Top PDF Persepsi Akuntan dan Mahasiswa terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan

Persepsi Akuntan dan Mahasiswa terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan

Persepsi Akuntan dan Mahasiswa terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan

kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akuntan yang terdiri dari akuntan publik, akuntan pemerintah, akuntan pendidik dan akuntan intern. Untuk populasi mahasiswa adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar diperguruan tinggi baik PTS dan PTN yang telah menempuh mata kuliah etika bisnis dan profesi atau terdaftar sebagai mahasiswa akuntansi semester 7. Untuk sampel digunakan masing- masing dari jenis populasi sebanyak 100 sampel untuk akuntan dan 100 sampel untuk mahasiswa akuntansi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji instrument data (validitas dan reliabilitas) dan untuk menguji hipotesis digunakan uji Independent Sample T test. Hasil pengujian hipotesis tentang persepsi terhadap pengungkapan informasi yang sensitif, menyatakan terdapat perbedaan persepsi antara akuntan dan mahasiswa tentang pengungkapan informasi yang sensitif (H1 ditolak). Hasil pengujian hipotesis tentang persepsi terhadap penggunaan biaya untuk memperoleh manfaat, menyatakan tidak ada perbedaan persepsi antara akuntan dan mahasiswa (H2 diterima). Hasil pengujian hipotesis tentang persepsi terhadap tanggung jawab, menyatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara akuntan dan mahasiswa terhadap etika penyusunan laporan keuangan tentang tanggung jawab (H3 ditolak). Hasil pengujian hipotesis tentang persepsi terhadap kesalahan pengutaraan menyatakan tidak ada perbedaan persepsi antara akuntan dan mahasiswa terhadap etika penyusunan laporan keuangan tentang kesalahan pengutaraan (H4 diterima). Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Perbandingan Persepsi Akuntan dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan 2013) yang meneliti tentang persepsi akuntan dan mahasiswa tentang etika penyusunan laporan keuangan yang mencakup
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN OLEH: LENIA YULISTINUS TANANJAYA

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN OLEH: LENIA YULISTINUS TANANJAYA

Puji dan syukur tak lupa penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas bimbingan dan penyertaan selama menulis skripsi ini, sehingga skripsi dengan judul PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN dapat diselesaikan dengan baik. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat dalam rangka memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Karya ini tidak akan terwujud apabila tidak ada bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA  PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN ( SURVEI DI SURAKARTA ).

PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN ( SURVEI DI SURAKARTA ).

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga atas karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menempuh gelar kesarjanaan dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

PERSEPSI AKUNTAN DAN MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN Abstraksi

PERSEPSI AKUNTAN DAN MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN Abstraksi

Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi akuntan dan persepsi mahasiwsa jurusan akuntansi terhadap etika bisnis dan etika profesi akuntan. Analisisnya didasarkan pada jawaban responden yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang terpilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Responden yang dipilih adalah akuntan yang bekerja sebagai akuntan publik, akuntan perusahaan, maupun akuntan pendidik yang berada di kota Semarang dan telah terdaftar sebagai akuntan yang resmi. Sedangkan, kriteria responden untuk mahasiswa jurusan akuntansi adalah masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan akuntansi Strata 1 di Universitas Islam Sultan Agung dan Universitas Katolik Soegijapranata, serta telah atau sedang menempuh mata kuliah Auditing 1. Untuk menguji reabilitas data digunakan Cronbach Alpha sedangkan untuk menguji normalitas data digunakan Kolmogrov-Smirnov. Untuk menguji perbedaan variabel data menggunakan Man Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan persepsi akuntan dan mahasiswa jurusan akuntansi secara signifikan terhadap etika bisnis, dan etika profesi akuntan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK, AKUNTAN PENDIDIK  Persepsi Akuntan Publik, Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi (Ums) Terhadap Etika Bisnis Dan Etika Profesi Akuntan.

PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK, AKUNTAN PENDIDIK Persepsi Akuntan Publik, Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi (Ums) Terhadap Etika Bisnis Dan Etika Profesi Akuntan.

Pentingnya etika dalam dunia bisnis memberikan sinyalemen kepada organisasi pendidikan dan profesi untuk mencermati bagaimana pemahaman akuntan dan calon akuntan terhadap persoalan-persoalan etika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara persepsi akuntan publik, akuntan pendidik, dan mahasiswa akuntansi (UMS) terhadap etika bisnis dan etika profesi akuntan.

14 Baca lebih lajut

PERSEPSPERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP MUATAN ETIKA DAN ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN (STUDI PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN SWASTA TERAKREDITASI A) - Perbanas Institutional Repository

PERSEPSPERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP MUATAN ETIKA DAN ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN (STUDI PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN SWASTA TERAKREDITASI A) - Perbanas Institutional Repository

dibagikan kepada mahasiswa sesuai kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Dan adapun kisi-kisi yang dipakai dalam penelitian ini adalah identitas responden yang berupa nama, nomor induk mahasiswa, jurusan, angkatan, gender dan mahasiswa yang sedang menempuh atau sedang menempuh mata kuliah etika bisnis dan profesi. Selanjutnya adalah muatan etika yang dibangun dan dikembangkan berdasarkan hasil kuesioner dalam penelitian Lita Permata Sari (2009) berisi 6 pertanyaan mengenai metode pengajaran etika pada proses belajar mengajar yang di dapatkan mahasiswa. Dan pada bagian terakhir adalah etika penyusunan laporan keuangan berdasarkan penelitian Yulianti dan Fitriany (2006) yang dikelompok menjadi 4 kelompok yaitu Mistate, Disclosure, Cost & Benefit dan Responsibility.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Persepsi Akuntan Pendidik dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Etika Bisnis dan Etika Profesi Akuntan.

Persepsi Akuntan Pendidik dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Etika Bisnis dan Etika Profesi Akuntan.

Beberapa topik penelitian serupa dilakukan di Indonesia memberikan hasil yang berbeda. Desriani (1983), Ambarrini (1996), Ludigdo dan Mas’ud Machfoedz (1999), Retno Wulandari dan Sri Sularso (2002), Joko Winarno dan Ninuk Retnowati (2003) menemukan adanya perbedaan persepsi tentang etika yang signifikan di antara kelompok akuntan. Tri Yulianto Hari Prabowo (2004) meneliti tentang persepsi akuntan publik, akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap etika bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan terhadap etika bisnis antara akuntan dan mahasiswa ekstensi serta akuntan pendidik dan akuntan publik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Skripsi. Persepsi Mahasiswa Akuntansi Dan Non Akuntansi Mengenai Etika Penyusunan Laporan Keuangan. Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar

Skripsi. Persepsi Mahasiswa Akuntansi Dan Non Akuntansi Mengenai Etika Penyusunan Laporan Keuangan. Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Persepsi Mahasiswa Akuntansi Dan Non Akuntansi Mengenai Etika Penyusunan Laporan Keuangan

15 Baca lebih lajut

“PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN“ ( Studi Empiris di Wilayah Kota Surakarta dan Yogyakarta).

“PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN“ ( Studi Empiris di Wilayah Kota Surakarta dan Yogyakarta).

menunjukkan bahwa antara akuntan pendidik, akuntan publik dan mahasiswa akuntansi mempunyai persepsi yang berbeda secara signifikan tehadap kode etik IAI. Hasil penelitian Murtanto dan Marini (2003) tentang persepsi akuntan pria dan akuntan wanita serta mahasiswa dan mahasiswi akuntansi terhadap etika bisnis dan etika profesi akuntan menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara akuntan pria dan wanita serta mahasiswa pria dan wanita. Hasil penelitian Wulandari dan Sularso (2002) mengenai persepsi akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi tentang kode etik akuntan menyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap kode etik akuntan. Penelitian ini menekankan pada prinsip prinsip etika akuntan serta mengambil sampel di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta yang berada di wilayah Surakarta. Akuntan pendidik mempunyai persepsi yang lebih baik dibanding dengan mahasiswa akuntansi karena diperkirakan akuntan pendidik mempunyai pengalaman yang lebih dalam bidang etika bila dibandingkan dengan mahasiswa akuntansi. Hasil penelitian Muhamat Yusup dan Sri Suranta (2007) tentang persepsi akuntan, mahasiswa akuntansi dan karyawan bagian akuntansi terhadap etika profesi akuntan menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara akuntan, mahasiswa akuntansi dan karyawan bagian akuntansi terhadap etika profesi akuntan yang memfokuskan pada kode etik IAI.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN   Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan (Survey Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta).

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan (Survey Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Dengan mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN (SURVEY PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA)” .

14 Baca lebih lajut

PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK DAN MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA BISNIS (Survey di Wilayah Yogyakarta).

PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK DAN MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA BISNIS (Survey di Wilayah Yogyakarta).

Dalam globalisasi tuntutan terhadap implementasi etika bisnis pada perusahaan semakin memuncak. Di Indonesia, pemerintah merespon etika bisnis dengan menerbitkan Tap MPR No. II Tahun 1998 dan UU No. 5 tahun 1998. Tuntutan akan etika bisnis berangkat dari suatu keyakinan bahwa dengan etika, maka akan terjamin secara konsekuen kegiatan bisnis yang baik, etis dan fair (Keraf dan Imam, 1998).

7 Baca lebih lajut

Persepsi akuntan publik, akuntan pendidik, mahasiswa akuntansi dan karyawan bagian akuntansi terhadap etika profesi akuntan

Persepsi akuntan publik, akuntan pendidik, mahasiswa akuntansi dan karyawan bagian akuntansi terhadap etika profesi akuntan

5 dan akuntansi (transformasi ilmu). Penelitian ini juga dilakukan kepada mahasiswa akuntansi karena mereka adalah calon akuntan yang seharusnya terlebih dahulu dibekali pengetahuan mengenai etika sehingga kelak bisa bekerja secara professional berlandaskan etika profesi seorang akuntan serta dapat menerapkannya dengan baik didunia bisnis. Penelitian ini juga dilakukan kepada akuntan publik dan karyawan bagian akuntansi karena akuntan publik dan karyawan bagian akuntansi adalah penyedia jasa informasi keuangan yang akan dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen perusahaan kepada pemilik (investor) dan pihak lain. Selain itu dalam penelitian ini hanya menguji etika profesi akuntan saja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan persepsi terhadap etika profesi akuntan dengan menekankan pada prinsip-prinsip etika akuntan antara akuntan publik, akuntan pendidik, mahasiswa akuntansi, dan karyawan bagian akuntansi.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

Persepsi Akuntan Dan Mahasiswa Yogyakart

Persepsi Akuntan Dan Mahasiswa Yogyakart

Profesi akuntan Indonesia di abad 21 menghadapi tantangan yang semakin berat, diantaranya adanya tiga tantangan antara lain: Pertama, WTO/GATT/GATS, sebagaimana dalam putaran Uruguay (Uruguay Round) tidak saja dirundingkan perdagangan komoditi riil (goods) tetapi juga sektor jasa (service). Adapun tujuan dan semangat hasil perundingan tersebut ialah pada akhirnya semua jenis jasa dibuka bagi perdagangan dunia (broadening) dengan tingkat liberalisasi (deepening) 100%. Kedua, akan diberlakukannya perdagangan bebas diantara negara-negara di kawasan Asia-Pasific dalam kerangka kerjasama ekonomi APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) pada tahun 2000 untuk negaara berkembang seperti Indonesia. Ketiga, diberlakukannya perdagangan bebas diantara negara-negara di kawasan ASEAN yaitu AFTA (Asean Free Trade Area). Di dalam negeri sendiri paradigma peran profesi akuntan indonesia berkaitan dengan Otonomi Daerah dan Good Corporate Governance. Untuk itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme profesi mutlak diperlukan. Profesionalisme suatu profesi yang mensyaratkan tiga hal utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota profesi tersebut yaitu berkeahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan personality seorang profesionalisme, yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan pemakai jasa profesionalismenya yang lain, akan menentukan keberadaannya dalam peta persainjgan diantara rekan profesi dari negara lainnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Persepsi Akuntan Publik, Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi (Ums) Terhadap Etika Bisnis Dan Etika Profesi Akuntan.

BAB 1 PENDAHULUAN Persepsi Akuntan Publik, Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi (Ums) Terhadap Etika Bisnis Dan Etika Profesi Akuntan.

Cohen dan Pant (1989) serta Armstrong dan Mintz (1989) dalam Loeb dan Rockness (1992) mendukung temuan Treadway Commision, dan berdasarkan laporan Treadway Commision tersebut, American Accounting Association pada tahun 1988 mengadakan proyek untuk profesionalisme dan etika (project on profesionalism and ethics), yang kegiatannya adalah mempromosikan pendidikan etika ke dalam pendidikan akuntansi (Loeb dan Rockness, 1992).

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN ( SURVEI DI SURAKARTA ).

PENDAHULUAN PERSEPSI AKUNTAN, MAHASISWA AKUNTANSI DAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PROFESI AKUNTAN ( SURVEI DI SURAKARTA ).

penelitian Wulandari dan Sularso (2002) adalah bahwa penelitian sebelumnya membedakan persepsi antara dua kelompok sampel yakni akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi, sedangkan dalam penelitian ini menambahkan satu sampel yaitu karyawan bagian akuntansi, karena karyawan bagian akuntansi adalah penyedia jasa informasi keuangan yang akan dilaporkan perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen perusahaan kepada pemilik (investor) dan pihak lain. Selain itu dalam penelitian ini hanya menguji etika profesi akuntan saja, sedangkan penelitian sebelumnya menguji etika profesi akuntan dan etika bisnis di wilayah Surakarta.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI SYARIAH TERHADAP  

ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN  

(Survei Pada Mahasiswa Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis 

Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta)

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI SYARIAH TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN (Survei Pada Mahasiswa Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta)

Variasi tersebut antara lain meliputi informasi mengenai laba atau rugi terhadap investasi untuk mengidentifikasikan hubungan-hubungan informasi tersebut, maka diperlukan analisis data yang diungkapkan dalam perhitungan laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tersebut sebagai komponen laporan keuangan. Disclosure meliputi (1) penyediaan informasi yang cukup akurat, dan tepat waktu kepada berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, (2) mempublikasikan segala sesuatu informasi keuangan serta informasi lainya yang material dan berdampak signifikan pada kinerja perusahaan.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN   Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan (Survey Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta).

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Etika Penyusunan Laporan Keuangan (Survey Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta).

mahasiswa semester awal (II) yaitu sebanyak 59 mahasiswa dan mahasiswa semester akhir (VIII) yaitu sebanyak 26 mahasiswa. Sumber data menggunakan data primer yang berupa kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari literatur, buku dan lain sebagainya. Teknik atau metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan kuesioner. Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model yang digunakan oleh Clikeman dan Henning dalam Yulianti dan Fitriany (2005) yang dikelompokkan ke dalam empat kategori yaitu : Mistate, Disclosure, Cost-Benefit dan Responsibility. Clikeman dan Henning mengelompokkan 12 pertanyaan ini berdasarkan pertimbangan bahwa kelompok pertanyaan tertentu menitikberatkan pada faktor yang sama dalam etika pelaporan keuangan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini (baik bagian pertama maupun bagian kedua) menggunakan Likert Scale dengan skala 1 sampai 5. Teknik analisis data menggunakan uji beda data dengan menggunakan signifikansi 0,05.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SYARI’AH SESUAI PSAK No. 101

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SYARI’AH SESUAI PSAK No. 101

Persepsi merupakan proses untuk memahami lingkungannya meliputi objek, orang, dan simbol, atau tanda yang melibatkan proses kognitif (pengenalan). Persepsi mencakup penerimaan, pengorganisasian, dan penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap. Menurut (Robbins 2002: 46) dalam Fitriani (2010:30) persepsi dipengaruhi oleh: sikap, kepribadian, motif, kepentingan, pengalaman masa lalu, dan harapan. Etika Penyusunan Laporan Keuangan Syari’ah

16 Baca lebih lajut

Persepsi Mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie Atas Etika Penyusunan Laporan Keuangan

Persepsi Mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie Atas Etika Penyusunan Laporan Keuangan

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi tingkat awal dan tingkat akhir untuk faktor manajemen laba dan faktor tanggung jawab. Sedangkan untuk faktor salah saji, cost benefit , dan pengungkapan tidak terdapat perbedaan persepsi antara kedua kelompok sampel tersebut. Untuk kelompok sampel mahasiswa akuntansi dan non akuntansi didapat hasil bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi secara signifikan untuk keseluruhan faktor yakni manajemen laba, salah saji, tanggung jawab, cost benefit , dan tanggung jawab.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KASPPA-03. PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

KASPPA-03. PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model yang digunakan oleh Clikeman dan Henning (2000). Kuesioner Clikeman dan Henning terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama dari kuesioner Clikeman dan Henning berisi studi kasus singkat mengenai manajemen laba. Kasus ini menceritakan sebuah perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan berusaha meningkatkan laba tahun berjalan dengan cara memindahkan maintenance rutin ke tahun berikutnya. Usaha perusahaan untuk memindahkan maintenance rutin pada dasarnya tidak melanggar prinsip akuntansi yang berlaku, akan tetapi hal ini dapat menyebabkan pengguna laporan keuangan memperoleh informasi yang tidak tepat mengenai kondisi perusahaan. Kasus ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana mahasiswa akuntansi mempertimbangkan konsekuensi tersebut dalam pengambilan keputusannya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects