Top PDF Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

1. Merger adalah suatu kombinasi dari 2 (dua) atau lebih perusahaan, di mana perusahaan yang dominan mengabsorpsi perusahaan yang pasif; perusahaan yang dominan melanjutkan kegiatan pada umumnya dengan nama yang sama. Merger merupakan keputusan strategis para manajer dari suatu perusahaan, keputusan mana juga merupakan produk dari salah satu aspek mendasar dalam strategi korporasi, memiliki beragam alasan, motif, dan tujuan. Merger lintas negara merupakan merger yang dilakukan perusahaan dari dua negara yang berbeda. Sungguhpun ada persinggungan-persinggungan antara hukum di kedua negara tersebut, akan tetapi untuk merger lintas negara ini, dalam banyak hal, yang berlaku adalah hukum di mana perusahaan yang eksis berkedudukan. Sebab, pada prinsipnya para pihak sampai batas-batas tertentu dapat memperjanjikan provisi-provisi yang dikehendaki dalam kontrak merger. Karena itu, jika ada kaidah hukum yang ingin diberlakukan, sebaiknya dan biasanya diatur dalam kontrak merger tersebut.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM SUATU PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN MERGER LINTAS NEGARA Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM SUATU PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN MERGER LINTAS NEGARA Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum SKRIPSI

Puji dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah dan rahmat yang telah diberikan-Nya selama ini, sehingga karya tulis skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Penulisan Skripsi yang berjudul: Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan Yang Melakukan Merger Lintas Negara adalah untuk memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

9 Baca lebih lajut

BAB. III  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MELALUI AKUlSISI.

BAB. III PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MELALUI AKUlSISI.

1. Pemegang saham minoritas dalam restrukturisasi perusahaan melalui akuisisi atau pengambilalihan diberikan perlindungan hukum oleh perusahaan dengan dapat meminta kepada perusahaan agar sahamnya dinilai dan dibeli dengan harga yang wajar, apabila pemegang saham minoritas tersebut tidak menyetujui tindakan perusahaan yang akan melakukan akuisisi atau pengambilalihan dan menganggap tindakan tersebut dapat merugikannya atau merugikan perusahaan itu sendiri.

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS PADA PERUSAHAAN TERBUKA DI INDONESIA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS PADA PERUSAHAAN TERBUKA DI INDONESIA

1. Bentuk perlindungan hukum oleh peraturan Perundang-Undangan terhadap pemegang saham minoritas telah diatur secara lengkap dalam peraturan hukum, baik dari Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) No.40 Tahun 2007, dan UU No. 8 Tahun 1995. Bentuk perlindungan yang diberikan oleh UUPT : hak mengusulkan dilaksanakannya RUPS, hak melakukan pemeriksaan dokumen perusahaan, hak apprasial, hak untuk meminta RUPS membubarkan perseroan, hak untuk tidak menanggung kerugian yang diakibatkan oleh organ perseroan. Bentuk perlindungan uang diberikan UUPM: hak mendapatkan keterbukaan informasi, hak mendapatkan jaminan keamanan dalam kepemilikan dan pengalihan sahamnya, pengaturan terhadap transaksi yang berpotensi mengandung conflik of interest. Pemegang saham mayoritas haruslah memenuhi peraturan-peraturan perlindungan hukum terhadap pemegang saham minoritas tersebut agar terciptanya rasa aman dalam berinvestasi, terciptanya keadilan antara pemegang saham mayoritas dan pemegang saham minoritas.Agar terciptanya perlindungan hukum terhadap pemegang saham minoritas apada perusahaan terbuak di Indonesia juga ada dua prinsip yang harus diterpakan yaitu prinsip Good Coorporate Governace dan prinsip Mayority Rule Minority Protection.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB. I  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MELALUI AKUlSISI.

BAB. I PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN MELALUI AKUlSISI.

Dengan demikian, yang dimaksud dengan perlindungan hukum terhadap pemegang saham minoritas dalam restrukturisasi perusahaan melalui akuisisi adalah perlindungan baik yang secara tertulis maupun tidak tertulis dalam rangka menegakkan peraturan hukum bagi para pemegang saham minoritas dalam menghadapi terjadinya pengambilalihan seluruh atau sebagian besar saham suatu perseroan terbatas yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut.

