Top PDF Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Chapter III VI

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Chapter III VI

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Chapter III VI

Pengaruh jenis kelamin pada metabolisme obat masih menjadi belum memberikan kesimpulan yang jelas akan perbedaannya. Parameter berat badan, tinggi badan, luas permukaan tubuh, total air dalam tubuh dan air ekstra/intra seluler memang berbeda antara laki-laki dan perempuan dan berbeda pada saat kehamilan. Dari tinjauan yang ada haloperidol tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dikarenakan haloperidol yang terikat dengan protein. Obat-obatan yang sering digunakan untuk penanganan gangguan jiwa lain yang dipengaruhi oleh jenis kelamin diantaranya klozapin, olanzapin, litium, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dan asam valproat. Obat-obatan ini telah dibuktikan lebih tinggi konsentrasi plasmanya pada perempuan dibandingkan dengan laki- laki.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Merokok pada orang dengan gangguan jiwa menyebabkan umur harapan hidup yang lebih rendah yaitu 61 tahun dibandingkan dengan populasi umum (72 tahun). Penyebab kematian terbanyak adalah penyakit jantung koroner, dimana faktor risikonya adalah merokok, obesitas, dislipidemia, diabetes, dan hipertensi.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian “Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi pada psikosis Akut Antara Individu Yang merokok dengan yang tidak merokok Di UGD Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan” dan setelah mendapat kesempatan tanya jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, termasuk risikonya, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia menjadi peserta dalam penelitian tersebut
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Hipotesis dopamin menyatakan bahwa antipsikotika mengurangi gejala psikosis dengan menurunkan aktivitas dopamin. Pada awalnya hipotesis ini diusulkan oleh Arvid Carlsson dari Swedia, didasarkan pada pengamatan haloperidol dan klorpromazin meningkatkan kadar berbagai metabolit dopamin di area yang kaya dopamin pada otak tikus. Kedua obat ini juga diamati mempunyai efek yang inkonsisten pada neurotransmiter yang lain. Arvid Carlsson menginterpretasikan ini penemuan ini dengan mengindikasikan bahwa kedua obat ini berperan sebagai antagonis dopamin dan sistem pengaturan diri sendiri/self- regulating berkompensasi dengan peningkatan produksi dopamin. Peneliti
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

2. Dr. dr. Elmeida Effendy, M. Ked. K. J. , Sp. K. J.(K), selaku Ketua Program Studi PPDS-I Ilmu Kedokteran Jiwa FK USU, juga sebagai Pembimbing I penulisan tesis ini dan sebagai guru yang penuh kesabaran dan perhatian telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan, dorongan, dukungan, kesempatan luas dan memberi masukan-masukan yang berharga kepada penulis selama penulis mengikuti pendidikan spesialisasi.

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Perbedaan Efek Haloperidol Pada Penanganan Agitasi Psikosis Akut Antara Individu Yang Merokok Dengan Yang Tidak Merokok Di Ugd Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Subjects who were smoker or non-smoker and came into Prof. M. Ildrem Mental Hospital, Medan with agitation symptoms were treated with intramuscular haloperidol injection. Clinical response were qounted with Bahasa Indonesia version of Overt Agitation Severity Scale (OASS). OASS were rated at the beginning and 4 times in 2 hours every 30 minutes. Subjects who did not response could received 2nd dose of haloperidol. The clinical responses were then compared between groups. Result

2 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Kualitas hidup dapat diartikan sebagai derajat dimana seseorang menikmati kemungkinan dalam hidupnya. Chang dan Weissman (2004) menjelaskan bahwa kenikmatan tersebut memiliki dua komponen yaitu pengalaman, kepuasan dan kepemilikan atau pencapaian beberapa karateristik dan kemungkinan-kemungkinan tersebut merupakan hasil dari kesempatan dan keterbatasan setiap orang dalam hidupnya dan merefleksikan interaksi faktor personal dan lingkungan. Kreitler dan Ben (2004 dalam Kurs, 2015) menambahkan kualitas hidup sebagai persepsi individu mengenai keberfungsian mereka di dalam bidang kehidupan. Dalam hal ini bahwa kualitas hidup dibentuk oleh suatu gagasan yang terdiri dari aspek kognitif dan afektif karena penilaian individu terhadap suatu kondisi mempengaruhi secara efektif dan menimbulkan reaksi terhadap kondisi emosi individu tersebut.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling lama berhubungan dengan pasien, berhadapan dengan pasien yang penyakitnya beragam dan tuntutan pekerjaan dapat menjadi salah satu sumber stres yang kuat pada perawat dalam bekerja sehingga dibutuhkan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah 56 perawat yang terlibat langsung dalam memberikan langsung asuhan keperawatan jiwa pada pasien. Tehnik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kecerdasan emosi sebanyak 26 aitem dan skala stres kerja 33 item. Analisa data menggunakan tehnik korelasi Pearson dari statistik parametrik dengan koefisioen korelasi r = -0.598 dan p = 0.00 (p < 0.01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin rendah stres kerja, begitu pula sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi stres kerja yang dialami oleh perawat tersebut. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera utara perlu mengalokasikan dana untuk kegiatan merancang program penelitian kecerdasan emosi yang difokuskan pada bidang self awareness, self management, self motivation dan anger management bagi perawat yang memiliki kecerdasan emosi rendah yang bertujuan untuk membantu perawat dalam melatih kemampuan mengontrol emosi sehingga dapat menyelesaikan masalahnya tanpa harus menimbulkan stres yang nantinya akan menghambat kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Hubungan Rotasi Kerja Dan Burnout Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Hubungan Rotasi Kerja Dan Burnout Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Saya adalah mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara rotasi kerja dan burnout dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. Muhammad Ildrem Medan.

14 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemampuan Pasien Mengontrol Halusinasi di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemampuan Pasien Mengontrol Halusinasi di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti. Populasi dapat berupa orang, benda, gejala, atau wilayah yang ingin diketahui oleh peneliti (Setiadi, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia yang datang berobat di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M Ildrem Medan. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti, didapat 3.653 jumlah pasien skizofrenia pada periode 01 Januari – 30 April 2016 dengan rata-rata jumlah pasien halusinasi per bulannya yaitu 913 orang.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Hubungan Rotasi Kerja Dan Burnout Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Hubungan Rotasi Kerja Dan Burnout Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Study Deskriptif Burnout dan koping stress pada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 11, 1-6.[r]

9 Baca lebih lajut

Hubungan Rotasi Kerja Dan Burnout Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Hubungan Rotasi Kerja Dan Burnout Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Penelitian ini mengacu pada model konseptual dan teori keperawatan menurut Peplau dan King. Konsep Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan psikiatrik dengan teori psikodinamik yang menekankan pentingnya hubungan antara manusia. Teori Peplau (1991) memandang keperawatan sebagai suatu proses yang penting. Keperawatan berpartisipasi dalam menyusun struktur sistem asuhan kesehatan untuk memfasilitasi kondisi yang alami dari kecenderungan manusia dalam mengembangkan hubungan interpersonal. Seorang perawat harus mampu berkolaborasi dengan tenaga profesional lainnya guna memperlihatkan fungsi mereka sebagai perawat. Teori Peplau lebih berfokus pada individu, perawat dan proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Menurut Invancevich dan Matteson (dalam Luthans, 2006), medefinisikan stres kerja sebagai respon adaptif yang dihubungkan oleh perbedaan individu dan atau proses psikologi yang merupakan konsekuensi tindakan, intuisi, atau kejadian eksternal (lingkungan) yang menempatkan tuntutan psikologis dan atau fisik secara berlebihan pada seseorang. Dalam definisi lain, Behr dan Newman (dalam Luthans, 2006), menyatakan stres kerja sebagai kondisi yang muncul dari interaksi antara manusia dan pekerjaan serta dikarakterisasikan oleh perubahan manusia yang memaksa mereka menyimpang dari fungsi normal mereka.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

aplikasi terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada klien isolasi sosial di Rumah Sakit Jiwa Prof. Muhammad Ildrem Medan

aplikasi terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada klien isolasi sosial di Rumah Sakit Jiwa Prof. Muhammad Ildrem Medan

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan berkat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan pengalaman belajar lapangan komprehensif (PBLK) dengan judul “aplikasi terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada klien isolasi sosial di Rumah Sakit Jiwa Prof. Muhammad Ildrem Medan”.

8 Baca lebih lajut

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Stress Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh.[r]

4 Baca lebih lajut

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Berdasarkan uraian-uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut dengan mengadakan pe nelitian yang berjudul “Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara tahun 2015”.

8 Baca lebih lajut

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling lama berhubungan dengan pasien, berhadapan dengan pasien yang penyakitnya beragam dan tuntutan pekerjaan dapat menjadi salah satu sumber stres yang kuat pada perawat dalam bekerja sehingga dibutuhkan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah 56 perawat yang terlibat langsung dalam memberikan langsung asuhan keperawatan jiwa pada pasien. Tehnik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kecerdasan emosi sebanyak 26 aitem dan skala stres kerja 33 item. Analisa data menggunakan tehnik korelasi Pearson dari statistik parametrik dengan koefisioen korelasi r = -0.598 dan p = 0.00 (p < 0.01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin rendah stres kerja, begitu pula sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi stres kerja yang dialami oleh perawat tersebut. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera utara perlu mengalokasikan dana untuk kegiatan merancang program penelitian kecerdasan emosi yang difokuskan pada bidang self awareness, self management, self motivation dan anger management bagi perawat yang memiliki kecerdasan emosi rendah yang bertujuan untuk membantu perawat dalam melatih kemampuan mengontrol emosi sehingga dapat menyelesaikan masalahnya tanpa harus menimbulkan stres yang nantinya akan menghambat kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling lama berhubungan dengan pasien, berhadapan dengan pasien yang penyakitnya beragam dan tuntutan pekerjaan dapat menjadi salah satu sumber stres yang kuat pada perawat dalam bekerja sehingga dibutuhkan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah 56 perawat yang terlibat langsung dalam memberikan langsung asuhan keperawatan jiwa pada pasien. Tehnik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling . Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kecerdasan emosi sebanyak 26 aitem dan skala stres kerja 33 item. Analisa data menggunakan tehnik korelasi Pearson dari statistik parametrik dengan koefisioen korelasi r = -0.598 dan p = 0.00 (p < 0.01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin rendah stres kerja, begitu pula sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi stres kerja yang dialami oleh perawat tersebut. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera utara perlu mengalokasikan dana untuk kegiatan merancang program penelitian kecerdasan emosi yang difokuskan pada bidang self awareness, self management, self motivation dan anger management bagi perawat yang memiliki kecerdasan emosi rendah yang bertujuan untuk membantu perawat dalam melatih kemampuan mengontrol emosi sehingga dapat menyelesaikan masalahnya tanpa harus menimbulkan stres yang nantinya akan menghambat kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM DI KOTA MEDAN (1981-2015).

PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM DI KOTA MEDAN (1981-2015).

Ketika kita berbicara tentang kesehatan, tidak hanya tentang tubuh yang sehat tetapi juga tentang mental yang sehat. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...