Top PDF Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

ini sesuai dengan penelitian D’Souza (2012) di India, yang mendapatkan hasil bahwa faktor anatomi yaitu kuantitas dan kualitas tulang dari alveolar ridge memainkan peranan penting untuk terjadinya resorpsi alveolar ridge. 17 Kemungkinan hal ini juga disebabkan karena ketinggian maxillary alveolar ridge pada masing-masing sampel bervariasi pada kelompok wanita bergigi dan kelompok wanita edentulus. Didapatkan ketinggian maxillary alveolar ridge pada beberapa sampel kelompok wanita bergigi lebih rendah daripada kelompok wanita edentulus. Hal ini berhubungan dengan kurva spee di mana keadaan dalam normal ketinggian alveolar ridge pada titik molar lebih rendah daripada titik yang lain. 8
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan ketinggian maxillary alveolar ridge antar regio, regio anterior pada titik insisif memiliki nilai ketinggian paling besar dan titik molar memiliki nilai ketinggian paling kecil. Hal ini sesuai dengan penelitian Reich et al (2011) di France, yang mendapatkan hasil bahwa regio anterior memiliki nilai ketinggian paling besar dan regio posterior memiliki nilai ketinggian paling kecil. 5 Penelitian Zhang et al (2015) di USA, mendapatkan hasil bahwa pada bagian anterior maksila, resorpsi alveolar ridge pada insisivus lateralis adalah paling kecil. Pada wanita edentulus, resorpsi paling kecil terjadi pada bagian gigi anterior. 10 Hal ini dapat disebabkan beberapa faktor. Pertama, ketinggian alveolar ridge pada keadaan normal yang paling rendah terletak pada regio posterior yaitu molar, kemudian diikuti premolar dan paling tinggi di anterior sesuai dengan kurva spee. Kedua, pada regio anterior mandibula terdapat perlekatan otot genial, sehingga gaya yang diberikan daerah tersebut pada saat oklusi menstimulasi adaptasi metabolisme alveolar ridge di maksila sehingga memiliki ketinggian yang lebih besar.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sampel kelompok bergigi lebih besar dibandingkan kelompok edentulus. Kelompok wanita bergigi didapatkan nilai rata-rata paling besar pada titik insisif sebesar 37,57mm ± 3,34mm dan paling kecil pada titik molar kanan sebesar 33,87mm ± 2,81mm. Kelompok wanita edentulus didapatkan nilai rata-rata paling besar pada titik insisif sebesar 35,30mm ± 2,79mm dan paling kecil pada titik molar kanan sebesar 31,84mm ± 3,85mm. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan ketinggian maxillary alveolar ridge secara signifikan pada wanita edentulus dan bergigi kecuali gigi molar kanan. Rata-rata ketinggian maxillary alveolar ridge pada wanita edentulus adalah 33,35mm ± 3,43mm dan pada wanita bergigi adalah 35,66mm ± 3,21mm.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Telepon/ HP : Setelah mendapat penjelasan mengenai penelitian dan paham akan apa yang akan dilakukan, diperiksa, didapatkan penelitian yang berjudul: “PERBEDAAN KETINGGIAN MAXILLARY AL[r]

15 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Kekurangan utama dari radiografi panoramik adalah bahwa gambar tidak menunjukkan detail anatomi yang baik seperti pada radiografi intraoral, sehingga tidak cocok untuk mendeteksi lesi karies yang kecil, struktur marginal jaringan periodonsium, atau penyakit-penyakit periapikal. Terkadang ada jaringan yang overlap, seperti servikal tulang belakang, dapat menyembunyikan lesi-lesi odontogenik, khususnya pada daerah insisal. Kerugian lain dari radiografi panoramik adalah: 29

14 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Bone height measurement of maxillary and mandibular bones in panoramic radiographs of edentulous patients.. Atrophy of the residual alveolar ridge following tooth loss in a historical p[r]

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik Chapter III VI

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan ketinggian mandibular alveolar ridge pada wanita edentulus dan bergigi. Nilai rata-rata ketinggian mandibular alveolar ridge wanita edentulus lebih rendah dibandingkan dengan wanita bergigi pada masing-masing titik pengukuran. Pada gigi molar kanan, nilai rata-rata lebih besar pada wanita bergigi yaitu 26,09 mm ± 2,05 mm, dibandingkan dengan wanita edentulus 22,26 mm ± 3,67 mm. Pada gigi molar kiri, nilai rata-rata mandibular alveolar rigde lebih besar pada wanita bergigi yaitu 25,48 mm ± 2,41 mm, dibandingkan dengan wanita edentulus 21,97 mm ± 2,87 mm. Hasil ini sesuai dengan penelitian Panchbhai (2013) di India, yang mendapatkan hasil nilai rata-rata mandibular alveolar rigde pada gigi molar lebih besar pada wanita bergigi yaitu 3,12 mm ± 0,43 mm, dibandingkan dengan wanita edentulus 2,11 mm ± 0,53 mm. 6 Penelitian Canger et al (2013) di Turki, mendapatkan hasil nilai rata-rata mandibular alveolar rigde pada gigi molar lebih besar pada wanita bergigi yaitu 32,72 mm ± 2,46 mm, dibandingkan dengan wanita edentulus 19,71 mm ± 4,03 mm.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Penelitian Zhang et al (2015) di USA dengan menggunakan radiografi cone beam computerized tomography (CBCT), mendapatkan hasil bahwa pada bagian anterior maksila, resorpsi alveolar ridge pada insisivus lateralis adalah paling kecil. Resorpsi di bagian anterior gigi lebih kecil terjadi pada wanita edentulus dibandingkan dengan pria edentulus.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Penelitian Canger et al (2010) di Turki dengan menggunakan radiografi panoramik¸ mendapatkan hasil bahwa pada pasien edentulus resorpsi alveolar ridge pada maksila lebih kecil daripada mandibula. Resorpsi lebih besar terjadi pada rahang tidak bergigi dibandingkan dengan rahang bergigi. 7

1 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Faktor anatomi berpengaruh terhadap resorpsi alveolar ridge yaitu kuantitas dan kualitas tulang dari alveolar ridge. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa jika volume tulang lebih besar, maka resorpsi yang terjadi akan terlihat. Faktor anatomis lain yang sangat penting untuk peningkatan resorpsi adalah kepadatan tulang. Kepadatan tulang pada suatu waktu tidak menunjukkan status metabolisme tulang yang telah terjadi meliputi aktivitas osteoklastik dan osteoblastik.

10 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

28. Guler AU, Sumer M, Sumer P, Bicer I. 2005. The evaluation of vertical heights of maxillary and mandibular bones and the location of anatomic landmarks in panoramic radiographs of edentulous patients for implant dentistry. J Oral Rehabil 2005; 32 : 741-6.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Lampiran 2 LEMBARAN PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN Dalam rangka menyelesaikan studi Kedokteran Gigi, saya akan melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan Ketinggian Man[r]

14 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 40 orang wanita edentulus dan bergigi. Pengukuran dilakukan secara komputerisasi dengan mengukur jarak antara titik paling inferior dari mandibula dan alveolar crest pada rahang bawah di titik insisivus, premolar kanan dan kiri, molar kanan dan kiri. Uji statistik menggunakan independent t test.

1 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Penelitian Ramadhani (2015) bahwa terdapat perbedaan cukup besar antara nilai rata-rata ketinggian mandibular alveolar ridge pada kelompok pria bergigi dan edentulus. Pengukuran mandibular alveolar ridge pada rahang tidak bergigi, regio anterior lebih tinggi dibandingkan dengan regio posterior.

3 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Mandibular Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

viii KAJIAN POTENSI EKOWISATA DANAU TOBA DI PANTAI PARIS DESA TIGARAS KECAMATAN DOLOK PARDAMEAN KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA SKRIPSI PUTRI YANTI ROMAULI SIMANJUNTAK 13030[r]

15 Baca lebih lajut

Pola Kerusakan Tulang Alveolar Pada Pasien Yang Datang Ke Instalasiperiodonsia Menggunakan Radiografi BitewingDi Rsgm Fkg Usu Chapter III VI

Pola Kerusakan Tulang Alveolar Pada Pasien Yang Datang Ke Instalasiperiodonsia Menggunakan Radiografi BitewingDi Rsgm Fkg Usu Chapter III VI

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati hasil radiografi bitewing pada pasien penderita penyakit periodontitis di instalasi periodonsia RSGM FKG USU. Pengamatan dilakukan untuk melihat pola kerusakan horizontal ataukah vertikal yang paling sering terjadi pada pasien penyakit periodontal di instalasi periodonsia RSGM FKG USU. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Moradi et al, hasil yang didapatkan adalah hasil dari perhitungan jarak antara CEJ dan ABC pada radiografi bitewing lebih mendekati perhitungan klinis jika dibandingkan dengan radiografi periapikal. 14
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kehilangan Tulang Alveolar Mandibula Regio Kanan Secara Radiografi Panoramik Dihubungkan Dengan Penyakit Periodontal Pada Masyarakat Kecamatan Medan Selayang Chapter III VI

Kehilangan Tulang Alveolar Mandibula Regio Kanan Secara Radiografi Panoramik Dihubungkan Dengan Penyakit Periodontal Pada Masyarakat Kecamatan Medan Selayang Chapter III VI

Merokok merupakan salah satu faktor risiko penyakit periodontal yang dapat dicegah. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan resesi gusi dan kehilangan tulang alveolar bahkan tanpa adanya penyakit periodontal. Beberapa studi mengindikasikan merokok dan nikotin meningkatkan inflamasi dengan mereduksi oksigen dalam jaringan gusi dan memicu produksi yang berlebihan dari faktor imun yang disebut sitokin (khususnya interleukin), yang berbahaya bagi sel dan jaringan.

22 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KETEBALAN KORTEKS MANDIBULA DITINJAU MENGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK ANTARA PRIA DAN WANITA SUKU BATAK DI FKG USU

PERBEDAAN KETEBALAN KORTEKS MANDIBULA DITINJAU MENGGUNAKAN RADIOGRAFI PANORAMIK ANTARA PRIA DAN WANITA SUKU BATAK DI FKG USU

Bapak/ibu, kegunaan radiografi pada pemeriksaan tulang sangat diperlukan karena radiografi menggambarkan jaringan keras pada rahang atas dan rahang bawah. Radiografi panoramik dapat digunakan untuk mendeteksi massa tulang dengan biaya yang rendah dibandingkan melakukan tes BMD (Bone Mineral Density). Salah satu teknik deteksi massa tulang adalah dengan mengukur ketebalan korteks mandibula berdasarkan letak foramen mental (Mental Index).

14 Baca lebih lajut

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Hubungan kehilangan tulang alveolar terhadap kebiasaan menyirih pada wanita karo pengungsi Sinabung ditinjau secara radiografi panoramik

Kapur yang digunakan dalam mengkonsumsi sirih mengandung zat kitin, produk kitin yang digunakan dalam menyirih berbentuk serbuk kapur yang dapat merusak jaringan periodonsium secara mekanis dengan cara pembentukan kalkulus yang akan menyebabkan peradangan jaringan periodontal dan kegoyangan gigi. Gigi-gigi menjadi aus dan berwarna kemerahan. Proses mengunyah sirih diakhiri dengan menyusur tembakau yakni menggosokkan segumpalan tembakau pada gigi untuk meratakan hasil mengunyah sirih. Tekanan tembakau pada waktu menyusur dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya resesi gingiva. Silikat yang terdapat di dalam daun tembakau dan pengunyahan dalam waktu yang lama berangsur-angsur akan mengikis elemen gigi sampai ke gingiva. Durasi dan frekuensi menyirih dapat mempengaruhi dari penurunan tulang alveolar. Umur juga dapat mempengaruhi cepatnya penurunan tulang alveolar sebagai contohnya di penelitian ini wanita berumur 35 tahun termasuk kategori berat karena frekuensinya menyirih dalam sehari lebih dari 5 kali, ini dapat menyebabkan penurunan tulang alveolar yang berat. 25
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...