Top PDF Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Penelitian ini dilakukan berdasarkan riset kepustakaan untuk menjelaskan peran peran koperasi dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah. Usaha mikro di Indonesia sangat besar, berdasarkan data statistik tahun 2009 terdapat 98,88% usaha mikro, 1,04% usaha kecil, usaha menengah 0.08% dan hanya 0.01% merupakan usaha besar. Peran koperasi dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah mencakup bidang pendanaan dan pemasaran dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan peran koperasi menurut UUD 1945 Pasal 33, Ayat 1, dimana dinyatakan bahwa sistem perekonomian nasional dibangun atas dasar nilai kekeluargaan dan mendorong pada kesejahteraan bersama, bukan kesejahteraan individu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan dari adanya pemberdayaan masyarakat melalui UMKM ini adalah untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat yang masih tergolong miskin. Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Waru Rejo ini membantu bagi masyarakat setempat dalam meningkatkan dan mengembangkan masing-masing usaha mereka. Rata-rata setiap warga yang memiliki usaha tersebut dapat menampung 10-15 karyawan dalam satu rumah, sehingga hal tersebut dapat tingkat mengurangi pengangguran di Dusun Waru Rejo. Namun, pada realitanya proses pemberdayaan yang telah dilakukan oleh pemerintah ini hanya sebatas pemberian modal usaha dan kurang maksimalnya bantuan pemerintah dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Optimalisasi Peran Wakaf dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Optimalisasi Peran Wakaf dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Untuk memenuhi kebutuhan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produktif, lembaga pengelola wakaf uang dapat melakukan pemberdayaan dengan mem- berikan bantuan modal investasi maupun mo- dal kerja pada anggota pada khususnya yang sebagian besar merupakan anggota kelom- pok produktif. Peran lembaga nazhir wakaf lainnya dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) antara lain memberikan pelatihan, konsultasi usaha, pe- ningkatan keterampilan, maupun peningkatan kualitas produk. Untuk mengurangi beban pe- merintah dan rakyat, model wakaf uang sa- ngat tepat dalam bentuk melancarkan keter- sumbatan fungsi financial intermediary. Ter- jadinya arus lancar (cash flow) penyaluran dana ke seluruh anggota masyarakat terma- suk kelompok usaha UMKM. Melalui wa- kaf uang akan terjadi proses distribusi man- faat bagi masyarakat secara lebih luas (Roza- linda, 2013).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Night Market Ngarsopuro oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta.

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Night Market Ngarsopuro oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta.

Melihat permasalahan tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “ Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Night Market Ngarsopuro oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta “

9 Baca lebih lajut

Implementasi Perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur

Implementasi Perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur

Strategi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan hal yang sangat penting dengan berbagai isu strategis dan tantangan ke depan yang lebih kompleks, di antaranya adalah implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Salah satu upaya dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberdayakan UMKM adalah dengan merencanakan suatu kegiatan pemberdayaan UMKM melalui klinik UMKM Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi perencanaan tersebut serta untuk menganalisis strategi pemberdayaan UMKM melalui Klinik UMKM ke depannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman serta menggunakan analisis data SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur telah memenuhi target yang tertera di Renstra dan Renja. Namun terdapat beberapa kegiatan yang tidak tepat sasaran. Berdasarkan Analisis SWOT, strategi pengembangan kegiatan ini ke depannya adalah dengan menggunakan kekuatan internal sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota

PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota

perempuan, untuk menyiapkan kaum perempuan agar bisa bersaing dalam dunia kerja, maka melalui program- program Perempuan dalam Pembangunan (Women in Development) dengan menyediakan program intervensi guna meningkatkan taraf hidup keluarga seperti pendidikan dan ketrampilan. Melalui Koperasi Wanita ini diharapkan masyarakat utamanya perempuan dapat lebih mudah dalam mengembangkan wirausaha, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Kediri sehingga dapat memenuhi visi dan misi Dinas Koperasi dan UMKM dalam mensejahterakan masyarakat. Jaringan dapat dibangun melalui relasi atau hubungan pada setiap individu tersebut. Kepercayaan menjadi pelengkap dalam suatu hubungan. Pada kepercayaan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa antara kewajiban dan tujuan melalui modal sosial tersebut terselip adanya kepercayaan pada pilihan rasional seorang aktor, sedangkan pada jaringan tercermin potensi informasi yang mana pada setiap hubungan yang dijalin oleh setiap individu mampu mendapatkan adanya informasi yang dapat menguntungkan mereka. Sehingga jaringan dan kepercayaan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembentukannya, tanpa adanya kepercayaan tidak akan muncul sebuah jaringan. Dan dalam sebuah jaringan mempunyai kebebasan dalam bertukar pikiran dan berpendapat. Seperti yang terjadi pada Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri ini, dalam organisasi ini anggota tidak hanya mendapatkan bantuan pinjaman modal saja tetapi juga adanya bimbingan, penyuluhan dan pengawasan langsung dari pemerintah. Pertemuan rutin tidak hanya dilakukan oleh anggota dalam satu kopwan kelurahan saja tetapi juga antar kelurahan sampai Koperasi Wanita Puspita Kencana antar kota yang tujuannya adalah saling bertukar pikiran dan bagi yang baru memulai usaha dapat menambah wawasannya dalam berwirausaha dari anggota yang sudah lebih dulu sukses. Aktifitas Perempuan Pekerja Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Ternate (Studi Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate)

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Ternate (Studi Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate)

Usahaa Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan bagian integral dunia usaha nasional. Mempunyai kedudukan, potensi, dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan ekonomi pada khususnya. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memberikan konstribusi yang cukup besar terhadap pembentukkan produk nasional, peningkatan ekspor, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, serta peningkatan dan pemerataan pendapatan.Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan perekonomian secara nasional, terutama usaha mikro dan kecil karena kedua usaha tersebut merupakan wujud kehidupan ekonomi sebagian rakyat Indonesia.Dalam upaya membangun ekonomi nasional sub-sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang dalam istilah sering disebut UMKM.Usaha mikro dan kecil mendapat prioritas untuk dibina dan dikembangkan dalam rangka memperkuat struktur ekonomi nasional.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan yang telah disajikan , dianalisis dan diinterpretasikan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro telah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menjalankan Pemberdayaan UMKM hal tersebut dapat dibuktikan oleh kenyataan bahwa mayoritas UMKM di Kabupaten Sidoarjo sudah maksimal dalam pemberdayaan. Pemberdayaan dapat berhasil dilakukan dengan kerjasama tiga elemen pemberdayaan yang pertama pihak pemerintah yaitu Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo dibantu oleh Klinik Koperasi dan UMKM Sidoarjo, kedua BUMN yaitu PT Telkom Indonesia Sidoarjo dan ketiga Pihak Swasta yaitu PT Bank BCA Sidoarjo.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Kota Cimahi Dalam Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm).

Peran Pemerintah Kota Cimahi Dalam Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm).

“bahwa program pemerintah tidak lanjut, hanya aksi saja, seharusnya modelnya seperti Amerika, salah satu yang bikin wirausaha berkembang adalah “ supporting system ”. Metoda di kampus berupa pembinaan - pembinaan semacam pusat incubator bisnis. Jadi kampus menjadi pusat pembibitan wirausahawan handal yang kelak akan menjalankan dan memajukan roda ekonomi bangsa, sehingga mahasiswa didorong untuk berwirausaha oleh pemerintah. Pembinaan sangat penting , karena yang pertama dibutuhkan adalah mindset . Mindset itu bukan skill, sehingga perlu dikuatkan lebih dulu. Dana hibah tidak tepat, sebaiknya memberikan kailnya, kalaupun ada dana hibah sebaiknya bekerja sama badan-badan yang berpengalaman misal dikampus ada inkubator, atau badan kusus yang dibentuk sehingga professional, artinya selain menyalurkan juga bikin targetnya jelas. Dengan pengembangan baik di universitas maupun dikampung halamannya, sehingga meraih kesuksesan terbaik ditingkat asia, dalam hal ini diakui oleh presiden adikuasa yaitu Barrack Obama. Kesuksesan dalam mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH "Tinjauan Manajemen Pemasaran"

PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH "Tinjauan Manajemen Pemasaran"

Salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat lemah adalah dalam hal akses untuk memperoleh modal' Dalam pasar uang, masyarakat perdesaan baik yang petani, buruh, pe[r]

103 Baca lebih lajut

PERAN DINAS KOPERASI DAN UKM DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA SAMARINDA

PERAN DINAS KOPERASI DAN UKM DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA SAMARINDA

Kota Samarinda. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pemberdayaan UKM yaitu melalui kegiatan pendampingan. Pendampingan yang dimaksud adalah memberikan pemahaman dan aktualisasi yang nyata untuk keberhasilan kegiatan untuk meningkatkan daya saing bagi pelaku UKM di Kota Samarinda dengan melakukan pelatihan, bimbingan maupun fasilitasi bantuan informasi pemberian kredit perbankan lewat KUR (Kredit Usaha Rakyat) dalam upaya meningkatkan kapasitas pelaku UKM, meskipun ada sebagian informan yang menyatakan belum pernah mendapatkan pembinaan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Samarinda.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

Dalam rangka penciptaan iklim usaha untuk membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya dan menjamin kepastian usaha disertai dengan peningkatan efisiensi ekonomi, langkah pokok yang dilakukan antara lain adalah menyempurnakan peraturan perundang- undangan untuk membangun landasan legalitas usaha yang kuat bagi UMKM dan koperasi serta menyederhanakan birokrasi dan perizinan. Sehubungan dengan itu, sebagai kelanjutan dari telah tersusunnya naskah rancangan undang-undang (RUU) tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah yang merupakan penyempurnaan dari undang-undang (UU) No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil telah dilaksanakan pembahasan substansi materi lintas instansi terkait secara intensif. Substansi yang menjadi pokok bahasan berkaitan dengan penetapan kriteria usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah dan pengaturan pembiayaan dan penjaminan, kemitraan, perlindungan, koordinasi pemberdayaan dan pengembangan UMKM. Selanjutnya, dalam rangka pengembangan lembaga keuangan mikro (LKM) dan khususnya LKM non bank dan non koperasi, saat ini sedang disusun rancangan Peraturan Presiden tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia, dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang terkait.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PERAN DINAS KOPERASI DAN UMKM DALAM PEMBINAAN DAN PELATIHAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN PRINGSEWU

ANALISIS PERAN DINAS KOPERASI DAN UMKM DALAM PEMBINAAN DAN PELATIHAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN PRINGSEWU

Peran Kelembagaan Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada masa daerah era otonomi baru memang sangat diperlukan dalam keberlangsungan pembangunan ekonomi di daerah tersebut khususnya pada Lembaga Dinas Koperasi dan UMKM yang menangani langsung usaha-usaha mikro kecil yang salah satunya dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang terdapat dalam Rencana Strategi Dinas Koperasi dan UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kelembagaan pemerintah dalam pelaksanakan pemberdayaan meningkatkan UMKM di Kabupaten Pringsewu. Lokasi penelitian ini adalah di Kabupaten Pringsewu dengan titik fokus di kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM serta UMKM yang tergabung dalam pelatihan dan pembinaan. Jenis penelitian ini Deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif. Fokus permasalahan ini adalah masalah finansial dan nonfinansial yang dihadapi oleh Pelaku UMKM dan dampak dari pelaksanaan pelatihan dan pemberdayaan, hasil dari penelitian ini adalah (1) peran yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM belum makimal dikarenakan masih terbatasnya data yang mereka punya sehingga hanya UMKM yang sudah tergabung saja yang mendapatkan perhatian lebih, (2)peran yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM mempunyai nilai positif dalam meningkatkan pendapatan dan tenaga kerja UMKM yang ada di Kabupaten Pringsewu terbukti dari olahan hasil data bahwa dengan diadakan pelatihan dan pembinaan SDM pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatan, serta jumlah tenaga kerja yang akan meningkatkan pasokan produksi. Hasi ujinya dengan menggunakan dua rata-rata bahwa t Hitung > t Tabel.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia, Suatu Tinjauan Rencana Pemasaran.

Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia, Suatu Tinjauan Rencana Pemasaran.

Pemberdayaan KUMKM secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6% per tahun, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan KUMKM seharusnya diarahkan pada upaya meningkatkan produktivitas dan daya saingnya, serta secara sistimatis diarahkan pada upaya menumbuhkan wirausaha baru di sektor-sektor yang memiliki produktivitas tinggi yang berbasis pengetahuan, teknologi dan sumberdaya lokal. Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari: (1) kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, (2) penyedia lapangan kerja yang terbesar, (3) pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, (4) pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta (5) sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH KECIL DAN MIKRO (UMKM)

PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH KECIL DAN MIKRO (UMKM)

keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Disamping itu, minimnya pengetahuan mengenai teknologi akan menyulitkan mereka dalam meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan. Oleh karena itu betapa pentingnya program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Tanjungbalai ini yang berguna untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan

16 Baca lebih lajut

Membangun Situs Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (KUMKM) Di Kabupaten Subang (studi kasus pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Kabupaten Subang)

Membangun Situs Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (KUMKM) Di Kabupaten Subang (studi kasus pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Kabupaten Subang)

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Subang adalah suatu instansi pemerintah yang mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kewenangan daerah di bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah serta tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun fungsi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Subang yaitu membantu dalam perumusan kebijaksanaan teknis di bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah, penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bupati, pembinaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah serta pengelolaan administrasi umum, meliputi urusan umum, urusan keuangan, urusan kepegawaian dan perlengkapan dinas.
Baca lebih lanjut

302 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects