Top PDF Perencanaan Sistem Persediaan Bahan Baku Industri Garmen di PT. DM

Perencanaan Sistem Persediaan Bahan Baku Industri Garmen di PT. DM

Perencanaan Sistem Persediaan Bahan Baku Industri Garmen di PT. DM

One of the effort to presence with global competition in the era of the Asean Economic Community (AEC) in 2015, making it the various parties, both government, private, and Small and Medium Industries (SMEs) to compete with products made in ASEAN countries. One of the things that can be done is to make the efficiency of the production costs. For that, we need a production planning and control are very closely related to the raw material. The presence of raw materials becomes important because if there is a shortage of raw materials, will inhibit the production process. If the stock overload can make an effect on the cost savings that can increase the cost of the company. IKM DM is one of the industry that concerned to the manufacture of clothing garment, especially to the shorts. The Problems that are often faced by SMEs is the frequent occurrence both in the warehouse overstock raw materials and finished goods warehouse. It is necessary for research in determining the amount of raw materials in the warehouse, so that capital is not held long. This study only focus to three kinds of pants that has all size model, big size type, and type pants buckle. The purpose of this study is predicting the number of requests using the ARIMA period of 3 months in April, May, and June 2014; planned economic order quantity and raw material ordering schedule using the EOQ method. The study also discusses the raw materials inventory system either periodically or in a perpetual; and ends with the calculation of the limitations of the warehouse. Forecasting pants all size in April, May and June respectively 30 840, 31 962, and 32 357 pieces; the big size pants are 8.645,8.782, and 8782; and the buckle pants are 4,960, 4,980, and 4,980 pieces. As for the number of ordering raw materials at economical polly cloth pants all size, buckle, and the big size of 45 562-yard; 17 684; and 25 534 yards. As for the scheduling of raw materials in the all size type, big size type, and the buckles have ROP values of 4.470,1.382, and 660 yards. The frequency ordering as many as 6 times, 3 times, and 2 times with intervals of 30 days, 64 days, and 80 days. From the calculation of the inventory system, obtained perpetual method has the smallest cost. For the calculation of the limitations vast storehouse of raw materials needed 4 shelves for storage of accessories with a total area of 107m2, with a total of 144m2 warehouse area.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUKSI CHEMICAL WATER TREATMENT BOILER DI PT. XYZ

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUKSI CHEMICAL WATER TREATMENT BOILER DI PT. XYZ

Sistem persediaan yang dilakukan PT.XYZ masih menggunakan metode konvensional atau manual. Metode yang dimaksud adalah setelah mendapatkan forecast bagian produksi meminta kebutuhan bahan baku yang diperlukan kepada bagian purchasing dan membuat Purchase Order (PO), dari apa yang telah dipesan. Biaya kebutuhan produksi cukup besar sehingga sering terjadi kesalahan jumlah pemesanan. Hal ini akan berbeda dengan menggunakan metode EOQ, setelah mendapat forecast, lalu diketahui biaya pemesanan, jumlah pemakaian bahan baku dan lain-lain maka akan didapat total biaya persediaan, jumlah pemesanan yang ekonomis dan titik pemesanan kembali.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perencanaan Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Material Requirement Planning di PT. XYZ

Perencanaan Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Material Requirement Planning di PT. XYZ

PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang barang bangunan dari kayu ada 2 jenis produk yang dihasilkan turning dan handrail. Turning merupakan andalan dari perusahaan dikarenakan produk tersebut sangat laku keras dalam penjualannya baik lokal maupun ekspor. Permasalahan yang sering dialami oleh PT. XYZ adalah kurangannya ketersediaan bahan baku pada proses produksi produk turning sehingga dampak yang terjadi adalah keterlambatan pengiriman barang. Master production schedule merupakan metode yang menjelaskan tentang gambaran sistem yang akan diproduksi baik kuantitas waktu dan barang akan dikirimkan. Material requirement planning sebuah metode yang digunakan untuk mempelajari tentang manajemen persediaan berfungsi untuk mengendalikan dan merencanakan dengan menggunakan data permintaan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menentukan penggunaan metode material requirment planning dengan membandingkan ke 2 lot sehingga dapat menghasilkan lot yang optimum. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa lot for lot menghasilkan nilai biaya persediaan yang optimum sebesar Rp. 1.170.000,00 per unit sedangkan nilai dari lot economic order quantity sebesar Rp. 2.889.560,91 per unit.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Aplikasi Teknik Simulasi untuk Perencanaan Persediaan dan Pemesanan Bahan Baku di PT. Xyz

Aplikasi Teknik Simulasi untuk Perencanaan Persediaan dan Pemesanan Bahan Baku di PT. Xyz

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan wawancara dengan pihak perusahaan, diketahui bahwa perusahaan ini berproduksi secara berkelanjutan untuk memenuhi permintaan yang bersifat fluktuatif (berubah-ubah). Kendala yang dihadapi oleh perusahaan adalah sistem pemesanan bahan baku yang tidak efektif dalam menghadapi fluktuasi permintaan terhadap produk plastik sehingga mengakibatkan perusahaan beberapa kali mengalami kekurangan stok. Adapun penentuan jumlah pemesanan dilakukan berdasarkan rata-rata jumlah penggunaan bijih plastik periode sebelumnya. Dalam penelitian ini digunakan teknik simulasi dalam merencanakan pemesanan bahan baku dan membandingkan hasilnya dengan metode pemesanan yang diterapkan perusahaan agar diperoleh rencana pemesanan terbaik. Teknik
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku di PT. Prabu Jaya

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku di PT. Prabu Jaya

PT. Prabu Jaya merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Produk utama yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah pintu kayu. Perusahaan ini berlokasi di Jalan Patumbak No. 10-A Km 8 Medan Tanjung Morawa, Medan-Sumatera Utara. Rumusan masalah di perusahaan ini adalah adanya kesulitan untuk mendapatkan informasi pada bagian persediaan bahan baku dikarenakan belum adanya sistem informasi persediaan bahan baku yang terintegrasi ke departemen yang membutuhkan data persediaan bahan baku termasuk belum akuratnya perhitungan bahan yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian perancangan ini adalah untuk merancang sistem informasi persediaan bahan baku berbasis komputer yang dapat diimplementasikan sebagai pendukung perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku di PT. Prabu Jaya.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

Pengendalian Sistem Persediaan Bahan Baku Di Unit 10 PT. Sritex

Pengendalian Sistem Persediaan Bahan Baku Di Unit 10 PT. Sritex

Industri Indonesia yang diprioritaskan perkembangannya adalah industri tekstil, karena sebagai cikal bakal perindustrian nasional, industri tekstil merupakan salah satu penghasil devisa di sektor industri. Industri tekstil juga berperan dalam menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan sandang merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang akan terus meningkat seiring dengan jalannya pertumbuhan penduduk. Dari tahun ke tahun industri tekstil mengalami peningkatan penjualan sehingga bisa dikatakan sebagai industri yang termaju di Indonesia .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR ANALISA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SEPATU NIKE SCRAMBLE TR II BERDASARKAN SISTEM MRP PADA PT. PRATAMA ABADI INDUSTRI

TUGAS AKHIR ANALISA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SEPATU NIKE SCRAMBLE TR II BERDASARKAN SISTEM MRP PADA PT. PRATAMA ABADI INDUSTRI

Puji syukur kepada tuhan yang maha esa atas segala bekat dan rahmat yang telah diberikan sehingga lapoaran tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Judul yang penulis angkat adalah ”Analisa Perencanaan Persediaan Bahan Baku Sepatu NIKE Scramble TR II 313395-431 Berdasarkan Sistem MRP Pada PT. Pratama Abadi Industri”.

14 Baca lebih lajut

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MODEL PERSEDIAAN PROBABILISTIK PADA PT. TIRA FASHION - Binus e-Thesis

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MODEL PERSEDIAAN PROBABILISTIK PADA PT. TIRA FASHION - Binus e-Thesis

Gambar 5.10. Statechart diagram dari class bahan baku 138 Gambar 5.11. Statechart diagram dari class pegawai 138 Gambar 5.12. Statechart diagram dari class Periode 139 Gambar 5.13. Statechart diagram dari class Uji Normal 139 Gambar 5.14. Statechart diagram dari class (Perencanaan Persediaan)

12 Baca lebih lajut

Perencanaan Sistem Persediaan Dan Perbaikan Tata Letak Di Gudang Bahan Baku PT. Aneka Indo Makmur (Aim), Sidoarjo

Perencanaan Sistem Persediaan Dan Perbaikan Tata Letak Di Gudang Bahan Baku PT. Aneka Indo Makmur (Aim), Sidoarjo

Selain itu, penempatan produk pada gudang bahan baku tidak sesuai dengan tempatnya, sehingga karyawan bagian gudang sering mengalami kesulitan saat akan mencari bahan baku yang akan digunakan untuk produksi. Hal tersebut terjadi saat bahan baku yang dipesan berlebihan, di mana gudang diisi dengan bahan baku yang melebihi kapasitas sebenarnya, sehingga menyebabkan penempatan produk tidak sesuai pada tempatnya. Pengambilan bahan baku tidak bisa dilakukan secara FIFO, karena operator harus membongkar bahan baku bagian depan untuk mengambil bahan baku di bagian belakang, sehingga dari segi waktu pengambilan bahan baku tidak efisien. Penyimpanan dilakukan dengan meletakkan barang sesuai jenis dan peletakannya belum diatur dengan baik, hanya ditumpuk jika ada tempat kosong. Ada beberapa barang dengan varian sama yang diletakkan di tempat yang berbeda, sehingga membingungkan pada saat pengambilan barang dan waktu pengambilan barang menjadi lebih lama. Peletakan barang dilakukan oleh pegawai gudang bahan baku yang kurang memahami dari segi penyimpanan yang baik untuk perusahaan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku U

Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku U

Di desa Ngingas Waru Sidoarjo terdapat sentra industri kecil kerajinan logam. Salah satunya adalah CV Lancar Jaya yang memproduksi suku cadang (spare part) traktor tangan (handtractor). Produk industri kecil mitra (IKM) yang berupa suku cadang handtractor mempunyai kualitas yang cukup bagus dan berhasil menjadi mitra dari perusahaan asing yaitu PT Yamindo Pandaan sebagai pemberi order suku cadang. IKM akan memproduksi sesuai dengan jumlah pesanan dari PT Yamindo dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama. Jumlah pesanan ke IKM mempunyai kecenderungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk saat ini, jumlah pesanan untuk satu kali order sebesar 2000 unit suku cadang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Industri biskuit bergerak dinamis seiring dengan kebutuhan masyarakat akan makanan ringan. PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi biskuit. Di perusahaan tersebut, ada dua jenis bahan baku yang digunakan untuk memproduksi biskuit, yaitu bahan baku mentah (raw material) dan bahan baku kemasan (packaging material). Dinamika permintaan akan biskuit berdampak pula pada proses penyediaan bahan baku pembuatan biskuit. PT XYZ memiliki kendala dalam pemenuhan kebutuhan tersebut terutama dikarenakan tren permintaan yang berubah-ubah. Atas masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bahan baku kelas A di PT XYZ, (2) mengidentifikasi konsep-konsep persediaan yang dilakukan oleh PT XYZ, (3) mengidentifikasi kesenjangan antara rencana persediaan dengan realisasi, dan (4) menganalisis sistem pengendalian persediaan untuk menentukan cara terbaik dalam pengendalian persediaan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dalam Upaya Menghindari Kekurangan Bahan Baku (Studi Kasus pada PT. Kedawung Setia Industrial, Surabaya)

Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dalam Upaya Menghindari Kekurangan Bahan Baku (Studi Kasus pada PT. Kedawung Setia Industrial, Surabaya)

Menjembatani arah dari kedua hal tersebut maka dari sisi penyedia barang dan jasa yang harus lebih mampu menterjemahkan, mengingat pelaku-pelaku ekonomi pada bagian ini dihadapkan pada berbagai tantangan kegiatan yang ada di lapangan. Sebagai hal yang perlu dicermati bahwa persaingan antara perusahaan industri semakin hari semakin tajam hanya semata untuk berebut pemenuhan kebutuhan manusia. Dengan semakin ketatnya persaingan tersebut maka dibutuhkan kiat-kiat tertentu agar perusahaan tetap dapat bersaing dengan perusahaan yang lain dalam kontek produk yang sama.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Aplikasi Teknik Simulasi Untuk Perencanaan Persediaan Dan Pemesanan Bahan Baku Di  PT. Megah Plastik

Aplikasi Teknik Simulasi Untuk Perencanaan Persediaan Dan Pemesanan Bahan Baku Di PT. Megah Plastik

PT. Megah Plastik adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi plastik kantongan. Dalam strategi produksinya perusahaan menerapkan sistem make to order. Dalam proses produksi perusahaan beberapa kali mengalami kekurangan bahan baku ketika jumlah permintaan melonjak dan kelebihan bahan baku ketika jumlah permintaan menurun. Hal ini terjadi karena metode pemesanan bahan baku yang diterapkan perusahaan yaitu berdasarkan rata-rta penggunan bijih plastik periode sebelumnya tidak mampu dalam menghadapi fluktuasi permintaan. Untuk mengatasi hal ini, peneliti mencoba enggunakan teknik simulasi untuk melakukan perencanaan pemesanan bahan baku dengan cara merancang berbagai alternatif rencana pemesanan bahan. Dari hasil pengolahan yang dilakukan, didapatkan bahwa untuk pemesanan jumlah tetap rencana ke-3 dengan jumlah pemesanan 3 kali rata-rata penggunaan bijih plastik ditambah safety stock merupakan rencana terbaik untuk menghindarkan perusahaan dari kekurangan stok serta memberikan biaya persediaan yang paling minimal. Untuk model pembelian dengan periode tetap, didapatkan bahwa rencana ke-2 dengan pembelian setiap 5 hari merupakan rencana terbaik.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Perencanaan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Yang Optimum Pada PT. Charoen Pokphand Indonesia KIM-Mabar

Perencanaan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Yang Optimum Pada PT. Charoen Pokphand Indonesia KIM-Mabar

mencapai titik tertentu (titik pemesanan ulang). Pada sistem tersebut, pemesanan hanya dilakukan ketika jumlah stok di tangan sudah dibawah batas yang ditentukan. Metode ini memampukan perusahaan untuk menghindari pemesanan dengan jumlah yang relatif kecil. Pendekatan ini berguna ketika batas waktu pemakaian bahan penting, dan penuaan bahan sangat tidak diharapkan, terutama ketika terjadinya masa kekurangan atau sedikit sekali permintaan yang datang. Resiko yang timbul adalah potensi kehabisan bahan (stockout), sehingga apabila hal ini terjadi maka kemungkinan berhentinya proses produksi sampai kedatangan bahan sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, maka dalam kesempatan ini penulis mencoba untuk mengamati sistem persediaan lain yang kemungkinan dapat memperkecil resiko yang tersebut diatas dan kemungkinan terjadinya biaya total persediaan yang lebih kecil.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Pembangunan Sistem Informasi Pengendalian dan Perencanaan Persediaan Bahan Baku di CV. Maika Mandiri Sejahtera

Pembangunan Sistem Informasi Pengendalian dan Perencanaan Persediaan Bahan Baku di CV. Maika Mandiri Sejahtera

CV. Maika Mandiri Sejahtera merupakan salah satu perusahaan industri yang memproduksi berbagai macam desain tas yang terbuat dari bahan kain kanvas, yang mempunyai brand yaitu maika-etnik. Sampai saat ini maika etnik memiliki sebanyak 154 desain tas dengan pergantian model tas dilakukan setiap 6 bulan sekali. Setelah berwawancara dengan kepala bagian produksi, setiap minggu maika-etnik dapat memproduksi hingga dua ribu pcs dengan berbagai model tas dan sering menggunakan bahan baku yang sama. Sehingga mudah kehabisan bahan baku dan menimbulkan masalah dengan terjadinya kekurangan stok bahan baku untuk memproduksi tas dalam jangka waktu yang panjang dan menyebabkan terhambatnya pembuatan tas di bagian produksi yang menimbulkan penumpukan permintaan dan pembuatan tas tidak tepat pada waktunya.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Peramalan Persediaan Stok Bahan Baku Di Home Industri Agung Suhanda

Sistem Informasi Peramalan Persediaan Stok Bahan Baku Di Home Industri Agung Suhanda

Sering terdapat waktu senjang (time lag) antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan peristiwa itu sendiri. Adanya waktu tenggang (lead time) ini merupakan alasan utama bagi perencanaan dan peramalan. Jika waktu tenggang itu nol atau sangat kecil, maka perencaaan tidak diperlukan. Jika waktu tenggang ini panjang dan hasil peristiwa akhir bergantung pada faktoe- faktor yang dapat diketahui, maka perencanaan dapat memegang peranan penting. Dalam situasi seperti itu peramalan diperlukan untuk menetapkan kapan suatu peristiwa akan terjadi atau timbul, sehingga tindakan yang tepat dapat dilakukan. Peramalan merupakan bagian integral dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen. Organisasi selalu menentukan saran dan tujuan.[2]
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Sistem Informasi Perencanaan Persediaan Bahan Baku Pada PT. Multimega Dutamandiri

Rancang Bangun Sistem Informasi Perencanaan Persediaan Bahan Baku Pada PT. Multimega Dutamandiri

Proses bisnis PT. Multimega Dutamandiri dimulai dari perusahaan menerima pesanan dari pelanggan kepada bagian marketing, kemudian bagian marketing akan memberikan pesanan tersebut ke bagian produksi. Bagian produksi akan meminta bahan baku ke bagian gudang, dan selanjutnya bagian gudang akan memberikan persetujuan berapa jumlah permintaan yang dapat dipenuhi. Jika persediaan mencukupi, maka persediaan bahan baku akan langsung diberikan kepada bagian produksi sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan. Namun apabila persediaan tidak mencukupi, maka bagian gudang akan memberikan informasi ke bagian produksi untuk selanjutnya informasi tersebut akan disampaikan kepada bagian marketing. Bagian marketing akan menyampaikan ke konsumen apakah permintaan akan dilanjutkan atau batal. Jika permintaan batal maka bagian gudang akan tetap mencatat permintaan bahan baku yang dibatalkan tersebut. Akan tetapi jika permintaan dilanjutkan, maka bagian gudang akan menyampaikan ke bagian pembelian untuk melakukan pemesanan bahan baku ke suplier. Dalam menyediakan kebutuhan bahan baku, bagian gudang akan memberikan informasi kepada bagian pembelian mengenai persediaan bahan baku yang telah habis atau terjadi kekurangan. Bagian gudang membutuhkan informasi mengenai jumlah bahan baku yang harus disediakan pada periode mendatang untuk membantu bagian pembelian dalam memperkirakan jumlah bahan baku yang harus dibeli. Informasi tersebut dibutuhkan oleh perusahaan karena beberapa bahan baku mengalami kekurangan persediaan sehingga terjadi pembatalan permintaan konsumen. Sebagai contoh pada tahun 2013 untuk bahan baku Carbon Steel 1730 tipe Flatbar 45 mm, perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan sehingga pelanggan membatalkan permintaan sebanyak 27 periode dengan total permintaan yang batal sebanyak 2.137 kg dan total permintaan yang tidak terpenuhi sebanyak 5.396 kg. Selama ini perusahaan hanya memperkirakan jumlah pemesanan dan melakukan pemesanan bahan baku pada saat bahan baku sudah tidak tersedia. Padahal proses pemesanan dan pembelian bahan baku bisa membutuhkan waktu enam hari dan bahan baku tidak dapat didatangkan secara mendadak. Apabila perusahaan menambah jumlah pemesanan bahan baku terlalu banyak dan jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan meningkatnya biaya penyimpanan dan resiko kerusakan bahan baku yang lebih besar. Namun, jika persediaan bahan baku terlalu sedikit mengakibatkan resiko terjadinya kekurangan persediaan (stock-out) bahan baku. Apabila persediaan bahan baku tidak ada atau kurang, maka menyebabkan terhentinya proses produksi, tertundanya keuntungan, bahkan hilangnya kepercayaan pelanggan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Sistem Informasi Perencanaan Persediaan Bahan Baku pada PT. Multimega Dutamandiri

Rancang Bangun Sistem Informasi Perencanaan Persediaan Bahan Baku pada PT. Multimega Dutamandiri

Proses bisnis PT. Multimega Dutamandiri dimulai dari perusahaan menerima pesanan dari pelanggan kepada bagian marketing, kemudian bagian marketing akan memberikan pesanan tersebut ke bagian produksi. Bagian produksi akan meminta bahan baku ke bagian gudang, dan selanjutnya bagian gudang akan memberikan persetujuan berapa jumlah permintaan yang dapat dipenuhi. Jika persediaan mencukupi, maka persediaan bahan baku akan langsung diberikan kepada bagian produksi sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan. Namun apabila persediaan tidak mencukupi, maka bagian gudang akan memberikan informasi ke bagian produksi untuk selanjutnya informasi tersebut akan disampaikan kepada bagian marketing. Bagian marketing akan menyampaikan ke konsumen apakah permintaan akan dilanjutkan atau batal. Jika permintaan batal maka bagian gudang akan tetap mencatat permintaan bahan baku yang dibatalkan tersebut. Akan tetapi jika permintaan dilanjutkan, maka bagian gudang akan menyampaikan ke bagian pembelian untuk melakukan pemesanan bahan baku ke
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK DISPERSANT DI INDUSTRI KIMIA

SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK DISPERSANT DI INDUSTRI KIMIA

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen terhadap suatu produk tidak terbatas pada harga dan kualitas saja tetapi juga pada pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang dimaksud tersebut dapat berupa ketersediaan produk yang diinginkan konsumen pada lokasi dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Studi diawali dengan penentuan teknik peramalan yang paling sesuai. Selanjutnya perhitungan safety stock dan reorder point yang paling tepat. Kemudian perencanaan persedian bahan baku dengan karakteristik tingkat permintaan yang bervariasi dilakukan dengan teknik lot size Economic Order Quantity (EOQ) dan Lot For Lot untuk mendapatkan biaya penyimpanan yang paling rendah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...