Top PDF PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kecamatan Junrejo, adakah kendala para penyuluh pertanian di lapang serta bagaimana kewenangan dan kompetensi penyuluh pada masyarakat tani saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan penyuluh pertanian dalam

2 Baca lebih lajut

Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Sungai Binuang Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara

Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Sungai Binuang Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani di Desa Sungai Binuang Kecamatan Haur Gading , serta bagaimana kewenangan dan kompetensi penyuluh terhadap kelompok tani saat ini. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Binuang Kecamatan Haur Gading pada Bulan Maret-Mei 2016. Sampel yang diambil dalam penelitian ini seluruh anggota kelompok tani yang ada di Desa Sungai Binuang. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan skala likert untuk pengukuran indikatornya. peran penyuluh sebagai pembimbing petani yaitu berada pada angka rata-rata 287 pada kategori interval baik dengan angka 76,5% tergolong kuat, sebagai organisator dan dinamisator penyuluh berada pada angka rata-rata 306 pada daerah sangat baik dengan 81,6% tergolong sangat kuat, sebagai teknisi penyuluh memiliki rata-rata angka 306 pada daerah sangat baik dan 81,6% tergolong sangat kuat, serta penyuluh sebagai konsultan petani yaitu pada angka 306,5 berada pada daerah sangat baik dan secara kontinum 81,7% pada interval sangat kuat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peranan penyuluh pertanian di Desa Sungai Binuang sudah berjalan cukup optimal. Kewenangan dan kompetensi penyuluh pertanian belum bisa dilakukan secara optimal karena seorang penyuluh pertanian hanya berwenang mengarahkan dan memberi masukan atas segala keputusan yang diambil dalam suatu kelompok.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peranan Penyuluh Pertanian dalam  Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Sunggal.

Peranan Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Sunggal.

Berdasarkan pendekatan kualitatif yang dilakukan, menunjukkan bahwa kelompok tani terbentuk atas dasar inisiatif dari para petani sendiri oleh karena adanya rasa senasib dan sepenanggungan akan lebih menjamin keberlanjutan dari kelompok tersebut. Dari sisi aparat pembina, seorang penyuluh pertanian dalam menjalankan fungsi dan peran harus memahami kondisi sosial setempat maupun latar belakang dan kemampuan petani sebagai dasar dalam penyusunan rencana kerja penyuluhan dengan tetap mengedepankan keikutsertaan petani sebagai mitra kerja. Walaupun penyuluh pertanian telah berupaya bersama petani/kelompok tani dalam menjalankan pembangunan di sektor pertanian, namun masih dibutuhkan adanya kebijaksanaan pemerintah yang berpihak kepada penyuluhan pertanian.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI DESA BONTO BUNGA KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS NURAENI

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI DESA BONTO BUNGA KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS NURAENI

pendidikan ini masih di tempuh oleh kebanyakan petani karena belum begitu menguras banyak biaya dan masih terjangkau di desa tersebut dan yang menempuh pendidikan hingga Sarjana ada 1 orang dengan jumlah persentase 9% pendidikan ini dianggap sudah tidak bisa lagi di tempuh oleh beberapa responden petani sebab biaya dan jangkauan lokasi nya yang jauh . Maka dapat disimpulkan bahwa petani padi sawah yang menjadi responden rata-rata tingkat pendidikannya sampai dengan SMA sedangkan keterkaitan pendidikan dengan usahatani tidak begitu terpengaruh sebab petani lebih kepada pengalaman dalam usahatani nya baik itu tamatan SD atau S1 walaupun dari segi pola fikirnya pendidikan paling tinggi lebih mudah untuk menyerap informasi karena pengetahuan tentang inovasi itu tinggi tapi terkait dengan kelompok tani tidak begitu berpengaruh.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA GUNUNG PERAK KECAMATAN SINJAI BARAT KABUPATEN SINJAI KHAERUL AZHAR

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA GUNUNG PERAK KECAMATAN SINJAI BARAT KABUPATEN SINJAI KHAERUL AZHAR

16 cocok dengan keadaan setempat. Dan kalau memang demikian maka petani kemudian akan mempertimbangkan untung ruginya, setelah secara teknis dan ekonomis di anggap menguntungkan barulah petani memutuskan untuk menerima dan mempraktekkan penemuan baru ini. Jelas lah di sini bahwa pada dasarnya haruslah tidak ada unsur paksaan dlam penyuluh pertanian, semua berdasar prinsip suka rela. Putusan terakhir pada tangan petani sendiri dan tidak pada para penyuluh. Karena harga hasil-hasil pertanian dan sarana-sarana produksi berhubungan erat dengan kebijaksanaan pertanian maka para penyuluh pertanian juga mempunyai tugas penting untuk menapsirkan setiap kebijaksanaan pemerintah yang menyangkut kepentingan petani baik langsung maupun tidak langsung. Juga dalam hal ini para penyuluh pertanian yang baik adalah sahabat petani yang siap membantu mereka dalam mengatasi kesulitan-kesulitan, mempelajari tanggapa-tanggapan dan meneruskan keluhan-keluhan yang mmungkin di kemukakan oleh petani mengenai kebijaksanaan prtanian tertentu.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PERAN PENYULUH DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAYENNE PEPPER) DI KELOMPOK TANI TANI DESA TLEKUNG KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU SKRIPSI.

PERAN PENYULUH DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAYENNE PEPPER) DI KELOMPOK TANI TANI DESA TLEKUNG KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU SKRIPSI.

Peran penyuluh terhadap pengembangan kelompok tani harus melakukan kontribusi maka dasar kesejahteraan, kejelasan, responsibilitas juga partisipasi sebagai kandungan pertama dalam menguatkan petani. Sesuatu kelompok tani yang nyata berdasarkan kesesuaian keinginan disekitar petani menciptakan kelompok tani tersebut bisa eksis serta mempunyai daya akan melangsungkan sasaran mendapatkan semua sarana sesuai sumber daya alam, manusia, dana, data juga fasilitas pada pengembangan usahatani yang melaksanakannya (Jasmal, 2007: 2). Tujuan dari aktivitas Penyuluhan pada peningkatan kelompok tani mampu mencerminkan melalui diskusi peserta sebagai kebiasaan serta aktivitas bersama yang dibimbing sama Penyuluh. Dengan kegiatan penyuluhan diminta pembinaan para petani mempunyai kepandaian dalam membenahi hidupnya, mewujudkan pandangan yang kondusif, dan menghasilkan ketentuan yang efektif (Ban, 1999). Selain itu dengan kegiatan penyuluhan memperoleh peningkatan kelompok tani baik dari aspek nilai adanya jalinan yang baik pada dinas terkait, kenaikan produk, sehingga akan terjadinya eskalasi ekonomi untuk petani.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Persepsi Kelompok Tani terhadap Peranan Penyuluh Pertanian di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu

Persepsi Kelompok Tani terhadap Peranan Penyuluh Pertanian di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu

Peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani perlu dilaksanakan dengan nuansa partisipatif sehingga prinsip, transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas serta kerjasama menjadi muatan-muatan baru alam pemberdayaan petani. Suatu kelompok tani yang terbentuk atas dasar adanya kesamaan kepentingan diantara petani menjadikan kelompok tani tersebut dapa eksis dan memiliki kemampuan untuk melakukan akses kepada seluruh sumber daya seperti sumber daya alam, manual, model, informasi, serta sarana dan prasarana dalam mengembangkan usaha tani yang dilakukannya (Jasmal, 2007). Wujud dari kegiatan penyuluhan dalam pengembangan kelompok tani bisa dicerminkan dengan adanya pertemuan anggota kelompok secara rutin dan kegiatan gotong royong yang didampingi oleh penyuluh. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk menganalisa peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok Tani Dalam meningkatkan produksi Padi di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu dan menganalisa kendala yang dihadapi oleh penyuluh dalam kegiatan penyuluh pada Kelompok Tani di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERANAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERHADAP KINERJA KELOMPOK TANI

PERANAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERHADAP KINERJA KELOMPOK TANI

Berdasarkan kondisi lapangan menunjukan bahwa peranan penyuluh pertanian di Kecamatan Suranenggala sudah berjalan optimal dan bisa memposisikan dirinya sebagai mitra dan fasilitator petani dengan melakukan peranan yang sesuai antara lain sebagai inisiator, motivator, mediator, supervisor dan fasilitator petani.Upaya pengembangan kelompok tani oleh penyuluh pertanian maupun kelompok tani sendiri sudah berjalan baik, hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani dengan adanya gropyokan, pameran pertanian, pelatihan agribisnis, pelatihan Lembaga Keuangan Mikra Agribisnis (LKM-A), Sekolah Lapang Iklim (SL-Iklim), Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) dan prestasi yang diraih oleh kelompok tani. Fasilitas yang terdapat pada kelompok tani sudah cukup memadai walaupun ada beberapa yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Prestasi yang diraih oleh beberapa kelompok
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Persepsi Kelompok Tani terhadap Peranan Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Gabungan Kelompok Tani di Kabupaten Sukoharjo

Persepsi Kelompok Tani terhadap Peranan Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Gabungan Kelompok Tani di Kabupaten Sukoharjo

Keywords: Agricultural, Extention, Gapoktan Abstrak Kerjasama kelompok tani merupakan salah satu syarat pencapaian pembangunan pertanian dalam suatu daerah. Salah satu bentuk kegiatan kerjasama kelompok tani dapat berupa gabungan kelompok tani atau biasa disebut gapoktan. Penelitian ini menggunakan metode dasar kualitatif dengan metode analisis data induktif interaktif data. Lokasi penelitian dilaksanakan Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 10 informan. Validitas data diperoleh menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa persepsi kelompok tani terhadap peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan Gabungan Kelompok Tani di Kabupaten Sukoharjo sudah optimal, hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran penyuluh dalam pertemuan serta berbagai pelatihan, pendampingan dan pemberian informasi yang disampaikan oleh penyuluh sudah dilaksanakan oleh anggota kelompok tani. Hambatan internal muncul saat pertemuan rutin gapoktan dan penentuan jadwal. Pengurus dan anggota gapoktan cukup kesusahan dalam menyusun jadwal pertemuan karena terbentur urusan masing-masing. Selain itu, kurang maksimalnya perincian data administrasi keuangan juga turut menjadi hambatan internal gapoktan. Sedangkan, hambatan eksternal muncul karena terbatasnya jalinan kemitraan gapoktan dengan pihak luar atau pelaku agribisnis. Dampak peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan gapoktan yaitu gapoktan Desa Dalangan mengalami peningkatan perkembangan dengan adanya keterlibatan penyuluh pertanian dari awal pembentukan hingga sekarang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DINAMIKA KELOMPOK TANI DI DESA TORONGREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

DINAMIKA KELOMPOK TANI DI DESA TORONGREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

kelompok kecuali pada kelompok tani wanita yang tidak ada iuran wajib anggota, mengahadiri pertemuan yang diadakan oleh masing-masing kelompok, ikut serta dalam lomba-lomba, mengahadiri pada waktu ada penyuluhan pertanian dan ikut membantu mengelola maupun mengolah pinjaman/ bantuan yang telah diberikan oleh instansi yang terkait.

1 Baca lebih lajut

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI

digunakan melalui pendekatan kelompok yang berupa Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Gapoktan adalah Gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usahatani bagi anggotanya dan petani lainnya (Syahyuti, 2007). Organisasi penyuluhan memegang peranan penting dalam membimbing petani mengorganisasikan diri secara efektif. Dalam pengembangan Gapoktan peran penyuluh di tingkat kecamatan dan di tingkat desa yang memegang peranan penting, di tingkat desa penyuluh secara langsung yang membina Gapoktan yang ada di wilayah kerjanya masing-masing untuk mengembangkan setiap unit usaha tani, unit usaha pengolahan, unit usaha sarana dan prasarana produksi, unit usaha pemasaran, dan unit usaha keuangan mikro. Adanya peran penyuluh di tingkat desa tersebut diharapkan mampu membawa Gapoktan menjadi organisasi petani yang berdaya saing dan memiliki posisi tawar yang tinggi seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman pembinaan kelembagaan petani, pembinaan kelompok tani dan Gapoktan. Kegiatan pengembangan Gapoktan tentu tidak luput adanya hambatan-hambatan yang dihadapi oleh penyuluh pertanian di BP3K Kecamatan Paron maupun pengurus Gapoktan Tani Maju Desa Tempuran. Selain terdapat hambatan dalam pengembangan Gapoktan di Desa Tempuran juga terdapat faktor – faktor pelancar atau pendukung yang berpengaruh dalam pengembangan Gapoktan di Desa Tempuran. Faktor pelancar atau pendukung tersebut mendorong Gapoktan untuk semakin meningkatkan kompetensinya sebagai organisasi petani yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan mengenai hasil peran penyuluh pertanian terhadap perkembangan Gapoktan di Desa Tempuran Kecamatan Paron. Alur kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI

PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN PARON KABUPATEN NGAWI

Gapoktan adalah Gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usahatani bagi anggotanya dan petani lainnya (Syahyuti, 2007). Organisasi penyuluhan memegang peranan penting dalam membimbing petani mengorganisasikan diri secara efektif. Dalam pengembangan Gapoktan peran penyuluh di tingkat kecamatan dan di tingkat desa yang memegang peranan penting, di tingkat desa penyuluh secara langsung yang membina Gapoktan yang ada di wilayah kerjanya masing-masing untuk mengembangkan setiap unit usaha tani, unit usaha pengolahan, unit usaha sarana dan prasarana produksi, unit usaha pemasaran, dan unit usaha keuangan mikro. Adanya peran penyuluh di tingkat desa tersebut diharapkan mampu membawa Gapoktan menjadi organisasi petani yang berdaya saing dan memiliki posisi tawar yang tinggi seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman pembinaan kelembagaan petani, pembinaan kelompok tani dan Gapoktan. Kegiatan pengembangan Gapoktan tentu tidak luput adanya hambatan-hambatan yang dihadapi oleh penyuluh pertanian di BP3K Kecamatan Paron maupun pengurus Gapoktan Tani Maju Desa Tempuran. Selain terdapat hambatan dalam pengembangan Gapoktan di Desa Tempuran juga terdapat faktor – faktor pelancar atau pendukung yang berpengaruh dalam pengembangan Gapoktan di Desa Tempuran. Faktor pelancar atau pendukung tersebut mendorong Gapoktan untuk semakin meningkatkan kompetensinya sebagai organisasi petani yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pada akhirnya dapat diambil kesimpulan mengenai hasil peran penyuluh pertanian terhadap perkembangan Gapoktan di Desa Tempuran Kecamatan Paron. Alur kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Analisis Persepsi Modal Sosial (Social Capital) dan Hubungannya Dengan Eksistensi Kelompok Tani (Kasus pada Kelompok Tani Wanita “Sri Sejati 2”, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu)

Analisis Persepsi Modal Sosial (Social Capital) dan Hubungannya Dengan Eksistensi Kelompok Tani (Kasus pada Kelompok Tani Wanita “Sri Sejati 2”, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu)

Jumlah petani di Indonesia yang cukup banyak hingga saat ini serta sebaran komoditas yang diusahakan menunjang terbentuknya organisasi-organisasi sosial yang menaungi masyarakat sebagai petani dan mempermudah fasilitas- fasilitas pertanian yang diturunkan kepada para petani tersebut. Organisasi tersebut salah satunya adalah organisasi kelompok tani yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, salah satunya di Desa Junrejo. Permasalahan yang dihadapi pada salah satu kelompok tani yang terdapat di desa Junrejo ini adalah kesibukan kerja para anggotanya yang menyebabkan mereka sulit menghadiri pertemuan rutin kelompok. Sehingga muncullah kelompok tani wanita ”Sri Sejati 2” yang diupayakan dengan giat oleh para anggotanya dibantu dengan penyuluh dari Dinas Pertanian Kota Batu untuk terus hidup dengan mengembangkan aspek-aspek modal sosial yang dimiliki dan mampu berprestasi melalui karya-karya yang dihasilkan bersama. Berkaitan dengan hal di atas, maka tujuan penelitian ini antara lain mendeskripsikan kondisi persepsi modal sosial (social capital) yang dimiliki kelompok tani wanita “Sri Sejati 2”, mendeskripsikan eksistensi kelompok tani wanita “Sri Sejati 2”, serta menganalisis hubungan antara modal sosial (social capital) dengan eksistensi kelompok tani wanita “Sri Sejati 2”. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif (Description Research). Daerah penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode yang digunakan adalah metode sensus dimana data-data dikumpulkan dari seluruh anggota populasi yaitu pada kelompok tani “Sri Sejati 2” Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. dimana seluruh anggota populasi be rjumlah 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani wanita “Sri Sejati 2” memiliki modal sosial (social capital
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Persepsi Modal Sosial (Social Capital) dan Hubungannya dengan Eksistensi Kelompok Tani (Kasus pada Kelompok Tani Wanita Sri Sejati 2, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu)

Analisis Persepsi Modal Sosial (Social Capital) dan Hubungannya dengan Eksistensi Kelompok Tani (Kasus pada Kelompok Tani Wanita Sri Sejati 2, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu)

Jumlah petani di Indonesia yang cukup banyak hingga saat ini serta sebaran komoditas yang diusahakan menunjang terbentuknya organisasi-organisasi sosial yang menaungi masyarakat sebagai petani dan mempermudah fasilitas- fasilitas pertanian yang diturunkan kepada para petani tersebut. Organisasi tersebut salah satunya adalah organisasi kelompok tani yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, salah satunya di Desa Junrejo. Permasalahan yang dihadapi pada salah satu kelompok tani yang terdapat di desa Junrejo ini adalah kesibukan kerja para anggotanya yang u vÇ l v u Œ l •µo]š u vPZ ]Œ] ‰ Œš uµ v Œµš]v l o}u‰}lX ^ Z]vPP uµv µoo Z l o}u‰}l š v] Á v]š _^Œ] Sejati î_ Ç vP ]µ‰ Ç l v vP v P] š }o Z ‰ Œ vPP}š vÇ ] všµ vP v ‰ vǵoµZ Œ] ]v • W Œš v] v <}š šµ untuk terus hidup dengan mengembangkan aspek-aspek modal sosial yang dimiliki dan mampu berprestasi melalui karya-karya yang dihasilkan bersama. Berkaitan dengan hal di atas, maka tujuan penelitian ini antara lain u v •lŒ]‰•]l v l}v ]•] ‰ Œ• ‰•] u} o •}•] o ~•} ] o ‰]š o• Ç vP ]u]o]l] l o}u‰}l š v] Á v]š ^^Œ] ^ i š] î_U u v •lŒ]‰•]l v l•]•š v•] l o}u‰}l š v] Á v]š ^^Œ] ^ i š] î_U • Œš u vPanalisis hubungan antara modal sosial ~•} ] o ‰]š o• vP v l•]•š v•] l o}u‰}l š v] Á v]š ^^Œ] ^ i š] î_X : v]• ‰ v o]š] v o Z ‰ v o]š] v •lŒ]‰š]( (Description Research). Daerah penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode yang digunakan adalah metode sensus dimana data-data dikumpulkan dari seluruh anggota ‰}‰µo •] Ç ]šµ ‰ l o}u‰}l š v] ^^Œ] ^ i š] î_ • :µvŒ i}U < u š v :µvŒ i}U <}š šµX ]u v • oµŒµZ vPP}š populasi beŒiµuo Z îï }Œ vPX , •]o ‰ v o]š] v u vµviµll v ZÁ l o}u‰}l š v] Á v]š ^^Œ] ^ i š] î_ u u]o]l] u} o sosial (social capital) yang tinggi. Tingginya modal sosial (social capital) yang mereka miliki dikarenakan adanya tingkat partisipasi yang tinggi dalam mengikuti kegiatan kelompok, rasa bertoleransi, timbal balik dan rasa percaya yang tinggi antar anggota. Sistem nilai dan norma, adanya kerjasama serta terarahnya jaringan kerjasama yang mereka miliki menunjang keberadaan kelompok ini. Aspek eksistens] Ç vP ]u]o]l] }o Z l o}u‰}l š v] Á v]š ^^Œ] ^ i š] î_ iµP tergolong tinggi. Tingginya eksistensi ini dikarenakan kelompok memiliki kegiatan yang sifatnya berkelanjutan serta memiliki prestasi yang diraih di tingkat lokal maupun nasional, juga mampu menghasilkan prestasi di dalam kelompok yang dilihat dari berkembangnya administrasi kelompok dan tidak berkurangnya jumlah anggota. Aspek modal sosial (social capital) memiliki hubungan dengan eksistensi kelompok. Dengan adanya modal sosial (social capital) yang baik, maka keberlanjutan kelompok tetap terjaga dan dapat diakui oleh masyarakat luas serta prestasi kelompok cenderung mudah diraih.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara

Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara

Menurut Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, pada tahun 2013 terdapat 27.509 Kelompok Tani yang sudah dibedakan atas kelompok pemula, lanjut, madya, dan utama. Dimana kelas pemula yaitu sekitar 19.545 atau 79,5% kelompok tani. Dari kelas pemula tersebut ada beberapa kabupaten/kota yang seluruh kelompok tani memiliki kelas pemula yaitu Dairi, Sergai dan Padang Lawas. Pada kelas lanjut terdapat 3.954 (16,09 %) kelompok tani yakni pada Kabupaten Simalungun, Langkat dan Deli Serdang. Sedangkan kelompok tani yang tergolong kelas madya hanya 982 (4%) kelompok dan kelas utama sebanyak 95 kelompok atau 0,39 % dari jumlah kelompok tani yang terdaftar. Disamping itu terdapat 7.964 kelompok tani yang belum terdaftar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA BENTENG ALLA KECAMATAN BAROKO KABUPATEN ENREKANG

HUBUNGAN PERAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA BENTENG ALLA KECAMATAN BAROKO KABUPATEN ENREKANG

Penyuluh pertanian dilaksanakan untuk menambah kesanggupan para petani dalam usahanya memperoleh hasil-hasil yang dapat memenuhi keinginan mereka tadi. Jadi penyuluh tujuannya adalah perubahan perilaku petani, sehingga merekadapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntungusahataninya dan lebih layak hidupnya, atau yang sering dikatakan keluarga tani maju dan sejahtera. Peranan penyuluh sangatlah penting melakukan perubahan perilaku petani terhadap sesuatu (inovasi baru), serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktifitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan petani.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DALAM PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI DI DESA WONOSARI KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DALAM PENGEMBANGAN GABUNGAN KELOMPOK TANI DI DESA WONOSARI KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

Sektor pertanian mempunyai peranan strategis terutama sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan baku industri, bioenergi, penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan, dan menjaga kelestarian lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut Kementerian Pertanian 2010-2014 telah menetapkan visi yaitu pertanian industrial unggul berkelanjutan, berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, ekspor, dan kesejahteraan petani. Dalam mewujudkan visi misi tersebut diperlukan pelaku usaha yang berkualitas, handal, berkemampuan manajerial, dan kewirausahaan. Organisasi bisnis diharap- kan mampu membangun usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan posisi tawarnya. Oleh karena itu, kapasitas dan kemampuan mereka harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui penyuluhan dengan pendekatan kelompok (82/Permentan/ OT.140/8/2013).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

[PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI]

[PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI]

[ Jurnal Ekonomi Pertanian & Pembangunan ISSN 1693-9646 September 2017 Volume 14 No.2 ] Page 2 tujuannya untuk memudahkan para petani, pada kenyataanya masih membuat para petani kesulitan terutama petani penggarap karena untuk mendapatkan alat pertanian yang dibuat oleh produsen industri, petani harus membayar dengan biaya yang terkadang sulit dijangkau oleh petani miskin. Hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial antara petani pemilik lahan dan petani penggarap, petani pemilik lahan tentunya hanya mengetahui hasil padi dari sawah yang diberi kepercayaan kepada petani penggarap. Semua yang diperlukan untuk proses mulai penanaman hingga memanen sawah yang menanggung adalah petani penggarap, jadi hasil yang diterima oleh petani penggarap akan berkurang apalagi untuk membeli alat-alat pertanian itu akan sangat sulit dijangkau oleh petani penggarap. Melihat problematika ini, maka pemerintah membentuk kelompok tani yang didampingi oleh penyuluh pertanian dalam memberdayakan kelompok petani.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA TORONGREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU SKRIPSI

PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA TORONGREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU SKRIPSI

v KATA PENGANTAR Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh Segala puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadiran Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-nya sehinggga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul : “Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu”.

17 Baca lebih lajut

Peranan Penyuluh Pertanian dalam Peningkatan Kelas Kelompok Tani di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo

Peranan Penyuluh Pertanian dalam Peningkatan Kelas Kelompok Tani di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo

Sementara itu salah satu sumberdaya manusia petugas pertanian adalah kelompok fungsional yaitu kelompok Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), di mana Penyuluh Pertanian adalah petugas yang melakukan pembinaan dan berhubungan atau berhadapan langsung dengan petani. Seorang penyuluh pertanian dalam menjalankan fungsi dan peran harus memahami kondisisosial setempat maupun latar belakang dan kemampuan petani sebagai dasar dalam penyusunan rencana kerja penyuluhan dengan tetap mengedepankan keikutsertaan petani sebagai mitra kerja. Secara teoritis peningkatan kelompok tani dilaksanakan dengan menumbuhkan kesadaran para petani, dimana keberadaan kelompok tani tersebut dilakukan dari, oleh dan untuk petani.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...