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

Apabila semua persyaratan sebagaimana dimaksud telah dipenuhi secara lengkap, paling lambat 14 (empat belas) hari, menteri menerbitkan keputusan tentang pengesahan badan hukum perseroan yang ditandatangani secara elektronik. Dalam jangka waktu 60 hari setelah akta pendirian dibuat, maka akta pendirian menjadi batal sejak lewatnya jangka waktu tersebut dan perseroan yang belum memperoleh status badan hukum bubar karena hukum dan pemberesannya dilakukan oleh pendiri. 16

39 Baca lebih lajut

BAB II PENGATURAN MERGER PERSEROAN TERBATAS LINTAS NEGARA A. Merger Dalam UU Perseroan Terbatas di Indonesia - Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

BAB II PENGATURAN MERGER PERSEROAN TERBATAS LINTAS NEGARA A. Merger Dalam UU Perseroan Terbatas di Indonesia - Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Suatu Perusahaan yang Melakukan Merger Lintas Negara

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) merupakan tonggak sejarah hukum tentang merger. Hal ini disebabkan Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas tersebutlah yang memulai mengatur merger yang lumayan komprehensif di tingkat undang-undang. Sebelumnya terdapat pengaturan merger, yang bersifat sektoral dan pengaturannya masih pada tingkat di bawah undang-undang. Oleh karena itu, sejarah hukum tentang merger dari perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat dibagi ke dalam dua periode, yaitu Periode Pra-UUPT dan Periode Pasca-UUPT.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas Perusahaan Anak Dalam Perusahan Kelompok Dengan Induk Perusahaan BUMN (PERSERO)

Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas Perusahaan Anak Dalam Perusahan Kelompok Dengan Induk Perusahaan BUMN (PERSERO)

RUPS selaku pemegang tertinggi dalam BUMN yakni adalah Menteri yang diberi kuasa oleh pemerintah untuk mewakili negara sebagai pemegang saham (dalam hal ini sesuai dengan PP No. 41 Tahun 2003 tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri Keuangan Pada Perusahaan Perseroan (Persero), Perusahaan Umum (perum) Dan Perusahaan Jawatan (Perjan) Kepada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, kuasa sebagai pemegang saham untuk mewakili pemerintah adalah menteri BUMN sebelumnya Menteri Keuangan). Dalam hal seluruh modal atau saham dimiliki oleh negara maka Menteri BUMN berkedudukan sebagai Pimpinan Rapat Umurn Pemegang Saham (RUPS). Oleh karena itu, Dewan Komisaris yang bertanggung jawab kepada RUPS, dalam persero bertanggung jawab kepada Menteri BUMN selaku pemimpin rapat umum pemegang saham Hal ini secara tegas dinyatakan dalam ketentuan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang BUMN yang berbunyi sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Pada Perusahaan Yang Melakukan Akuisisi

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Pada Perusahaan Yang Melakukan Akuisisi

Perseroan, diberikan hak khusus yang disebut appraisal right, yaitu hak milik pemegang saham yang tidak setuju terhadap keputusan RUPS hukum untuk menjual sahamnya kepadaa perseroan dengan harga wajar. Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas Tahun 2007 mengatur bahwa perbuatan hukum merger, konsilidasi dan akuisisi wajib memperhatikan kepentingan hak- hak pemegang saham minoritas. 11 Undang-Undang Perseroan Terbatas menekankan pada perlindungan hak pemegang saham minoritas karena Undang- Undang Perseroan Terbatas mempunyai asumsi bahwa pelaksanaan akuisisi tersebut sebenarnya hanya untuk kepentingan pemegang saham mayoritas, maka tentunya pemegang saham mayoritas tidak akan setuju dalam RUPS untuk melakukan akuisisi tersebut, sehingga dengan demikian akuisisi tidak dapat dilaksanakan, atau pihak pemegang saham mayoritas dapat menghentikan akuisisi tersebut dengan mengganti direksi yang dianggap tidak koperatif dengan pemegang saham mayoritas. Kewenangan-kewenangan yang demikian hanya dipunyai oleh pemegang saham mayoritas dan tidak dimiliki oleh pemegang saham minoritas. 12
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Saham Terhadap Anggota Direksi Yang Melakukan Kesalahan Atau Kelalaian Dalam Pengurusan Perseroan

Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Saham Terhadap Anggota Direksi Yang Melakukan Kesalahan Atau Kelalaian Dalam Pengurusan Perseroan

Sebagai badan hukum, perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham mempunyai konsekuensi, yaitu merupakan lembaga yang mandiri pendukung hak dan kewajiban yang dapat melakukan perbuatan baik di dalam maupun diluar pengadilan serta mempunyai harta yang terpisah dari para pengurusnya maupun para pendirinya. Para pendiri yang juga pemegang saham tidak dapat dibebani tanggung jawab yang melebihi nilai nominal saham yang dimilikinya. Di samping itu perbuatan hukum yang dilakukan oleh pendiri perseroan sebelum perseroan didirikan yaitu pada saat pendiri melakukan persiapan untuk mendirikan suatu perseroan dan perbuatan hukum pendiri yang mengatasnamakan perseroan berdiri terbentuk dengan akta pendirian yang dibuat oleh notaris, kesemuanya akan beralih menjadi tanggung jawab perseroan manakala perseroan telah disahkan sebagaimana badan hukum. Dengan demikian, hak dan kewajiban yang timbul akibat perbuatan hukum yang dilakukan oleh pendiri beralih menjadi hak dan kewajiban dari perseroan. Pendiri sudah terlepas dari hak dan kewajibannya yang timbul akibat perbuatan hukum yang dilakukannya terhadap pihak ketiga. Inilah kelebihan perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas yang tidak dimiliki badan usaha dalam bentuk lainya. 12
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORI

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORI

Bentuk usaha PT banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, karena adanya kepastian hukum dalam bentuk pertanggungjawaban yang bersifat terbatas, pemberian kemudahan bagi pemiliknya (pemegang saham) untuk mengalihkan perusahaannya (kepada setiap orang) dengan menjual seluruh saham yang dimilikinya pada perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan karena PT merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan yang lebih penting adanya pemisahan yang jelas antara kepemilikan modal (ownership) dengan kepengurusannya (power). Hal ini disebabkan pemilik dana menginginkan risiko dan biaya sekecil mungkin dalam melakukan kegiatan usaha.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM PEMBAGIAN DIVIDEN BERDASARKAN KEPUTUSAN RUPS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS.

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM PEMBAGIAN DIVIDEN BERDASARKAN KEPUTUSAN RUPS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS.

Kurangnya ketentuan hukum yang mengatur tentang perlindungan pemegang saham minoritas dalam perseroan terbatas terbuka terhadap sikap dan perilaku pemegang saham mayoritas, direksi dan komisaris yang sewenang-wenang serta kurangnya modal pengetahuan dan ketrampilan dan kemampuan untuk mengelola perusahaan menyebabkan pemegang saham minoritas berada dalam posisi yang lemah dan otomatis hal tersebut menyebabkan terdesaknya kepentingan pemegang saham minoritas. Hal inilah yang menyebabkan tidak tercapainya keadilan sebagai suatu syarat terwujudnya prinsip Good Corporate Governance
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM ATAS PENURUNAN NILAI SAHAM AKIBAT INFORMASI MENYESATKAN OLEH PEMEGANG SAHAM DIKAITKAN HUKUM POSITIF INDONESIA.

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM ATAS PENURUNAN NILAI SAHAM AKIBAT INFORMASI MENYESATKAN OLEH PEMEGANG SAHAM DIKAITKAN HUKUM POSITIF INDONESIA.

Penanaman modal merupakan suatu aspek penting dalam perekenomian suatu negara. Penegakan hukum merupakan aspek penting dalam Pasar Modal. Salah satu tujuan dari penegakan hukum tersebut adalah untuk melindungi pemegang saham. Dalam suatu perusahaan pemegang saham merupakan pihak yang membawa dana ke dalam perusahaan, sehingga dia di samping disebut sebagai stakeholders, disebut juga sebagai bagholders bagi perusahaannya. Hukum setiap saat akan melindunginya, terutama dalam hal adanya informasi menyesatkan. Karena suatu informasi akan mempengaruhi langkah yang akan dilakukan pemegang saham terhadap saham yang dimilikinya. Sehingga informasi menyesatkan akan berdampak pada turunnya harga saham yang merugikan pemegang saham sebagai investor. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi pemegang saham atas informasi menyesatkan oleh pemegang saham serta untuk mengetahui bagaimana tindakan hukum yang dapat dilakukan pemegang saham yang dirugikan atas adanya informasi menyesatkan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM  Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Dalam Perseroan Terbatas Terbuka Berdasarkan Prinsip Good Corporate Governance (Studi Di Pt. Sri Rejeki Isman Tbk.).

SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Dalam Perseroan Terbatas Terbuka Berdasarkan Prinsip Good Corporate Governance (Studi Di Pt. Sri Rejeki Isman Tbk.).

ArdiansyahAsmara Dina. NIM. C100080169. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM PERSEROAN TERBATAS TERBUKA BERDASARKAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Studi di PT Sri Rejeki Isman, TBK). Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mempertegas perlindungan hukum pemegang saham minoritas dalam Perseroan Terbatas Terbuka berdasarkan prinsip Good Corporate Governance dan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, dan untuk mengetahui peranan Good Corporate Governance dalam melindungi pemegang saham minoritas perseroan terbatas terbuka. Penelitian ini termasuk penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif.Penelitian ini dilakukan diPT Sri Rejeki Isman, Tbk. Perlindungan hukum pemegang saham minoritasdalam suatu perseroan terbatas terbuka merupakan suatu hal yang sangat penting, karena pada prinsipnya pemilik saham minoritas tidak terafiliasi secara langsung pada organ perseroan, sehingga pemegang saham minoritas juga tidak secara langsung dapat mengawasi perusahaan karena tidak terlibat dalam organ perseroan.Sehingga perlu adanya suatu peraturan yang bisa memfasilitasi kepentingan tersebut yang tujuannya menguntungkan semua pihak. Pemegang saham minoritas merupakan salah satu stakeholders disamping stakeholders lainnya, yaitu pemegang saham mayoritas, direksi, komisaris, pegawai dan kreditor. Lebih dari itu, bersama-sama dengan pemegang saham mayoritas, pemegang saham minoritas juga merupakan pihak yang membawa pundi-pundi bagi perusahaan (bagholders). Karena itu, pihak pemegang saham minoritas sampai batas-batas tertentu patut dilindungi oleh hukum. Berdasarkan hal tersebut, maka penerapan prinsip-prinsip Good corporate governance dalam pengelolaan perusahaan dapat memberikan suatu rasa aman bagi para pihak dalam perusahaan, karena dengan prinsip-prinsip tersebut perusahaan dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu penerapan Good Corporate Governance dalam pengelolaan perusahaan sehingga dapat melindungi kepentingan para pihak. Khususnya kepentingan pemegang saham minoritas sebagai pihak yang dirugikan bila terjadi benturan kepentingan. Tujuannya, mendorong tercapainya kesinambungan perusahaan, fungsi organ, nilai moral yang tinggi terhadap peraturan perundang undangan, kesadaran dan tanggung jawab, meningkatkan kepercayaan, pertumbuhan ekonomi dan arus investasi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Dalam Praktik Backdoor Listing Melalui Akuisisi Dan Merger Berdasarkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal Dan Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Saham Minoritas Dalam Praktik Backdoor Listing Melalui Akuisisi Dan Merger Berdasarkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal Dan Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Pengumuman informasi transaksi material diyakini sebagai wujud perlindungan hukum bagi pemegang saham baik mayoritas ataupun minoritas untuk mendapatkan informasi jalannya perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan dasar pertimbangan pembuatan Peraturan OJK Nomor IX.E.2. yang menyebutkan bahwa pembuatan Peraturan OJK adalah dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat dengan memperhatikan perlindungan kepada para pemegang saham. Selain itu, pengumuman informasi suatu transaksi material merupakan salah satu wujud dari prinsip keterbukaan sebagaimana diamanatkan di dalam Pasal 84 UU Pasar Modal. Keterbukaan melalui pengumuman informasi transaksi material merupakan salah satu cara untuk tercapainya perlindungan terhadap kepentingan para pemegang saham khususnya pemegang saham minoritas dari kelalaian dan/atau kejahatan dari perusahaan. Suatu pasar modal dikatakan fair dan efisien apabila semua pemegang saham memperoleh informasi dalam waktu yang bersamaan disertai kualitas informasi yang sama. Jadi dengan adanya keterbukaan melalui pengumuman informasi transaksi material ini dapat menerapkan prinsip kehati – hatian sebelum membuat keputusan mengenai apakah akan mempertahankan atau menjual saham yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Investor Publik Dalam Penghapusan Pencatatan (Delisting)Saham Pada Kegiatan Pasar Modal Indonesia

Perlindungan Hukum Bagi Investor Publik Dalam Penghapusan Pencatatan (Delisting)Saham Pada Kegiatan Pasar Modal Indonesia

Dalam UUPM tidak ada satupun ketentuan yang menyinggung berakhirnya suatu perusahaan publik menjadi perusahaan tertutup, sehingga meskipun perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan tertutup, maka yang diberhentikan hanyalah kewajiban pelaporannya saja, sedangkan nama perusahaannya tetap menggunakan kata “Tbk”. Dalam catatan Bapepam. Berkaitan dengan hal tersebut, seharusnya Bapepam bisa menggunakan UUPT sebagai dasar efektifnya perusahaan tersebut keluar dari pasar modal, karena banyak juga ketentuan Bapepam yang menggunakan sumber dari UUPT sebagai dasar hukumnya. Apakah dengan begitu Bapepam masih bisa mencampuri urusan dari perusahaan yang telah melakukan voluntary delisting atau go private. Maka yang jadi pertanyaan lagi adalah apakah dasar hukum UUPM masih bisa digunakan Bapepam untuk menjangkau perlindungan kepada pemegang saham publik yang masih tersisa setelah perusahaan berubah status. Mungkin ke depan nantinya diperlukan aturan khusus yang bisa memberikan perlindungan penuh kepada pemegang saham publik meskipun perusahaan tersebut telah go private. Selain persyaratan ketentuan yang diwajibkan oleh Bapepam, maka ketentuan penghapusan pencatatan (delisting) di Bursa Efek Indonesia juga berlaku bagi go private kecuali saham perseroan tidak tercatat di BEI.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORI

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORI

Ketiga, Delisting, adalah penghapusan pencatatan dari daftar saham di bursa yang dikarenakan tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di bursa tersebut. Butir 5 Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep.- 56/PM/1998 tentang Keterbukaan Informasi bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang dimohonkan Pernyataan Pailit mengatakan bahwa Emiten atau Perusahaan Publik yang gagal atau tidak mampu menghindari kegagalan untuk membayar kewajibannya terhadap pemberi pinjaman yang tidak terafiliasi, maka Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyampaikan laporan mengenai hal tersebut kepada Bapepam dan Bursa Efek dimana Efek Emiten atau Perusahaan Publik tercatat secepat mungkin, paling lambat akhir hari kerja ke-2 (kedua) sejak Emiten atau Perusahaan Publik mengalami kegagalan atau mengetahui ketidakmampuan menghindari kegagalan dimaksud.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek [PGAS ]

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek [PGAS ]

SAHAM: Pemegang Saham yang Memiliki 5% atau Lebih Saham yang Telah Ditempatkan dan Disetor Penuh Dari daftar tersebut diatas, pemegang saham pengendali PT Perusahaan Gas Negara Perse[r]

7 Baca lebih lajut

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek [PGAS ]

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek [PGAS ]

Sehubungan dengan ketentuan III.3.4.dan III.3.5 Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, dengan ini Direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menyampaikan laporan bulan September 2012tentang kegiatan registrasi pemegang Efek penuh per tanggal sebagai berikut:

7 Baca lebih lajut

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek [PGAS ]

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek [PGAS ]

Sehubungan dengan ketentuan III.3.4.dan III.3.5 Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, dengan ini Direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menyampaikan laporan bulan November 2012tentang kegiatan registrasi pemegang Efek penuh per tanggal sebagai berikut:

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...