Top PDF PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

Regurgitasi adalah keluarnya kembali (tumpah, gumoh) susu yang telah ditelan ketika atau beberapa saat setelah minum susu botol atau menyusu dan jumlahnya hanya sedikit (Rusepno H & Husein A, 1985). Jangan sepelekan gumoh pada bayi anda, meski sebenarnya gumoh adalah kondisi normal yang biasa terjadi pada bayi tetapi jika berlebihan dan tidak ditangani bisa mengakibatkan komplikasi dan terganggunya pertumbuhan bayi. Di Indonesia 70% bayi berumur kurang dari empat bulan dipastikan mengalami gumoh minimal sekali sehari. Kejadian itu mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia bayi. Walau begitu, ternyata hanya sekitar 25%
Show more

26 Read more

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0­6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0­6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional menggunakan uji hipotesa Rank Spearmans dan uji T­test. Hasil : Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari 98 bayi dalam populasi hanya 22 bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif dan 45 bayi mengkonsumsi susu formula, setelah melalui random diambil 22 bayi tiap kelompok (n=44). Setelah dilakukan penilaian dengan kuisioner dari 22 bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif terdapat 15 bayi (68,2%) mengalami regurgitasi sekali dalam sehari, 7 bayi (31,8%) mengalami regurgitasi lebih dari sekali dalam sehari, sedangkan bayi yang mengkonsumsi susu formula terdapat 5 bayi (22,7%) mengalami
Show more

2 Read more

PERBEDAAN FREKUENSI DIARE ANTARA BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN BAYI YANG DIBERI SUSU FORMULA PADA  Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja

PERBEDAAN FREKUENSI DIARE ANTARA BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN BAYI YANG DIBERI SUSU FORMULA PADA Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya serta sholawat dan salam yang senantiasa tercurah pada Rasulullah SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi yang Diberi ASI Eksklusif dengan Bayi yang Diberi Susu Formula pada Rentang Usia 2-4 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.”

13 Read more

PERBEDAAN FREKUENSI DIARE ANTARA BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN BAYI YANG DIBERI SUSU FORMULA PADA RENTANG USIA 2- 4 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATEN TENGAH

PERBEDAAN FREKUENSI DIARE ANTARA BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN BAYI YANG DIBERI SUSU FORMULA PADA RENTANG USIA 2- 4 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATEN TENGAH

The main indicator of public health ’ s degree is infant mortility rate (IMR). One of the main things that cause infant mortility is diarrhea. The existence of diarrhea ’ s incidence in infants can be caused due to errors in the form of food other than breast milk feeding at the age of 4 months or the practise of infant feeding with formula milk (replacement feeding). This research was an observational analytic research with cross sectional approach. Samples obtained amounted to 80 respondents who are infants aged 2-4 months in various “ posyandu ” in the area of Central Klaten. This sample had ful � illed the predetermined criteria. The research instrument used a questionnaire. for the result, there were 21 respondents of 80 respondents obtained who had diarrhea. Respondents of exclusive breastfeeding who had frequency of diarrhea is rarely as many as 5 babies, whereas 1 baby for often category. Respondents of infant formula who had frequency of diarrhea is rarely as many as 12 babies, whereas 3 babies for often category. There were signi� cant differences between infants who were breastfed exclusively with formula-fed infants againts diarrhea frequency indicated by the value of p = 0,032.
Show more

5 Read more

PENDAHULUAN  Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.

PENDAHULUAN Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.

Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortility Rate (IMR) (Notoatmodjo, 2007). Pada tahun 1960, angka kematian bayi (AKB) masih sangat tinggi yaitu 216 per 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 1992 AKB tercatat 68 per 1000 kelahiran hidup, kemudian menurun menjadi 57 per 1000 kelahiran hidup di tahun 1994, turun lagi menjadi 46 per 1000 kelahiran hidup di tahun 1997, dan pada tahun 2002-2003 penurunannya sudah mencapai 35 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini terus menurun, tetapi AKB di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya, yaitu 4,6 lebih tinggi dari Malaysia, 1,3 lebih tinggi dari Filipina dan 1,8 lebih tinggi dari Thailand. Dari semua penyebab kematian bayi di atas, terdapat tiga penyebab utama yang masih menjadi tantangan besar untuk diatasi. Ketiga hal tersebut adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), komplikasi perinatal dan diare. Gabungan tiga penyebab ini memberikan peran sebesar 75% terhadap kematian bayi (United Nation Development Program [UNDP], 2007).
Show more

4 Read more

DAFTAR PUSTAKA  Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.

Koletzko et al., 2005. Global Standard for The Composition of Infant Formula : Recommendations of an ESPGHAN Coordinated International Expert Group. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 41:584-599 Kumar V., Cotran R & Robbins S., 2007. Buku Ajar Patologi volume 2 edisi 7.

4 Read more

PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA BAYI YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTASURA

PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA BAYI YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTASURA

Pada analisis data penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney didapatkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif dengan kelompok bayi yang diberi susu formula. Kelompok bayi yang diberi susu formula memiliki angka kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif yaitu sebesar 775 gram per bulan. Sedangkan kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif mengalami kenaikan berat badan sebesar 633 gram per bulannya. Penelitian yang dilakukan Hanicar et al (2009) juga menunjukkan hasil yang sama. Pada usia 0-6 bulan, rerata penambahan berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif lebih rendah 8,8% daripada bayi yang diberi susu formula dan hasil uji statistik menunjukkan hasil yang signifikan.
Show more

12 Read more

PERBEDAAN PERTAMBAHAN PANJANG BADAN BAYI USIA 4 - 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

PERBEDAAN PERTAMBAHAN PANJANG BADAN BAYI USIA 4 - 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 30 bayi berusia 4 - 6 bulan dari beberapa Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo pada bulan Mei - Juli 2011. Data pertambahan panjang badan diperoleh dari pengukuran selisih panjang badan sekarang dengan panjang badan saat lahir kemudian dibagi dengan umur bayi, sedangkan jenis asupan diperoleh dari wawancara yang mengacu pada lembar kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan program Statistic Products and Service Solution (SPSS) for Windows Release 17.0 menggunakan uji statistik Independent t-test.
Show more

44 Read more

Perbedaan Pemberian Asi Eksklusif Dan Susu Formula Terhadap Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru

Perbedaan Pemberian Asi Eksklusif Dan Susu Formula Terhadap Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru

Abstrak:Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonatus lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lender darah, salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian diare yaitu susu formula. Pemberian air susu ibu (ASI) merupakan salah satu strategi utama untuk memenuhi kecukupan gizi, mencegah penyakit termasuk penyakit infeksi (diare) pada tahun-tahun awal kehidupan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan pemberian ASI Eksklusif dan susu formula terhadap kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru. Desain peneltian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan jumlah minimal sampel, dalam penelitian ini dengan jumlah sampel 60 responden Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney pada tingkat kemaknaan 95% (α < 0,05). Hasil penelitian diperoleh nilai P=0.010. Kesimpulan terdapat perbedaan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Ranotana Weru.
Show more

6 Read more

PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN ASI TIDAK EKSKLUSIF DI KELURAHAN BUMIJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS YOGYAKARTA

PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN ASI TIDAK EKSKLUSIF DI KELURAHAN BUMIJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS YOGYAKARTA

Dewasa ini berbagai cara telah dilakukan untuk mengungkit naiknya pemberian ASI terutama ASI Eksklusif, namun meski pun mulai banyak ibu-ibu yang kesadaran akan pemberian ASI-nya meningkat, tapi para ibu sering kali masih ragu dan tergoda menggunakan susu formula. Penurunan pemberian ASI Eksklusif merupakan salah satu hal yang diduga menjadi penyebab masih tingginya kejadian infeksi terutama diare yang akhirnya menurunkan status gizi anak menjadi lebih buruk. Bayi yang menetek pada ibunya sampai umur 6 bulan jarang sekali terkena diare, namun apabila bayi pada umur tersebut diberikan susu botol/susu formula, kadang-kadang dapat terkena diare (husaini, 2001).
Show more

15 Read more

PERBEDAAN BERAT BADAN DAN KEJADIAN INFEKSI PADA BAYI 0-6 BULAN YANG DIBERIKAN SUSU FORMULA DAN ASI EKSKLUSIF

PERBEDAAN BERAT BADAN DAN KEJADIAN INFEKSI PADA BAYI 0-6 BULAN YANG DIBERIKAN SUSU FORMULA DAN ASI EKSKLUSIF

Keywords : Exclusive breastfeeding; Baby Weight; Diarrhea; ARI; Formula milk. ABSTRAK Kecukupan ASI tidak hanya mendukung pertumbuhan yang sehat, tetapi juga perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang bayi. Direkomendasikan bahwa bayi sebaiknya diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama untuk mendapatkan pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang Optimal. Bayi yang diberi ASI Eksklusif secara keseluruhan memiliki berat badan normal, dan tidak ada yang mengalami kegemukan (obesitas) bahkan kurang gizi. ASI merupakan makanan utama dan terbaik untuk bayi. ASI terbukti melindungi anak terhadap berbagai penyakit infeksi seperti diare, ISPA dan lain-lain. Tujuan penelitian untuk menganalisis Perbedaan berat badan dan kejadian infeksi Pada Bayi 0-6 bulan yang diberikan susu formula dan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Nibong Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain study crossectional. Waktu penelitian dari bulan April sampai dengan September 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki bayi usia 0-6 bulan sebanyak 126 orang, 63 bayi 0-6 bulan yang diberikan ASI Eksklusif dan 63 orang bayi 0-6 bulan yang diberikan susu formula.
Show more

8 Read more

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Terjadinya rawan gizi pada bayi disebabkan antara lain oleh karena ASI banyak diganti oleh susu formula atau makanan pendamping ASI dengan jumlah dan cara yang tidak sesuai kebutuhan. Program pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Mandala pada tahun 2015 adalah sebesar 29,3%, masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi bayi usia 6-12 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan tidak diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala.
Show more

17 Read more

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Terjadinya rawan gizi pada bayi disebabkan antara lain oleh karena ASI banyak diganti oleh susu formula atau makanan pendamping ASI dengan jumlah dan cara yang tidak sesuai kebutuhan. Program pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Mandala pada tahun 2015 adalah sebesar 29,3%, masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi bayi usia 6-12 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan tidak diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala.
Show more

2 Read more

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 30.801 bayi usia 0-23 bulan di Indonesia diberi ASI dan MP-ASI (Kemenkes, 2013), dan menurut data SDKI (Kemenkes tahun 2012) menunjukkan 60 persen anak mendapat makanan pralaktasi selain ASI pada tiga hari pertama kehidupan. Makanan tambahan dan cairan diperkenalkan saat dini. Walaupun sekitar setengah anak berumur di bawah dua bulan menerima ASI saja namun persentase pemberian ASI saja menurun terus setelah dua bulan pertama. Lebih dari 7 diantara 10 anak umur 4-5 bulan sudah menerima makanan tambahan 44 persen, air putih 8 persen, susu atau cairan tambahan lainnya 8 persen sebagai tambahan dari ASI atau sepenuhnya sudah disapih 13 persen. Dari data Riskesdas 2013 menunjukkan provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi dengan cakupan pemberian makanan pralakteal tertinggi pada bayi yaitu 62,7 persen dan yang paling rendah adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 22,2 persen. Jenis makanan prelakteal yang diberikan ke bayi adalah susu formula sebesar 79, 8 persen. Cakupan makanan jenis susu formula di Indonesia yang tertinggi di Kepulauan Riau (95,5 persen) dan Bali (93,7 persen) sedangkan cakupan terendah di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 40,2 persen.
Show more

14 Read more

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

ASI merupakan makanan yang ideal untuk tumbuh kembang bayi. Bayi yang tidak memperoleh ASI, hanya diberi susu formula pada bulan pertama kehidupannya, memiliki resiko tinggi untuk menderita gizi buruk, diare, alergi dan penyakit infeksi lainnya. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan bayi (Prasetyo, 2009; Yuliarti, 2010). Manfaat ASI eksklusif selain pada bayi juga pada ibu bahkan bermanfaat bagi negara (Utami, 2000 dalam Pamotan, 2013).

26 Read more

PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI SUSU FORMULA                    Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI SUSU FORMULA Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

Latar Belakang: Berdasarkan Kemenkes RI, diperoleh data pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 37,55% lebih rendah jika dibandingkan pada tahun 2010 dan 2011 sebesar 61,3% dan 61,5%. Sedangkan di Jawa Timur menunjukkan hanya 47% bayi yang mendapat ASI eksklusif. Pada tahun 2014, data dari Dinkes Kabupaten Ngawi menunjukkan hanya 414 atau 37,5% bayi yang diberi ASI eksklusif dari jumlah bayi yang disurvey sebanyak1104 bayi. Pemberian ASI Eksklusif berperan penting bagi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal, sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bayi usia 06 bulan yang diberi ASI ekslusif dengan yang diberi susu formula di Kecamatan Ngawi.
Show more

14 Read more

PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI SUSU FORMULA                    Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI SUSU FORMULA Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan yang diberi ASI eksklusif dengan yang diberi susu formula di Kabupaten Ngawi pada bulan Januari 2015. Jumlah responden disesuaikan dengan perhitungan estimasi besar sampel yaitu 42 responden dengan metode pengambilan sampel cluster random sampling. Caranya dengan mendata seluruh Kelurahan di Kecamatan Ngawi kemudian dipilih salah satu secara random lalu dari Kelurahan yang sudah dipilih didata kembali seluruh posyandu yang ada selanjutnya dilakukan pemilihan posyandu secara random. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia
Show more

11 Read more

PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA BAYI USIA 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA BAYI USIA 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

Dari keseluruhan responden diketahui skoring KPSP menunjukan nilai 9-10, yang berarti perkem- bangan anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Hanya ada 1 orang bayi dari bayi yang diberi susu for- mula yang memiliki perkembangan yang meragukan dengan Skoring KPSP bernilai 8. Menurut Depkes (2007), Penyimpangan atau masalah perkembangan disebabkan banyak faktor diantaranya tingkat kes- ehatan, status gizi serta pengaruh lingkungan; juga yang merupakan faktor yang tak kalah pentingnya yaitu stimulasi atau rangsangan perkembangan anak. Hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang dilaku- kan oleh Eva Latifah et al (2010) yang menyatakan bahwa lama pemberian ASI tidak mempengaruhi perkembangan Sosial-Emosi anak, namun banyak faktor yang dapat mempengaruhi Tumbuh Kembang anak diantaranya Stimulasi Psiko-sosial anak. Oleh karena itu, kepada Ibu bayi yang memiliki perkem- bangan yang meragukan agar selalu memantau per- tumbuhan dan perkembangan anaknya, dengan mel- akukan rangsangan perkembangan atau stimulasi agar kepandaian atau tahapan perkembangan bayinya dapat berlangsung sesuai dengan umur bayi. Hasil Uji Statistik t test diperoleh nilai P=0,027 (P>0,05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disi- mpulkan bahwa ada perbedaan antara Perkembangan Psiko-sosial bayi usia 6 bulan yang diberi ASI Eksk- lusif dengan Perkembangan Psiko-sosial Bayi Usia 6 bulan yang diberi Susu Formula.
Show more

9 Read more

PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA BAYI USIA 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG ANTARA BAYI USIA 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

dunia harus sesuai standar RDA (Recommendation Dietary Allowence). Standar RDA untuk susu for- mula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Komposisi susu for- mula tersebut, mengandung acuan ASI sebagai Gold standard. Hasil penelitian yang berbeda dibuktikan pula sebelumnya oleh Salsabila (2010), bahwa status gizi bayi usia 6-12 bulan yang diberi Susu Formula lebih baik dibanding bayi yang diberikan ASI. Hal ini diduga semua responden Ibu bayi sudah mengerti akan kebutuhan konsumsi atau asupan susu formula yang diperlukan oleh bayi dan status ekonomi kel- uarga yang memadai sehingga walaupun bayi tidak diberikan ASI Eksklusif, kebutuhan asupan nutrisi yang diperlukan bayi bisa terpenuhi sehingga bayi memiliki berat badan normal atau sesuai dengan kur- va pertumbuhannya. Walaupun dari hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara berat badan bayi yang diberi ASI Eksklusif dan Susu Formula, pemberian Susu Formula tetap harus diminimalkan dan pemberian ASI Eksklusif harus ditingkatkan karena didalam ASI Eksklusif terdapat zat anti bodi yang baik untuk mekanisme pertahanan tubuh bayi terhadap penyakit serta mengandung nu- trien penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.
Show more

9 Read more

DAFTAR PUSTAKA  Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

Conita. 2014. Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 3-6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan yang tidak diberi ASI eksklusif di Puskesmas Gang Sehat Kecamatan Pontianak Selatan. Skripsi. Depkes RI. 2008. Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota. Jakarta: Depkes RI pp. 86, 108,110, 162.

4 Read more

Show all 10000 documents...