Top PDF Permendikbud No 18 Tahun 2016

Permendikbud No 18 Tahun 2016

Permendikbud No 18 Tahun 2016

(2) Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

19 Baca lebih lajut

Lampiran III Permendikbud No. 18 Tahun 2016 Kegiatan dan Atribut yang Dilarang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

Lampiran III Permendikbud No. 18 Tahun 2016 Kegiatan dan Atribut yang Dilarang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

SALINAN LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU CONTOH KEGIATAN DAN ATRIBUT YANG DILARANG [r]

2 Baca lebih lajut

Panitia MOS Wajib Baca Permendikbud No. 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru

Panitia MOS Wajib Baca Permendikbud No. 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru

(2) Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

19 Baca lebih lajut

Lampiran II Permendikbud No. 18 Tahun 2016 Formulir Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

Lampiran II Permendikbud No. 18 Tahun 2016 Formulir Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

SALINAN LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU CONTOH FORMULIR PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOL[r]

2 Baca lebih lajut

permendikbud th 2016 no 020 lampiran

permendikbud th 2016 no 020 lampiran

Sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sedangkan Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Permendikbud 18 Permendikbud Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyediaan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Permendikbud 18 Permendikbud Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyediaan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

11 Baca lebih lajut

Keterkaitan Antara Komponen Kurikulum da

Keterkaitan Antara Komponen Kurikulum da

Kurikulum yang saat ini digunakan di Indonesia adalah Kurikulum 2013 dimana kurikulum ini mengedepankan konsep keseimbangan antara softskill dan hardskill. Didalam proses pembelajarannya pun diharapkan diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, sehingga minat dan bakat serta perkembangan psikologisnya dapat berkembang dengan baik seperti yang tercantum pada Permendikbud no. 22 tahun 2016. Karena itulah, setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Bentuk perencanaan pembelajarannya sendiri dituangkan kedalam bentuk Silabus dan RPP yang merupakan penjabaran dari kurikulum.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

permendikbud th 2016 no 021 lampiran

permendikbud th 2016 no 021 lampiran

netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal. Bloom Taxonomy yang pertama kali dikenalkan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956 dan dikembangkan lebih lanjut oleh Anderson and Krathwol pada tahun 2001 digunakan sebagai rujukan pada Standar Kompetensi Lulusan. Bloom Taxonomy mengkategorikan capaian pembelajaran menjadi tiga domain, yaitu dimensi pengetahuan yang terkait dengan penguasaan pengetahuan, dimensi sikap yang terkait dengan penguasaan sikap dan perilaku, serta dimensi ketrampilan yang terkait dengan penguasaan ketrampilan. Dimensi pengetahuan diklasifikasikan menjadi faktual, konseptual, prosedural, serta metakognitif yang penguasaannya dimulai sejak Tingkat Pendidikan Dasar hingga Tingkat Pendidikan Menengah. Structure of Observed Learning Outcome (SOLO) Taxonomy yang pertama kali dikembangkan oleh Biggs dan Collin (1982) dan telah diperbarui tahun 2003 digunakan sebagai dasar untuk mengelompokkan Tingkat Kompetensi untuk aspek pengetahuan. Menurut SOLO Taxonomy ada lima tahap yang dilalui oleh peserta didik untuk menguasai suatu pengetahuan, yaitu tahah pre-struktural, uni-struktural, multi-struktural, relasional dan abstrak yang diperluas. Kelima tahap ini dapat disederhanakan menjadi tiga tahap, yaitu surface knowledge, deep knowledge dan conceptual atau constructed knowledge.
Baca lebih lanjut

234 Baca lebih lajut

KESULITAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS I SD N 3 PENGASIH, KULON PROGO.

KESULITAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS I SD N 3 PENGASIH, KULON PROGO.

Berdasarkan wawancara dan observasi guru sudah melaksanakan kegiatan refleksi. Guru dalam kegiatan melakukan refleksi sesuai dengan Permendikbud no 103 tahun 2014 tentang pembelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dan 22 tahun 2016 bahwa guru bersama siswa melakukan kegiatan refleksi dari kegiatan apa saja yang sudah dilaksanakan. Guru melakukan refleksi dengan cara menanyakan kepada siswa tentang kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh siswa. Menurut Trianto (Hosnan, 2014: 273), refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Guru sering melakukan refleksi di akhir pembelajaran seperti dalam tema benda, hewan dan tumbuhan di sekitarku guru bertanya pembelajaran apa saja yang sudah dilakukan dan siswa menjawab seperti sudah belajar kalimat pujian dan terimakasih, percakapan cara merawat tanaman, bagian tumbuhan, dan membuat pohon buatan. Guru mengalami kendala dalam melakukan kegiatan refleksi karena guru belum bisa membimbing semua siswa agar siswa aktif dalam menjawab pertanyaan dari guru. Dalam kegiatan refelksi ini yang menjawab pertanyaan dari guru hanya siswa yang pandai saja.
Baca lebih lanjut

338 Baca lebih lajut

permendikbud th 2016 no 022 lampiran

permendikbud th 2016 no 022 lampiran

Standar Proses pada SDLB, SMPLB, dan SMALB diperuntukkan bagi tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal. Secara umum pendekatan belajar yang dipilih berbasis pada teori tentang taksonomi tujuan pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang secara umum sudah dikenal luas. Berdasarkan teori taksonomi tersebut, capaian pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga ranah yakni: ranah kognitif, affektif dan psikomotor. Penerapan teori taksonomi dalam tujuan pendidikan di berbagai negara dilakukan secara adaptif sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Permendikbud Tahun2016 Nomor061 Lampiran2

Permendikbud Tahun2016 Nomor061 Lampiran2

MUHADJIR EFFENDY iperiksa dan disetujui oleh : Salinan sesuai dengan aslinya.. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Kepegawaian, TTD.[r]

16 Baca lebih lajut

Permendikbud Tahun2016 Nomor061 Lampiran1

Permendikbud Tahun2016 Nomor061 Lampiran1

PROVINSI/ KABUPATEN/KOTA SKOR SEBELUM DIKALIKAN FAKTOR PENGALI SKOR AKHIR SETELAH 2 PROVINSI SUMATERA... Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kepala Biro Kepegawaian, TTD.[r]

14 Baca lebih lajut

Permendikbud Tahun2016 Nomor061

Permendikbud Tahun2016 Nomor061

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 24 ayat (2) Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 104 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Hasil Pemetaan Urusan Pemerintahan di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan;

4 Baca lebih lajut

PERAN KOMUNIKASI ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN IPA | Sarwanto | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 9811 20884 1 SM

PERAN KOMUNIKASI ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN IPA | Sarwanto | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 9811 20884 1 SM

Permenristekdikti no 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) pasal 5 ayat 1 bahwa "Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan". Rumusan Capaian Pembelajaran (CP) untuk sikap dan keterampilan umum disusun oleh Pemerintah dan dilampirkan dalam Permenristek ini. Salah satu rumusan CP untuk keterampilan umum adalah "mampu menyusun ide, hasil pemikiran, dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta mengkomunikasikannya melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas". Berdasarkan Permenristekdikti ini lulusan dari Perguruan tinggi harus memiliki kemampuan dalam mengkomunikasikan ide, gagasan, penjelasan kepada masyarakat. Permendikbud no 22 tahun 2016 tentang standar proses bahwa proses pembelajaran untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah agar siswa mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan maka pemilihan pendekatan tematik dan /atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Permendikbud No 12 Tahun 2016

Permendikbud No 12 Tahun 2016

b. Dra. Elni, M.Pd. adalah guru tetap bersertifikat pendidik Bahasa Inggris pada SMP Bunga di Malang. Yang bersangkutan mempunyai pendidikan/kualifikasi akademik S-1 Bahasa Inggris dan S-2 bidang linguistik dari program studi yang terakreditasi B. Yang bersangkutan diangkat sebagai guru tetap di SMP Bunga mulai 1 Januari tahun 2000. Pada bulan Maret tahun 2016 diusulkan penyetaraannya ke dalam jabatan fungsional guru. Hasil perhitungan angka kredit adalah sebagai berikut:

31 Baca lebih lajut

Permendikbud No 2 Tahun 2016

Permendikbud No 2 Tahun 2016

2 Berdasarkan RPJMN 2015 -2019 peningkatan akses dan kualitas PAUD secara holistik dan integratif merupakan pondasi terwujudnya pendidikan dasar 12 tahun yang berkualitas. Kebijakan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas adalah memperluas layanan pendidikan anak usia dini berkualitas melalui ketersediaan Satuan PAUD yang mudah diakses, pendidik yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, peningkatan kualitas partisipasi masyarakat dalam pendidikan anak usia dini, dan dukungan penyelenggaraan PAUD dari Pusat, Daerah, serta masyarakat.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...