Top PDF PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

1. Perlindungan Hukum bagi pasar tradisional, terhadap pasar modern yang melanggar aturan tentang jarak di Kabupaten Sleman, telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 18 Tahun 2012, tentang Perizinan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Ketentuan tersebut mengatur bahwa untuk dapat mendirikan toko modern harus memiliki Izin Usaha Toko Modern yang selanjutnya disingkat IUTM dan untuk mendapatkan ijin tersebut, pendirian toko modern harus mematuhi syarat- syarat yang berlaku, termasuk memperhatikan jarak Toko Modern dengan pasar tradisional sebagaimana telah diatur dalam Pasal 11 dan Pasal 16 Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 18 Tahun 2012, jika syarat tersebut tidak dipenuhi, maka pemilik toko modern dapat dikenakan sanksi administrative, berupa peringatan tertulis dan/atau pembekuan izin untuk sementara, sampai dengan ancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

Pengalaman menunjukkan bahwa pasar tradisional juga memiliki peran penting dalam menjaga perekonomian sektor riil paling bawah di negeri ini. Dari seluruh pelaku ekonomi yang terlibat di dalamnya sebagian besar merupakan golongan masyarakat menengah ke bawah. Peran pasar tradisional melalui para pelaku ekonomi mikro tersebut setidaknya telah menjadikan Indonesia memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap krisis sehingga terhindar dari krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008-2009 dan krisis global yang melanda Eropa beberapa waktu lalu. Konsumsi masyarakat yang dibelanjakan di dalam negeri menjadi kekuatan yang cukup besar meskipun nilai ekspor mengalami penurunan. 5 Hal tersebut merupakan sebuah kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa, telah mencakup 40% dari pangsa pasar di kawasan ASEAN. 6
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

PENUTUP PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

oknum yang memberikan Ijin Usaha terhadap Toko Modern walaupun tidak memiliki IUTM dan melanggar aturan tentang jarak, belum adanya pemberian izin toko-toko modern dengan harga tinggi, dan kurangnya pengawasan oleh pemeritah terhadap toko-toko modern yang telah melanggar aturan tentang jarak tersbut.

6 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL TERHADAP PENDIRIAN TOKO-TOKO MODERN (Studi di KabupatenSleman).

tradisional.Pedagang pasar tradisional harus bersedia berbenah diri agar tetap bertahan(survive), dapat berkembang, dapat bersaing dan tidak ditinggalkan konsumennya.Para pedagang dan pengelola pasar tradisional perlu melakukan introspeksi diri dengan melihat apakah selama ini pedagang telah memahami keinginan konsumen ataukah belum.Apakah persepsi pedagang selama ini sama dengan konsumen ataukah tidak mengenai faktor yang dipertimbangkan

11 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BOBOU DENGAN MUNCULNYA TOKO MODERN DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA.

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BOBOU DENGAN MUNCULNYA TOKO MODERN DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA.

51 Prinsip dasar keadilan akan menempatkan struktur dasar keadilan yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok yang meliputi hak- hak dasar, kebebasan, kesempatan, pendapatan dan kesejahteraan. Struktur dasar dalam masyarakat adalah pedagang Pasar Tradisional dimana pedagang Pasar Tradisional bebas untuk berdagang untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya sehingga kesejahteraan mereka dapat terpenuhi. Pemerintah dalam melakukan pengelolaan, pembinaan, pemberdayaan dalam meningkatkan kualitas Pasar Tradisional harus bersikap netral dan adil kepada pedangang Pasar Tradisional dan Toko Modern. Melalui teori ini penulis akan mengkhususkan keadilan mengenai perlindungan hukum bagi pelaku Pasar Tradisional tanpa mengesampingkan para pelaku Toko Modern agar tidak terjadi sengketa antara para pelaku Pasar Tradisional dan pelaku Toko Modern karena merasa kepentingan atau hak mereka dilanggar.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Model Perlindungan Hukum Pasar Tradisional(Studi Konflik Pasar Tradisional dan Pasar Modern Di Kota Surakarta).

PENDAHULUAN Model Perlindungan Hukum Pasar Tradisional(Studi Konflik Pasar Tradisional dan Pasar Modern Di Kota Surakarta).

Pemerintah telah menerbitkan peraturan perundang-undangan mengenai keberadaan pasar tradisonal dan pasar modern. Pertama kali hal tersebut diatur dengan diterbitkannya Perpres No 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan. Regulasi tersebut mengatur mengenai pasar tradisional dan pasar modern dengan diaturnya 6 (enam hal pokok) antara lain definisi, zonasi, kemitraan, perizinan, syarat perdagangan (trading term) , kelembagaan pengawas dan sanksi. Regulasi tersebut mempunyai arah kebijakan antara lain pemberdayaan pasar tradisional agar dapat tumbuh dan berkembang serasi, saling memerlukan, saling memperkuat, serta saling menguntungkan; memberikan pedoman bagi penyelenggaraan ritel tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern; memberikan norma-norma keadilan, saling menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern; pengembangan kemitraan dengan usaha kecil, sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen, pemasok, toko modern dan konsumen. Untuk pelaksanaan regulasi tersebut, pemerintah kembali mengeluarkan aturan pendukung yaitu Permendag No. 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Peraturan ini, lebih detail dalam menjelaskan tentang zonasi, perjanjian perdagangan (traiding term) dan perizinan. Berawal dari Perpres 112 tahun 2007 dan Permendag No.58 Tahun 2008, ditindaklanjuti oleh kota maupun kabupaten di Indonesia dengan mulai menerapkan aturan turunan untuk
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

D Model Perlindungan Hukum Pasar Tradisional(Studi Konflik Pasar Tradisional dan Pasar Modern Di Kota Surakarta).

D Model Perlindungan Hukum Pasar Tradisional(Studi Konflik Pasar Tradisional dan Pasar Modern Di Kota Surakarta).

Dari penelitian menunjukan bahwa untuk pencabutan Surat Hak Penempatan (SHP) yang diatur dalam Perda No 1 Tahun 2010 belum terdapat upaya bagi pedagang untuk membela diri dalam bentuk keberatan dan upaya lain atas perlakuan dari Dinas Pengelolaan Pasar. Diterbitkannya sanksi berupa sanksi administrasi atas pelanggaran Peraturan Daerah ini berupa teguran lisan, teguran tertulis sebanyak-banyaknya tiga kali, pencabutan SHP dan/atau KTPP dan terakhir pengosongan tempat berdagang. Penerbitan surat-surat tersebut diatas tidak ada ketentuan batas waktu masing-masing surat hingga pencabutan SHP sehingga tidak ada hak bagi pedagang untuk membela diri baik dalam bentuk keberatan dan upaya lain atas perlakuan dari dinas selaku pengelola pasar. Hal tersebut kurang sesuai dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik yang terdapat dalam Undang-Undang No 30 Tahun 2014. Sehingga dipandang perlu adanya revisi peraturan daerah untuk perlindungan hukum pasar tradisional guna mengakomodir perlindungan hukum represif tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BOBOU DENGAN MUNCULNYA TOKO MODERN DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BOBOU DENGAN MUNCULNYA TOKO MODERN DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA.

Pasar Tradisional sebagai Pasar yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan pedagangnya sebagian besar adalah orang Pribumi. Pasar Tradisional ini sebagian besar muncul dari kebutuhan umum masyarakat yang membutuhkan tempat untuk menjual barang yang dihasilkan serta konsumen yang membutuhkan barang-barang tertentu untuk kebutuhan sehari-hari. Fungsi positif yang dimiliki oleh Pasar Tradisional untuk meningkatkan perekonomian daerah yaitu: pertama, pasar sebagai pengembangan ekonomi rakyat; kedua, pasar sebagai sumber retribusi daerah; ketiga, pasar sebagai tempat pertukaran barang; empat, pasar sebagai pusat perputaran keuangan daerah; dan kelima, pasar sebagai lapangan pekerjaan (Feriyanto, dalam bukunya Emiliana Sadilah, dkk: 2011:24).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

TESIS  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BOBOU DENGAN MUNCULNYA TOKO MODERN DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA.

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BOBOU DENGAN MUNCULNYA TOKO MODERN DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA.

adalah bukan izin usaha Toko Modern, melainkan izin usaha perdagangan biasa. Lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah terhadap izin usaha yang dikeluarkan yang disebabkan dari keterbatasan SDM mengenai jumlah pegawai pada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, kendala aturan membuat banyak pedagang yang berjualan secara bebas di tempat pribadi tanpa adanya surat izin dari pemerintah. Upaya yang dilakukan agar perlidungan hukum dapat berjalan dengan baik untuk mempertahankan eksistensi Pasar Tradisional adalah Pertama aspek regulasi, adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah dan DPRD dalam menyusun dan membuat aturan berupa Perda tentang pengelolaan Pasar Tradisional dan Toko Modern agar dapat hidup berdampingan sesuai dengan prinsip demokrasi ekonomi Pancasila. Kemudian dari Upaya aspek pengawasan, Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan dengan menambahkan pegawai untuk membantu kelancaran proses pembinaan, dan pendampingan kepada Pasar Tradisional dan Toko Modern serta lebih meningkatkan pengawasan mengenai Izin Usaha yang di keluarkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

