Top PDF Perancangan Deteksi Kebakaran pada Gedung

Perancangan Deteksi Kebakaran pada Gedung

Perancangan Deteksi Kebakaran pada Gedung

Kemajuan teknologi berkembang dengan pesat, hal itu semakin mengingatkan manusia akan pentingnya penggunaan teknologi untuk pencegahan bahaya. Semakin tingginya pertumbuhan manusia membuat lahan semakin sedikit, akibatnya semakin banyak gedung-gedung pencakar langit. Pendeteksian kebakaran sebelum menjadi besar di gedung tinggi sangatlah sulit, selain sulit terlihat dari luar gedung, banyaknya lantai dan kurangnya penjagaan bisa berakibat fatal, yang seharusnya api bisa ditangani sebelum besar sehingga dapat membakar seluruh isi gedung.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DETEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG. Sudimanto. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132

PERANCANGAN DETEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG. Sudimanto. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132

Kemajuan teknologi terjadi dengan sangat pesat, dimulai dari keinginan manusia akan adanya alat yang mampu meringankan perkerjaan manusia, hingga menjadi hiburan. Hal itu juga semakin mengingatkan manusia akan pentingnya sebuah pencegahan bahaya terutama kebakaran, suatu pemasalahan klasik yang tetap terbukti berbahaya, terlebih di jaman sekarang ini dimana tingkat kepadatan manusia per meter kubiknya sangat tinggi. Perkotaan penuh dengan gedung-gedung bertingkat, jarak antar gedung bertingkat lainnya tidaklah jauh, oleh karena itu peringatan dini dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas sangat penting. Gedung-gedung pencakar langit dan keberadaan gedung-gedung tinggi lainnnya di sekitar gedung menyulitkan orang untuk mengetahui adanya kebakaran sebelum api terlanjur besar. Pemadam kebakaran bekerja berdasarkan laporan dari masyarakat, kecepatan respon dari pemadam kebakaran tergantung pada laporan tersebut, tentunya semakin lambat penerimaan laporan kebakaran dan api akan terlanjur besar, tugas dari pemadam kebakaran menjadi semakin sulit dan lebih beresiko. Peranan suatu alat yang dapat mendeteksi kebakaran sebelum terlalu besar di dalam gedung itu sendiri dinilai sebagai kunci dari pencegahan dan peringatan dini.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

SISTEM DETEKSI DINI BAHAYA KEBAKARAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI AKIBAT KEGAGALAN INSTALASI LISTRIK

SISTEM DETEKSI DINI BAHAYA KEBAKARAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI AKIBAT KEGAGALAN INSTALASI LISTRIK

Kebakaran adalah salah satu bencana yang paling serius di gedung-gedung tinggi, maka pencegahannya terpaksa memasang peralatan yang mahal tetapi tidak mengharapkan penggunaannya. Sebab itu, penelitian ini menerapkan metode baru pendeteksi kegagalan instalasi listrik dengan pengamatan pada perubahan unjuk sifat sistem, sebagai indikator awal, mulai terjadinya proses kebakaran. Pemecahan dengan menerapkan pemodelan dan perumusan berbasis ilmu pengetahuan kecerdasan buatan dalam membentuk rumusan unjuk sifat sistem yang normal secara tepat. Dengan rumusan tersebut sebagai referensi jika ada perubahan karakteristik yang membahayakan terjadi dalam sistem, sehingga aliran listrik kedalam gedung diputuskan sebelum ada perbaikan. Hasil uji coba di laboratorium menunjukkan tingkat keberhasilannya dapat mencapai 95 hingga 100 persen.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Sistem Monitoring Bahaya Kebakaran Pada Gedung Dengan SMS Gateway

Sistem Monitoring Bahaya Kebakaran Pada Gedung Dengan SMS Gateway

Sistem monitoring ini mulai bekerja pada saat sensor menemukan sebuah target pemicu sebagai tanda bahaya kebakaran misalnya seperti asap rokok. Sensor tersebut akan melakukan pengiriman sinyal kepada alat simulator deteksi yang terhubung ke server. Selanjutnya alat simulator tersebut akan melakukan proses pemeriksaan, untuk menentukan arti sinyal tersebut. Jika sinyal tanda tersebut merupakan tanda bahaya maka proses berikutnya dilakukan oleh server dengan mengirimkan sebuah pesan kepada user yang bersangkutan baik di dalam gedung maupun di luar gedung. Sebelumnya pesan tersebut akan di tampung dahulu pada sisi pihak SMS Center kemudian ke sisi masing – masing operator sesuai nomor handphone user, baru kemudian dikirimkan kepada user yang bersangkutan. Gambar 2 berikut ini merupakan arsitektur dari rancangan sistem monitoring bahaya kebakaran dalam gedung.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Sistem Pengendalian Penanganan Kebakaran Gedung Menggunakan Metode Fuzzy

Sistem Pengendalian Penanganan Kebakaran Gedung Menggunakan Metode Fuzzy

d. Perancangan Sensor MQ-02 Gambar 4 merupakan perancangan sensor MQ-02 ke wemos. Setelah perancangan, dilakukan pengujian kemampuan sensor dalam mendeteksi asap. Pengujian sensor asap MQ-02 ini dengan melakukan pengambilan data ADC yang didapat dari sensor kemudian diubah dalam bentuk satuan konsentrat kepekatan asap PPM (Part Per Million) dengan melakukan perhitungan yang didapat dari range nilai ADC yaitu 0-1023 dan range dari datasheet sensor MQ-02 yaitu 300-10.000 PPM. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi yang berbasis grafis ( GUI Graphical User Interface) dan Visual Basic sangat disukai oleh penggunanya karena fasilitas pemrograman yang disediakan sangat banyak serta sangat terbuka dam penambahan komponen. Visual Basic IDE ( Integrited Development Environtment) merupakan suatu ruang lingkup kerja yang menyediakan kemudahan bagi programmer untuk dapat menghasilkan aplikasi yang cepat, baik pada proses perancangan input maupun output aplikasi (Sihombing & Manalu, 2011).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Fire Spot Detector untuk Deteksi Dini Terjadinya Kebakaran di Kapal

Fire Spot Detector untuk Deteksi Dini Terjadinya Kebakaran di Kapal

Sistem alarm kebakaran menggunakan sensor asap / flame sensor. Pada penelitian ini Arduino uno yang telah dilengkapi dengan mikrokontrol ATMega 328 berfungsi sebagai pusat pengolah data yang diperoleh dari sensor asap yang akan mendeteksi keberadaan api akan di tampilkan ke smartphone dan komputer. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem ini bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan sistem yaitu sistem responsif terhadap perubahan keberadaan asap. Jika didalam sistem terdapat asap maka buzzer akan berbunyi dan dan smartphone akan menyala mengetahui lokasi kebakaran. Ketika asap berada dibawah atau sama dengan (100 ppm ) maka LED pada smartphone akan mati menampilkan informasi kondisi “Aman”, jika asap berada di atas 100 ppm ) maka LED akan menya la , maka “Waspada Kebakaran” lokasi tempat akan dideteksioleh smartphone, sehingga pemadaman dapat segera di laksanakan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERANCANGAN TATA LETAK DAN KEBUTUHAN APAR DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN DI GEDUNG MEDIK RS. ST CAROLUS JAKARTA TAHUN 2019

PERANCANGAN TATA LETAK DAN KEBUTUHAN APAR DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN DI GEDUNG MEDIK RS. ST CAROLUS JAKARTA TAHUN 2019

85 Dari hasil perhitungan berdasarkan PERMENAKER No. Per. 04/MEN/1980 diperoleh minimal 10 unit APAR yang harus terproteksi untuk lantai 1 unit radiologi dan cath-lab dengan luas lantai 1696,72 m 2 , namun berdasarkan jenis APAR dan klasifikasi kelas kebakaran maka ditambah 1 unit unit APAR dibagian dapur berjenis Wet Chemical dengan klasifikasi kelas kebakaran K, hal ini dikarenakan di area dapur sering melakukan aktifitas memasak dengan menggunakan minyak nabati sehingga diperluhkan APAR kelas K untuk proteksi area dapur. Maka total keseluruhan APAR untuk lantai 1 yang dianjurkan berjumlah 11 unit termasuk APAR dengan klasifikasi kelas kebakaran K. Dari 11 APAR tersebut terdapat 1 unit APAR khusus yang diletakkan di ruang MRI. APAR tersebut merupakan APAR non magnetik kelas A,B,C dengan jenis APAR CO 2 , hal ini dikarenakan ruangan MRI merupakan ruangan yang sistem kerjanya menggunakan media magnet dan berpotensi mengalami korsleting listrik, sehingga diperlukan APAR non magnetik jenis CO 2 .
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

ART T. A. Setiawan Prasida Wiranto H. Utomo Listrasari J. Bawu Perancangan sistem deteksi kebakaran Abstract

ART T. A. Setiawan Prasida Wiranto H. Utomo Listrasari J. Bawu Perancangan sistem deteksi kebakaran Abstract

Data from censor before entering PC are translated through ADC Analog to Digital Converter then are stored in buffer, and are accepted by PC through microcontroller.. If a room temperatu[r]

3 Baca lebih lajut

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Sistem alarm kebakaran yang umum di gunakan adalah sistem kebakaran konvensional. Sistem ini memiliki kelemahan dimana penghuni bangunan tidak mendapatkan informasi secara cepat bila terjadi kebakaran di gedung yang dihuninya, detektor tidak dapat membedakan jenis gas yang menyebabkan adanya falsealarm dan api menyebar lebih cepat karena tidak segera dipadamkan (Suharto & Wiweko, 2008).

5 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PENGENDALIAN ASAP KEBAKARAN. pdf

PERANCANGAN PENGENDALIAN ASAP KEBAKARAN. pdf

Sistem pengendalian asap sebaiknya dirancang untuk menghalangi aliran asap kedalam sarana jalan keluar, jalan terusan keluar, daerah tempat berlindung, atau daerah lain yang serupa. Sistem lain seperti presuriasi ini dapat disediakan untuk hunian khusus atau fasilitas lainnya, apabila sistem pengendalian asap tersedia sebaiknya diaktifkan sedini mungkin pada keadaan darurat kebakaran untuk membatasi penyebaran gas kebakaran. Pemasangan sistem presurisasi ini dapat menjadi standar nasional dalam mendesain gedung yang aman terhadap kebakaran dikarenakan teknologi yang efisien, modern, dan terbukti tepat guna berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan. Dengan pemberian tekanan pada tangga darurat, maka pada jalur evakuasi akan terhindar dari bahaya asap kebakaran yang berarti menyediakan daerah berlindung dan waktu tambahan untuk keluar gedung, tetapi sebaiknya jangan mengharapkan daerah seperti itu akan bebas dari asap sepenuhnya karena masih terdapat faktor eror lainnya yang dapat menganggu sistem ini seperti rusaknya generator sebagai pengganti listrik sementara, sehingga kipas tidak dapat berputar, adanya keretakan pada dinding pembatas antara jalur evakuasi dengan sumber asap, api yang terlalu dekat dengan jalur evakuasi dan lain-lainnya
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Kebakaran menjadi sebuah masalah yang bisa terjadi di mana saja baik itu di gedung perkantoran, perumahan ataupun di fasilitas umum. Keterlambatan dalam penanganan mengakibatkan kerugian, bisa itu kerugian jiwa ataupun materi. Para penghuni bangunan tersebut harus mendapatkan informasi atau peringatan dini pada saat terjadi kebakaran agar dapat segera melakukan evakuasi. Sistem alarm kebakaran yang umum digunakan adalah sistem kebakaran konvensional. Sistem alarm kebakaran konvensional merupakan sistem alarm kebakaran yang paling banyak digunakan karena biaya instalasinya yang murah. Sistem alarm kebakaran konvensional ini masih efektif jika digunakan di wilayah yang kecil tapi tidak untuk wilayah yang besar misal gedung bertingkat. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem deteksi kebakaran dini menggunakan mikrokontroler arduino nano sebagai pusat pengolah data yang nantinya langsung terhubung dengan aplikasi di android yang akan menampilkan notifikasi apabila terjadi kebakaran kepada user secara wireless.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Kebakaran menjadi sebuah masalah yang bisa terjadi di mana saja baik itu di gedung perkantoran, perumahan ataupun di fasilitas umum. Keterlambatan dalam penanganan mengakibatkan kerugian, bisa itu kerugian jiwa ataupun materi. Para penghuni bangunan tersebut harus mendapatkan informasi atau peringatan dini pada saat terjadi kebakaran agar dapat segera melakukan evakuasi. Sistem alarm kebakaran yang umum digunakan adalah sistem kebakaran konvensional. Sistem alarm kebakaran konvensional merupakan sistem alarm kebakaran yang paling banyak digunakan karena biaya instalasinya yang murah. Sistem alarm kebakaran konvensional ini masih efektif jika digunakan di wilayah yang kecil tapi tidak untuk wilayah yang besar misal gedung bertingkat. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem deteksi kebakaran dini menggunakan mikrokontroler arduino nano sebagai pusat pengolah data yang nantinya langsung terhubung dengan aplikasi di android yang akan menampilkan notifikasi apabila terjadi kebakaran kepada user secara wireless .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Sistem Deteksi Dini Kebakaran Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Mikrokontroler

Kebakaran menjadi sebuah masalah yang bisa terjadi di mana saja baik itu di gedung perkantoran, perumahan ataupun di fasilitas umum. Keterlambatan dalam penanganan mengakibatkan kerugian, bisa itu kerugian jiwa ataupun materi. Para penghuni bangunan tersebut harus mendapatkan informasi atau peringatan dini pada saat terjadi kebakaran agar dapat segera melakukan evakuasi. Sistem alarm kebakaran yang umum digunakan adalah sistem kebakaran konvensional. Sistem alarm kebakaran konvensional merupakan sistem alarm kebakaran yang paling banyak digunakan karena biaya instalasinya yang murah. Sistem alarm kebakaran konvensional ini masih efektif jika digunakan di wilayah yang kecil tapi tidak untuk wilayah yang besar misal gedung bertingkat. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem deteksi kebakaran dini menggunakan mikrokontroler arduino nano sebagai pusat pengolah data yang nantinya langsung terhubung dengan aplikasi di android yang akan menampilkan notifikasi apabila terjadi kebakaran kepada user secara wireless.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Fire Spot Detector untuk Deteksi Dini Terjadinya Kebakaran di Kapal

Fire Spot Detector untuk Deteksi Dini Terjadinya Kebakaran di Kapal

dengan mikrokontrol ATMega 328 berfungsi sebagai pusat pengolah data yang diperoleh dari sensor asap yang akan mendeteksi keberadaan api akan di tampilkan ke smartphone dan komputer. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem ini bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan sistem yaitu sistem responsif terhadap perubahan keberadaan asap. Jika didalam sistem terdapat asap maka buzzer akan berbunyi dan dan smartphone akan menyala mengetahui lokasi kebakaran. Ketika asap berada dibawah atau sama dengan (100 ppm ) maka LED pada smartphone akan mati menampilkan informasi kondisi “Aman”, jika asap berada di atas 100 ppm ) maka LED akan menyala , maka “Waspada Kebakaran” lokasi tempat akan dideteksioleh smartphone, sehingga pemadaman dapat segera di laksanakan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERANCANGAN SISTEM DETEKSI DAN PANTAUAN LOKASI KEBAKARAN HUTAN BERDASARKAN PENGARUH FAKTOR-FAKTOR IKLIM

PERANCANGAN SISTEM DETEKSI DAN PANTAUAN LOKASI KEBAKARAN HUTAN BERDASARKAN PENGARUH FAKTOR-FAKTOR IKLIM

Kajian pustaka ini dibuat sebagai pembanding antara penelitian yang sudah dilakukan dan yang telah dilakukan peneliti saat ini. Penelitian tersebut di antaranya adalah Yanuar (2010) dalam skripsinya yang berjudul “ Sistem Pendeteksi Dini Kebakaran Hutan Berbasis Wireless Sensor Network” Kebakaran hutan merupakan salah satu masalah yang mengancam kelestarian hutan. Sistem pencegahan dini untuk indikasi kebakaran hutan mutlak diperlukan. Luasnya hutan menjadi salah satu masalah yang dihadapi dalam pemantauan kondisi hutan. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang suatu sistem deteksi kebakaran hutan dengan mengadopsi Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network) menggunakan beberapa node sensor. Persamaan dari penelitian ini yaitu sama-sama untuk melakukan pencegahan kebakaran dini, yang membedakan yaitu dimana pada penelitian ini tidak memberikan informasi apapun ke masyarakat sedangkan penelitian sekarang ini akan memberikan informasi kepada masyarakat tentang tingkat kerawanan terjadinya kebakaran hutan.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

A-6.4.6. Detektor diletakkan pada jarak yang dikurangkan pada arah ke balok melintang atau balok dalam suatu usaha guna meyakinkan bahwa waktu deteksi adalah ekivalen terhadap yang dicobakan pada langit-langit yang rata. Itu mengambil waktu lebih lama bagi produk pembakaran (asap atau panas) untuk bergerak menuju ke balok atau balok melintang, dikarenakan oleh fenomena dimana suatu jambul dari suatu api yang relatif panas dengan panas termal yang lumayan bergerak keatas cenderung untuk mengisi kantong antara setiap balok atau balok melintang sebelum berpindah ke kantong sebelahnya.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

ART T. A. Setiawan Prasida Wiranto H. Utomo Listrasari J. Bawu Perancangan sistem deteksi kebakaran Full text

ART T. A. Setiawan Prasida Wiranto H. Utomo Listrasari J. Bawu Perancangan sistem deteksi kebakaran Full text

Kebakaran merupakan suatu bencana yang sangat merugikan. Tiap tahun kerugian yang disebabkan oleh kebakaran tidaklah sedikit. Selain menimbulkan kerugian materi, tidak jarang juga meminta korban jiwa. Kebakaran biasanya terjadi karena kecelakaan atau kelalaian manusia. Dalam penanggulangan masalah kebakaran banyak sekali ditemukan kesulitan-kesulitan, seperti sukarnya ditemukan sumber api secara dini, sehingga api akan terus menjalar ke tempat lain [1].

16 Baca lebih lajut

455 EVALUASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG 65 INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL (IEBE) TAHUN 2015

455 EVALUASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG 65 INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL (IEBE) TAHUN 2015

Ada dua macam Fire Control Panel (FCP), yaitu sistem konvensional dan addressable (alamat). Pada FCP sistem konvensional terdapat satu atau lebih rangkaian detektor (network), dimana masing-masing ditempatkan satu atau lebih detektor. Pada FCP sistem alamat, alat pemicu alarm seperti detektor atau break glass (manual call point) diberi suatu identifikasi khusus atau alamat yang diprogram berhubungan dengan memori dengan informasi antara lain: jenis alat, dan penempatannya [3] . Detektor yang paling umum digunakan adalah detektor panas dan asap. Detektor panas merupakan jenis alat pendeteksian kebakaran yang mempunyai tingkat tanda bahaya palsu yang paling rendah, tetapi juga yang paling lambat di dalam merespon kebakaran. Secara umum, detektor panas dirancang untuk merasakan suatu perubahan suhu yang ditentukan suatu material ketika timbul panas [2] . Detektor asap akan mendeteksi kebakaran jauh lebih cepat dibanding detektor panas, yakni sensor ionisasi dan fotoelektrik. Detektor asap dengan sensor ionisasi berisi bahan radioaktif Americium (Am- 241) yang akan mengionisasikan udara di dalam kamar (chamber) pengindera, memberikan daya konduksi dan suatu aliran arus melalui udara antara dua muatan elektroda. Apabila partikel asap masuk daerah ionisasi, maka asap tersebut akan mengurangi aliran listrik di udara dengan menempelkan diri pada ion, yang menyebabkan pengurangan arus listrik dari tingkat yang ditetapkan, sehingga detektor mengaktifkan bunyi alarm. Prinsip kerja dari detektor asap tipe ionisasi dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 1 [3] .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Pengaman Gedung Dan Peralatan Listrik Terhadap Bahaya  Kebakaran Berbasis Mikrokontroler AT89C2051

Perancangan Sistem Pengaman Gedung Dan Peralatan Listrik Terhadap Bahaya Kebakaran Berbasis Mikrokontroler AT89C2051

Pemberian tegangan 5 volt pada basis mengakibatkan transistor aktif sehingga relay juga aktif dan hubungan semua peralatan spreyer, buzzer, dan beban dengan catu daya terhubung, sehingg[r]

73 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects