Top PDF Perancangan Branding Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo sebagai Upaya Melestarikan Produk Budaya Lokal

Perancangan Branding Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo sebagai Upaya Melestarikan Produk Budaya Lokal

Perancangan Branding Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo sebagai Upaya Melestarikan Produk Budaya Lokal

Abstract: The purpose of this Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo design branding is to preserve the product of local culture. The research is done with qualitative method research namely with take interview, observation, documentation, and literature to get the data that used as supports maker design concept branding. The data were analyzed with using several phase, that is data reduction, data presentation, and conclusion. From the data analysis were found several keyword that is refer to communication branding strategy which has using to get the goals on target audience. After do the analyze towards data, is founding a concept or keyword of design branding that is “Survival”. Concept description of Survival is a manifestation of struggle to survive the onslaught of all globalization of all. In this case “Survival” or struggle to survive is directed at how to maintain the product of local culture traditional batik tulis Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo are packed contemporary. The goals of package design contemporarly is to stay guard the local culture traditional batik tulis product in globalization era are demanded a fast paced, interest, and modern on global public at this time. The result of this branding design is to preserve local culture batik Jetis products.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perancangan Media Iklan Batik Surabaya Sebagai Upaya Memperkenalkan Produk Budaya Lokal

Perancangan Media Iklan Batik Surabaya Sebagai Upaya Memperkenalkan Produk Budaya Lokal

Batik surabaya tidak seperti batik dari daerah pesisir lain yang jejak sejarahnya dapat ditelusuri. Batik Surabaya cenderung susah karena dulunya adalah daerah transit perdagangan. Menurut Bapak Lintu Sulistyantoro seorang pengamat batik dan Ketua dari Komunitas Batik se Jawa Timur atau yang lebih dikenal dengan sebutan KIBAS saat ditemui pada hari Selasa 6 Mei 2014, menyatakan bahwa Batik Surabaya merupakan sebuah produk baru yang dibuat oleh para pengrajin batik di Surabaya. Motif yang diangkat juga seputar Surabaya. Sekilas batik Surabaya tampak tidak berbeda dengan batik Madura atau Batik Jetis asal sidoarjo yang sempat menjadi primadona di akhir dan awal tahun 1900 dan merupakan pasar batik yang cukup besar disaat itu, akan tetapi jika diamati dengan detail maka akan tampak perbedaanya. Batik Surabaya memiliki konsep warna yang kuat dan berani. Selain itu batik Surabaya juga memiliki motif-motif khas seperti, kembang semanggi, ayam jago dalam legenda sawunggaling, perahu khas Surabaya, serta iklan sura dan buaya yang juga merupakan ikon dari kota Surabaya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TA : Perancangan Media Iklan Batik Surabaya Sebagai Upaya Memperkenalkan Produk Budaya Lokal.

TA : Perancangan Media Iklan Batik Surabaya Sebagai Upaya Memperkenalkan Produk Budaya Lokal.

adalah daerah transit perdagangan. Menurut Bapak Lintu Sulistyantoro seorang pengamat batik dan Ketua dari Komunitas Batik se Jawa Timur atau yang lebih dikenal dengan sebutan KIBAS saat ditemui pada hari Selasa 6 Mei 2014, menyatakan bahwa Batik Surabaya merupakan sebuah produk baru yang dibuat oleh para pengrajin batik di Surabaya. Motif yang diangkat juga seputar Surabaya. Sekilas batik Surabaya tampak tidak berbeda dengan batik Madura atau Batik Jetis asal sidoarjo yang sempat menjadi primadona di akhir dan awal tahun 1900 dan merupakan pasar batik yang cukup besar disaat itu, akan tetapi jika diamati dengan detail maka akan tampak perbedaanya. Batik Surabaya memiliki konsep warna yang kuat dan berani. Selain itu batik Surabaya juga memiliki motif-motif khas seperti, kembang semanggi, ayam jago dalam legenda sawunggaling, perahu khas Surabaya, serta iklan sura dan buaya yang juga merupakan ikon dari kota Surabaya.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Masyarakat Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo : Antara Mempertahankan Batik Tulis Sebagai Produk Budaya Lokal dan Kontribusi Ekonomi.

