Top PDF PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS ANTARA KELAS YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI KARTU ARISAN DENGAN KELAS Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS ANTARA KELAS YANG DIAJAR   MENGGUNAKAN STRATEGI KARTU ARISAN DENGAN KELAS   Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS ANTARA KELAS YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI KARTU ARISAN DENGAN KELAS Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada

Subyek dalam penelitian ini adalah semua kelas V SD Al Islam 3 Gebang Surakarta tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas Va dan kelas Vb. Dalam penelitian ini kelas Va dikenai perlakuan dengan menggunakan strategi kartu arisan, sedangkan kelas Vb dikenai perlakuan dengan menggunakan strategi take and give. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik tes dan dokumentasi. Tehnik analisis yang digunakan adalah uji t yang sebelumya dilakukan uji prasyarat analisis dengan melakukan uji normalitas.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS ANTARA KELAS YANG DIAJAR    MENGGUNAKAN STRATEGI KARTU ARISAN DENGAN KELAS  Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS ANTARA KELAS YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI KARTU ARISAN DENGAN KELAS Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada

Pada pembelajaran IPS dengan menggunakan strategi kartu arisan dapat membuat siswa menjadi aktif dan menambah semangat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dikelas. Sebelum dibagi menjadi kelompok-kelompok siswa diberi kesempatan untuk memahami materi ajar. Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi kartu arisan siswa akan berkelompok secara heterogen hal tersebut dimaksudkan agar siswa lebih mengenal satu sama lain dan juga dapat saling membantu apabila ada yang belum memahami materi yang dipelajari. Dalam pelaksanaan strategi ini guru membuat gulungan kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang dimasukkan ke dalam gelas. Kemudian guru mengocok gelas selayaknya sebuah arisan sehingga keluar sebuah pertanyaan yang nantinya harus dijawab oleh siswa.hal tersebut bertujuan agar semua siswa menjadi siap dengan segala pertanyaan yang diberikan oleh guru. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diberikan juga dapat melatih kecepatan berpikir siswa. Pada saat siswa menjawab pertanyaan siswa lain diberi kesempatan untuk member tanggapan dari siswa yang menjawab pertanyaan, sehingga member kesempatan lebih pada siswa untuk berinteraksi dengan siswa lainnya. Selama proses pembelajaran berlangsung semua siswa mengikuti setiap kegiatan pembelajarn dengan antusias. Peran guru dalam penerapan strategi kartu arisan adalah sebagai fasilitator yang membantu menghdupkan pembelajaran. Selain itu guru juga berperan sebagai sumber pembelajaran apabila siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB 1  Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada Siswa Kelas V SD Al Islam 3 Gebang Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

BAB 1 Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Kartu Arisan Dengan Kelas Yang Diajar Menggunakan Strategi Take And Give Pada Siswa Kelas V SD Al Islam 3 Gebang Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

Berbagai strategi dan metode pembelajaran yang digunakan tentunya untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Dalam hal ini penulis menggunakan strategi pembelajaran kartu arisan dan strategi pembelajaran take and give . Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi bagaimana perbedaan hasil belajar antara kelas yang diberikan materi dengan menggunakan strategi pembelajaran kartu arisan dan bagaimana hasil belajar kelas yang diberikan materi dengan menggunakan strategi pembelajaran take and give. Dengan penerapan strategi tersebut dalam pembelajaran diharapkan hasil belajar siswa akan lebih baik bila dibandingkan dengan penggunaan strategi pembelajaran yang konvensional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH DENGAN CARD SORT PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI I BINJAI KAB. LANGKAT TP 2015/2016.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH DENGAN CARD SORT PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI I BINJAI KAB. LANGKAT TP 2015/2016.

This research aim to determine the difference of students ’ learning outcomes are taught by active learning strategy Index Card Match with Card Sort type on human excretory system topic in class XI IPA SMA Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat academic year 2015/2016. The type of this research was quasy experimental and used “ Only Post-test Group Design ” . The population were all the students of class XI IPA. The sample of this research were taken by random sampling technique that the total number of students are 86 students that consists of 2 classes. Class XI IPA 3 was taught by active learning strategy Index Card Match type and class XI IPA 2 was taught by active learning strategy Card Sort type. The result of this research showed the average of students ’ learning outcome were taught by active learning strategy Index Card Match (81,04±9,42) type is higher than the average of students ’ learning outcome were taught by Card Sort type (75,81±9,99). Hypothesis test used t test showed that the result was significantly different at the level of confidence   0 , 05 .
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI QUANTUM LEARNING TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM EKSKRESI

PENGARUH STRATEGI QUANTUM LEARNING TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM EKSKRESI

eksperimen dapat berpikir secara kreatif sesuai pemahamannya dan mencatat pengamatan atau gagasan yang didapat. Sejalan dengan pendapat Trianto (2009: 7) bahwa berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna. Tujuan pembelajaran ketiga pada kelas eksperimen lebih tinggi (75,24%) dibanding kelas kontrol (70,58%) dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa per indikator soal post-test nomor 1, 9, 11, 13, 19, dan 20, pada kelas eksperimen yaitu 78,78%, 84,84%, 84,84%, 72,72%, 60,60% dan 69,69%, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 73,52%, 79,41%, 79,41%, 70,58%, 58,82% dan 61,67%. Hal ini dapat disebabkan pada pembelajaran kelas eksperimen, siswa juga didorong untuk menyampaikan sesuai dengan pemahaman mereka tentang konsep- konsep yang dipelajarinya sehingga pembelajaran lebih bermakna dan lebih mudah siswa untuk memahaminya. Hal ini sesuai dengan dengan DePorter dan Hernacki (2013: 16) pada strategi quantum learning memberikan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG - EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA SUB MATERI REAKSI PENGENDAPAN DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK - Repository UM Pontianak

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG - EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA SUB MATERI REAKSI PENGENDAPAN DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK - Repository UM Pontianak

Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan salah satu materi pokok dalam pelajaran kimia yang mulai diperkenalkan pada siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi ini berkaitan dengan konsep- konsep seperti kelarutan, tetapan hasil kali kelarutan, meramalkan pengendapan, serta memahami pengaruh ion senama terhadap kelarutan suatu zat. Artinya ketika mempelajari materi ini siswa dihadapkan dengan kegiatan pembelajaran seperti menyelesaikan perhitungan, mengingat banyak fakta serta memahami konsep-konsep. Kegiatan tersebut akan membuat siswa cenderung belajar dengan sistem hafalan. Siswa yang terbiasa dengan menghafal fakta-fakta, prinsip, dan rumus, tidak termotivasi untuk memahami suatu konsep lebih mendalam (Rizka, Syarifuddin & Suherman, 2014:48). Akibatnya banyak siswa merasa kesulitan dalam mempelajari materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA MATERI POKOK STRUKTUR DAN FUNGSI SEL DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 RUNDANG TAHUN PEMBELAJARAN 2013

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA MATERI POKOK STRUKTUR DAN FUNGSI SEL DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 RUNDANG TAHUN PEMBELAJARAN 2013

Metode pengajaran adalah cara-cara pelaksanaan proses pengajaran atau teknis suatu bahan pelajaran diberikan kepada murid-murid di sekolah. Guru sebagai pendidik harus selalu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, daan memilih metode yang lebih efektif, sehingga kecakapan dan pengetahuan yang diberikan oleh guru itu benar-benar dapat diterima oleh murid. Semakin tepat metodenya, maka semakin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam praktek pendidikan, guru seringkali menghadapi banyak masalah pembelajaran sehari-hari yang perlu diatasi seperti masalah yang berkaitan dengan proses kegiatan input, belajar mengajar (KBM) dan output. Tetapi sering kali guru kurang bisa mengidentifikasi sumber-sumber masalah, akibatnya mereka enggan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran. (Margono, 2007).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DENGAN YANG TIDAKMENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DI KELAS VIII SMP NEGERI 31 SELUMA

PERBEDAAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DENGAN YANG TIDAKMENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DI KELAS VIII SMP NEGERI 31 SELUMA

ini sesuai dengan pendapat (Rusman,2012:124) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor internal dan eksternal, faktor eksternal salah satunya adalah Media pembelajaran. Media Power Point memiliki kemampuan untuk menggabungkan berbagai unsur media seperti pengolahan teks, warna, gambar, grafik, sert animasi (Noor, 2010:105), sehingga menimbulkan semangat belajar siswa dan memotivasi siswa untuk belajar dan pada akhirnya mempengaruhi pada peningkatan hasil belajar siswa.

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan Pembelajaran Aktif Tipe Giving Question And Getting AnswerTerhadapHasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Usaha dan Energi Di Kelas VIII Semester 1SMPN-2Palangka Raya Tahun Ajaran 2013/2014 - Digital Library

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan Pembelajaran Aktif Tipe Giving Question And Getting AnswerTerhadapHasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Usaha dan Energi Di Kelas VIII Semester 1SMPN-2Palangka Raya Tahun Ajaran 2013/2014 - Digital Library

Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. 5 Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik (facilitate of learning), agar mereka dapat belajar yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka. 6

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PETA KONSEPPADA MATERI POKOK BAHASAN STRUKTURDAN FUNGSI SEL DI KELAS XI SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PETA KONSEPPADA MATERI POKOK BAHASAN STRUKTURDAN FUNGSI SEL DI KELAS XI SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti terdorong uantuk melakukan penelitian dengan judul : “ Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Inquiry dan Strategi Pembelajaran Peta Konsep Pada Materi Pokok Bahasan Struktur Dan Fungsi Sel di Kelas XI SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pembelajaran 2011/2012 ”.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE SAVI (SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUAL) DAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENGETAHUAN DASAR TEKNIK MESIN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SETIA JANJI.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE SAVI (SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUAL) DAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENGETAHUAN DASAR TEKNIK MESIN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SETIA JANJI.

This research will be based on by the low learning outcomes students basic knowledge on subjects of mechanical engineering class of X. This research aims to find out:the difference in the results of the learning of students who are taught with a learning model SAVI with Inquiry on subjects basics of mechanical connection and learn to know the material of the shaft class X-TKR. This research was carried out on the odd semester November 2015. Location of research at SMK Negeri 1 Setia Janji. The population in this research is the whole grade X- TKR in SMK Negeri 1 Setia Janji amounted to 72 students composed of 2 classes. Sampling technique used was random. The sample in this study consists of experimental 1 as much as 36 people in class X TKR 1 and experiment 2 as many as 36 people on class X TKR 2. The technique of data collection in this research study results using the test multiple choice shaped as much as 20 items. Analysis of data obtained from the results of the learning of students who are taught with a learning model SAVI produce average post-test 76.37 and a standard deviation of 9.38. While the results of the learning of students who are taught with a model Inquiry learning produce average value 71.81 and standard deviation of 9.03. Hypothesis testing is done using t-test, on a real level α = 0.05 reject Ho if [thitung] > t abel or critical value 2.91> 1.668 consisting of other words and Ho is
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN DI SMK N 1 LUBUK PAKAM.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN DI SMK N 1 LUBUK PAKAM.

menggunakan model pembelajaran ekspositori. Data dikumpulkan menggunakan data hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar siswa pada meteri pokok instasi listrik penerangan. Tes ini berbentuk pilihan berganda sebanyak 25 soal dengan empat option (pilihan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan tabel validitas menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujicobakan terdapat 25 soal yang valid, dari validitas instrument juga terdapat 5 soal yang tidak valid, 25 soal reliable, data pretes, postes, gain memiliki harga sig. > 0,05 yang menunjukkan bahwa data tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua kelompok sampel berasal dari populasi yang homogen, Hipotesis yaitu melihat perbedaan hasil belajar dari penerapan model pembelajaran Team Acseleration Instruktion (TAI) pada materi dasar dan pengukuran listrik. Di mana hasil belajar siswa ditentukan dari data postest. Secara umum hasil pengujian hipotesis dengan Independent Sample T Test diketahui harga signifikasi sebesar 0,008 sehingga 0,008 < 0,05 dan t hitung (1,800) > t tabel (1,672) yang berarti Ha diterima yaitu
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Regulasi Diri Siswa Kelas V SD Santo Vincentius Jakarta pada Mata Pelajaran IPA.

Pengaruh Penerapan Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Regulasi Diri Siswa Kelas V SD Santo Vincentius Jakarta pada Mata Pelajaran IPA.

PRICILLA ANINDYTA: The Effect of Applying Problem-Based Learning to Critical Thinking Skill and Self-Regulation of 5 th Graders of St. Vincentius Jakarta in Science Subject. Thesis. Yogyakarta: Graduate School, Yogyakarta State University, 2013.

2 Baca lebih lajut

strategi think-talk-write dengan strategi ekspositori\1. Bagian Depan Skripsi\10. Abstraksi Revisi

strategi think-talk-write dengan strategi ekspositori\1. Bagian Depan Skripsi\10. Abstraksi Revisi

Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian, menunjukkan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 17 orang, sedangkan yang tidak tuntas sebanyak 14 orang. Adapun ketuntasan secara klasikal mencapai 54,84 %. Karena persentase ketercapaian secara klasikal sebesar 54,84 % ¿ 85%, maka penerapan Strategi Think-Talk-Write (TTW) kurang baik untuk digunakan, dan dari hasil tes yang diberikan pada kedua kelas tersebut (kelas eksperimen dan kelas kontrol) dapat dianalisis dengan perhitungan uji dua pihak dengan taraf signifikan 5%, Dengan db = 62, diperoleh t hitung = 1,735 dan t tabel = 1,99933 dari dua nilai tersebut tampak bahwa −1,99933 < 1,735 < 1,99933 yang memenuhi ( t kritis< t hitung< t kritis) , dengan demikian hipotesis nol diterima dan hipotesis kerja ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan strategi Think-Talk-Write (TTW) tidak lebih baik dibandingkan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori pada materi pokok Garis Singgung Lingkaran Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Pamekasan Tahun Pelajaran 2013/2014.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH  PENERAPAN  STRATEGI  STUDENT  TEAM  Pengaruh Penerapan Strategi Student Team Achievement Divisions (Stad) Dengan Strategi Make A Match Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMP Negeri 4 Selogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI STUDENT TEAM Pengaruh Penerapan Strategi Student Team Achievement Divisions (Stad) Dengan Strategi Make A Match Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMP Negeri 4 Selogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

Sekarang ini banyak sekali permasalahan-permasalahan yang timbul dan dapat dilihat dari nilai UAN para siswa SMP. Arsip surat kabar Sinar Harapan mencatat pendapat Fuad Hassan, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan mantan Mendiknas, bahwa penilaian hasil belajar tidak hanya dilakukan dengan mengevaluasi hasil belajar, tetapi juga mencakup proses belajar mengajar yang dilakukan. ”Mengacu pada PP No 28/1990 tentang Pendidikan Dasar, penilaian pendidikan tidak hanya dilakukan dengan mengevaluasi hasil belajar, tetapi juga mencakup proses belajar mengajar dan upaya pencapaian tujuan yang dilakukan. Proses belajar mengajar yang sangat berbeda satu sama lain akan berpengaruh pada hasil.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN SMK SWASTA PRAYATNA 1 MEDAN T.P. 2015/2016.

PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN SMK SWASTA PRAYATNA 1 MEDAN T.P. 2015/2016.

This research was conducted in classes X AP Private Vocational Education SMK Swasta Prayatna 1 terrain year 2015/2016. The population in this study were all class X AP consisting of 2 classes (60 students). AP1 class as an experimental class and class AP2 as the control class. Sampling technique used is the simple random sampling. Data collection instruments used were a test result of learning the basic skills to implement communication in the form of a multiple choice questionnaire of 20 items and as many as 20 items.

29 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Strategi inkuiri terstruktur sebagai penciptaan atau pengelolaan ruang kelas dimana siswa dilibatkan dalam dasar-dasar pemecahan masalah melaui diskusi, berpusat pada siswa, dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh siswa.. Tugas guru dalam kelas inkuiri terstruktur ini adalah membantu siswa mencapai tujuannya, maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru. Menurut Ikitde et al. (2013) siswa yang memiliki gaya belajar intuitif menunjukkan hasil yang lebih baik ketika diajar menggunakan strategi pemebelajaran inkuiri.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

strategi think-talk-write dengan strategi ekspositori\2. Isi Skripsi\1. BAB I Pendahuluan Revisi

strategi think-talk-write dengan strategi ekspositori\2. Isi Skripsi\1. BAB I Pendahuluan Revisi

Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab 1 pasal 1 (1), Pendidikan adalah: “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dan Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Fiqih Kelas VIII Di MTs Muhammadiyah Blimbing Tahun Pelajaran 2015/2016.

PENDAHULUAN Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dan Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Fiqih Kelas VIII Di MTs Muhammadiyah Blimbing Tahun Pelajaran 2015/2016.

Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Blimbing Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo merupakan sekolah swasta yang sederajat dengan sekolah menengah pertama, yang mengajarkan ilmu-ilmu agama termasuk salah satu di dalamnya adalah Fiqih. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pencapaian hasil belajar pada mata pelajaran fiqih dengan penggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan tipe Jigsaw di sekolah tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dan Tipe Jigsaw Terhadap Hasil
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Perbedaab hasil belajar IPS dengan menggunakan metode bermain peran (Role Playing) dan Metode demonstrasi pada SMP Muhammadiyah 4 Tangerang

Perbedaab hasil belajar IPS dengan menggunakan metode bermain peran (Role Playing) dan Metode demonstrasi pada SMP Muhammadiyah 4 Tangerang

REYITA MARDATI SAKINAH. 107015000930. The Defference of Social Science Education Learning Student Achievement with Role Playing Method and Demonstration : study to student of SMP Muhammadiyah 4 Tangerang. Thesis. Jakarta: Social Science Education Program Faculty Of Tarbiyah And Teaching Science Of State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN). 2011.

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...