Top PDF PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan alamiah untuk bayi. Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini dari yang semestinya. Oleh karena itu ibu-ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui berhasil. Banyak alasan yang dikemukakan ibu-ibu antara lain, ibu merasa bahwa ASI nya tidak cukup, atau ASI tidak keluar pada hari-hari pertama kelahiran bayi. Sesungguhnya hal itu tidak disebabkan karena ibu tidak memproduksi ASI yang cukup, melainkan karena ibu tidak percaya diri bahwa ASI nya cukup untuk bayinya. Disamping informasi tentang cara-cara menyusui yang baik dan benar belum menjangkau sebagian besar ibu-ibu (Depkes, 2002).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0­6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0­6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

Setelah dilakukan penilaian dengan kuisioner dari 22 bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif terdapat 15 bayi 68,2% mengalami regurgitasi sekali dalam sehari, 7 bayi 31,8% mengalami regurgi[r]

2 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI 0 – 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN MULYOREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO SURABAYA

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI 0 – 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN MULYOREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO SURABAYA

Sebagian besar bayi usia 06 bulan memiliki perkembangan motorik kasar normal. Lebih dari separuh bayi usia 06 bulan diberi non ASI eksklusif (ASI + PASI dan PASI). Tidak ada perbedaan signifikan antara perkembangan motorik kasar bayi usia 06 bulan yang diberi ASI eksklusif dan non ASI eksklusif. Bagaimanapun ASI mempunyai kelebihan dibanding susu formula maupun PASI lain. Kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kampanye pemberian ASI eksklusif perlu dioptimalkan terkait masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat dan pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi usia 06 bulan dilihat dari sedikitnya jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif. Penggunaan susu formula perlu dipertimbangkan karena di sisi lain bisa menimbulkan diare dan dapat menimbulkan alergi.Penelitian ini hanya meneliti tentang pemberian ASI sehingga belum menjelaskan secara lebih mendalam mengenai faktor lain yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar bayi. Maka masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERTAMBAHAN PANJANG BADAN BAYI USIA 4 - 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

PERBEDAAN PERTAMBAHAN PANJANG BADAN BAYI USIA 4 - 6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 30 bayi berusia 4 - 6 bulan dari beberapa Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Gatak Kabupaten Sukoharjo pada bulan Mei - Juli 2011. Data pertambahan panjang badan diperoleh dari pengukuran selisih panjang badan sekarang dengan panjang badan saat lahir kemudian dibagi dengan umur bayi, sedangkan jenis asupan diperoleh dari wawancara yang mengacu pada lembar kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan program Statistic Products and Service Solution (SPSS) for Windows Release 17.0 menggunakan uji statistik Independent t-test.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA BAYI YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DAN SUSU  Perbedaan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Antara Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA BAYI YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DAN SUSU Perbedaan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Antara Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

Pada analisis data penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney didapatkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif dengan kelompok bayi yang diberi susu formula. Kelompok bayi yang diberi susu formula memiliki angka kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif yaitu sebesar 775 gram per bulan. Sedangkan kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif mengalami kenaikan berat badan sebesar 633 gram per bulannya. Penelitian yang dilakukan Hanicar et al (2009) juga menunjukkan hasil yang sama. Pada usia 0-6 bulan, rerata penambahan berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif lebih rendah 8,8% daripada bayi yang diberi susu formula dan hasil uji statistik menunjukkan hasil yang signifikan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEJADIAN  DIARE PADA BAYI BERUSIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI  Perbandingan Kejadian Diare Pada Bayi Berusia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Tidak Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Grog

PERBANDINGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI BERUSIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI Perbandingan Kejadian Diare Pada Bayi Berusia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Tidak Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Grog

Latar Belakang: Diare masih menjadi suatu problematika bagi kesehatan masyarakat terutama di Indonesia. Kejadian diare terbanyak menyerang kelompok usia 6-24 bulan. Hal ini terjadi karena bayi mulai mendapatkan makanan tambahan di luar ASI, dimana resiko ikut sertanya kuman pada makanan tambahan tinggi. Air Susu Ibu (ASI) merupakan air susu yang mengandung antibodi dan antibiotik sehingga anak yang diberikan ASI memiliki daya tahan tubuh yang lebih stabil dibandingkan dengan anak yang diberi susu formula. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian diare bayi yang diberi ASI Eksklusif dibandingkan dengan yang diberi tidak ASI eksklusif pada rentang usia 6-9 bulan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN ASI TIDAK EKSKLUSIF DI KELURAHAN BUMIJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS YOGYAKARTA

PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN ANTARA YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN ASI TIDAK EKSKLUSIF DI KELURAHAN BUMIJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS YOGYAKARTA

Setelah usia 6 bulan, disamping ASI dapat pula diberikan makan tambahan (MP-ASI), namun pemberiannya harus diberikan secara tepat kapan mulai pemberian, apa yang harus diberikan, berapa jumlah yang diberikan dan frekuensi pemberian untuk menjaga kesehatan bayi (Rosidah, 2008). Pemberian makanan tambahan harus disesuaikan dengan maturitas saluran pencernaan bayi dan kebutuhannya (Narendra dkk, 2008). Namun kebanyakan ibu sudah memberikan susu formula kepada bayinya sebelum berusia 6 bulan. Hal ini dapat kita lihat dari rendahnya pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia yaitu bayi yang mendapat ASI Eksklusif sampai usia 5 bulan hanya 14% dan 8% sampai usia 6 bulan (Depkes, 2004).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN FREKUENSI DIARE ANTARA BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN BAYI YANG DIBERI SUSU FORMULA PADA RENTANG USIA 2- 4 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATEN TENGAH

PERBEDAAN FREKUENSI DIARE ANTARA BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN BAYI YANG DIBERI SUSU FORMULA PADA RENTANG USIA 2- 4 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATEN TENGAH

Jenis makanan yang diberikan pada bayi usia 2-4 bulan dalam penelitian ini berupa ASI eksklusif dan susu formula. ASI eksklusif yaitu pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim selama 4 bulan atau 6 bulan. Pemberian susu formula yaitu bayi diberi makanan berupa ASI tidak eksklusif. Alat ukur : kuesioner, hasil ukur : ASI eksklusif dan susu formula dengan skala nominal.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Antara Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

PENDAHULUAN Perbedaan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Antara Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

Berdasarkan penelitian, bayi yang mendapatkan ASI eklusif memperoleh berat yang lebih selama bulan ke 1 dan 2 sedangkan yang mendapat susu formula memperoleh berat lebih setelah bulan ke 3 hidupnya. Pada bulan ke 4, bayi dengan ASI eksklusif mengonsumsi 20% kalori lebih rendah per harinya dibandingkan bayi dengan susu formula (Dennison, 2006). Namun, hasil penelitian Dintansari dkk (2010) menunjukkan rata-rata penambahan berat badan bayi umur 6 bulan yang diberi MP-ASI adalah 3.858,53 gram yang lebih rendah dibandingkan bayi yang tanpa diberi MP- ASI atau dalam penelitian ini hanya diberi ASI eksklusif yaitu 4.800,09 gram. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan berat badan bayi dengan ASI eksklusif lebih besar daripada yang diberi MP-ASI.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 30.801 bayi usia 0-23 bulan di Indonesia diberi ASI dan MP-ASI (Kemenkes, 2013), dan menurut data SDKI (Kemenkes tahun 2012) menunjukkan 60 persen anak mendapat makanan pralaktasi selain ASI pada tiga hari pertama kehidupan. Makanan tambahan dan cairan diperkenalkan saat dini. Walaupun sekitar setengah anak berumur di bawah dua bulan menerima ASI saja namun persentase pemberian ASI saja menurun terus setelah dua bulan pertama. Lebih dari 7 diantara 10 anak umur 4-5 bulan sudah menerima makanan tambahan 44 persen, air putih 8 persen, susu atau cairan tambahan lainnya 8 persen sebagai tambahan dari ASI atau sepenuhnya sudah disapih 13 persen. Dari data Riskesdas 2013 menunjukkan provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi dengan cakupan pemberian makanan pralakteal tertinggi pada bayi yaitu 62,7 persen dan yang paling rendah adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 22,2 persen. Jenis makanan prelakteal yang diberikan ke bayi adalah susu formula sebesar 79, 8 persen. Cakupan makanan jenis susu formula di Indonesia yang tertinggi di Kepulauan Riau (95,5 persen) dan Bali (93,7 persen) sedangkan cakupan terendah di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 40,2 persen.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.

PENDAHULUAN Perbedaan Frekuensi Diare Antara Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Bayi Yang Diberi Susu Formula Pada Rentang Usia 2 - 4 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Klaten Tengah.

Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortility Rate (IMR) (Notoatmodjo, 2007). Pada tahun 1960, angka kematian bayi (AKB) masih sangat tinggi yaitu 216 per 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 1992 AKB tercatat 68 per 1000 kelahiran hidup, kemudian menurun menjadi 57 per 1000 kelahiran hidup di tahun 1994, turun lagi menjadi 46 per 1000 kelahiran hidup di tahun 1997, dan pada tahun 2002-2003 penurunannya sudah mencapai 35 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini terus menurun, tetapi AKB di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya, yaitu 4,6 lebih tinggi dari Malaysia, 1,3 lebih tinggi dari Filipina dan 1,8 lebih tinggi dari Thailand. Dari semua penyebab kematian bayi di atas, terdapat tiga penyebab utama yang masih menjadi tantangan besar untuk diatasi. Ketiga hal tersebut adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), komplikasi perinatal dan diare. Gabungan tiga penyebab ini memberikan peran sebesar 75% terhadap kematian bayi (United Nation Development Program [UNDP], 2007).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI YANG MEMBERIKAN ASI SAJA DAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS NGAMPILAN YOGYAKARTA TAHUN 2009

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI YANG MEMBERIKAN ASI SAJA DAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS NGAMPILAN YOGYAKARTA TAHUN 2009

Pendidikan yang tinggi didukung dengan informasi yang banyak tentang ASI Eksklusif. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Rusiwati tahun 2007 tentang ASI Eksklusif di mana sebagian besar responden berpendidikan SMA. Informasi tentang ASI Eksklusif dapat diperoleh dari berbagai sumber, yaitu melalui leaflet dan poster tentang ASI Ekslusif di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lain, majalah, buku dan media masa baik cetak maupun elektronik. Ketersediaan informasi tentang ASI Eksklusif didukung dengan program memasyarakatkan ASI Eksklusif dari pemerintah. Informasi tentang ASI Eksklusif didukung dengan daya serap informasi yang akan semakin meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa seseorang yang mendapatkan informasi yang lebih banyak akan mempunyai pengetahuan yang lebih baik. ( Notoatmodjo,1997 )
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Angka Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru

Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Angka Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru

Breast milk contains nutrients and antibodies that are desperately needed an infant against various infectious diseases, whether caused by bacteria, viruses and other triggers. Feeding early weaning will cause the incidence of gastrointestinal infections like diarrhea that cause high infant mortality rate in Indonesia. Diarrhea in Indonesia still in second rank of 10 diseases in primary care populations. This study aimed to determine the relationship of exclusive breastfeeding with incidence of diarrhea in infants age 0-6 months in working area of District Community Health Center of Johar Baru (Puskesmas Johar Baru). This study is retrospective with cross sectional design. This study conducted during February- September 2015. Respondents are baby age 6-7 months as many as 30 babies. The data was collected by quetioner to their parents. The data was analyzed using chi square. This result showed that as many as 3 babies with history of exclusive breastfeeding were diarrhea, and 11 babies were not. Baby with no history of exclusive breastfeeding as many as 7 babies were diarrhea, and 9 babies were not. The result found that P value (0,196) > 0,05 which means insignificant. The conclusions is there is no significant relationship between exclusive breastfeeding with incidence of diarrhea in baby age 0-6 months in working area of Puskesmas Johar Baru. Advice for future study to examine the factors of diarrhea other than the exclusive breastfeeding.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Perbedaan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Antara Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Antara Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

Arifin, S. 2004. Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Artikel Ilmiah. Medan: Bagian Gizi dan Kesehatan MasyarakatFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Arisman. 2010. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC.

4 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 BULAN ANTARA YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GROBOGAN

PERBEDAAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 BULAN ANTARA YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GROBOGAN

Sedangkan pada bayi yang mendapatkan Non ASI Eksklusif lebih sering mengalami diare. Hal ini berkaitan dengan sistem pencernaan bayi, pada bayi yang mendapat susu formula hanya dapat menyerap sedikit protein dan juga harus membuang lebih banyak protein yang sukar diresorpsi. Bayi sulit menyerap lemak sehingga menyebabkan bayi menjadi diare. Tempat pemberian susu formula seperti dot juga berperan terhadap kejadian diare karena menyebabkan mikroorganisme masuk ke dalam tubuh bayi (Purwanti, 2004).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN STATUS GIZI BAYI UMUR 0-6 BULAN ANTARA BAYIYANG MENDAPATKAN ASI DENGAN BAYI YANG MENDAPATKANASI DAN SUSU FORMULA DI KELURAHAN DUKUH Perbedaan Status Gizi Bayi Umur 0-6 Bulan Antara Bayi Yang Mendapatkan ASI Dengan Bayi Yang Mendapatkan ASI Dan S

PERBEDAAN STATUS GIZI BAYI UMUR 0-6 BULAN ANTARA BAYIYANG MENDAPATKAN ASI DENGAN BAYI YANG MENDAPATKANASI DAN SUSU FORMULA DI KELURAHAN DUKUH Perbedaan Status Gizi Bayi Umur 0-6 Bulan Antara Bayi Yang Mendapatkan ASI Dengan Bayi Yang Mendapatkan ASI Dan S

Metode penelitan :Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri atas 2 kelompok populasi yaitu populasi bayi umur 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Pra-laktal sebanyak 31 bayi dan populasi bayi umur 0-6 bulan yang mendapatkan ASI ditambah susu formula sebanyak 32 bayi. Uji perbedaan dengan Independent sample t Test.

18 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEJADIAN  DIARE PADA BAYI BERUSIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI  Perbandingan Kejadian Diare Pada Bayi Berusia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Tidak Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Grog

PERBANDINGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI BERUSIA 0-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERI Perbandingan Kejadian Diare Pada Bayi Berusia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Tidak Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Grog

Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukan bahwa terdapat 11 kejadian diare (32,35%) pada bayi yang diberi ASI Eksklusif dan 21 kejadian diare (70%) pada bayi yang diberi tidak ASI eksklusif. Setelah dilakukan hasil uji statistik dengan Chi Square Test, menunjukkan bahwa nilai p = 0,003 (p<0,005) sehingga bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kejadian diare yang bermakna antara bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan bayi yang diberi tidak ASI eksklusif. Nilai Odd Ratio (OR) sebesar 0,205, hal ini berarti bayi yang meminum ASI Eksklusif mempunyai kemungkinan 0,205 kali terkena diare dibandingkan dengan yang tidak ASI Eksklusif. Nilai OR 0,205 dapat juga diinterpretasikan bahwa probabilitas bayi yang ASI Eksklusif untuk menderita diare adalah sebesar 18 %.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Diberi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tembung Kota Medan Tahun 2016

The objective of the research was to find out the difference in nutrition status of 6-12 month-old babies breastfed with exclusive ASI and without exclusive ASI. The research used observational with cross sectional design on 55 and 55 babies without exclusive ASI, taken by using random sampling technique. The data were gathered by conducting interviews and obtaining the data on babies’ nutrition status in the working area of Mandala Puskesmas and analyzed by using unvariate analysis and bivariate analysis with Uji Mann Whitney.

2 Baca lebih lajut

Perbedaan Pertambahan Panjang dan Berat Badan Bayi Usia 2-6 Bulan yang Mendapatkan ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pajang . The Difference of Increment of Length and Weight Gain Between Infants Aged 2-6 Months Who Received E

Perbedaan Pertambahan Panjang dan Berat Badan Bayi Usia 2-6 Bulan yang Mendapatkan ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pajang . The Difference of Increment of Length and Weight Gain Between Infants Aged 2-6 Months Who Received E

Methods: This was an analytic observational study with cross sectional approach, using simple random sampling technique. The number of the samples was 60 infants aged 2-6 months from some Posyandu (integrated health service units) in the neighborhood of regional Primary Health Center in Pajang in May-July 2014. Increment of length and weight gain data obtained by measuring the difference between current length and weight and those at birth then divided by infants’ age. Breastfeeding pattern was derived from the questionnaire. Data were analyzed using statistical test Mann Whitney and Independent t-test.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia 3 Dan 6 Bulan Yang Mendapat Asi Eksklusif dan Yang Tidak Mendapat Asi di Posyandu Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2014

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia 3 Dan 6 Bulan Yang Mendapat Asi Eksklusif dan Yang Tidak Mendapat Asi di Posyandu Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2014

Departemen Kesehatan RI. 2009. Pedoman Pelaksanan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Dalam:Hidayat, R., 2014.Perbedaan Hasil Pengukuran Perkembangan Balita Menggunakan Denver Developmental Screening Test- II (DDST-II) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) di RW 6 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hal: 21

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...