Top PDF Perbedaan Metode Latihan Sirkuit Dengan Metode Latihan Interval Terhadap Kapasistas Vo2 Max Atlet Bulutangkis Unit Kegiatan Olahraga (Uko) Universitas Negeri Padang (Unp)

Perbedaan Metode Latihan Sirkuit Dengan Metode Latihan Interval Terhadap Kapasistas Vo2 Max Atlet Bulutangkis Unit Kegiatan Olahraga (Uko) Universitas Negeri Padang (Unp)

Perbedaan Metode Latihan Sirkuit Dengan Metode Latihan Interval Terhadap Kapasistas Vo2 Max Atlet Bulutangkis Unit Kegiatan Olahraga (Uko) Universitas Negeri Padang (Unp)

dikemukakan pada kajian teori sebelumnya metode latihan sirkuitadalah satu serial dari beberapa jenis latihan yang berbeda dimana seseorang memvariasikan antara satu latihan dengan latihan yang lain dalam satu interval (PBSI, 2007:45). Selanjutnya Rash dalam Sajoto (1988:161) menyatakan bahwa “Latihan sirkuitterdiri dari sejumlah stasiun latihan, dimana latihan-latihan dilaksanakan. Beban latihan dalam sirkuit kira-kira setengah beban maksimal yang biasa dilakukan dan menggunakan prinsip penambahan beban secara bertahap. Satu sirkuit latihan dinyatakan selesai apabila seseorang telah menyelasaikan latihan disemua stasiun dengan dosis serta waktu yang ditetap kan”. Setiap atlet harus melaksanakan satu set kemudian istirahat dan melakukan kembali hingga tiga set. Dengan cara latihan ini maka atlet bulutangkis Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang akan lebih banyak menggunakan oksigen dan peningkatan kapasitas VO 2
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE PELATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT UNIT KEGIATAN OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PENGARUH METODE PELATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT UNIT KEGIATAN OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI PADANG

beban berlebih, prinsip kekhususan, prinsip individual dan prinsip pulih asal. PBSI (2007:45) menyatakan bahwa metode sirkuitadalah “satu serial dari beberapa jenis latihan yang berbeda dimana seseorang memvariasikan antara satu latihan dengan latihan yang lain dalam satu interval”. Hal ini merupakan salah satu bentuk latihan yang efisien karena seseorang dapat melakukan lebih banyak latihan dalam waktu yang lebih singkat. Selanjutnya Rasch dalam Sajoto (1988:161) mengatakan “sirkuit terdiri dari sejumlah stasiun latihan, dimana latihan-latihan dilaksanakan. Beban latihan dalam sirkuit kira-kira setengah beban maksimal yang biasa dilakukan. Satu sirkuit latihan dinyatakan selesai apabila seseorang telah menyelasaikan latihan disemua stasiun dengan dosis serta waktu yang ditetapkan”.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT TERHADAP KEMAMPUAN SMASH PADA PERMAINAN BULUTANGKIS (Studi Eksperimen Pada Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis  MA Miftahul’ulum)

PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT TERHADAP KEMAMPUAN SMASH PADA PERMAINAN BULUTANGKIS (Studi Eksperimen Pada Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis MA Miftahul’ulum)

mengkondinisikan antara stimulus dan respon tertentu dan bersifat permanen. Demikian halnya untuk meningkatkan kemampuan smash dibutuhkan latihan secara sistematis dan berkelanjutan, dilakukan secara berulang-ulang sehingga latihan yang dilakukan akan meningkatkan kemampuan smash yang lebih baik. Kemampuan penguasaan teknik dasar permainan bulutangkis dapat dicapai melalui proses latihan yang sistematis dan berkelanjutan. Latihan yang dilakukan harus ditujukan pada pengembangan unsur-unsur teknik dasar yang dipelajari. Demikia n halnya untuk meningkatkan keterampilan smash maka latihan yang diterapkan harus mengacu pada unsur-unsur pengembangan fisik tubuh guna untuk meningkatkan kemampuan smash. Maka dengan metode latihan sirkuit tersebut, diharapkan pemain dapat menguasai kemampuan smash dalam permainan bulutangkis secara optimal.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Latihan Interval, Sirkuit Training, Dan Lari Jarak Jauh Terhadap Peningkatan Kebugaran Aerobik Pada Atlet Bola Basket Di MAN 2 Semarang.

PENDAHULUAN Perbedaan Latihan Interval, Sirkuit Training, Dan Lari Jarak Jauh Terhadap Peningkatan Kebugaran Aerobik Pada Atlet Bola Basket Di MAN 2 Semarang.

Tes kebugaran jasmani penting dilakukan agar diketahui seberapa besar kebugaran jasmani yang dimiliki oleh atlet. Hasil dari tes kebugaran jasmani dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengevaluasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh atlet. Dalam pemeriksaan kebugaran aerobik yang difungsikan untuk mengetahui cara mengukur kapasitas maksimal tubuh (VO 2 max), terdapat beberapa alat ukur untuk

7 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN SIRKUIT (CIRCUIT TRAINING) TERHADAP PENINGKATAN POWER LENGAN, POWER TUNGKAI, KELINCAHAN, DAN DAYA TAHAN AEROBIK (VO2 Max) DALAM CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS PADA SISWA PUTRA KELAS XI SMK TRISAKTI BANDAR LAMPUNG

PENGARUH LATIHAN SIRKUIT (CIRCUIT TRAINING) TERHADAP PENINGKATAN POWER LENGAN, POWER TUNGKAI, KELINCAHAN, DAN DAYA TAHAN AEROBIK (VO2 Max) DALAM CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS PADA SISWA PUTRA KELAS XI SMK TRISAKTI BANDAR LAMPUNG

Penggerak utama dalam melakukan jumping smash adalah power lengan dan power tungkai. Dengan demikian power lengan dan power tungkai sangat besar peranannya dalam menghasilkan jumping smash yang baik dalam arti kuat dalam memukul bola dan juga kuat dalam melompat untuk menyambut bola. Power otot lengan dan powerr otot tungkai adalah kwalitas yang memungkinkan otot untuk melakukan kerja, secara fisik dalam waktu secepat-cepatnya atau secara eksplosif. Menurut pendapat Sukadiyanto, (2002:96) yaitu “wujud gerak dari power adalah eksplosif. Oleh karena itu semua bentuk latihan pada komponen biomotor kekuatan dapat menjadi bentuk latihan power, namun bebannya harus ringan dan dilakukan dengan irama yang cepat”.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DENGAN METODE DISTRIBUTED PRACTICE DAN MASSED PRACTICE TERHADAP KEMAMPUAN LOB BULUTANGKIS ATLET PEMULA PUTRA PERSATUAN BULUTANGKIS PANORAMA SOLO TAHUN 2012.

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DENGAN METODE DISTRIBUTED PRACTICE DAN MASSED PRACTICE TERHADAP KEMAMPUAN LOB BULUTANGKIS ATLET PEMULA PUTRA PERSATUAN BULUTANGKIS PANORAMA SOLO TAHUN 2012.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user iii PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DENGAN METODE DISTRIBUTED PRACTICE DAN MASSED PRACTICE TERHADAP KEMAMPUAN LOB BULUTANGKIS A[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN TREADMILL DAN CYCLE  Pengaruh Latihan Treadmill Dan Cycle Ergometry Terhadap Vo2 Max.

PENGARUH LATIHAN TREADMILL DAN CYCLE Pengaruh Latihan Treadmill Dan Cycle Ergometry Terhadap Vo2 Max.

Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah Pre experimental dengan one group pre test dan post test design , yaitu sample diberikan latihan treadmill dan cycle ergometrty selama 4 minggu dengan frekuensi 3x seminggu, intensitas 60- 70% dari denyut nadi maksimal. Pengukuran VO 2 max dilakuakan dengan MFT.

17 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SPEED PLAY DENGAN LATIHAN INTERVAL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX DAN HASIL RENANG 100 METER GAYA BEBAS PADA ATLET PUTRA USIA 13-14 TAHUN CLUB LUMBA-LUMBA BINJAI TAHUN 2014.

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SPEED PLAY DENGAN LATIHAN INTERVAL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX DAN HASIL RENANG 100 METER GAYA BEBAS PADA ATLET PUTRA USIA 13-14 TAHUN CLUB LUMBA-LUMBA BINJAI TAHUN 2014.

Populasi adalah seluruh atlet renang Club Lumba-lumba Binjai yang berjumlah 24 orang. Jumlah sampel 12 orang diperoleh dengan teknik purposive random sampling. selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik Matching Pairing yaitu kelompok latihan speed play dan interval training. Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan test dan pengukuran adalah Bleep test untuk VO2 Max dan stop watch untuk mengukur hasil renang, penelitian dilaksanakan selama 18 x pertemuan dengan latihan 3 (tiga) kali dalam seminggu. Untuk melihat pengaruh masing-masing variabel bebas maupun terikat digunakan perhitungan uji – t berpasangan dan uji – t tidak berpasangan .
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

TINGKAT MOTIVASI ATLET MENGIKUTI LATIHAN DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) ATLETIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

TINGKAT MOTIVASI ATLET MENGIKUTI LATIHAN DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) ATLETIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

Atletik adalah aktivitas jasmani atau latihan fisik, berisikan gerakan- gerakan alamiah/wajar seperti jalan, lari, lompat, dan lempar. Dengan berbagai cara atletik telah dilakukan sejak awal sejarah manusia. Berdasarkan sejarah, kita kembali kejaman klasik-purba dimana atletik dilakukan orang dalam bentuk olahraga yang teratur. Sepanjang perkembangannya program atletik telah mengalami perubahan, pembaruan, namun tidak selalu dalam keadaan yang rational. Misalnya jarak untuk perlombaan ditentukan dari ukuram mil Inggris, selain itu atletik merupakan olahraga yang berisikan berbagai macam test yang berbeda metode pelaksanaanya dari pada tuntutan-tuntutan pelaksanaan yang diperlukan. Atas dasar ini atletik merupakan olahraga yang berisikan berbagai macam test yang berbeda metode pelaksanaanyan dari pada tuntutan-tuntutan pelaksanaan yang diperlukan.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN PADA ATLET PUTRA PERSATUAN BULUTANGKIS BINA JAYA WONOGIRI TAHUN 2016.

PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN PADA ATLET PUTRA PERSATUAN BULUTANGKIS BINA JAYA WONOGIRI TAHUN 2016.

Ramadhana Aldian Dwi Oktavianto. K4612117. PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN PADA ATLET PUTRA PERSATUAN BULUTANGKIS BINA JAYA WONOGIRI TAHUN 2016. Skripsi, Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2016.

17 Baca lebih lajut

latihan beban dengan metode super set dapat meningkatkan vo2 max dan menurunkan komposisi tubuh lema

latihan beban dengan metode super set dapat meningkatkan vo2 max dan menurunkan komposisi tubuh lema

Latihan fisik yang dilakukan oleh seseorang akan bermakna apabila dalam penyusunan program latihan memenuhi prinsip latihan dan komponen latihan. demikian halnya pada saat melakukan latihan beban juga harus memperhatikan prinsip latihan dan komponen latihan tersebut. Latihan beban merupakan latihan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan beban sebagai alat untuk menambah kekuatan fungsi otot guna memperbaiki kondisi fisik, mencegah terjadinya cedera atau untuk tujuan kesehatan. Latihan beban dapat dilakukan dengan menggunakan beban dari berat badan sendiri (beban dalam) atau menggunakan beban luar yaitu beban bebas (free weight) seperti dumbell, barbell, atau mesin beban (gym machine). Bentuk latihan yang menggunakan beban dalam yang paling banyak digunakan seperti chin-up, push-up, sit-up, ataupun back-up, sedangkan menggunakan beban luar sangatlah banyak dan bervariasi sesuai dengan tujuan latihan. Ada beberapa metode yang sering digunakan pada saat melakukan latihan beban yaitu super set, compound set, set system, set block, tri set, giant set, pro set, pyramid, dan circuit weight training system.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN METODE KONTINYU DAN METODE INTERVAL TERHADAP KEMAMPUAN PASSING

PENGARUH LATIHAN METODE KONTINYU DAN METODE INTERVAL TERHADAP KEMAMPUAN PASSING

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh metode latihan kontinyu terhadap kemampuan passing atas siswa kelas VII peserta ekstrakulikuler SMP Negeri 3 Pakis, (2) mengetahui pengaruh metode latihan interval terhadap kemampuan passing atas siswa kelas VII peserta ekstrakulikuler SMP Negeri 3 Pakis, dan (3) mengetahui metode pembelajaran yang lebih efektif pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan passing atas siswa kelas VII peserta ekstrakulikuler SMP Negeri 3 Pakis.

16 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN INTERVAL 30/30 DENGAN LATIHAN INTERVAL 60/60 TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAXPADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMA NEGERI 1 KUALA TAHUN 2016.

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN INTERVAL 30/30 DENGAN LATIHAN INTERVAL 60/60 TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAXPADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMA NEGERI 1 KUALA TAHUN 2016.

Pada Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Putra, SMA Negeri 1 Kuala Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment. Dengan pelaksanaan latihan yaitu latihan interval 30/30 dan latihan interval 60/60.

22 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN INTERVAL DAN LATIHAN FARTLEK TERHADAP PENINGKATAN O2max PADA ATLET FUTSAL PS. HIMALAYA

PENGARUH LATIHAN INTERVAL DAN LATIHAN FARTLEK TERHADAP PENINGKATAN O2max PADA ATLET FUTSAL PS. HIMALAYA

tahun 1984 yang mewakili negara-negara dari Asia Tenggara. Tentu saja memilik Turnament utamanya ialah AFF Football Championship. Di Indonesia sendiri sejarah olahraga ini diawali dengan lahirnya sebuah organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 yang dipimpin oleh Soeratin Sosrosoegondo yang disebutkan bahwa olahraga ini di kenalkan saat masa penjajahan Belanda. Olahraga si kulit bundar sudah berkembang sangat pesat dan mulai memunculkan jenis-jenis permainan baru salah satu contohnya adalah olahraga futsal.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA REMAJA PUTRI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA REMAJA PUTRI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAYOGYA

PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA REMAJA PUTRI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA REMAJA PUTRI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAYOGYA

IMT memilii kaitan yang besar dengan nilai VO2 max yang dihasilkan. Menurut Regima, dkk (2016) semakin besar IMT individu tersebut maka semakin sedikit nilai VO2 max. Hal demikian juga dikatakan pada penelitian Vittala, dkk (2016), berat badan berlebih memiliki makna berbanding terbalik dengan daya tahan karisorespirasi. Setiap penambahan 1 kg/m 2 indeks massa tubuh akan menurunkan nilai VO2 max sebsar 1,349 ml/kg/mnt. VO2 max merupakan parameter dari daya tahan kardiorespirasi, semakin besar berat badan maka semakin sedikit oksigen yang mampu dikonsumsi sehingga menyebabkan penurunan daya tahan kardiorespirasi. Berdasarkan hasil penelitian jumlah aktivitas dan latihan memiliki hubungan dengan VO2 max. Seseorang yang kurang melakukan aktivitas fisik, aliran darah balik ke jantung lebih sedikit dibandingkan pada orang yang melakukan aktivitas fisik yang secara teratur. Begitu juga dengan pengambilan jumlah oksigen yang masuk ke tubuh jauh lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang sering melakukan aktivitas fisik. Jumlah oksigen yang sedikit menyebabkan keruskan pada sistem organ yang membutuhkan oksigen. Hal tersebut yang akan mempengaruhi peneurunan daya tahan kardiorespirasi (Vittala, dkk, 2016).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERBEDAAN LATIHAN INTERVAL, SIRKUIT TRAINING, DAN LARI JARAK JAUH TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN AEROBIK PADA ATLET BOLA BASKET DI MAN 2 SEMARANG Muhammad Dwi Kurniawan

PERBEDAAN LATIHAN INTERVAL, SIRKUIT TRAINING, DAN LARI JARAK JAUH TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN AEROBIK PADA ATLET BOLA BASKET DI MAN 2 SEMARANG Muhammad Dwi Kurniawan

Pentingnya latihan aerobik pada atlet adalah untuk meningkatkan stamina atlet, sehingga pada saat pertandingan atlet tidak mudah merasa lelah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu atau Quasi experiment. Penelitian menggunakan three group pre-test and post-testdesign untuk mengetahui manfaat program latihan aerobik yang terencana selama 4 minggu. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang dipilih dari populasi serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji normalitas data dilakukan dengan uji Sapiro-Wilk. Selanjutnya data diuji menggunakan Paired Simple T Test dan Mean Deference. Hasil penelitian ini adalah nilai t hitung dari latihan interval = -4.341 dengan sig. 0.007, sirkuit training = -2.907 dengan sig. 0.034 dan lari jarak jauh = -7.225 dengan sig.0.001. Ketiga jenis program latihan yang diberikan memiliki nilai sig. <0.05, artinya bahwa latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh dapat mempengaruhi kebugaran aerobik. Secara statistik, ada perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA PEMAIN SEPAKBOLA SMA NEGERI 8 PADANG TAHUN 2013.

PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA PEMAIN SEPAKBOLA SMA NEGERI 8 PADANG TAHUN 2013.

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode eksperimen dengan pengambilan data Pre test dan post test. Populasi dalam penelitian berjumlah 20 orang. Yang menjadi sampel penelitian sebanyak 10 orang yang melakuukan latihan Small Sided Games dan 10 orang yang tidak melakukan latihan Small Sided Games ( Latihan Passing). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur VO 2 Max denagn menggunakan tes lari 15 menit.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT DAN METODE KONVNSIONAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA

PENGARUH METODE LATIHAN SIRKUIT DAN METODE KONVNSIONAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA

Sekolah-sekolah Sepakbola (SSB), salah satunya adalah SSB Tunas Muda Limau Manis yang melakukan latihan rutinnya berlokasi di Limau Manis Kota Padang. Sejak mulai dibuka SSB ini pada tahun 2012 SSB Tunas Tunas Muda telah banyak mengikuti pertandingan antar SSB di tingkat Kota Padang dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat, namun sayangnya SSB ini belum mendapatkan prestasi yang memuaskan. Hal ini dikarenakan pada saat pertandingan terutama pada saat pemain menggiring bola, bola dengan mudahnya direbut oleh pemain lawan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAKS ATLET BULUTANGKIS PUTRA USIA 12-15 TAHUN DI PB JUPITER BANJARNEGARA.

PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAKS ATLET BULUTANGKIS PUTRA USIA 12-15 TAHUN DI PB JUPITER BANJARNEGARA.

(1) Suatu proses untuk mencapai tingkat kemampuan yang lebih baik dalam berolahrga, yang memerlukan waktu tertentu (pentahapan), serta memerlukan perencanaan yang tepat dan cermat. (2) Proses latihan harus teratur dan bersifat progresif. Teratur maksudnya latihan harus dilakukan secara ajeg, maju, dan berkelanjutan (kontinyu). Sedang bersifat progresif maksudnya materi latihan diberikan dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang lebih sulit (kompleks), dan dari yang ringan ke yang lebih berat. (3) Pada setiap satu kali tatap muka (satu sesi/satu unit latihan) harus memiliki tujuan dan sasaran. (4) Materi latihan harus berisikan materi teori dan praktek, agar pemahaman dan penguasaan keterampilan menjadi relatif permanen. (5) Menggunakan metode tertentu, yaitu cara paling efektif yang direncanakan secara bertahap dengan memperhitungkan faktor kesulitan, kompleksitas gerak, dan penekanan pada sasaran latihan.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects