Top PDF Perancangan Fotografi Fashion Apresiasi Busana Tari Tradisional Di Pulau Jawa

Perancangan Fotografi Fashion Apresiasi Busana Tari Tradisional Di Pulau Jawa

Perancangan Fotografi Fashion Apresiasi Busana Tari Tradisional Di Pulau Jawa

Di era modern ini, musik dan budaya pop menjadi makanan sehari ± hari bagi masyarakat Indonesia dan hal yang bersifat nasional sering didesak ke pinggir GDQ WHUXV PHPXWODNNDQ ³\DQJ JOREDO´ (Sedyawati, 2014). Wajar saja bila minat mayoritas masyarakat muda mengenai budaya lokal yaitu tari tradisional semakin turun. Pendidikan mengenai kesenian tari yang terbatas diterima oleh beberapa kalangan saja dan manisnya budaya luar semakin memicu hal ini terjadi. Dapat dilihat bagaimana seni pop mancanegara, salah satunya K-pop atau hallyu wave yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia dan meracuni pikiran mayoritas masyarakat muda Indonesia, memesona masyarakat Indonesia untuk semakin menyukai budaya asing dan melupakan milik bangsanya sendiri. Semakin terlena dengan budaya luar menjadikan bangsa ini semakin krisis identitas. Tari tradisional yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi pun menjadi kontradiksi dengan mentalitas masyarakat muda Indonesia yang menjunjung tinggi hal ± hal instan. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah peminat modern dance dan tari tradisional yang sangat berbanding terbalik. Rendahnya peminat pun menurunkan popularitas tari tradisional yang berdampak pada pengetahuan masyarakat muda yang semakin minim mengenai budaya ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perancangan Fotografi Fashion Apresiasi Busana Tari Tradisional di Pulau Jawa | Hartono | Jurnal DKV Adiwarna 4449 8468 1 SM

Perancangan Fotografi Fashion Apresiasi Busana Tari Tradisional di Pulau Jawa | Hartono | Jurnal DKV Adiwarna 4449 8468 1 SM

Fotografi merupakan media komunikasi dari fotografer kepada penikmat karya foto untuk menyampaikan gagasan, ide, atau menceritakan pesan secara visual. Sebuah foto dinilai sebagai media komunikasi yang efektif bagi para audience nya (Widagdhaprasana). Tidak hanya itu fotografi juga sebagai media untuk „memengaruhi´ sebuah peristiwa. Di samping itu, fashion merupakan penyampai pesan faktual dengan non-verbal, fashion merupakan fenomena kultural dimana individu atau kelompok mengkomunikasikan identitasnya. (Berek, 2014). Maka dari itu, media fotografi fashion akan digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan kultural dengan obyek busana tari tradisional di Indonesia yang diharapkan dapat menjunjung aset ekonomi kreatif untuk menghadapi globalisasi. Melalui penulisan ini, penulis berharap bisa memberikan inspirasi, ide, dan gagasan – gagasan yang baru dan segar dari mengolah busana dan gerakan pada tari tradisional. Penulis pun berharap, setiap karakteristik khas pada gerakan, busana, dan nilai – nilai pada tari tradisional, serta hasil dari konsep kreatif pemotretan mampu memberikan sebuah inspirasi baru untuk berkarya bagi insan kreatif Tanah Air, sehingga aset ekonomi kreatif bangsa ini dapat dibudidayakan secara maksimal
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perancangan Fotografi Fashion Atribut Suku Sasak Dusun Sade, Lombok

Perancangan Fotografi Fashion Atribut Suku Sasak Dusun Sade, Lombok

yang sebagian besar mendiami pulau tersebut dan rata-rata memeluk agama Islam ini memiliki banyak kerajinan tangan yaitu salah satunya kain tenun atau songket yang bisa dijadikan sebuah perancangan untuk mengangkat ketenaran fashion kain tenun Suku Sasak kepada masyarakat Indonesia beserta atribut lainnya sehingga Pulau Lombok juga tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya melainkan juga berbagai kekayaan Pulau Lombok yang belum masyarakat ketahui untuk lebih diekspolarasi dan menjadi sesuatu yang inspiratif terutama dalam hal busana. Kebudayaan masyarakat Lombok tidak bisa lepas dari kebudayaan Bali dan Jawa. Sebagian besar kerajinan tangan kain tenun mereka berwarna terang warna-warni pekat. Selain itu tarian tradisional mereka, yaitu tari Gandrung yang diadakan dengan tujuan untuk menghibur prajurit yang baru pulang dari medan perang dengan menggunakan alat musik yang biasa diiringi yaitu Gamelan. Adanya tradisi unik pada perkawinan adat sasak yang membawa lari mempelai wanita sebelum pernikahan dengan tujuan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perancangan fotografi desain pelestarian kebudayaan tari populer di jawa dalam media coffee table book HALAMAN JUDUL

Perancangan fotografi desain pelestarian kebudayaan tari populer di jawa dalam media coffee table book HALAMAN JUDUL

2015 Rahadian Raga Permana. Tugas Akhir ini berjudul Perancangan Fotografi Desain Pelestarian Kebudayaan Tari Tradisional Populer Di Jawa Dalam Media Coffee Table Book . Dalam Tugas Akhir ini telah dikaji permasalahannya yaitu minimnya kepedulian para generasi muda kepada budaya asli daerah asalnya khususnya di bidang tarian. Banyak dari mereka mulai mengubah fungsi tarian yang dulunya sering digunakan masyarakat sebagai hiburan pada setiap kegiatan masyarakat dan menjadi minim saat ini. Selain itu tarian tergeser oleh adanya hiburan yang lebih modern dan lebih terkesan mengikuti perkembangan zaman. Disini penulis akan merencanakan strategi yang memberikan kesadaran kepada masyarakat akan kurangnya apresiasi yang telah terjadi pada budaya dahulu yang dianut oleh nenek moyang mereka. Melalui media coffee table book diharapkan masyarakat akan memberikan suguhan dan kemasan yang lebih menarik dan modern sehingga mampu memperkenalkan kembali akan budaya tarian yang mulai tersisih oleh perkembangan zaman. Dengan menggandeng pemerintah dan badan pendidikan akan memberikan banyak dampak yang baik untuk terwujud karya coffee table book ini.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perancangan fotografi desain pelestarian kebudayaan tari populer di jawa dalam media coffee table book jurnal

Perancangan fotografi desain pelestarian kebudayaan tari populer di jawa dalam media coffee table book jurnal

Salah satu budaya di Pulau Jawa yang menarik untuk diulas adalah seni tari asli Jawa yang memiliki banyak jenis keaneka ragam. Pada awalnya tari tradisional tercipta untuk kepentingan adat seperti ritual. Namun dewasa ini dengan perkembangan za- man yang membuat banyak masuknya budaya luar ke Indonesia yang berdampak

6 Baca lebih lajut

Home BUSANA TARI BEDAYA. BUSANA TARI BEDAYA

Home BUSANA TARI BEDAYA. BUSANA TARI BEDAYA

pernah ada setidak-tidaknya pada masa pemerintahan Sultan HB V atau pada masa akhir pemerintahan Sultan HB VII bedaya kakung sudah tidak ada lagi. Secara resmi penari bedaya kakung ditiadakan semenjak masa pemerintahan Sultan HB VIII. Menurut data yang ada melalui foto-foto yang ada dikeraton menunjukkan bahwa pertunjukan tari bedaya pada akhir abad sembilan belas yaitu jaman Sultan HB VII penari putri tidak lagi mengenakan busana kampuh walaupun masih tetap menggunakan rias paes ageng. Busana kain seredan dan menggunakan mekak yang sudah dikenakan penari putra untuk memerankan peran putri dalam wayang wong. Pada jaman awal Sultan HB VIII perubahan tat arias dan busana bedaya berjalan terus-menerus dan berproses. Penari bedaya dan serimpi mengenakan paes ageng dan kain seredan, dan terdapat perubahan tentang baju yang di kenakan. Para penari tidak lagi mengenakan mekak seperti sebelumnya disebut sebagai baju para penari bedaya yang ditarikan oleh bedaya kakung. Dari foto-foto dan gambar seperti dapat dilihat pula bahwa baju tanpa lengan dengan bordiran benang emas tersebut dipakai oleh putra raja dalam menjalani upacara khitanan (condronego, 1995:13). Pada akhirnya perubahan kta rias dan busana bedaya beralih mengenakan cara yang dipakai penari bedaya kakung secara penuh yaitu dengan mengganti tata rias paes beralih menjadi tata rias tanpa paes (jahitan) dan tata busana tari penari putra yang memerankan peran putri dalam pertunjukan wayang wong gaya Yogyakarta. Selain itu juga penggunaan baju tanpa lenagan dengan motif bordiran dari busana pria bangsawan remaja ketika upacra khitanan, dengan memakai jamang dan bulu-bulu. Perubahan semacam itumemberikan kesan bernuansa evolutif dan melibatkan aspek genetika yang berkaitan dengan fakto gender.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perancangan Buku Fotografi Kerajinan Ketak Pulau Lombok

Perancangan Buku Fotografi Kerajinan Ketak Pulau Lombok

Konsep pemotretan pada Desa Karang Bayan ini lebih mengedepankan proses pembuatan kerajinan ketak, karena buku fotografi ini berisi dokumentasi proses pembuatan ketak menjadi sebuah kerajinan dan hasil kerajinan yang dibuat. Dimana kerajinan ketak ini merupakan sebuah kerajinan tangan yang masih sangat kental sekali di Desa Karang Bayan, Lombok Barat. Kerajinan ketak juga memiliki ciri khas yang berbeda dari kerajinan tangan lainnya, sehingga sangat menarik untuk didokumentasikan pada sebuah buku.

12 Baca lebih lajut

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT APRESIASI FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA.

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT APRESIASI FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA.

Untuk menciptakan kenyamanan thermal dalam kegiatan para pengguna ruang yang ada, sistem pengudaraan ruang pada Pusat Apresiasi Fotografi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni pengudaraan alami dan pengudaraan buatan. Penghawaan ruang dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Penghawaan alami yaitu sistem pengudaraan secara alami (tidak

20 Baca lebih lajut

silabus fotografi fashion

silabus fotografi fashion

6. Menjelaskan dan mempraktikkan membuat fotografi fashion. 7. Menjelaskan dan mempraktikkan membuat fotografi fashion. 8. Menjelaskan dan mempraktikkan membuat fotografi fashion. 9. Menjelaskan dan mempraktikkan membuat fotografi fashion. 10. Menjelaskan dan mempraktikkan membuat fotografi fashion. 11. Menjelaskan dan mempraktikkan membuat fotografi fashion.

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT APRESIASI FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT APRESIASI FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA.

Dunia modern sudah lama mengenal bidang teknologi. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Perkembangan teknologi telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Teknologi yang selalu berkembang setiap tahunnya, membuat kualitas kehidupan manusia semakin meningkat dan semakin mempermudah kegiatan manusia. Ada berbagai macam teknologi salah satunya teknologi bidang fotografi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengembangan ensiklopedi tari tradisional Jawa.

Pengembangan ensiklopedi tari tradisional Jawa.

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang berawal dari adanya potensi dan masalah tentang tari tradisional di Jawa. Potensi yang ada ialah upaya untuk mengenalkan tari tradisional melalui buku ensiklopedi. Masalah yang peneliti temukan yaitu belum tersedianya buku ensiklopedi yang membahas tari tradisional. Hasil penyebaran kuesioner terhadap 59 siswa SD diperoleh data bahwa 66,1% siswa menyukai tari modern dan 33,9% siswa menyukai tari tradisional. Oleh sebab itu, peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian dan pengembangan buku ensiklopedi tari tradisional Jawa. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan prosedur pengembangan dan kualitas buku ensiklopedi tari tradisional Jawa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengembangan ensiklopedi tari tradisional Jawa.

Pengembangan ensiklopedi tari tradisional Jawa.

Proses pengembangan ensiklopedi yang dilakukan oleh peneliti sejalan dengan ketiga penelitian yang relevan, yaitu mengembangkan produk baik hardware maupun software untuk menarik perhatian pembacanya. Namun peneliti hanya menggunakan 5 langkah pengembangan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Penelitian yang dilakukan juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diajeng Imas G pada tahun 2014 dengan judul “ Perancangan Buku Ensiklopedi Anak Mengenal Budaya Tari Tradisional di Indonesia”. Dalam penelitiannya Diajeng Dimas membahas mengenai minimnya buku ensiklopedi tari tradisional Indonesia, sehingga beliau membuat produk tersebut dan berharap tari tradisional Indonesia dapat dikenalkan kepada siswa sedini mungkin dan pada akhirnya tari tradisional Indonesia mampu berkembang serta tetap lestari. Perbedaan penelitian ini terletak pada produk yang dihasilkan dimana Dijeng Imas mengembangkan produk ensiklopedi tari tradisional di seluruh Indonesia sementara dalam ensiklopedi yang dikembangkan peneliti menghasilkan produk ensiklopedi yang didalamnya hanya membahas memngenai tari tradisional Jawa.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

Perancangan Buku Fotografi Fashion Dengan Adaptasi Cerita Nyi Roro Kidul.

Perancangan Buku Fotografi Fashion Dengan Adaptasi Cerita Nyi Roro Kidul.

Di Indonesia memiliki banyak cerita rakyat yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kembali ke masyarakat seperti Tangkuban perahu, Malin Kundang, Jaka Tarub, Penguasa Pantai Selatan, dan masih banyak lainnya. Cerita rakyat yang ada di Indonesia memiliki asal mula daerah dimana cerita cerita itu berkembang seperti Tangkuban perahu yang berasal dari Jawa Barat, Malin Kundang yang berasal dari Sumatera Barat, Penguasa Pantai Selatan yang berasal dari sepanjang pesisir pantai selatan. Cerita rakyat ini perlu dilestarikan dan diperkenalkan kembali sehingga masyarakat Indonesia tidak hanya mengetahui cerita rakyat dari luar negeri saja namun juga cerita rakyat dari negaranya sendiri yang merupakan warisan bangsa dan patut dibanggakan. Selain itu cerita cerita yang ada memiliki banyak hal positif yang dapat digali dan dikembangkan untuk masyarakat jaman modern terutama kalangan muda. Namun dengan masuknya cerita rakyat dari luar negeri dengan pengemasan yang lebih menarik membuat masyarakat Indonesia lebih menyukai dan tertarik dengan cerita rakyat dari luar negeri dan yang lebih buruknya lagi masyarakat lebih menggemari tokoh tokoh dari cerita rakyat negara lain dibanding negaranya sendiri. Hal ini terjadi karena kurangnya pengembangan tokoh tokoh cerita rakyat dari Indonesia dengan pengemasan yang menarik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perancangan Busana Fashion Berupa Tambahan Busana Kebaya Dengan Inspirasi Motif Uis Nipes Padang Rusak

Perancangan Busana Fashion Berupa Tambahan Busana Kebaya Dengan Inspirasi Motif Uis Nipes Padang Rusak

Pada penelitian yang berjudul “Perancangan Busana Fashion Berupa Tambahan Busana Kebaya Dengan Inspirasi Motif Uis Nipes Beka Buluh” penulis akan membuat produk fashion berupa helaian kain sebagai pelengkap busana kebaya seperti rok dan selendang dengan aplikasi teknik painting. Bentuk busana yang dibuat mengikuti ciri khas gaya kebaya Batak yang identik dengan kain ulos membuat gaya tersebut selalu iconic, dengan menggunakan bahan- bahan berwarna terang. Teknik painting merupakan salah satu teknik menghias pada kain dengan menggubakan kuas dan pewarna tekstil. Teknik painting yang digunakan terdiri dari beberapan jenis seperti teknik sapuan kuas, teknik gosok, efek garam dan airbrush.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan Tipografi Adaptasi Busana Pengantin Tradisional YOGYAKARTA

Perancangan Tipografi Adaptasi Busana Pengantin Tradisional YOGYAKARTA

Yogyakarta dikenal sebagai kota yang sangat kental akan kebudayaan Jawa yang berasal dari adanya keraton di dalamnya. Kentalnya kebudayan Jawa dapat dilihat dari masih banyaknya upacara-upacara adat yang terus dilakukan dan dijalankan. Salah satunya yaitu upacara pernikahan adat Jawa. Upacara pernikahan tradisional di Yogyakarta, merupakan upacara sakral yang berisi ungkapan mengenai adat, sikap jiwa, alam pikiran dan pandangan rohani yang berakarkan dari kebudayaan Jawa. Upacara tersebut dalam budaya Jawa dilambangkan dalam busana pengantin yang dikenakan, tata rias, serta perhiasan yang dikenakan maupun bentuk sesaji dan hiasan- hiasan ruang tempat acara pengantin diselenggarakan (Endah, 2006).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERANCANGAN BUSANA FASHION BERUPA TAMBAHAN BUSANA KEBAYA DENGAN INSPIRASI MOTIF UIS NIPES PADANG RUSAK

PERANCANGAN BUSANA FASHION BERUPA TAMBAHAN BUSANA KEBAYA DENGAN INSPIRASI MOTIF UIS NIPES PADANG RUSAK

In Indonesia came from various tribes, one of these is the Batak Karo. Batak karo has scarlet regions that called Uis and especially for woman who worn daily called Uis Nipes Padang Rusak. The existence of Uis Nipes are now starting to decline for being an start abandoned and used only for a particular occasion fine in the city of its origin or outside the city of origin. The long process of made it, classical motives an elaborate and material less comfortable being one of the reasons why people are beginning to leave this fabric. Therefore leads the innovation by making a product fashion in the form of cloth shawl and a skirt to woman with other materials which are more comfortable pair, the manufacture of shorter, a motive that more simple and certain techniques with inspiration Uis Nipes Padang Rusak.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan Fotografi Fashion Kontemporer Dengan Tema Tokoh-Tokoh Dalam Cerita Rakyat Indonesia

Perancangan Fotografi Fashion Kontemporer Dengan Tema Tokoh-Tokoh Dalam Cerita Rakyat Indonesia

tokoh dalam cerita rakyat memiliki bermacam-macam sifat, ada yang baik dan jahat, rajin dan malas, dan sebagainya. Melalui sifat tokoh-tokoh yang ditampilkan, dapat menggambarkan kehidupan manusia dengan konflik-konflik yang dihadapinya (Wirwan, par.3). Dengan memahami berbagai macam sifat dari tokoh-tokoh tersebut, dapat menjadikannya sebagai teladan karena sebagian besar tokoh-tokoh dalam cerita rakyat merupakan refleksi dari realitas kehidupan (Septianingrum 2). Dalam Budaya Sastra, Kuntowijoyo juga menegaskan bahwa penokohan dalam karya sastra mengambil realitas sosial sebagai referensi, sehingga juga tokoh tersebut mempunyai watak yang konkret (134). Namun, jika dilihat dari kondisi atau keadaan di zaman modern ini, kalangan generasi muda kurang begitu meminati cerita rakyat karena tokohnya dianggap sudah ketinggalan zaman (ANTARA News, par.3). Padahal, banyak hal positif yang dapat digali dan dikembangkan dari cerita rakyat – khususnya tokoh-tokoh dalam cerita rakyat – dan dapat dikaitkan dengan kebutuhan kalangan generasi muda di zaman modern ini. Oleh karena itu, sikap mengapresiasi tokoh-tokoh dalam cerita rakyat sangat diperlukan, karena tokoh dalam sebuah cerita menurut Wirwan memiliki posisi strategis sebagai pembawa dan penyampaian pesan, amanat, moral, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca (dalam Septianingrum 2). Maka dari itu, salah satu cara yang efektif dalam mengapresiasi tokoh-tokoh dalam cerita rakyat adalah dengan menampilkan figur tokoh-tokoh tersebut melalui media komunikasi visual, guna menyampaikan pesan atau teladan dari tokoh-tokoh tersebut. Salah satu media komunikasi visual yang dapat digunakan dan sesuai dalam menampilkan gambaran figur tokoh-tokoh dalam cerita rakyat kepada kalangan generasi muda tersebut adalah fotografi fashion. Dewasa ini, fotografi fashion memegang peranan penting dalam membantu menampilkan keindahan busana dengan menarik. Tak hanya itu, tetapi melalui fotografi – dalam hal ini khususnya fotografi fashion – juga dapat memotivasi atau mengubah perilaku atau gaya hidup, memberikan ide-ide, serta menanamkan nilai-nilai (Heiferman 16). Oleh sebab itu, perancang menggunakan fotografi
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perancangan Fotografi Fashion Sebagai Media Promosi Batik Jawa Hokokai | Devi | Jurnal DKV Adiwarna 1842 3501 1 SM

Perancangan Fotografi Fashion Sebagai Media Promosi Batik Jawa Hokokai | Devi | Jurnal DKV Adiwarna 1842 3501 1 SM

Banyak sekali ragam jenis batik di Indonesia, keanekaragaman motif batik menjadikan batik memiliki ciri khas masing-masing, salah satunya adalah batik Jawa Hokokai. Ciri khas utama pada batik Jawa Hokokai adalah adanya motif yang berbeda pada dua pinggir kain. Susunan motif utama seperti itu disebut sushomoyo oleh orang Jepang. Ragam hias berbentuk bunga berukuran besar juga menjadi motif utama pada batik Jawa Hokokai. Bunga tersebut antara lain adalah bunga sakura, bunga krisa, bunga dahlia, bunga anggrek dan lainnya. Latar batik dihiasi motif kecil-kecil (isen-isen) yang memenuhi tiap senti kain. Ciri lainnya adalah motif yang berbeda pada sisi kanan dan kiri kain dengan tujuan sehelai kain dapat dipakai di pagi dan sore hari, motif ini dikenal sebagai motif pagi-sore.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT APRESIASI FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA.

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT APRESIASI FOTOGRAFI DI YOGYAKARTA.

Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas Akhir yang berjudul “Pusat Apresiasi Fotografi di Yogyakarta”. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini yaitu untuk memenuhi persyaratan kurikulum pada program pendidikan jenjang Strata-1 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

21 Baca lebih lajut

Visualisasi Tiga Wastra Etnik Nusantara 

Pada Karya Busana Oerip Indonesia 

Dalam Fotografi Fashion Editorial

Visualisasi Tiga Wastra Etnik Nusantara Pada Karya Busana Oerip Indonesia Dalam Fotografi Fashion Editorial

Penciptaan karya fotografi ini mengusung merk fashion Oerip Indonesia yang di prakarsai oleh Dian Erra Kumalasari. Oerip Indonesia dipilih karena selain busananya yang memiliki desain modern, karya busana Oerip Indonesia juga terbilang unik karena pada satu busana terdapat tiga motif tradisional yang berasal dari wilayah yang berbeda. Penciptaan karya fotografi fashion ini menampilkan model yang mengenakkan busana dari Oerip Indonesia yang mengusung busana dengan menggabungkan tiga etnis kebudayaan yang berbeda sehingga memberikan persepsi kepada audiens yang melihat. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan (Rakhmat, 2015:50). Melalui penciptaan karya fotografi ini, persepsi audien akan diarahkan untuk dapat menafsirkan tentang
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...