Top PDF Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

viii KAJIAN POTENSI EKOWISATA DANAU TOBA DI PANTAI PARIS DESA TIGARAS KECAMATAN DOLOK PARDAMEAN KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA SKRIPSI PUTRI YANTI ROMAULI SIMANJUNTAK 13030[r]

15 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata ketinggian mandibular alveolar ridge kelompok bergigi lebih besar dibandingkan kelompok edentulus. Kelompok wanita bergigi didapatkan nilai rata-rata terbesar pada titik premolar kanan sebesar 29,53 mm ± 2,36 mm dan terkecil pada titik molar kiri sebesar 25,48 mm ± 2,41 mm. Kelompok wanita edentulus didapatkan nilai rata-rata terbesar pada titik molar kanan sebesar 22,26 mm ± 3,67 mm dan terkecil pada titik premolar kiri sebesar 21,21 mm ± 4,79 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan ketinggian mandibular alveolar ridge secara signifikan pada wanita edentulus dan bergigi. Rata-
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan ketinggian mandibular alveolar ridge pada wanita edentulus dan bergigi. Secara statistik, terdapat perbedaan siginifikan pada masing-masing titik pengukuran antara kelompok bergigi maupun edentulus. Nilai rata-rata keseluruhan ketinggian mandibular alveolar ridge pada wanita edentulus adalah 21,78 mm ± 3,88 mm dan pada wanita bergigi adalah 27,71 mm ± 2,77 mm. Hasil ini sesuai dengan penelitian Ramadhani (2015) di Indonesia, mendapatkan hasil bahwa nilai rata-rata ketinggian mandibular alveolar ridge pada kelompok bergigi lebih besar dibandingkan dengan kelompok edentulus.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Ketinggian maxillary alveolar ridge dapat diukur menggunakan radiografi panoramik. Penurunan ketinggian alveolar ridge terjadi karena mengalami resorpsi fisiologis secara perlahan akibat tidak adanya stimulus gaya mekanis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan dan rata-rata ketinggian maxillary alveolar ridge pada wanita edentulus dan bergigi menggunakan radiografi panoramik. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 40 orang wanita bergigi dan edentulus. Pengukuran dilakukan dengan mengukur jarak antara titik paling bawah ridge infraorbital dan alveolar crest maksila pada titik insisif, premolar kanan dan kiri, molar kanan dan kiri. Uji statistik menggunakan independent t test.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Ketinggian maxillary alveolar ridge dapat diukur menggunakan radiografi panoramik. Penurunan ketinggian alveolar ridge terjadi karena mengalami resorpsi fisiologis secara perlahan akibat tidak adanya stimulus gaya mekanis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan dan rata-rata ketinggian maxillary alveolar ridge pada wanita edentulus dan bergigi menggunakan radiografi panoramik. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 40 orang wanita bergigi dan edentulus. Pengukuran dilakukan dengan mengukur jarak antara titik paling bawah ridge infraorbital dan alveolar crest maksila pada titik insisif, premolar kanan dan kiri, molar kanan dan kiri. Uji statistik menggunakan independent t test.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

28. Guler AU, Sumer M, Sumer P, Bicer I. 2005. The evaluation of vertical heights of maxillary and mandibular bones and the location of anatomic landmarks in panoramic radiographs of edentulous patients for implant dentistry. J Oral Rehabil 2005; 32 : 741-6.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Lampiran 2 LEMBARAN PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN Dalam rangka menyelesaikan studi Kedokteran Gigi, saya akan melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan Ketinggian Man[r]

14 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

tomografi struktur wajah termasuk lengkung gigi maksila dan mandibula beserta struktur pendukungnya. 25 Radiografi panoramik merupakan salah satu radiografi ekstraoral yang telah digunakan secara umum di kedokteran gigi. Salah satu kelebihan panoramik adalah dosis radiasi yang relatif kecil dimana dosis radiasi yang diterima pasien untuk satu kali foto panoramik hampir sama dengan dosis empat kali foto intraoral. 26

10 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Penelitian Ramadhani (2015) bahwa terdapat perbedaan cukup besar antara nilai rata-rata ketinggian mandibular alveolar ridge pada kelompok pria bergigi dan edentulus. Pengukuran mandibular alveolar ridge pada rahang tidak bergigi, regio anterior lebih tinggi dibandingkan dengan regio posterior.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Bone height measurement of maxillary and mandibular bones in panoramic radiographs of edentulous patients.. Atrophy of the residual alveolar ridge following tooth loss in a historical p[r]

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Kekurangan utama dari radiografi panoramik adalah bahwa gambar tidak menunjukkan detail anatomi yang baik seperti pada radiografi intraoral, sehingga tidak cocok untuk mendeteksi lesi karies yang kecil, struktur marginal jaringan periodonsium, atau penyakit-penyakit periapikal. Terkadang ada jaringan yang overlap, seperti servikal tulang belakang, dapat menyembunyikan lesi-lesi odontogenik, khususnya pada daerah insisal. Kerugian lain dari radiografi panoramik adalah: 29

14 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan ketinggian maxillary alveolar ridge pada wanita edentulus dan bergigi. Secara statistik, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok bergigi dengan edentulus pada masing-masing titik pengukuran kecuali gigi molar kanan. Pada gigi molar kanan, terdapat perbedaan namun tidak signifikan antara wanita bergigi dengan wanita edentulus. Penelitian Abdulhadi et al (2009) di Malaysia, mengatakan bahwa resorpsi alveolar ridge terjadi setelah kehilangan gigi. Lamanya kehilangan gigi mempengaruhi besarnya resorpsi alveolar ridge dan menyebabkan penurunan ketinggian alveolar ridge.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Telepon/ HP : Setelah mendapat penjelasan mengenai penelitian dan paham akan apa yang akan dilakukan, diperiksa, didapatkan penelitian yang berjudul: “PERBEDAAN KETINGGIAN MAXILLARY AL[r]

15 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Penelitian Zhang et al (2015) di USA dengan menggunakan radiografi cone beam computerized tomography (CBCT), mendapatkan hasil bahwa pada bagian anterior maksila, resorpsi alveolar ridge pada insisivus lateralis adalah paling kecil. Resorpsi di bagian anterior gigi lebih kecil terjadi pada wanita edentulus dibandingkan dengan pria edentulus.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Edentulus merupakan indikator kesehatan mulut dari suatu populasi. 1 Kehilangan gigi merupakan suatu keadaan lepasnya satu atau lebih gigi dari soket tulang alveolar. Kehilangan gigi terjadi akibat penyakit periodontal, trauma, gigi yang terlibat kista dan tumor, gigi yang sudah tidak dapat lagi dilakukan perawatan endodontik dan karies. 2 Kehilangan gigi pada wanita lebih banyak dijumpai. 1 Menurut laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, edentulus penuh di Indonesia mengalami penurunan dari 2,1% di tahun 2007 menjadi 0,6% di tahun 2013. Demikian juga pada umur 35-54 tahun, dan umur lebih dari 65 tahun diharapkan 20 gigi berfungsi dengan baik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hasil Penelitian diperoleh bahwa pada masyarakat di Desa Korpri Kecamatan Berastagi yang menyirih lebih dari 10 tahun diperoleh hasil pada kelompok penurunan tulang alveolar yang ringan sebanyak 2% dan pada kelompok penurunan tulang alveolar yang sedang sebanyak 90% dan pada kelompok penurunan tulang alveolar yang berat sebanyak 8%.

12 Baca lebih lajut

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Penelitian ini telah dilakukan pada penduduk Desa Korpri Kecamatan Berastagi. Untuk memperoleh identitas dan riwayat medis responden dilakukan wawancara dengan bantuan kuisioner. Kemudian pada proses seleksi sampel, dilakukan radiografi panoramik selanjutnya di ukur penurunan tulang alveolar dengan pengukuran secara manual. Selain itu, juga dilakukan seleksi berdasarkan umur yaitu umur 30 – 40 tahun dan telah menyirih lebih dari 10 tahun.Penelitian ini melibatkan 40 sampel yang berjenis kelamin perempuan. Unsur yang ada ketika responden menyirih adalah pinang, daun sirih dan kapur sebagai bahan utama dan omposisi tambahan yaitu, tembakau, kapulaga, kayu manis, cengkeh, pala, gambir, lada hitam, jahe kering dan kunyit. Dalam penelitian ini diperiksa penurunan tulang alveolar dari CEJ pada mesial distal gigi 34, 35, 36, 37, 44, 45,46 dan 47 yang dikategorikan sesuai umur dan lama menyirih.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Pengaruh Kebiasaan Menyirih Terhadap Tingkat Keparahan Resesi Gingiva Pada Masyarakat di Kecamatan Sopai , Kabupaten Toraja Putra http://www.repository.unhas.ac.id 15 September 2015.. Wa[r]

3 Baca lebih lajut

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Menyirih merupakan proses meramu campuran dari bahan – bahan yang telah dipilih dan dibungkus kemudian dikunyah kurang lebih 30 menit. Bahan menyirih ini terdiri dari berbagai macam mulai dari tembakau, pinang, gambir, sirih dan tembakau. Kebiasaan menyirih tidak beda dengan merokok, minum teh atau kopi. Kebiasaan ini sangat sulit untuk dihilangkan dan menimbulkan kecanduan. Efek negatif dari menyirih terhadap gigi dan gingiva dapat menimbulkan stein selain itu dapat menyebabkan penyakit periodontal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kehilangan tulang alveolar pada masyarakat Tanah Karo yang ditinjau secara radiografi panoramik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Jaringan periodontal sangat perlu dipelihara karena merupakan sistem fungsional yang mengelilingi gigi dan melekat pada tulang rahang agar tidak terlepas dari soketnya. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, cemento, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Menurut penelitian dari Welmince Oktofina Fatlolona bahwa 42 orang papua yang menyirih 32(76,2%) orang memiliki oral hygine yang buruk dan 10(23,8%) orang memiliki oral hygine yang sangat buruk. 1

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...