Top PDF PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS  SOSIAL EKONOMI ORANG TUA  Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

Remaja merupakan individu yang masih labil. Terkadang para remaja melakukan perbuatan yang menyimpang atau disebut nakal. Perbuatan remaja yang menyimpang sering membuat kerugian bagi pihak lain. Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya status sosial ekonomim orangtua. Kondisi kurang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari remaja dalam kondisi tersebut mencari cara untuk bisa memenuhi kebutuhannya dengan cara yang mungkin kurang benar dan cenderung kearah yang negatif misalnya dengan mencuri atau pemalakan. Tujuan penelitian yaitu 1) mengetahui perbedaan kenakalan remaja ditinjau dari sosial ekonomi orangtua; 2) mengetahui tingkat kenakalan remaja. Hipotesis yang diajukan: ada perbedaan kenakalan remaja ditinjau dari sosial ekonomi orangtua
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

PENDAHULUAN Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

Kondisi keluarga merupakan salah satu penentu perilaku nakal pada anak. Menurut Gerungan (2002) 63% dari anak yang nakal dalam suatu lembaga pendidikan adalah anak yang berasal dari keluarga tidak utuh, 70% dari anak yang sulit dididik adalah dari keluarga yang tidak teratur, tidak utuh atau mengalami tekanan yang terlampau berat. Menurut penelitian dari McCord (dalam Kartono, 2003) menunjukkan bahwa pada usia dewasa, mayoritas remaja nakal tipe terisolir meninggalkan tingkah laku kriminalnya. Paling sedikit 60 % menghentikan perbuatannya pada usia 21 sampai 23 tahun.

4 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS  Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

Hasil analisis nilai t= 2,120; p=0,034 (p<0,05), menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kenakalan remaja antara SSE rendah dengan SSE tinggi. Nilai rata- rata (mean) status sosial ekonomi orangtua rendah= 87,146, dan status sosial ekono mi orangtua tinggi = 81,318. Artinya kenakalan remaja yang memiliki SSE orangtua rendah lebih tinggi dibandingkan remaja yang memiliki SSE orangtua tinggi.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KETERAMPILANPENALARAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

PENGARUH KETERAMPILANPENALARAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

c. Dengan kekayaan atau harta benda yang dimiliki, orang tua harus memanfaatkan dan menggunakannya ke jalan yang baik. Selain untuk kebutuhan kehidupan keluarganya, harta yang berlebih bisa disalurkan untuk kepentingan sosial, membantu fakir miskin, menyumbang mereka yang terkena bencana alam, dan sebagainya. Khususnya untuk kepentingan sekolah anaknya, orang tua harus tak segan-segan memfasilitasi segala keperluan yang dibutuhkan anaknya, dengan membelikan buku-buku bacaan yang bermanfaat; membelikan komputer atau apa saja yang bisa menunjang belajar anaknya; mengikutkan kursus-kursus atau tambahan pelajaran yang diperlukan anaknya. Dengan cara itu semua, anak akan terkondisi belajarnya, sebab suasana belajar yang tercipta secara kondusif akan membangunkan semangat anak untuk belajar, dan meraih cita-cita sesuai dengan yang diidamkan.
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

Analisis kompetensi pedagogik guru ditinjau dari usia, pengalaman kerja, dan status sosial ekonomi : studi empirik pada beberapa guru SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Analisis kompetensi pedagogik guru ditinjau dari usia, pengalaman kerja, dan status sosial ekonomi : studi empirik pada beberapa guru SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengalaman memang merupakan hal yang penting bagi setiap orang, karena dengan melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya kita bisa mencontoh pengalaman baik, ataupun memanfaatkan pengalaman buruk kita guna perbaikan diri. Begitu pula seorang guru, banyaknya pengalaman dalam mengajar akan membantu dirinya untuk semakin meningkatkan kompetensi mengajarnya. Tapi kenyataannya, guru-guru baru juga memiliki kompetensi pedagogik yang sama dengan para guru yang memiliki jam terbang tinggi dalam mengajar. Faktor- faktor penyebab tidak adanya perbedaan kompetensi pedagogik guru ditinjau dari aspek pengalaman kerja antara lain :
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kesejahteraan Siswa Smp Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

PENDAHULUAN Kesejahteraan Siswa Smp Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

Diharapkan mampu lebih memahami hal-hal yang membuat siswa sejahtera berkaitan dengan kergaman status sosial ekonomi orang tua sisiwa. Dari pemahaman tersebut dapat berguna untuk menambahkan program, fasilitas, sumber daya tenaga pengajar dan sebagainya guna menciptakan dan meningkatkan perasaan sejahtera siswa.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Minat Mahasiswa Berprofesi Guru Ditinjau Dari Jenis Kelamin Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi Fkip Ums Angkatan 2009.

PENDAHULUAN Minat Mahasiswa Berprofesi Guru Ditinjau Dari Jenis Kelamin Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi Fkip Ums Angkatan 2009.

Setiap individu dalam proses perkembangan mengalami belajar berperan sesuai dengan jenis laki-laki dan perempuan (seksnya) masing- masing. Fakih (2006:71) mengemukakan bahwa “Gender atau jenis kelamin merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural”. Perubahan ciri dan sifat-sifat yang terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat lainnya disebut konsep gender. Kualitas yang tercakup dalam peran seks tidak hanya berupa tipe aktivitas tertentu, tetapi juga karakteristik kepribadian. Dalam penelitian ini yang dimaksud jenis kelamin adalah perbedaan minat laki-laki dan perempuan terhadap profesi guru bidang studi akuntansi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

Penelitian ini termasuk jenis penelitian expost facto. Menurut Zainal Arifin (2012:43) penelitian expost facto dimulai dengan dua kelompok yang berbeda kemudian menetapkan sebab-sebab dari perbedaan tersebut. Penelitian dimulai dengan menggambarkan keadaan sekarang yang dianggap sebagai akibat dari faktor yang terjadi sebelumnya, kemudian mencoba menyelidiki ke belakang guna menetapkan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan persepsi siswa tentang guru matematika terhadap prestasi belajar matematika.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DITINJAU DARI USIA, PENGALAMAN KERJA, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DITINJAU DARI USIA, PENGALAMAN KERJA, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI

Pengalaman memang merupakan hal yang penting bagi setiap orang, karena dengan melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya kita bisa mencontoh pengalaman baik, ataupun memanfaatkan pengalaman buruk kita guna perbaikan diri. Begitu pula seorang guru, banyaknya pengalaman dalam mengajar akan membantu dirinya untuk semakin meningkatkan kompetensi mengajarnya. Tapi kenyataannya, guru-guru baru juga memiliki kompetensi pedagogik yang sama dengan para guru yang memiliki jam terbang tinggi dalam mengajar. Faktor- faktor penyebab tidak adanya perbedaan kompetensi pedagogik guru ditinjau dari aspek pengalaman kerja antara lain :
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Hubungan antara sikap wirausaha dengan minat berwirausaha ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua.

Hubungan antara sikap wirausaha dengan minat berwirausaha ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua.

Ditambahkan pula, menurut Kasmir (2009:33) beberapa penyebab seseorang untuk berminat dan memulai usaha di antaranya adalah: (1) sengaja terjun menjadi pengusaha yaitu seseorang yang sengaja mendirikan usaha. Hal ini dimulai dari hobi atau belajar dari kesuksesan orang lain. Kesuksesan dan kegagalan orang lain menjadi panutan dan pedoman dalam menjalankan usahanya. (2) kerja sampingan atau iseng yaitu usaha yang dilakukan di luar pekerjaan pokok untuk mencari pendapatan tambahan. Biasanya sekedar untuk mengisi waktu luang. (3) coba-coba, umumnya dilakukan oleh mereka yang belum memiliki pengalaman. Tetapi tidak sedikit orang yang memulai usaha dengan coba- coba akhirnya mencapai sukses yang besar. dan (4) terpaksa, cara ini dilakukan oleh seseorang yang lama menganggur, mulai dari lulus sekolah atau kuliah dan melamar pekerjaan tetapi tidak satupun yang mau menerimanya. Ada beberapa wirausaha yang sukses karena keterpaksaan. 2. Pengaruh Positif Tingkat Pendapatan Orang Tua terhadap
Baca lebih lanjut

205 Baca lebih lajut

Sosial Ekonomi Keluarga dan Hubungannya dengan Kenakalan Remaja di Desa Lantasan Baru Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Sosial Ekonomi Keluarga dan Hubungannya dengan Kenakalan Remaja di Desa Lantasan Baru Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Masa remaja merupakan peralihan dari masa anak menuju masa dewasa. Pada tahap ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya dari usia 14 pada pria dan 12 pada wanita. Sementara United Nations (UN) atau PBB menyebutnya sebagai anak muda (youth) untuk usia 15-24 tahun. Ini kemudian disatukan dalam batasan kaum muda (young people) yang mencakup usia 10-24 tahun. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya ke budaya lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orangtua mereka. Sedangkan menurut klasifikasi World Health Organization (WHO) remaja mulai dari usia 10 s/d 19 tahun (http: //belajarpsikologi.com/ 20012/ 26/ definisi-remaja). Batasan menurut WHO inilah yang digunakan penulis sebagai acuan dalam menentukan populasi dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SIKAP WIRAUSAHA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

HUBUNGAN ANTARA SIKAP WIRAUSAHA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

dominan mempengaruhi minat berwirausaha. Menurut Saiman (2009:26) faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berminat menjadi wirausaha adalah laba, kebebasan, impian personal, dan kemandirian. Selain itu, Saiman (2009:22) juga berpendapat bahwa dunia kewirausahaan perlu diperkenalkan sedini mungkin. Mata pelajaran atau mata kuliah kewirausahaan dapat diajarkan di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas atau kejuruan, maupun perguruan tinggi. Tujuannya adalah setelah lulus sekolah, kuliah, ataupun putus sekolah dapat termotivasi untuk berminat menjadi seorang wirausaha. Sedangkan Soemanto (2006:37) berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha pada anak yaitu pola-pola kehidupan masyarakat, perubahan dunia kerja, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca lebih lanjut

203 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KESADARAN MENYEKOLAHKAN ANAK DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN ORANG TUA DI PULISEN, BOYOLALI TAHUN 2010

PERBEDAAN KESADARAN MENYEKOLAHKAN ANAK DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN ORANG TUA DI PULISEN, BOYOLALI TAHUN 2010

Kesadaran diri merupakan proses mengenali motivasi, pilihan dan kepribadian kita lalu menyadari pengaruh faktor-faktor tersebut atas penilaian, keputusan dan interaksi kita dengan orang lain (http//www.google/definisi kesadaran diri,com). Paulo Freire menggolongkan kesadaran manusia menjadi tiga golongan, yakni: Kesadaran Magis (magical consciousness), Kesadaran Naif (naival consciousness) dan Kesadaran Kritis (critical consciousness). (Copyright @ indoskripsi.com 2009. Website hosting by IdeBagus). Menurut Kamus Ilmiah Populer, kata konsep secara etimologi adalah ide umum, pemikiran, rancangan atau rencana dasar. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata konsep diartikan dengan rancangan. Sedangkan kesadaran berakar dari kata sadar, menurut Kamus Ilmiah Populer kata sadar secara etimologi dapat diartikan sebagai ingat akan dirinya atau merasa dan insaf. Sedangkan secara terminologi kesadaran adalah keinsafan akan perbuatannya serta keadaan yang sedang dialaminya. Adapun konsep kesadaran yang dimaksud dalam studi ini adalah rancangan atau ide umum Paulo Freire mengenai kesadaran seseorang akan keadaan serta perbuatannya.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Profil literasi finansial siswa dalam memecahkan masalah aritmatika sosial ditinjau dari perbedaan status sosial ekonomi orang tua.

Profil literasi finansial siswa dalam memecahkan masalah aritmatika sosial ditinjau dari perbedaan status sosial ekonomi orang tua.

Manfaat Bagi Siswa Deskripsi profil literasi finansial siswa SMP dalam memecahkan masalah aritmatika sosial dengan latar belakang orang tua memiliki status sosial ekonomi tinggi, status[r]

241 Baca lebih lajut

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Sedangkan hasil penelitian yang menunjukkan ada perbedaan harga diri dan interaksi sosial antara siswa yang mengajukan bantuan uang sekolah dengan siswa yang tidak mengajukan bantuan uang sekolah, hal ini sejalan dengan pendapat dari Abdulsyani (2007), bahwa status dan peranan sosial merupakan unsur baku dalam stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial menempatkan seseorang atau sekelompok orang pada kedu- dukan tertentu. Kedudukan tertentu ini tergambar dari hak dan kewajiban yang dimiliki, tingkat penghormatan yang diterima, dan kewenangan yang diakui. Unsur yang bisa menjadi faktor pembentukan suatu kelas sosial, salah satunya adalah dilihat dari segi sosial ekonomi. Dari sumber ekonomi terbentuklah kelas sosial ekono- mi seperti kaya dan miskin, ekonomi kuat dan ekonomi lemah. Stratifikasi sosial dapat terjadi karena ada sesuatu yang dibanggakan oleh setiap orang atau sekelompok orang dalam kehidupan masyarakat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN MINAT BERWIRAUSAHA REMAJA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DI DESA WASIAT, KECAMATAN NGOMBOL, KABUPATEN PURWOREJO.

PERBEDAAN MINAT BERWIRAUSAHA REMAJA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DI DESA WASIAT, KECAMATAN NGOMBOL, KABUPATEN PURWOREJO.

Pada tahun pertama kehidupan, interaksi sosial anaka sangat terbatas, yang utamanya adalah dengan ibu dan pengasuhnya. Pada masa kanak – kanak, anak telah memasuki sekolah sehingga hubungan dengan anak – anak lain semakin bertambah, dan minat pada keluarga semakin berkurang. Pada usia remajapergaulan dan interaksi sosial dengan teman sebaya bertambah luas dan kompleks dibandingkan dengan masa – masa sebelumnya termasuk pergaulan dengan lawan jenis. Agar remaja dapat bergaul dengan baik dalam kelompok sosialnya diperlukan kompetensi sosial yang berupa kemampuan dan ketrampilan berhubungan dengan orang lain. Keberhasilan dalam pergaulan sosial akan menambah rasa percaya diri pada diri remaja dan ditolak oleh kelompok merupakan hukuman yang paling berat bagi remaja. C. Minat Berwirausaha
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

KESEJAHTERAAN SISWA SMP DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA   Kesejahteraan Siswa Smp Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

KESEJAHTERAAN SISWA SMP DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Kesejahteraan Siswa Smp Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mengenai ragam pengertian siswa SMP terkait kesejahteraan ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua adalah bahwasannya secara umum rata-rata partisipan memaknai kesejahteraan merupakan kehidupan yang tenteram, damai, dan rukun. Siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua rendah memaknai kesejahteraan lebih kepada perasaan yang berbahagia. Siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua menengah memaknai kesejahteraan dengan kehidupan yang tenteram, rukun,, dan damai, sedangkan untuk siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua tinggi memaknai kesejahteraan cukup variariatif yakni dengan perasaan bahagia, kehidupan yang tenteram, rukun, dan damai, juga pencapaian-pencapaian atas hal- hal yang diinginkan sebagai tujuan. Pengalaman-pengalaman yang membuat siswa SMP tersebut merasa sejahtera secara umum didominasi oleh jawaban hubungan yang baik dengan orang lain, misalnya orang tua, guru, dan teman. Hal tersebut juga senada dengan jawaban dari kelompok siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua rendah dan menengah. Dari kedua kelompok siswa dengan status sosial ekonomi tersebut keduanya juga didominasi oleh jawaban bahwa pengalaman yang membuat siswa tersebut bahagia ialah hubungan yang baik dengan orang lain misal orang tua, guru, dan teman. Perbedaan terlihat pada kelompok siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua tinggi. Pada kelompok siswa ini pengalaman yang mampu menciptakan perasaan sejahtera siswa ialah pencapaian – pencapaian atas hal yang dinginkannya sebagai tujuan, misal prestasi belajar baik akademik maupun non-akademik, menjuarai sebuah lomba, dan lain-lain. Sumber kebahagian siswa SMP secara umum berasal dari keluarga. Artinya pengalaman-pengalaman sejahtera yang dirasakan oleh siswa SMP kebanyakan berasal dari hubungan yang baik dengan orang tua dan keluarga. Hal tersebut senada dengan jawaban 3 kelompok siswa dengan status sosial ekonomi rendah, menengah, maupun, tinggi. Ketiga kelompok siswa tersebut kesemuanya didominasi oleh jawaban keluarga.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA    Aisyah,  2010.  Pengaruh  Pola  Asuh  Orang  Tua  Terhadap  Tingkat  Agresivitas  Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Agresivitas Pada Remaja.

DAFTAR PUSTAKA Aisyah, 2010. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Agresivitas Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Agresivitas Pada Remaja.

Astuti, A. 2005. Resiliensi pada Remaja ditinjau dari Pola Asuh Demokratis Orang Tua dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua. Skripsi ( Tidak Diterbitkan ).Yogyakarta : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia.

4 Baca lebih lajut

Perbedaan intensi perilaku prososial pada remaja ditinjau dari status sosial Ekonomi orang tua.

Perbedaan intensi perilaku prososial pada remaja ditinjau dari status sosial Ekonomi orang tua.

This is a quantitative comparative research in order to know the differences in adolescents prosocial behavior intention viewed from parent’s socio -economic status. Socio-economic status is an independent variable, and pro social behavior intention is a dependent variable. Subjects consisted of 207 adolescents aged 15-21 years. The data collection method using pros ocial behavior intention scale (α = 0.908 ). Analytical results from this study using One Way ANOVA with the acquisition value of the probability or significance at 0.002 (p <0.05). This results shows that there were differences in adolescents pro social b ehavior intentions viewed from parents’ socio -economic status. The differences of three socio-economic status group show that adolescent from high and middle socio - economic status have the prosocial behavior intentions significantly than adolescent from lower socioeconomic status, while the prosocial behaviors intention in adolescents of middle socio - economic status did not differ significantly by high socio -economic status.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...