Top PDF PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KOTA BIMA - NTB

PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KOTA BIMA - NTB

PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KOTA BIMA - NTB

Dibuat: 2010-07-01 , dengan 7 file(s). Keywords: Kata Kunci : Distribusi Air Bersih, Debit Sumber Air, Pengembangan ABSTRAKSI Jaringan pelayanan air di Kota Bima belum begitu memadai, selain bergantung pada sumber air yang telah dikelola oleh PDAM sebagian lagi masyarakat, terutama yang berada di daerah pinggiran seperti di Ntobo, Nungga, Lampe dan Kumbe juga memanfaatkan sumber air tanah yang berupa sumur dan sumur pompa. Demikian pula dalam penyediaan air bersih harus tetap memperhatikan wilayah pinggiran dan luar perkotaan, karena terdapat beberapa wilayah yang masih minim air bersih, seperti Desa Nitu dan sekitarnya. Perluasan jaringan terutama pada kawasan-kawasan baru yang masih belum terlayani untuk menjaring konsumen lebih banyak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KECAMATAN BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN

PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KECAMATAN BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN

Untuk memberikan pelayan yang maksimal diperlukan system jaringan pipa distribusi un- tuk menyalurkan air bersih ke seluruh daerah perencanaan. Secara teknis pengem- bangan di wilayah Kecamatan Banjar Utara dapat direncanakan. Selain itu juga perlu di- bangun sarana dan prasarana lainnya, antara lain pembangunan prasarana Boster Ba- nua Anyar dengan 3 unit pompa berkapasitas 139 liter/detik, pembangunan ini bertahap sesuai kebutuhan. Dan juga dibangun reservoir dengan kapasitas 2.500 m3/jam. Se- mentara untuk mendukung rencana pengembangan jaringan pipa air bersih tersebut di- perlukan pemenuhan kebutuhan air bersih mencapai 38 l/detik pada tahun 2010, dan te- rus dikembangkan menjadi 97 l/detik pada tahun 2020.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung

Abstrak²PDAM Tulungagung merupakan instansi yang bertanggungjawab dalam pengelolaan air bersih di Kabupaten Tulungagung. Pengelolaan air bersih di PDAM Tulungagung unit BNA Tulungagung dibagi dalam 6 kecamatan dan 1 kecamatan rencana pengembangan yang terdiri dari Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Gondang, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Kauman, Kecamatan Sumbergempol dan rencana wilayah pengembangan yaitu Kecamatan Ngantru. Dari 7 kecamatan tersebut, sistem jaringan distribusi air bersih belum merata ke pelanggan dan tingkat kebocoran air yang cukup tinggi. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, maka perlu dilakukan analisis dan perencanaan terhadap sistem jaringan distribusi air bersih. Periode perencanaan 10 tahun dilakukan untuk tahun 2017-2026 dengan menghitung proyeksi jumlah penduduk dan fasilitas umum untuk mengetahui kebutuhan air. Sistem penyediaan air bersih di 6 kecamatan eksisting didistribusikan dari sumber air permukaan yaitu Kali Song dengan kapasitas produksi 150 liter/detik. Kapasitas digunakan juga dalam rencana pengembangan di Kecamatan Ngantru. Dalam sistem ini, akan direncanakan model sistem jaringan pipa distribusi menggunakan program Epanet 2.0, kemudian dikontrol menggunakan meter induk. Dengan adanya alternatif sistem jaringan ini dapat mengontrol tingkat kebocoran air dan dapat memenuhi cakupan wilayah pelayanan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung

Abstrak — PDAM Tulungagung merupakan instansi yang bertanggungjawab dalam pengelolaan air bersih di Kabupaten Tulungagung. Pengelolaan air bersih di PDAM Tulungagung unit BNA Tulungagung dibagi dalam 6 kecamatan dan 1 kecamatan rencana pengembangan yang terdiri dari Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Gondang, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Kauman, Kecamatan Sumbergempol dan rencana wilayah pengembangan yaitu Kecamatan Ngantru. Dari 7 kecamatan tersebut, sistem jaringan distribusi air bersih belum merata ke pelanggan dan tingkat kebocoran air yang cukup tinggi. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, maka perlu dilakukan analisis dan perencanaan terhadap sistem jaringan distribusi air bersih. Periode perencanaan 10 tahun dilakukan untuk tahun 2017-2026 dengan menghitung proyeksi jumlah penduduk dan fasilitas umum untuk mengetahui kebutuhan air. Sistem penyediaan air bersih di 6 kecamatan eksisting didistribusikan dari sumber air permukaan yaitu Kali Song dengan kapasitas produksi 150 liter/detik. Kapasitas digunakan juga dalam rencana pengembangan di Kecamatan Ngantru. Dalam sistem ini, akan direncanakan model sistem jaringan pipa distribusi menggunakan program Epanet 2.0, kemudian dikontrol menggunakan meter induk. Dengan adanya alternatif sistem jaringan ini dapat mengontrol tingkat kebocoran air dan dapat memenuhi cakupan wilayah pelayanan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMNAS BANYUMANIK KOTA SEMARANG

PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMNAS BANYUMANIK KOTA SEMARANG

dari PDAM Banyumanik, didapatkan kualitas dan kuantitas penyediaan air bersih yang berbeda, dikarenakan kinerja tiap sistem sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Pada sistem penyediaan air bersih dengan perpipaan, kualitas pelayanan tergantung pada kondisi jaringan pipa distribusi air dan kinerja pelayanan. Sedangkan kualitas pelayanan pada sistem penyediaan air bersih non perpipaan tergantung pada kondisi lingkungan alam sekitarnya.

6 Baca lebih lajut

Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih Perumnas Banyumanik Kota Semarang

Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih Perumnas Banyumanik Kota Semarang

Kelurahan Srondol Wetan, Pedalangan dan Padangsari mempunyai tingkat ekonomi dan status sosial yang beragam. Dari perbedaan sistem penyediaan air bersih yang digunakan oleh masyarakat dalam memperoleh air bersih yang 90% persen

6 Baca lebih lajut

EVALUASI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN AIR BERSIH DI KOTA SOE

EVALUASI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN AIR BERSIH DI KOTA SOE

Air merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia. Seiring dengan pertambahan penduduk dan pengembangan wilayah perkotaan kebutuhan air bersih semakin meningkat, maka diperlukan sistem penyediaan air bersih yang baik, agar mencukupi kebutuhan masyarakat dari segi kuantitas air maupun kontinuitas aliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merencanakan pengembangan jaringan air bersih di Kecamatan Kota SoE dengan mengetahui jumlah kebutuhan air bersih dan kondisi hidrolis jaringan perpipaan serta kapasitas debit air yang tersedia. Hasil analisa diperoleh jumlah penduduk Kecamatan Kota SoE Sebesar 41791 jiwa pada tahun 2019 dan menjadi 46859 jiwa pada tahun 2038 dengan kebutuhan air bersih harian rata-rata tahun 2019 sebesar 65.91 ltr/dtk dan 74.86 ltr/dtk pada tahun 2038. Hasil pengukuran pada sumber air diperoleh debit produksi sebesar 21.32 ltr/dtk. Hasil simulasi hidrolis jaringan transmisi Bonleu mampu mengalirkan debit maksimal ±45 ltr/dtk, namun terjadi kehilangan air hingga 70%-80% akibat tekanan kerja pipa dan pengambilan air secara ilegal. Beberapa pipa jaringan distribusi eksisting tidak memenuhi standar pengaliran dan belum menjangkau wilayah di Kota SoE. Untuk mengatasi kekurangan air, direncanakan jaringan transmisi baru dengan penambahan kapasitas debit sebesar 64.05 ltr/dtk dari Mata Air Bonleu. Pada jaringan distribusi dilakukan pengembangan jaringan dengan penambahan satu reservoir agar dapat menjangkau wilayah Kecamatan Kota SoE
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN TASIKMADU DAN TUNGGUL WULUNG KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG JURNAL

PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN TASIKMADU DAN TUNGGUL WULUNG KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG JURNAL

PDAM kota Malang melakukan peningkatan pelayanan khususnya di daerah kelurahan Tasikmadu dan Tunggul Wulung Kecamatan Lowokwaru yang masih belum maksimum. Pada lokasi studi memiliki ketersediaan air bersih sebesar 51 lt/det dan yang terpakai sebesar 15,56 lt/det untuk 13.228 pelanggan di wilayah studi.

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM PERUMNAS KOTA BARU DRIYOREJO GRESIK

PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM PERUMNAS KOTA BARU DRIYOREJO GRESIK

Kata Kunci: kebutuhan air bersih, kehilangan air, jaringan pipa, kondisi tidak permanen, reservoar. Abstract: Efforts to clean water supply of the region should consider the availability of existing water sources. Also in the Perumnas Kota Baru Driyorejo. According to the national target of PDAM Gresik Regency is equal to 80% of the net water supply of the community are met so that the necessary improvement of services by utilizing existing distribution networks and new network development plan. Fulfilling the supply of clean water in the Perumnas Kota Baru Driyorejo exploit water resources originating from the IPA Legundi and IPA Krikilan. The supply for clean water in the study area included in the domestic and non domestic demand taking into account the factor of water loss. This study aimed to ascertain the supply and the availability of water until the year 2020 and knows the condition of the hydraulic system of the existing pipeline network. Simulations the pipeline performed with WaterCAD program v 4.5. The simulated calculation with Extended period condition where water needs to change in accordance with the supply of every hour. Based on the output of the simulation, can be seen that the pipeline system can run. This is based on the pressure conditions are in accordance with the terms of planning and reservoir conditions are able to meet the supply of clean water in the study area.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih (Pada RW IX Kel Blimbing Kota Malang)

Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih (Pada RW IX Kel Blimbing Kota Malang)

Air bersih merupakan materi yang penting dimana keberadaannya sangat dibutuhkan baik dimusim kering maupun di musim penghujan. Keberadaan air bersih merupakan sesuatu unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga tidak dapat terlepas dari tata kehidupan. Pemanfaatan air bersih tidak hanya terbatas pada kebutuhan rumah tangga saja, tetapi juga menyangkut pada fasilitas-fasilitas pelayanan ekonomi dan sosial ataupun kebutuhan dasar bagi manusia dimana kebutuhannya akan selalu meningkat. Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengantisipasi perkembangan daerah, maka perlu diusahakan penyediaan air bersih secara memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya sehingga aman dikonsumsi oleh manusia. Sistem jaringan pipa merupakan komponen utama dari sistem distribusi air bersih atau air minum, dimana merupakan suatu jaringan yang digunakan untuk mengalirkan/mendistribusikan air ke masyarakat. Aliran terjadi karena adanya perbedaan tinggi tekanan di ke dua tempat, tekanan terjadi karena adanya perbedaan elevasi muka air atau karena digunakannya pompa yang lebih sering mengalirkan air dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

STUDI PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

STUDI PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN MULYOREJO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG

Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia Email: putrikiswandhi@gmail.com ABSTRAK Kelurahan Mulyorejo merupakan daerah berkembang. Di wilayah ini terdapat perkembangan pemanfaatan lahan dengan dominasi industri, pemukiman, dan pengolahan sampah. Berdasarkan pendataan kebutuhan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan oleh masyarakat Kelurahan Mulyorejo, pemenuhan kebutuhan air bersih adalah salah satu permasalahan yang belum dapat teratasi. Penurunan kualitas air dan semakin mahalnya tarif penggunaan air, mendorong masyarakat untuk mencari alternatif penyediaan air bersih. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Cipta Karya memberikan bantuan berupa pembangunan sumur bor.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB IV DASAR PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH KOTA NIAMEY

BAB IV DASAR PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH KOTA NIAMEY

4.5.2 Kehilangan Air Kehilangan air yang terjadi pada jaringan penyediaan air bersih harus diperhitungkan dalam menghitung jumlah kebutuhan air di masa yang akan datang. Cukup sulit untuk menurunkan tingkat kehilangan air hingga dibawah 10% (dari total produksi) bahkan untuk jaringan baru sekalipun. Berdasarkan studi-studi yang telah dilakukan oleh IBG, tingkat kehilangan air sebesar 15% merupakan indikasi bahwa jaringan berada dalam kondisi yang baik dan terawat. Tentu saja, kondisi jaringan tersebut bervariasi berdasarkan jenis pipa, umur pipa, karakteristik tanah dan kualitas perawatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN SOFTWARE WATERCAD

STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN SOFTWARE WATERCAD

Hasil simulasi yang diperoleh dari software Watercad adalah nilai kecepatan tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan sehingga dilaksanakan perbaikan bersamaan dengan perencanaan pengembangan 2036. Perencanaan pengembangan dilakukan dengan penambahan beberapa komponen diantaranya kapasitas sumber air sebesar 20 lt/dt, pompa dan menara air. Sehingga debit dan kondisi hidrolis jaringan air bersih dapat memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Selain itu anggaran biaya yang akan dikeluarkan pada perencanaan pengembangan ini sebesar Rp. 5.630.004.400,-
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Studi Evaluasi Dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih PDAM Kota Malang Pada Kecamatan Kedungkandang

Studi Evaluasi Dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih PDAM Kota Malang Pada Kecamatan Kedungkandang

Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sehingga mendapat prioritas dalam pe- nanganan dan pemenuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan kebutuhan air bersih masyarakat sehingga terpenuhi secara optimal. Tujuan dari studi ini adalah yaitu menghitung kebutuhan air pada lokasi studi dan merencanakan pengem- bangan sistem jaringan distribusi air bersih di Kecamatan Kedungkandang, untuk mendukung proses perencanaan jaringan pipa maka dibutuhkan perangkat software yang sesuai yaitu Water- net ver DEM09, Program ini berfungsi untuk menganalisis aliran air yang mengalir di dalam pipa dan dapat mengetahui tekanan yang terjadi pada masing-masing pipa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan layanan air bersih PDAM Kota Malang untuk wilayah Keca- matan Kedungkandang dari 72% ( layanan tahun 2013 ) menjadi 81,9% ( layanan tahun 2024 ). Dengan menggunakan analisa regresi geometrik, hasil proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Kedungkandang pada tahun 2024 mencapai 194801 jiwa. Dengan kebutuhan air bersih yang mencapai rata – rata 282,6 liter/detik, pendistribusian air menggunakan sistem gravitasi dan di- ameter pipa berukuran 25 mm – 150 mm.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

STUDI EVALUASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA MALANG PADA KECAMATAN KEDUNGKANDANG

STUDI EVALUASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA MALANG PADA KECAMATAN KEDUNGKANDANG

Kota Malang merupakan salah satu daerah otonom dan merupakan kota besar kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Kota Malang merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk, hal ini sangat berpengaruh terutama pada peningkatan kebutuhan akan pelayanan air bersih. Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata- rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-40 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perencanaan Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Kelurahan Woloan Tiga Kota Tomohon

Perencanaan Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Kelurahan Woloan Tiga Kota Tomohon

Berdasarkan pedoman Tata Cara Rancangan Teknik Bidang Air Minum (AB-K/RE- RT/TC/040/98) yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (sekarang Departemen Pekerjaan Umum), untuk kategori kota kecil, satu unit hidran umum dapat melayani 100 hingga 200 jiwa. Dengan pertimbangan bahwa asumsi adanya sambungan rumah sampai dengan 60% pada tahun 2019, maka dalam perencanaan ini digunakan standar sampai dengan 200 jiwa per hidran umum. Dengan demikian, jumlah hidran umum rencana dihitung
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KAPASITAS JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI PDAM KECAMATAN BULULAWANG

PENGEMBANGAN KAPASITAS JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI PDAM KECAMATAN BULULAWANG

Dibuat: 2010-07-01 , dengan 7 file(s). Keywords: Kata Kunci : Sistem jaringan pipa, Kebutuhan Air Bersih, Pengembangan ABSTRAKSI Pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah memerlukan penyediaan air bersih sebagai pemenuhan kebutuhan pokok masyarakatnya. Mengingat peranannya yang begitu penting, maka perlu penyediaan air bersih yang cukup, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pertumbuhan kota dan segala aspek kehidupannya, secara tidak langsung berdampak terhadap besarnya kebutuhan akan penyediaan air bersih.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

INFRASTRUKTUR PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN PELING TENGAH

INFRASTRUKTUR PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN PELING TENGAH

Keywords: water distribution networks, domestic water, Peling Tengah ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perencanaan pengembangan jaringan distribusi air bersih di desa Patutuki Kecamatan Peling Tengah, mengingat daerah ini merupakan wilayah yang berada di daerah pesisir dengan keterbatasan sumber air permukaan, tambahan pula terjadinya penyempitan dan kebocoran pada jaringan pipa serta kualitas air yang mengandung zat kapur maupun pemeliharaan yang kurang baik, sehingga debit air yang sampai pada konsumen menjadi berkurang. Lingkup Studi dibatasi pada analisis ketersediaan debit air andalan sebagai salah satu sumber air di Desa Patutuki dengan menggunakan metode F.J Mock dan menghitung pemenuhan kebutuhan air bersih wilayah desa Patukuki Kecamatan Peling Tengah sesuai jumlah penduduknya. Selanjutnya merencanakan jaringan distribtrsi air bersih pada daerah pelayanan dengan sistem gravitasi melalui pipa bercabang dan tertutup. Untuk itu dilakukan pengumpulan data sekunder berupa data meteorologi, data jumlah penduduk, data topografi dan tata guna lahan: Kemudian menghitung kebutuhan air bersih untuk diperbandingkan dengan debit andalan. Hasilnya debit andalan minimum sungai Bebek yang merupakan sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah pelayanan hingga 20 tahun mendatang. Tekanan maksimum memenuhi batas maksimum yang diizinkan yaitu 10 kg/cm 2 dan kecepatan maksimum juga memenuhi batas maksimum yaitu 3 m/detik. Untuk jumlah kebutuhan pipa yang diperlukan dalam perencanaan ini yaitu pipa HDPE ø 102 mm sebanyak 108 batang, pipa PVC ø 102 mm 33 batang, Pipa PVC ø 76 mm 557 batang, dan pipa PVC ø 51 mm 749 batang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN SIALANG PALEMBANG

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN SIALANG PALEMBANG

Data dikumpulkan dari PDAM Tirta Musi, Badan Pusat Statistik, Kantor kelurahan Sialang kota Palembang serta masyarakat dilingkungan setempat. Penulis menggunakan data primer dan sekunder dalam melakukan perencanaan. Data primer diambil melalui pengamatan dan wawancara. Data sekunder dianalisa dengan menggunakan kerangka teori yang dikembangkan dari beberapa buku.

18 Baca lebih lajut

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN SIALANG PALEMBANG

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KELURAHAN SIALANG PALEMBANG

Data dikumpulkan dari PDAM Tirta Musi, Badan Pusat Statistik, Kantor kelurahan Sialang kota Palembang serta masyarakat dilingkungan setempat. Penulis menggunakan data primer dan sekunder dalam melakukan perencanaan. Data primer diambil melalui pengamatan dan wawancara. Data sekunder dianalisa dengan menggunakan kerangka teori yang dikembangkan dari beberapa buku.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...