Top PDF Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang

Di UD Berkah Sedulur juga menerapkan kerja lembur yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan apabila bahan baku untuk produksi melimpah maka pekerja harian lepas harus kerja lembur sebab dikuatirkan ikan akan busuk sehingga mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Dari hasil penelitian., upah lembur yang diberikan kepada pekerja harian lepas sebesar Rp 2000 per jam. Perhitungan itu bertentangan dengan cara perhitungan upah yang diatur dalam Pasal 8 ayat (1),(2) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor : KEP- 102/MEN/VI/2004 Tentang waktu kerja lembur dan upah kerja lembur bahwa perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan dan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Di UD Berkah Sedulur Desa Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.

pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan-hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang ditimbulkan oleh pekerja harian lepas adalah: (1). Tingkat pendidikan, (2). Tidak memiliki serikat pekerja/serikat buruh, (3). Terjadi perselisihan hubungan industrial, (4). Tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul oleh pengusaha adalah: (1). Kurangnya kesadaran dari pengusaha, (2). Permodalan. Sedangkan hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah kurang merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Pelaksanaan perlindungan hukum tersebut berarti membahas mengenai hak-hak pekerja setelah melaksanakan kewajibannya serta kepastian hukum yang ada didalamnya. Permasalahan yang dikaji adalah: 1) Bagaimanakah pelaksanaan perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel? 2) Apakah faktor penghambat dalam pelaksanaan perlindungan hukum tersebut dan bagaimana cara penyelesaiannya?.

1 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS PADA PLASMA INDUSTRI RAMBUT DI UD. RAFI RIDHO PURBALINGGA - repository perpustakaan

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS PADA PLASMA INDUSTRI RAMBUT DI UD. RAFI RIDHO PURBALINGGA - repository perpustakaan

Alhamdulillahirabil’alamin segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah kesehatan dan limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Harian Lepas Pada Plasma Industri Rambut di UD. RAFI RIDHO Purbalingga” . Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang setulus- tulusnya kepada:

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

dibutuhkan. Apalagi pihak pengelola Rumah Sakit sedang melakukan pembangunan dimana ruang pasien akan diperbanyak sehingga membutuhkan tenaga pekerja harian lepas lebih besar. Bila perusahaan mengharapkan hasil pelayanan yang lebih memuaskan maka jumlah tenaga pekerjanya juga harus ditambah. Meskipun begitu ternyata nasib para pekerja harian lepas selalu kurang mendapatkan perhatian yang layak dari pihak pengusaha. Keadaan tersebut dapat ditinjau dari bentuk pelaksanaan perlindungan hukumnya, baik dari segi perjanjian kerja, upah pekerja dan tunjangan lain-lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian pekerja harian lepas di Rumah Sakit Imanuel dibuat secara lisan yang disepakati kedua belah pihak, upah kerja untuk pekerja harian lepas masih dibawah upah minimum kota dan tunjangan lain berupa Tunjangan Hari Raya, fasilitas pelayanan kesehatan, dan cuti hanya untuk hari besar. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum mengalami hambatan- hambatan yang ditimbulkan baik dari pekerja harian lepas, pengusaha dan pemerintah. Hambatan yang timbul dari pekerja harian lepas adalah: menejemen dari serikat pekerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tidak ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Hambatan yang timbul dari pengusaha adalah: rendahnya kesadaran pengusaha terhadap peraturan perundang-undangan. Sedangkan, hambatan yang timbul dari pemerintah adalah pemerintah tidak segera merespon permasalahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA HARIAN LEPAS DI RUMAH SAKIT IMANUEL KOTA BANDAR LAMPUNG

Saran peneliti, untuk lebih meningkatkan perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas, maka perlu diupayakan oleh pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung untuk menyelenggarakan pengawasan ketenagakerjaan secara langsung kepada para pihak yaitu pihak pekerja harian lepas dan pengusaha.

1 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA HARIAN LEPAS DI CV. INDOJATI SURAKARTA  Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK PEKERJA HARIAN LEPAS DI CV. INDOJATI SURAKARTA Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Pertama, mendeskripsikan perjanjian dan peraturan yang diberlakukan terhadap pekerja harian lepas di CV. Indojati Surakarta; Kedua, menganalisa hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam perjanjian kerja antara CV. Indojati Surakarta dengan pekerja harian lepas; Ketiga, menganalisa tanggung jawab hukumnya jika salah satu pihak melakukan kesalahan atau pelanggaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yaitu memberikan gambaran data yang selengkap-lengkapnya mengenai metode atau bentuk perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas di CV. Indojati Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif. Sumber data menggunakan data primer dari hasil wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, perjanjian dan peraturan yang diberlakukan terhadap Pekerja Harian Lepas (PHL) di CV. Indojati Surakarta menunjukkan bahwa para PHL tidak diberikan kontrak kerja dan tidak ada perjanjian tertulis dengan perusahaan, perjanjian hanya berbentuk lisan. Peraturan kerja yang diberlakukan terhadap para PHL adalah peraturan kerja sebagaimana yang diberlakukan terhadap pekerja tetap; Kedua, kewajiban PHL adalah wajib melaksanakan pekerjaan, mentaati tata tertib, membayar denda dan ganti rugi jika terjadi kerusakan terhadap produk atau peralatan yang disebabkan oleh kesalahan pekerja, dan bertindak sebagai buruh yang baik. Hak PHL adalah memperoleh penghasilan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, memperoleh seragam kerja sebanyak 1 (satu) stel dalam setiap 6 (enam) bulan, menerima hak-hak kepegawaian lainnya, memperoleh pesangon jika diberhentikan sebelum pekerjaan selesai; Ketiga, kesalahan yang dilakukan PHL di CV. Indojati Surakarta adalah mengundurkan diri sebelum perjanjian kerja berakhir. Tanggung jawab hukum terhadap PHL yang melakukan kesalahan adalah menyelesaikan perjanjian kerja yang disepakati bersama, atau mengganti biaya ganti rugi sesuai dengan kesepakatan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

PENDAHULUAN Perlindungan Hukum Terhadap Hak-hak Pekerja Harian Lepas Di CV. Indojati Surakarta.

Pekerja harian lepas di CV. Indojati hanya menerima upah sesuai dengan banyaknya hari kerja, jam kerja atau volume pekerjaan yang diselesaikan. Pola dan sifat hubungan antara majikan (perusahaan) dengan pekerja harian lepas di CV. Indojati juga tidak jelas karena tidak ada ikatan kerja ataupun perjanjian kerja. Kondisi ini mengakibatkan pekerja harian lepas adalah sebagai pihak yang lemah. Pekerja Harian Lepas di CV. Indojati kurang mengetahui apa-apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Pekerja harian lepas hanya nurut saja terhadap peraturan yang dibuat oleh pengusaha. Padahal dalam suatu hubungan kerja sama yang baik tidak ada pihak yang lebih penting karena pengusaha dan pekerja harian lepas saling membutuhkan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PROFIL PEKERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF UU NO 13 TAHUN 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja di Pabrik Krupuk Desa Waru Kecamatan Rembang  Profil Pekerja Anak Dalam Perspektif Uu No 13 Tahun 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja Di Pabrik Krupuk Desa Waru Kecamatan Remban

PROFIL PEKERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF UU NO 13 TAHUN 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja di Pabrik Krupuk Desa Waru Kecamatan Rembang Profil Pekerja Anak Dalam Perspektif Uu No 13 Tahun 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja Di Pabrik Krupuk Desa Waru Kecamatan Remban

Fenomena pekerja anak memang erat kaitannya dengan kemiskinan Ketidakmampuan masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga anak dijadikan aset yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan ekonomi keluarga, sehingga anak tidak memiliki pilihan lain selain bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Talcott Parson (dalam Irwanto, 1999:1) bahwa gejala pekerja anak lebih banyak disebabkan oleh faktor ekonomi daripada faktor budaya. Artinya, anak bekerja lebih banyak dikarenakan faktor ekonomi keluarga. Pada keluarga miskin anak-anak dilibatkan untuk mencari uang guna menambah pendapatan keluarga. Banyak keluarga yang memerlukan bantuan mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, pada kondisi seperti ini tidak jarang pekerja anak menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Pekerja anak seringkali mengerjakan pekerjaan yang dapat menghambat perkembangannya, misalnya jam kerja yang panjang, banyak meng-hirup zat-zat kimia yang digunakan oleh industri tempat ia bekerja, cenderung lebih mudah diperlakukan salah, mereka menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan, rentan terhadap eksploitasi, dan yang tidak kalah penting pekerja anak umumnya kehilangan akses untuk mengembangkan diri secara fisik, mental, dan intelektual.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

GAMBARAN UMUM LOKASI PERENCANAAN (DATA)  Resort Di Kawasan Hutan Mangrove Rembang dengan Penekanan Arsitektur Neo-Vernakular).

GAMBARAN UMUM LOKASI PERENCANAAN (DATA) Resort Di Kawasan Hutan Mangrove Rembang dengan Penekanan Arsitektur Neo-Vernakular).

Selain sebagai pusat kawasan resort yang dapat memenuhi kebutuhan para pengunjung, juga disediakan sebuah fasilitas konservasi untuk tumbuhan mangrove. Sebagai upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem hayati yang ada di kawasan tersebut, hal ini juga bertujuan untuk menjaga landsekap yang ada. Sebagai kawasan yang direncanakan sebagai resort, di dalamnya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti: kamar tamu, lobby, restoran dan bar, kantor managemen, kolam renang, dan sebagainya. Tempat tersebut diharapkan akan menambah referensi hiburan bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Rembang. Selain itu diharapkan juga tempat tersebut nantinya bisa digunakan sebagai tempat untuk mengkonservasi dan budidaya tanaman bakau yang dapat mengedukasi masyarakat yang mengunjunginya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA REMBANG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2014

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA REMBANG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2014

Di Indonesia, penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat bila ditinjau dari angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkannya. Penyakit diare termasuk ke dalam sepuluh penyakit terbesar. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, diare merupakan penyebab kematian nomor empat (13,2%) setelah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), hipertensi, gastritis, sedangkan RISKESDAS tahun 2013 insiden dan period prevalence diare untuk seluruh kelompok umur di Indonesia adalah 3,5% dan 7,0%. Lima provinsi dengan insiden maupun period prevalence diare tertinggi Papua, Sulawesi Selatan, Aceh, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Di Jawa Timur cakupan pelayanan penderita diare tahun 2011 sebesar 69% sedangkan tahun 2012 sebesar 72,43%. Dilihat dari hasil cakupan penderita diare di kabupaten/kota tahun 2012, tujuh kabupaten/kota sudah mencapai target 100%, yakni Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sampang, Kota Kediri, Kota Pasuruan, dan Kota Mojokerto. Sedangkan kabupaten/kota lain seperti Kabupaten Pasuruan belum bisa mencapai target (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2013).
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Nelayan Di Desa Tasik Agung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Nelayan Di Desa Tasik Agung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang

Salah satu tugas TPI adalah untuk melakukan transaksi jual beli melalui pelelangan sehingga harga ikan menjadi lebih tinggi dan stabil serta memberikan keuntungan bagi nelayan. Untuk menjaga kestabilan harga diperlukan usaha-usaha untuk mengoptimalkan fungsi dari TPI. Sebab untuk TPI di daerah Rembang masih kurang optimal dikarenakan kebanyakan para nelayan di daerah Rembang khususnya TPI dengan produksi yang paling tinggi yaitu pada TPI Tasik Agung belum dapat menarik sepenuhnya nelayan Tasik Agung untuk menjual hasil tangkapannya pada TPI Tasik Agung. Hal ini dikarenakan TPI Tasik Agung belum mampu memberikan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha perikanan terutama dalam hal membenahi kinerja pengelolaan TPI yang belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada nelayan. Untuk itu, nelayan di daerah Tasik Agung lebih memilih untuk menjual hasil tangkapannya kepada para tengkulak/pengepul/tauke sehingga fungsi dari TPI itu sendiri kurang optimal.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

PROFIL PEKERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF UU NO 13 TAHUN 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja di Pabrik Krupuk Desa Waru   Profil Pekerja Anak Dalam Perspektif Uu No 13 Tahun 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja Di Pabrik Krupuk Desa Waru Kecamatan Rembang Kabupaten Remba

PROFIL PEKERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF UU NO 13 TAHUN 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja di Pabrik Krupuk Desa Waru Profil Pekerja Anak Dalam Perspektif Uu No 13 Tahun 2003 (Studi Kasus Pada Pekerja Di Pabrik Krupuk Desa Waru Kecamatan Rembang Kabupaten Remba

This type of research is qualitative descriptif study. Source of research data community leaders include community, business owners and employees cracker factory in the village Waru Rembang. Data collection techniques in the study were interviews, observation, and documentation. This study uses the data source triangulation and triangulation techniques or methods of data collection.

15 Baca lebih lajut

Kabupaten Rembang Dalam Angka 2016

Kabupaten Rembang Dalam Angka 2016

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga telah dibentuk suatu organisasi yang bernama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di seluruh wilayah dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat dusun, rukun warga (rw) dan rukun tetangga (rt). Jumlah Tim penggerak PKK di Kabupaten Rembang sebanyak 308, sementara banyaknya kelompok PKK seluruh Kabupaten Rembang secara berurutan dari Dusun, RW, RT adalah 542 ; 954; dan 3.401 dengan didukung sebanyak 6.809 anggota tim penggerak.

328 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI  KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN WAKTU KERJA DAN UPAH BAGI PEKERJA HARIAN LEPAS.

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Penulisan Hukum / Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, bukan merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain. Jika Penulisan Hukum / Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan / atau sanksi hukum yang berlaku.

13 Baca lebih lajut

Profil Tenaga Kerja Di Tempat Pelelangan Ikan Tasikagung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Tahun 2003

Profil Tenaga Kerja Di Tempat Pelelangan Ikan Tasikagung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Tahun 2003

Mengenai tingkat pendidikan daripada karyawan TPI adalah berasal dari tamatan SLTP, SLTA dan SMEA. Menurut golongan karyawan TPI ada 17 orang diantaranya adalah 16 orang laki-laki dan satu orang perempuan. Adapun golongan tersebut seperti B/I sebanyak 2 orang, A/II sebanyak 6 orang, A/III sebanyak 4 orang, A/IV sebanyak 4 orang. Di kantor TPI para karyawan yang ada berasal dari luar daerah Rembang yang berpendidikan dan untuk penempatan para karyawan tergantung dari PUSKUD “MINA BARUNA” Jawa Tengah. Jam kerja di TPI sehari penuh hal ini mengingat bahwa perahu-perahu yang datang tidak dapat ditentukan dan mereka harus dilayani oleh karyawan TPI. Tapi jam masuk kerja yang digunakan di kantor TPI adalah jam 09.00 dan kadang-kadang jam 10.00. Dan ada karyawan dan karyawati yang masuknya secara bergilir karena perahu kadang-kadang pagi hari kadang-kadang malam hari sedangkan siang adalah hal yang biasa dilakukan setiap hari.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

View of HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS REMBANG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2010

View of HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS REMBANG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2010

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu pendekatan penelitian dimana variabel-variabel yang termasuk faktor risiko dan variabel-variabel yang termasuk efek diteliti sekaligus pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini meneliti tentang hubungan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang resiko tinggi kehamilan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan di Puskesmas Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga tahun 2010

20 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran umum perusahaan - ANALISIS STRATEGI ALTERNATIF UD. BERKAH SEDULUR REMBANG DENGAN PENDEKATAN SWOT - Unika Repository

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran umum perusahaan - ANALISIS STRATEGI ALTERNATIF UD. BERKAH SEDULUR REMBANG DENGAN PENDEKATAN SWOT - Unika Repository

Untuk menentukan bobot dan peringkat matriks EFE ditentukan oleh pihak internal yaitu Bapak Ahmad Ihsan sebagai pemilik/pengelola UD. Berkah Sedulur. Bobot merupakan signifikansi relatif dari suatu variabel terhadap kesuksesan perusahaan, peringkat adalah ukuran efektifitas strategi perusahaan saat ini. Tabel diatas diketahui bahwa dari 100% total bobot EFE menurut pemilik, terdapat peluang utama adalah dekat dengan sumber bahan baku bobot 18%, potensi perikanan tinggi juga diberi bobot 18%, tingginya permintaan masyarakat bobot 15%, keanekaragaman hayati tangkapan nelayan bobot 5% dan dukungan pemerintah bobot 4%. Sedangkan ancaman utama yaitu pada persaingan harga yang ketat dengan bobot 15%, stok ikan yang tidak menentu 13%, alat tangkap yang tidak ramah lingkungan 6% dan maraknya penggunaan obat-obatan pengawet 6%. Pemberian bobot tersebut di berikan berdasarkan pada variabel yang mana yang lebih terpenting sampai yang tidak terpenting menurut pemilik UD. Berkah Sedulur. Variabel yang paling berpengaruh baik bagi perusahaan untuk waktu kedepan adalah dekat dengan sumber bahan baku dan potensi perikanan tinggi. Ada juga variabel yang cukup memberi pengaruh baik untuk perusahaan dalam waktu kedepan adalah tingginya permintaan masyarakat, keanekaragaman hayati tangkapan nelayan dan dukungan pemerintah dalam sektor perikanan. Sedangkan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan maraknya penggunaan obat-obatan pengawet merupakan variabel yang tidak berpengaruh besar bagi perusahaan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Gambaran Gejala Penyakit Kulit Pada Tangan Penjual Ikan Basah di Pasar Tradisional Cemara Medan Tahun 2016

Gambaran Gejala Penyakit Kulit Pada Tangan Penjual Ikan Basah di Pasar Tradisional Cemara Medan Tahun 2016

Aisyah, Faddilatul. 2013. Hubungan Hygiene Perorangan dan Pemakaian Alat Pelindung Diri dengan Keluhan Gangguan Kulit pada Pekerja Pengupas Udang di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2012. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas SumateraUtara Cahyawati, I. Nur. 2010. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...