Top PDF PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMENUHAN HAK PEKERJA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMENUHAN HAK PEKERJA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMENUHAN HAK PEKERJA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Di Kota Bandar Lampung, struktur industri berdasarkan usaha masih sangat didominasi oleh industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang kemudian penyerapan tenaga kerja pada industri ini menjadi lebih besar daripada industri besar dan sedang. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu daerah yang sangat potensial dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah(IKM). Hingga tahun 2012 berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM, dan Perindag (Diskoperindag) Kota Bandar lampung mencatat ada 710 unit usaha kecil pada sektor industri pengolahan yang sebagian besar merupakan industri rumah tangga. Perkembangan industri kecil ini, ditandai dengan bertambahnya jumlah unit usaha ataupun peningkatan jumlah produksi. Semakin banyak pula tenaga kerja atau pekerja/buruh yang dibutuhkan pada suatu industri ini. 4
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK HAK PEKERJA TANPA KONTRAK TERTULIS DALAM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN SURAKARTA - UNS Institutional Repository

PERLINDUNGAN HUKUM HAK HAK PEKERJA TANPA KONTRAK TERTULIS DALAM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN SURAKARTA - UNS Institutional Repository

Berdasarkan pada hasil penelitian diketahui bahwa pemenuhan hak- hak pekerja di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta belum sesuai dengan Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan karena dalam pelaksanaanya di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta, pemenuhan hak upah pekerja dan jam kerja serta pemenuhan hak- hak pekerja lainnya seperti Cuti, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan Kesehatan Keselamatan Kerja belum dapat terpenuhi. Hambatan dalam pelaksanaan pemenuhan hak hak pekerja tersebut dari pihak pekerja karena tidak memiliki serikat pekerja, tidak ikut dalam jaminan BPJS Ketenagakerjaan, terjadi perselisihan hubungan industrial dan dari pihak pengusaha karena kurangnya kesadaran dari pihak pengusaha, permodalan serta dari pemerintah tidak masuk dalam permasalahan yang dialami perusahaan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel dibuat secara lisan yang disepakati kedua belah pihak, upah kerja untuk pekerja harian lepas masih dibawah upah minimum kota dan tunjangan lain berupa Tunjangan Hari Raya, fasilitas pelayanan kesehatan, dan cuti hanya untuk hari besar. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan- hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang timbul dari pekerja harian lepas adalah: menejemen dari serikat pekerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul dari pengusaha adalah: rendahnya kesadaran pengusaha terhadap peraturan perundang-undangan. Sedangkan, hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah tidak segera merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel dibuat secara lisan yang disepakati kedua belah pihak, upah kerja untuk pekerja harian lepas masih dibawah upah minimum kota dan tunjangan lain berupa Tunjangan Hari Raya, fasilitas pelayanan kesehatan, dan cuti hanya untuk hari besar. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan- hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang timbul dari pekerja harian lepas adalah: menejemen dari serikat pekerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul dari pengusaha adalah: rendahnya kesadaran pengusaha terhadap peraturan perundang-undangan. Sedangkan, hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah tidak segera merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel dibuat secara lisan yang disepakati kedua belah pihak, upah kerja untuk pekerja harian lepas masih dibawah upah minimum kota dan tunjangan lain berupa Tunjangan Hari Raya, fasilitas pelayanan kesehatan, dan cuti hanya untuk hari besar. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan- hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang timbul dari pekerja harian lepas adalah: menejemen dari serikat pekerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul dari pengusaha adalah: rendahnya kesadaran pengusaha terhadap peraturan perundang-undangan. Sedangkan, hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah tidak segera merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel dibuat secara lisan yang disepakati kedua belah pihak, upah kerja untuk pekerja harian lepas masih dibawah upah minimum kota dan tunjangan lain berupa Tunjangan Hari Raya, fasilitas pelayanan kesehatan, dan cuti hanya untuk hari besar. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan- hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang timbul dari pekerja harian lepas adalah: menejemen dari serikat pekerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul dari pengusaha adalah: rendahnya kesadaran pengusaha terhadap peraturan perundang-undangan. Sedangkan, hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah tidak segera merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Implementasi Bantuan Hukum Pada Masyarakat Miskin Di Kota Bandar Lampung (Studi Di Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung

Implementasi Bantuan Hukum Pada Masyarakat Miskin Di Kota Bandar Lampung (Studi Di Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung

Keberhasilan pelaksanaan bantuan hukum sangatlah ditentukan oleh keberhasilan perlindungan terhadap HAM. Masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang sedang membangun adalah kurangnya peranan hukum dan sumber daya hukum untuk in concreto mewujudkan kondisi-kondisi pemenuhan hak-hak asasi berikut kebutuhan- kebutuhan dasar. Paham HAM bermula lahir di Inggris atas perjuangan kelompok bangsawan yang memaksa raja untuk memberikan Magna Charta Libertatum (1215) yang melarang penahanan dan perampasan benda dengan sewenang-wenang. Tahun 1679 menghasilkan pernyataan Habeas Corpus, suatu dokumen keberadaan hukum bersejarah yang menetapkan bahwa orang yang dihukum harus dihadapkan dalam waktu tiga hari kepada seorang hakim. Tahun 1689 dilahirkan Bill of Righ, dimana raja harus mengikuti hak-hak parlemen, sehingga Inggris merupakan negara pertama didunia yang menjadi negara yang berkonstitusi modern.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Implementasi Bantuan Hukum Pada Masyarakat Miskin Di Kota Bandar Lampung

Implementasi Bantuan Hukum Pada Masyarakat Miskin Di Kota Bandar Lampung

Keberhasilan pelaksanaan bantuan hukum sangatlah ditentukan oleh keberhasilan perlindungan terhadap HAM. Masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang sedang membangun adalah kurangnya peranan hukum dan sumber daya hukum untuk in concreto mewujudkan kondisi-kondisi pemenuhan hak-hak asasi berikut kebutuhan- kebutuhan dasar. Paham HAM bermula lahir di Inggris atas perjuangan kelompok bangsawan yang memaksa raja untuk memberikan Magna Charta Libertatum (1215) yang melarang penahanan dan perampasan benda dengan sewenang-wenang. Tahun 1679 menghasilkan pernyataan Habeas Corpus, suatu dokumen keberadaan hukum bersejarah yang menetapkan bahwa orang yang dihukum harus dihadapkan dalam waktu tiga hari kepada seorang hakim. Tahun 1689 dilahirkan Bill of Righ, dimana raja harus mengikuti hak-hak parlemen, sehingga Inggris merupakan negara pertama didunia yang menjadi negara yang berkonstitusi modern.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Dalam Proses Akuisisi Pada PT.Putera Lampung Perkasa di Kabupaten Lampung Selatan

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Dalam Proses Akuisisi Pada PT.Putera Lampung Perkasa di Kabupaten Lampung Selatan

Di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pengupahan diatur dalam BAB X Bagian Kedua, mulai Pasal 88. Di dalam- Pasal 1 angka 30 undang-undang tersebut ditentukan bahwa Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai im- balan dan pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang clitetapkan dan clibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tupfangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDAR LAMPUNG TERHADAP PERLINDUNGAN HAK HAK TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN

PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDAR LAMPUNG TERHADAP PERLINDUNGAN HAK HAK TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN

Seperti kasus yang terjadi di Lampung Barat seorang warga Pekon Pemerihan, Kecamatan Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, bernama Tarmuzi meninggal dunia di RSUD Dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung setelah mengalami kritis selama delapan hari, Tarmuzi (39) diduga meninggal dunia akibat mengalami penyiksaan oleh sejumlah anggota Polsek Biha di Mapolsek Biha, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Tarmuzi ditangkap dan diperiksa terkait kasus pembunuhan gajah bernama Yongki, akan tetapi dalam penangkapan menurut pengakuan Parto rekan yang satu sepeda motor dengan Tarmuzi mengatakan bahwa saat dibawa ke polsek mereka diborgol oleh polisi dan sempat ditanya-tanya soal kematian gajah, hingga akhirnya dipisahkan saat diintrogasi. Tidak ada surat resmi apa pun yang menyebutkan status mereka dalam pemeriksaan serta tidak ada surat penangkapan maupun penahanan, serta diduga terlibat pembunuhan gajah Yongki tanpa dasar dan alat bukti yang kuat. 3
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA ANAK DI INDONESIA (KAJIAN KRITIS TERHADAP HAK ANAK DI INDONESIA)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA ANAK DI INDONESIA (KAJIAN KRITIS TERHADAP HAK ANAK DI INDONESIA)

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mengatur hak- hak anak secara menyeluruh. Pemerintah telah mengesahkan konvensi-konvensi ILO mengenai usia minimum bagi anak untuk bekerja dan penghapusan pekerjaan-pekerjaan terburuk bagi anak. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juga telah mengatur mengenai pekerja anak dengan batasan dan ketentuan tertentu. Upaya perlindungan ini terus dilakukan oleh pemerintah bekerja sama dengan lembaga sosial dan masyarakat. Hanya saja pelaksanaan perlindungan hak-hak pekerja anak masih mendapat kendala baik dari pengusaha, keluarga, masyarakat maupun peraturan itu sendiri. Undang- Undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan hanya mengatur hak-hak bagi pekerja yang bekerja di sektor formal dan tidak memasukkan pembantu rumah tangga sebagai jenis pekerjaan, padahal kebanyakan anak-anak bekerja di sektor informal dan pembantu rumah tangga anak sehingga hak-hak pekerja anak belum sepenuhnya terpenuhi. Kendala pada umumnya disebabkan masih banyaknya masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi lemah, kurangnya kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak dan kurangnya kesadaran pengusaha untuk tidak mempekerjakan anak di pekerjaan-pekerjaan terburuk.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Non-Kontraktual: Studi tentang Perjanjian Pemborongan Jasa Konstruksi.

PENDAHULUAN Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Non-Kontraktual: Studi tentang Perjanjian Pemborongan Jasa Konstruksi.

Studi tentang perjanjian pemborongan dan tenaga kerja jasa konstruksi sebenarnya telah banyak dilakukan oleh para peneliti, antara lain penelitian yang dilakukan oleh Apit Nur Widijanto, pada tahun 2007, dengan judul Pelaksanaan Perjanjian Pemborongan Bangunan pada PT. Puri Kencana Mulya Persada di Semarang, yang mengetengahkan tentang beberapa hal, di antaranya perjanjian dan perjanjian pemborongan bangunan, perjanjian pemborongan pekerjaan, tanggungjawab kontraktor dalam pemborongan pembangunan, hambatan dalam pelaksanaan pemborongan bangunan, dan upaya yang ditempuh oleh para pihak dalam perjanjian pemborongan bangunan. Penelitian lain dilaksanakan oleh Hanafi Darwis, pada tahun 2012, yang mengambil tema Hubungan Hukum dalam Perjanjian Pemborongan. Penelitian tersebut mengetengahkan tentang subjek dan objek dari perikatan, perjanjian dalam bidang pemborongan, perjanjian pemborongan dalam KUHPerdata, Perjanjian Pemborongan dalam AV41, Prinsip korelasi tanggungjawab para pihak, prinsip ketegasan tanggungjawab pemborong, prinsip larangan perubahan harga perjanjian, dan prinsip kebebasan pemutusan perjanjian secara sepihak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM LINGKUNGAN TERHADAP KAWASAN REKLAMASI PANTAI TELUK LAMPUNG DI KECAMATAN BUMI WARAS KOTA BANDAR LAMPUNG

PERLINDUNGAN HUKUM LINGKUNGAN TERHADAP KAWASAN REKLAMASI PANTAI TELUK LAMPUNG DI KECAMATAN BUMI WARAS KOTA BANDAR LAMPUNG

Pada tahun 1983 proses pembuatan reklamasi di Provinsi Lampung dari kawasan Panjang, Teluk Betung hingga Lempasing telah berjalan. Kemudian dihentikan tahun 1998 semasa Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Lampung dipimpin Ir. Rahmat Abdullah. Alasan penghentiannya untuk kepentingan evaluasi, sebab Bapedal menilai dan menemukan banyak pelanggaran. Kemudian proyek reklamasi dimulai kembali pada tahun 2003 oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dan beberapa pengusaha yang berada di Kota Bandar Lampung yang kemudian dalam hal pelaksanaannya diberikan kepada beberapa perusahaan atau badan hukum yang berkedudukan di
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Dalam Proses Akuisisi Pada PT.Putera Lampung Perkasa di Kabupaten Lampung Selatan

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Pekerja Dalam Proses Akuisisi Pada PT.Putera Lampung Perkasa di Kabupaten Lampung Selatan

PT Putra Lampung Perkasa adalah sebuah perusahaan mitra PLTU Tarahan PT PLN Persero yang berdiri pada tanggal 8 Maret 2006 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Gg. Waru IV No. 22, Sukabumi Indah, Sukabumi Bandar Lampung. Perusahaan ini bergerak di bidang Mechanical and Machine. PT Putera Lampung Perkasa telah mengembangkan segmen bisnis di bidang yang baru yaitu bidang Laboratorium dan Water Treatment Plant (WTP). Pada saat itu diketahui bahwa CV Faiz Barokah yang juga perusahaan mitra PLTU Tarahan PT PLN Persero akan menjual perusahaannya di bidang bidang Laboratorium dan Water Treatment Plant (WTP), alasan CV Faiz Barokah untuk memutuskan peralihan perusahaan adalah dikarenakan adanya kebutuhan dana yang cukup besar serta akan memfokuskan bisnisnya pada bidang lain, sehingga PT. Putera Lampung Perkasa melakukan akuisisi 100% saham milik CV. Faiz Barokah. Pada proses akuisisi ini terdapat 4 orang pekerja pada bagian Laboratorium dan 8 orang pada bagian WTP.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Implementasi Perluasan dan Pemerataan Akses Layanan Pendidikan (Bina Lingkungan Sekolah Menengah Atas) di Kota Bandar Lampung

Implementasi Perluasan dan Pemerataan Akses Layanan Pendidikan (Bina Lingkungan Sekolah Menengah Atas) di Kota Bandar Lampung

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) baik untuk kelas X, XI, XII mulai tahun 2006/2007. Disekolah ini KBM dimulai pada pukul 07.15 sampai dengan 14.00 WIB untuk hari senen sampai kamis, sedangkan untuk hari jumat pukul 07.15 sampai dengan 11.15 WIB dan hari sabtu 07.15 sampai dengan 12.00 WIB. Tenaga guru terus ditambah oleh Pemerintah dari guru mutasi dan guru PNS baru serta guru bantu hingga jumlahnya sangat mencukupi. Jumlah siswa tahun ini adalah 460 siswa dengan jumlah siswa kelas X= 176 siswa, XI= 142 siswa, XII= 142 siswa. Jumlah tersebut akan bertambah ataupun berkurang hal ini dikarenakan adanya siswa yang masuk maupun keluar dari SMA N 15 Bandar Lampung. Fasilitas yang terdapat di SMA N 15 diantaranya perpustakaan, Lab. Biologi, Lab. Fisika, Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Mushola, Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan Kantin.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDAR LAMPUNG TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN

PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDAR LAMPUNG TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN

Tugas lain dari sebuah lembaga bantuan hukum adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat entah dalam bentuk penyuluhan, seminar, atau kampanye- kampanye berkaitan dengan bantuan hukum. Kehidupan hukum di Indonesia bisa dikatakan mendapat sorotan penuh dari ranah publik sehingga apapun yang terjadi menyangkut penegakan hukum akan menjadi lebih sensitif dan mudah mengundang respon dari masyarakat. Hal inilah yang dewasa ini berkembang dalam melawan kesewenang-wenangan penegakan hukum di Negeri ini.serta merupakan tantangan lembaga bantuan hukum untuk terjun langsung ke masyarakat dan meredakan aura ketidakpercayaan terhadap proses penegakan hukum di Indonesia. Selain itu mereka juga berperan dalam sosialisasi peraturan-
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PEMENUHAN HAK POLITIK PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG (DISABILITAS TUNA NETRA)

PEMENUHAN HAK POLITIK PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG (DISABILITAS TUNA NETRA)

Deklarasi tentang hak-hak penyandang cacat secara tegas menyatakan hak untuk menghormati martabat kemanusiaan merupakan hak yang inherent. 83 Dengan diadopsinya General Comment Nomor 5 pada Sidang Kesebelas Komite Ekosob tahun 1994, pada Resolusi 48/97 tanggal 20 Desember 1993, Majelis Umum meminta kepada seleuruh pemerintahan untuk menyelenggarakan peringatan tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kesadaran warga negara dalam proses integrasi penyandang cacat di setiap aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi maupun politik. Pada waktu bersamaan dengan Resolusi 48/96 Majelis Umum PBB mengeluarkan Peraturan-peraturan Standar tentang Persamaan Kesempatan bagi orang-orang dengan kecacatan. Konferensi Dunia tentang HAM di Wina, Austria tahun 1993 menegaskan perlindungan bagi penyandang cacat, pada alinea 63 hasil konferensi. 84
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISA UPAH DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA INDUSTRI KECIL MENENGAH 849 16359 2 PB

TAP.COM - ANALISA UPAH DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA INDUSTRI KECIL MENENGAH 849 16359 2 PB

Akhir-akhir ini masalah upah minimum sering diberitakan media massa yang mengemukakan bahwa belakang ada masalah, yaitu perusahaan mulai mengeluh Upah Mimimum Regional (UMR) dan masalah birokrasi yang mengakibatkan biaya tinggi. Upah minimum adalah upah pokok terendah yang belum termasuk tunjangan-tunjangan yang diberikan kepada pekerja sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Upah Minimum (Manullang, 2001). Oleh karena itu, pihak pemerintah mengambil langkah untuk mengatasinya, antara lain mengajukan para pengusaha yang tidak patuh dengan mengenakan denda. Namun demikian, denda tersebut dinlai kurang efektif, karena pihak pengusaha justru lebih memilih membayar denda daripada harus membayar upah minimum yang ditentukan (nilai denda lebih ringan daripada menaikkan upah) untuk membayar sejumlah pekerja sesuai dengan upah minimum.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBANTU RUMAH TANGGA DI KOTA BANDAR LAMPUNG

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBANTU RUMAH TANGGA DI KOTA BANDAR LAMPUNG

17. Semua pihak yang telah membantu penulisan skripsi ini, teman-teman di Bagian Hukum Administrasi dan seluruh teman-teman Angkatan 2011 Fakultas Hukum Universitas Lampung yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan selama masa pendidikan. Semoga skripsi ini dapat berguna dan memberikan manfaat bagi kita semua dan pihak-pihak lain yang membutuhkan terutama bagi penulis. Saran dan kritik yang bersifat membangun akan selalu diharapkan. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan kebaikan bagi kita semua serta semoga tali silaurahmi diantara kita tetap erat dan kita dipertemukan kembali dalam keridhoan-Nya. AamiinAllahumma YaRabbal’alami n.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI INDUSTRI MEUBEL DESA BAWU BATEALIT JEPARA) - STAIN Kudus Repository

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI INDUSTRI MEUBEL DESA BAWU BATEALIT JEPARA) - STAIN Kudus Repository

Anak merupakan harta yang tak ternilai harganya, tidak hanya dilihat dari perspektif sosial, budaya, ekonomi, politik dan hukum tetapi juga dalam perspektif keberlanjutan sebuah generasi keluarga, suku, trah, maupun bangsa. Mengingat pentingnya status dan posisi anak tersebut, anak dapat bermakna sosial (kehormatan,harkat, martabat keluarga tergantung pada sikap dan perilaku anak), budaya (anak merupakan harta dan kekayaan sekaligus merupakan lambang kesuburan sebuah keluarga), politik (anak adalah penerus trah atau suku masyarakat tertentu).ekonomi (pada sementara anggapan masyarakat jawa khusunya adda adagium “banyak anak, banyak rejeki, sehingga ‘mengkaryakan’ atau mempekerjakan anak dapat menambah penghasilan atau rejeki), hukum (anak mempunyai kedudukan strategis didepan hukum). 2
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...