Masyarakat Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo : Antara Mempertahankan Batik Tulis Sebagai Produk Budaya Lokal dan Kontribusi Ekonomi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya masyarakat Kampoeng Jetis dalam mempertahankan batik tulis sebagai produk budaya lokal Sidoarjo di tengah tuntutan ekonomi. Penelitian juga bertujuan untuk membuat inovasi dari sisi komunikasi dan media. Tujuan ini dilatarbelakangi dengan kondisi sebagian masyarakat Kampoeng Batik Jetis yang masih berupaya mempertahankan batik tulis Jetis tapi di sisi lain belum mampu memberikan kontribusi ekonomi secara signifikan. Permasalahan ini penting karena untuk mempertahankan budaya lokal, secara ekonomi harus menjanjikan. Jika tidak, maka generasi selanjutnya akan menghindar dan lebih tertarik kepada bidang lain yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode observasi nonpartisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber atau data. Triangulasi data digunakan untuk memperoleh data secara bervariasi dari beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kategori kelompok masyarakat tradisional dan kelompok masyarakat modern. Pada kelompok masyarakat tradisional lebih mempertahankan keaslian batik tulis Jetis. Mereka beranggapan, batik tulis Jetis yang menjadi warisan leluhur harus diperlakukan dan dilestarikan dengan baik sehingga tidak keluar dari aslinya. Namun kelompok ini kurang menyadari tentang manfaat promosi sehingga produk batik tulis kurang mampu memberikan kontribusi lebih dalam ekonomi. Kelompok masyarakat modern adalah kelompok masyarakat yang mempertahankan batik tulis Jetis sesuai dengan konteks zamannya. Oleh karena itu, mereka sadar dengan kegiatan promosi. Hanya saja cara berpromosi kelompok modern ini masih menggunakan strategi person to person. Dari kacamata ekonomi kreatif, produk budaya lokal batik tulis Jetis masih belum menjadi produk utama yang menghasilkan keuntungan secara ekonomi dalam kehidupan pebatik Jetis. Padahal di awal lahirnya batik tulis ini, hampir 90 persen masyarakat Kampoeng Batik Jetis berprofesi sebagai pebatik. Perancangan media promosi Kampoeng Batik Jetis menjadi penting untuk mengoptimalkan pencitraan Kampoeng Batik Jetis sehingga dikenal luas masyarakat dan memberikan kontribusi ekonomi masyarakat seperti desain logo, desain reklame, booklet, bahkan sign system Kampoeng Jetis, dan website.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BUDAYA PESTA LAUT NADRAN SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENGEMBANGKAN CIVIC CULTURE.

BUDAYA PESTA LAUT NADRAN SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENGEMBANGKAN CIVIC CULTURE.

Pesta laut nadran merupakan suatu sistem gotong royong masyarakat Eretan yang diwujudkan dalam ritual keagamaan yang bersifat religi dan bernilai sosial. Pesta laut nadran ini mengandung nilai-nilai, norma-norma dan aturan yang berguna bagi kehidupan masyarakat sehingga budaya ini akan menciptakan hubungan kekeluargaan yang erat dan pada akhirnya akan terwujud semangat persatuan dan kesatuan di masyarakat. Hal ini dapat dilihat ketika masyarakat Eretan mempersiapkan perayaan pesta laut nadran ini, kemudian di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat bergotong royong dan bekerja sama terlihat dalam mempersiapkan segala bentuk materi untuk arak-arakan misalnya hiasan atau patung yang mirip seperti burung, ular naga, perahu dan lainnya. Dari kegiatan tersebut mampu menciptakan keakraban dan kebersamaan diantara masyarakat dan akhirnya terwujud semangat persatuan dan kesatuan diantara masyarakat Eretan.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

TA : Penciptaan Buku Ilustrasi Permainan Tradisional sebagai Upaya Melestarikan Warisan Budaya Lokal

TA : Penciptaan Buku Ilustrasi Permainan Tradisional sebagai Upaya Melestarikan Warisan Budaya Lokal

Dalam permainan egrang juga terdapat Nilai- nilai dari budaya seperti kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras akan jelas tergambar dalam bentuk semangat dari para pemain yang saling berusaha satu sama lain unrtuk dapat mengalahkan lawannya. Sedangkan untuk nilai keuletan akan terlihat dari proses pembuatan alat yang kemudian digunakan untuk berjalan. Dimana dalam proses berjalan ini akan memerlukan keuletan dan ketekunan agar bisa seimbang saat berjalan. Selain itu dalam permainan ini juga ada nilai sportivitas yang akan terlihat dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang selama berlangsungnya permainan, tapi juga kebesaran hati untuk mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA D (1)

MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI INDONESIA D (1)

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua, dan tak lupa kami sampaikan salawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kita sebagai umatnya yang setia sampai akhir zaman, sehingga karya tulis dengan judul “Melestarikan budaya lokal di Indonesia” dapat diselesaikan dengan baik, sebagai salah satu syarat mengikuti ujian nasional kelas IX tahun ajaran 2013/2014 dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Juga sebagai pengetahuan untuk kita semua, dan sebagai langkah untuk menyadari betapa pentingnya pelestarian budaya lokal di Indonesia. Tidak lupa, kami juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN RUANG PADA USAHA BATIK TULIS DI KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO

PENGGUNAAN RUANG PADA USAHA BATIK TULIS DI KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO

Waktu penggunaan ruang untuk produksi yang dilakukan pengrajin/pekerja adalah setiap hari kerja dan jam kerja pagi hingga sore. Proses pasca produksi dilakukan secara periodik, tidak pasti setiap hari dan cenderung bebas karena kegiatan ini akan dilakukan setelah proses produksi selesai dilakukan dan kain batik jadi telah siap diproses yang waktunya tidak dapat ditentukan (sewaktu-waktu). Beberapa pengrajin yang mengerjakan sendiri usahanya tanpa dibantu oleh pekerja maka waktu kerja dan waktu penggunaan ruang cenderung lebih bebas, tidak terikat jam kerja. Beberapa pengrajin yang memiliki skala produksi tidak terlalu besar, waktu kerjanya cenderung periodik karena batik yang dikerjakan tidak terlalu banyak dan proses produksi batik dikerjakan setelah kain terakumulasi dalam jumlah tertentu.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PENGUSAHA BATIK TULIS DI DESA JETIS KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO

PEMBERDAYAAN PENGUSAHA BATIK TULIS DI DESA JETIS KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO

Dengan melihat semakin menurunnya jumlah pengusaha dalam batik tulis, akhirnya Bupati Sidoarjo meresmikan Desa Jetis sebagai “Kampoeng Batik Tulis Jetis Sidoarjo” pada tanggal 3 Mei 2008 lalu. Pemerintah pun telah meluncurkan berbagai program pemberdayaan bagi usaha kecil menengah. Jika dilihat usaha pembatikan memiliki peluang yang besar dalam nilai pendapatan, bahkan usaha batik tulis di Jetis kini juga melakukan kemitraan dengan perusahaan besar, agar usahanya dapat menjadi lebih meningkat dan mandiri. Disisi lain Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan perdagangan dan sumber daya mineral juga mengadakan optimalisasi pengembangan usaha melalui pemberdayaan UKM untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha agar dapat lebih berdaya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

TA : Pembuatan Buku Makanan Tradisional Surabaya Sebagai Upaya Melestarikan Produk Lokal.

TA : Pembuatan Buku Makanan Tradisional Surabaya Sebagai Upaya Melestarikan Produk Lokal.

sebagai jembatan terbatasnya informasi tentang keberadaan makanan tradisional di Surabaya. Kemudian proses produksi buku ini dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, kepustakaan dan studi eksisting yang berguna untuk menentukan konsep desain yang diusung dalam pembuatan buku. Melalui analisis tema konsep desain diperoleh sebuah konsep Penyelamatan Budaya. Konsep yang diusung menjadi tema dalam pembuatan buku harus benar-benar mencerminkan penyelamatan budaya khususnya dalam bidang kuliner maka pada proses mengambil gambar, tata layout menunjukkan bahwa sebagian besar makanan tradisional yang harus diselamatkan, di jaga dan dilestarikan keberadaannya yang ada di sekitar kita. Dari hasil kesepakatan buku ini dapat diharapkan mampu membantu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penting untuk melestarikan produk lokal berkaitan dengan keberadan makanan tradisional sendiri sehingga makanan tradisional tidak terjajah oleh makanan asing atau fast food yang kini menjadi pilihan masyakarat.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Tari Saman Pemda Gayo Lues Dan Upaya Melestarikan Budaya Lokal Di Aceh

Tari Saman Pemda Gayo Lues Dan Upaya Melestarikan Budaya Lokal Di Aceh

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya perjuangan Indonesia membuahkan hasil. Dipatenkannya Tari Saman di sampaikan dalam sebuah sidang akbar. Sidang UNESCO itu dibuka pada 22 November 2011 malam oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono didampingi Direktur Jenderal UNESCO Madame Irina Bokova, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, dan Wakil Direktur-Jenderal Bidang Kebudayaan UNESCO, Franceso Bandarin. Melalui sidang tersebut, tepat pukul 09.47 WITA Seni Budaya Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda yang memerlukan pelindungan mendesak UNESCO pada tanggal 24 November 2011. Tanggal 24 November dikenal sebagai Hari Tari Saman. 26
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PERANCANGAN INDONESIANSTORY DALAM RANGKA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA DAN KEARIFAN LOKAL INDONESIA

