Top PDF Peranan Procalcitonin Dan Marker Inflamasi Rutin Sebagai Prediktor Infeksi Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

Peranan Procalcitonin Dan Marker Inflamasi Rutin Sebagai Prediktor Infeksi Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

Peranan Procalcitonin Dan Marker Inflamasi Rutin Sebagai Prediktor Infeksi Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

ini juga terjadi pada injury susunan saraf pusat yang mengakibatkan immunodepresi sekunder (CNS injury-induced immunodepression/CIDS). Penelitian pada mencit menunjukkan, dalam tiga hari setelah iskemia fokal otak akan muncul pneumonia dan sepsis. Keadaan ini terjadi karena terjadinya apoptosis luas, hilangnya limfosit dan perubahan T Helper I menjadi T Helper II, atrofi pada organ limpatik seperti limpa dan tymus, penurunan jumlah dan fungsi monosit. Keadaan immunodepression setelah terjadinya stroke dapat dideteksi mulai saat terjadinya iskemik dan berlangsung sampai beberapa minggu. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan kerusakan katekolamin yang terjadi pada saat aktivasi limfosit memegang peranan penting dalam terganggunya respon imun terhadap infeksi bakteri setelah terjadinya stroke (Dirnagl dkk, 2007). II.4.2.3. Penyebab Immunodepresi Pada Pasien Stroke
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Selamat pagi BapakIbu Yth, Saya dr.Maulina Sri Rizky, saat ini sedang menjalani pendidikan spesialis saraf di FK USU dan saat ini sedang melakukan penelitian yang berjudul: “ PERANAN PROCALCITONIN DAN MARKER INFLAMASI RUTIN SEBAGAI PREDIKTOR INFEKSI PADA

Selamat pagi BapakIbu Yth, Saya dr.Maulina Sri Rizky, saat ini sedang menjalani pendidikan spesialis saraf di FK USU dan saat ini sedang melakukan penelitian yang berjudul: “ PERANAN PROCALCITONIN DAN MARKER INFLAMASI RUTIN SEBAGAI PREDIKTOR INFEKSI PADA

Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian yang berjudul “ PERANAN PROCALCITONIN DAN MARKER INFLAMASI RUTIN SEBAGAI PREDIKTOR INFEKSI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT ” dan setelah mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan saya ikut dalam penelitian tersebut.

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. STROKE ISKEMIK II.1.1. Definisi - Peranan Procalcitonin Dan Marker Inflamasi Rutin Sebagai Prediktor Infeksi Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. STROKE ISKEMIK II.1.1. Definisi - Peranan Procalcitonin Dan Marker Inflamasi Rutin Sebagai Prediktor Infeksi Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

konsentrasi IL-6. Konsentrasi kortisol yang tinggi pada beberapa penelitian, tapi tidak di penelitian lainnya, juga telah dihubungkan dengan ekspresi katekolamin yag lebih tinggi, dan infark lobus frontal atau infark insular. Tetapi, rerata infeksi dan keadaan imun pasien tidak digambarkan di dalamnya. Pada mencit yang mengalami iskemik otak, stroke menginduksi depresi imunitas selular yang berlangsung lama, seperti deaktivasi monosit, limfopenia, dan perubahan (shift) sel Th1/ Th2 yang dihubungkan dengan bakterimia spontan, dan pneumonia. Pada tikus, iskemia serebri fokal akan menurunkan selularitas limfa dan respon terhadap mitogen sehingga menghasilkan produksi faktor inflamasi yang cepat dan luas oleh splenosit dalam hubungannya dengan sinyal adrenergik. Preconditioning lipopolisakarida terbukti menginduksi neuroproteksi yang signifikan terhadap oklusi arteri serebri media, penekanan infiltrasi kedua jenis netrofil, dan aktivasi mikroglia/ makrofag pada keadaan iskemik hemisfer, dan aktivasi monosit pada darah tepi (Chamorro dkk, 2007).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PERANAN PROCALCITONIN DAN MARKER INFLAMASI RUTIN SEBAGAI PREDIKTOR INFEKSI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT

PERANAN PROCALCITONIN DAN MARKER INFLAMASI RUTIN SEBAGAI PREDIKTOR INFEKSI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT

Latar Belakang : Salah satu komplikasi dari stroke adalah infeksi. Infeksi dapat terjadi pada hari pertama setelah stroke iskemik yang dapat terjadi sekitar 23-65% pasien. Untuk itu digunakanlah berbagai macam pemeriksaan untuk memprediksi terjadinya stroke-associated infection. Ini berguna sebagai prediksi awal untuk pasien-pasien yang mempunyai faktor resiko dan menurunkan infeksi pasca stroke dan mortalitas pada pasien stroke iskemik.

22 Baca lebih lajut

Perbandingan  Efek Kombinasi Aspirin Dan Simvastatin Terhadap Kadar High Sensitivity   C-Reactive Protein (Hs-CRP) Dan Outcome Fungsional Pasien Stroke Iskemik Dengan Dan Tanpa Dislipidemia

Perbandingan Efek Kombinasi Aspirin Dan Simvastatin Terhadap Kadar High Sensitivity C-Reactive Protein (Hs-CRP) Dan Outcome Fungsional Pasien Stroke Iskemik Dengan Dan Tanpa Dislipidemia

CRP (C-Reactive Protein) merupakan acute phase reactant yang disintesa di hati sebagai respon pada sitokin interleukin-6, ditemukan oleh Tillet dan Francis pada tahun 1930, merupakan anggota pentraxin protein. Meskipun awalnya dipercaya hanya sebagai marker vaskuler inflamasi, CRP juga memainkan peranan pada atherogenesis. CRP di dalam darah menandakan suatu tanda inflamasi sistemik. CRP ini disintesa dan disekresi dalam hepatosit. Kadar normal CRP pada populasi sehat tanpa bukti adanya inflamasi akut sekitar < 2mg/ L. Konsentrasi CRP meningkat secara cepat melebihi 100 mikrogram/L dari nilai median normal 0,58 mikrogram/mL 24-48 jam setelah operasi elektif. Terdapat peningkatan yang cepat dari CRP dari kadar yang normal yaitu 1 mg/mL sebanyak 3000 kali sebagai respon pada injuri jaringan akut, inflamasi atau infeksi. Kadar CRP dalam plasma (serum) meningkat pada beberapa kondisi. Kadar CRP juga merupakan prediktor resiko infark miokard atau kejadian vaskuler. Kadar CRP juga memprediksi resiko stroke dan aterosklerosis perifer.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar leukosit dan procalcitonin dengan terjadi infeksi pada stroke fase akut, namun tidak dengan kadar monosit. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kadar leukosit dengan outcome fungsional, namun tidak dengan kadar monosit dan procalcitonin. Kadar procalcitonin yang tinggi pada saat masuk rumah sakit memiliki besar risiko terjadi infeksi pada stroke fase akut.

21 Baca lebih lajut

RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TINGGI SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN BURUK PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK AKUT.

RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TINGGI SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN BURUK PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK AKUT.

Respon sistemik tubuh terhadap berbagai cedera, termasuk iskemia, diatur oleh sistem neuroendokrin dan mekanisme imun tubuh yang diperantarai imunitas selular dan humoral. Otak berespon terhadap proses iskemik melalui aktivasi sel darah putih setempat disertai produksi mediator proinflamasi yang menyebabkan infiltrasi berbagai sel radang (neutrofil, limfosit, monosit) ke jaringan otak. Pada fase akut (menit-jam), mediator proinflamasi dilepaskan oleh jaringan otak yang iskemik sehingga merangsang ekspresi molekul adhesi pada endotel pembuluh darah dan leukosit. Proses ini menyebabkan terjadinya adhesi leukosit ke endotel, diikuti proses migrasi leukosit keluar dari pembuluh darah. Pada fase subakut (jam-hari), leukosit tersebut akan melepaskan sitokin dan kemokin yang memperkuat reaksi inflamasi dan menyebabkan terjadinya gangguan pada sawar darah otak, edema, dan kematian neuron 7 .
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENGGUNAAN GABAPENTIN DAN AMITRIPTILIN TERHADAP EFEK TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN STROKE DENGAN NYERI NEUROPATI DI RUMAH SAKIT JOGJA

PERBANDINGAN PENGGUNAAN GABAPENTIN DAN AMITRIPTILIN TERHADAP EFEK TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN STROKE DENGAN NYERI NEUROPATI DI RUMAH SAKIT JOGJA

Stroke becomes significant problem for developing countries. In Indonesia, the data show 234 incidents per 100,000 citizensand around 2 - 8 % stroke patients who suffer from cerebrovascular lesion will also suffer from central neuropathic pain. This happens because of sensory deviation after stroke, so brain cannot completely send the info to the whole body correctly. Rondomized Control Trial done to gabapentin and amitriptylin becomes the first therapy for neuropathic pain .The evidence of medicine effectiveness for neuropathic pain therapy is significantly needed for health personnel to examine the most effective in reducing pain, less side effect, and cost efficiency. Long term disorder after stroke has be reported to be able to reduce life quality that in further can influent feeling, sleeping quality, and daily activity, so it is very important to examine the intensity. The objective of the research is to investigate the Therapeutic effect and quality of life comparison of gabapentin and amitriptylin patients as neuropathic pain relief therapy in outpatient ischemic in Jogja Hospital.
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Stroke - Hubungan Tekanan Darah dengan Tingkat Keparahan pada Pasien Stroke Akut di RSUP H. Adam Malik

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Stroke - Hubungan Tekanan Darah dengan Tingkat Keparahan pada Pasien Stroke Akut di RSUP H. Adam Malik

Stroke atau manifestasi CVD mempunyai etiologi dan patogenesis yang multikompleks. Rumitnya mekanisme CVD disebabkan oleh adanya integritas tubuh yang sempurna. Otak tidak berdiri sendiri diluar lingkup kerja jantung dan susunan vascular: metabolisme otak tidak berdiri sendiri diluar lingkup kerja organ-organ tubuh sebagai suatu keseluruhan dalam ekspresi (gerakan) dan persepsi (sensori dan fungsi luhur) suatu keadaan yang kita jumpai pada penderita yang mengidap “stroke”. (Mardjono dan Sidharta,2012)

12 Baca lebih lajut

ANALISIS LETAK LESI INSULA TERHADAP FUNGSI MOTORIK PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS LETAK LESI INSULA TERHADAP FUNGSI MOTORIK PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Alur Penelitian STROKE INFARK FASE AKUT PADA TERITORI MCA LESI INSULA + PENILAIAN FUNGSI MOTORIK MAS LESI INSULA - PENILAIAN FUNGSI MOTORIK MAS Pasien stroke iskemik akut[r]

7 Baca lebih lajut

Efek Parameter Hematologi Rutin Dan Usia Terhadap Hasil Pemeriksaan Transcranial Doppler Dan Hubungannya Dengan Outcome Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

Efek Parameter Hematologi Rutin Dan Usia Terhadap Hasil Pemeriksaan Transcranial Doppler Dan Hubungannya Dengan Outcome Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

Macko dkk (1993), pada studi cohort, mengevalusi kontribusi dari faktor usia, oksigenasi dan hemorheologikal terhadap kecepatan aliran darah MCA pada dewasa dengan gagal ginjal kronik yang memiliki profile hematologi yang signifikan berfluktuasi. Studi ini menunjukkan bahwa Usia, peningkatan viskositas dan kandungan oksigen pada arteri memiliki hubungan terbalik terhadap kecepatan aliran darah pada MCA. Usia merupakan prediktor yang paling mempengaruhi velocity, dimana diperkirakan terdapat sekitar 37% varian dengan menggunakan analisis simple regression. Perubahan intraindividual pada kandungan oksigen dalam arteri menjelaskan hampir 54% varian antara studi. Analisa multiple regresi menunjukkan bahwa inklusi variabel tambahan tidak dapat menambah varian velocity kecuali perubahan kandungan oksdigen dalam arteri sendiri. Disimpulkan bahwa usia dan kandungan oksigen dalam arteri merupakan penentu varian interindividual dan intraindividual kecepatan aliran darah yang penting.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

DENGAN PEMERIKSAAN TRANSCRANIAL DOPPLER PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DENGAN DAN TANPA DISLIPIDEMIA

DENGAN PEMERIKSAAN TRANSCRANIAL DOPPLER PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DENGAN DAN TANPA DISLIPIDEMIA

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode potong lintang yang melibatkan 30 pasien stroke iskemik yang terdiri dari 15 orang dengan dislipidemia dan 15 orang yang tanpa dislipidemia. Diagnosa stroke iskemik ditegakkan dengan pemeriksaan neurologis dan CT sken kepala, dan pemeriksaan parameter hemodinamik berupa MFV dan PI pada MCA dan tICA dilakukan dengan menggunakan transcranial doppler.

21 Baca lebih lajut

Hubungan Jumlah Neutrofil Absolut dengan Mortalitas pad Stroke Iskemik Akut dengan Komplikasi Pneumonia - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hubungan Jumlah Neutrofil Absolut dengan Mortalitas pad Stroke Iskemik Akut dengan Komplikasi Pneumonia - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Menurut peneliti, hal ini kemungkinan besar disebabkan karena masih terlalu sedikitnya jumlah sampel pasien yang meninggal dalam penelitian ini. Jumlah yang sedikit ini menyebabkan timpangnya jumlah pasien pada kedua kelompok. Banyaknya variabel perancu terhadap mortalitas yang belum peneliti analisis masih mungkin menjadi penyebab tidak signifikannya hasil penelitian ini.

3 Baca lebih lajut

PENYAKIT STROKE ISKEMIK AKUT DAN PERKEMBANGANNYA

PENYAKIT STROKE ISKEMIK AKUT DAN PERKEMBANGANNYA

Pada masyarakat barat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20% mengalami stroke hemoragik. Insiden stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut taksiran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 20,5 juta jiwa di dunia sudah terjangkit stroke pada tahun 2001. Dari jumlah itu 5,5 juta telah meninggal dunia. Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi menyumbangkan 17,5 juta kasus stroke di dunia (Aliah A, Kuswara F F, Limoa A, dkk, 2007).

21 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar leukosit dan procalcitonin dengan terjadi infeksi pada stroke fase akut, namun tidak dengan kadar monosit. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kadar leukosit dengan outcome fungsional, namun tidak dengan kadar monosit dan procalcitonin. Kadar procalcitonin yang tinggi pada saat masuk rumah sakit memiliki besar risiko terjadi infeksi pada stroke fase akut.

2 Baca lebih lajut

GAMBARAN DERAJAT INFILTRASI SEL RADANG D

GAMBARAN DERAJAT INFILTRASI SEL RADANG D

Mekanisme inflamasi kronis yang terjadi pada gastritis berhubungan dengan inflamasi akut yang terjadi, khususnya gastritis yang disebabkan oleh Helicobacter pylori. Inflamasi mukosa lambung ditandai dengan infiltrasi netrofil, limfosit B, T dan makrofag pada lamina propria. Hadirnya sel-sel inflamasi ini diregulasi oleh anggota kemokin supergene. Kebanyakan dari kemokin ini adalah subfamili CXC (α - chemokine) dan CC (β - chemokine). Kemokin CXC growth- related oncogene alpha (Groa) dan IL-8 adalah agen kemotaksis netrofil, sedangkan interferon gamma IP-10 dan monokine secara selektif menginduksi limfosit T untuk menuju lokasi inflamasi. Hal inilah yang menyebabkan adanya gambaran inflamasi kronis yang ditandai
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

I. Data Pribadi - Penyebab Mortalitas Pada Pasien Stroke Fase Akut Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Januari 2011 – Desember 2011.

I. Data Pribadi - Penyebab Mortalitas Pada Pasien Stroke Fase Akut Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Januari 2011 – Desember 2011.

Infeksi Stroke Hemoragi Stroke Iskemik 3 Pneumo nia Aspirasi dan/atau Infeksi 56 50-59 00.47.2 Stroke Hemoragi Stroke Hemoragi Stroke Hemoragi Stroke Hemoragi Stroke Hemoragi [r]

15 Baca lebih lajut

ANALISIS LETAK LESI INSULA TERHADAP FUNGSI MOTORIK PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS LETAK LESI INSULA TERHADAP FUNGSI MOTORIK PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pada analisis fungsi motorik dengan lesi pada M4, didapatkan hasil bahwa lesi pada M4 tidak mempunyai hubungan pada fungsi motorik secara keseluruhan pada pasien stroke iskemik (skor MAS), namun pada analisis pada setiap fungsi motoriknya, didapatkan hasil yang signifikan pada semua penilaian fungsi motorik ( p <0,05) ,termasuk penilaian fungsi motorik secara kelompok, yaitu pada ekstremitas atas ( p = 0,005), ekstremitas bawah ( p = 0,012) dan batang tubuh ( p = 0,009). Area M4 pada penilaian ASPECTS mencakup girus motorik primer sehingga lesi pada area ini akan mempengaruhi fungsi motorik pada pasien stroke. 5,7 Pada penelitian ini
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Balita Dengan Diare Akut Di Instalasi Rawat Inap Rsud Dr. Moewardi Periode September-Desember 2015.

PENDAHULUAN Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Balita Dengan Diare Akut Di Instalasi Rawat Inap Rsud Dr. Moewardi Periode September-Desember 2015.

Usia balita adalah usia yang paling mudah terkena diare karena sistem kekebalan tubuh pada anak masih rendah sehingga mudah diserang oleh bakteri (Kemenkes RI, 2011c). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Riskesdas tahun 2013 prevalensi diare di Indonesia mencapai angka 7%, dan berdasarkan kelompok usia prevalensi tertinggi adalah pada usia 1-4 tahun yaitu 12,2% (Kemenkes RI, 2011c). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nurwidiati tahun 2010 kasus diare pada tahun 2008 di RSUD Dr. Moewardi terdapat sekitar 657 kasus. Angka tersebut menempati pringkat 10 penyakit dan lebih dari 50% kasus merupakan pasien anak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penyakit Tropik Tugas 4 Kel 1 PTM Stroke

Penyakit Tropik Tugas 4 Kel 1 PTM Stroke

Stroke iskemik secara klinis adalah defisit neurologis fokal yang timbul akut dan berlangsung lebih lama dari 24 jam dan tidak disebabkan oleh perdarahan.Stroke iskemik disebabkan adanya kejadian yang menyebabkan aliran darah menjadi menurun atau bahkan terhenti sama sekali pada area tertentu di otak. Trombosis dan emboli merupakan penyebab dari stroke iskemik. Trombosis merupakan proses pembekuan darah pada jaringan. Jika trombosis terjadi di dalam pembuluh darah menuju otak, maka bekuan darah tadi akan dapat menyumbat aliran darah yang mensuplai otak sehingga terjadi stroke iskemik. Emboli adalah benda asing yang terlepas dan mengikuti aliran darah yang dapat berhenti di suatu tempat sempit yang tidak bisa dilewati. Emboli atau embolisme selebri termasuk urutan kedua dari penyebab utama stroke. Penderita embolisme biasanya lebih muda dibandingkan dengan penderita trombosis (20) .
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...