Top PDF Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

.................................................................................. 86 Gambar 4: Penggunaan efek nasabah oleh PE ............................................... 88 Gambar 5: Penggunaan dana nasabah oleh Direksi Perusahaan Efek ........... 90 Gambar 6: Penggunaan efek jaminan milik nasabah oleh PE dan aflisiasinya

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Tanggungjawab hukum pialang saham dengan investor dalam pasar modal adalah hubungan yang berdasarkan hubungan kontraktual. Terdapat tanggungjawab yang harus dilaksanakan oleh pialang saham seperti melakukan tindakan jual atau beli berdasarkan perintah dari investor. Ini utamanya adalah pialang saham lebih bersifat pasif dari pada aktif dalam tanggungjawabnya kepada investor. Akan tetapi terdapat tindakan aktif yang dapat dilakukan pialang saham apabila terdapat hal yang benar-benar dibutuhkan investor. Bentuk- bentuk perbuatan yang tidak beritikad baik dari seorang pialang saham kepada investor adalah perbuatan yang tidak menginformasikan dengan benar atas informasi efek tertentu, adanya kesengajaan tidak menginformasikan dan adanya penggunaan dana investor yang dilakukan pialang saham tanpa sepengetahuan investor. Perlindungan hukum yang diberikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Peraturan Nomor 01/POJK/2013 tentang Perlindungan Konsumen sektor jasa keuangan adalah perlindungan hukum yang berbentuk preventif dan represif. Perlindungan preventif adalah perlindungan yang agar tidak terjadi suatu pelanggaran sedangkan perlindungan represif adalah perlindungan hukum dalam menerapkan sanksi terhadap pelanggar peraturan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah penelitian yuridis normatif yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaedah- kaedah hukum atau norma-norma. 32 dalam hal ini tentu yang berkaitan dengan perlindungan hukum terhadap nasabah atas perbuatan pialang saham yang tidak beritikad baik, dengan melakukan riset di Pusat Informasi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia sebagai sumber data primer. Penelitian normatif dapat dikatakan juga dengan penelitian sistematik hukum sehingga bertujuan mengadakan identifikasi terhadap pengertian-pengertian pokok/dasar dalam hukum, yakni masyarakat hukum, subyek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum dan obyek hukum. 33
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Yang Beritikad Baik Atas Pembelian Objek Jaminan Fidusia Dalam Sistem Lelang Ditinjau Berdasarkan Undang Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.

Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Yang Beritikad Baik Atas Pembelian Objek Jaminan Fidusia Dalam Sistem Lelang Ditinjau Berdasarkan Undang Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.

Jaminan Fidusia merupakan salah satu jaminan kebendaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia. Undang- Undang Jaminan Fidusia menegaskan bahwa apabila debitur cidera janji, kreditur sebagai penerima fidusia mempunyai hak untuk menjual benda yang menjadi obyek jaminan fidusia atas kekuasaan sendiri secara langsung maupun dengan bantuan kantor lelang, dimana hasil pelelangan tersebut diambil untuk melunasi pembayaran hutang debitur. Esensi dari lelang dan jual beli adalah penyerahan barang dan pembayaran harga lelang obyek Jaminan Fidusia yang merupakan lelang eksekusi yang dilaksanakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Proses pelaksanaan lelang terkadang terdapat adanya gugatan dan atau perlawanan yang mengakibatkan ketidakpastian hak pemenang lelang sehingga mengakibatkan batalnya pembelian objek lelang. Perlindungan hukum terhadap pemenang lelang berarti adanya kepastian hukum bagi pemenang lelang atas barang yang dibelinya melalui lelang. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengenai tanggung jawab kreditur sebagai pemegang jaminan fidusia dan memberikan perlindungan hukum terhadap pemenang lelang yang beritikad baik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI YANG BERITIKAD BAIK ATAS HAK ATAS TANAH BERSERTIPIKAT DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 2351 KPDT2010 TESIS

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI YANG BERITIKAD BAIK ATAS HAK ATAS TANAH BERSERTIPIKAT DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 2351 KPDT2010 TESIS

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim terkait perlindungan hukum pembeli hak atas tanah bersertipikat yang beritikad baik terhadap adanya gugatan pihak lain yang dinyatakan sebagai pemilik sah hak atas tanah dan untuk mengetahui serta menganalisis perlindungan hukum terhadap pembeli yang beritikad baik sebagai pemegang hak atas tanah bersertipikat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Pihak Yang Beritikad Baik Dalam Perjanjian Jual Beli

Perlindungan Hukum Terhadap Pihak Yang Beritikad Baik Dalam Perjanjian Jual Beli

Secara lahiriah, kehidupan manusia tidaklah dikendalikan tanpa hukum yang mengaturnya termasuk dalam suatu perjanjian jual beli. Tujuan perjanjian jual beli adalah memindahkan hak milik atau barang dari penjual kepada pembeli. Perjanjian jual beli selain bersifat konsensual juga bersifat obligatoir dalam arti meletakkan hak dan kewajiban bagi para pihak yaitu pihak penjual dan pihak pembeli. Seringkali dalam jual beli pembeli melakukan jual beli atas barang tanpa diketahui apakah penjual adalah pemilik barang atau bukan karena terhadap barang bergerak terdapat suatu suatu asas barang siapa yang menguasai kebendaan bergerak dianggap sebagai pemiliknya. Sehingga seringkali pembeli yang beritikad baik membeli barang dirugikan jika dikemudian hari diketahui barang tersebut sebenarnya bukan milik penjual. Yang menjadi permasalahan dari penulisan skripsi ini adalah apa yang menjadi kewajiban bagi para pihak dalam jual beli, bagaimana jika jual beli dilakukan terhadap kepunyaan orang lain, dan bagaimana perlindungan hukum bagi pembeli yang beritikad baik.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Discount Broker adalah pialang yang memberikan pelayanan yang tidak lengkap, yang dimaksud lengkap adalah, disamping melaksanakan eksekusi order, pialang juga memberikan pelayanan berupa nasihat, penyampaian informasi terbaru atau menyampaiakan hasil analisis perusahaan tempatnya bekerja. Karena pelayanan pialang demikian tidak lengkap, maka komisi yang harus diberikan oleh investor juga menjadi lebih rendah. Sehingga apabila investor tidak memerlukan nasihat atau informasi, atau investor sudah bisa menganalisis sendiri surat-surat berharga yang akan dibeli serta sudah memiliki informasi dari sumber-sumber tertentu, maka investor lebih baik menggunakan discount broker. Discount broker atau juga disebut dengan broker diskon memastikan suatu transaksi yang diinginkan oleh investor dilaksanakan tetapi tidak menawarkan saran. 42
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Perbuatan Pialang Saham Yang Tidak Beritikad Baik

Tim Studi Kementerian Keuangan Republik Indonesia Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan “ Kajian Perilaku Perusahaan Efek Dalam Menjalankan Kegiatan Sebagai Perantara Pedagan[r]

6 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Kepastian Hukum Bagi Pemegang Sertifikat Hak Atas Tanah dan Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Yang Beritikad Baik Terhadap Adanya Penguasaan Tanah dan Bangunan Secara Fisik Oleh Ahli Waris.

Tinjauan Yuridis Terhadap Kepastian Hukum Bagi Pemegang Sertifikat Hak Atas Tanah dan Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Yang Beritikad Baik Terhadap Adanya Penguasaan Tanah dan Bangunan Secara Fisik Oleh Ahli Waris.

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan serta dengan Mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh R akyat Indonesia.” Dalam negara kesejahteraan negara berperan aktif dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembentukan peraturan perundang- undangan yang mencerminkan penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk tanggung jawab negara Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang pertanahan adalah dengan memberlakukan UUPA. Pemanfaatan tanah diatur didalam UUPA Pasal 9 ayat (2) yang berbunyi
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Pihak Pembeli yang Beritikad Baik dalam Jual Beli Tanah

Perlindungan Hukum Bagi Pihak Pembeli yang Beritikad Baik dalam Jual Beli Tanah

Dari penjelasan tersebut, secara seder- hana dapat dikatakan pada dasarnya setiap pe nerimaan yang diwujudkan dalam bentuk pernyataan penerimaan baik tertulis maupun lisan menunjukkan saat lahirnya perjanjian. Suatu perjanjian yang dibuat oleh seseorang dengan seseorang yang lain atau lebih akan menimbulkan suatu hubungan hukum yang dinamakan perikatan, jadi dapat disimpulkan perjanjian adalah sumber perikatan di samping sumber lainnya Wirjono Prodjodikoro, mengemukakan arti perjanjian sebagai suatu hubungan hukum mengenai harta benda antara dua pihak. dalam mana pihak berjanji atau dianggap berjanji untuk melakukan sesuatu hal atau tidak melakukan sesuatu hal, sedang pihak lain berhak menuntut pelaksanaan janji itu 2
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

perlindungan hukum terhadap pembeli beritikad baik dalam jual beli hak atas tanah dibawah tangan.

perlindungan hukum terhadap pembeli beritikad baik dalam jual beli hak atas tanah dibawah tangan.

Dalam kasus yang penulis analisis Pada tahun 1971 telah terjadi jual beli tanah yang prosesnya dilakukan dengan dibawah tangan antara Ny Djanah (penggugat) dan Tn Darijono ( tergugat) yaitu sebidang tanah kosong seluas ± 100 m², bagian dari Persil No. 385 yang terletak di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, dengan harga Rp. 55.000,00 (lima puluh lima ribu rupiah).Pembelian tersebut dilakukan didepan Kepala Kampung Purwosari, dengandisaksikan oleh Pamong Kelurahan setempat, serta beberapa saudara Tn Darijono. Bahwa pada tahun 1978, Penggugat membeli lagi tanahpekarangan seluas ± 7 m², bagian dari Persil No. 385 tersebut diatas, yang bergandengan/bersebelahan dengan tanah yang dibeli oleh para Penggugat tersebut pada posita diatas, dari Tergugat II, seharga Rp. 35.000,00 (tiga puluh lima ribu rupiah). Setelah tanah pekarangan tersebut dibeli oleh Penggugat,kemudian langsung dibangun rumah dan ditempati oleh Penggugat beserta dengan anak- anaknya, tanpa ada gangguan dari pihak manapun juga termasuk dariTergugat itu sendiri. Dalam kesepekatan balik nama sertifikat akan di urus oleh penggugat dan tergugat. Para penggugat dengat itikat baik dan tanpa prasangka buruk menunggu pelaksanaan peralihan hak/balik nama atas obyek sengketa tersebut. Tanpa sepengetahuan dari penggugat, obyek sengketa tersebut telah disertifikatkan oleh tergugat1 menjadi sertifikat hak milik nomor 1965, kelurahan purwosari kecamatan laweyan surakarta seluas ± 108 m², atas nama dadik slamet triyono. Akhirnya senketa kepemilikan hak atas tanah tersebut di bawa ke ranah pengadilan yang berwenang. Pengadilan yang berwenang dalam kasus tersebut adalah Pengadilan Negeri Surakarta.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Atas Barang Yang Digugat Oleh Pihak Ketiga, Studi Kasus : Putusan Ma Nomor 2839 K Pdt 2003

Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Atas Barang Yang Digugat Oleh Pihak Ketiga, Studi Kasus : Putusan Ma Nomor 2839 K Pdt 2003

Irfan Mussakir & Anwar Borahima, Perlindungan Hukum Bagi Pemenang Lelang Yang Beritikad Baik Terhadap Lelang Yang Dibatalkan Oleh Pengadilan, Jurnal Hukum : Universitas Hassanuddin, 2010[r]

7 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Konsumen  Telepon Seluler Akibat Itikad Buruk Layanan  Jasa Telekomunikasi  (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2995 K/Pdt/2012)

Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Telepon Seluler Akibat Itikad Buruk Layanan Jasa Telekomunikasi (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2995 K/Pdt/2012)

Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen di Indonesia yaitu perlindungan hukum melalui perjanjian yang dibuat dan disepakati oleh para pihak dan perlindungan hukum yang diberikan oleh negara melalui ketentuan yang mengatur tentang Perlindungan Konsumen dimana terdapat dalam Undang- Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pertanggungjawaban penyedia jasa telekomunikasi atas ketidakpuasan konsumen pengguna telepon seluler pada umumnya berkaitan dengan tanggung jawab atas produk yang cacat. Perlindungan hukum terhadap pelaku usaha jasa telekomunikasi atas tindakan konsumen yang tidak beritikad baik yaitu melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa konsumen serta untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/atau jasa yang diperdagangkan. Pertimbangan hukum hakim terhadap gugatan konsumen akibat itikad buruk layanan jasa telekomunikasi adalah tidak terbukti sebab perbuatan pemblokiran yang dilakukan perusahaan jasa telekomunikasi merupakan sesuatu yang diperjanjikan dan disepakati oleh kedua belah pihak. Berdasarkan kesimpulan disarankan agar konsumen lebih kritis membaca kontrak berlangganan, sehingga mengetahui hak-haknya sebagai pelanggan
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Pemberian Perjanjian Kredit (Studi Pada Bank BNI 46 Medan)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Pemberian Perjanjian Kredit (Studi Pada Bank BNI 46 Medan)

Walaupun begitu, dalam setiap pelaksanaan kredit tetap terdapat tata cara pelaksanaan dan kendala-kendala yang dialami. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat dan mengulas permasalahan tersebut dalam suatu bentuk skripsi dengan judul “Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Atas Pemberian Perjanjian Kredit (Studi Pada Bank BNI 46 Medan)”.

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH ASURANSI JS. PROTEKSI EXTRA INCOME DITINJAU DARI UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1992 TENTANG USAHA PERASURANSIAN (Studi di PT. Asuransi Jiwasraya)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH ASURANSI JS. PROTEKSI EXTRA INCOME DITINJAU DARI UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1992 TENTANG USAHA PERASURANSIAN (Studi di PT. Asuransi Jiwasraya)

“Produk asuransi JS. Proteksi Extra Income memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk asuransi lainnya, yaitu adanya rancangan program yang ditujukan dalam membantu nasabah dan ahli warisnya untuk tujuan kesinambungan penghasilan berkala bulanan keluarga dan keperluan biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, pembayaran cicilan kredit rumah, mobil, dll. Mengenai pembayaran berkala bulanan akan dibayarkan secara otomatis ke rekening tabungan atau rekening koran milik nasabah, sehingga nasabah dapat langsung merasakan keuntungan yang dihasilkannya dari produk asuransi ini. Selain pembayaran berkala bulanan, terdapat pula keuntungan lain yaitu bonus tahunan sebesar 1% premi asuransi per tahun dari dana akhir ulang tahun polis akan terakumulasi sampai akhir masa asuransi. Tidak hanya itu, produk asuransi JS. Proteksi Extra Income juga dapat digunakan untuk jaminan proteksi asuransi kematian oleh sebab apapun sebesar uang asuransi yang ditetapkan pada saat awal penutupan polis. Jika tertanggung meninggal dunia pada saat masa asuransi, maka kepada ahli warisnya akan dibayarkan secara sekaligus uang asuransi kematian, kelanjutan pembayaran berkala bulanan sampai akhir masa asuransi, dan pembayaran sekaligus pada akhir masa asuransi sebesar premi ditambah lagi dengan bonus selama masa asuransi.” (Wawancara, Senin, 18 Februari 2013, Pukul 09.00 WIB di Kantor Branch Office PT. Asuransi Jiwasraya).
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

BAB II PERAN SERTA PERUSAHAAN PIALANG DAN WAKIL PIALANG DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DI INDONESIA A. Pengertian Perusahaan Pialang - Perlindungan Hukum Nasabah Perusahaan Pialang Terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi Di Tinjau Dari Und

BAB II PERAN SERTA PERUSAHAAN PIALANG DAN WAKIL PIALANG DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DI INDONESIA A. Pengertian Perusahaan Pialang - Perlindungan Hukum Nasabah Perusahaan Pialang Terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi Di Tinjau Dari Und

Semua operasi yang berhubungan dengan industri berjangka dan pegawainya secara ketat diatur dan dilisensi oleh Bappebti, lembaga pemerintah yang berada di bawah Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Badan ini sama dengan Bapepam yang mengawai pasar modal. Bappebti dapat berbagi kekuasaannya dengan asosiasi berjangka. Fungsi utama asosiasi berjangka adalah untuk memastikan melalui self- regulation standar perilaku yang tinggi dan profesionalisme serta tanggungjawab keuangan atas nama individu dan organisasi yang menjadi anggotanya seperti : pialang, IB, CTA, pool operator, AP, dan sebagainya. Dalam kaitannya dengan tanggungjawab keuangan, asosiasi melakukan audit berkala dari catatan keuangan dan lainnya dari anggotanya, memonitori praktek penjualan, dan menyediakan mekanisme arbitrase bagi sengketa yang berhubungan dengan transaksi berjangka antar anggota asosiasi dengan publik yang berinvestasi. 29
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Sistem Jual Beli Online pdf

Sistem Jual Beli Online pdf

Model transaksi jual beli di dunia maya saat ini berkembang sangat pesat. Sara transaksi juga menggunakan sarana yang ada dalam dunia maya. Transaksi di dunia maya umumnya menggunakan media sosial, seperti twiiter, facebook, black bary massanger dan media sosial lainnya. Dalam transaksi di dunia maya, antara pihak yang bertransaksi tidak bertemu langsung, akan tetapi dapat berkomunikasi langsung, baik secara audio maupun audio visual. Selain itu, komunikasi antara keduanya dapat melalui tulisan, seperti inbox via facebook, via Short Message Service/SMS, via e-mail dan media tulis lainya yang disediakan di dunia maya. 6
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB. I  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MELALUI AKUlSISI.

BAB. I PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MELALUI AKUlSISI.

Pemegang saham ada yang tergolong sebagai pemegang saham yang mayoritas dan pemegang saham yang minoritas. Pemegang saham mayoritas mampu untuk mempengaruhi berjalannya kegiatan usaha perseroan, termasuk dapat mempengaruhi pemberian keputusan untuk melakukan restrukturisasi perusahaan dalam RUPS, sedangkan pemegang saham minoritas dalam suatu perusahaan tidak mempunyai hak untuk melakukan penghentian terhadap keputusan RUPS untuk melakukan restrukturisasi, hanya saja terbatas meminta kepada pihak perusahaan agar sahamnya dapat dibeli oleh perusahaan itu atau mengusahakan dibeli oleh pihak ketiga. 5 Tindakan ini dapat dilakukan oleh pemegang saham minoritas, apabila pemegang saham minoritas tersebut menganggap keputusan RUPS untuk melakukan akuisisi dapat merugikan kepemilikan sahamnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...