ANALISIS DAN PERANCANGAN INDONESIANSTORY DALAM RANGKA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA DAN KEARIFAN LOKAL INDONESIA

rakyat KF08 Sistem menyediakan fitur review cerita rakyat UC2-7 Mengirim cerita rakyat review Tabel UN.13 Menyimpan cerita. rakyat KF09 Sistem menyediakan fitur baca cerita raky[r]

29 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemilik Industri Batik dalam Mengolah Limbah Produksi Batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus Di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo)

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemilik Industri Batik dalam Mengolah Limbah Produksi Batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus Di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo)

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan sampling jenuh yang artinya teknik penentuan sampel bila anggota populasinya digunakan sebagai sampel. Jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang, dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Penelitian ini jumlah sampel sebanyak 20 orang pengusaha batik dan sampel dijadikan populasi penelitian. Sumber data primer yang digunakan adalah hasil kuesioner yang dijawab oleh responden yang berisi tentang karakteristik responden yang meliputi umur responden, tingkat pendidikan responden dan jenis kelamin responden. Tingkat pengetahuan responden, sikap responden, perilaku responden dan Kualitas air limbah dari prduksi tekstil batik yang akan di uji coba di laboraturium untuk mengetahui kadar effluen yang terkandung dalam limbah tersebut. Sumber data sekunder diperoleh dari lembaga atau instansi terkait yang meliputi data jumlah pengusaha tekstil batik di Kampung Batik Jetis Sidoarjo serta data penunjang dari buku, jurnal atau literatur lain yang berkaitan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket dan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pemilik industri batik dalam mengolah limbah produksi batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, yang selanjutnya disajikan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan diagram alur.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMILIHAN PRODUK BATIK DI KAMPOENG  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pemilihan Produk Batik Di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMILIHAN PRODUK BATIK DI KAMPOENG Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pemilihan Produk Batik Di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta.

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh signifikan faktor budaya terhadap keputusan memilih produk batik di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta. 2) Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh signifikan faktor sosial terhadap keputusan memilih produk batik di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta. 3) Untuk menganalisis apakah tedapat pengaruh signifikan faktor pribadi terhadap keputusan memilih produk batik di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta. 4) Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh signifikan faktor psikologis terhadap keputusan memilih produk batik di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PENGUSAHA BATIK TULIS DI DESA JETIS KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO.

PEMBERDAYAAN PENGUSAHA BATIK TULIS DI DESA JETIS KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO.

membuat batik tulis mulai menurun, pada tahun 1990-an mulai muncul batik sablon yang dikenal dengan tekstil bermotif batik sehingga mulai banyak masyarakat yang meninggalkan dan bekerja sebagai karyawan ataupun pabrik dengan penghasilan lebih dari membuat batik tulis. Pada akhirnya kaum muda Jetis berinisiatif membentuk sebuah paguyuban pada tahun 2008, dengan beranggotakan 15 pengusaha. Tidak lama dari peresmian paguyuban Pemerintah Daerah memberi tanggapan positif dengan meresmikan Dusun Jetis sebagai Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo tahun 2008. Tetapi dari beberapa pengusaha hanya dapat menjalanksn usahanya tanpa ada peningkatan. Dengan melihat kondisi tersebut Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan pemberdayaan pada tahun 2009 pemberdayaan tersebut memberikan kemajuan pada batik tulis desa Jetis. Pada tahun 2010 kini terdapat 30 pengusaha batik tulis, dan pengusaha tersebut ada pula yang memiliki cabang.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

PROSES  Proses Branding Produk Batik (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Proses Branding Ethnic Batik).

PROSES Proses Branding Produk Batik (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Proses Branding Ethnic Batik).

Hasil penelitian ini pada tahap brand assessment di mana penerimaan dari pihak eksekutif sebagai produk yang unik, berkonsep kontemporer, warna, motif yang berbeda, di tahap brand blueprint yaitu kelengkapan yang dimiliki Ethnic mula dari logo, tagline hingga sejarah merek. Tahap ketiga yaitu brand promise yang merupakan janji atau komitmen Ethnic kepada stake holder yang tertuang dalam visi misi perusahaan. Tahap Brand culturalization lebih kepada strategi Ethnic untuk membangun internal branding yang salah satunya pembuatan SOP yang hingga sekarang belum dimiliki, dan eksternal branding yang merupakan komunikasi ke luar yang dilakukan melalui sapaan kepada konsumen dan melalui media promosi yang digunakan. Tahap yang terkahir yaitu brand advantage yang merupakan cara dari Ethnic untuk berinovasi guna mempertahankan kelangsungan hidup merek, diantaranya dengan cara menciptakan brand baru namun masih di bawah Ethnic yaitu Emoz, d’Amour selain itu menerapkan sistem kemitraan dalam upaya penambahan cabang galery Ethnic Batik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

TA : Perancangan Buku Esai Fotografi Potrait Upacara Yadnya Kasada Gunung Bromo Suku Tengger Sebagai Upaya Melestarikan Budaya Lokal.

TA : Perancangan Buku Esai Fotografi Potrait Upacara Yadnya Kasada Gunung Bromo Suku Tengger Sebagai Upaya Melestarikan Budaya Lokal.

Visualisasi tipografi serta warna sebagai identitas desain buku esai fotografi upacara Yadnya Kasada memiliki karakter lokal yang menunjukan semangat tinggi kepada pelestarian budaya. Hasil foto yang digunakan mengarah kepada bagaimana pelestarian budaya lokal upacara Yadnya Kasada gunung Bromo suku Tengger. Typeface atau Font yang digunakan Typeface San Serif, pemilihan jenis tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa huruf San Serif memiliki tebal dan tipis yang kontras pada garis – garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, dan feminim. Keuntungan jenis Typeface ini memiliki legibility dan fleksible untuk semua media. (Rustan, 2011: 48).
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Perancangan media kampanye batik semarangan sebagai upaya memperkenalkan batik lokal di kota semarang.

Perancangan media kampanye batik semarangan sebagai upaya memperkenalkan batik lokal di kota semarang.

Batik telah menjadi salah satu ikon budaya yang secara turun temurun telah diwariskan oleh nenek moyang dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai budaya asli Indonesia. Batik merupakan asset bangsa yang harus dijaga agar tidak punah oleh zaman. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki corak dan motif batiknya tersendiri, tak terkecuali Kota Semarang. Kota semarang yang selama ini dikenal sebagai kota dagang dan bisnis tenyata memiliki keindahan corak dan motif batik sendiri, yang dinamakan Batik Semarangan. Batik semarangan merupakan salah satu batik pesisir, corak dan motifnya memiliki folosofi yang berhubungan dengan sejarah kota semarang seperti, motif asem arang dan motif laksamana Cheng Ho. Walaupun popularitas batik di Indonesia sedang meningkat, akan tetapi kesadaran masyarakat khususnya remaja kota semarang akan adanya batik semarangan masih rendah. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap batik semarangan ini dapat menjadi dampak yang kurang baik. Mereka menjadi seperti tidak mengetahui adanya batik lokal tersebut dan cenderung cuek. Hal ini perlu di tanggulangi dengan melakukan hal-hal kecil sebagai bentuk pengenalan akan batik lokal. Kampanye Batik Semarangan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan Batik semarangan sebagai upaya memperkenalkan batik lokal, sekaligus menanamkan rasa cinta batik Semarangan kepada remaja usia 16-22 tahun. Pembuatan kampanye ini diharapkan mempengaruhi minat remaja terhadap batik Semarangan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perancangan Identitas Visual Kampoeng Sepatu Sandal Krian sebagai Kampoeng Wisata Indutri di Sidoarjo

Perancangan Identitas Visual Kampoeng Sepatu Sandal Krian sebagai Kampoeng Wisata Indutri di Sidoarjo

Kampoeng Sepatu Sandal Krian memiliki lokasi yang strategis, yaitu berada di jalan utama penghubung antara Mojokerto menuju Surabaya dan Sidoarjo Kota. Hal tersebut membuat daerah tersebut dengan mudah dapat ditemukan. Fasilitas yang ada di dalam Kampoeng Sepatu Sandal krian terdiri dari showroom, ruang workshop, mushola dan masjid, depot makanan, toko neracang sampai toko bahan Semuanya didesain secara sederhana dengan warna hijau sebagai identitasnya. Ada beberapa fasilitas penting yang belum tersedia namun hal tersebut masih dapat diatasi.

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects