Top PDF PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

Tabel3.1 Tentang advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut ............................................... 60 Tabel3.2 Tentang kompensasi, ganti rugi pengguna jasa tukang gigi ............. 62 Tabel3.3 Tentang pengetahuan konsumen mengenai kewenangan tukang

14 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK PENGGUNA JASA LAUNDRY PAKAIAN ATAS KELALAIAN PELAKU USAHA JASA LAUNDRY DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 (Studi Pada Usaha Jasa Laundry di Kota Pangkalpinang) SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK PENGGUNA JASA LAUNDRY PAKAIAN ATAS KELALAIAN PELAKU USAHA JASA LAUNDRY DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 (Studi Pada Usaha Jasa Laundry di Kota Pangkalpinang) SKRIPSI

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta kasih-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi, untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Jurusan Ilmu Hukum Universitas Bangka Belitung dengan judul skripsi: Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pengguna Jasa Laundry Pakaian Atas Kelalaian Pelaku Usaha Jasa Laundry Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 (Studi Pada Usaha Jasa Laundry Di Kota Pangkalpinang)
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

BAB I PENDAHULUAN - Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Adapun contoh kasus di Kota Pangkalpinang adalah jasa tukang gigi Suprapto yang dalam melakukan pekerjaannya tidak memiliki ruang kerja yang bersih dan rapi, tidak tersedia wastafel, sabun dan handuk yang bersih serta tidak tersedianya tempat sampah yang tertutup dan tukang gigi dalam melakukan pekerjaannya masih tidak menggunakan seperti masker dan sarung tangan sekali pakai. Bisa dikatakan bahwa tukang gigi tersebut tidak mengikuti standart peraturan yang sudah ditetapkan. Dimana yang dirugikan dalam hal ini adalah pengguna jasa tukang gigi terkait dengan kesehatan, keselamatan, keamanan, kenyamanan serta merugikan pengguna jasa dalam hal ekonomi. Jika suatu hal terjadi pada pengguna
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Setiap Tukang Gigi yang telah melaksanakan pekerjaan Tukang Gigi sebelum diterbitkannya Peraturan Menteri ini, wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini paling lambat 6 (enam) bulan sejak Peraturan Menteri ini diundangkan.

18 Baca lebih lajut

Perlindungan hukum bagi konsumen mengkonsumsi obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Perlindungan hukum bagi konsumen mengkonsumsi obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Disini penulis kaitkan dengan hak konsumen yang telah dijelaskan dalam Pasal 4 Huruf a UUPK menjelaskan Konsumen berhak mengenai hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa. Sedangkan Kasus penjual obat tradisional yang menjual Obat tradisional yang mengandung BKO. Konsumen seharusnya berhak mendapatkan keamanan dari barang dan jasa yang ditawarkan kepadanya. Produk barang dan atau jasa itu tidak boleh membahayakan jika dikonsumsi sehingga konsumen tidak dirugikan. Oleh sebab itu, pemerintah, maupun pemerintah daerah selayaknya melakukan pengawasan yang ketat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kewenangan Tukang Gigi di Kota Bandung Sebagai Pelayan Kesehatan Non Medis Bidang Ortodonti Dikaitkan Dengan Hukum Perlindungan Konsumen.

Kewenangan Tukang Gigi di Kota Bandung Sebagai Pelayan Kesehatan Non Medis Bidang Ortodonti Dikaitkan Dengan Hukum Perlindungan Konsumen.

KEWENANGAN TUKANG GIGI DI KOTA BANDUNG SEBAGAI PELAYAN KESEHATAN NON MEDIS BIDANG ORTODONTI DIKAITKAN DENGAN HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu s[r]

1 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

2. Tanggung jawab tukang gigi terhadap konsumen pengguna Behel terbagi atas tanggung jawab professional dan tanggung jawab produk dimana tukang gigi bertanggung jawab kepada konsumen didalam pemasangan Behel yang dilakukan oleh tukang gigi haruslah aman dan sesuai prosedur baik dalam bentuk produk yang akan diberikan kepada konsumen maupun jasa yang ditawarkan kepada konsumen, sedangkan bentuk tanggung jawab tukang gigi terhadap konsumen dapat dilakukan secara musyawarah mufakat dengan ikut bertanggung jawab mengganti kerugian secara gratis apabila kerusakan yang ditimbulkan baik ringan maupun berat akibat pelayanan ortodonti didalam pemasangan behel. Menurut Undang - Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 diatur dalam Pasal 19 ayat 2 dan 3 secara tegas mengatakan tukang gigi bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran,dan/kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan, dan Undang - Undang Kesehatan 36 tahun 2009 Pasal 58 jo. Peraturan Menteri Kesehatan No. 339/Menkes/Per/V/1989 yang memuat tukang gigi bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan ortodonti.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PRODUK PASTA GIGI YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA (DIETHYLENE GLYCOL)

ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PRODUK PASTA GIGI YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA (DIETHYLENE GLYCOL)

Pembahasan dalam skripsi ini dimulai dari penetapan Tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah terhadap beredarnya produk pasta gigi yang mengandung bahan diethylene glycol yaitu pemerintah harus lebih menitik beratkan pada pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa di pasaran. Penyalahgunaan pengaturan penggunaan bahan diethylene glycol pada produk pasta gigi terhadap gliserin yang berdampak buruk maka harus ada tindakan dari pemerintah. Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen apabila merasa dirugikan yaitu dapat mengajukan gugatan, mengenakan sanksi pada pihak yang merugikan, dan bentuk penyelesaian sengketa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI DI KOTA SEMARANG - Unika Repository

TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI DI KOTA SEMARANG - Unika Repository

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul “Tanggung Jawab Hukum Pekerjaan Tukang Gigi Terhadap Konsumen Penerima Jasa Tukang Gigi Di Kota Semarang”.

15 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN MENGKONSUMSI OBAT TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DI KOTA PANGKALPINANG

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN MENGKONSUMSI OBAT TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DI KOTA PANGKALPINANG

Puji syukur panjatkan atas kehadirat Allah SWT, kerena dengan Rahmat- nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, skripsi yang berjudul PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MENGKONSUMSI OBAT TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DI KOTA PANGKALPINANG.

16 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Raja Grafindo Persada, 2004 _________Nasution,AZ, Hukum Perlindungan Konsumen Suatu Pengantar, Jakarta : Diadit Medi, 2007 Nasution,AZ, Konsumen dan Hukum : Tinjauan Sosial, Ekonomi [r]

4 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Fokus gerakan perlindungan konsumen sebenarnya masih paralel dengan gerakan pertengahan abad ke - 20. Di Indonesia, gerakan perlindungan konsumen menggema dari gerakan serupa di Amerika Serikat. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang secara populer dipandang sebagai perintis advokasi konsumen baru saja berdiri pada kurun waktu itu, yakni 11 mei 1973. Gerakan di Indonesia ini termasuk cukup responsif terhadap keadaan, bahkan mendahului Resolusi Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) No. 2111 Tahun 1978 tentang Perlindungan Konsumen. 24
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

kalangan anak muda. Kegiatan pemasangan kawat gigi di dokter gigi memerlukan pembiayaan yang cukup besar sehingga banyak konsumen mencari alternatif pemasangan kawat gigi yang lebih terjangkau harganya. Behel merupakan salah satu alat yang digunakan untuk meratakan dan merapikan gigi. Dengan meninjau permasalahan yang dibahas di skripsi ini yaitu Bagaimana hubungan transaksi antara konsumen dengan Ahli Tukang Gigi, Bagaimana tanggung jawab Ahli Tukang Gigi terhadap konsumen ( penerima layanan jasa ortodonti ) berdasarkan Undang - Undang Perlindungan Konsumen, dan Undang - Undang Kesehatan, Bagaimana penyelesaian sengketa yang timbul antara konsumen dan Ahli Tukang Gigi apabila terjadi persoalan hukum dikemudian hari.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat-Nya dan karunia-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini ditulis dalam rangka melengkapi tugas akhir dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum Pada Fakutas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan dengan program kekhususan Hukum Perdata BW.

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Kawat gigi merupakan teknologi dibidang kedokteran gigi untuk membantu orang yang memiliki susunan gigi tidak teratur, atau istilah kedokteran disebut maloklusi. Pada umumnya, maloklusi terjadi akibat faktor bawaan yang antara lain termasuk gigi berjejal, adanya ruang atau celah antar gigi. Kelebihan atau kekurangan gigi, serta kelainan pada rahang dan muka. Selain itu maloklusi juga dapat ditimbulkan oleh kebiasaan buruk atau faktor lain, seperti kebiasaan menghisap jari tangan sejak kecil, kebiasaan menjulurkan lidah, atau kondisi pasca kecelakaan yang melibatkan bagian muka, kehilangan gigi terlalu dini, dan banyak faktor lainnya. 5 Untuk mengatasi maloklusi biasanya melibatkan banyak faktor dan membutuhkan perawatan khusus dengan menggunakan alat - alat ortodonti seperti kawat gigi. 6
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Konsumen Dan Transportasi Bus: Studi Terhadap Perlindungan Hukum Bagi Penumpang Bus Di Kota Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Konsumen Dan Transportasi Bus: Studi Terhadap Perlindungan Hukum Bagi Penumpang Bus Di Kota Surakarta.

Makarao, Moh. Taufik M. Sadar dan Habloel Mawadi. 2012, Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia , Jakarta: Akademia . Miro, Fidel. 2012, Pengantar Sistem Transportasi , Jakarta: Erlangga. Miru, Ahmadi dan Sutarman Yodo, 2004, Hukum Perlindungan Konsumen ,

4 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN   PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL GANTI RUGI.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL GANTI RUGI.

Dari hasil penelitian, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen belum dapat memberikan perlindungan hukum, tetapi dengan diundangkannya Peraturan Menteri Nomor 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara sudah dapat memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa angkutan udara.

12 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS PRODUK PANGAN HASIL HOME INDUSTRY DI KOTA CIREBON DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN - Unika Repository

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS PRODUK PANGAN HASIL HOME INDUSTRY DI KOTA CIREBON DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN - Unika Repository

Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan studi Strata 1 pada Fakultas Hukum Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Di dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari akan segala kekurangan. Untuk itu, penulis berharap menerima kritikan maupun saran yang bersifat membangun.

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS MAKANAN BERFORMALIN.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS MAKANAN BERFORMALIN.

Penggunaan formalin pada makanan yang bila terkontaminasi manusia, secara tidak langsung akan menjadi racun bagi organ tubuh. Hal ini berarti bisa menganggu kesehatan yang ditimbulkan, tidak akan terlihat dalam jangka waktu yang singkat sebagai penyakit yang diakibatkan oleh makanan yang mengandung bakteri patogen. Umumnya gangguan kesehatan karena formalin bersifat menahun (penyakit yang membutuhkan jangka waktu lama untuk masa penyembuhan), kecuali tercemar dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, konsumen harus berhati-hati dalam menggunakan suatu produk karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Dari hal tersebut para konsumen memerlukan perlindungan secara hukum apabila terjadi permasalahan sebagaimana telah diuraikan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK KONSUMEN PENGGUNA JASA LAUNDRY DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI KASUS LAUNDRY KOEM-KOEM SURAKARTA).

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK KONSUMEN PENGGUNA JASA LAUNDRY DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI KASUS LAUNDRY KOEM-KOEM SURAKARTA).

The objects of this research are to reveal the legal protection granted by Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen to laundry consumer in Laundry Koem Koem Kota Surakarta and legal issues that exist in the context of legal protection based Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen in Laundry Koem Koem Kota Surakarta. This research is on empiric law research. The research is conducted in Laundry Koem Koem Kota Surakarta. Research carried out on 1 laundry businesses and consumer laundry 3. Data collection is carried out through field study and literatur study to collect both primary data and secondary data. The analysis is carried out by using descriptive qualitative.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...