Top PDF PERAN KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) DALAM PEMBANGUNAN NAGARI SUNGAI PUA.

Peran Kerapatan Adat Nagari ( Kan ) Dalam Pembangunan Nagari  ( Studi  Pada Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten   Tanah Datar )

Peran Kerapatan Adat Nagari ( Kan ) Dalam Pembangunan Nagari ( Studi Pada Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar )

Pembangunan desa merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, mengingat kawasan pedesaan masih dominan dan lebih setengah penduduk Indonesia masih tinggal di kawasan pedesaan. Kelembagaan lokal merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan desa. Tanpa adanya kelembagaan lokal, infrastruktur tidak akan dapat dibangun atau dipertahankan. Jasa pelayanan masyarakat tidak dapat dilakukan secara maksimal dan pemerintah tidak akan dapat memelihara atau mempertahankan arus informasi yang dibutuhkan masyarakat. Di Sumatera Barat desa disebut dengan istilah Nagari. Nagari merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara kesatuan Republik Indonesia. Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) merupakan lembaga kerapatan Niniak Mamak pemangku adat yang telah ada dan diwarisi secara turun-temurun sepanjang adat yang berlaku dimasing- masing Nagari dan merupakan lembaga tertinggi dalam penyelenggeraan adat di Nagari. Pembangunan Nagari merupakan pembangunan untuk meningkatkan ekonomi,sosial dan politik masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Pembangunan di Nagari tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Nagari tetapi juga dilakukan oleh Kerapatan Adat Nagari ( KAN ).
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBIAYAAN BERDASARKAN PRINSIP BAGI HASIL (MUDHARABAH) PADA BAITUL MAL WA TAMWIL (BMT) AGAM MADANI NAGARI SUNGAI PUA KABUPATEN AGAM.

PELAKSANAAN PEMBIAYAAN BERDASARKAN PRINSIP BAGI HASIL (MUDHARABAH) PADA BAITUL MAL WA TAMWIL (BMT) AGAM MADANI NAGARI SUNGAI PUA KABUPATEN AGAM.

Peningkatan pembangunan nasional di bidang ekonomi tidak bisa terlepas dari peran perbankan sebagai salah satu sektor pendukung. Bank merupakan instrument penting dan strategis dalam pemberdayaan ekonomi rakyat banyak untuk upaya mensukseskan pembangunan nasional. Hal ini dapat dilihat dalam Pasal 1 angka 2 Undang-undang No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan (UU Perbankan), yang

17 Baca lebih lajut

PENYELESAIAN SENGKETA TANAH PUSAKO TINGGI DI NAGARI TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

PENYELESAIAN SENGKETA TANAH PUSAKO TINGGI DI NAGARI TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

lainnya. Sengketa mengenai gelar (sako) adalah sengketa yang berkaitan dengan gelar yang diterima secara turun-temurun didalam suatu kaum yang fungsinya adalah sebagai kepala kaum-kepala adat (penghulu) dan sako ini sifatnya turun- temurun sejak dahulu sampai sekarang menurut garis keturunan ibu lurus kebawah. Sengketa mengenai harta pusaka (pusako) adalah sengketa yang berkaitan dengan harta pusaka tinggi seperti sawah ladang, pandam pakuburan, hutan tanah yang belum diolah. Sedangkan sengketa mengenai perdata lainnya adalah sengketa yang terjadi antara anggota-anggota masyarakat seperti perkawinan, perceraian, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Arus Balik Baliak Ka Nagari Antara Fakta

Arus Balik Baliak Ka Nagari Antara Fakta

Menemukan kembali nagari dalam formatnya sebagai desa adat menghadapi tiga tantangan, yaitu; Pertama, hibridasi nagari dualistik memungkinkan terjadi dengan adanya pengaturan lembaga adat dalam UU Desa. Dalam format ini, nagari tidak perlu menjadi desa adat penuh, namun cukup adat sebagai penanda atas pengaruhnya terhadap pemerintah desa (Vel dan Bedner 2016). Akibatnya, dualisme kelembagaan adat - pemerintah nagari dan pemisahaan wilayah nagari adat - wilayah nagari administratif potensial diadopsi kembali. Kedua, sistem pendanaan alokasi dana desa berbasis unit-unit desa memancing kembali nagari dalam format dualistik. Kecenderungan tersebut terlihat dalam wacana- wacana dari pengambil-pengambil kebijakan dari level provinsi sampai dengan kabupaten/kota dan mandeknya pembahasan raperda baru nagari di level Provinsi. Ketiga, Penataan nagari dan wilayah adat dalam rangka desa adat yang memotong wilayah administrasi kabupaten/kota. Pasal 101 UU Desa menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah provinsi dapat terlibat dalam penataan desa adat. Pasal ini bisa menjadi dasar hukum untuk mendorong penataan wilayah adat dalam rangka desa adat oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk mengkaji ulang batas wilayah administrasi kabupaten/ kota yang tumpang tindih dengan wilayah adat. Secara formil hal ini memungkinkan, namun secara implementatif akan dibenturkan pada sektoralisme urusan pemerintahan dan dinamika politik daerah dan nasional untuk perubahan batas-batas administrasi kabupaten/kota.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN PENGHULU DI DALAM NAGARI; SUATU KAJIAN TENTANG PEAN KEPEMIMPINAN ADAT DALAM NAGARI DEWASA INI.

PERAN PENGHULU DI DALAM NAGARI; SUATU KAJIAN TENTANG PEAN KEPEMIMPINAN ADAT DALAM NAGARI DEWASA INI.

Terdapat perbedaan peran penghulu dalarn nagari sebelum tahun 1980-an dengan setelah kembali ke nagari sekarang ini. Disekitar tahun 1980-an sebelum nagari menjadi desa peran penghulu sangat besar dalam pemerintahan nagari. Walaupun tidak ada ketentuan umumnya wali nagari pada masa tersebut adalah seorang Penghulu. Pada waktu itu lembaga yang ada di nagari hanya KAN dan BPRN dan sebagian besar anggota BPRN adalah anggota KAN. Sekarang sesuai dengan Perda banyak kelembagaan di dalam nagari seperti selain KAN dan BPRN ada MUN, MAMAS, Bundo Kanduang, dan Pemuda yang masmg-masingnya mempunyai 3 wakiI di BPRN.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BA LELANG GAGAL PEMBANGUNAN JUT PKT III

BA LELANG GAGAL PEMBANGUNAN JUT PKT III

bp2mpbj.dharmasrayakab.go.id email: bp2mpbj@gmail.com BERITA ACARA LELANG GAGAL PEKERJAAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI PAKET III LOKASI NAGARI SUNGAI DUO DAN NAGARI GUNUNG[r]

2 Baca lebih lajut

Potensi Andalas (Morus macroura Miq.) di Tanah Ulayat Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Potensi Andalas (Morus macroura Miq.) di Tanah Ulayat Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Sebagian besar wilayah Nagari Singgalang adalah lahan pertanian yang subur dengan jenis tanah dominan andosol. Hampir 50% luas lahan yang ada adalah dengan tingkat kesuburan subur dan sangat subur, dan hanya seluas 245 ha yang tergolong tidak subur atau kritis. Seluas 60 ha merupakan lahan terlantar. Wilayah bagian Barat yang merupakan kaki Gunung Singgalang mempunyai kemiringan yang cukup tajam dan sebagiannya diusahakan pendudukan sebagai kebun kayu manis dan ada juga yang ditanami tanaman muda seperti cabai, bawang dan sayuran lainya. Dengan kondisi yang demikian, seluas 175 ha diperkirakan mempunyai tingkat erosi tanah berat, dan hampir tidak ada lahan di lokasi ini yang bebas dari kemungkinan erosi (Laporan Akhir Tenaga Ahli Pembuatan Tanaman Andalas 2006).
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PDF ini THE ROLE OF LOCAL CUSTOMARY ASSOCIATION (KAN) IN THE RESOLUTION OF CUSTOMARY LAND DISPUTE (Case Study at Kinali Vilage and Lingkuang Aua, West Pasaman Regency) | . | 1 PB

PDF ini THE ROLE OF LOCAL CUSTOMARY ASSOCIATION (KAN) IN THE RESOLUTION OF CUSTOMARY LAND DISPUTE (Case Study at Kinali Vilage and Lingkuang Aua, West Pasaman Regency) | . | 1 PB

Penelitian bertujuan menganalisis peranan KAN dalam menyelesaikan sengketa tanah adat dan sekaligus mengetahui hambatan yang menyebabkan tidak optimalnya peranan KAN dalam menyelesaikan sengketa dan mengetahui usaha-usaha yang ditempuh KAN dan Pemerintah dalam meningkatkan peranan KAN. Penelitian ini adalah penelitian yuridis sosiologis (Social-Legal Research) berupa penelitian membuktikan hasil penelitian di lapangan dengan teori yang ada. Pendekatan ini dilakukan guna memperoleh data sekunder di bidang Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan untuk melengkapi literature hokum adat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus KAN di Kenagarian Kinali dan Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa pembentukan Kerapatan Adat Nagari sejak 1983 sampai 2011 di KInali mulai berperan menyelesaikan sengketa tanah adat Masyarakat mulai percaya dengan eksistensi Kerapatan Adat Nagari, karena sebelumnya KAN masih bermasalah karena terlibat dalam menjual tanah adat dan mendapatkan keuntungan. Keberadaan perusahaan di Kinali sebagai investor ditentukan oleh KAN seperti di Nagari Lingkung Aua. Hambatan yang ditemui oleh Kerapatan Adat Nagari Kinali dalam menjalankan perannya selain dari luar, juga dari dalam organisasi KAN itu sendiri. Peranan pemerintah terhadap eksistensi KAN mulai diatur dalam kebijakan undang-undang yang lebih menfungsikan lembaga–lembaga adat yang ada di nagari termasuk meningkatkan kinerja pengurus KAN kedepannya. Dalam rangka meningkatkan kemampuan KAN disarankan Pemerintahan dan Pengurus KAN membangun program pendidikan hukum adat dan penyelesaian sengketa tanah adat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PT  BUN %26 Globalisasi1

PT BUN %26 Globalisasi1

Seperti dkemukakan di atas, bahwa PT BUN ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi anak nagari. Maka bidang usaha PT BUN ini terutama adalah memasarkan produksi anak nagari, terutama produk andalan. Karena itu bidang usaha utamanya adalah perdagangan. Maka setelah PT terbentuk, kegiatan pertama yang dilakukan adalah membeli truk sebagai alat transportasi. Kemudian PT BUN mencari anak nagari yang dirantau untuk ditunjuk sebagai distributor di tempatnya merantau. Produk anak nagari yang cocok, tentu dengan kualitas tertentu, dibeli oleh PT BUN untuk dikirim ke distributor di tempat tujuan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SAMBUTAN BUPATI lomba perpus nagari sei pua 2014 FIX

SAMBUTAN BUPATI lomba perpus nagari sei pua 2014 FIX

3. Adanya Buletin IKSP (Ikatan Keluarga Sungai Pua) bekerjasama dengan perantau nagari Sungai Pua yang terbit setiap triwulan dan isinya memuat tentang perkembangan informasi nagari Sungai Pua yang terkenal dengan kebersamaan masyarakat dengan perantaunya serta menjadikan Nagari Sungai Pua sebagai nagari percontohan dan panutan di Kabupaten Agam maupun Sumatera Barat.

9 Baca lebih lajut

Nagari Sebagai Pranata Penyelesaian Konflik : Suatu Kajian Tentang Kerapatan Adat Nagari (Kan) di Nagari Ketaping, Pariaman, Sumatra Barat

Nagari Sebagai Pranata Penyelesaian Konflik : Suatu Kajian Tentang Kerapatan Adat Nagari (Kan) di Nagari Ketaping, Pariaman, Sumatra Barat

Komponen kedua merupakan faktor konflik, dimana dalam faktor konflik ini terdapat tiga elemen yaitu elemen pemicu atau sering dikatakan sebagai api, kemudian elemen akselerator atau sering disebut angin, dan elemen akar konflik yang sering disebut sebagai rumput kering. Faktor konflik dalam konflik tanah ulayat ini adalah pemicu yang sering muncul dalam konflik tanah ulayat di Nagari Ketaping. Berdasarkan hasil studi didapatkan bahwa adanya siliah jariah antara pihak sesuku, selain itu, banyak masyarakat yang sudah memiliki sertifikat, tetapi mereka merantau dan meninggalkan tanah mereka begitu saja, sehingga di garap oleh saudara sesuku ataupun masyarakat sekitar. Hal ini yang menjadi penyebab konflik, dikarenakan ketika pemilik tanah tersebut menuntut hak dari tanahnya kembali. Masyarakat yang telah menggarap tanah tersebut, merasa dirugikan, begitu juga sebaliknya,
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Dampak Perubahan Lokasi Pasar Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Nagari Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Dampak Perubahan Lokasi Pasar Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Nagari Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Upaya pemerintah Kabupaten Solok Selatan menjadikan pasar Nagari Muaralabuh menjadi pasar yang layak, maka dipindahkan lokasi pasar sesuai instruksi Bupati Solok Selatan Nomor 510.516.249 tahun 2009. Lokasi pasar lama tidak layak lagi diukur dari ketertiban, kebersihan dan keindahan. Dari hasil observasi, pasar lama sudah tidak mampu menampung pedagang dan pembeli yang semakin hari semakin banyak, sehingga terjadi kemacetan terutama pada hari pasar. Selain itu lokasi pasar sempit dan terbatas dengan luas 2Ha dan dikelilingi oleh pemukiman, pendidikan dan perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak perubahan lokasi pasar terhadap sosial ekonomi masyarakat di nagari Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan. Tujuan khususnya adalah, 1).Mendeskripsikan alasan-alasan dilakukan perubahan lokasi pasar, 2). Mendeskripsikan Kondisi internal pasar setelah dilakukan perubahan lokasi, 3). Mendeskripsikan Kondisi eksternal pasar setelah dilakukan perubahan lokasi. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional, yang menganggap pasar sebagai sebuah sistem. Metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Informan penelitian diambil secara purposive sampling (secara sengaja).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...