Top PDF PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Pada Rumah Sakit Elizabeth Situbondo)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Pada Rumah Sakit Elizabeth Situbondo)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Pada Rumah Sakit Elizabeth Situbondo)

Sakit yang ada di Kabupaten Situbondo. Dengan kondisi seperti inilah Rumah Sakit yang ada harus menunjukkan kinerja yang maksimal dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar dapat menjadi Rumah Sakit pilihan Masyarakat. Disamping memberikan pelayanan kesehatan, sebagai suatu unit rumah sakit juga memiliki keharusan untuk selalu senantiasa menjaga kelangsungan hidupnya, bahkan termasuk semua unit atau bagian yang ada untuk berkembang secara optimal.

2 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE  Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard.

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard.

Penulis menghaturkan puji syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah senantiasa melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul “Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard” dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DAN OMAX

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DAN OMAX

Skripsi dengan judul “Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Tenaga Listrik Menggunakan Metode Balanced Scorecard Dan Omax” sebagai persyaratan dalam menyusun usulan peneliti[r]

13 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD

Abstrak Pengukuran kinerja merupakan hal yang penting untuk rumah sakit dalam melakukan evaluasi dan perencanaan untuk kedepannya. Selama ini pengukuran kinerja di RSUD Sunan Kalijaga berdasarkan dari segi finansial,sedangkan dari sisi non finasial belum dilakukan dan itu merupakan salah satu kendalanya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pengukuran kinerja adalah balanced scorecard. RSUD Sunan Kalijaga mengukur kinerja berdasarkan segi finansial. Tujuan penelitian ini ialah membuat sistem informasi untuk mengukur kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Balanced Scorecard, dimana Balanced Scorecard merupakan kartu skor yang dimanfaatkan untuk mencatat skor hasil kinerja eksekutif, hasil perbandingan ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi atas eksekutif. Kinerja eksekutif diukur secara berimbang dari dua perspektif: keuangan dan nonkeuangan, jangka pendek dan jangka panjang, internal dan ekstern. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu sistem informasi yang dapat melakukan pengukuran kinerja rumah sakit, sebagai bagian dalam melakukan evaluasi rumah sakit.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem  Pengukuran Kinerja Perusahaan  Menggunakan Metode Balanced Scorecard

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard

target setiap pariode maka perlu ditetapkan terlebih dahulu baseline untuk setiap indikator sebagai dasar acuan untuk menentukan target pada setiap periode berikutnya. Penentuan baseline ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan, misalnya ditetapkan oleh pimpinan perusahaan berdasarkan data 1 periode sebelumnya atau rerata data dari beberapa periode sebelumnya. Kriteria pengukuran dengan BSC adalah sejauh mana target indikator yang telah ditetapkan dapat terlampaui. Sehingga yang perlu diperhatikan dalam menentukan target indikator ini harus realistis sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan. Dengan kata lain penetapan indikator serendah-rendahnya dengan tujuan agar hasil yang diperoleh menunjukan kinerja yang baik karena semua target indikator terlampaui. Namun dalam hal ini tidak memberikan tantangan bagi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang lebih maju yang dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Disisi lain bukan berarti pula penetapan target indikator yang cukup tinggi agar dapat disejajarkan dengan perusahaan lain yang sudah lebih maju, padahal dalam kenyataannya target indikator tersebut tidak pernah dapat terlampaui, sehingga kinerja perusahaannya jelek. Untuk itulah penetapan baseline sangat membantu bagi pihak perusahaan dalam menetapkan target indikator setiap periode. Peningkatan target dilakukan secara bertahap selama beberapa periode kedepan, yang pada akhirnya dapat mencapai target yang diinginkan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard

target setiap pariode maka perlu ditetapkan terlebih dahulu baseline untuk setiap indikator sebagai dasar acuan untuk menentukan target pada setiap periode berikutnya. Penentuan baseline ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan, misalnya ditetapkan oleh pimpinan perusahaan berdasarkan data 1 periode sebelumnya atau rerata data dari beberapa periode sebelumnya. Kriteria pengukuran dengan BSC adalah sejauh mana target indikator yang telah ditetapkan dapat terlampaui. Sehingga yang perlu diperhatikan dalam menentukan target indikator ini harus realistis sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan. Dengan kata lain penetapan indikator serendah-rendahnya dengan tujuan agar hasil yang diperoleh menunjukan kinerja yang baik karena semua target indikator terlampaui. Namun dalam hal ini tidak memberikan tantangan bagi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang lebih maju yang dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Disisi lain bukan berarti pula penetapan target indikator yang cukup tinggi agar dapat disejajarkan dengan perusahaan lain yang sudah lebih maju, padahal dalam kenyataannya target indikator tersebut tidak pernah dapat terlampaui, sehingga kinerja perusahaannya jelek. Untuk itulah penetapan baseline sangat membantu bagi pihak perusahaan dalam menetapkan target indikator setiap periode. Peningkatan target dilakukan secara bertahap selama beberapa periode kedepan, yang pada akhirnya dapat mencapai target yang diinginkan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI RUMAH SAKIT PERKEBUNAN PTPN X JEMBER.

PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI RUMAH SAKIT PERKEBUNAN PTPN X JEMBER.

cukup baik, namun pengukuran secara terintegrasi masih belum pernah dilakukan. Pengukuran kinerja perusahaan hanya di lihat dari laba bersih yang di dapat setiap tahunnya berdasarkan pada laporan laba rugi rumah sakit. Dengan banyaknya RS swasta yang bermunculan saat ini dan untuk meningkatkan daya saing, rumah sakit menyadari hal ini, maka RS Perkebunan PTPN X Jember menginginkan sistem pengukuran kinerja yang menyeluruh dan berimbang baik dari segi finansial dan non finansial untuk itulah di pilih metode Balanced Scorecard sebagai salah satu metode pengukuran kinerja dengan menterjemahkan visi, misi, dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran yang menyeluruhyang dapat memberikan kerangka kerja bagi pengukuran kinerja perusahaan dan sistem manajemen yang strategis. Metode Balanced Scorecard ini akan melengkapi seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan ukuran mendorong masa depan.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE  Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard.

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard.

Selama ini Rumah Sakit Umum Daerah Sragen dalam menilai kinerjanya hanya berfokus pada efisiensi pengelolaan dana yaitu dengan mengevaluasi anggaran pendapatan dan biaya apakah sudah dapat dibandingkan dengan realisasinya atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja rumah sakit apabila menggunakan Balanced Scorecard. Dengan menggunakan Balanced Scorecard diharapkan rumah sakit dapat mengembangkan aspek keuangan dan non keuangan dalam melakukan penilaian kinerja, sehingga nantinya diharapkan bahwa rumah sakit mampu menjadi institusi yang dapat memberikan kepuasan kepada para konsumen, membentuk loyalitas karyawan yang berkomitmen tinggi dan kemudian akan menghasilkan pendapatan yang memadai untuk peningkatan fasilitas demi kemajuan rumah rumah sakit itu sendiri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard.

PENDAHULUAN Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard.

Perkembangan teknologi yang terjadi sekarang ini tampak demikian pesat. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan teknologi yang ada. Adanya perkembangan teknologi ini telah mengakibatkan iklim persaingan bisnis semakin ketat. Hal ini akan mendorong kebutuhan akan suatu informasi menjadi suatu hal yang esensial, sehingga iklim persaingan bisnis yang ada berubah dari persaingan teknologi atau industrial competition menjadi persaingan informasi (information competition). Tidaklah mengherankan jika persaingan informasi ini menjadi suatu hal yang esensial karena dengan adanya informasi yang dihasilkan untuk setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan akan diperoleh data dan gambaran aktivitas yang telah dilakukan sehingga berdasarkan informasi tersebut akan diambil suatu keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan aktivitas perusahaan secara keseluruhan di masa yang akan datang. Suatu keputusan yang baik dapat diambil atas dasar informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI RUMAH SAKIT PERKEBUNAN PTPN X JEMBER SKRIPSI

PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI RUMAH SAKIT PERKEBUNAN PTPN X JEMBER SKRIPSI

ABSTRAKSI Rumah Sakit Perkebunan PTPN X Jember merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menawarkan jasa pelayanan di bidang kesehatan, berbagai usaha telah dilakukan RS Perkebunan PTPN X Jember untuk dapat meraih keunggulan di tengah kondisi persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang adalah pengukuran kinerja.

21 Baca lebih lajut

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PT X DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PT X DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Bertujuan untuk meumuskan masalah serta memprioritaskan permasalahan yang dianggap penulis meupakan masalah yang paling penting dan harus segera diselesaikan, sehingga apa yang akan dibahas menjadi lebih terarah dan jelas pemecahan nya. Perumusan masalah yang penulis rumuskan dalam tugas akhir ini adlah mencoba untuk menerapkan metode Balanced Scorecard dengan memperhatikan empat perspektif yang terdapat didalam nya, sehingga dapat dilakukan implementasi system peningkatan kinerja perusahaan yang dijalankan oleh manajemen perusahaan yang terfokus pada pencaaian visi, misi dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi Jawa Tmur Dengan Metode Balanced Scorecard (Pengukuran Kinerja menggunakan Metode Balanced Scorecard dan Metode Standar Pengukuran Jasa Pelayanan Kesehatan).

PENDAHULUAN Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi Jawa Tmur Dengan Metode Balanced Scorecard (Pengukuran Kinerja menggunakan Metode Balanced Scorecard dan Metode Standar Pengukuran Jasa Pelayanan Kesehatan).

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan sekaligus sebagai entitas yang memiliki tanggungjawab kepada shareholder, dan stakeholder harus jeli dalam melihat perubahan-perubahan yang dikarenakan kemajuan teknologi, pengaruh globalisasi, tingkat persaingan yang semakin tinggi, dan perilaku pasien yang semakin kritis dalam memilih pelayanan kesehatan. Pada akhirnya hal ini menjadi pemicu rumah sakit untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Idealnya, setiap manajemen perusahaan memerlukan suatu alat ukur untuk mengetahui seberapa baik performa perusahaan. Objek yang selalu diukur adalah bagian keuangan, mengapa hanya bagian keuangan? Jawabannya sederhana, karena keuangan berbicara mengenai angka, sesuatu yang mudah dihitung dan dianalisa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Perguruan Tinggi Swasta XYZ Dengan Metode Balanced Scorecard.

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Perguruan Tinggi Swasta XYZ Dengan Metode Balanced Scorecard.

Perancangan sistem pengukuran kinerja PTS XYZ menggunakan metode balanced scorecard disusun dengan mempertimbangkan format pengukuran kinerja dari Badan Akreditasi Nasional (BAN), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi serta beberapa hasil penelitian sebelumnya. Dari ketiga format tersebut diperoleh kerangka awal model pengukuran kinerja. Dalam tahap ini digunakan alat bantu kuesioner I yang dimaksudkan untuk menentukan apakah suatu kriteria tujuan yang digunakan dalam perancangan sistem pengukuran kinerja dipertimbangkan atau tidak. Kuesioner ini diberikan kepada 13 responden selaku pengelola manajemen PTS XYZ yaitu Direktur, Pembantu Direktur dan Ketua Program Studi dengan 16 item pertanyaan yang terdiri dari: 3 item perspektif keuangan, 3 item perspektif customer, 6 item perspektif proses bisnis internal, 4 item perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN BALANCED SCORECARD

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN BALANCED SCORECARD

Penerapan Pengukuran Kinerja Secara Balanced Scorecard di Organisasi Balanced Scorecard merupakan hasil eksperimen yang dilakukan oleh divisi riset kantor akuntan publik KPMG di U.S.A. dan Nolan Norton Institute pada tahun 1990 sampai dengan 1995. Pendekatan ini dikatakan oleh Huseini (1997) sebagai suatu measurement system yang mencoba untuk menyeimbangkan alat ukur lama yang hanya berorientasi pada profitabilitas dengan dimensi-dimensi yang baru seperti aspek kualitas yang memiliki elemen-elemen penyeimbangnya. Dengan scorecard yang di balanced katanya lebih lanjut diharapkan dapat mengintegrasikan energi, kemampuan dan pengetahuan organisasi yang spesifik (specific knowledge and assets specificity) dari organisasi agar dapat mencapai long- term strategic goals.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISA METODE BALANCED SCORECARD  SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA   Analisa Metode Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta).

ANALISA METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA Analisa Metode Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta).

9. Bapak/Ibu pimpinan beserta staff dan karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta yang telah bersedia memberikan ijin penelitian, sehingga penulis dapat memperoleh data yang dibutuhkan untuk penelitian. 10. Sahabatku dari kecil Nyonya- nyonya “ Humairo’” (Asih, Halimah, Desi, Depi, Mbak.Reka, Ustadzah.Syamsiah) terimakasih atas kebersamaan yang sangat berharga selama ini, semoga kita selalu mendapat Ridha Allah SWT disetiap langkah yang kita ambil untuk masa depan,Amin ya Allah.

18 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT Dr. SAIFUL ANWAR DENGAN METODE BALANCED SCORECARD

PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT Dr. SAIFUL ANWAR DENGAN METODE BALANCED SCORECARD

12 Arikunto (2012) memberikan penjelasan bahwa dalam melakukan kegiatan penelitian, peneliti membutuhkan sebuah alat dalam pengumpulan data yang dapat diperoleh melalui tanya menjawab pertanyaan riset (metode survei) atau metode observasi. Data primer di dapat dari sumber informan yaitu individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Adapun yang termasuk dalam data primer diantaranya adalah hasil wawancara berkaitan dengan permasalahan rumah sakit, dan hasil wawancara dengan kinerja rumah sakit. Adapun data primer merupakan data yang dipergunakan untuk mendukung informasi atau data primer diperoleh oleh peneliti yaitu dari bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya. Salah satu data sekunder misalnya dokumen seperti: Struktur Organisasi, Profil Rumah Sakit, Laporan Keuangan, Laporan Tahunan, serta data pendukung lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan observasi. Adapun kegiatan wawancara yang dilakukan oleh peneliti untuk menguatkan atas hasil pengolahan data yang memiliki kecenderungan jawaban yang tidak memuaskan atau jawaban yang tidak disetujui. Selanjutnya, pada teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi non partisipan yang artinya peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati tetapi hanya sebagai pengamat independen.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN METODE BALANCED SCORECARD  Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Dengan Metode Balanced Scorecard(Studi Kasus pada Rsud Pandan Arang Boyolali Dan Rsud Kota Semarang).

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN METODE BALANCED SCORECARD Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Dengan Metode Balanced Scorecard(Studi Kasus pada Rsud Pandan Arang Boyolali Dan Rsud Kota Semarang).

(Case Study in Pandan Arang Boyolali District Hospital and City Hospital Semarang) The purpose of this study is to compare an evaluation ofBalanced Scorecard methodimplementation in measuring the performance between RSUD Pandan Arang Boyolali and RSUD Semarang. This Balanced Scorecard is a tool that viewed the hospital performancebased on four perspectives namely financial, customer, internal business processes, and learning and growth perspective. ThisBalanced Scorecardmethod would help both of hospital to develop their performance evaluation system for improving their services.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KERJA  Analisa Metode Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta).

ANALISIS METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KERJA Analisa Metode Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta).

Abstrak Unit rawat inap rumah sakit merupakan media utama yang dapat dimanfaatkan rumah sakit sebagai penghubung tanggapan pasien terhadap pelayanan jasa kesehatan yang diberikan. Unit rawat inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta menunjukkan bahwa pencapaian target yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit pada tahun 2011,2012 dan 2013 dinilai cukup baik, walaupun menurunnya tanggapan pelayanan jasa kesehatan pada tahun 2012 dibanding tahun 2011 dan 2013. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kinerja dengan lebih tepat. balanced scorecard dinilai dapat memberikan gambaran yang menyeluruh terhadap kinerja rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan data sekunder laporan keuangan rumah sakit dan data primer angket kepuasan pelanggan (pasien) dan karyawan. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Dari penelitian ini diperoleh gambaran bahwa perspektif keuangan menunjukkan hasil yang cukup baik dengan peningkatan profit margin, peningkatan Return On Invesment (ROI), tingkat kepuasan konsumen, profitabilitas konsumen yang meningkat, jumlah pasien rata-rata yang dirawat, produktivitas karyawan dan tingkat kepuasan karyawan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

Begitu juga dengan rumah sakit, rumah sakit merupakan sebuah orga nisasi yang bergerak di bidang jasa yang memberikan pelayanan medis kepada masyarakat dalam upaya menaikkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Rumah sakit juga harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi karena rumah sakit adalah fasilitas kesehatan yang padat dengan modal, ilmu pengetahuan tentang kesehatan dan peralatan yang mendukung kegiatan medis yang serba canggih.

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...