this PDF file IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 51 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN TOKO MODERN SERTA PERLINDUNGAN USAHA KECIL WARUNGTOKO DAN PASAR TRADISIONAL OLEH DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN CIAMIS (Studi Deskriptif di Wilayah

this PDF file IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 51 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN TOKO MODERN SERTA PERLINDUNGAN USAHA KECIL WARUNGTOKO DAN PASAR TRADISIONAL OLEH DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN CIAMIS (Studi Deskriptif di Wilayah

a. Implementasi Peraturan Bupati Nomor 51 Tahun 2014 Tentang Pendirian Toko Modern serta Perlindungan Usaha Kecil Warung / Toko dan Pasar Tradisional oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ciamis belum terlaksana dengan baik sesuai pendapat Agustino, (2014 : 149) yang menyatakan terdapat 4 variabel yang dapat mempengaruhi implementasi kebijakan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil wawancara bahwa adanya beberapa indikator yang belum terlaksana dengan baik seperti komunikasi yang dilaksanakan belum optimal, sumberdaya yang ada belum memadai, disposisi / sikap pelaksana yang kurang memiliki komitmen serta pemahaman petugas terkait SOP sesuai dengan struktur organisasi belum optimal. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa selama ini Implementasi Peraturan Bupati Nomor 51 Tahun 2014 Tentang Pendirian Toko Modern serta Perlindungan Usaha Kecil Warung / Toko dan Pasar Tradisional oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ciamis sudah dilaksanakan sesuai dengan variable
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PERDA BANYUMAS NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN (STUDI KASUS INDOMART)

IMPLEMENTASI PERDA BANYUMAS NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN (STUDI KASUS INDOMART)

Keberadaan toko modern telah menjadi magnet tersendiri dengan menawarkan banyak hal yang mampu menarik perhatian masyarakat. Selain karena toko modern yang letaknya cenderung strategis, juga menyediakan cukup lengkap kebutuhan sehari-hari. Dalam hal ini terdapat suatu permasalahan yang berada di tengah-tengah perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Banyumas yaitu gesekan yang terjadi antara Pasar Tradisional dengan Toko modern (Indomaret). Keberadaan Toko Modern yang berdekatan dengan Pasar Tradisional menjadi ancaman tersendiri bagi para pedagang pasar tradisional. Berkaitan dengan pendirian pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern telah diatur dalam Perda Banyumas No. 3 Tahun 2010 ini, harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah kabupaten/ kota, termasuk peraturan zonasinya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Business Plan BUDIDAYA BUAH NAGA

Business Plan BUDIDAYA BUAH NAGA

Kami akan menjual hasil panen langsung ke konsumen, bisa juga dengan mendatangi dan menawarkan kepada toko-toko buah, supermarket, pedagang- pedagang di pasar tradisional di daerah Malang dan sekitarnya, atau dapat juga bergabung di asosiasi atau paguyuban-paguyuban petani buah naga yang telah memiliki koneksi ke konsumen.

12 Baca lebih lajut

STUDI PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DAN TOKO MODERN DI KOTA SURAKARTA DITINJAU DARI JARAK, AKSESIBILITAS DAN PERILAKU KONSUMEN.

STUDI PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DAN TOKO MODERN DI KOTA SURAKARTA DITINJAU DARI JARAK, AKSESIBILITAS DAN PERILAKU KONSUMEN.

i TUGAS AKHIR STUDI PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DAN TOKO MODERN DI KOTA SURAKARTA DITINJAU DARI JARAK, AKSESIBILITAS, DAN PERILAKU KONSUMEN Disusun Oleh: LESTARI HIDAYATI M [r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK KEBERADAAN RITEL MODERN INDOMARET TERHADAP PERUBAHAN OMSET PENJUALAN TOKO KELONTONG (Studi Kasus Pada Pedagang Toko Kelontong di Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Tahun 2014)

ANALISIS DAMPAK KEBERADAAN RITEL MODERN INDOMARET TERHADAP PERUBAHAN OMSET PENJUALAN TOKO KELONTONG (Studi Kasus Pada Pedagang Toko Kelontong di Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Tahun 2014)

Keberadaan ritel modern Indomaret di Jalan Kalimantan Sumbersari Kabupaten Jember yang berjumlah 2 unit dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan lokasi tersebut juga berdekatan dengan keberadaan ritel tradisional toko kelontong. Dari segi letaknya baik Indomaret maupun toko kelontong sangat strategis yakni terletak diderah perkotaan dengan ruang lingkup kawasan kampus Universitas Negeri Jember. Terkait dengan hal itu meskipun Indomaret tersebut memiliki segmen pembeli tersendiri, tetapi kemunculanya dikhawatirkan dapat mengganggu eksistensi dari keberadaan toko kelontong itu sendiri sehingga akan dapat mempengaruhi perubahan omset penjualan mereka. Faktor kondisi dan kemampuan penjual, kondisi pasar dan faktor lain (pelayanan) juga memberikan andil terhadap dampak yang ditimbulkan dari adanya ritel modern Indomaret terhadap perubahan omset penjualan pedagang toko kelontong.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

 PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PENGATURAN TENTANG POSISI DOMINAN MINIMARKET DENGAN  PENGATURAN TENTANG POSISI DOMINAN MINIMARKET DENGAN SISTEM FRANCHISE DAN DAMPAKNYA TERHADAP TOKO-TOKO TRADISIONAL (Studi Kasus di Minimarket Indomaret Sleman).

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PENGATURAN TENTANG POSISI DOMINAN MINIMARKET DENGAN PENGATURAN TENTANG POSISI DOMINAN MINIMARKET DENGAN SISTEM FRANCHISE DAN DAMPAKNYA TERHADAP TOKO-TOKO TRADISIONAL (Studi Kasus di Minimarket Indomaret Sleman).

3. Pelaksanaan Peraturan Bupati Sleman Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Penataan Lokasi Toko Modern dan Pusat Perbelanjaan Terhadap Jarak yang kurang dari 500 meter² dari Toko-Toko Tradisional ............................................................................... 46 BAB III PENUTUP

12 Baca lebih lajut

6 TAHUN 2013 (PENATAAN PASAR TRAD DAN TKO MODERN)

6 TAHUN 2013 (PENATAAN PASAR TRAD DAN TKO MODERN)

Hasil Analisa Sosial Ekonomi masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) setelah direkomendasikan oleh Dinas, merupakan Dokumen Pelengkap yang tidak terpisahkan dengan syarat-syarat dalam mengajukan surat permohonan izin pendirian Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional dan Toko Modern termasuk Minimarket.

18 Baca lebih lajut

Revitalisasi Pasar Tradisional di Tengah

Revitalisasi Pasar Tradisional di Tengah

Dibalik peran pasar tradisional yang strategis tersebut diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan daya saing pasar tradisional yang identik dengan sebuah lokasi perdagangan yang kumuh, semrawut, kotor dan merupakan sumber kemacetan lalu lintas. Citra Pasar Tradisional yang kurang baik tersebut sudah semestinya mendapat perhatian yang cukup besar karena didalamnya terkait dengan hajat hidup orang banyak. Pembenahan Pasar Tradisional menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakan sebagai rasa tanggung jawab kepada publik. Pembenahan pasar tradisional tentu saja bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif tersebut sehingga pasar
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ASPEK HUKUM BISNIS TOKO MODERN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA KECIL DAN PASAR TRADISIONAL DITINJAU DARI PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT

ASPEK HUKUM BISNIS TOKO MODERN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA KECIL DAN PASAR TRADISIONAL DITINJAU DARI PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT

Pasar tradisional di Indonesia sudah ada pada jaman sebelum adanya Pemerintahan Indonesia, baik pada masa penjajahan maupun kerajaan. Dari Indonesian Heritage, Ancient History (1996), dinyatakan bahwa pasar tradisional telah lahir dalam abad 10. Secara formal tercatat dalam prasasti masa kerajaan Mpu Sindok dengan istilah Pekan. Pasar tradisional dalam awal-awal keberadaannya memiliki peranan yang penting dalam perkembangan wilayah dan terbentuknya kota. Sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, pasar tradisional telah mendorong tumbuhnya permukiman-permukiman dan aktivitas sosial-ekonomi lainnya di sekitar pasar tersebut, dan pada tahap selanjutnya berkembang menjadi pusat pemerintahan. Jasa besar pasar tradisional (tentunya dengan pelaku-pelaku di dalam pasar tersebut), hampir tidak terbantahkan terutama jika kita lihat sejarah berdirinya hampir seluruh kota di Indonesia. sejalan dengan perkembangan zaman, jasa besar pasar tradisional dan para pelaku di dalamnya mulai terlupakan. Pasar tradisional sekarang dipandang sebagai daerah yang kumuh dan ruwet, yang telah menyebabkan rusaknya keindahan kota serta menimbulkan kemacetan lalu lintas perkotaan. Oleh karenanya, pasar tradisional ini harus disingkirkan jauh-jauh dari kota. Pandangan ini yang kemudian menjadi dasar pertimbangan Pemerintah Di Daerah, sehingga muncullah berbagai kebijakan di daerah yang berakibat pada penggusuran pasar tradisional ke pinggiran kota. Selain penggusuran yang sudah terjadi, dalam berbagai rencana tata ruang juga terlihat adanya keinginan kuat dari pemerintah- pemerintah di daerah untuk menggusur pasar tradisional.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...