Top PDF PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF EFFICACY ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN TANPA GEOGEBRA DI SMPN 22 MEDAN.

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF EFFICACY ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN TANPA GEOGEBRA DI SMPN 22 MEDAN.

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF EFFICACY ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN TANPA GEOGEBRA DI SMPN 22 MEDAN.

Namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa kemampuan self-efficacy kurang baik hal ini dapat dilihat pada penelitian yang dilakukan oleh Tansil & dkk (2009:183) bahwa, “individu pada tingkat SMA ternyata memiliki academic self- efficacy yang kurang baik terutama pada bidang matemtika”. Selain itu, menurut Dhita (2013:211) menyatakan bahwa, “Berdasarkan hasil wawancara awal ada beberapa siswa yang tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dalam ujian akhir semester matematika, diketahui bahwa siswa memiliki minat yang rendah pada pelajaran tersebut. Selain itu, mereka juga menunjukkan kurangnya usaha dan bergantung pada bantuan orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika. Mereka mengaku bahwa mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan tugas di sekolah”.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF-EFFICACY SISWA SMA DENGAN MA PROGRAM IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH DI KOTA LANGSA.

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF-EFFICACY SISWA SMA DENGAN MA PROGRAM IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH DI KOTA LANGSA.

Penemuan dalam penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan software Autograph lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini berimplikasi pada pemilihan model dan pendekatan pembelajaran oleh guru matematika. Guru matematika di sekolah menengah atas harus mempunyai cukup pengetahuan teoretis maupun keterampilan dalam memilih model dan pendekatan pembelajaran yang mampu mengubah siswa lebih aktif, mengkontruksi pengetahuan sendiri, memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih leluasa menjawab permasalahan dengan caranya sendiri, mempunyai pengalaman secara matematis dan mampu melatih komunikasi matematika. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengubah siswa ke arah yang lebih positif tersebut adalah model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan software Autograph. Perubahan itu sendiri akan mampu melatih kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sejak dini.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN SELF EFFICACY SISWA ANTARA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN AUTOGRAPH DI MAN 1 MEDAN.

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN SELF EFFICACY SISWA ANTARA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN AUTOGRAPH DI MAN 1 MEDAN.

Berdasarkan tabel 1.2, untuk pertanyaan nomor (1) 46.67% siswa menjawab tidak setuju, hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak memiliki keyakinan yang besar terhadap kemampuan yang dimilikinya dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang sulit sehingga siswa tidak merasa tertandang dalam mengerjakannya. Pertanyaan nomor (2) 42.22% siswa menjawab tidak setuju, hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak mengerjakan soal matematika yang sulit secara individu, mereka akan melihat jawaban dari temannya dalam menyelesaikan soal yang sulit. Pertanyaan nomor (3) 46.67% siswa menjawab setuju, hal ini karena siswa merasa gugup ketika guru menyuruhnya menyelesaikan soal didepan kelas serta tidak memiliki kepercayaan diri dalam menjawab soal tersebut. Pertanyaan nomor (4) 51.11% siswa menjawab setuju dimana siswa khawatir mendapat nilai jelek ketika diperintah untuk mengumpulkan tugas, siswa tidak yakin terhadap jawaban yang akan mereka kumpulkan. Pertanyaan nomor (5) 51.11% siswa menjawab setuju, hal ini karena siswa merasa kurang memiliki pengetahuan sehingga tidak percaya diri dalam menjawab soal ujian yang diberikan secara tiba-tiba. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa self efficacy siswa masih rendah.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE CABRI 3D.

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE CABRI 3D.

Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah dalam pengetahuan yang baru diperlukan pengetahuan yang telah ada untuk mendukung keberhasilan belajar. Perlu diketahui bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lain dalam memahami matematika. Ruseffendi (1991) menyatakan bahwa dari sekelompok siswa yang dipilih secara acak akan selalui dijumpai siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Perbedaan kemampuan yang dimiliki siswa bukan semata- mata merupakan bawaan dari lahir, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana mereka tinggal. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING.

banyak didominasi oleh guru. Kondisi siswa pada saat pembelajaran lebih banyak mendengarkan guru dengan seksama, dan belajar hanya dari guru atau bahan ajar, bekerja sendiri, diam adalah emas, serta hanya guru yang membuat keputusan dan siswa pasif. Tampak bahwa dalam pembelajaran guru lebih berperan sebagai subyek pembelajaran atau pembelajaran yang berpusat pada guru dan siswa sebagai obyek, serta pembelajaran tidak mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Akibatnya banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Sebagian besar dari mereka tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan atau dimanfaatkan.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

t mtk 0907963 chapter5

t mtk 0907963 chapter5

Berdasarkan hasil pengukuran, pengamatan, pengujian hipotesis dan pengkajian terhadap penerapan pembelajaran menggunakan metode penemuan terbimbing yang difokuskan untuk peningkatan kemampuan koneksi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA, maka terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari penelitian ini.

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING MENGGUNAKAN AUTOGRAPH.

PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING MENGGUNAKAN AUTOGRAPH.

untuk memahami bidang ilmu lain seperi fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi (2003: 60). Cornelius (dalam Abdurrahman, 2009: 253) juga mengungkapkan lima alasan perlunya belajar matematika, yaitu karena matematika merupakan (1) sarana berpikir jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembagkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Begitu pentingnya peranan matematika sehingga pada setiap jenjang pendidikan mulai dari pra sekolah, pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi matematika selalu diajarkan dengan menyesuaikan pada perkembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN GEOGEBRA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAMUDERA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN GEOGEBRA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAMUDERA.

Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah. berbantuan Geogebra. Karakteristik pembelajaran berbasis masalah berbantuan Geogebra yang dilakukan mengacu pada keaktifan siswa dan siswa saling bertukar pendapat pada kegiatan kelompok belajar maka tiap-tiap siswa dalam kelompok belajar saling bekerja sama untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

31 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH, KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-ESTEEM SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING - repository UPI T MTK 1402036 Title

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH, KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-ESTEEM SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING - repository UPI T MTK 1402036 Title

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH, KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-ESTEEM SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING Studi Kuasi Eksperimen di Kelas VIII SMPN 1 Lareh Sago [r]

3 Baca lebih lajut

Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Kemampuan Awal Matematis Melalui Pembelajaran Grup Investigasi Berbantuan Geogebra Matakuliah Geometri Analitik

Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Kemampuan Awal Matematis Melalui Pembelajaran Grup Investigasi Berbantuan Geogebra Matakuliah Geometri Analitik

Pembelajaran matematika menjadi salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan di abad 21 ini. Berkenaan dengan hal tersebut, tujuan pembelajaran matematika menurut National Council of Teachers Mathematics (NCTM) adalah mengembangkan kemampuan yang meliputi pemahaman konsep (conceptual understanding), pemecahan masalah (problem solving), penalaran dan pembuktian (reasoning and proof), komunikasi (communication), koneksi (connection) dan representasi (representation). Keenam kemampuan tersebut membentuk hierarki yang satu dengan lainnya saling terhubung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA DI SMP AEKKANOPAN.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA DI SMP AEKKANOPAN.

Ada juga faktor lain yang kemungkinan besar mempengaruhi kemampuan matematika siswa serta sikap siswa terhadap matematika khususnya kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa. Sikap siswa juga berhubungan erat dengan minat siswa dalam mempelajari matematika itu sendiri, dan bahkan sebagian dari sikap merupakan akibat dari minat. Siswa yang berminat terhadap matematika akan terlihat sungguh-sungguh dalam belajar matematika dengan baik, berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengerjakan tugas- tugas pekerjaan rumah dengan tuntas dan selesai pada waktunya, dan ini merupakan suatu pertanda bahwa siswa tersebut bersikap positif terhadap matematika. Tanpa adanya minat maka akan sulit menumbuhkan keinginan dan kesenangan dalam belajar matematika. Siswa yang memiliki perasaan senang terhadap matematika cenderung hasil belajarnya baik, sebaliknya siswa yang kurang memiliki perasaan senang terhadap matematika hasil belajarnya cenderung menurun. Perasaan senang ini merupakan salah satu respon siswa terhadap pembelajaran matematika di kelas. Rendahnya respon siswa terhadap pembelajaran berpengaruh pada hasil belajar terutama kemampuan pemecahan masalah.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF-EFFICACY SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI MAN 1 PADANGSIDIMPUAN.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN SELF-EFFICACY SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI MAN 1 PADANGSIDIMPUAN.

Berdasarkan fenomena di atas, sudah seharusnyalah guru dituntut mencari dan menemukan suatu cara yang dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan suatu pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang menyajikan masalah pada awal pembelajaran. Pembelajaran ini sesuai dengan perspektif konstruktivisme yang memiliki prinsip bahwa pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri baik secara personal maupun sosial. Permana & Sumarmo (2007) menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis masalah sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang diawali dengan penyajian masalah yang dirancang dalam konteks yang relevan dengan materi yang akan dipelajari untuk mendorong siswa: memperoleh pengetahuan dan pemahaman konsep, mencapai berpikir kritis, memiliki kemandirian belajar, keterampilan berpartisispasi dalam kerja kelompok, dan kemampuan pemecahan masalah.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) PADA MATERI PERSAMAAN LINGKARAN UNTUK SISWA SMA KELAS XI.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) PADA MATERI PERSAMAAN LINGKARAN UNTUK SISWA SMA KELAS XI.

Menurut Jean Piaget yang dikutip oleh Paul Suparno (2001:123), pengetahuan tidak dapat ditransfer dari otak guru yang dianggap tahu, bila murid tidak mengolah dan membentuknya sendiri. Salah satu strategi pembelajaran yang sesuai dengan teori konstruktivisme Piaget ini adalah pembelajaran dengan penemuan terbimbing (guided discovery learning). Howe dalam Hariyono, (2001:3), menyatakan bahwa penemuan terbimbing tidak hanya sekedar keterampilan tangan karena pengalaman, kegiatan pembelajaran dengan model ini tidak sepenuhnya diserahkan pada siswa, namun guru masih tetap ambil bagian sebagai pembimbing. Menurut Soedjadi dalam Purwaningsari (2001: 1), metode pembelajaran penemuan terbimbing adalah metode pembelajaran yang sengaja dirancang dengan menggunakan pendekatan penemuan. Para siswa diajak atau didorong untuk melakukan kegiatan eksperimental, sedemikian sehingga pada akhirnya siswa dapat menemukan sesuatu yang diharapkan. Dalam pembelajaran ini guru hanya berperan sebagai fasilitator, Hal ini sejalan dengan Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik dengan peranan guru sebagai fasilitator.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MTK 1005370 Title

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP - repository UPI S MTK 1005370 Title

Aris Kosasih, 2014 PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Universitas Pendidikan Indonesi[r]

3 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis dan Self-Efficacy dengan Pendekatan Metacognitive Guidance Berbantuan GeoGebra - repository UPI T MTK 1302501 Title

Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis dan Self-Efficacy dengan Pendekatan Metacognitive Guidance Berbantuan GeoGebra - repository UPI T MTK 1302501 Title

Khotimah, 2015 Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis dan Self-Efficacy Dengan Pendekatan Metacognitive Guidance Berbantuan Geogebra Universitas Pendidikan Indonesia | repository[r]

3 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN EKSPOSITORI BERBANTUAN MEDIA AUTOGRAPH DENGAN SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUTOGRAPH.

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN EKSPOSITORI BERBANTUAN MEDIA AUTOGRAPH DENGAN SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUTOGRAPH.

This research aim to: (1) the differences of improvement metacognition mathematics abilities between students who get the expository learning by using Autograph with the students who get the guided discovery learning by using Autograph, (2) the differences of improvement communication mathematics abilities between students who get the expository learning by using Autograph with the students who get the guided discovery learning by using Autograph, (3) how the process and mistakes of students answers on solve the tests who representate the metacognition and communication abilities, (4) how the students responses in expository learning by using Autograph and the students responses in quided discovery learning by using Autograph. This research is a quasi- experimental research. The research population are students of class XI SMA Harapan 1 Medan, then randomly selected two classes of five classes. The experimental class 1 get the expository learning by using Autograph and the experimental class 2 get the quided discovery learning by using Autograph. The instrument used consisted of: (1) test of mathematical metacognition abilities, (2) test of mathematical communication abilities, (3) the response questionnaire of students on the learning, (4) the questionnaire of students result activities on the learning, and (5) the questionnaire of teacher abilities on manage of learning. The data analysis by using analysis of covariance (ANACOVA) and N-Gain. The results of research show that (1) there are no differences of improvement metacognition mathematics abilities between students who get the expository learning by using Autograph with the students who get the guided discovery learning by using Autograph, (2) there are differences of improvement communication mathematics abilities between students who get the expository learning by using Autograph with the students who get the guided discovery learning by using Autograph, (3) the process of the students answers on solve the exercises who representate the metacognition and communication abilities in experimental class 2 is better than the experimental class 1, and the mistakes of the students answers on finish the exercises who representate the metacognition and communication abilities in experimental class 2 is lower than the experimental class 1, (4) the responses of students in the expository learning by using Autograph and responses of students in the quided discovery learning by using Autograph equally representate the positive response.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN REPRESENTASI MATEMATIK SERTA MOTIVASI BELAJAR Setio Priyono Program Magister Pendidikan Matematika Fakultas Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung Jalan Sumatra No. 4

PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN REPRESENTASI MATEMATIK SERTA MOTIVASI BELAJAR Setio Priyono Program Magister Pendidikan Matematika Fakultas Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung Jalan Sumatra No. 4

tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/ mendesak. Menurut Sriyono (Salimin, 2017:19) bahwa salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengaktifkan siswa dalam belajar. Selama pembelajaran terlihat keaktifan siswa dalam belajar tinggi, sehingga mereka mau bekerja keras dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, walaupun belum mencapai hasil yang maksimal. Selain itu, faktor keluarga juga mempengaruhi. Febrianty, Rani (2013) menjelaskan bahwa perhatian orang tua berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

t ipa 0808070 chapter5

t ipa 0808070 chapter5

Self-concept siswa tentang matematik dalam pembelajaran dengan menggunakan program Geogebra lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.. Self-conce[r]

3 Baca lebih lajut

S MTK 1005370 Chapter1

S MTK 1005370 Chapter1

Desember 2004 menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa kelas dua SMP Indonesia masih cukup memprihatinkan, yaitu berada di peringkat ke 35 dari 46 negara. Tes tersebut menempatkan negara tetangga dekat, yaitu Singapura menduduki peringkat tertinggi dalam rata-rata pencapaian nilai TIMSS bidang matematika, dan Malaysia berada di peringkat ke-10. Tercatat kemampuan siswa SMP kelas dua Indonesia dalam menyelesaikan soal-soal tidak rutin (masalah matematis) masih sangat lemah, namun relatif baik dalam menyelesaikan soal- soal tentang fakta dan prosedur (Purwanto, 2010).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN REPRESENTASI MATEMATIK MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA PADA SISWA SMP NEGERI 25 PEKANBARU.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN REPRESENTASI MATEMATIK MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA PADA SISWA SMP NEGERI 25 PEKANBARU.

ide/gagasan mereka sendiri dalam pemecahan masalah, melainkan hanya diberikan suatu bentuk representasi saja. Sejalan dengan itu Hutagaol (2013 : 86) menyatakan bahwa terdapatnya permasalahan dalam penyampaian materi pembelajaran matematika, yaitu kurang berkembangnya daya representasi siswa, khususnya pada siswa SMP, siswa tidak pernah diberi kesempatan untuk menghadirkan representasinya sendiri tetapi harus mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh gurunya. Oleh karena itu berdasarkan permasalahan tersebut, ketika siswa memiliki bentuk lain dari suatu penyelesaian dalam pemecahan masalah, siswa merasa tidak yakin untuk mengungkapkannya karena berbeda dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa tidak menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru, sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya kemampuan representasi matematik siswa. Rendahnya kemampuan representasi siswa ini juga diperkuat dari hasil tes yang diberikan kepada beberapa orang siswa, yaitu pada soal berikut:
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...