM PEMBANGUNAN PARTISIPATIF (BLOCK GRANT) DESA

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PROGRAM PEMBANGUNAN PARTISIPATIF (BLOCK GRANT) DESA

Pembangunan Partisipatif yang disebut dengan Block Grant pada dasarnya merupakan dana stimulant untuk mempercepat akselerasi pembangunan sarana prasarana dipedesaaan, sehingga Block Grant ini pada hakekatnya merupakan dana pancingan untuk menumbuhkembangkan kontribusi atau sharing masyarakat yang berupa dana, material dan atau tenaga serta pikiran, yang nilai besaran partisipasinya sesuai dengan proposal yang diajukan kepada Bupati dengan proposal serta pertimbangan hasil monitoring dan evaluasi. Dalam kata lain bahwa pembangunan partisipatif yang dipacu melalui Block Grant pada dasarnya masyarakat menjadi aktor utama pembangunan itu sendiri. Karena pembangunan partisipasi yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat tersebut inputnya berasal dari Pemerintah Daerah dan Masyarakat, dan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERAN MANAJEMEN ASET DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

PERAN MANAJEMEN ASET DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, menjelaskan bahwa perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang. Perencanaan kebutuhan disusun dalam Rencana Menurut Mardiasmo (2004: 238) pemerintah daerah perlu membuat perencanaan kebutuhan aset yang akan digunakan/dimiliki. Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah daerah kemudian mengusulkan anggaran pengadaannya. Dalam hal ini, masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Daerah (DPRD) perlu melakukan pengawasan (monitoring) mengenai apakah aset (kekayaan) yang direncanakan untuk dimiliki daerah tersebut benar-benar dibutuhkan daerah
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERAN PEMOLISIAN MASYARAKAT (POLMAS) KOTA METRO DALAM MENDUKUNG PENEGAKAN HUKUM

PERAN PEMOLISIAN MASYARAKAT (POLMAS) KOTA METRO DALAM MENDUKUNG PENEGAKAN HUKUM

Perkembangan masyarakat saat ini yang telah masuk pada fase modern menyebabkan berkembangnya kejahatan yang mencakup jenis serta dimensi – dimensi yang sebelumnya tidak ada, semakin meningkat pola kehidupan masyarakat semakin hebat pula metode, tekhnik dan cara – cara tindak kejahatan dilakukan oleh para pelakunya. Untuk itu perlu adanya suatu upaya untuk mencegah tindak kejahatan tersebut sebagai upaya menekan laju kejahatan, baik secara preemtif, preventif maupun kuratif, yaitu penangkalan, pencegahan dan penanganan. Tidak ada kejahatan yang terlepas dan terpisah sama sekali dari lingkungan masyarakatnya Tingginya tingkat kejahatan memerlukan penanganan yang serius dengan didukung oleh profesionalisme aparat penegak hukum yang disertai jumlah personil yang memadai. Guna membantu tugas kepolisian dalam memerangi kejahatan diperlukan suatu peran serta masyarakat. Bentuk peran serta masyarakat di wujudkan dalam suatu kerjasama kemitraan melalui Pemolisian Masyarakat (POLMAS). Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimanakah Peran POLMAS dalam mendukung penegakan hukum di Kota Metro ?
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

2. Pembangunan Jembatan Bentang Panjang Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Antar Daerah

2. Pembangunan Jembatan Bentang Panjang Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Antar Daerah

Direktorat Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga Potret Kegagalan Jembatan di Indonesia Jembatan Krasak,1990 Jembatan Cipunegara, 2004 Jembatan Kutai Kartenagara, 2011 Jembatan[r]

29 Baca lebih lajut

Peran Perpustakaan Dalam Mendukung

Peran Perpustakaan Dalam Mendukung

Perlu dicermati bahwa webometrics walaupun menggunakan basis web sebagai indikator atau media pengukurannya, tidak berarti bahwa sebuah perguruan tinggi hanya mengedepankan kemampuanya dalam teknologi web. Atau dengan kata lain, webometrics bukan hanya mengukur web sebagai alat atau prasarana dari sebuah perguruan tinggi. Indikatornya secara umum berkaitan erat juga dengan keberhasilan proses pendidikan yang mencakup kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

6 Baca lebih lajut

PERAN MIKROORGANISME DALAM MENDUKUNG PER

PERAN MIKROORGANISME DALAM MENDUKUNG PER

Mikroorganisme banyak dimanfaatkan dalam budidaya tanaman. Peran mikroorganisme dalam pertanian organik umumnya sebagai pupuk maupun pestisida. Pemakaian produk-produk yang mengandung mikroorganisme dalam pertanian organik adalah untuk menurunkan kandungan kimia dalam produk-produk pertanian, mengurangi pencemaran akibat pupuk dan pestisida kimia, serta untuk menjaga kelestarian lingkungan (Higa dan Parr, 1994; Berg, 2009; Simarmata, 2013). Beberapa manfaat mikroorganisme dalam pertanian adalah untuk (1) memfiksasi nitrogen dari atmosfer, (2) dekomposisi sampah dan residu organik sehingga lebih aman untuk lingkungan, (3) menekan patogen tular tanah, (4) meningkatkan ketersediaan hara, (5) degradasi racun yang berasal dari pestisida atau bahan kimia lainnya, (6) menghasilkan antibiotik dan bahan aktif lainnya, (7) menghasilkan molekul bahan organik sedehana untuk diserap tanaman, (8) meningkatkan kompleksitas logam berat sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman dan (9) melarutkan hara yang tidak terlarut (Higa dan Parr, 1994; Berg, 2009; Simarmata, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POLICY BRIEF ANALISIS PERAN MODAL SOSIAL DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KAWASAN PERBATASAN

POLICY BRIEF ANALISIS PERAN MODAL SOSIAL DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KAWASAN PERBATASAN

22. Kawasan perbatasan pada dasarnya termasuk dalam kategori rawan tetapi strategis. Perubahan paradigma pembangunan perbatasan dari semata-mata pendekatan keamanan ( security approach ) menjadi pendekatan kesejahteraan ( prosperity/development approach ) dengan tidak meninggalkan pendekatan keamanan, membuat kawasan perbatasan menjadi pusat perhatian dan menjadi sasaran berbagai program pembangunan. Implementasi berbagai program pembangunan tersebut sudah selayaknya menempatkan komunitas di kawasan perbatasan sebagai subyek pembangunan. Implementasinya, selain kemampuan individu, anggota komunitas memiliki modal sosial berupa lembaga adat dan agama, jejaring sosial/hubungan asosiasional, tindakan kolektif, dan hubungan kekerabatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan, termasuk di dalamnya pembangunan pertanian.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Open Access dalam Membangun Masyarakat Literat untuk Mendukung Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan

Open Access dalam Membangun Masyarakat Literat untuk Mendukung Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan

Rika Yuliant | Pemilihan Pustakawan Berprestasi Prov. Jabar. 2018 Page 17 Telkom University Open Library tidak hanya memberikan perhatian dan menyediakan akses secara online kepada masyarakat pengguna, untuk kegiatan pengembangan pengetahuan dan komunitas Tel-U Open Library memfasilitasi area dan saran yang dapat digunakan oleh masyarakat umum. Open Discussion adalah program pengembangan pengetahuan dan kegiatan komunitas yang diselenggarakan Open Library untuk masyarakat luas. Workshop, seminar, diskusi, atau pun kegiatan berbagi pengetahuan yang lainnya difasilitasi melalui program ini. Tujuan dari program ini adalah menerapkan program literasi aplikatif yang tidak hanya untuk mempertemukan individu-individu yang memiliki interest yang sama tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan literasi masyarakat yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan kehidupan individu secara sosial maupun ekonomi di lingkungan dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Peran Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pembangunan Pedesaan

Peran Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pembangunan Pedesaan

Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian penting dari perwujudan pembangunan otonomi daerah dalam rangka pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan keikutsertaan masyarakat desa dengan membuat program-program nasional yang salah satunya adalah program pemberdayaan masayarakat desa. Seperti yang kita ketahui, masayarakat pedesaan adalah masyarakat yang identik dengan kemisikinan dan keterletarbelakangan padahal tidak sedikit potensi yang dimiliki oleh mayarakat desa. Upaya penanggulangan kemiskinan yang SDOLQJ VWUDWHJLV GDODP HUD RWRQRPL GDHUDK GDSDW GLUXPXVNDQ GDODP VDWX NDOLPDW \DLWX ³EHULNDQ peluang kepada keluarga miskin dan komunitasnya untuk mengatasi masalah mereka secara maQGLUL´ ,QL EHUDUWL pihak luar harus mereposisi peran mereka, dari agen pemberdayaan menjadi fasilitator pemberdayaan. Input yang berasal dari luar yang masuk dalam proses pemberdayaan harus mengacu sepenuhnya pada kebutuhan dan desain aksi yang dibuat oleh keluarga miskin itu sendiri bersama komunitasnya melalui proses dialog yang produktif agar sesuai dengan konteks setempat.Artinya program pemberdayaan masyarakat desa adalah program yang sangat mementingkan kebutuhan masyarakat pedesaan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Menjaga Stabilitas Mendukung Pembangunan Pembangunan

Menjaga Stabilitas Mendukung Pembangunan Pembangunan

Di sinilah strategi komunikasi menjadi penting dalam meningkatkan efektivitas kebijakan moneter. Secara terstruktur, strategi komunikasi kebijakan moneter di Bank Indonesia merupakan bagian dari strategi komunikasi Bank Indonesia secara keseluruhan. Strategi itu disusun sebagai pedoman Bank Indonesia untuk melakukan komunikasi dengan publik, memengaruhi ekspektasi, dan pada ujungnya membangun kredibilitas bank sentral. Berbagai kegiatan komunikasi di bidang moneter, telah dilakukan sejak tahun 2005 dan mulai dibakukan dalam strategi komunikasi kebijakan moneter pada tahun 2007. Strategi komunikasi kebijakan moneter disusun hingga tahap operasional. Strategi tersebut memuat beberapa hal yaitu; tujuan akhir (main objectives), target group (stakeholders), dan instrumen komunikasi (communication tools). Penyampaian materi komunikasipun dilakukan secara transparan, komprehensif, dan dapat diprediksi sebelumnya (predictable). Komunikasi kebijakan moneter dilakukan secara transparan dengan memberikan informasi yang tepat waktu dan faktual. Upaya melakukan identifikasi terhadap para pemangku kepentingan (stakeholders) menjadi penting sebagai prasyarat strategi komunikasi yang efektif. Fokus komunikasi ataupun edukasi kebijakan moneter Bank Indonesia saat ini diarahkan pada media massa, pelaku pasar keuangan dan perbankan, pengamat ekonomi, kalangan industri (Asosiasi-asosiasi bisnis, Kadin dll), akademisi, mahasiswa, pelajar, politisi, anggota DPR, LSM, serta masyarakat umum.
Baca lebih lanjut

279 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects