Top PDF Perencanaan Tempat Evakuasi Bencana Banjir Berbasis Teknologi Sistem Imformasi Geografis (SIG) ( Studi Kasus Kota Pekanbaru Kecamatan Rumbai)

Perencanaan Tempat Evakuasi Bencana Banjir Berbasis Teknologi Sistem Imformasi Geografis (SIG) ( Studi Kasus Kota Pekanbaru Kecamatan Rumbai)

Perencanaan Tempat Evakuasi Bencana Banjir Berbasis Teknologi Sistem Imformasi Geografis (SIG) ( Studi Kasus Kota Pekanbaru Kecamatan Rumbai)

pindah atau mengungsi ke bangunan tempat evakuasi di daerah yang aman dan akhirnya banyak masyarakat yang mengambil resiko untuk tetap menetap di rumah yang tergenang banjir. Ketidaktahuan masyarakat akan tempat pengungsian ini juga diakibatkan tidak adanya rute jalur evakuasi bencana banjir. Dalam upaya untuk mengantisipasi permasalahan tersebut perlu ada sebuah rancangan atau perencanaan sebelum terjadinya bencana banjir dalam meminimalisir kerugian yang dapat terjadi. Usaha meminimalisir tersebut dilakukan dapat berupa kajian mengenai daerah yang sering terkena banjir seperti ketinggian banjir, berapa lama durasi banjir dan berapa luas daerah yang terkena banjir sehingga dapat menyusun perencanaan jalur evakuasi dan tempat evakuasi yang sesuai, efektif dan efisien. Penyusunan peta jalur evakuasi pada daerah tergenang banjir di kecamatan rumbai dengan menggunakan penerapan SIG perlu dilakukan pemerintah agar dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam upaya penanganan saat banjir terjadi guna untuk mengurangi kerugian yang dialami.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Evaluasi Kapasitas Shelter Evakuasi untuk Bencana Tsunami di Kota Padang Berbasis Sistem Imformasi Geografis (SIG)

Evaluasi Kapasitas Shelter Evakuasi untuk Bencana Tsunami di Kota Padang Berbasis Sistem Imformasi Geografis (SIG)

Kota Padang merupakan daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan dua lempeng Hindia dan Asia. Untuk mempersiapkan akan kemungkinan terjadi tsunami, beberapa instansi telah membuat perencanan evakuasi. Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) dan Komunitas Siaga Tsunami ( KOGAMI ) membuat perencanaan bangunan – bangunan yang dapat dijadikan shelter evakuasi di Kota Padang. DKP merencanakan sebanyak 152 banguan shelter dan KOGAMI merencanakan 93 bangunan shelter.

9 Baca lebih lajut

PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MENENTUKAN TITIK DAN RUTE EVAKUASI

PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MENENTUKAN TITIK DAN RUTE EVAKUASI

Kawasan Perkotaan Pangkep didapatkan beberapa lokasi-lokasi evakuasi bencana banjir berdasarkan hasil analisis dalam penentuan lokasi evakuasi yang dianggap memenuhi kriteria. Hasil analisis diperolah sebanyak 40 titik sebaran potensi tempat evakuasi, beberapa diantaranya akan dijadikan titik fokus atau tujuan utama tempat evakuasi yang dibagi menjadi 2 kawasan titik fokus yaitu kawasan yang berada dibagian Utara dan kawasan yang berada dibagian Selatan. Kawasan yang berada dibagian Utara mencangkup Kelurahan Boriappaka, Samalewa, Sapanang, Mappasaile dan Pabbudukang. Berdasarkan analisis dalam penentuan tempat evakuasi yang paling dianggap memenuhi semua kriteria dari segi aksesbilitas (waktu tempuh) yaitu kurang dari 20 menit, ketersediaan jumlah MCK memiliki lebih dari 5 MCK, dan kapasitas daya tampungnya mampu menampung lebih dari 20 KK, maka titik utama tempat evakuasi pada kawasan yang berada di bagian Utara memiliki 6 titik utama yang terdiri dari sarana pendidikan (sekolah), peribadatan (mesjid), serta sarana kesehatan (puskesmas).
Baca lebih lanjut

201 Baca lebih lajut

Penyusunan Peta Indeks Resiko Banjir dengan Teknologi Sistem Imformasi Geografis (SIG) Kecamatan Senapelan, Sukajadi dan Lima Puluh

Penyusunan Peta Indeks Resiko Banjir dengan Teknologi Sistem Imformasi Geografis (SIG) Kecamatan Senapelan, Sukajadi dan Lima Puluh

Sistem Informasi Geografis (SIG) Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem yang berbasis pada komputer yang mempunyai kemampuan untuk menangani data yang bereferensi kepada geografis yang mencakup masukkan, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), manipulasi, analisis, dan pengembangan produk serta pencetakan (Aronof dalam Apdas, A.S.H, 2004). SIG mampu menyajikan informasi dalam bentuk grafis dengan dengan menggunakan peta. Pada saat ini, SIG yang berbasis data geografis sudah banyak digunakan dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI BENCANA BANJIR BERBASIS TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) ( Studi Kasus Kota Pekanbaru Kecamatan Rumbai )

PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI BENCANA BANJIR BERBASIS TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) ( Studi Kasus Kota Pekanbaru Kecamatan Rumbai )

tempat evakuasi banjir (flood shelter) langkah awal yang dilakukan yaitu identifikasi lokasi berupa kondisi eksisting lapangan yang saat banjir tidak terganggu. Menurut penelitian (Sri Harsini, 2014) kriteria tempat evakuasi banjir (flood shelter) memiliki beberapa karakteristik berupa pertama lokasi tempat evakuasi harus berada di daerah bebas banjir, kedua jumlah fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) harus memadai dengan jumlah pengungsi, ketiga ketinggian bangunan evakuasi semakin tinggi bangunan evakuasi semakin bagus untuk dijadikan tempat evakuasi, keempat memiliki luas bangunan yang cukup untuk menampung jumlah kapasitas pengungsi, dan aksesbilitas dari titik kumpul ke titik bangunan evakuasi haruslah memiliki akses yang bagus, efisien dan pendek jaraknya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR LUAPAN SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KOTA SURAKARTA

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR LUAPAN SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KOTA SURAKARTA

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa pada saat terjadi banjir adalah dengan perencanaan jalur evakuasi yang efektif. Berdasarkan informasi dari SAR UNS jalur evakuasi bencana banjir yang ada di Kota Surakarta masih berupa rute deskriptif untuk itu perlu adanya pemetaan jalur evakuasi bencana banjir yang efektif, setidaknya penduduk yang menjadi korban banjir akan terbantu dalam menemukan rute jalan untuk menuju ke tempat yang aman paling dekat dan cepat. Banjir dibagi menjadi dua yaitu: pertama, peristiwa tergenangnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat, dan kedua yakni peristiwa meluapnya air dipermukaan yang terjadi akibat limpasan air dari sungai karena debit banjir tidak mampu dialirkan oleh alur sungai atau debit banjir lebih besar daripada kapasitas pengaliran sungai yang ada (Kodoatie dan Sugiyanto, 2001).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR  Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta.

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta.

Kota Surakarta berpotensi terjadi banjir setiap tahunnya karena merupakan daerah cekungan atau intermountain basin. Alih fungsi lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun akan berpengaruh terhadap aliran permukaan. Ketidakseimbangan antara curah hujan, infiltrasi, dan aliran permukaan (limpasan) mengakibatkan sungai tidak mampu menampung aliran air melebihi kapasitasnya. Sejarah mencatat banjir besar yang pernah terjadi pada Maret 1966, Maret 1968, Maret 1973, Februari 1974, Maret 1975, Januari 1982, Desember 2007, dan Februari 2009 menimbulkan kerugian besar. Salah satu cara untuk meminimalisir jumlah korban jiwa adalah dengan perencanaan jalur evakuasi yang efektif. Berdasarkan informasi dari SAR UNS jalur evakuasi yang ada di Kota Surakarta masih berupa rute deskriptif, untuk itu penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan jalur evakuasi bencana banjir di Kota Surakarta dengan Sistem Informasi Geografis. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan interpretasi Citra Quickbird Kota Surakarta tahun 2010, digitasi data sekunder, dan cek lapangan. Analisa data dengan metode Leas Cost Path untuk menghasilkan jalur evakuasi yang efektif dan analisa deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan jalur evakuasi yang dihasilkan. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Surakarta yang wilayahnya terlewati Sungai Bengawan Solo dan terkena pemodelan simulasi banjir luapan Sungai Bengawan Solo, yang dilakukan pada bulan Maret 2014. Hasil analisis least cost path memperoleh dua jalur evakuasi di Kelurahan Sewu dan dua jalur evakuasi di Kelurahan Jebres. Di Kelurahan sewu dapat men uju tempat evakuasi Masjid Jami’ dan Masjid Sawunggaling, sedang di Kelurahan Jebres dapat menuju tempat evakuasi Masjid Al- Fath. Metode least cost path dinilai cocok untuk penentuan jalur evakuasi berdasarkan parameter yang digunakan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR  Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta.

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa pada saat terjadi banjir adalah dengan perencanaan jalur evakuasi yang efektif. Berdasarkan informasi dari SAR UNS jalur evakuasi bencana banjir yang ada di Kota Surakarta masih berupa rute deskriptif untuk itu perlu adanya pemetaan jalur evakuasi bencana banjir yang efektif, setidaknya penduduk yang menjadi korban banjir akan terbantu dalam menemukan rute jalan untuk menuju ke tempat yang aman paling dekat dan cepat. Banjir dibagi menjadi dua yaitu: pertama, peristiwa tergenangnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat, dan kedua yakni peristiwa meluapnya air dipermukaan yang terjadi akibat limpasan air dari sungai karena debit banjir tidak mampu dialirkan oleh alur sungai atau debit banjir lebih besar daripada kapasitas pengaliran sungai yang ada (Kodoatie dan Sugiyanto, 2001).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta.

PENDAHULUAN Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo Di Kota Surakarta.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa pada saat terjadi banjir adalah dengan perencanaan jalur evakuasi yang efektif. Berdasarkan informasi dari SAR UNS jalur evakuasi bencana banjir yang ada di Kota Surakarta masih berupa rute deskriptif untuk itu perlu adanya pemetaan jalur evakuasi bencana banjir yang efektif, setidaknya penduduk yang menjadi korban banjir akan terbantu dalam menemukan rute jalan untuk menuju ke tempat yang aman paling dekat dan cepat. Sedangkan bagi pengguna jalan, jalur pengalih akan membantu mereka dalam menemukan rute-rute jalan yang semestinya dilewati agar terhindar dari hambatan akibat banjir dan lebih cepat sampai ke tujuan. Untuk itu diharapkan penelitian tentang Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta dapat memberikan sumbangan dalam rangka meminimalisir jumlah korban jiwa pada saat terjadinya banjir.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Pendidikan Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan Masyarakat Terhadap Titik Evakuasi Bencana Tsunami

Pendidikan Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan Masyarakat Terhadap Titik Evakuasi Bencana Tsunami

Terdapat beberapa penghambat, namun dapat direduksi. Penghambat tersebut antara lain: 1) Simpang Neusu yang berpotensi untuk timbul kemacetan. Hal ini dapat direduksi dengan penempatan petugas pengatur lalu lintas pada saat kondisi darurat; 2) Median jalan yang terdapat di Jalan Teuku Umar hanya memiliki 2 (dua) tempat memutar yaitu di Depan eks Terminal Seutui dan Simpang Taman Sari. Menambah tempat memutar baru yang bersifat temporer di pertigaan pintu masuk Jalan Sultan Alaidin Johansyah bisa menjadi suatu alternatif seperti terlihat pada Gambar 3. Tempat memutar temporer ini hanya dibuka saat bencana. Pada saat kondisi normal, ditempatkan water barrier sebagai median jalan temporer. Sifat elastis water barrier
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Perencanaan Jalur Evakuasi Tsunami di Kecamatan Wateskabupatenkulonprogo

Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Perencanaan Jalur Evakuasi Tsunami di Kecamatan Wateskabupatenkulonprogo

jalan, ada tidaknya jembatan. Kecamatan Wates memiliki wilayah yang terbagi dua yaitu diselatan Sungai Serang dan diutara Sungai Serang sehingga jalur tercepat untuk evakuasi kedua lokasi melalui satu jembatan besar yang ada di kecamatan tersebut serta hanya melewati satu jalan yaitu Jalan Jetis yang paling efektif untuk menuju ke tempat evakuasi. Jalur evakuasi yang dibuat ada 3 jalur berdasarkan tempat titik kumpul dan titik evakuasi. Jalur pertama dimulai dari titik kumpul sebelah barat dengan melewati Jalan Jetis dan dengan panjang jalan 5 km sehingga dapat ditempuh dalam kira – kira waktu 19 menit dengan berlari.Jalur kedua dimulai dari titik kumpul daerah tengah dengan melewati Jalan Jetis dan dengan panjang jalan 4,6 km sehingga dapat ditempuh dalam waktu 18 menit dengan berlari.Jalur ketiga dimulai dari titik kumpul paling timur dengan melewati Jalan Jetis dan dengan panjang jalan 4,2 km sehingga dapat ditempuh dalam waktu 16 menit dengan berlari. Pembuatan jalur evakuasi ini terbagi dalam tiga zona yaitu zona barat, tengah dan timur.Dalam pembuatan jalur evakuasi ini akhirnya kelas jalan tidak terlalu diperhatikan karena hanya ada beberapa jalan di Wates yang bisa digunakan untuk evakuasi tetapi memiliki kelas jalan yang kecil. Hal ini dikarenakan tidak ada jalan yang lain yang lebih efektif menuju titik evakuasi. Oleh karena itu hal pertama yang dipertimbangkan adalah
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Berbasis Mikrokontroler Arduino

Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Berbasis Mikrokontroler Arduino

Selanjutnya tampilan alat, notifikasi SMS dan web saat sensor level 4 dihubungkan dengan air maka kondisi air dalam keadaan siaga 4, sehingga output pada handphone menerima notifikasi SMS bahwa status level air siaga 4 dan web browser menampilkan status air saat ini siaga 4 dan laju perubahan tinggi air, seperti pada Gambar 11. Sistem peringatan dini bencana banjir ini hanya menggunakan 4 level ketinggian air, dan akan terus berulang cara kerja dari sistem ini yaitu mikrokontroler akan mengaktifkan keseluruhan sistem jika ada salah satu atau lebih tangkai sensor yang menyentuh air.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISDAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS WEB PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS WEB.

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISDAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS WEB PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS WEB.

Penulis menghaturkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan karunia yang telah diberikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan skripsi ini dengan baik. Skripsi adalah studi akhir yang merupakan salah satu tugas akhir yang diwajibkan pada mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta setelah lulus mata kuliah teori, praktikum dan kerja praktek. Tujuan dari pembuatan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapat derajat sarjana Teknik Informatika dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Geografis Tempat Dan Fasilitas Umum Berbasis Sistem Operasi Android

Sistem Informasi Geografis Tempat Dan Fasilitas Umum Berbasis Sistem Operasi Android

Pembangunan yang pesat terjadi di berbagai tempat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan pusat informasi, yang menyebabkan masyarakat awam yang tinggal pada suatu daerah kesulitan dalam mencari tempat. Dibuatnya sistem informasi geografis tempat dan fasilitas umum berbasis Sistem Operasi Android ini menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Kelebihan dari sistem ini adalah setiap pemakai dapat menambahkan tempat, sehingga database tempat menjadi lebih banyak. Sistem ini dikembangkan dengan metode Unified Process dan menggunakan Unified Modelling Language(UML) sebagai tools. Sistem ini diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman java dan juga Software Development Kit(SDK) untuk pengembangan aplikasi yang berjalan pada sistem operasi Android. Pengujian pada sistem ini menggunakan pengujian black box dimana pengujian dilakukan tanpa harus melihat dari struktur internal program. Sistem ini dapat membantu masyarakat awam pada suatu wilayah dalam mencari lokasi tertentu dengan mudah , efektif, dan efisien.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PERAHU BERBAHAN FIBER GLASS BERLAPIS KARET UNTUK EVAKUASI BENCANA BANJIR

PERANCANGAN PERAHU BERBAHAN FIBER GLASS BERLAPIS KARET UNTUK EVAKUASI BENCANA BANJIR

Untuk menganalisa hambatan perahu evakuasi banjir digunakan software Maxsurf Resistance dimana lambung yang telah dibuat di maxsurf kemudian di masukan ke software Maxsurf Resistance untuk dianalisa. Disini ditentukan dan diseting kecepatan perahu 6 knot, dengan media fluidanya adalah air tawar. Karena bentuk lambung tipe pendarat maka digunakan metode Holtrop dengan efisiensi mesin 70%.

5 Baca lebih lajut

Analisis Aksesibilitas Shelter Evakuasi Tsunami Di Kota Padang Berbasis Sistem Informasi Geografis

Analisis Aksesibilitas Shelter Evakuasi Tsunami Di Kota Padang Berbasis Sistem Informasi Geografis

Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut, akibat dari perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau horizontal (Tanioka and Satake, 1995), yang disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982). Perairan barat Sumatera memiliki ciri kegempaan aktif, gempa-gempa yang sering menimbulkan tsunami tersebut perlu diwaspadai, terutama di kawasan pantai yang padat penduduk. Hal ini merupakan potensi bencana besar bagi Kota Padang, untuk itu dibutuhkan upaya penanggulangan bencana yang lebih terpadu. Teknologi Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyusun model informasi yang nantinya dapat digunakan sebagai langkah dalam melaksanakan program mitigasi bencana. Pentingnya data jalur jaringan jalan Kota Padang yaitu untuk menentukan rute/jalur evakuasi tsunami, sementara data shelter evakuasi tsunami dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang pada bulan Mei – 2012 digunakan sebagai bahan analisa dan acuan pada penelitian ini, serta mengidentifikasi apakah shelter evakuasi tersebut dapat terjangkau secara efektif dan efisien oleh korban tsunami pada saat proses evakuasi terjadi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Geografis Bencana Banjir Kabupaten Cilacap Di Lembaga Ilmu Pengetahaun Indonesia

Sistem Informasi Geografis Bencana Banjir Kabupaten Cilacap Di Lembaga Ilmu Pengetahaun Indonesia

Bencana adalah peristiwa atau kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar. Sesuai dengan hasil penelitian yang kami lakukan, didapat adanya kekurangan dalam pembuatan SIG berbasis web, yaitu tidak adanya update data kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Cilacap. Sehingga akan menyebabkan data yang baru tidak diketahui. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Analisis Karakteristik DAS di Kota Pekanabru Berbasis Sistem Imformasi Geografis untuk Menganalisis Hidrograf Satuan Sintetik

Analisis Karakteristik DAS di Kota Pekanabru Berbasis Sistem Imformasi Geografis untuk Menganalisis Hidrograf Satuan Sintetik

Penelitian karakteristik DAS di wilayah Kota Pekanbaru bagian Selatan berbasis SIG yang memanfaatkan data citra satelit dan peta dasar ini bisa dikembangkan lagi dengan menentukan pemodelan kajian banjir dengan mengunakan teknologi SIG. Tugas akhir ini bisa dijadikan refrensi awal bagi para perencana dalam melakukan suatu desain. Juga Perlu dilakukan penelitian kembali menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik lainnya agar menghasilkan nilai kontrol volume yang kecil.

11 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI TEMPAT IBADAH DI DENPASAR BERBASIS MOBILE

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI TEMPAT IBADAH DI DENPASAR BERBASIS MOBILE

Sistem Informasi Geografi adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa dan menghasilkan data bereferensi geografis atau geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan. Dengan menggunakan SIG maka diharapkan akan lebih mudah bagi para pengambil keputusan untuk mengetahui lokasi tempat ibadah beserta informasi yang tersedia yang ada di Kotamadya Denpasar. Karena dengan adanya SIG, maka akan digambarkan pula letak atau lokasi dari tempat ibadah pada kondisi yang sesungguhnya dalam bentuk peta Denpasar. Pada Thesis ini, akan dibuat suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis Mobile Android dengan menggunakan Zachman Framework untuk informasi tempat peribadatan yang ada di Kotamadya Denpasar, yaitu: Masjid, Gereja, Pura, Vihara dan Kelenteng. Disini nantinya akan didapatkan suatu analisa-analisa dan visualisasi dalam bentuk Mobile Android yang dapat digunakan sebagai referensi untuk para pengambil keputusan terutama dalam pencarian lokasi peribadatan di Kotamadya Denpasar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Pengelolaan Penanggulangan Bencana Alam Garut Berbasis Sistem Informasi Geografis

Perancangan Sistem Pengelolaan Penanggulangan Bencana Alam Garut Berbasis Sistem Informasi Geografis

Perancangan Sistem Informasi Geografis pengelolaan penanggulangan bencana alam ini kedepannya bisa dikembangkan lagi kedalam platform Android [4], agar lebih mempermudah dalam proses penanggulangan dan penyebaran informasi secara cepat. Yang perlu diperhatikan dalam pengembangan selanjutnya untuk penerapan sistem ini tidak terlepas dari tersedianya dana, tetapi peneliti sebelumnya pernah membahas cara untuk mengukur estimasi biaya dalam pengembangan perangkat lunak, salah satunya untuk melakukan estimasi biaya dalam proyek pengembangan perangkat lunak adalah dengan menggunakan metode Use Case Point [5].
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects