Top PDF ANALISA PERFORMANSI TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TERHADAP PERUBAHAN PARAMETER

ANALISA PERFORMANSI TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TERHADAP PERUBAHAN PARAMETER

ANALISA PERFORMANSI TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TERHADAP PERUBAHAN PARAMETER

Selanjutnya dilakukan analisa performansi tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dalam domain waktu. Untuk analisa performansi dalam domain waktu ini meliputi analisa kesalahan dan analisa peralihan. Untuk analisa kesalahan, dengan menggunakan persamaan (4) dilakukan analisa kesalahan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator untuk perubahan nilai konstanta penguatan amplifier. Analisa yang sama dilakukan untuk perubahan nilai konstanta waktu amplifier, perubahan nilai konstanta penguatan generator dan perubahan nilai konstanta waktu generator. Nilai batas bawah dan nilai batas atas untuk masing – masing konstanta diperlihatkan pada Tabel 2. Adapun parameter yang diamati dalam analisa kesalahan ini adalah konstanta kesalahan posisi, konstanta kesalahan keadaan mantap terhadap masukan undak satuan. Parameterparameter tersebut diperoleh dari tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dalam keadaan mantap. Secara lengkapnya analisa kesalahan bisa dilihat pada [12]
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISA KEKOKOHAN TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TIPE ARUS SEARAH DENGAN BERBAGAI PENGENDALI

ANALISA KEKOKOHAN TANGGAPAN TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR TIPE ARUS SEARAH DENGAN BERBAGAI PENGENDALI

Berdasarkan hasil simulasi yang diperlihatkan pada Tabel 2. Dan Tabel 3. terlihat bahwa tanggapan tegangan sistem eksitasi generator tanpa pengendali bersifat tidak kokoh terhadap gangguan, tidak mampu meredam derau pada frekuensi tinggi dan serta mempuyai tanggapan yang lambat terhadap masukan tertentu. Hal ini ditunjukkan oleh nilai puncak maksimum sensitivitas dan nilai puncak maksimunm sensitivitas komplementer yang bernilai besar. Dengan bertambah besarnya kedua nilai puncak maksimum ini menyebabkan batasan minimum margin penguatan dan margin fasa akan semakin kecil.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

07 Pemodelan dan Analisa Sistem Eksitasi Generator

07 Pemodelan dan Analisa Sistem Eksitasi Generator

Berdasarkan hasil simulasi yang diperlihatkan pada Tabel 4. dan Gambar 8. diperoleh informasi untuk parameter lebar pita, sistem eksitasi generator tipe statik mempuyai lebar pita yang paling besar sehingga tanggapan tegangan dari sistem eksitasi generator tipe statik akan mempuyai waktu naik, waktu puncak dan waktu keadaan mantap yang paling yang cepat jika dibandingkan dengan sistem eksitasi generator tipe arus searah, tipe arus searah dengan Transient Gain Reduction dan sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Rate Output Feedback. Untuk parameter nilai puncak resonansi dan frekuensi puncak, sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Rate Output Feedback memenuhi kriteria performansi lingkar tertutup dalam domain frekuensi dimana agar sistem bersifat stabil maka nilai puncak resonansi harus bernilai antara 1.10 s/d 1.50. Untuk sistem eksitasi generator tipe arus searah, tipe arus searah dengan transient gain reduction dan tipe statik tidak memenuhi kriteria performansi lingkar tertutup dikarenakan nilai puncak resonansi yang terlalu besar untuk sistem eksitasi generator tipe arus searah dan tipe statik dan terlalu kecil untuk sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Transient Gain Reduction . Berdasarkan kriteria performansi lingkar tertutup dalam domain frekuensi, sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan Rate Output Feedback yang memenuhi kriteria secara keseluruhan dengan lebar pita 7.5876 rad/detik, nilai puncak resonasi sebesar 1.3922 dan frekuensi puncak resonansi sebesar 3.9318 rad/detik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

04 Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah

04 Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah

Berdasarkan hasil simulasi yang diperlihatkan pada Tabel 7. Tabel 8. dan Gambar 5. diperoleh informasi untuk parameter lebar pita dimana sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan pengendali Proporsional Diferensial Dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PDF), dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) dan dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama Pada Bagian Diferensial (PIDF) memiliki lebar pita yang lebih besar dibandingkan dengan sistem eksitasi generator tipe arus searah tanpa pengendali. Untuk parameter nilai puncak resonansi dan frekuensi puncak resonansi, sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) yang memenuhi kriteria perancangan dimana untuk sistem yang mempuyai performansi lingkar tertutup dalam domain frekuensi memiliki nilai puncak resonansi yang berkisar antara 1.10 s/d 1.50 sedangkan sistem eksitasi generator tipe arus searah dengan pengendali yang lain dan tanpa pengendali tidak memenuhi kriteria perancangan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KARAKTER AVR SEBAGAI PENSTABIL TEGANGAN APLIKASI PADA GENERATOR SINKRON PEMBANGKIT MIKROHIDRO Suprihardi

KARAKTER AVR SEBAGAI PENSTABIL TEGANGAN APLIKASI PADA GENERATOR SINKRON PEMBANGKIT MIKROHIDRO Suprihardi

AVR untuk mengatur tegangan eksitasi agar tegangan generator tetap dan stabil. Permasalahannya adalah bagaimana karakter AVR dalam mengatur tegangan terhadap perubahan beban pada generator 1 KW, 3 fasa, 1500 RPM, sehingga perlu ditinjau yang berhubungan dengan pengukuran karakteristik generator terhadap perubahan beban (fluktuasi beban) tersebut khususnya pada system pembangkit energi listrik mikro hidro. Tujuan yang akan dicapai yaitu untuk mendapatkan hasil pengukuran dan pengujian khususnya generator yang berkaitan terhadap pengaturan tegangan eksitasi. Metode yang digunakan yaitu metode pengukuran dan pengujian fluktuasi beban terhadap tegangan, dan putaran. Pengukuran tegangan sistem dengan beban fluktuasi menggunakan system automatic voltage regulator (AVR). Selanjutnya melakukan simulasi alat sebagai pengendali tegangan dengan parameter PI sesuai karakter AVR yang dilakukan. Hasil yang dicapai dari penelitian ini yaitu tegangan setpoint 7 volt, Tegangan dan arus eksitasi rating 200 volt, dengan arus 0,983 Amper dengan batasan sudut trigger yaitu dari 20 derajat listrik sampai dengan 90 derajat listrik. Tegangan eksitasi akan bergerak dinamis dari tegangan 15 volt sampai dengan 200 volt DC. Generator menghasilkan tegangan dari 62 volt sampai 275 volt fasa-netral, dengan nilai parameter kendali yaitu Kp = 6,075 dan Ti = 1.32 detik, dengan respon sangat cepat yaitu 0,87 detik menuju stady state dan tegangan sangat presisi sesuai set point yang diberikan walaupun dilakukan perubahan beban yang berfluktuasi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EVALUASI POLA TINGKAH LAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB MENGGUNAKAN ALGORITMA BASS - GURA

EVALUASI POLA TINGKAH LAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB MENGGUNAKAN ALGORITMA BASS - GURA

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya maka dilakukan analisa pola tingkah laku tegangan dengan metoda penempatan kutub menggunakan algoritma Bass-Gura pada titik operasinya. Dengan metoda penempatan kutub menggunakan algoritma Bass-Gura ini, pola tingkah laku tegangan dipastikan akan bersifat stabil karena lokasi akar–akar persamaan karakteristik diletakkan pada posisi yang stabil. Dengan demikian nantinya akan diperoleh informasi performansi, kestabilan dan kekokohan pola tingkah laku tegangan pada sistem eksitasi generator dengan metoda penempatan kutub menggunakan algoritma Bass -Gura ini. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADA

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADA

pembangkit energi listrik dengan cara menkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Untuk mendapatkan tegangan terminal generator yang konstan, maka arus jangkar dan sudut daya harus tetap pula. Besarnya perubahan beban yang dapat ditanggung generator perlu diketahui yang disesuaikan dengan kemampuan generator sehingga kestabilan generator dapat dijaga. Pembangkitan GGL induksi pada generator sinkron membutuhkan arus penguatan (eksitasi) untuk menimbulkan fluksi magnetik pada kutub-kutub medan generator yang terletak pada rotor. Sistem penguatan (excitation) menentukan kestabilan tegangan yang dihasilkan oleh generator.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisa Kekokohan Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Terhadap Perubahan Parameterkonstanta Penguatan Generator dengan Berbagai Pengendali

Analisa Kekokohan Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Terhadap Perubahan Parameterkonstanta Penguatan Generator dengan Berbagai Pengendali

Selanjutnya dilakukan perancangan pengendali untuk sistem eksitasi generator arus searah. Perancangan pengendali dilakukan dengan bantuan PIDTool Matlab Model Standard dan dengan menggunakan persamaan (3). Pengendali yang dirancang meliputi pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama (PIDF). Hasil dari perancangan pengendali ini diperolehnya fungsi alih masing – masing pengendali. Fungsi alih pengendali ini disimbolkan dengan C s   . Selanjutnya dengan berpedoman diagram blok pada Gambar 2. maka diperoleh fungsi alih lingkar terbuka dan fungsi alih lingkar tertutup tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan pengendali. Selanjutnya dilakukan analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator terhadap perubahan parameter generator dengan pengendali. Analisa kekokohan yang dilakukan sama dengan analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator tanpa pengendali. Berdasarkan hasil dari analisa kekokohan ini diperoleh informasi pengendali yang bersifat kokoh terhadap perubahan parameter generator.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Dalam proses eksitasinya generator induksi membutuhkan daya reaktif untuk membangkitkan tegangannya. Jika generator induksi terhubung dengan sistem tenaga listrik maka daya reaktif yang dibutuhkan akan disuplai langsung oleh sistem. Tetapi jika generator induksi tidak terhubung dengan sistem atau bekerja sendiri maka generator induksi membutuhkan sumber daya reaktif untuk menyuplai kebutuhan daya reaktifnya. Untuk itu dipasang kapasitor sebagai penyuplai daya reaktifnya yang dipasang pada terminal generator.

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Generator induksi merupakan salah satu jenis generator AC yang cukup banyak digunakan didalam sistem kelistirikan. Dalam pengoperasiannya, generator induksi harus dieksitasi menggunakan tegangan yang leading. Ini biasanya dilakukan dengan menghubungkan generator kepada sistem tenaga eksiting. Pada generator yang beroperasi standalone, bank kapasitor harus digunakan untuk mensuplai daya reaktif. Ada beberapa keterbatasan ketika mesin induksi beroperasi sebagai generator. Karena tidak adanya rangkaian medan yang terpisah, generator induksi tidak dapat menghasilkan daya reaktif. Dalam pengoperasiannya, generator induksi justru menyerap daya reaktif sehingga sumber daya reaktif eksternal yaitu bank kapasitor harus terhubung kepada generator sepanjang waktu untuk menjaga medan magnet statornya. Sumber daya reaktif eksternal ini juga harus mengontrol tegangan terminal generator.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Penggunaan Motor Induksi Sebagai Generator (MISG) telah banyak diterapkan secara luas pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh). Namun generator induksi tidak dapat membangkitkan tegangan jika tidak mendapatkan suplai daya reaktif untuk eksitasinya. Eksitasi dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnet pada kumparan rotor yang nantinya akan menginduksikan tegangan pada stator untuk menghasilkan energi listrik. Selain itu eksitasi juga dibutuhkan untuk mengkompensasi daya reaktif yang diperlukan generator untuk membangkitkan tegangan listrik. Tulisan ini menganalisa pengaruh eksitasi satu phasa terbuka terhadap tegangan yang dihasilkan generator induksi. Dari hasil percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa dengan keadaan eksitasi satu phasa terbuka tegangan keluaran lebih kecil. Dimana pada kecepatan putaran yang sama (200) rpm, perbedaan tegangan keluarannya sekitar 7 % untuk kapasitor eksitasi 20 mF dan 10 % untuk kapasitor eksitasi 40 mF.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Generator induksi merupakan salah satu jenis generator AC yang cukup banyak digunakan didalam sistem kelistirikan. Dalam pengoperasiannya, generator induksi harus dieksitasi menggunakan tegangan yang leading. Ini biasanya dilakukan dengan menghubungkan generator kepada sistem tenaga eksiting. Pada generator yang beroperasi standalone, bank kapasitor harus digunakan untuk mensuplai daya reaktif. Ada beberapa keterbatasan ketika mesin induksi beroperasi sebagai generator. Karena tidak adanya rangkaian medan yang terpisah, generator induksi tidak dapat menghasilkan daya reaktif. Dalam pengoperasiannya, generator induksi justru menyerap daya reaktif sehingga sumber daya reaktif eksternal yaitu bank kapasitor harus terhubung kepada generator sepanjang waktu untuk menjaga medan magnet statornya. Sumber daya reaktif eksternal ini juga harus mengontrol tegangan terminal generator.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Penggunaan Motor Induksi Sebagai Generator (MISG) telah banyak diterapkan secara luas pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh). Namun generator induksi tidak dapat membangkitkan tegangan jika tidak mendapatkan suplai daya reaktif untuk eksitasinya. Eksitasi dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnet pada kumparan rotor yang nantinya akan menginduksikan tegangan pada stator untuk menghasilkan energi listrik. Selain itu eksitasi juga dibutuhkan untuk mengkompensasi daya reaktif yang diperlukan generator untuk membangkitkan tegangan listrik. Tulisan ini menganalisa pengaruh eksitasi satu phasa terbuka terhadap tegangan yang dihasilkan generator induksi. Dari hasil percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa dengan keadaan eksitasi satu phasa terbuka tegangan keluaran lebih kecil. Dimana pada kecepatan putaran yang sama (200) rpm, perbedaan tegangan keluarannya sekitar 7 % untuk kapasitor eksitasi 20 mF dan 10 % untuk kapasitor eksitasi 40 mF.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

STUDI SISTEM EKSITASI PADA GENERATOR SIN

STUDI SISTEM EKSITASI PADA GENERATOR SIN

Gambar 4.4 Ecxitation Transformer Pada PLTA Musi .................................. 51 Gambar 4.5 Baterai Pada PLTA Musi............................................................. 52 Gambar 4.6 Panel AVR, Surge Absorber , dan Thyristor di PLTA Musi ....... 53 Gambar 4.7 Grafik Hubungan Arus Eksitasi dan Arus Jangkar Generator

11 Baca lebih lajut

Laporan Fts Dan Solid Baru

Laporan Fts Dan Solid Baru

Pada saat terjadi pemadaman atau kegagalan operasi, generator sinkron membutuhkan alat yang digunakan untuk memastikan pemutusan catu daya rangkaian kumparan medan secara cepat. Kumparan medan pada generator sinkron merepresntasikan sebuah beban induktif, yang pada saat terjadi pemutusan catu daya secara tiba-tiba akan mengakibatkan terjadinya over voltagepada terminal beban. Untuk mencegah kejadian yang dapat merusak kumparan medan dan sistem eksitasi tersebut, jalur khusus yang paralel terhadap kumparan medan harus dibuat agar arus dapat mengalir melalui jalur khusus tersebut sehingga daya yang terakumulasi dapat segera di- discharge.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

[6] Wijaya Mochtar,”Dasar-dasar Mesin Listrik”, Penerbit Djambatan, Jakarta , 2001 [7] Lanang Sang, “Analisa Pengaruh Beban Induktif dan Resistif pada Generator Induksi pada Pembangki[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISA SISTEM KENDALI FREKUENSI TENAGA LISTRIK DENGAN METODAH~ DENGAN PENDEKATAN MIXED SENSITIVITY

ANALISA SISTEM KENDALI FREKUENSI TENAGA LISTRIK DENGAN METODAH~ DENGAN PENDEKATAN MIXED SENSITIVITY

Untuk analisa peralihan tanggapan deviasi frekuensi sistem kendali tenaga listrik dengan metoda H~ sudah memenuhi kriteria perancangan dimana untuk waktu naik berubah dari 0.4135 detik menjadi 0.0978 detik sedangkan menurut kriteria perancangan, waktu naik yang diinginkan kurang dari 0.1000 detik. Untuk waktu keadaan mantap berubah dari 6.8143 detik menjadi 1.9500 detik dan menurut kriteria perancangan, waktu keadaan mantap yang diinginkan kurang dari 2.0000 detik. Untuk waktu puncak berubah dari 1.2345 detik menjadi 0.1985 detik dimana menurut kriteria perancangan, waktu puncak yang diinginkan kurang dari 0.5000 detik. Selain itu menurut kriteria perancangan, lewatan maksimum yang diinginkan kurang dari 10.0000 % dan lewatan maksimum yang diperoleh berubah dari 54.7868 % menjadi 3.7220 %. Selain itu menurut (Skogestad & Postlethwaite, 1996), tanggapan sistem kendali mempuyai kecepatan dan kualitas tanggapan yang baik jika waktu naik, waktu keadaan mantap dan waktu puncak mempuyai nilai yang kecil untuk kecepatan tanggapan dan lewatan maksimum kurang dari 20.0000 % untuk kualitas tanggapan. Berdasarkan informasi yang diperoleh maka tanggapan deviasi frekuensi sistem kendali tenaga listrik mempuyai kecepatan dan kualitas tanggapan yang baik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Pengaruh Eksitasi Satu Phasa Terbuka Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Generator Induksi

Mesin induksi dapat dioperasikan sebagai motor maupun sebagai generator. Namun, sedikit sekali masalah generator induksi ditulis sebagai subjek. Alasannya adalah karena generator induksi tidak mampu mengendalikan tegangan dan frekuensi pada kondisi berbeban dan kecepatan perputaran yang berubah. Sehingga dari salah satu penyebabnya tersebut, generator sinkron selalu digunakan dalam unit – unit pembangkit tenaga listrik.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EKSITASI TERHADAP DAYA REAKTIF GENERATOR

listrik, baik pada pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga gas, pembangkit listrik tenaga uap, dan pembangkit listrik tenaga diesel. Pembebanan sistem interkoneksi selalu berubah- ubah setiap saat, sehingga unit-unit generator pada masing- masing pembangkit yang berkontribusi pada sistem interkoneksi harus selalu siap menghadapi berbagai kondisi sistem (Weedy, et.al., 1988: 77). Perubahan beban itu menyebabkan fluktuasi perubahan tegangan keluaran generator. Perubahan tegangan keluaran bisa menimbulkan bermacam-macam efek ke generator. Kondisi stabilitas generator bisa mempengaruhi stabilitas sistem tenaga listrik secara umum. Stabilitas sistem tenaga listrik adalah permasalahan penting dalam menunjang kehandalan sistem tenaga listrik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISA SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

ANALISA SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT PADA GENERATOR TURBIN GAS DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB DI JOB PERTAMINA - TALISMAN JAMBI MERANG

Pada sistem pengaturan tegangan generator, eksitasi memegang peranan penting dalam mengendalikan kestabilan suatu pembangkit karena apabila terjadi fluktuasi beban maka eksitasi sebagai pengendali akan berfungsi mengontrol keluaran generator seperti tegangan, arus dan faktor daya dengan cara mengatur kembali besaran-besaran input guna mencapai titik keseimbangan baru. Eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) pada generator berasal dari sumber tegangan AC yang kemudian disearahan menggunakan rotating rectifier sehingga menghasilkan arus searah (DC) untuk dialirkan ke kutub-kutub magnet yang ada pada stator main exciter yang kemudian diatur oleh pengatur tegangan otomatis (automatic voltage regulator). Tegangan searah yang dihasilkan oleh rectifier dimanfaatkan sebagai catu (supply) tegangan DC ke rangkaian eksitasi pada generator utama sebagai penguat tegangan yang dibangkitkan oleh generator. dari hasil analisa sistem eksitasi pada generator turbin gas sebesar 118,2 Vdc menghasilkan tegangan yang dibangkitkan generator utama sebesar 4067 Vac ketika dalam keadaan tanpa beban. Ketika diberi beban sebesar 2917 kW maka tegangan yang dibangkitkan menjadi 3954 Vac. Ini mengindikasikan bahwa tegangan eksitasi mempengaruhi kestabilan tegangan yang dibangkitkan oleh generator turbin gas. Semakin besar beban yang digunakan maka tegangan yang dibangkitkan akan semakin kecil sehingga harus dilakukan penguatan dengan menggunakan sistem eksitasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...