Top PDF PERBEDAAN SIKAP ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERILAKU ‘TEMAN TAPI MESRA’

PERBEDAAN SIKAP ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERILAKU ‘TEMAN TAPI MESRA’

PERBEDAAN SIKAP ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERILAKU ‘TEMAN TAPI MESRA’

maka hipotesis penelitian diterima. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penghitungan Independent sample t-test sebesar 14,912 dengan probabilitas 0,000 (ρ<0,05). Hurlock (2000) berpendapat bahwa pada garis besarnya perbedaan sikap dewasa dini laki-laki dan perempuan disebabkan karena adanya pembentukan sikap yang dilakukan oleh masyarakat, berbeda sejak masa kanak-kanak. Laki-laki dalam norma-norma masyarakat mempunyai kesempatan yang lebih besar dibandingkan perempuan, baik dalam bidang pekerjaan, politik, organisasi maupun dalam pergaulan dengan lawan jenis (Hurlock, 2003). Kaum laki-laki termasuk juga dewasa dini lebih bebas melakukan segala sesuatu termasuk hal-hal yang berhubungan dengan perilaku TTM.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

Peran Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Laki-Laki dan Perempuan di Indonesia

Peran Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Laki-Laki dan Perempuan di Indonesia

Beberapa temuan penting dalam penelitian adalah teman sebaya memiliki kontribusi terhadap perilaku seksual remaja, namun pengaruhnya lebih besar pada remaja lelaki. Selain peran teman sebaya, penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dan napza memiliki kontribusi terhadap peningkatan perilaku seks pranikah pada remaja. Sedangkan komunikasi dengan orang tua, keterpaparan media, pendidikan lebih tinggi merupakan faktor protektif bagi remaja perempuan untuk tidak melakukan seks pranikah. Berdasarkan data SKRRI tahun 2012, proporsi perilaku seksual pranikah pada remaja lakilaki (8,3%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja perempuan (0,9%). Hal ini dimungkinkan karena adanya perbedaan gaya hidup baik dari sisi latar belakang budaya maupun kemudahan aksesibilitas pada remaja lakilaki. 3 Pola ini
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENANGANAN PERILAKU SISWA YANG MENGGANGGU DALAM PROSES PEMBELAJARAN KLASIKAL SEKOLAH MENENGAHOLEH GURU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

PERBEDAAN PENANGANAN PERILAKU SISWA YANG MENGGANGGU DALAM PROSES PEMBELAJARAN KLASIKAL SEKOLAH MENENGAHOLEH GURU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

...dengan menyuruh mereka membersihkan kelas, mengepel lantai, melap kaca, menuliskan kata ”saya tidak akan berbuat itu lagi” sekian puluh kali. Atau yang lebih sadis seperti: disuruh lari berkeliling lapangan sekian kali putaran tanpa memakai sepatu dan baju; berdiri pada satu kaki sampai selesai jam pelajaran atau bahkan sampai menskor atau tidak mengizinkan untuk sekolah. Itu tidaklah efektif. Selain tidak relevan dengan materi pelajaran, kadang tidak manusiawi, juga dapat menimbulkan sikap negatif pada si pelaku. Proses perbaikan diri tidak terjadi, sikap antipati atau bibit balas dendam mungkin justru ditumbuhkan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Perbedaan Perilaku Seksual Mahasiswa Laki-laki UNS yang Tinggal di Kos dan Tidak Tinggal di Kos Ditinjau dari Interaksi dengan Teman Sebaya

Perbedaan Perilaku Seksual Mahasiswa Laki-laki UNS yang Tinggal di Kos dan Tidak Tinggal di Kos Ditinjau dari Interaksi dengan Teman Sebaya

mengadopsi informasi yang diterima oleh teman-temannya, tanpa memiliki dasar informasi yang signifikan dari sumber yang lebih dapat dipercaya. Hal ini karena remaja lebih banyak berada di luar rumah bersama dengan teman-teman sebayanya, maka dapatlah dimengerti bahwa interaksi teman sebaya membawa pengaruh lebih besar daripada pengaruh keluarga pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku (Hurlock, 2004). Menurut Desmita (2009), melalui interaksi teman sebaya, remaja belajar tentang hubungan-hubungan sosial di luar keluarga. Mereka berbicara tentang pengalaman- pengalaman dan minat-minat yang lebih bersifat pribadi, seperti masalah pacaran dan pandangan-pandangan tentang seksualitas. Namun pada kenyataannya teman sebaya tidak hanya membawa pengaruh yang baik bagi perkembangan psikososial remaja namun juga berpeluang untuk membawa pengaruh buruk dengan mengenalkan remaja pada alkohol, obat- obatan dan perilaku seks bebas (Santrock, 2003).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap terhadap privacy di situs jejaring sosial antara remaja laki   laki dan remaja perempuan

Perbedaan sikap terhadap privacy di situs jejaring sosial antara remaja laki laki dan remaja perempuan

dalam Trepte & Reinecke, 2011). Hasil tersebut juga sejalan dengan penelitian Kim dan Dindia (2008). Dalam penelitiannya mengenai gender, budaya, dan pengungkapan diri pada situs jejaring sosial, menemukan bahwa dalam penggunaan fasilitas di situs jejaring sosial, perempuan lebih banyak mengunggah foto daripada lakilaki. Sedangkan dalam penggunaan situs jejaring sosial, lakilaki lebih banyak menulis atau posting suatu tulisan di profil jejaring sosialnya dibandingkan perempuan. Selain itu, dalam berinteraksi di situs jejaring sosial, lakilaki justru lebih banyak menggunakan alamat anonim atau samaran/ palsu. Selain itu, dalam menanggapi pertanyaan yang sifatnya pribadi, lakilaki sering memberikan informasi yang tidak sebenarnya (Thelwall, M. dalam Trepte & Reinecke, 2011). Hasil – hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa remaja perempuan pengguna situs jejaring sosial memiliki perilaku yang kurang menjaga privacy di situs jejaring sosial. Untuk memahami lebih jauh mengenai remaja perempuan dalam menjaga privacy di situs jejaring sosial, perlu dilakukan penelitian dengan mengukur sikap remaja perempuan terhadap penjagaan privacy di situs jejaring sosial.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap terhadap privacy di situs jejaring sosial antara remaja laki - laki dan remaja perempuan.

Perbedaan sikap terhadap privacy di situs jejaring sosial antara remaja laki - laki dan remaja perempuan.

Dalam keadaan emosi tertentu, teman menjadi tempat yang tepat untuk mencari dukungan, berbagi cerita, dan mungkin dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi (Papalia, Olds, & Feldman, 2008). Oleh karena itu, adanya teman dapat membantu remaja perempuan dalam mengurangi atau meredakan emosinya dengan berbagi cerita dan memperoleh dukungan dari teman. Di situs jejaring sosial, komunikasi dengan teman dapat lebih mudah dilakukan tanpa harus bertemu langsung sehingga ketika remaja perempuan sedang dalam keadaan tidak stabil emosinya, ia dapat bercerita atau mengungkapkan apa yang ia rasakan di situs jejaring sosial untuk mendapatkan respon atau dukungan dari temanteman di situs jejaring sosial tersebut.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PORNOGRAFI

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PORNOGRAFI

Masyarakat Indonesia telah lama mengenal suatu budaya atau adat- istiadat yang diwariskan oleh para leluhur atau nenek moyang mereka. Seiring dengan perkembangan zaman maka masuklah budaya asing, yang mengajarkan suatu pola perilaku yang dianggap lebih modern dengan menerapkan keterbukaan atau suatu kebebasan dalam mengekspresikan diri di lingkungan sosial masyarakat. Budaya asing tersebut masuk ke Indonesia melalui usaha kerjasama dagang, penjajahan negara lain terhadap Indonesia, pertukaran pelajar, dan lain-lain. Masyarakat Indonesia berharap bahwa dengan kebudayaan baru yang diadopsi dari negara lain tersebut mampu memperkaya keragaman budaya dan dapat meningkatkan kehidupan ke taraf yang lebih baik seperti kemajuan yang telah diperoleh negara lain dengan kebudayaannya tersebut.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

this PDF file IMPULSE BUYING PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH | Aprilia |  : Jurnal Psikologi 1 PB

this PDF file IMPULSE BUYING PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH | Aprilia | : Jurnal Psikologi 1 PB

Tidak adanya perbedaan impulse buying antara laki-laki dan perempuan disebabkan karena produsen mulai memperhatikan bahwa laki-laki masa kini tidak kalah dibandingkan dengan perempuan dalam memperhatikan penampilannya. Baik pria maupun wanita memiliki kesadaran yang sama bahwa penampilan adalah hal yang penting dalam kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, kini semakin banyak dibuka outlet, toko dan tempat berjualan lainnya yang menyediakan segala macam produk yang tidak hanya dikhususkan bagi perempuan namun juga bagi laki-laki. Bukti ini menguatkan bahwa laki-laki sejajar dengan perempuan dalam perilaku membeli (Anin, Rasisin & Atamimi, 2008).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

 Berbeda dengan laki-laki yang ang cenderung lebih mengarah pada perilaku yang directive (mendasarkan pada instruksi) dan assertive (cenderung agresif dan dogmatik), dan menggunakan otoritas yang baiasanya ia miliki untuk melakukan “kontrol dan komando”

5 Baca lebih lajut

Untitled Document

Untitled Document

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif untuk menguji perbedaannya pada dua kelompok sampel yang berbeda dan pengaruh faktor yang satu terhadap yang lainnya sekaligus menguji hipotesis. Adapun metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dan menganalisis perbedaan sikap jemaat laki-laki dan perempuan terhadap efektivitas kepemimpinan Pendeta perempuan di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) adalah dengan menggunakan teknik independent sample t-test. Alat uji ini digunakan untuk melihat apakah suatu terdapat suatu perbedaan yang signifikan antara rata-rata dari dua kelompok. Sebelum dilakukan uji t-test, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi penelitian yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Tingkat Kepangkatan dan Jenis Kelamin

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Tingkat Kepangkatan dan Jenis Kelamin

Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Juml[r]

1 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pendeta Perempuan dalam Kepemimpinan di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) T2 752010013 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pendeta Perempuan dalam Kepemimpinan di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) T2 752010013 BAB I

Ketidakadilan dan ketidaksetaraan yang menimpa kaum perempuan banyak terjadi karena dikonstruksi budaya dari masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baru tentang eksistensi dan identitas perempuan ditengah Gereja harus ada untuk menghasilkan kesetaraan dan keadilan jender antara laki-laki dan perempuan. Itulah yang menyebabkan penulis tertarik untuk meneliti pendeta perempuan yang belum pernah dilakukan khususnya dalam kepemimpinan di Gereja HKBP sekaligus merepresentasikan bagaimana pendeta perempuan memandang
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT KESEIMBANGAN TUBUH ANTARA LANSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

PERBEDAAN TINGKAT KESEIMBANGAN TUBUH ANTARA LANSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Menurut Miller (2004), berkaitan dengan keseimbangan tubuh pada lansia laki-laki dan perempuan, lansia perempuan memiliki kontrol muskular yang kurang daripada lansia laki-laki sehingga mempengaruhi ekstremitas bawah. Ketidakseimbangan posisi tegak dipengaruhi oleh faktor penuaan seperti berkurangnya reflek, kerusakan fungsi propioseptif, berkurangnya sensasi fibrasi dan posisi tulang sendi pada ekstremitas bawah. Konsekuensi fungsional negatif yang diakibatkan dari perubahan sistem muskuloskeletal

8 Baca lebih lajut

KEPUASAN KERJA PERAWAT DITINJAU DARI GENDER

KEPUASAN KERJA PERAWAT DITINJAU DARI GENDER

Profesi perawat adalah pekerjaan yang bisa dijalankan oleh perempuan maupun laki-laki. Kepuasan kerja yang dicapai antara perawat laki-laki dan perempuan ditinjau dari gender diduga berbeda diantara keduanya. Dalam budaya Indonesia orang tua sudah mengajarkan kepada anak-anaknya peranan tugas masing- masing anak baik itu laki-laki maupun perempuan dari usia dini. Sebagai contohnya anak perempuan sedari dini sudah diajarkan oleh orang tua mereka merawat, memelihara serta menjaga hal-hal yang kecil sekalipun, diajarkan pula sifat-sifat seperti ketelatenan, kelemah lembutan dan kesabaran yang tinggi. Sedangkan laki- laki sedari dini telah diajarkan oleh orang tua mereka keberanian, ketegasan, serta keterampilan melindungi diri. Dari perbedaan peran gender tersebut diduga timbul adanya perbedaan dalam pencapaian kepuasan kerja khususnya dilingkup kerja perawat, mengingat sifat-sifat keperawatan identik dengan sifat-sifat perempuan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT PENYESUAIAN DIRI ANTARA PENSIUNAN GURU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SKRIPSI

PERBEDAAN TINGKAT PENYESUAIAN DIRI ANTARA PENSIUNAN GURU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SKRIPSI

Dalam masyarakat, laki-laki diharapkan kuat dan mandiri (Widiyanti, 2002). Dengan latar belakang tersebut menyebabkan seorang pensiunan guru laki-laki sulit untuk menyesuaikan diri. Pensiunan guru laki-laki harus tetap kuat dan mandiri di depan masyarakat, padahal dengan keadaan fisik dan mental yang menurun membuatnya semakin lemah dan banyak permasalahan tidak bisa diselesaikannya sendiri. Hal tersebut juga menyebabkan adanya perubahan dalam pensiunan guru laki-laki karena sebelumnya terbiasa kuat dan mandiri harus menjadi tergantung pada orang lain. Lain halnya dengan pensiunan guru perempuan. Dalam masyarakat, perempuan lebih ditoleransi oleh masyarakat untuk tergantung pada orang lain sehingga pensiunan guru perempuan bisa rela menerima bantuan dari orang lain. Hal tersebut menyebabkan seorang pensiunan bisa meminta bantuan dari lain sehingga memudahkannya menghadapi berbagai permasalahan di masa pensiun.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PERBEDAAN GAYA PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA KARYAWAN KANTOR LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

PERBEDAAN GAYA PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA KARYAWAN KANTOR LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Konflik merupakan salah satu fakta kehidupan yang dapat terjadi di dalam hidup setiap manusia. Setiap individu pasti pernah mengalami konflik di dalam berbagai aspek kehidupannya, termasuk di dalam kehidupan dunia kerja juga tidak lepas dari adanya konflik. Dalam aktivitas kerjasama untuk mencapai tujuan perusahaan, tidak jarang terjadi perbedaan persepsi, karakter, keinginan dan harapan diantara individu maupun diantara kelompok individu dalam berinteraksi yang dapat berpotensi menimbulkan konflik. Hadirnya konflik di dalam aktivitas sebuah perusahaan tentu dapat membawa dampak tertentu bagi kinerja perusahaan dan iklim kerja di dalamnya. Pandangan mengenai akibat yang dihasilkan dan cara menyikapi konflik itu sendiri mengalami perubahan seiring dengan perkembangan jaman.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEBIASAAN BELAJAR ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN

PERBEDAAN KEBIASAAN BELAJAR ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN

Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan intrumen penelitian untuk pengambilan data kebiasaan belajar berupa skala kebisaan belajar yang terdiri dari empat indikator yaitu penyusunan jadwal belajar dengan hasil analisa validitas skala berkisar antara 0.2573 – 0.6146, pemilihan bahan atau sumber bacaan dengan hasil analisa validitas skala berkisar antara 0.2187 – 0 5704, penggunaan waktu belajar dengan hasil analisa validitas skala berkisar antara 0.2835 – 0.6495, gaya strategi belajar dengan hasil analisa validitas skala berkisar antara 0.2182 – 0.6175. Hasil reliabilitas skala kebiasaan belajar untuk penyusunan jadwal belajar yaitu Rtt = 0.7744, pemilihan bahan atau sumber bacaan yaitu Rtt = 0.7480, penggunaan waktu belajar yaitu = 0.8424, gaya strategi belajar yaitu = 0. 8110, dengan nilai tabel (r tabel ) = 0.176. maka dapat dinyatakan bahwa skala kebiasaan belajar adalah valid dan reliabel. Dengan menggunakan analisa uji beda (T-test), adapun hasil dari penelitian ini adalah perbedaan yang sangat signifikan (t = 2,641 ; sig 0.009). dengan hasil kebiasaan belajar siswa perempuan lebih baik (Xp = 172,52) dibandingkan siswa laki-laki yang mempunyai kebiasaan belajar (Xl = 163,66).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perbedaan Sikap Antara Remaja Laki-Laki dan Remaja Perempuan Akibat Dari Label Peringatan Kesehatan Bergambar Pada Kemasan Rokok.

Perbedaan Sikap Antara Remaja Laki-Laki dan Remaja Perempuan Akibat Dari Label Peringatan Kesehatan Bergambar Pada Kemasan Rokok.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signfikan antara kognitif remaja laki-laki dan perempuan akibat dari label peringatan kesehatan bergambar, tidak terdapat perbedaan yang signfikan antara afektif remaja laki-laki dan perempuan akibat dari label peringatan kesehatan bergambar, juga tidak terdapat perbedaan yang signfikan antara konatif remaja laki-laki dan perempuan akibat dari label peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok.

2 Baca lebih lajut

BS PA Katolik K IV 07042014

BS PA Katolik K IV 07042014

Apabila kita mencermati kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan beraneka ragam suku dan budaya, tradisi, agama dan kepercayaan, kita dapat menemukan banyak pandangan masyarakat tentang perempuan dan laki- laki. Ada orang yang berpendapat bahwa perempuan dan laki-laki itu sama saja tidak ada bedanya. Sebagian masyarakat memandang bahwa laki-laki merupakan manusia sejati yang memiliki derajat lebih tinggi dari perempuan. Pandangan ini melatarbelakangi sikap keliru terhadap diri sendiri dan orang lain yang berbeda jenis kelamin. Ada sebagian kecil masyarakat yang berpendapat bahwa perempuan merupakan manusia nomor dua. Perempuan dipandang lebih rendah derajatnya dari laki-laki. Hal ini tentu membuat kaum perempuan kurang dihargai, bahkan cenderung dihina. Selain itu, sebagian besar masyarakat memiliki pandangan bahwa laki-laki dan perempuan itu sama derajatnya, karena keduanya adalah ciptaan Tuhan,yang memiliki keistimewaan serta kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis makhluk ciptaan yang lain. Perempuan dan laki-laki memang berbeda, tetapi Tuhan menghendaki agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja sama dan saling melengkapi.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Perbedaan kecerdasan emosi pada laki-laki dan perempuan dewasa dini.

Perbedaan kecerdasan emosi pada laki-laki dan perempuan dewasa dini.

lebih sering melamun bila sedang depresi dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini dapat diakibatkan karena perempuan pada masa kanak-kanak mendapatkan pendidikan emosi yang lebih sehingga perempuan lebih mahir membaca sinyal emosi, baik verbal dan non-verbal, mahir dalam mengungkapkan dan mengkomunikasikan perasaan-perasaannya. Perempuan yang lebih terbuka dalam mengungkapkan kesedihannya akan lebih banyak hal dalam kehidupannya yang membuatnya sedih. Sementara laki-laki lebih terampil untuk meredam emosi yang berkaitan dengan perasaan rentan, salah, takut dan sakit (Goleman, 2009). Melihat tersebut peneliti pun berasumsi bahwa laki-laki lebih dapat mengelola emosinya daripada perempuan. Hal ini dapat mendukung hasil penelitian yang peneliti lakukan bahwa laki-laki lebih dapat mengelola emosinya. Hasil penelitian ini pun hampir serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Khaili (2011) bahwa laki-laki lebih terampil dalam mengelola emosi.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...